The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by BAHAN AJAR DIGITAL IPA SMP, 2021-07-17 00:43:47

IPA Kelas 9 BAB 8-dikonversi

IPA Kelas 9 BAB 8-dikonversi

Sumber : pixabay.com

PETA KONSEP

MATERI DAN DAMPAKNYA BAGI KESEHATAN MANUSIA

Semua yang ada di sekitar kita Jika salah satu lembar kertas itu
merupakan materi. Materi disobek dari buku dan
adalah segala sesuatu yang dihancurkan menjadi serpihan-
memiliki massa dan menempati serpihan kecil menggunakan
ruang, misalnya buku. Sebuah gunting, kamu masih dapat
buku tersusun dari lembaran- melihat serpihan-serpihan itu,
lembaran kertas. bukan? Namun, dapatkah serpihan
itu dihancurkan menjadi bagian
yang lebih kecil lagi? Seperti
apakah bentuk bagian terkecil dari
kertas itu?

PARTIKEL PENYUSUN MATERI

• Partikel penyusun materi dapat berupa atom, molekul, atau ion.

1. ATOM

Atom terdiri atas inti atom yang bermuatan positif yang dikelilingi oleh
elektron-elektron yang bermuatan negatif.

Atom merupakan partikel terkecil dari unsur yang masih mempunyai
sifat yang sama dengan unsur tersebut.

a. Atom menurut Democritus
Atom dapat diartikan tidak terpotong, tidak dapat dibagi, atau tidak dapat dibelah.

b. Teori atom Dalton c. Teori atom Thomson
(model atom roti kismis)

d. Teori atom Rutherford e. Teori atom Niels Bohr

Keterangan: 2) Nomor massa

1) Nomor atom Nomor massa merupakan jumlah proton dan
neutron di dalam inti atom.
Nomor atom menunjukkan jumlah proton suatu
atom. Proton dan neutron sebagai partikel penyusun
inti atom dinamakan juga nukleon.
Misalnya atom oksigen mempunyai nomor atom
8, artinya bahwa atom oksigen mempunyai Nomor massa dari atom yang sejenis dapat
jumlah proton sebanyak 8. Jumlah proton dalam berbeda. Hal tersebut dikarenakan jumlah
suatu atom selalu tetap sehingga nomor atom neutronnya berbeda.
dalam suatu atom juga selalu tetap.

MOLEKUL

Molekul adalah gabungan dari dua atau lebih atom, baik antara atom-atom
yang sejenis maupun antara atom-atom yang berbeda jenis.

Berdasarkan jenis atom-atom
pembentuknya, molekul dibedakan

menjadi dua, yaitu
Molekul Unsur

Molekul Senyawa

ION

• Atom dapat melepaskan elektron dan dapat pula menangkap elektron, artinya

jumlah elektron dari suatu atom dapat berubah.

• Perubahan jumlah elektron dari suatu atom menyebabkan atom tersebut
bermuatan positif atau negatif.

• Atom yang bermuatan disebut dengan ion.
Ion terbagi menjadi dua jenis, yaitu

Anion Kation

Anion disebut juga ion bermuatan Kation disebut juga ion bermuatan
negatif. positif.
Atom dapat bermuatan negatif karena Atom dapat bermuatan positif karena
atom tersebut menangkap elektron atom tersebut melepaskan elektron
sehingga jumlah elektronnya sehingga jumlah elektronnya
bertambah. berkurang.



Materi dalam Kehidupan Sehari-hari beserta
Dampaknya bagi Kesehatan

1. OKSIGEN

• Gas oksigen bersifat mudah terbakar.
• Suatu materi dapat terbakar apabila terdapat sejumlah oksigen yang cukup.
• Selain itu, oksigen juga bersifat dapat larut dalam air.
• Kehidupan ekosistem dalam perairan dipengaruhi oleh kandungan oksigen

yang terlarut dalam air atau dissolved oxygen (DO).
• Hewan-hewan air dapat bertahan hidup apabila jumlah DO tidak kurang dari 5

ppm.

2. NITROGEN

• Atom nitrogen merupakan komponen penyusun DNA (asam
deoksiribonukleat) dari makhluk hidup.

• Komponen penyusun udara terbesar adalah gas nitrogen (N2), yaitu sekitar
78%.

• Nitrogen diperlukan tubuh untuk sintesis protein dan asam amino yang
memengaruhi pertumbuhan, hormon, fungsi otak, dan sistem kekebalan
tubuh. Kebutuhan nitrogen manusia dipenuhi dengan mengonsumsi bahan
organik yang berasal dari tanaman atau hewan.

• Gas nitrogen berguna dalam industri pembuatan amonia, yang merupakan
bahan baku dari pupuk.

• Selain itu, gas nitrogen juga digunakan sebagai pengisi ban dan pada
pembuatan es krim.

3. Karbon Dioksida (CO2)

• Atom karbon dan atom oksigen dapat berikatan membentuk molekul senyawa
karbon dioksida.

• Senyawa karbon dioksida banyak dimanfaatkan sebagai pemadam api
kebakaran.

• Sifat dari senyawa ini adalah tidak berwarna dan tidak berbau, serta jika dihirup
oleh manusia dalam dosis yang tinggi, dapat menyebabkan asidosis, yang
ditandai dengan mual dan sakit kepala.

• Senyawa karbon dioksida biasanya dihasilkan dari proses pernapasan dan
reaksi pembakaran senyawa karbon.

4. Mineral

Berdasarkan kebutuhannya di dalam tubuh, mineral dapat dibedakan menjadi
dua jenis, yaitu mineral makro dan mineral mikro.

Mineral makro

• mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang cukup besar,
contohnya natrium, kalium, kalsium, magnesium, fosforus, dan klorin.

Mineral mikro

• jenis mineral yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah sedikit, contohnya
besi, zink, tembaga, iodin, dan fluorin.

5. Produk Rumah Tangga

Bahan pembersih (sabun dan detergen)

• Sabun dan detergen bekerja dengan cara menurunkan tegangan permukaan
sehingga air mudah membasahi permukaan benda, kemudian menarik
kotoran pada benda tersebut.

Bahan pemutih

• Pemutih untuk menghilangkan noda atau kotoran yang membandel pada
pakaian.

Bahan pewangi

• Zat ini biasanya digunakan sebagai pengharum ruangan, pengharum badan,
ataupun pengharum pakaian.

6. Pembasmi Hama (Pestisida)
Pestisida adalah bahan atau zat kimia yang digunakan untuk membunuh
hama, baik yang berupa tumbuhan, serangga, maupun hewan lain di
lingkungan kita.
Berdasarkan jenis hama yang akan diberantas, pestisida digolongkan
menjadi berikut.

Insektisida Herbisida Nematisida

Fungisida Rodentisida

Bahan kimia dalam pestisida

Berdasarkan bahan kimia yang terkandung, pestisida digolongkan menjadi berikut.

1. Golongan organoklor, yaitu senyawa organik yang mengandung klorin dan
umumnya bersifat racun. Contohnya adalah DDT (dikloro difenil trikloroetana),
aldrin, dieldrin, endosulfan, dikofol, folpet, lindan, dan klordan.

2. Golongan organofosfat, yaitu senyawa organik yang mengandung gugus
fosfat. Senyawa ini lebih bersifat racun, tetapi lebih mudah terdegradasi dan
lebih cepat hilang keaktifannya. Contohnya adalah malation, diazinon, fention,
metil paration, dan etil paration.

3. Golongan karbamat, yaitu senyawa organik yang merupakan turunan asam
ditiokarbomin yang disebut dengan ditiokarbamat. Contohnya adalah karbaril,
karbotorum, propoksur, dan BPMC.

7. Material Bangunan

Berikut beberapa material bangunan yang berbahaya beserta penyakit
yang ditimbulkan.

a. Kayu merupakan bahan material alami sehingga lebih ramah
lingkungan. Seringkali orang memperindah warna kayu dengan
menggunakan pelitur. Penggunaan pelitur dapat menimbulkan
alergi kulit, mata pedih, dan gangguan selaput lendir.

b. Pipa PVC, lem PVC, cat PVC, lantai vinil, dan karpet plastik yang
dibuat dari PVC (polivinilklorida) memiliki sifat ringan, kuat, dan
reaktivitas rendah sehingga cocok untuk berbagai keperluan.
Bahan-bahan tersebut dapat memicu kanker, serta penyakit hati
dan ginjal. Pembakaran bahan-bahan tersebut menimbulkan uap
asam klorida yang dapat mematikan tanaman.

c. Cat sintetis (cat besi/kayu), thinner, dan cat epoksi yang
mengandung etil alkohol dapat memicu gangguan saraf, darah,
pernapasan, mata, selaput lendir, dan eksim pada kulit.

c. Asbes (plafon dan atap) dapat berpengaruh buruk bagi
kesehatan kita. Asbes tersusun dari serat yang sangat kecil dan
halus sehingga tidak terlihat oleh mata dan memiliki sifat sangat
ringan. Asbes yang dihirup dapat menyebabkan kanker setelah
20–30 tahun kemudian. Penyakit yang ditimbulkan adalah
gangguan paru-paru asbestosis dan kanker.


Click to View FlipBook Version