The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by ANNISA NUR HIDAYAH // 06, 2023-02-10 04:17:21

KERAJAAN KUTAI MARTADIPURA

pdf_20230210_143923_0000

Keywords: Kerajaan kutai

Kudungga menjadi Raja Kerajaan Kutai Martadipura merupakan kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Kerajaan ini diperkirakan muncul pada abad ke-4 masehi. Kerajaan Kutai Martadipura terletak di Muara Kaman, Kalimantan Timur, tepatnya di hulu Sungai Mahakam. Rizky Giannina C./30 Nama kerajaan ini diambil dari nama tempat ditemukannya prasasti yang menggambarkan Kerajaan Kutai. Para ahli memberikan nama Kutai karena tidak ada prasasti yang jelas menyebutkan nama Kerajaan ini. Prasasti yang berbentuk Yupa atau tiang batu yang berjumlah tujuh buah menjadi sumber berita keberadaan Kerajaan Kutai Martadipura. Prasasti tersebut juga menyatakan bahwa raja pertama Kerajaan Kutai Martadipura bernama kudungga yang mempunyai seorang putra bernama Aswawarman.


Sejarah Kerajaan Kutai dimulai dari tibanya pengaruh kebudayaan India, terutama kebudayaan Hindu terhadap Nusantara. Walaupun Kerajaan Kutai tidak terletak dalam jalur perdagangan internasional, tetapi hubungan perdagangannya dengan India sudah berkembang sejak awal. Salah satu pengaruh masuknya kebudayaan Hindu menyebabkan Kutai yang semula merupakan berbentuk suku berubah sistem pemerintahannya. Kepala pemerintah yang semula seorang kepala suku berubah menjadi Raja. Kedudukan Kudungga pada awalnya merupakan seorang kepala suku. Dengan masuknya Hindu dan pengaruhnya, ia kemudian mengubah struktur pemerintahan kelompok masyarakatnya menjadi kerajaan, dan menjadikan dirinya sebagai raja. Rizky Giannina C./30


Namun pendapat lain mengatakan bahwa Kudungga tidak dianggap sebagai pendiri keluarga kerajaan, melainkan anak/menantunya yaitu Maharaja Aswawarman, karena pada masa pemerintahannya sudah masuk pengaruh agama Hindu dan Maharaja Aswawarman menjadi pemeluk Hindu hingga keturunan berikutberikutnya. Banyak yang memperkirakan Raja Kudungga merupakan penduduk Indonesia asli yang masih belum memeluk Agama Hindu. Pemikiran ini muncul karena nama Kudungga mirip dengan nama Bugis Kadungga. Dan setelah diangkat dan resmi menjadi raja, Kudungga mendapatkan gelar Maharaja Kudungga Anumerta Dewawarman. Ketika menjadi raja, Kudungga masih tetap mempertahankan ciriciri keindonesiannya. Sedangkan pengertian anggota dinasti pada masa itu terbatas pada keluarga kerajaan yang telah menyerap budaya India dalam kehidupan sehari-harinya. Penyerapan budaya India baru terlihat pada masa Aswawarman. Nama Aswawarman menunjukkan telah masuknya pengaruh Hindu dalam Kerajaan Kutai. Sebab, kata warman pada nama diyakini menjadi salah satu ciri bahwa seseorang adalah penganut Hindu secara penuh. Itulah kenapa Kudungga tidak dianggap sebagai wangsakarta di Kerajaan Kutai. Rizky Giannina C./30


Click to View FlipBook Version