LAPORAN
SISTEM INFORMASI PELAYANAN SECARA ONLINE
(Studi kasus pada PT. Asri Indah Lestari TWA Papandayan, Garut)
Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Kuliah Sistem Informasi Manajemen
Dosen pengampu : Deri Prayudi, SE.,MM
Disusun oleh : Silmi Nuranisa NPM : 18.110.0179
Dina Putri Febrianti NPM : 18.110.0187
Hani Herlina NPM : 18.110.0191
Ependi Nugraha NPM : 18.110.0199
Eneng Tuti Latifah NPM : 18.110.0212
Deden Sudirman NPM : 18.110.0215
Vina Elvira Sari NPM : 18.110.0422
SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE)
“ YASA ANGGANA”
GARUT
2021
TEAM PROFIL
Ependi Nugraha (181100199)
PRODUCT OWNER
Job Desk : Product owner mempunyai tanggung jawab atas keberhasilan produk
dengan memaksimakan hasil tim pengembang.
Dina Putri Febrianti (181100187) Hani Herlina (181100191)
Silmi Nuranisa (181100179) ADMIN DATABASE
SISTEM ANALIS
Job Desk : Mengumpulkan dan Job Desk : Menyimpan dan mengolah
menganalisis data informasi yang berbagai data yang diperoleh menjadi
diperoleh serta membuat rancangan sebuah master database.
DFD.
Deden Sudirman (181100215) Eneng Tuti Latifah (181100212)
PROGRAMMER Vina Elvira Sari (181100422)
OPERATOR
Job Desk : Merancang desain sistem ke
software. Job Desk : Pencarian data di lapangan
serta yang berhubungan langsung
dengan user dan mencari informasi
kebutuhan user.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
1.1.1. Kondisi Global Bidang Wisata Lokasi PT. Asri Indah Lestari
Penerapan sistem informasi sangat mempengaruhi efektivitas operasional pada
perusahaan untuk mencapai tujuannya. Sistem informasi yang mendukung juga dapat
membuat kinerja pekerja dalam perusahaan dapat terlaksana dengan baik dan efektif.
Sehingga sistem informasi dalam perusahaan dapat dikatakan sangat penting, terlebih
saat ini perkembangan teknologi yang sangat pesat yang menuntut setiap perusahaan
untuk memiliki sistem informasi yang lebih baik serta akurat.
Sistem informasi mempunyai peranan yang sangat penting bagi sebuah
organisasi/perusahaan, semakin berkembang suatu organisasi/perusahaan, maka
sistem informasinya juga mempunyai peranan yang sangat penting. Suatu organisasi
atau perusahaan yang menggunakan IT (Information Technology), akan mempunyai
keunggulan tersendiri dan menjadi nilai tambah bagi para konsumen, baik dari segi
pelayanan yang cepat, kinerja karyawan yang meningkat, serta indentifikasi dan
penanganan masalah yang lebih akurat. Hal inilah yang menyebabkan banyak pihak
yang berlomba-lomba untuk meningkatkan sistem informasi yang telah ada menjadi
lebih baik lagi.
Setelah kami melakukan observasi di PT. Asri Indah Lestari melalui manajer
operasional, ternyata terdapat kendala khususnya pada pelayanan terhadap customer.
1.1.2. Kondisi Spesifik Unit Kerja atau Fungsi Perusahaan yang akan
dikembangkan secara Global
Pengembangan sistem informasi atau Sistem Development merupakan
penyusunan suatu sistem yang baru menggantikan sistem yang lama secara
keseluruhan atau memperbaiki sistem yang ada. Dalam pengembangan sistem
informasi terdapat beberapa tahap yang biasanya sebuah tahap akan diselesaikan
terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase berikutnya. Untuk mengembangkan
sistem informasi yang baru didasarkan pada gambaran cara kerja sistem dan
1
permasalahan yang ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau dikembangkan
disebabkan karena adanya permasalahan-permasalahan yang timbul pada sistem yang
lama, permasalahan ini dapat berupa:
a. Ketidakberesan sistem yang lama
b. Pertumbuhan organisasi/perusahaan
c. Untuk meraih kesempatan (opportunities)
d. Adanya intruksi dari pimpinan atau peraturan pemerintah
e. Perkembangan teknologi
Lokasi yang dipilih untuk dilakukannya penelitian ini adalah Taman Wisata
Alam Papandayan mengenai Sistem Informasi Pelayanan secara Online. Taman
Wisata Alam Papandayan berada di ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut
dengan luas 225Ha tepatnya di Desa Simarjaya dan Desa Keramat Wangi, Kecamatan
Cisurpan, Kabupaten Garut, serta Desa Neglawangi, Kecamatan Kertasari, Kabupaten
Bandung.
Taman Wisata Alam Papandayan merupakan salah satu taman wisata alam di
Provinsi Jawa Barat yang menyediakan objek wisata yang menyenangkan dan
memanjakan mata dengan kondisi alam yang masih segar nan asri. Taman Wisata
Alam Papandayan saat ini tengah dipercayakan pemerintah untuk dikelola oleh PT.
Asri Indah Lestari.
1.1.3. Paparan Singkat tentang Lokasi Proyek atau User
Lokasi yang dipilih dalam melakukan proyek ini adalah TWA Gunung
Papandayan yang berlokasi di Desa Karamatwangi dan Desa Sirnajaya Kecamatan
Cisurupan, Kabupaten Garut Jawa Barat 44163. Dengan alamat web
https://twapapandayan.com , tlpn 0811-2101-493.
Gunung ini merupakan gunung api strato. Terletak 70 km bagian sebelah
Tenggara kota Bandung dengan ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut.
2
1.1.4. Keadaan Aktual Unit Kerja atau Fungsi Perusahaan pada Objek atau
User saat ini
TWA Papandayan dikelola oleh perusahaan grup PT. Asri Indah Lestari (AIL)
yang dimana perusahaan ini sebagai perusahaan yang berfokus pada wisata alam.
Perusahaan ini juga telah mengembangkan atau mengelola taman wisata lain seperti
Tangkuban Perahu yang berlokasi di Bandung.
Dengan dikelolanya taman wisata alam oleh perusahaan terjadi perubahan baik
pada wisatawan maupun masyarakat setempat. Dalam berbagai aspek sosial serta
ekonomi seperti model wisata sebelum dan sesudah dikelolanya oleh perusahaan
terjadi perubahan yang signifikan.
Setelah dikelola oleh perusahaan terdapat perubahan besar bagi wisata Gunung
Papandayan. Fasilitas-fasilitas yang sudah lengkap seperti tempat parkir yang lebih
luas, toilet umum, bangunan-bangunan warung dan akses utama yang sudah diaspal.
Hal ini memberikan kenyamanan bari para wisatawan yang berkunjung. Mereka juga
dapat menikmati sederet fasilitas yang sudah disediakan bersama keluarga. Untuk
mereka yang tidak suka menaiki gunung ada fasilitas lain seperti kolam renang, taman
dan lain sebagainya.
1.2. MAKSUD DAN TUJUAN
1.2.1. Maksud Penulisan dan Pelaksanaan Kegiatan Proyek
Maksud dari penulisan dan pelaksanaan kegiatan proyek ini dimaksudkan
sebagai konsep penerapan sistem pelayanan yang lebih baik, serta untuk merancang
sistem informasi pelayanan berbasis website yang efektif dan efisien bagi manajer,
karyawan dan juga wisatawan di PT. Asri Indah Lestari.
1.2.2. Tujuan Penulisan dan Pelaksanaan Kegiatan Proyek
Adapun tujuan dari penulisan dan pelaksanaan kegiatan proyek adalah sebagai
berikut:
a. Untuk mengetahui sistem pelayanan yang diterapkan di PD. Asri Indah
Lestari.
b. Untuk mengetahui seberapa baik dan burukkah pelayanan yang dilakukan
PT. Asri Indah Lestari.
3
c. Untuk mengetahui kendala-kendala apa saja yang sering terjadi di
perusahaan PD. Asri Indah Lestari.
d. Untuk mengetahui sistem pelayanan yang dapat dikembangkan di PT. Asri
Indah Lestari.
1.3. PENDEKATAN MASALAH
1.3.1. Identifikasi Masalah
1. Sistem pelayanan apa saja yang ada di PT. Asri Indah Lestari?
2. Bagaimana sistem pelayanan offline di PT. Asri Indah Lestari?
3. Bagaimana sistem pelayanan online di PT. Asri Indah Lestari?
4. Bagaimana SOP yang akan berjalan setiap harinya?
5. Masalah pelayanan apa saja yang sering terjadi di PT. Asri Indah Lestari?
6. Sistem pelayanan apa yang dapat dikembangkan di PT. Asri Indah Lestari?
7. Sistem pelayanan apa yang dapat diterapkan di PT. Asri Indah Lestari?
1.3.2. Pembatasan Masalah
Untuk menjawab pokok permasalahan seperti yang telah diuraikan
sebelumnya dan untuk menghindari penyimpangan dalam perubahan, serta
memperhatikan keterbatasan yang ada, maka penulis akan membatasi pada beberapa
masalah diantaranya:
1. Menganalisis kebutuhan sistem informasi manajemen pelayanan pada PT.
Asri Indah Lestari.
2. Perancangan dan pembuatan sistem informasi manajemen pelayanan pada
proses pemesanan tiket secara online.
3. Data yang diolah oleh sistem meliputi data identitas wisatawan, data harga,
data objek wisata, , dan laporan.
4
1.4. MANFAAT PERANCANGAN PROYEK SISTEM INFORMASI
1.4.1. Manfaat untuk User atau Unit Kerja yang dikembangkan
1. Penelitian ini dapat memberikan referensi kepada perusahaan untuk
mengetahui sejauh mana pengaruh pelayanan melalui website terhadap
keputusan berkunjung wisatawan ke Taman Wisata Alam Papandayan.
2. Bagi perusahaan, sebagai alternatif lain pemesanan melalui website
Taman Wisata Alam Papandayan yang lebih interaktif, mempermudah
kegiatan pemesanan dimana sebelumnya pengunjung datang langsung ke
tempat untuk mendapatkan tiket masuk, namun melalui sitem informasi
ini pengunjung dapat melakukan pemesanan melalui website yang
dibuatkan oleh perusahaan sehingga dengan hal itu dapat mempermudah
bagian pemasaran dalam pencarian data pengunjung yang sewaktu-waktu
dibutuhkan.
3. Bagi pengunjung, memudahkan proses pemesanan wisata jarak jauh dan
dengan mudah mengetahui informasi terbaru mengenai produk wisata
yang tersedia di Taman Wisata Alam Papandayan.
1.4.2. Manfaat untuk Pihak Lain
Kegunaan akademis yang dapat diambil dalam penelitian ini yaitu, dapat
menjadi acuan mahasiswa STIE Yasa Anggana atau perguruan tinggi lainnya, untuk
sebagai bahan referensi dalam mengembangkan penelitian selanjutnya yang
berhubungan dengan laporan tugas akhir.
5
1.5. JADWAL PELAKSAAN PROYEK
1.5.1. Fase Persiapan
Fase persiapan merupakan fase awal dimana fase ini meliputi investigasi awal.
Tujuan dari fase ini adalah untuk melakukan analisis awal terkait objek penelitian, dan
menenukan solusi-solusi alternatif serta rencana awal dengan beberapa rekomendasi.
- Melakukan analisis awal , yaitu dengan mencari apa yang menjadi tujuan dari
perusahaan dan cakupan masalah yang ada serta melihat apakah masalah yang
ditemukan telah sesuai dengan tujuan sistem.
- Menemukan solusi-solusi alternatif, yaitu dengan cara mewawancari orang yang
dalam perusahaan mengenai solusi-solusi alternatif yang telah dilakukan oleh
perusahaan terhadap mengatasi permasalah yang sering terjadi di dalam
perusahaan.
- Menyerahkan rencana awal, yaitu dengan membuat laporan tertulis untuk
diberikan kepada pihak yang berkewenangan dalam perusahaan untuk
memutuskan dan menjalankan proyek.
1.5.2. Fase Definisi
Tujuan dari fase kedua ini adalah mengumpulkan data, menganalisis data dan
menulis laporan. Dalam fase ini pihak perusahaan akan memberikan informasi terkait
sistem yang ada diperusahaan sehingga dapat memahami perbedaan terkait sistem
yang ada dengan sistem yang baru.
- Mengumpulkan data, yaitu dengan melakukan wawancara langsung dengan pihak
perusahaan sehingga mendapat informasi yang dibutuhkan dalam proyek ini.
- Menganalisis data, data yang telah dikumpulkan dilakukan analisis.
- Menulis laporan, yaitu membuat laporan setelah melakukan analisis meliputi
deskripsi mengenai ketentuan-ketentuan sistem yang baru dan memberikan
rekomendasi terkait apa yang akan dilakukan selanjutnya.
6
1.5.3. Fase Perancangan
Tujuan dari fase ini adalah merancang sistem yang akan dikembangkan dalam
proyek ini mengenai desain dan menulis laporan.
- Desain, dalam perancangann sistem ini menggunakan model waterfall. Model
waterfall adalah salah satu model SDLC yang mempunyai ciri setiap fase harus
selesai dikerjakan terlebih dahulu sebelum mengerjakan fase selanjutnya.
- Menulis laporan, semua pekerjaan dalam kegiatan desain dibuat dalam laporan
yang terperinci.
1.5.4. Fase Solusi
Fase solusi yaitu mengimplementasikan sistem yang telah dibuat meliputi
percobaan, pengunaan sistem percobaan dilakukan agar pengguna sistem ini mengenal
sistem baru dengan baik. Selain itu fase ini juga sebagai fase pemeliharaan sistem
yaitu memonitor untuk memastikan untuk memastikan apakah sistem yang
diimplementasikan berjalan dengan baik. Pemeliharaan bukan hanya terkait mesin
ataupun perangkatnya saja tetapi proses upgrade sistem agar bisa mengikuti
perkembangan produk, peraturan pemerintah, dan ketentuan lain yang baru.
No. Kegiatan Bulan April Bulan Mei Bulan Juni
1 Minggu ke- Minggu ke- Minggu ke-
2341 2341 234
1. Fase Persiapan
2. Fase Definisi
3. Fase Perancangan
4. Fase Solusi
7
BAB II
RUANG LINGKUP
2.1. LATAR BELAKANG
2.1.1. PROFIL PERUSAHAAN
Kantor Pusat
Nama Perusahaan : PT. ASRI INDAH LESTARI
Jenis Badan Hukum : Perseroan Terbatas
Alamat Perusahaan : Jalan Letjend. Soeprapto No. 9 A, Kel. Cempaka
Baru, Kec. Kemayoran, Jakarta Pusat
No. Telepon dan Fax : (021) 4223857 / (021) 4223862
Alamat Email : [email protected]
Status Permodalan : PMDN
Bidang Usaha : Jasa
SK. UKL-UPL/DPL/DPLH : 503/758/26-ILK/BPMPT/2016
Penanggung Jawab : : GLORIA PERIMITA, SE, M.Par
Nama : Direktur
Jabatan : Ijin IUPSWA (1/1/IUPSWA/PMDN/2016
Ijin Yang Terkait
Kantor Cabang : Jalan Raya Cisurupan Perhotelan 18 RT 01 / RW
Alamat Lengkap 01 Kampung Cisurupan Kec. Cisurupan Kab.
Garut, Jawa Barat
Email : [email protected]
Telepon : 0262 2810036/0811 210 1493
Koordinat Lokasi :
Lintang Selatan : 07 19’ 6,63” - 07 18’ 10,10”
Bujur Timur : 107 43’ 12,48” - 107 44’ 26,54”
8
2.1.2. SEJARAH PERUSAHAAN
Taman Wisata Alam Gunung Papandayan merupakan salah satu obyek wisata
alam yang terletak di Provinsi Jawa Barat. Secara administratif berada di Desa
Simajaya dan Desa Keramat Wangi, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Dengan
puncak ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut dan luasan IUPSWA 92,87Ha
dengan posisi geografis 7 30’ LS 107 31’ BT.
Sejarah atau asal-usul penamaan Gunung Papandayan bemula dari sekelompok
masyarakat yang mendengar suara gaib pada saat melintasi Gunung Papandayan.
Suara yang didengar oleh sekelompok masyarakat itu terdengar seperti suara besi
yang dipukul. Suara yang sama seperti seorang tukang pandai besi yang sedang
membuat suatu perkakas seperti pisau, golok dan lain-lain. Sebelumnya mereka
mengira suara itu suara dari mahluk goib, usut punya usut ternyata suara itu berasal
dari kawah Gunung Papandayan. Karena suara yang keluar dari dalam Kawah
Gunung Papandayan berbunyi seperti suara di tempat kerja pandai besi maka gunung
ini diberi nama Gunung Papandayan. Papandayan diambil dari bahasa Sunda
“Panday” yang artinya orang yang bekerja sebagai pandai besi. Sejak jaman Kolonial
Belanda hingga saat ini, Gunung Papandayan masih menyandang status Gunung Api
aktif yang kawahnya menyemburkan asap panas dan membuat lubang semburan baru
seiring berjalannya waktu.
PT. Asri Indah Lestari sebagai pemegang Ijin Usaha Penyediaan Sarana
Wisata Alam (IUPSWA) TWA. Gunung Papandayan, sejak April 2016 sampai
sekarang, akan terus mengusahakan TWA. Gunung Papandayan secara profesional
yang berorientasi pada prinsip - prinsip konservasi lingkungan, agar pariwisata alam
berkelanjutan terwujud dengan baik. Kepariwisataan Indonesia merupakan bagian
integral dari pembangunan Nasional dilaksanakan secara berkelanjutan yang bertujuan
untuk meningkatkan kepribadian, kemampuan manusia, masyarakat Indonesia dengan
memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta memperhatikan tantangan
perkembangan global. Melalui pembangunan kepariwisataan yang dilakukan secara
komprehensif dan integral dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam,
budaya dan kondisi geografis secara arif, maka akan tercipta kehidupan masyarakat
yang sejahtera. Disamping itu secara implisit pembangunan pariwisata alam TWA
9
Gunung Papandayan juga diharapkan mampu mendorong pembangunan Kabupaten
Garut yang dapat memberikan Multiplier Effect kepada masyarakat sekitar Gunung
Papandayan dan Pemerintah Daerah Kabupaten Garut.
2.1.3. VISI DAN MISI PERUSAHAAN
1. Visi Perusahaan
PT. Asri Indah Lestari menjadikan TWA Gunung Papandayan secara
profesional berorientasi pada prinsip-prinsip konservasi dan ramah lingkungan,
sehingga dukungan, arahan serta bimbingan dari pemerintah diperlukan agar
pariwisata alam dapat terwujud dengan baik.
2. Misi Perusahaan
Tujuan pengusahaan Pariwisata Alam di TWA Gunung Papandayan oleh PT.
Asri Indah Lestari adalah untuk mengusahakan/mengembangkan TWA Gunung
Papandayan sebagai obyek wisata lebih optimal dengan kaidah-kaidah konservasi,
ikut berperan serta dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan konservasi sumber
daya alam hayati dan ekosistemnya bagi masyarakat, berkontribusi terhadap
peningkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan dan peningkatan
PNBP bagi Pemerinah Pusat, memberdayakan masyarakat sekitar dan
mengembangkan rekreasi alam dengan pembangunan dan pemeliharaan sarana
dan prasarana.
2.1.4. KEGIATAN UMUM PERUSAHAAN
IUPSWA PT. Asri Indah Lestari berdasarkan Surat Keputusan Kepala Badan
koordinasi Penanaman Modal Nomor : 1/1/IUPSWA/PMDN/2016, tanggal 07 April
2016 tentang Pemberian Izin Usaha Penyediaan Sarana Wisata Alam Kepada PT. Asri
Indah Lestari seluas 92,87 ha pada Blok Pemanfaatan Taman Wisata Alam Gunung
Papandayan di Kabupaten Garut, Provinsi Jawa Barat. Luas blok pemanfaatan yang
diberikan kepada PT. Asri Indah Lestari sebesar 10% dari luasan TWA Gunung
Papandayan. Semua kegiatan yang dilakukan PT. Asri Indah Lestari di TWA Gunung
Papandayan mengacu kepada Rencana Pengusahaan Pariwisata Alam (RPPA) yang
telah disahkan oleh Dirjen KSDAE dan Direktur PJLHK, dalam pelaksanaannya
10
RPPA displit menjadi Rencana Karya Lima Tahun (RKL) dan displit kembali menjadi
Rencana Karya Tahunan (RKT). Dalam pelaksanaannya kegiatan tersebut dibagi
menjadi 3 (tiga) tahap, yaitu Pra-kontruksi, Kontruksi dan Operasional. Secara
komulatif, kegiatan tersebut diperkirakan akan menimbulkan dampak penting
terhadap berbagai komponen lingkungan, meliputi komponen fisik-kimia, biologi dan
sosial-ekonomi serta budaya masyarakat, baik yang bersifat positif maupun negatif.
2.1.5. MANAJEMEN KELEMBAGAAN
STRUKTUR ORGANISASI PT. ASRI INDAH LESTARI
11
Job Desk:
- Komisaris : melakukan pengawasan terhadap pengurusan perusahaan yang
dilakukan oleh direksi. Selain itu, posisi ini juga berperan memberikan nasihat
berkenaan dengan kebijakan direksi dalam menjalankan perusahaan.
- Penasihat Umum : mengawasi dan mengidentifikasi masalah hukum di semua
departemen dan keterkaitannya, termasuk teknik, desain, pemasaran, penjualan,
distribusi, kredit, keuangan, sumber daya manusia. dan produksi, serta tata kelola
perusahaan dan kebijakan bisnis.
- Direktur Utama : menyusun, mengomunikasikan, dan menerapkan visi, misi,
serta dapat menentukan kemana arah yang akan ditempuh oleh perusahaan.
- Direktur Keuangan : mengawasi semua aspek keuangan bisnis dan
menggerakkan strategi dan perencanaan keuangan perusahaan. Direktur keuangan
bertanggung jawab untuk menilai kinerja keuangan perusahaan serta risiko dan
investasi yang mungkin terjadi.
- Direktur Operasional : bertanggung jawab terhadap semua kegiatan operasional
perusahaan. Hal tersebut mencakup proses perencanaan hingga pelaksanaan
operasional.
- Manager Operasional : bertanggung jawab atas manajemen tenaga kerja,
produktivitas, kontrol kualitas dan keselamatan secara efektif dan efisien sesuai
dengan kebijakan yang telah ditetapkan.
- Tenaga Ahli : Melakukan koordinasi ke dalam (team proyek, manajemen, dll) dan
keluar. Dibantu semua koordinator menyiapkan rencana kerja operasi proyek,
meliputi aspek teknis, waktu, administrasi dan keuangan proyek.
- Pengembang Kawasan : membantu dalam melaksanakan perencanaan,
pembinaan, pengawasan, pengendalian dan pengawasan pengembangan kawasan.
- Staff Kantor : melakukan perekapan data, mengelola dokumen dan tentunya
menyimpannya secara terstruktur.
12
2.2. SASARAN PROYEK SISTEM
2.2.1. Tujuan Desain Sistem Secara Umum
Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama, yaitu sebagai
berikut :
1. Untuk memenuhi kebutuhan kepada pemakai sistem.
2. Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap
kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat.
Tujuan kedua ini lebih condong pada desain sistem yang terinci, yaitu
pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk
pembuatan progam komputernya.
Untuk mencapai tujuan ini, analis sistem harus dapat mencapai sasaran-sasaran
sebagai berikut :
1. Desain sistem harus berguna, mudah dipahami dan nantinya mudah
digunakan. Ini berarti bahwa data harus mudah ditangkap, metode-metode
harus mudah diterapkan dan informasi harus mudah dihasilkan serta
mudah dipahami dan digunakan.
2. Desain sistem harus dapat mendukung tujuan utama perusahaan sesuai
dengan yang didefinisikan pada tahap perencanaan sistem yang dilanjutkan
pada tahap analisis sistem.
3. Desain sistem harus efisien dan efektif untuk dapat mendukung
pengolahan transaksi, pelaporan manajemen dan mendukung keputusan
yang akan dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas yang lainnya
yang tidak dilakukan oleh komputer.
4. Desain sistem harus dapat mempersiapkan rancang bangun yang terinci
untuk masing-masing komponen dari sistem informasi yang meliputi data
dan informasi, simpanan data, metode-metode, prosedur-prosedur, orang-
orang, perangkat keras, perangkat lunak dan pengendalian intern.
13
2.2.2. Pendekatan yang digunakan
Terdapat beberapa pendekatan dalam pengembangan sistem,antara lain :
a. Pendekatan Klasik
Disebut juga pendekatan tradisional/ konvensional. Pendekatan klasik
mengembangkan sistem dengan tahapan-tahapan Sistem Life Cycle.
Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan akan berhasilbila
mengikuti tahapan pada Sistem Life Cycle.
Permasalahan yang dapat timbul pada pendekatan klasik :
1. Pengembangan perangkat lunak akan menjadi sulit.
2. Biaya perawatan dan pemeliharaan sistem akan menjadi mahal.
3. Kemungkinan kesalahan sistem besar.
4. Keberhasilan sistem kurang terjamin.
b. Pendekatan Terstruktur
Pendekatan terstruktur akan dilengkapi dengan alat-alat dan teknik-
teknik yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir
dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya
didefinisikan dengan baik dan jelas. Beberapa metodologi pengembangan
sistem yang terstruktur telah banyak yang diperkenalkan dalam buku-buku
maupun perusahaan-perusahaan konsultan pengembang sistem.
Metodologi ini memperkenalkan penggunaa alat-alat dan teknik-teknik
untuk pengembangan sistem yang terstruktur.
Konsep pengembangan sistem terstruktur bukan merupakan konsep
yang baru. Teknik perakitan di pabrik dan sirkuit untuk alat elektronik
adalah dua contoh baru konsep ini yang banyak digunakan di industri.
Konsep ini relatif masih baru dalam pengembangan sistem informasi untuk
menghasilkan produk sistem yang memuaskan hasilnya. Melalui
pendekatan struktur, permasalahan yang kompleks dalam organisasi dapat
dipecahkan dan hasil dari produktivitas dan kualitasnya lebih baik (bebas
kesalahan).
14
Keuntungan pendekatan terstruktur :
1. Mengurangi kerumitan masalah
2. Konsep mengarah pada sistem yang ideal
3. Standarisasi
4. Orientasi ke massa datang
5. Mengurangi ketergantungan pada desainer
c. Pendekatan dari bawah ke atas
Pendekatan ini dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level operasional
dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan
kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan
merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut.
Pendekatan ini ciri-ciri dari pendekatan klasik. Pendekatan dari bawah ke
atas bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah
data analisis, karena yang menjadi tekanan adalah data yang akan di olah
terlebih dahulu, informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikuti
datanya.
d. Pendekatan dari atas ke bawah
Pendekatan dari ats ke bawah (top down approach) dimulai dari level atas
organisasi, yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan
mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. Langkah selanjutnya
dari pendekatan ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan informasi.
Setelah kebutuhan informasi ditentukan, maka proses turun ke pemrosesan
transaksi yaitu penentuan output,input, basis data, prosedur operasi dan
kontrol. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri pendekatan terstruktur.
Pendekatan atas turun bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut
juga dengan istilah decision analysis, karena yang menjadi tekanan adalah
informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen
terlebih dahuli kemudian data yang perlu dipilah didefinisikan menyusut
mengikuti informasi yang dibutuhkan.
e. Pendekatan Sepotong (placemeal approach)
15
Pengembangan yang menekankan pada suatu kegiatan tertentu tanpa
memperhatikan posisinya/sasaran di sistem informasi secara global.
f. Pendekatan sistem (system approach)
Memperhatikan sistem informasi sebagai satu kesatuan terintregasi untuk
masing-masing kegiatan aplikasinya dadn menekankan sasaran
organisasinya secara global.
g. Pendekatan sistem menyeluruh (total system approach)
Pendekatan pengembangan sistem serentak secara menyeluruh sehingga
menjadi sulit untuk dikembangkan (ciri klasik).
h. Pendekatan modular (modular approach)
Pendekatan dengan memecah sistem komplek menjadi modul yang
sederhana sehingga sistem lebih mudah dipahami dan dikembangkan, tepat
waktu, mudah di pelihara (ciri terstruktur).
i. Lompatan jauh
Pendekatan yang menerangkan perubahan menyeluruh secara serentak
menggunakan teknologi canggih sehingga mengandung resiko tinggi,
terlalu mahal, sulit dikembangkan karena terlalu komplek.
j. Pendekatan berkembang
Pendekatan yang menerapkan teknologi canggih hanya untuk aplikasi yang
memerlukan saja dan terus dikembangkan untuk periode berikutnya
mengikuti kebutuhan dan teknologi yang ada.
Dalam sistem kali ini kami menggunakan pendekatan sistem klasik yakni
pendekatan dalam pengembangan sistem yang mengikuti tahapan-tahapan di Sistem
Life Cycle dan dibekali oleh alat-alat dan teknik-teknik yang memadai diantaranya:
BRA (Business Requirement Analysis)
BSD (Bussines Solution Design)
UA BSD (User Acceptance Business Solution Design)
SRS (Spesification Requirement Sistem)
DFD (Data Flow Diagram)
16
2.2.3. Metodologi Perancangan Sistem
Metode yang digunakan dalam perancangan sitem ini yaitu menggunakan model
Sekuensial Linier atau Waterfall Development Model. Model Sekuensial Linier atau
sering disebut Model Pengembangan Air Terjun (Waterfall) merupakan salah satu
model SDLC yang mempunyai ciri setiap fase harus selesai dikerjakan terlebih dahulu
sebelum mengerjakan fase selanjutnya. Alasan menggunakan metode waterfall karena
tahap-tahap dalam pengembangan sistem pada model waterfall terstruktur secara
jelas.
Model ini merupakan paradigma model pengembangan perangkat lunak paling
tua, dan paling banyak dipakai. Model ini mengusulkan sebuah pendekatan
perkembangan perangkat lunak yang sistematik dan sekuensial.
2.2.4. Tahapan yang dilakukan
Pengembangan perangkat lunak menggunakan metode pengembangan waterfall
model. Dalam waterfall terdapat beberapa tahapan utama yang menggambarkan
aktivitas pengembangan perangkat lunak. Tahapan pengembangan sistem pada model
waterfall dapat diilustrasikan pada gambar di bawah ini:
Requirements
definition
Sistem and
software design
Implementation
and unit testing
Integration and
sistem yesting
Operation and
maintenance
Waterfall model menurut Sommerville
17
a. Requirement Analysis/Analisa Kebutuhan
Fase ini berfungsi untuk memahami kebutuhan pengguna akan software
apa saja, batasan software. Pada tahap ini dilakukan pengumpulan
kebutuhan secara lengkap kemudian dianalisis dan didefinisikan kebutuhan
yang harus dipenuhi oleh program yang akan dibangun. Dalam
pengumpulan data kebutuhan dapat dilakukan dengan teknik wawancara,
teknik observasi, dan teknik kuisoner.
b. Sistem Design/Desain Sistem
Fase ini melakukan penggambaran sistem berdasarkan hasil requirement
analysis, fase ini befungsi untuk memberikan gambaran apa saja yang akan
dikerjakan dan bagaimana tampilannya. Pada tahap ini dapat dilihat
kebutuhan hardware serta arsitektur sistem secara keseluruhan.
Proses desain adalah proses multi langkah yang berfokus pada empat
atribut yaitu : struktur data, arsitektur perangkat lunak, representasi
interface, dan detail procedural. Desain dikerjakan setelah kebutuhan
selesai dikumpulkan secara lengkap.
c. Implementasi/Penulisan Kode Program
Pembuatan program atau hasil rancangan ke dalam bahasa pemograman
tertentu. Penulisan kode program sesuai dengan desain yang sudah
ditentukan, sehingga menghasilkan aplikasi yang bermanfaat. Fase ini
membuat modul-modul software berdasarkan rancangan pada sistem
design.
d. Integration & Testing/Pengujian Program
Fase ini melakukan pengujian terhadap software yang telah dibuat pada
face penulisan kode program, hal ini dilakukan guna mengetahui apakah
software yang telah dibuat sesuai dengan desain, sofrware masih terdapat
kesalahan atau tidak sehingga dapat diketahui apakah sistem valid dan
dapat digunakan dengan baik.
18
e. Operation & Maintance/Penerapan Program
Software yang sudah jadi dijalankan dan diperlihara. Apabila terdapat
kesalahan dapat diperbaiki.
2.2.5. Kebutuhan Tenaga Pelaksana
Kebutuhan tenaga pelaksana dalam proses perancangan proyek ini kami
sebagai tenaga pelaksana tentunya membutuhkan berbagai data dan banyak informasi
untuk merancang sistem yang kami buat sesuai dengan harapan dan kebutuhan
perusahaan yang menjadi objek penelitian kami. Berikut adalah kebutuhan-kebutuhan
yang telah kami klasifikasikan dalam beberapa bagian:
a. Kebutuhan data dan informasi, antara lain meliputi:
1. Informasi mengenai strategi pelayanan pada perusahaan yang dijadikan
objek penelitian, sebelum mendapatkan data yang diperlukan terlebih
dahulu kami membutuhkan informasi mengenai pimpinan bagian
Pemasaran di PT. Asri Indah Lestari sebagai narasumber untuk
mempermudah kami dalam mendapatkan berbagai informasi dan data
yang kami butuhkan.
2. Lampiran struktur organisasi PT. Asri Indah Lestari untuk mengetahui
lebih detail jabatan-jabatan apa saja yang dikerahkan pada perusahaan
tersebut.
3. Informasi sistem pelayanan yang diterapkan di PT. Asri Indah Lestari,
karena sistem yang kami kembangkan berhubungan dengan sistem
pelayanan, maka kami harus mengetahui terlebih dahulu seperti apa
sistem pelayanan yang telah diterapkan di PT. Asri Indah Lestari agar
sistem yang kami rancang sesuai dengan kebutuhan user dan prosedur
yang telah ditetapkan disana.
4. Informasi SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ada di PT. Asri
Indah Lestari, kami juga membutuhkan data SOP di objek penelitian
untuk mengetahui seperti apa SOP yang diterapkan disana.
19
b. Kebutuhan peralatan
Selain membutuhkan berbagai data dan informasi, kami juga
membutuhkan berbagai peralatan dalam pengembangan sistem pelatihan ini,
antara lain:
1. PC (Perangkat Computer), karena yang kami rancang merupakan
sebuah sistem yang berbasis teknologi, maka dari itu kami
membutuhkan peralatan yang menunjang dalam perancangan sistem
pelatihan ini, salah satunya PC (Perangkat Computer) hal ini akan
mempermudah kami dalam mendesain sistem pelatihan yang akan
kami kembangkan.
2. Internet Akses, kami sangat membutuhkan akses internet karena
banyak sekali informasi yang tersedia di internet untuk referensi dan
gambaran kami dalam pengembangan sistem pelatihan ini.
3. Kendaraan, karena kami mengembangkan sistem pelatihan untuk user
atau sebuah perusahaan maka kami perlu berbagai koordinasi dengan
user tersebut, yaitu PT. Asri Indah Lestari. Untuk memperoleh
berbagai informasi dari user kami membutuhkan kendaraan sebagai
alat transportasi untuk mempermudah kami dalam berhubungan dengan
user.
4. Alat komunikasi, kami juga sangat membutuhkan alat komunikasi
salah satunya handphone karena kami harus mengatur waktu dengan
narasumber PT. Asri Indah Lestari agar mereka siap sedia saat kita
akan melakukan analisis sistem pelatihan.
c. Kebutuhan berbagai literatur atau referensi, dalam merancang sistem
pelatihan ini kami membutuhkan berbagai literatur atau referensi yang
dapat kami jadikan pedoman atau acuan dalam penyusunan perancangan
sistem ini. Literatur tersebut dapat berupa buku-buku mengenai sistem
perancangan sistem atau sistem pelatihan maupun berbagai jurnal proyek
perancangan sistem sebagai bahan referensi untuk kami.
20
2.2.6. BIAYA PENGEMBANGAN PROYEK SISTEM INFORMASI
No. Uraian Kegiatan Biaya
1. Pengumpulan data Rp. 100.000
Biaya untuk melakukan pendahuluan atau observasi
3. Biaya operasional Rp. 75.000
Biaya internet Rp. 150.000
Biaya transportasi
4. Administrasi Rp. 25.000
Biaya ATK dan fotocopy Rp. 50.000
Print outline laporan kegiatan proyek
4. Biaya lain-lain Rp. 100.000
TOTAL Rp. 500.000
21
BAB III
ANALISIS PERANCANGAN SISTEM INFORMASI ENTITAS
3.1. KEGIATAN PENGEMBANGAN YANG AKAN DILAKUKAN
Sesuai dengan ruang lingkup dari proyek sistem informasi khusunya pada
pemasaran PT. Asri Indah Lestari yang telah dijelaskan dan disetujui bersama maka
kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Menganalisis sistem.
2. Mendesain sistem, termasuk desain perangkat unak aplikasi dan perangkat
keras.
3. Menerapkan sistem.
3.2. BUSINESS REQUIREMENT ANALYSIS (BRA)
Untuk tahap BRA kali ini kami akan menganalisa hal-hal yang berhubungan
dengan pengembangan sistem pemasaran yang kami rancang saat ini, baik yang
berkaitan dengan kebutuhan organisasi, berbagai aktivitas di PT. Asri Indah Lestari,
maupun untuk mengetahui sejauh mana pencapaian tujuan dan target realisasi PT. Asri
Indah Lestari, termasuk teknik pengumpulan datanya. Berikut langkah-langkah kegiatan
yang kami lakukan dalam tahapan BRA (Business Requirement Analysis):
1. Identifikasi Awal (Analisis 3 Tahap)
Identifikasi awal ini terdiri dari tiga level, yaitu level organizational analysis,
task and KSA (job) analysis, dan person analysis. Untuk penjelasannya yaitu
sebagai berikut:
a. Level 1 : Organizational Analysis
Pada tahap ini kami melakukan berbagai analisa terhadap perusahaan
yang menjadi obyek penelitian kami, yaitu PT. Asri Indah Lestari. Pada tahap
ini, kami memperoleh berbagai informasi tentang PT. Asri Indah Lestari, dan
setelah kami analisis berbagai informasi tersebut, antara lain:
22
1) Visi Misi PT. Asri Indah Lestari
Berdasarkan informasi yang kami peroleh, PT. Asri Indah Lestari
mempunyai visi dan misi, yaitu:
Visi PT. Asri Indah Lestari menjadikan TWA Gunung
Papandayan secara profesional berorientasi pada prinsip-prinsip konservasi
dan ramah lingkungan, sehingga dukungan, arahan serta bimbingan dari
pemerintah diperlukan agar pariwisata alam dapat terwujud dengan baik.
Misi pariwisata alam di TWA Gunung Papandayan oleh PT. Asri
Indah Lestari adalah untuk mengusahakan/mengembangkan TWA Gunung
Papandayan sebagai obyek wisata lebih optimal dengan kaidah-kaidah
konservasi, ikut berperan serta dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan
konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya bagi masyarakat,
berkontribusi terhadap peningkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat
sekitar kawasan dan peningkatan PNBP bagi Pemerinah Pusat,
memberdayakan masyarakat sekitar dan mengembangkan rekreasi alam
dengan pembangunan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.
2) Tujuan PT. Asri Indah Lestari saat ini dan yang akan dating
PT. Asri Indah Lestari mempunyai tujuan yakni menjadikan Taman
Wisata Alam Gunung Papandayan sebagai objek wisata yang lebih optimal
lagi untuk kedepannya dengan memperhatikan kaidah-kaidah konservasi
wisata alam. Dan juga selain itu tujuan lainnya adalah menjadikan Taman
Wisata Alam Gunung Papandayan sebagai obyek wisata alam yang dapat
menjadi salah satu tujuan wisata utama di Kabupaten Garut dan sekitarnya.
3) Performance PT. Asri Indah Lestari saat ini dan yang akan datang
Untuk mencapai tujuan tersebut tidak terlepas dari performance
yang dilakukan oleh PT. Asri Indah Lestari itu sendiri, yaitu dengan
melakukan pengelolaan konservasi dalam mewujudkan misi pemanfaatan
secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Taman Wisata
Alam Gunung Papandayan merupakan Zona Pengembangan Pariwisata
Kabupaten Garut yang memiliki potensi wisata menarik dan diyakini
23
dimasa mendatang mampu menarik perhatian kunjungan wisatawan, baik
turis dadomestik maupun mancanegara.
PT. Asri Indah Lestari saat ini sedang mengusahakan Taman
Wisata Gunung Papandayan secara profesional berorientasi pada prinsip-
prinsip konservasi dan ramah lingkungan, sehingga dukungan, arahan serta
bimbingan dari pemerintah diperlukan agar pariwisata alam dapat terwujud
dengan baik.
b. Level 2 : Task and KSA (Job) Analysis
Pada tahap ini dilakukan analisa terhadap tugas dan job desk masing-
masing jabatan yang terdapat pada struktur organisasi di PT. Asri Indah
Lestari yang sebelumnya telah kami gambarkan. Job desk dari masing-masing
jabatan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Komisaris
Tugas dan wewenang komisaris pada PT. Asri Indah Lestari yaitu
sebagai berikut:
Memerintah perusahaan dengan menerapkan berbagai kebijakan
dan tujuan yang luas dari organisasi tersebut.
Berhak memilih, mendukung, mengangkat, dan memberikan
penilaian kinerja direksi perusahaan.
Melakukan pengesahan anggaran tahunan
Menentukan nominal gaji dan juga kompensasi yang diterima
oleh setiap karyawan.
2. Penasihat Umum
Tugas dan wewenang penasihat umum pada PT. Asri Indah Lestari yaitu
sebagai berikut:
Mengawasi dan mengidentifikasi segala masalah di semua
departemen dan keterkaitannya, termasuk teknik, desain, pemasaran,
penjualan, distribusi, kredit, keuangan, sumber daya manusia. dan
produksi, serta tata kelola perusahaan dan kebijakan bisnis.
24
3. Direktur Utama
Tugas dan wewenang direktur utama pada PT. Asri Indah Lestari yaitu
sebagai berikut:
Implementasi dan mengorganisir visi dan misi perusahaan
Menyusun strategi bisnis untuk perusahaan
Meakukan evaluasi perusahaan
Melakukan rapat rutin
Menunjuk orang yang mampu memimpin
Mengawasi situasi bisnis
4. Direktur Keuangan
Tugas dan wewenang direktur keuangan pada PT. Asri Indah Lestari
yaitu sebagai berikut:
Bertanggung jawab terhadap kinerja keuangan sebuah
perusahaan.
Bertanggung jawab membuat laporan keuangan perusahaan.
Mengawasi laporan keuangan perusahaan.
Menyusun strategi dan meningkatkan pertumbuhan keuangan
perusahaan.
Meminimalisir resiko keuangan yang mungkin merugikan
perusahaan.
5. Direktur Operasional
Tugas dan wewenang direktur operasional pada PT. Asri Indah Lestari
yaitu sebagai berikut:
Membantu tugas-tugas direktur utama.
Bertanggung jawab terhadap seluruh proses operasional,
produksi, proyek hingga kualitas hasil produksi.
Bertanggung jawab terhadap pengembangan kualitas produk
maupun karyawan yang terlibat.
25
6. Manager Operasional
Tugas dan wewenang manager operasional pada PT. Asri Indah Lestari
yaitu sebagai berikut:
Mengkoordinasikan dan mengendalikan aktivitas produksi dan
distribusi unit operasional.
Berperan aktif dalam perencanaan dan koordinasi penyusunan
anggaran revenue tiap unit operasional secara terukur dan
mengendalikan realisasi anggaran secara efisien dan efektif.
7. Tenaga Ahli
Tugas dan wewenang tenaga ahli pada PT. Asri Indah Lestari yaitu
sebagai berikut:
Melakukan koordinasi ke dalam (team, manajemen, dll) dan
keluar. Dibantu semua koordinator menyiapkan rencana kerja, meliputi
aspek teknis, waktu, administrasi dan keuangan proyek.
8. Pengembang Kawasan
Tugas dan wewenang pengembangan kawasan pada PT. Asri Indah
Lestari yaitu sebagai berikut:
Bekerja di bawah pengawasan project manager untuk
mengoordinasikan dan melaksanakan kegiatan pengembangan
kawasan.
Meningkatkan kualitas proses pengembangan dan memastikan
produktivitas tetap berjalan.
Mempresentasikan ide dan konsep produk baru kepada manajer.
Meninjau dan merekomendasikan strategi baru terkait proses
pengembangan kawasan wisata.
Memberikan saran mengenai pengetahuan prosedur
pengembangan kawasan wisata.
Bekerja dengan manajer dalam proses mengembangkan rencana,
anggaran, dan jadwal pengembangan kawasan wisata.
26
9. Staff Kantor
Tugas dan wewenang staff kantor pada PT. Asri Indah Lestari yaitu
sebagai berikut:
Membuat agenda kantor supaya jadwal bisa tersusun dengan tepat
dan tidak bertabrakan.
Melakukan arsip data.
Entri data perusahaan.
c. Level 3 : Person Analysis
Pada tahap ini, kami akan menganalisis semua pemegang jabatan pada
fungsi perusahaan yang kami jadikan objek. Dari kegiatan perusahaan, dapat
terlihat bahwa aktivitas atau kegiatan sudah memenuhi, namun yang menjadi
kendala saat kami temui di lapangan ternyata sistem dalam pembelian tiket di
PT. Asri Indah Lestari ini masih dilakukan secara manual, maka kami
membuat sitem pelayanan dalam pemesanan tiket yang dapat dilakukan secara
online.
2. Pengumpulan Data
Hal yang kami lakukan dalam mencari data atau mengumpulkan data antara lain:
a. Wawancara
Untuk memperoleh berbagai data dan informasi yang kami butuhkan,
kami melakukan wawancara secara langsung kepada manager operasional
di PT. Asri Indah Lestari pada hari Sabtu, 5 Juni 2021. Wawancara yang
kami lakukan adalah wawancara terstruktur, karena kami sudah
menentukan terlebih dahulu informasi yang akan kami tanyakan yaitu
mengenai sistem pemesanan tiket dengan menyiapkan daftar pertanyaan
secara sistematis yang akan kami ajukan kepada narasumber. Selain itu,
kami juga menggunakan beberapa instrument penelitian lainnya, seperti
kamera dan handphone untuk merekam proses wawancara tersebut.
27
b. Observasi
Selain dengan menggunakan wawancara, pada hari yang sama kami juga
melakukan observasi di PT. Asri Indah Lestari untuk memperoleh
informasi yang lebih akurat, karena dengan observasi ini, kami melihat dan
mengamati secara langsung bagaimana proses kerja atau berbagai kegiatan
yang dilakukan di PT. Asri Indah Lestari, sehingga kami bisa memperoleh
berbagai informasi yang kami butuhkan terkait penelitian yang kami
lakukan.
c. Studi Dokumentasi
Kami juga melakukan pengumpulan data dengan studi dokumen dimana
kami menganalisis berbagai dokumen di PT. Asri Indah Lestari yang
berkaitan dengan informasi yang kami butuhkan atau bahan yang akan
kami teliti, dokumen tersebut antara lain, sejarah PT. Asri Indah Lestari,
visi misi PT. Asri Indah Lestari, dokumentasi proses pengambilan
informasi di PT. Asri Indah Lestari, dan berbagai dokumen lainnya yang
kami butuhkan terkait sistem pelayanan secara online di PT. Asri Indah
Lestari.
d. Studi Pustaka
Kami juga mengumpulkan berbagai informasi dan data melalui studi
pustaka atau studi literature, yaitu kami mencari dan mengumpulkan data
dari berbagai buku atau sumber lainnya mengenai sistem pelayanan untuk
menguatkan data yang telah kami peroleh sebelumnya.
3. Analisa Kebutuhan
Dalam merancang pengembangan sistem pelatihan ini, kami terlebih dahulu
harus mengetahui dan menganalisis kebutuhan PT. Asri Indah Lestari terkait
dengan sistem pelayanan secara online yang akan kami rancang ini, agar sitem
yang kami rancang sesuai dengan kebutuhan user. Kebutuhan-kebutuhan PT. Asri
Indah Lestari tersebut antara lain:
a. Karyawan yang berkualitas dan berkompeten, supaya dapat menjalankan
sistem ini untuk mencapai tujuan perusahaan.
28
b. Sosialisai dari perusahaan terhadap masyarakat luas mengenai sistem yang
akan dijalankan oleh perusahaan untuk kedepannya.
c. Teknologi, untuk menerapkan sistem pelayanan yang efektif dan efisien,
sangat dibutuhkan teknologi yang canggih untuk memudahkan seluruh
proses pelayanan tersebut.
d. Tim yang ada harus dapat bekerja sama dengan baik.
Setelah kami menganalisa berbagai kebutuhan yang ada pada PT. Asri Indah
Lestari, kami dapat merancang sistem pelayanan ini. Kemudian kebutuhannya
antara lain:
a. Kebutuhan sistem pelayanan khususnya pada sistem pemesanan tiket yang
dilakukan secara online.
b. Kebutuhan perangkat lunak. Kebutuhan ini terdiri dari berbagai software
yang akan dirancang serta akan digunakan dalam rancangan sistem
pelayanan ini.
c. Kebutuhan perangkat keras, kebutuhan ini berkaitan dengan penyediaan
oerangkat computer yang nantinya akan digunakan untuk menjalankan
pernagkat lunak yang telah dirancang.
4. Evaluasi
Dalam tahap evaluasi kali ini, dapat mengetahui bagaimana keberhasilan
ataupun kegagalan yang terdapat pada sistem pemesanan tiket secara online.
Dengan evaluasi ini, kami dapat mengetahui apa kendala atau kekurangan dari
sistem pemesanan tiket secara online yang kami kembangkan ini, sehingga
nantinya kami bisa mencari solusi untuk mengatasi kendala-kendala tersebut.
Menurut Mantra (1997), evaluasi secara umum dibedakan atas:
Evaluasi formatif yaitu evaluasi yang dilakukan pada saat merencanakan
suatu program dengan tujuan menghasikan informasi yang akan
dipergunakan untuk mengembangkan program agar program sesuai dengan
masalah atau kebutuhan.
29
Evaluasi proses adalah proses yang memberikan gambaran tentang apa
yang sedang berlangsung dalam suatu program dan memastikan
keterjangkauan elemen fisik dan sturuktural dari program tersebut.
Evaluasi sumatif yaitu memberikan pernyataan efektif suatu program
selama kurun waktu tertentu dan dimulai setelah program berjalan.
Evaluasi dampak program yaitu menilai keseluruhan efektifitas program
dalam menghasilkan target sasaran.
Evaluasi hasil yaitu menilai perubahan-perubahan atau perbaikan dalam
hal morbiditas, mortalitas atau indikator status kesehatan lainnya untuk
sekelompok penduduk tertentu.
3.3. BUSSINES SOLUTION DESIGN (BSD)
Merancang kebutuhan sistem pelayanan yang dibutuhkan dengan cara
menggantikan sistem pelayanan yang lama dengan sitem pelaynan yang baru
sesuai dengan informasi yang dibutuhkan.
Membuat suatu gambaran tentang suatu program dan memastikan karyawan
dan wisatawan dapat memahami program tersebut.
Membuat karyawan maupun wisatawan dapat memahami program tersebut
selama waktu tertentu dimulai setelah program berjalan.
Membuat penilaian terhadap target yang telah ditetapkan.
Membuat jaminan keselamatan dan kesehatan karyawan seperti sudah terdaftar
di Dinkes.
Membuat wisatawan memahami dan mengetahui dalam penginformasian
pemesanan tiket secara online.
30
3.4. USER ACCEPTANCE BUSINESS SOLUTION DESIGN (UA BSD)
Setelah melakukan tahap Business Solution Design, tahapan selanjutnya dalam
perancangan sistem selanjutnya adalah User Acceptance Business Solution Design (UA
BSD). UA BSD adalah tahapan untuk membahas setiap solusi yang diberikan kepada
pihak perusahaan, apakah solusi tersebut dapat memfasilitasi keinginan dari
permasalahan yang muncul atau tidak. Analisa akan memberikan pilihan terkait
alternatif-alternatif dari permasalahan yang ada, dan akan melaksanakan pilihan yang
diterima oleh pihak perusahaan untuk dijalankan.
Dalam hal ini kami menyarankan pengembangan rancangan dalam pemesanan
tiket yang dilakukan di situs webseite TWA Papandayan yang dicontohkan
menggunakan UserForm sebagai berikut:
1. Pengunjung terlebih dahulu membuat akun dengan menekan tombol “Register”.
31
2. Setelah menekan tombol “Register” pengunjung akan diminta untuk mengisi
data diri.
32
3. Setelah membuat akun, pengunjung dapat membeli tiket masuk serta paket lain
yang disediakan dan kendaran yang digunakan saat memasuki kawasan TWA
Papandayan dan mengklik “Submit” untuk melanjutkan pembayaran.
4. Kemudian pada langkah selanjutnya akan ditampilkan rincian pesanan
pengunjung dan metode pembayaran yang akan di pilih oleh pengunjung.
33
5. Setelah pengunjung melakukan transaksi pembayaran, pengunjung akan
mendapatkan QR untuk di Scan pada saat ingin masuk ke kawasan TWA
Papandayan.
3.5. SPESIFICATION REQUIREMENT SISTEM (SRS)
SRS adalah sebuah dokumen yang berisi pernyataan lengkap dari apa yang dapat
dilakukan oleh perangkat lunak, tanpa menjelaskan bagaimana hal tersebut dikerjakan
oleh perangkat lunak. SRS (Spesification Requirement Sistem) merupakan tahapan
dimana untuk menentukan dan mendesain fitur-fitur yang akan disediakan dalam sebuah
sistem informasi bagi perusahaan yang telah diperoleh melalui UA BSD. SRS
ditunjukkan untuk spesifikasi pembuatan aplikasi manajemen pelayanan PT. Asri Indah
Lestari (PT. AIL) tujuan dari SRS ini adalah menyampaikan persyaratan-persyaratan
aplikasi yang hendak digunakan dan SRS ini juga bertujuan untuk memberi penjelasan
terhadap kemampuan aplikasi yang telah disesuaikan dengan keadaan dimana software
akan diaplikasikan.
Sistem pelayanan pada Taman Wisata Alam Gunung Papandayan memiliki
entitas seperti Manajer Operasional, Staff Administrasi & Keuangan, dan Konsumen.
Informasi terkait promosi TWA diperoleh dari hasil wawancara dengan Manajer
Operasional. Dokumen SRS ditunjukkan untuk sebagai acuan untuk :
1. Perancang aplikasi, dokumen digunakan sebagai panduan perancangan
aplikasi untuk mendesain aplikasi manajemen pelayanan TWA Gunung
Papandayan.
2. Manajer operasional TWA Gunung Papandayan, sebagai dokumen untuk
meninjau ulang terhadap aplikasi yang akan dibuat, manajer diharapkan dapat
memberi pertimbangan dan masukan sehingga terdapat kesamaan persepsi
antara pengembang aplikasi dengan pengelola terkait kemampuan dari
aplikasi.
3. Pengelola aplikasi, agar mereka dapat membayangkan bagaimana aplikasi
beroperasi.
4. Para penguji, aplikasi digunakan sebagai acuan dalam perencanaan pengujian
terhadap aplikasi.
34
3.6. DATA FLOW DIAGRAM (DFD)
DFD PT. ASRI INDAH LESTARI (PT. AIL)
SISTEM INFORMASI PELAYANAN SECARA ONLINE (SDM)
WISATAWAN Informasi Log In Informasi Log In ADMIN
Data Wisatawan Informasi Wisatawan
Data Admin
1 Data Log In D1 Log In
Log In Info Log In
Informasi Objek Wisata Log In Data Objek Wisata STAFF KEUANGAN
Informasi Objek Wisata
2
Objek Wisata Informasi Harga
Harga Objek
Harga Wisata
Objek Wisata
Log In
Harga Paket Wisata D3 D2 Objek Wisata
Tiket Wisata Transaksi
Bukti Transaksi
Laporan Keuangan 3 Bukti Transaksi D4 Bukti Transaksi
Transakasi Bukti Transaksi
Tiket Tiket D5 Barcode
Scanner
Harga Paket Wisata D3 4
Barcode
STAFF KEUANGAN Info Harga Scanner Info Log In Info Objek
Paket Wisata
4
Laporan Keuangan Pelaporan D6 Log In
Lap Harga Lap Objek Lap Log In Admin
Paket Wisata Wisata Lap Log In Wisatawan
La p Lap Log In Lap Harga Paket D5 Pelaporan
Keua ngan Wisatawan Lap Objek Wisata
Lap Log In Admin
Lap Keuangan
MANAJER
OPERASIONAL
35
BAB IV
KESIMPULAN
4.1. KESIMPULAN
Dengan adanya sistem yang diusulkan untuk pelayanan di PT. Asri Indah Lestari
peneliti mengambil beberapa kesimpulan diantaranya:
1. Sistem informasi yang diusulkan pada PT. Asri Indah Lestari yang sudah
dirancang oleh peneliti diharapkan dapat memudahkan wisatawan dalam
pemesanan tiket secara online.
2. Sistem informasi pelayanan dapat memudahkan admin dalam melakukan
pendataan wisatawan yang berkunjung ke Taman Wisata Alam Gunung
Papandayan.
3. Data-data dapat terorganisir lebih baik dan menghasilkan laporan yang akurat.
4.2. KENDALA DALAM PERANCANGAN PROYEK SISTEM INFORMASI
Kendala yang dihadapi dalam perancangan proyek ini diantaranya yaitu :
1. Kurangnya informasi dari pihak internal, PT. Asri Indah Lestari itu sendiri,
sehingga data yang dibutuhkan dalam perancangan pengembangan sistem
informasinya sedikit terhambat.
2. Kurangnya pengetahuan dari tim peneliti terkait perancangan sistem.
3. Kendala komunikasi, inilah hal yang sering kali terjadi. Sehingga informasi
yang diinginkan oleh tim peneliti kurang maksimal.
4.3. POTENSI UNTUK SISTEM INFORMASI YANG TELAH
DIKEMBANGKAN
Adapun kelebihan atau keuntungan dari sistem yang telah dikembangkan
diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Dengan adanya usulan perancangan pengembangan sistem terkait pelayanan
secara online dapat mempermudah wisatawan dalam melakukan proses
pemesanan tiket.
36
2. Sistem informasi yang pada awalnya dilakukan secara manual menjadi
otomatis, dan hal ini mengurangi biaya untuk tenaga kerjanya, biaya untuk
kertas, alat tulis, dll.
3. Waktu yang lebih cepat dalam proses pemesanan tiket dengan adanya IT.
Sebab dengan adanya sistem ini akan mempersingkat penyimpanan data
konsumen.
4.4. SARAN
Untuk menunjang pelayanan pada PT. Asri Indah Lestari, peneliti
mengemukakan saran-saran yang kiranya dapat membantu di dalam aplikasi ini. Saran-
saran tersebut antara lain: tindakan pengamanan data sangat penting dilakukan demi
keamanan data. Selalu lakukan pengecekan berkala sistem ini agar terciptanya tujuan
sistem tersebut.
Sistem ini dapat dikembangkan lagi dengan menambah fasilitas-fasilitas lain
sesuai kebutuhan yang akan datang.
37
4.5. LAMPIRAN
1. Dokumen atau Master Database yang digunakan
38
39
40
41
2. Dokumentasi Kegiatan
42
43