The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ahmad Qomaruddin-Modul Ajar Bahasa Inggris Berdiferensiasi Fase E Fix

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by AHMAD QOMARUDDIN, 2023-07-06 05:12:36

Ahmad Qomaruddin-Modul Ajar Bahasa Inggris Berdiferensiasi Fase E Fix

Ahmad Qomaruddin-Modul Ajar Bahasa Inggris Berdiferensiasi Fase E Fix

MODUL AJAR BAHASA INGGRIS BERDIFERENSIASI FASE E/KELAS X CREATED AHMAD QOMARUDDIN, S. Pd PKBM JENGGALA Jl. Mangunsarkoro No. 53 Panggang Jepara


Modul Ajar Bahasa Inggris Berdiferensiasi Fase E Kelas X (Narrative Text) Meeting 1 Berdasarkan tes gaya belajar siswa maka diperoleh hasil sebagai berikut : Gaya belajar Jumlah Siswa Auditory 12 Visual 15 Kinestetik 9 Total 36 Cat : Dari 36 Jumlah siswa Kelas X-1 yang telah mengisi angket Gaya Belajar melaui link https://akupintar.id/tesgaya-belajar/-/vak/instruksi-pengerjaan Guru mengatur pembelajarannya sebagai berikut : Untuk siswa dengan Gaya Belajar Visual Menyediakan bahan ajar berupa materi berbentuk tulisan dan gambar serta LKPD yang berisi materi untuk pelajaran hari ini. Bahan ajar diberikan dalam bentuk link. Untuk siswa dengan Gaya Belajar Auditory : Menayangkan atau memberikan link Youtube berisi penjelasan dan suara berkait dengan materi yang dipelajari pada hari ini Untuk siswa dengan gaya belajar Kinestetic Menyediakan sudut belajar berupa hasill cetak materi yang bisa disentuh dan di pelajari siswa berkait dengan materi hari ini 1


2 RPP BERDIFFERENSIASI (MODUL AJAR) Satuan Pendidikan : PKBM Jenggala Nama Penyusun : Ahmad Qomaruddin Jenjang Program : Paket C Fase/Kelas : fase E/Kelas X Jumlah SKK : 2 SKK Model Pembelajaran : Ceramah, diskusi dan tanya jawab Alokasi Waktu : Pertemuan Pertama - 2 SKK (90 Menit) Sumber Belajar : Buku Pegangan siswa, Internet, Media Massa Elektronik yang relevan Artikel dalam webiste yang relevan, Video youtube yang relevan Dimensi P3 : Beriman, Bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa dan Berakhlakmulia, Berkebhinekaan global, Mandiri, Gotong royong, Bernalar Kritis, Kreatif A. Capaian Pembelajaran Peserta didik menggunakan teks narasi (narrative text) dalam bentuk lisan, tulisan dan visual dalam bahasa Inggris untuk berkomunikasi sesuai dengan situasi, tujuan, dan pemirsa/pembacanya. Peserta didik menggunakan bahasa Inggris untuk menyampaikan keinginan/perasaan dan berdiskusi mengenai teks narasi (narrative text) yang dekat dengan keseharian mereka atau isu yang hangat sesuai usia peserta didik. Mereka membaca teks narasi (narrative text) untuk mempelajari sesuatu/mendapatkan informasi. Keterampilan inferensi tersirat ketika memahami informasi, dalam bahasa Inggris mulai berkembang. Peserta didik memproduksi teks narasi (narrative text) dalam bentuk tulisan dan visual yang lebih beragam, dengan kesadaran terhadap tujuan dan target pembaca. B. Indikator Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu mengenali karakteristik (generic structure) dan unsur kebahasaan (language features) teks narasi (narrative text). C. Tujuan Pembelajaran Melalui Metode pembelajaran berbasis masalah, peserta didik mampu: 1. Mengenali karakteristik teks narasi (narrative text) 2. Mengenali language features teks narasi (narrative text) D. Lingkup Materi Teks Narasi (Narrative Text) E. Pemahaman Bermakna teks narasi (narrative text) ditemukan dalam buku-buku cerita, fabel, dan sebagainya. Teks ini mengajak pembaca memahami suatu alur cerita yang disajikan oleh penulis.


3 F. Pertanyaan Pemantik - Do you have breakfast before going to school? - Why we shouldnt skip breakfast? - Do you take hand sanitizer to school? - What are the importances of hand sanitizer? G. Media dan Bahan Pembelajaran a. Media Pembelajaran ▪ Presentasi powerpoint, video youtube ▪ Media penunjang seperti Google Form, Whatsapp Group, quizziz ▪ LKPD dalam bentukGoogle Form ▪ Artikel, gambar, video yang relevan. b. Bahan/Alat Pembelajaran • Internet • Laptop • Alat Tulis H. Langkah -Langkah Pembelajaran Tahapan Pembelajaran Kegiatan Waktu Kegiatan Pendahuluan Orientasi 1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepadaTuhan YME dan berdoa untuk memulaipembelajaran. 2. Memeriksa kehadiran peserta didiksebagai sikap disiplin. 3. Menyiapkan dan memeriksa fisik dan psikis


4 peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Apersepsi dan motivasi 1. Menyajikan media pembelajaran kepada siswa berupa presentasi powerpoint mengenai teks narasi (narrative text) 2. Memberikan inspirasi siswa bahwa teks narasi (narrative text) banyak ditemukan dalam bukubuku ilmiah, artikel, jurnal, majalah, pidato akademis, dan lain sebagainya. 3. Memberikan pemahaman pada siswa teks ini mengajak pembaca memahami suatu isu yang diangkat oleh penulis. 4. Mengaitkan materi/tema pembelajaran sebelumnya dengan pembelajaran saat ini. 5. Menyampaikan tujuan pembelajaran. Kegiatan Inti Fase 1 1. Melontarkan masalah-masalah yang harus dipecahkan dalam diskusi terbuka, yaitu: ➢ Mengenali karakteristik (generic structures) teks narasi (Narrative Text) ➢ Mengenali ciri kebahasaan language features teks narasi (Narrative Text) 2. Mendorong Peserta didik memecahkan masalah melalui proses discovery dari beberapa sumber belajar yang ada. 3. Membentuk kelompok yang terdiri atas 4 siswa dalam 1 kelompok untuk menyelesaikan masalah dan membuat infografis hasil diskusi mengenai karakteristik (generic structures) dan ciri kebahasaan (language features) teks narasi (Narrative Text). Orientasi peserta didik pada masalah Fase 2 Mengorganisa sikan peserta didik untuk belajar 1. Guru menyampaikan pengantar materi tentang teks narasi (Narrative Text) melalui presentasi (untuk gaya belajar visual) dan membagikan link materi untuk dipelajari https://www.ruangguru.com/blog/strukturdari-narrative-text 2. Selain itu bagi siswa yang auditory, guru juga menyediakan link youtube https://www.youtube.com/watch?v=GRQm4x6GtAo berisi mengenai materi teks narasi (Narrative Text)


5 3. Guru juga menyediakan sudut belajar dengan menempatkan hasil cetak/print out narrative text untuk bisa dipelajari oleh type gaya belajar Kinestetic. print out narrative text 4. Guru membagikan LKPD berupa Google Form untuk bisa dikerjakan siswa,


6 Fase 3 Membimbing penyelidikan individu maupun Kelompok 1. Guru memantau keterlibatan peserta didik dalam pengumpulan data/bahan selama proses penyelidikan. 2. Guru membimbing peserta didik dalam penelusuran dan pemanfaan sumber- sumber informasi untuk pemecahan masalah menggunakan metode pembelajaran bahasa Inggris sederhana Fase 4 Mengembangkan dan menyajikan hasil karya 1. Guru membimbing proses diskusi, menanggapi hasil,selanjutnya peserta didik memberikan kesimpulan. 2. Guru memantau keaktifan peserta didik selama pengerjaan infografis memantau realisasi perkembangan dan membimbing jika mengalami kesulitan 3. Guru melakukan tanya-jawab kepada pesertadidik untuk mengatasi kendala yang ada.


7 Fase 5 Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah Guru memantau diskusi dan membimbing pembuatan karya sehingga karya setiap kelompok siap untuk dipresentasikan. 1. Membimbing siswa dalam penyajian hasil karya berupa infografis 2. Mendorong saling tanya-jawab terkait materi dan refleksi pembelajaran. 3. Mendorong peserta didik untuk ikut menilai dan mengapresiasi hasil karya kelompok lain. Penutup Penutup 1. Memberikan penghargaan dan penguatan untuk peserta didik atas kinerja dan kerjasama yangbaik. 2. Memberikan kesimpulan dan refleksi secara umum pembelajaran hari ini. 3. Memberikan penguatan materi dengan memutar video penguatan materi. 4. Melakukan penutupan dengan salam penutup, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk menutup pembelajaran. I. Refleksi Peserta Didik dan Guru 1. Apakah ada kendala pada kegiatan pembelajaran? 2. Apakah semua siswa aktif dalam kegiatan pembelajaran? 3. Apa saja kesulitan siswa yang dapat diidentifikasi pada kegiatan pembelajaran? 4. Apakah siswa yang memiliki kesulitan ketika berkegiatan dapat teratasi dengan baik? 5. Apa level pencapaian rata-rata siswa dalam kegiatan pembelajaran ini? 6. Apakah seluruh siswa dapat dianggap tuntas dalam pelaksanaan pembelajaran? 7. Apa strategi agar seluruh siswa dapat menuntaskan kompetensi? J. Assesment 1. Formatif a. Penilaian Observasi b. Penilaiaan produk 2. Sumatif a. Tes Tertulis(pengetahuan) K. Lampiran Soal Evaluasi dan Rubik


8 LKPD Narrative Text Nama : Kelas : Pilih gaya belajar yang sesuai dengan karakter kamu 1. Kinestetik 2. Auditori 3. Visual A. Narrative Text (Visual) Apakah kamu pernah membaca kalimat atau tulisan yang berisi sebuah cerita dari suatu kejadian?. Kamu lalu merasa tertarik untuk membaca, dan memahami cerita yang terdapat dalam tulisan tersebut. Nah, dalam bahasa Inggris, kalimat itu termasuk sebagai narrative text. Terus, secara umum tentang apa itu pengertian dari narrative text dan bagaimana penggunaannya, langsung aja kita bahas disini ya! What is narrative text? Apa itu narrative text? Jadi, secara sederhananya, narrative text adalah sebuah teks yang menceritakan rangkaian suatu peristiwa secara berurutan dan saling terhubung satu sama lain. Jenis teks ini memiliki sifat imajinatif atau cerita khayalan yang bertujuan untuk menghibur pembacanya. Umumnya narrative text menyajikan sebuah cerita dengan masalah yang dapat memicu konflik untuk menarik minat pembaca. Kemudian, di bagian akhir penulis akan menutupnya dengan akhir cerita yang bahagia atau menyedihkan. Struktur Narrative Text Text “Narrative text memiliki struktur yang membangun sebuah cerita dalam narrative text. Secara umum, struktur narrative text ini terdiri dari tiga bagian, yaitu orientasi, komplikasi, dan resolusi. Berikut struktur narrative text beserta penjelasannya: 1. Orientasi Orientasi merupakan bagian pengenalan dalam narrative text. Bagian ini memuat latar waktu, latar tempat, dan deskripsi tokoh yang diceritakan dalam tulisan. 2. Komplikasi Komplikasi merupakan struktur kedua dalam narrative text yang memuat konflik, masalah atau krisis dalam cerita tersebut. Penulis biasanya menjabarkan satu masalah atau lebih, masalah yang dijabarkan pun bisa berupa konflik mayor ataupun konflik minor. 3. Resolusi Resolusi merupakan bagian akhir dari sebuah narrative text yang memuat pemecahan masalah dari konflik yang terjadi di bagian komplikasi. Resolusi ini menjadi bagian dari cerita dan bisa mengisahkan akhir yang bahagia atau menyedihkan. Ciri-ciri Narrative Text Setelah memahami struktur narrative text, perlu juga diketahui ciri-cirinya. Ciri-ciri narrative text ini merupakan pembeda narrative text dengan jenis text bahasa Inggris lainnya.


9 Berikut ini beberapa ciri dari narrative text: • Umumnya menggunakan kata ganti seperti I, we, she, dan he karena hanya fokus pada satu tokoh dan biasanya individual. • Narrative text umumnya disusun dengan kalimat Past Tense, seperti Simple Past Tense, Past Continuous, dan lainnya. • Beberapa narrative text biasanya menggunakan dialog untuk meningkatkan imajinasi pembaca Contoh Narrative Text Sangkuriang and Dayang Sumbi Once upon a time, a happy family lived in a kingdom in Priangan Land. They were a father in the form of a dog, his name was Tumang, a mother who was called Dayang Sumbi, and a child who was called Sangkuriang. One day, Dayang Sumbi asked her son to hunt with his lovely dog, Tumang. After hunting all day, Sangkuriang became desperate and worried because he hunted no deer. Then he thought of shooting his dog. After that, he took the dog’s liver and carried it home. Soon, Dayang Sumbi found out that it was not deer lever but Tumang’s dog. So, She was furious and hit Sangkuriang’s head. In that incident, Sangkuriang got wounded, and a scar was cast away from their home. Years passed, and Sangkuriang traveled to many places and finally arrived at a village. He met a beautiful woman and fell in love with her. When they were discussing their wedding plans, the woman looked at the wound on Sangkuriang’s head. It matched her son’s wound, who had left several years earlier. Soon she realized that she had fallen in love with her son. She couldn’t marry him, but how to say it? Then, she found the way. She needed a lake and a boat to celebrate their wedding day. Sangkuriang had to make them one night before sunrise. He built a lake. With dawn just a moment away, the boat was almost complete. Dayang Sumbi had to stop it. Then, she lit up the eastern horizon with flashes of light. It made the cock crowded for a new day. Sangkuriang failed to marry her. He was outraged and then kicked the boat. It felt over and became the mountain of Tangkuban Perahu Bandung. Analisis Kaidah Kebahasaan 1. Simple past tense Contoh: A happy family lived in a kingdom in Priangan Land (Terdapat lived yang merupakan verb 2 dari live.) Sangkuriang became desperate and worried because he hunted no deer. (Became adalah verb 2 tipe irregular verb yang kata dasarnya adalah become. Kemudian ada regular verb yaitu worried yang merupakan verb 2 dari worry, lalu hunted adalah verb 2 dari hunt.)


10 2. Action verb Contohnya adalah took, carried yang terdapat pada paragraf pertama. 3. Saying and thinking verb Untuk saying verb seperti asked, lalu untuk thinking verb contohnya adalah though. Kedua contoh ini masih terletak di paragraf pertama. 4. Conjunction of time Contohnya adalah after (paragraf 1) dan before (paragraf 4) 5. Adjective Happy family (paragraf 1), beautiful woman (paragraf 3) 6. Noun Priangan Land, Dayang Sumbi, Sangkuriang, Tumang, Tangkuban Perahu Bandung. EXERCISE Perhatikan 2 (dua) teks berikut, tentukan generic structure dari teks tersebut! Teks 1 Bawang Merah Bawang Putih Once upon a time, in a small village in Indonesia, there lived two sisters named Bawang Merah and Bawang Putih. Bawang Merah was known for her wickedness and jealousy, while Bawang Putih was known for her kindness and beauty. Their mother had passed away when they were young, and their father had remarried a cruel and wicked stepmother who favored Bawang Merah and treated Bawang Putih poorly. One day, the stepmother asked Bawang Putih to go to the river and wash some clothes. Bawang Putih obediently did as she was told and went to the river. While she was washing the clothes, a magic fish appeared and asked her why she was crying. Bawang Putih told the fish about her troubles and how her stepmother treated her badly. The magic fish gave her a magical flower and told her to keep it safe. Bawang Putih returned home and showed the flower to her sister, Bawang Merah. However, Bawang Merah became jealous and stole the flower, hoping to use it for her own benefit. The next day, Bawang Merah went to the river to wash some clothes, and the magic fish appeared to her. But instead of asking why she was crying, the fish scolded her for her wickedness and told her that she would be punished for her actions. The magic flower that Bawang Merah had stolen from her sister turned into a stone, and she was unable to remove it from her hand. She became known as “Bawang Merah Berbatu” or “Onion with a Stone,” while Bawang Putih’s kindness and beauty earned her the nickname “Bawang Putih Bersih” or “Clean Garlic.” In the end, Bawang Putih married a kind and wealthy prince, while Bawang Merah was left alone to suffer the consequences of her actions. The story teaches the importance of kindness, honesty, and compassion, and the consequences of greed and jealousy. Source: https://www.english-academy.id/blog/narrative-text-adalah


11 Teks 2 Malin Kundang Once upon a time, there was a poor fisherman named Malin Kundang who lived in a small village on the coast of West Sumatra, Indonesia. Despite his humble origins, Malin Kundang had dreams of wealth and success, and he left his village to seek his fortune in the big city. Years passed, and Malin Kundang became incredibly rich through his hard work and business acumen. He married a beautiful woman and had a son, but he never returned to his village or acknowledged his past. One day, Malin Kundang’s ship was anchored near the coast of his hometown, and he saw an old woman waving at him from the shore. She was none other than his mother, who had been searching for him for many years. Malin Kundang was ashamed of his humble origins and refused to acknowledge her, instead ordering his crew to set sail and leave the shore. As the ship sailed away, a storm suddenly appeared, and the ship was battered by huge waves. Malin Kundang tried to save himself, but he slipped and fell onto the deck, where he was struck by lightning and turned into a stone statue. Source: https://www.english-academy.id/blog/narrative-text-adalah


12 Teks 1 No Observed Aspects Findings 1. Title 2. Generic structures 3. Language features Teks 2 No Observed Aspects Findings 1. Title 2. Generic structures 3. Language features B. Teks Eksposisi (Analytical Exposition) (Auditori) Perhatikan Video tersebut https://www.youtube.com/watch?v=GRQm4x6GtAo&t=612s https://www.youtube.com/watch?v=PXTEyw8kPVM


13 Teks 1 Teks 2 No Observed Aspects Findings 1. Title 2. Generic structures 3. Language features C. Narrative Text (Kinestetik) 1. Temukan 2 teks eksposisi (analytical exposition) di pojok belajar. 2. Bacalah, pahami dan diskusikan 2 (dua) teks tersebut dan isilah tabel berikut Teks 1 No Observed Aspects Findings 1. Title 2. Generic structures 3. Language features Teks 2 No Observed Aspects Findings 1. Title 2. Generic structures 3. Language features LKPD Dalam Bentuk Google Form Bisa di akses di https://tinyurl.com/contoh-LKPD-berdiferensiasi No Observed Aspects Findings 1. Title 2. Generic structures 3. Language features


14 Daftar Pustaka https://www.ruangguru.com/blog/struktur-dari-narrative-text https://www.youtube.com/watch?v=GRQm4x6GtAo https://www.english-academy.id/blog/narrative-text-adalah https://www.youtube.com/watch?v=GRQm4x6GtAo&t=612s https://www.youtube.com/watch?v=PXTEyw8kPVM Mengetahui Pengelola PKBM Jenggala Pendidik Bahasa Inggris Niti Sumito, SE, MM Ahmad Qomaruddin, S. Pd


Click to View FlipBook Version