The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by baitirahmi18, 2021-11-29 05:21:08

MODUL BAB 2 DAN 3 KELAS XI (JARINGAN)

MODUL BAB 2 DAN 3 KELAS XI (JARINGAN)

modul
BIOLOGI

JARINGAN TUMBUHAN
DAN

JARINGAN HEWAN

BAITI RAHMI, S.Pd KELAS XI
SEMESTER 1

0

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas limpahan Rahmat-Nya, saya dapat
menyelesaikan modul Kelas XI. Modul ini disusun berdasarkan standar isi 2006 yang lebih
menempatkan peserta didik sebagai pusat kegiatan belajar (Student Center). Modul ini
juga dilengkapi dengan latihan soal untuk menguji pemahaman peserta didik, terkait
dengan materi yang terdapat pada modul. Dalam modul ini akan dibahas tentang
“Jaringan Tumbuhan dan Jaringan Hewan”.

Modul ini dibuat dengan mempertimbangkan kondisi peserta didik maupun
lingkungan setempat, terutama peserta didik kelas XI. Selain itu, modul ini saya konsep
untuk kemandirian peserta didik dan guru mata pelajaran terkait sebagai fasilitator.
Kesuksesan belajar berawal dari kemauan dan ditunjang oleh berbagai sarana, salah satu
diantaranya adalah dengan membuat modul. Harapan saya, modul ini dapat
membantu peserta didik memahami tentang dirinya sendiri, keluarga, lingkungan,
masyarakat, dan bangsa.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu memberikan motivasi kepada saya dalam menyelesaikan modul ini. Kritik
dan saran sangat saya harapkan untuk perbaikan modul ini dimasa yang akan dating.

Paju Epat, Juli 2021
Penulis

6

DAFTAR ISI 1
2
Kata Pengantar 3
Daftar Isi 4
Kompetensi Inti 4
Kompetensi Dasar 4
Indikator Pencapaian Kompetensi 5
Tujuan Pembelajaran 6
Peta Konsep 6
Uraian Materi 14
1. Struktur dan Fungsi Jaringan Pada Tumbuhan 43
2. Struktur dan Fungsi Organ pada tumbuhan 45
Rangkuman 50
Evaluasi
Daftar pustaka

6

KOMPETENSI INTI

 KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama
yang dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,
disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi
secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.

 KI 3:Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

 KI4:Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan
kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah
keilmuan

6

KOMPETENSI DASAR

3.2 Menganalisis keterkaitan antara struktur sel pada jaringan tumbuhan dengan fungsi organ pada
tumbuhan

4.2 Menyajikan data hasil pengamatan struktur jaringan dan organ pada tumbuhan

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

3.2.1 Menganalisis keterkaitan struktur tumbuhan dengan fungsi organ akar
3.2.2 Menganalisis keterkaitan srtruktur tumbuhan dengan fungsi organ batang
3.2.3 Menganalisis keterkaitan struktur tumbuhan dengan fungsi organ daun

4.2.1 Menyajikan data hasil pengamatan struktur jaringan dan organ pada tumbuhan

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Melalui diskusi, peserta didik dapat menganalisis keterkaitan struktur tumbuhan
dengan fungsi organ akar dengan benar.

2. Melalui diskusi, peserta didik dapat menganalisis keterkaitan srtruktur tumbuhan
dengan fungsi organ batang dengan benar..

3. Melalui diskusi, peserta didik dapat menganalisis keterkaitan struktur tumbuhan
dengan fungsi organ daun dengan benar.

4. Melalui diskusi, peserta didik dapat menyajikan data hasil pengamatan struktur jaringan
dan organ pada tumbuhan dengan bena6r.

PETA KONSEP

6

BAB 2
JARINGAN TUMBUHAN

URAIAN MATERI

A. Struktur dan Fungsi Jaringan Pada Tumbuhan
Tumbuhan merupakan organisme multiseluler. Sel-sel penyusun tubuh

tumbuhan memiliki struktur beragam, baik bentuk atau ukurannya. Fungsi sel
tumbuhan juga beragam tergantung pada keberadaan sel tersbut. Sel-sel tumbuhan
yang memiliki bentuk dan fungsi yang sama bergabung membentuk jaringan.
Tumbuhan memiliki jaringan yang beragam untuk mendukung fungsi tumbuhan
secara umum. Tumbuhan sebagai penyedia makanan dan oksigen bagi seluruh
makhluk hidup melalui kemmpuannya melakukan proses fotosntesis. Oleh sebab itu,
kita perlu mengetahui jaringan apa saja yang menyusun organ-organ tumbuhan
agar memudahkan dalam memahami bagaimana suatu tumbuhan dapat hidup dan
menjalani fungsinya. Bagian ini menyajikan pembahasan berbagai jaringan
tumbuhan yang mendukung kelangsungan hidup tumbuhan di lingkungannya. Secara
umum, jaringan tumbuhan dikelompokkan menjadi dua kelompok utama, yaitu
jaringan meristem dan jaringan dewasa (permanen). Jaringan dewasa merupakan
jaringan hasil diferensiasi dari jaringan meristem.
1. Jaringan meristem

Jaringan meristem tersusun dari sel hidup yang bersifat meristematik atau
terus menerus membelah dan memiliki karakteristik: 1) tersusun dari sel
homogen yang isodiametris, 2) memiliki dinding sel yang sangat tipis tersusun dari
selulosa, 3) tersusun sangat rapat tanpa ada rongga antarsel, dan 4) memiliki
nukleus besar, sitoplasma penuh, dan vakuola yang sangat kecil. Untuk
meningkatkan pemahaman tetang karakteristik jaringan meristem,
perhatikan Gambar 1!

6

Gambar 3 Jaringan meristem ujung akar bawang
Sumber : www.alamy.com

Sel anak hasil pembelahan jaringan meristem bisa tetap
mempertahankan sifat meristematiknya atau berkembang menjadi jaringan
dewasa. Pembelahan jaringan meristem menyebabkan perbanyakan jumlah
sel tumbuhan sehingga tumbuhan dapat bertambah tinggi atau bertambah
besar.

Berdasarkan asal dan perkembangannya, jaringan meristem dibedakan
tiga,, yaitu promeristem, meristem primer, dan meristem sekunder. Promeristem
merupakan jaringan meristem yang telah ada ketika tumbuhan masih dalam
tingkat embrio. Meristem primer merupakan jaringan meristem sebagai
kelanjutan tumbuh dari radikula (calon akar) dan plumula (calon batang).
Meristem primer dijumpai di ujung akar yang menyebabkan akar bertambah
panjang dan di ujung batang yang menyebabkan batang bertambah tinggi.
Penambahan panjang akar atau penambahan tinggi batang dikenal dengan
istilah pertumbuhan primer. Meristem sekunder merupakan jaringan meristem
yang berasal dari jaringan dewasa yang berubah sifat meristematik kembali.
Kambium dan kambium gabus merupakan contoh jaringan meristem sekunder
yang berasal dari jaringan parenkim yang berubah sifat meristematik kembali.
Aktivitas meristem sekunder menyebabkan pembesaran diameter akar dan
batang yang dikenal pertumbuhan sekunder.

Berdasarkan letaknya, meristem dibedakan tiga, yaitu meristem apikal,
lateral, dan interkalar. Meristem apikal adalah jaringan meristem yang
terletak di ujung akar dan ujung batang. Meristem lateral adalah jaringan

7

meristem yang terletak pada bagian perifer (samping) tumbuhan. Meristem
lateral banyak ditemukan pada tumbuhan Gymnospermae dan Angiospermae.
Kambium vaskular dan kambium gabus merupakan contoh meristem lateral.
Meristem interkalar merupakan jaringan meristem yang terletak di antara dua
jaringan dewasa. Meristem interkalar banyak ditemukan pada tumbuhan
Graminae.
2. Jaringan permanen

Sel anak hasil pembelahan jaringan meristem sebagian akan
berdiferensiasi menjadi jaringan permanen. Secara umum jaringan permanen
dibagi menjadi jaringan pelindung, jaringan dasar, jaringan penyokong, dan
jaringan pengangkut. Jaringan pelindung meliputi jaringan epidermis dan
jaringan gabus. Jaringan dasar meliputi jaringan parenkim, Jaringan
penyokong meliputi jaringan kolenkim dan sklerenkim. Jaringan pengangkut
meliputi xylem dan floem.
a. Epidermis

Jaringan epidermis merupakan jaringan pelindung yang menutupi
seluruh permukaan organ tumbuhan. Jaringan epidermis memiliki karakteristik
: 1) Tersusun dari sel hidup, 2) Umumnya tersusun dari satu lapis sel yang
kontinu, 3) Sel jaringan epidermis tersusun rapat tanpa ada rongga antarsel, 4)
Sel jaringan epidermis umumnya berdinding tipis, dan 5) Tidak memiliki klorofil,
kecuali pada sel penjaga (guard cell) stomata.

Pada beberapa bagian tumbuhan, jaringan epidermis mengalami
modifikasi menjadi sel penjaga, trikomata, atau rambut akar. Gambar 4
memperlihatkan adanya modifikasi epidermis yaitu stomata terdiri dari dua sel
penjaga yang mengelilingi lubang stomata dan berperan dalam mengatur
membuka dan menutupnya stomata. Pada jaringan epidermis daun
tumbuhan tertentu permukaan luar epidermis dilapisi lapisan kutikula yang
berfungsi mengurangi penguapan.

8

Gambar 2. Jaringan epidermis
Sumber : integratedsciencegeneral11.weebly.com
b. Jaringan parenkim
Jaringan parenkim disebut jaringan dasar karena terdapat di semua
organ tumbuhan, baik di akar, batang,, daun, bunga, buah, atau biji. Bahkan
jaringan parenkim ditemukan juga pada jaringan lain seperti pada jaringan
xylem dan floem
Jaringan parenkim terdiri dari sel hidup, berdinding tipis, dan tersusun rapat atau
longgar. Untuk lebih meningkatkan pemahaman guru tentang ciri jaringan
parenkim, coba perhatikan Gambar 5! Sel jaringan parenkim memiliki bentuk dan
struktur beragam. Terdapat beberapa jenis jaringan parenkim berdasarkan
srtuktur atau fungsinya, seperti parenkim palisade, perenkim spons, klorenkim,
aktinenkim, dan aerenkim.
Jaringan parenkim memiliki fungsi beragam antara laian :
1. Tempat berlangsungnya proses fotosintesis
2. Tempat penyimpanan cadangan makanan
3. Seksresi zat seperti hormon
4. Membantu tumbuhan air mengapung diair
5. Berperan dalam proses penyembuhan luka pada tumbuhan
6. Berperan pada proses bersatunya tumbuhan pada peristiwa
menyambung atau menempel
7. Berperan padapembentukan akaradventifdantunas adventif

9

Gambar 3 Jaringan parenkim
Sumber : Ster,, K.R., Bidlack, J.E., & Jansky, S.H. : 55

c. Jaringan penyokong
Jaringan penyokong dikenal juga sebagai jaringan mekanik, jaringan

penunjang, atau jaringan penguat. Jaringan penyokong berfungsi untuk
menguatkan/menegakkan batang dan daun, melindungi biji atau embrio, serta
melindungi berkas pengangkut. . Jaringan peyokong terdiri dari 2 jenis
jaringan, yaitu jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim.
1) Jaringan kolenkim
Jaringan kolenkim terdiri dari sel hidup yang tersusun rapat dan mengalami
penebalan dinding sel dari pektin secara tidak merata. Penebalan dinding sel
parenkim pada parenkim lamelar hanya terjadi pada bagian dinding sel yang
sejajar permukaan luar organ. Penebalan dinding sel pada parenkim angular
hanya terjadi pada sudut sel tempat bertemunya 3 sel atau lebih. Untuk
meningkatkan pemahaman guru tentang karakteristik jaringan kolenkim,
perhatikan Gambar 4!

10

Gambar 4 Jaringan kolenkim
Sumber : facweb.furman.edu

Gambar 4 menunjukkan penebalan dinding sel pada jaringan kolenkim
terjadi pada pertemuan tiga sel atau lebih dan dikenal dengan kolenkim
angular. Penebalan dinding sel dapat juga terjadi pada dinding sel yang sejajar
permukaan lateral organ membentuk struktur seperti lembaran disebut
kolenkim lamelar. Penebalan dinding sel dari pektin memberikan kelenturan
pada jaringan kolenkim, sehingga banyak dijumpai pada pelepah daun, batang
muda yang sedang tumbuh, dan tumbuhan tidak berkayu.
2) Jaringan sklerenkim

Berbeda dengan jaringan kolenkim, jaringan sklerenkim terdiri dari sel mati
yang dindingnya mengalami penebalan sekunder dari zat kayu (lignin) secara
merata di seluruh bagian dinding. Sklerenkim dibedakan menjadi dua jenis,
yaitu serabut dan sklereid (Gambar 5). Serabut tersusun dari sel panjang,
ramping dan berkelompok membentuk berkas. Contoh serat adalah serat linen
yang dimanfaatkan untuk pembuatan kain linen diambil dari serat tumbuhan
Linum usitatissimum. Sklereid memiliki beragam bentuk berdinding keras
Sklereid dijumpai dalam keadaan tunggal atau berkelompok di antara jaringan
lain, seperti pada daging buah pir kelompok sklereid memberikan tekstur

11

buah pir seperti berpasir ketika dikunyah. Sklereid banyak juga ditemukan
pada kulit biji yang keras seperti meiri, kenari, atau tempurung kelapa.

Gambar 5 Jaringan
sklerenkim Sumber :
picswe.net

d. Jaringan berkas pengangkut
Jaringan Jaringan berkas pengangkut meliputi dua jenis jaringan pengangkut,
yaitu xylem dan floem. Kedua jaringan tersebut merupakan jaringan yang
kompleks. Gambar 6 menunjukkan gambar berkas pengangkut yang terdiri
dari xylem dan floem pada tumbuhan monokotil.

12

Gambar 6 Jaringan berkas
pengangkut Sumber :
commons.wikimedia.org

1) Xylem
Xylem tersusun dari trekiid, sel pembuluh kayu, serabut, dan parenkim. Xylem
berfungsi untuk mengangkut air dan garam mineral dari tanah menuju seluruh
bagian tumbuhan. Bagian sel pada xylem yang berperan untuk melakukan
fungsi tersebut adalah trakeid dan sel pembuluh kayu.
2) Floem
Floem tersusun dari 4 jenis sel, yaitu parenkim, serabut, sel pembuluh tapis, dan
sel pengiring. Jaringan floem berfungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari
daun menuju seluruh bagian tumbuhan. Bagian sel pada floem yang berperan
untuk melakukan fungsi tersebut adalah sel pemblukluh tapis.

13

B. Struktur dan Fungsi Organ Pada Tumbuhan
Dalam bagian ini pembahasan bahan ajar difokuskan pada organ pokok

tumbuhan, yaitu akar, batang dan daun. Organ bunga dan buah dapat
dipelajari secara mandiri dari berbagai sumber. Pembahasan bahan ajar untuk
ketiga organ tumbuhan tersebut mencakup struktur dan fungsinya.
1. Akar

Pada tumbuhan terestrial, akar merupakan organ tumbuhan yang
tersembunyi di dalam tanah. Akar yang menembus ke dalam tanah
mendukung fungsinya sebagai organ yang menyokong berdirinya tumbuhan.
Dari dalam tanah akar menyerap air dan garam mineral untuk menunjang
kelangsungan hidup tumbuhan tersebut. Tumbuhan tertentu seperti ubi kayu
menggunakan akar sebagai organ untuk menyimpan cadangan makan.
Secara morfologi, akar tumbuhan dibedakan menjadi dua jenis yaitu akar
tungggang yang dijumpai pada tumbuhan Dikotil dan Gmnospermae dan akar
serabut yang dijumpai pada tumbuhan monokotil. Susunan anatomi akar
ditunjukkan oleh Gambar 7.

Gambar 7. Anatomi akar monokotil
dan dikotil Sumber :
nokgoodso.files.wordpress.com

14

Berdasarkan gambar 8, secara anatomi dari luar ke dalam akar tersusun dari
jaringan epidermis, korteks, endodermis, dan silinder pusat (stele). Stele
tersusun dari perisikel dan berkaspengangkut.

Gambar 8. Sayatan melintang ujung
akar

Sumber : Stern, K.R.,Bidlack, J.E. & Jansky,
S.H., 2008 : 67
Gambar 8 menunjukkan penampang membujur ujung yang dibedakan menjadi
tiga daerah, yaitu daerah pembelahan (meristematik), daerah pemanjangan
(elongasi), dan daerah pematangan ((diferensiasi). Ujung daerah pembelahan
dilindungi oleh tudung akar (kaliptra).
Pada beberapa jenis tumbuhan, akar mengalami modifikasi sesuai dengan
fungsi tertentu. Pada tanaman jagung dari bagian batang sebelah bawah
muncul akar adventif disebut akar penyangga yang berfungsi untuk menahan
batang dari tiupan angin. Tanaman anggrek epifit mengemnagkan akar uadara
agar dapat menempel pada tumbuhan inang. Tanaman bakau yang ini di
pantai berlumpur mengembangkan akar napas (pneumatofora) untuk

15

menyerap oksigen dari udara. Tumbuhan tali putri (Cuscuta filiformis)
menggunaan modifikasi akar disebut haustorium untuk menyerap zat
makanan dari inangnya. Tanaman ubi manis mengembangkan akar penimbun
makanan untuk menyimpan cadangan makanan.
2. Batang

Batang memiliki peran utama sebagai penopang daun dan pengangkutan air
dan zat terlarut. Air dan garam mineral diangkut dari akar menuju daun dan hasil
fotosintesis diangkut dari daun menuju seluruh bagian tumbuuhan. Beberapa jenis
tumbuhan, seperti tebu, sagu, aren, dan anggota familia Zingiberaceae menyimpan
cadangan makanan pada organ batang. Secara morfologi, batang dapat
dibedakan dengan akar karena batang memiliki nodus. Struktur anatomi batang
dapat diamati pada Gambar 9.

Gambar 9. Penampang melintang batang
Sumber : Mason, K.A. et al, 2018 : 671
Bila kita memperhatikan Gambar 9 secara seksama, maka dapat dibedakan
antara batang dikotil dan monokoti. Batang dikotil memiliki berkas

16

17

pengangkut yang letaknya teratur melingkar (konsentris) sedangkan batang
monokotil letak berkas pengangkut tersebar secara acak. Tipe berkas
pengangkut batang monokotil koateral tertutup sedangkan dikotil kolateral
terbuka.
3. Daun

Daun merupakan organ tumbuhan yang memiliki peran utama sebagai
tempat fotosintesis. Adanya bagian tertentu pada dauan berkaitan dengan fungsi
lain. Sebagai contoh, pada permukaan atas epidermis daun ditutupi lapisan
kutikula sehingga dapat menurunkan laju transpirasi. Begitu juga dengan
stomata yang berperan dalam mengatur laju transpirasi dan keluar masuknya
zat tertentu.

Lembaran daun disebut lamina terdiri dari dua permukaan yaitu
permukaan atas daun disebut permukaan ventral dan permukaan bawah
daun disebut permukaan dorsal. Permukaan ventral adalah permukaan daun
yang lebih rata karena tidak memiliki tonjolan tulang daun. Permukaan ventral
daun disebut juga adaxial. Permukaan dorsal adalah permukaan daun yang
banyak memiliki tonjolan tulang daun disebut juga abaxial. Secara morfologi,
daun memiliki struktur yang berbeda-beda berdasarkan bentuk daun, tepi
daun, tipe daun, dan pertulangan daun. Pertulangan daun dibedakan menjadi
tulang daun sejajar dan menjala. Pertulangan daun sejajar ditemukan pada
tumbuhan monokotil. Pertulangan daun menjala ditemukan pada tumbuhan
dikotil. Pertulangan daun menjala dibedakan menjadi beberapa tipe, yaitu
menjari, menyirip, dan melengkung.

18

Gambar 10. Penampang
daun Sumber :
www.robinsonlibrary.com

Gambar 12 menunjukkan struktur anatomi daun yang terdiri dari tiga bagian,
yaitu epidermis atas, mesofil, dan epidermis bawah. Bagian mesofil tersusun dari
2 jenis jaringan utama yaitu parenkim palisade yang tersusun rapat dan
parenkim spons yang tersusun longgar.
Sebagaimana dijelaskan di bagian sebelumnya, bahwa daun fungsi utamanya
sebagai tempat fotosintesis, tetapi beberapa jenis mempunyai daun yang telah
mengalami adaptasi sehingga bisa memiliki fungsi tambahan, seperti untuk
penyokong, pelindung, penyimpan makanan, atau reproduksi. Pada tanaman
kacang kapri anak daun bermodifikasi menjadi tendril atau sulur untuk
menempel sehingga dapat tumbuh tegak. Pada tanaman kaktus daun
bermodifikasi menjadi duri sebagai pelindung. Tanaman sukulen yang hidup di
daerah gurun memodifikasi daun sebagai tempat penimbunan air. Tanaman
cocok bebek, daun mengalami modifikasi untuk reproduksi dengan
membentuk tunas adventif.
Berdasarkan paparan bahan ajar tentang struktur anatomi dan morfologi akar,
batang, dan daun pada tumbuhan dikotil dan monokotil yang telah diuraikan di
bagian depan, maka dapat disimpulkan perbedaan antara kedua kelompok
tumbuhandikotil dan monokotilseperti yang tampak pada Tabel 3 berikut ini.

19

Tabel 3 Perbedaan tumbuhan dikotil dan monokotil

No Karakteristik Tumbuhan

1 Tipe perakaran Dikotil Monokotil
2 Letak berkas pengangkut
3 Pertulangan daun Akar tunggang Akar serabut

Konsentris Tersebar

Sejajar Menjala
(menjari,
menyirip,
melengkung)

Klik aku

https://youtu.be/f7uAhLJba6g

20

DAFTAR ISI 1
21
Kata Pengantar 22
Daftar Isi 23
Kompetensi Inti 23
Kompetensi Dasar 23
Indikator Pencapaian Kompetensi 24
Tujuan Pembelajaran 25
Peta Konsep 25
Uraian Materi 41
A. Jaringan pada hewan 43
B. Organ pada hewan 45
Rangkuman 50
Evaluasi
Daftar pustaka

21

KOMPETENSI INTI

 KI-1 dan KI-2:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama
yang dianutnya. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur,
disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai),
bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi
secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan,
keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar,
bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.

 KI 3:Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan
faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,
dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan,
kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan
kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk
memecahkan masalah

 KI4:Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan
ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan
kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah
keilmuan

22

KOMPETENSI DASAR

3.3 Menganalisis keterkaitan antara struktur sel pada jaringan hewan dengan fungsi organ pada
hewan

4.3 Menyajikan data hasil pengamatan struktur jaringan dan organ pada hewan

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

3.3.1 Menganalisis keterkaitan struktur tumbuhan dengan fungsi organ akar
tumbuhan dengan fungsi
3.3.2 Menganalisis keterkaitan srtruktur
organ batang

4.3.1 Menyajikan data hasil pengamatan struktur jaringan dan organ pada hewan

TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Melalui diskusi, peserta didik dapat menganalisis keterkaitan struktur tumbuhan
dengan fungsi organ akar dengan bena

2. Melalui diskusi, peserta didik dapat menganalisis keterkaitan srtruktur tumbuhan
dengan fungsi organ batang dengan benar.

3. Melalui diskusi, peserta didik dapat menyajikan data hasil pengamatan struktur jaringan
dan organ pada hewan dengan benar.

23

PETA KONSEP

24

BAB 3
JARINGAN HEWAN

URAIAN MATERI

A. Jaringan Pada Hewan
Tubuh hewan termasuk di dalamnya manusia tersusun secara struktural terdiri dari

berbagai tingkatan organisasi dari yang paling rendah secara berurutan yaitu tingkat sel,
jaringan, organ, sistem organ, dan organisme. Untuk lebih jelasnya perhatikan Gambar 1
berikut ini!

Gambar 1 Tingkat organisasi strutural makhluk hidup
Sumber: Saladin, K.S., Gan, C.A., & Cushman, H.N., 2018 : 1

25

Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan hewan dikelompokkan menjadi 4 jenis,
yaitu :

1. Jaringan epitel merupakan jaringan yang menutupi permukaan tubuh, membatasi
rongga tubuh, membatasi permukaan luar dab dalam organ, serta membentuk kelenjar.
Jaringan epitel memungkinkan tubuh berinteraksi dengan lingkungan internal dan
eksternal

2. Jaringan ikat merupakan jaringan yang melindungi dan menyokong tubuh dan
organnya, mengikatkan organ satu dengan yang lain, menyimpan cadangan energi
dalam bentuk lemak, dan membantu membentuk kekebalan tubuh terhadap
organisme penyebab penyakit

3. Jaringan otot merupakan jaringan yang tersusun dari sel-sel yang terspesialisasi untuk
kontraksi

4. Jaringan saraf merupakan jaringan yang mendeteksi perubahan yang terjadi di dalam
dan luar tubuh dan merespons dengan menghasilkan impuls saraf yang
mengaktifkan kontraksi otot dan sekresikelenjar.

1. Jaringan epitel

Jaringan epitel tersusun dalam lembaran kontinyu terdiri dari satu lapis sel atau

lebih. Sel-sel jaringan epitel tersusun rapat tanpa ada rongga antarsel. Sel jaringan epitel

mempunyai dua permukaan, yaitu permukaan apikal yang berhubungan langsung

dengan permukaan tubuh, rongga tubuh, rongga dalam organ. Permukaan

basal sel epitel melekat pada membran basalis. Jaringan epitel memiliki serabut saraf

tetapi tidak memiliki pembuluh darah. Fungsi jaringan epitel meliputi :

1. Proteksi

Epitel melindungi jaringan di bawahnya dari invasi benda asing dan luka.

2. Sekresi

Epitel menghasilkan lendir, keringat, enzim, hormon, minyak,

dan sekret yang lain

3. Ekskresi

Epitel membuang sampah dari jaringan, seperti CO2 melintasi alveolus dan empedu

dari epitel hati

26

4. Absorpsi
Epitel menyerap senyawa kimia dari medium sekitar. Contoh nutrien diserap
melalui epitel usus halus.

5. Filtrasi.
Semua senyawa kimia yang meninggalkan darah secara selektif disaring
melalui epitel pembuluh darah di glomerulus.

6. Sensasi
Epitel memilikiujung sarafyang merasakan rangsangan sepertisentuhan pada
kulit

Jaringan eptel dibagi menjadi dua jenis yaitu epitel penutup dan pembatas dan epitel
kelenjar. Epitel penutup dan pembatas disebut epitel permukaan yang
membentuk lapisan luar kulit dan beberapa organ internal. Epitel permukaan juga
membentuk pembatas dalam pembuluh darah, rongga tubuh, saluran
pernapasan, pencernaan dan reproduksi. Epitel kelenjar membentuk bagian
kelenjar yang berfungsi untuk sekresi.
Berdasarkanjumlahlapisansel,epitelpermukaandbedakanmenjadi3bentuk yaitu :
1. Epitel sederhana hanya tersusun dari satu lapis sel, sehingga semua sel

memiliki permukaan basalis yang menempel pada membran basalis dan
permukaan apikal yang berubungan dengan permukaan luar atau
permukaan dalam. Berdasarkan bentuk selnya, epitel sederhana dibedakan
mejadi 4 macam yaitu epitel pipih sederhana, epitel kubus sederhana, epitel
silindris sederhana, dan epitel silindris berlapis semu. Epitel silindris berlapis semu
tampak seperti tersusun lebih dari satu lapis sel silindris tetapi sebenarnya hanya
satu lapis sel. Epitel ini sebenarnya merupakan epitel sederhana karena semua
sel melekat pada permukaan dasar tetapi tidak semua sel mencapai
permukaan karena sel yang berukuran pendek tertutupi yang tinggi.
2. Epitel berlapis terdiri dari dua lapisan sel atau lebih. Hanya sel lapisan paling
bawah yang menempel pada membran basalis sedangkan sel pada lapisan
sebelah atas melekat pada sel yang ada di bawahnya. Sel pada lapisan
paling atas berhubungan langsung dengan permukaan. Berdasarkan bentuk
sel pada lapisan permukaan, epitel berlapis dibedakan menjadi 4 macam,
yaitu epitel pipih berlapis, epitel kubus berlaps, epitel silindris berlapis, dan epitel
transisional. Epitel transisional bentuk selnya berubah dari epitel pipih berlapis
menjadi epitel silindris berlapis atau sebaliknya.

27

Untuk lebih memperjelas pemahaman tentang jaringan epitel, perhatikan

Tabel 3 berikut ini!

No Epitel Lokasi Fungsi

1 Epitel pipih sederhana Bagian Difusi, filtrasi,

dala sekresi

m jantung,

pembuluh darah,

pembuluh

linfe, Kapsula

Bowman, alveolus

2 Epitel kubus sederhana Permukaan Sekresi, absorpsi

ovarium,

permukaan depan

lensa mata, epitel

berpigmen retina,

tubulus ginjal

28

3 Epitel silindris sederhana Saluran pencernaan Sekresi, absorpsi

tidak bersilia dari lambung

hingga anus,

Kandung kemih

4 Epitel silindris sederhana Saluran pernapasan Membantu

bersilia dan tuba Falopi pergerakan

benda

5 Epitel silindris berlapis Epididimis, Absorpsi, sekresi

semu tidak bersilia uretr

a laki-laki

6 Epitel silindris berlapis Saluran Sekresi

semu bersilia pernapas

a atas

29

7 Epitel pipih berlapis Kulit (berkeratin) Proteksi
Vagina, lidah (tidak
berkeratin)

30

8 Epitel kubus berlapis Kelenjar Proteksi
keringat

, uretra laki-laki

9 Epitel silindris berlapis Uretra, konjunctiva Proteksi dan
sekresi

10 Epitel transisional Kantung kemih, Peregangan
ureter, dan uretra

31

Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Epithelium
Perhatikan beberapa contoh epitel permuaan pada Gambar 2 berikut ini!

Gambar 2 Jaringan epitel permukaan
Sumber: http://2.bp.blogspot.com

Selain epitel permukaan terdapat juga epitel kelenjar yang berfungsi
khusus untuk sekresi. Epitel kelenjar tersusun dari sel epitel yang mensekresikan
sekret ke dalam saluran, ke permukaan, atau ke dalam aliran darah. Seluruh
kelenjar tubuh dibedaan menjadi kelenjar eksokrin dan endokrin. Sekret yang
dikseresikan oleh kelenjar eksokrin berupa hormon memasuki cairan interstitial
dan berdifusi menuju aliran darah tanpa mengalir melalui saluran. Kelenjar eksokrin
mensekresikan produknya melalui saluran yang akan bermuara pada
permukaan epitel penutup dan pembatas.

32

2. Jaringan ikat
Jaringan ikat merupakan jaringan yang paling banyak dan penyebarannya

paling luas dalam tubuh. Jaringan ikat mepunyai beragam fungsi, antara lain :
mengikatkan organ-organ, menyokong tubuh, proteksi fisik, proteksi imun,
pergerakan, penyimpanan, dan transpor. Jaringan ikat terdiri dari 2 komponen dasar,
yaitu matriks ekstraseluler dan sel. Matriks ekstraseluler adalah bahan yang terletak di
antara rogga-rongga antarsel.

33

Matriks ekstraseluler terdiri dari serabut protein dan substansi dasar berupa
bahan antara sel dan serabut. Serabut disekresikan oleh sel jaringan ikat. Berbeda
dengan jaringan eptel, jaringan ikat tidak pernah terdapat pada permukaan tubuh,
jaringan ikat banyak mengandung pembuluh darah, kecuali rawan yang bersifat
avaskular dan tendon yang mengandung sedikit pembuluh darah. Jaringan ingat
memiliki serabut saraf kecuali rawan. Kebanyakan jaringan ikat mengandung sel
yang belum matang dan diberi nama dengan akhiran blas. Contoh fibroblas
merupakan sel belum matang pada jaringan ikat padat dan ikat longgar,
kondroblas pada rawan, osteoblas pada tulang. Sel yang belum matang tetap
memiliki kapasitas untuk membelah dan mensekresikan matriks. Pada beberapa
jaringan ikat matriks hanya dipoduksi satu kali, sel yang belum matang
berdiferensiasi menjadi sel matang yang diberi nama dengan akhiran sit, Contoh
fibrosit, kondrosit, dan osteosit. Sel Jaringan ikat bervariasi berdasarkan jenis
jaringan ikat, antara lain:
1. Fibroblas. Sel berukuran besar, pipih dan banyak tonjolan. Fibroblas terdapat

pada semua semua jaringan ikat dan biasanya jumlahnya banyak. Fibroblas
mensekresikan serabut dan substansi dasar
2. Makrofag, merupakan sel fagosit besar yang berkembang dari monosit atau
sel punca (Stem cel) yang menghasilkan monosit. .
3. Sel plasma (plasmosit) ditemukan di berbagai tempat pada tubuh, tetapi
kebanyakan sel plasma terdapat dalam jaringan ikat terutama di saluran
pencernaan dan pernapasan. Sel plasma berkembang dari limfosit dan
berperan mensintesis antibodi.
4. Mastosit terlibat dalam respon peradangan terhadap luka atau infeksi dan
dapat memakan dan membunuh bakteri. Mastosit mensekresikan heparin yang
mencegah pembekuan darah dan histamin yang meningkatkan aliran darah
dengan cara memperbesat (dilatasi) pembuluh darah
5. Adiposit atau sel lemak (sel adiposa), jaringan ikat yang menyimpan lemak,
ditemukan di bawah kulit, dan mengelilingi organ seperti jantung dan ginjal.
6. Leukosit, tidak ditemukan dalam jumlah signifikan dalam jaringan ikat
normal. Tetapi dalam merespon terhadap kondisi tertentu leukosit bermigrasi
dari darah menuju jaringan ikat. Dua tipe yang umum adalah neutrofil yang
menyerang bibit penyakit dan limfosit yang breaksi melawan bakteri, racun,

34

dan agen asing lainnya.
Tiap jenis jaringan ikat memiliki kekhasan didasarkan pada matriks
ekstraselulernya. Matriks ekstraseluler terdiri dari 2 kmponen utama, yaitu
substansi dasar dan serabut. Substansi dasar adalah komponen jaringan ikat di
antara sel dan serabut. Substansi dasar berupa cairan, setengah cair, jeli atau
mengandung kapur. Substansi dasar menyokong sel, menyimpan air, dan
menyediakan medium untuk pertukaran zat antara darah dan sel. Substansi dasar
mengandung air dan molekul organik gabungan antara karbohidrat dan protein,
seperti asam hyaluronat, kondroitin sulfat, dermatan sulfat, dan keratan sulfat.
Secara keseluruhan disebut glikosaminoglikan. Kecuali asam hyaluronat,
glikosaminoglikan bergabung dengan protein membentuk proteoglikan. Asam
hyaluronat, substansi kental, mengikatkan sel bersama-sama, melumasi
persendian, dan membantu memelihara bentuk bola mata. Sel darah putih, sel
sperma, dan beberapa bakteri menghasilkan enzim hyaluronidase yang
menguraikan asam hyaluronat yang selanjutnya menyebabkan substansi dasar
jaringan ikat menjadi lebih cair. Kondroitin sulfat menyokong terhadap jaringan
rawan, tulang, kulit, dan pembuluh darah. Kulit, tendon, pembuluh darah, dan
katup jantung mengandung dermatan sulfat. Tulang, rawan, dan korne mata
mengandung keratansulfat.
Serabut jaringan ikat terdiri dari tiga macam, yaitu kolagen, elastik, dan
retikuler. Serabut kolagen sangat kuat, tahan terhadap tarikan dan regangan
tetapi tidak kaku yang memberikan jaringan lebih fleksibel. Serabut kolagen
terssun dari protein kolagen. Serabut kolagen dijumpai pada kebanyakan
jaringan ikat terutama tulang, rawan, tendon, dan ligamen. Serabut elastik
memiliki diameter yang lebih kecil dibanding serabut kolagen, bercabang dan
berikatan bersama membentuk jaring-jaring serabut di dalam jaringan ikat.
Serabut elastik terdiri dari molekul protein elastin yang dikelilingi oleh
glikoprotein disebut fibrilin. Serabut elastk banyak terdapat pada kulit, dinding
pembuluh darah dan jaringan pada paru-paru. Serabut retikuler, terdiri dari
kolagen yang tersusun dalam berkas halus dibungkus glikoprotein. Serabut
retikuler dihasilkan oleh fibroblas, serabut retikular lebih kecil dari serabut
kolagen dan membentuk jaring-jaring bercabang seperti spons pada limfa dan
nodus limfe. Karena keberagaman sel dan cairan ekstraseluler berbeda
proporsinya, klasifikasi jaringan ikat berbeda-beda . Berikut ini klasifikasi jaringan
ikat :

35

1. Jaringan ikat embrional
a. Mesenkim
b. mukosa

2. Jaringan ikat dewasa
a. Jaringan ikat sejati

3. Jaringan ikat longgar
a) Jaringan ikat areolar
b) Jaringan adiposa
c) Jaringan ikat retikular

4. Jaringan ikat padat
a) Jaringan ikat padat teratur
b) Jaringan ikat padat tak teratur
c) Jaringan ikat elastik

5. Jaringan Ikat penyokong
a) Rawan
b) Tulang

6. Jaringan ikat cair
a) Darah
b) Limfe

Beberapa contoh jaringan ikat tersebut dapat dipelajari pada Gambar 3 berikut ini.

Gambar 3 Jaringan ikat
Sumber: strengthflexibilityhealtheds.com

36

Gambar tersebut memperlihatkan struktur beberapa jenis jaringan ikat
yang ditemukan padatubuh, yaitukiriatas menunjukkan jaringan ikat longgar yang
terdapat pada kulit, kiri tengah menujukkan jaringan ikat adiposa di bawah kulit,
kiri bawah menunjukkan jaringan ikat darah, kanan atas menunjukkan jaringan
ikat padat pada ligamen, kanan tengah menunjukkan jaringan rawan, dan kann
bawah menunjukkan jaringan tulang.

3. Jaringan otot

Jaringan otot terdiri dari sel-sel memanjang disebut serabut otot atau miosit

yang dapat menggunakan ATP untuk menghasilkan energi. Jaringan otot

berperan dalam pergerakan tubuh, memelihara postur tubuh, dan menghasilkan

panas. Jaringan otot dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu otot rangka,

jantung, dan polos. Otot rangka terdiri dari sel panjang seperti benang disebut

serabut otot. Kebanyakan otot rangka melekat pada tulang kecuali pada lidah,

esofagus atas, beberapa otot wajah, dan beberapa otot sfinkter. Tiap sel

mengandung banyak nukleus yang berdekatan dengan membran plasma.

Otot rangka dikenal sebagai otot lurik dan otot volunter. Otot rangka

disebut otot lurik karena memperlihatkan pergantian antara pita gelap dan

terang. Otot rangka disebut otot volunter karena memiliki kontrol saraf secara

sadar.

Otot jantung terbatas pada jantung. Otot jantung tampak lurik tetapi

berbeda dengan otot rangka pada ciri yang lain. Sel otot jantung disebut

cardiomyocyt berukuran lebih pendek dari serabut dan bercabang. Otot jantung

hanya memiliki satu nukleus yang terletak di tengah. Ujung otot jantung

berhubungan satu dengan yang lain melalui diskus interkalaris. Otot jantung

bersifat involunter karena dibawah kontrol saraf tidak sadar.

Otot polos tidak memperlihatkan pita gelap dan terang dan bersifat

involunter. Sel otot polos disebut myosit berbentuk spindel dan hanya memiliki

satu inti terletak di tengah. Sebagian kecil otot polos terdapat pada iris dan kulit

dan sebagian besar merupakan otot viseral yang membentuk lapisan dinding

saluran pencernaan, pernapasan, saluran urinaria, pembuluh darah, uterus, dan organ

dalam lainnya. Perhatikan struktur otot rangka, otot polos, dan otot jantung pada

Gambar 4 berikut ini!

37

Gambar 4 Jaringan otot
Sumber: www.ftcollinspersonaltrainer.com/2017/04/different-types-muscle-tissue
Perbedaan antara otot polos, rangka, dan jantung dapat dipelajari
lebih lanjut pada tabel berikut:
Tabel 3. Perbedaan otot polos, rangka, dan jantung

No Karakteristik Otot polos Otot rangka Otot jantung

1 Struktur sel Bentuk sel Bentuk sel Bentuk sel

spindel, berinti serabut panjan serabut

satu, terletak di yang g lurus, panjang

tengah berinti banyak bercabang,

terleta di beinti satu,

k terletak di

pinggir tengah

2 Pergantia pit Tidak Memperlihatkan Memperlihatka

n gelap a memperlihatkan pergantian n pergantian

(A) terang da pergantian pit pita terang dan

(I) n pit a terang dan gelap

a gelap

terang dan gelap

4 Reaksi terhadap Reaksi Reaksi Reaksi

rangsangan lambat cepat berirama,

, tahan , mudah lelah tahan

kelelahan kelelahan

38

5 Kontrol saraf Involunter Volunter Volunter
5 Lokasi Organ viseral Meleka pada Dinding jantung
t
rangka

39

4. Jaringan saraf
Jaringan saraf terdiri dari dua jenis sel utama, yaitu neuron dan neuroglia.

Neuron atau sel saraf sensitif terhadap beragam stimulus. Neuron mengubah
stimulus menjadi signal listrik disebut potensial kerja saraf (impuls saraf) dan
mengahantarkan potensial kerja tersebut menuju neuron lain, otot, atau kelenjar.
Kebanyakan neuron terdiri dari 3 bagian yaitu badan sel (nerosoma), dendrit, dan
akson. Badan sel mengandung nukleus dan organel lain. Dendrit merupakan
tonjolan pendek bercabang banyak dan runcing keluar dari badan sel berperan
untuk menerima impuls. Akson merupakan satu tonjolan kecil silindris yang
panjang keluar dari badan sel berperan untuk menghantarkan impuls menuju
neron lain atau beberapa jaringan lain. Neuroglia tidak berperan dalam
penghantaran impuls tetapi berfungsi sebagai penyokong. Untuk memperjelas
pemahaman tentang sel saraf, perhatikan gambar berikut:

Gambar 5 Sel saraf
Sumber :

en.wikibooks.org/wiki/Human_Physiology/The_Nervous_Sy
stem

Berdasarkan fungsinya, sel saraf dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: 1) Nueron
sensoris berfungsi membawa impuls saraf dari reseptor menuju saraf pusat, 2) Neuron
motoris membawa impuls saraf dari saraf pusat menuju efektor, dan 3) Neuron asosiasi
menghubungkan neuron sensoris dengan motoris. Berdasarkan strukturnya, sel saraf
dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: 1)Neuron unipolar memiliki satu tonjolan yang
keluar dari badan sel, 2) Neuron bipolar memiliki 2 tonjolan yang keluar dari badan sel, dan
3) Neuron multipolar memiliki banyak tonjolan yang keluar dari badan sel.

40

B. Organ Pada Hewan
Jaringan-jaringan dalam tubuh akan bergabung satu dengan yang lain

membentuk organ yang memiliki bentuk tertentu. Sebagai contoh, lambung
merupakan organ pencernaan yang tersusun dari beberapa jaringan. Adapun jaringan
yang menyusun organ lambung dari luar ke dalam terdiri dari beberapa lapisan,
yaitu:
1. Lapisan terluar adalah lapisan serosa tersusun dari jaringan epitel paling luar dan

ikat di sebelah dalamnya.
2. Lapisan kedua adalah lapisan muscularis tersusun dari 3 lapisa jaringan otot polos

yaitu memanjang (longitudinal), melingkar (sirkular), dan miring (oblique).
3. Lapisan ketiga adalah lapisan submukosa tersusun dari jaringan ikat, dan
4. Lapisan keempat paling dalam adalah lapisan mukosa tersusun dari jaringan

epitel silindris sederhana tidak bersilia.
Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar berikut!

Gambar 6 Anatomi lambung
Sumber :www.tes.com/lessons/T5Iwb7ImAbwegQ/hbs-tissues-1-2

Organ satu bergabung dengan organ lain membentuk sistem organ. Sistem organ yang
ada pada tubuah manusia antara lain sistem integumen, sistem otot, sistem rangka,
sistem cardiovascular, sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem urinaria, sistem saraf,
sistemendokrinsistemreproduksi, dan sistem imunitas.

41

KLIK AKU

https://youtu.be/1hXmGCU6w6Y

42

RANGKUMAN

1. Jaringan meristem dapat dibedakan berdasarkan posisinya pada tubuh tumbuhan
dan berdasarkan asal-usulnya. Berdasarkan posisinya pada tubuh tumbuhan ada 3
jenis jaringan yaitu Meristem apikal, Meristem interkalar, Meristem lateral.
Berdasarkan asal-usulnya terdiri atas jaringan Promeristem, Meristem primer,
Meristem sekunder.

2. Jaringan dewasa adalah jaringan yang sudah mengalami diferensiasi menjadi bentuk
lain sesuai dengan fungsinya. Jaringan dewasa memiliki ciriciri a. sebagai berikut. b.
Tidak melakukan aktivitas perbanyakan diri. c. Sel-selnya berukuran relatif besar
dibandingkan dengan sel-sel meristem. d. Sel-selnya telah mengalami penebalan
dinding sesuai dengan fungsinya. e. Sel-selnya memiliki vakuola yang besar, sehingga
mengandung sedikit sitoplasma. f. Terdapat ruang antarsel. g. Kadang-kadang, sel-
selnya telah mengalami kematian.

3. Jaringan parenkim disebut jaringan dasar karena terdapat pada hampir seluruh
bagian tubuh tumbuhan. Contohnya, parenkim palisade yang terdapat di daun dan
parenkim penimbun yang terdapat di akar.

4. Jaringan pengangkut adalah jaringan yang berfungsi untuk mengangkut air dan
garam mineral, serta hasil fotosintesis. Jaringan pengangkut terdiri atas xilem dan
floem

5. Jaringan epitelium (epitel) adalah jaringan yang melapisi permukaan luar tubuh
atau membatasi permukaan suatu rongga tubuh. Jaringan epitelium yang melapisi
permukaan luar tubuh disebut epidermis, sedangkan jaringan epitelium yang
membatasi permukaan suatu rongga tubuh disebut mesotelium. Jaringan epitelium
memiliki fungsi sebagai berikut, Pengangkutan zat-zat antarjaringan atau rongga
yang dipisahkan, Absorpsi, Pelindung, Sekresi, Ekskresi, membuang sisa-sisa
metabolisme air, karbon dioksida, dan garam-garam tertentu, Eksteroreseptor,
menerima rangsangan dari lingkungan.

6. Berdasarkan bentuknya, jaringan epitelium dibedakan menjadi lima macam, yaitu
epitelium pipih, kubus, silindris, transisional, dan kelenjar.

7. Jaringan ikat adalah jaringan yang berfungsi untuk mengikat atau menyokong
jaringan lain.
43

8. Jaringan otot merupakan alat gerak aktif. Jaringan otot terdiri atas sel-sel otot atau
serat-serat otot yang tersusun dalam berkas-berkas.

9. Jaringan saraf adalah jaringan yang berfungsi untuk menghantarkan impuls
(rangsangan). Jaringan saraf menghantarkan impuls dari alat-alat indra ke pusat
saraf (otak dan sumsum tulang belakang), serta menghantarkan impuls dari pusat
saraf ke organ lainnya.

44

EVALUASI

Pilihlah jawaban di bawah ini dengan benar!
1. Perhatikan gambar penampang melintang akar tumbuhan dikotil!

Jaringan X dan fungsinya secara berurutan adalah ....
A. epidermis, melindungi sel
B. korteks, tempat cadangan makanan
C. endodermis, mengatur transpor air
D. tudung akar, menembus tanah
E. perisekel, pengangkut
2. Perhatikan gambar sayatan melintang batang dikotil berikut!

Bagian X berfungsi untuk ....

A. pertumbuhan seknder
B. melindungi bagian dalam tubuh
C. tempat menyimpan cadangan makanan
D. pengangkutan air dan zat hara dari akar ke seluruh tubuh
E. pengangkutan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh

3. Suatu jaringan tumbuhan mempunyai ciri sel mengalami penebalan sekunder dengan
lignin, pada saat dewasa selnya mati, sering ditemukan dalam jaringan pembuluh. Jaringan
tersebut dan fungsinya adalah ....
A. xylem, transportasi
B. floem, transportasi
C. kolenkim penyokong
D. sklerenkim, penyokong
E. parenkim, jaringan pengisi

4. Perhatikan gambar jaringan tumbuhan berikut :

Pernyataan yang tepat berkaitan dengan struktur dan fungsi jaringan tersebut adalah ....
A. Gambar A merupakan jaringan epidermis berperan sebagai pelindung jaringan di bawah

daun
B. Gambar B merupakan jaringan sklerenkim yang berfungsisebagai penyokong pada

batang muda yang sedang tumbuh
C. Gambar C merupakan kolenkim yang berperan sebagai penyokong pada pelepah daun
D. Gambar D merupakan jaringan parenkim sebagai tempat penyimpanan cadangan

makanan
E. Gambar E merupakan jaringn floem pada batang untuk mengangkut hasil fotosintesis

5. Perhatikan struktur batang tumbuhan monokotil berikut ini !

Keterkaitan antara struktur jaringan dengan fungsi batang yang benar adalah ....
A. 1 merupakan epidermis yang mendukung fungsi batang untuk menyokong daun
B. 2 merupakan epidermis yang mendukung fungsi batang sebagai jalur transportasi

hasil fotosintesis
C. 3 merupakan jaringan parenkim yang mendukung fungsi batang tertentu untuk

penyimpanan cadangan makanan
D. 4 merupakan xylem yang mendukung fungsi batang sebagai jalur transportasi air dan

garam mineral
E. 5 merupakan kolenkim yang mendukung fungsi batang dalam mengangkut garam

mineral dan hasil fotosintesis

6. Perhatikan gambar jaringan epitel pada hewan berikut!

Fungsi dari jaringan tersebut adalah ....
A. menghantarkan rangsangan
B. mengangkut sari makanan
C. penguat dan penyokong
D. tempat absorpsi atau sekresi zar
E. memberi bentuk tubuh

7. Hubungan yang tepat antara gambar, struktur, dan fungsi jaringan darah pada manusia
adalah ....

Pilihan Gambar Struktur Fungsi
A Bentuk bikonkaf, tidak berinti Pertahanan tubuh

B Bentuk tidak beraturan, inti besar Pengangkut CO2

C Bentuk tidak beraturan, inti besar Pengangkut O2

D Bentuk tidak beraturan, inti bercabang 2 Mengedarkan sari makanan

E Bentuk tidak beaturan, inti bercabang 3 Kekebalan tubuh

8. Manakah dari tabel berikut ini yang menunjukkan hubungan yang sesuai antara jaringan,

ciri-ciri dan fungsinya?

Option Jaringan Ciri-ciri Fungsi

A Berbentuk silinder Melakukan gerak

panjang, bercabang, inti sadar

sel satu di tengah

B Berbentuk silinder Melakukan gerak

panjang, inti banyak di sadar

tepi

C Berbentuk kubus Perlindungan dan

selapis, terletak di sekresi

kapiler

D Berbentuk pipih selapis, Sekresi hormon

terletak di ovarium dan enzim

E Berbentuk silindris Perlindungan dan

selapis, terletak di absorpsi

kelenjar ludah

9. Perhatikan gambar aringan hewan berikut :

Pernyataan yang tidak tepat berkaitan dengan struktur dan fungsi jaringan tersebut
adalah ....
A. Gambar 1 merupakan jaringan epitel silindris sederhana terdapat pada usus
B. Gambar 2 merupakan jaringan otot yang berfungsi sebagai alat gerak
C. Gambar C merupakan rawan yang berperan sebagai penyokong pada persendian
D. Gambar D merupakan jaringan saraf yang berperan merasakan perubahan yang terjadi di

luar dan di dalam tubuh
E. Gambar E merupakan jaringn darah yang berperan untuk tranpor dan pemebntukan

kekebalan tubuh

10. Perhatikan struktur anatomi usus berikut ini !

Keterkaitan antara struktur jaringan dengan fungsi organ usus yang benar adalah ....


Click to View FlipBook Version