Foreign Case Study 2018
Sekolah Tinggi Pariwasata Ambarrukmo Yogyakarta
Kuliner Khas Thailand Sebagai Daya Tarik Wisata
Di Hatyai Thailand
Rosalia Novella Nastiti
151816
Sekolah Tinggi Pariwasata Ambarrukmo Yogyakarta
Abstract: Thailand is a develop country in Asia. The Capital of Thailand is Bangkok. Thailand is
Royal.One of the famous is culinary. Many interesting culinary that exist in thailand. Many tourists who
come directly to Thailand to taste typical thailand culinary. Even Culinary can be the only tourist
attraction.Taste which is famously unique to attract tourists to visit Thailand.
Keywords : Thailand; Thailand Culinary; Culinary; Visit Thailand.
1. Pendahuluan
Kegiatan Foreign Case Study adalah kegiatan studi wisata yang diadakan oleh
Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Ambarukmo Yogyakarta guna mengajak mahasiswa dan
mahasiswinya untuk mengetahui potensi pariwisata yang ada diluar Indonesia. Disini penulis
juga mengikuti program Foreign Case Study ini karena penulis juga menuntut ilmu di
jurusan Strata 1 Hospitality dan juga bagian dari Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata
Ambarukmo Yogyakarta. Kegiatan Foreign Case Study ini dilaksanakan selama 7 hari mulai
tanggal 7 Maret 2017 sampai dengan tanggal 13 Maret 2017 dengan didampingi oleh Dosen
Pembimbing yaitu Bapak Amin Kiswantoro, M .Par. Sebelum berangakat mahasiswa dan
mahasiswi Stipram sudah diarahkan dan diberi rowndown perjalanan selama Foreign Case
Study [1]. Hal ini untuk mengantisipasi mahasiswa dan mahasiswi Stipram yang mengikuti
kegiatan Foreign Case Study agar mengetahui apa saja yang harusdibawa, yang akan dibawa
dan yang tidak boleh dibawa pada saat kegiatan berlangsung. Kegiatan Foreign Case Study
ini berlangsung selama 7 hari dan Negara yang akan dikunjungi yaitu: Singapura, Malaysia,
dan Thailand. Mengapa penulis dan teman – teman yang mengikuti kegiatan Foreign Case
Study harus mengikuti kegiatan ini? Jawabannya adalah untuk memenuhi syarat Strata 1
Sebagai standar kualifikasi menjadi sarjana pariwisata. Didalam kegiatan Foreign Case
Study ini penulis tertarik untuk mengamati dan mempelajari semua kebudayaan dan
destinasi[3] wisata yang ada di Malaysia, Singapura, dan Thailand, namun penulis sangat
tertarik untuk mengamati kuliner yang ada di Hatyai Thailand. Thailand adalah negara
berkembang. Negara Thailand adalah negara berbentuk Kerajaan. Sedangkan Hatyai
merupakan sebuah kota dan terletak di Thailand bagian selatan dekat perbatasan Malaysia.
Di Hatyai juga banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi yaitu:
1. Magic Eye 3D Museum.
2. Khlong Hae Floating Market.
3. Hat Yai Park.
4. Wat Hat Yai Nai.
5. Chang Puak Elephant Champ Hat Yai.
6. King Bumipol Temple.
7. Wat Tha Kian.
8. Clock Tower.
9. Princess Maha Chakri Sirindorn Natural History Meseum.
10. Hatyai Municipality Park.
11. Phra Phutthamongkol Maharat ( Patung Buddha Berdiri ).
12. Hatyai Wonderland.
13. Four Face Buddha ( Bucha ).
14. Siam Art Gallery.
15. The Pirates Park Hatyai.
16. Nat Klong Rien.
17. Chedi Thaimongkhon.
18. Hatyai Munipical Park.
19. King Hatyai Amulet.
Hatyai Tailand memiliki penduduk yang berjumlah 155.805 jiwa didaerah
kota dan 700.000 jiwa di daerah metropolitan yang terletak di Provinsi Songkhla. Untuk
Ekonomi di negara Thailand sektor yang banyak menyumbang ekonomi Thailand adalah
Sektor Pariwisata. Intensitas wisatawan naik pada tahun 2002 ( 10,9 juta ) sebesar 7,3 % dari
tahun sebelumnya (10,1 juta ). Cuaca di Thailand adalah tropis dan bercirikan mosun.
Sebagain besar penduduk Thailand beragama Buddha dan minoritas penduduk beragama
Islam, Kristen dan Hindu. Penduduk di Thailand didominasi oleh etnis Thai dan etnis Lao
yang berjumlah ¾ dari seluruh penduduk. Selain itu terdapat juga komunitas besar etnis
Tionghoa, etnis lainnya yaitu enis Melayu, Mon, Khmer dan Suku orang bukit. Bahasa yang
digunakan adalah Bahasa Thai namun meskipun begitu Bahasa Inggris juga di tekankan di
sekolah – sekolah di Thailand. Thailand juga mempunyai olahraga yang menjadi olahraga
nasional yaitu Muay Thai sejenis seni bela diri kickboxing. Untuk kuliner di Thailand rasa
khas nya adalah manis, pedas, asam, dan asin. Selain itu Thailand juga banyak kuliner khas
yaitu :
1. Tom Yum Goong.
2. Gang Som Pak Ruam.
3. Pad Thai.
4. Gaeng Daeng.
5. Geng Kheaw Wan Gai.
6. Gang Keow Wan.
7. Panang Gai.
8. Som Tam.
9. Gang Massaman.
10. Gai Pad Pongali.
11. Gang Jued.
12. Jim Jum.
13. Kao Na Phet.
14. Kai Jiew Moo Saap.
15. Kai Med Ma Muang.
Banyak sekali makanan khas Thailand yang dapat kita cicipi. Maka dari itu penulis sangat
tertarik untuk membahas kuliner di Thailand.
2. Pembahasan
Kata “Pariwisata” berasal dari bahasa sansekerta, yang terdiri atas dua kata, yaitu “pari”
dan “wisata”. “Pari” yang memiliki arti banyak, berkal-kali dan “Wisata” berarti perjalanan,
bepergian. Atas dasar itu, pariwisata siartikan sebagai perjalanan yang dilakukan berkali-kali,
dari suatu tempat ke tempat yang lainnya, yang dalam bahasa inggris disebut dengan Tour [2,3].
Pariwisata merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan perjalanan
yang dilakukan secara sukarela dan bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik
wisata, serta usaha-usaha yang terkait di bidang tersebut (UU Republik Indonesia No. 9 Tahun
1990 Tentang Kepariwisataan) [4].
Margenroth dalam Yoeti (1997:117) menjelaskan bahwa pariwisata adalah lintas orang-
orang yang meninggalka tempat tinggalnya untuk sementara waktu, untuk berpesiar ke tempat
lain, semata-mata sebagai konsumen dari buah hasil perekonomian dan kebudayaan guna
memenuhi kebutuhan hidup dan kebudayaan atau keinginan yang beranekaragam dari
pribadinya [5].
Pengertian pariwisata menurut Pendit (1994:35) Pariwisata adalah kegiatan orang-orang
sementara dalam jangka waktu pendek, ke tempat-tempat tujuan di luar tempat tinggalnya dan
temoat bekerjanya, serta diluar kegiatan mereka, dan selama di tempat tujuan mempunyai
berbagai maksud, termasuk kunjungan wisata [6].
Berdasarkan definisi Pariwisata yang telah dijelaskan diatas, dapat disimpulkan bahwa
pariwisata adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk sementara waktu, yang
diselenggarakan dari satu tempat ke tempat lainnya, dengan maksud bukan untuk berusaha
(Business) atau mencari nafkah di tempat yang dikunjungi, tetapi semata-mata hanya untuk
menikmati perjalanan tersebut [7].
Destinasi wisata adalah sebuah susunan sistematis dari tiga elemen. Seorang dengan
kebutuhan wisata adalah inti/pangkal (keistimewaan apa saja atau karekteristik suatu tempat
yang akan mereka kunjungi) dan sedikitnya satu penanda (inti informasi) [8]. Seseorang
melakukan perjalanan wisata dipengaruhi oleh faktor-faktor yang menjadi daya tarik yang
membuat seseorang rela melakukan perjalanan yang jauh dan menghabiskan dana cukup besar.
Suatu daerah harus memiliki potensi daya tarik yang besar agar para wisatawan mau
menjadikan tempat tersebut sebagai destinasi wisata [9,10].
A. Regulation
Sebelum peserta kegiatan Foreign Case Study berlangsung ada banyak hal yang harus
diperhatikan, mulai dari dokumen – dokumen yang harus dibawa sebelum penerbangan,
kita juga harus mempelajari dan mengetahui apa saja peraturan – peraturan apa saja yang
ada di negara yang akan peserta Foreign Case Study kunjungi tersebut karena setiap
negara mempunyai peraturan dan kode etik yang berbeda – beda, hal yang harus
diperhatikan yaitu :
1. Paspor
Setiap berpergian keluar negeri paspor adalah hal paling penting yang harus dibawa
dan pantang untuk hilang. Karena paspor adalah dokumen resmi yang dikeluarkan
oleh pejabat yang berwenang dari suatu negara yang memuat identitas pemegangnya
dan berlaku untuk melakukan perjalanan antar negara.
2. Visa
Visa adalah tanda bukti boleh berkunjung yang diberikan pada penduduk suatu
negara jika memasuki wilayah negara lain yang mempersyaratkan adanya izin
masuk.
3. Tiket
Tiket adalah suatu dokumen perjalanan yang dikeluarkan oleh suatu perusahaan
yang berisi rute, tanggal, harga,data penumpang yang digunakan untuk melakukan
suatu perjalanan.
B. Behavior
Behavior adalah sikap / tingkah laku kita sehari-hari. Kadang-kadang,sikap ini dibentuk
oleh latar belakang keluarga,pendidikan,media yang kita konsumsi. Namun,behavior
juga merupakan ekspresi dari karakter seseorang. Karena peserta termasuk penulis
adalah wisatawan dari Yogyakarta mungkin peserta merasa kaget dengan behavior yang
ada di Singapura, Malaysia dan Thailand. Di Singapura orang -orangnya sangat cuek,
disiplin sekali, bersih, cepat, tertib dan sangat individual sekali. Di Malaysia menurut
penulis adalah negara yang paling ditakuti selama kegiatan Foreign Case Study
berlangsung. Berbeda dengan behavior yang ada di Malaysia, cara pandang mereka
terhadap siapapun termasuk wisatawan sangat berbeda, mata mereka melihat dengan
tatapan yang sangat tajam dan masih banyak orang yang suka buang sampah
sembarangan. Di Thailand penulis sangat merasa nyaman di Thailand karena orang –
orangnya ramah dan murah senyum.
C. Lifestyle
Lifestyle adalah bagian dari kebutuhan sekunder manusia yang bisa berubah bergantung
zaman atau keinginan seseorang untuk mengubah gaya hidupnya.
1. Gaya hidup yang ada di Singapura penulis melihat banyak dari mereka suka
melakukan segala hal secara individual, mereka sangat cuek dan nilai sosialisasinya
juga tergolong rendah, gaya hidup orang Singapura tidak bisa jauh dengan Ponsel,
mereka bahkan jalan di pinggir jalan pun sambil bermain ponsel, berbelanja barang
mahal mungkin sudah menjadi hal yang wajar bagi mereka, mereka juga lebih suka
jalan kaki apabila akan kesuatu tempat yang tidak terlalu jauh, cara berpakaian
mereka juga berbeda sedikit lebih terbuka untuk penduduk wanitanya, mengantri
dengan tertib sudah jadi kebudayaan orang Singapura.
2. Di Malaysia penulis melihat tidak jauh berbeda dengan gaya hidup yang ada di
Indonesia. Yang berbeda hanyalah pejalan kaki di Malaysia lebih banyak dari pada
di Indonesia.
3. Di Thailand dari segi gaya hidup mereka mempunyai gaya hidup yang paling bebas
dari ketiga negara ini. Mereka suka berinteraksi dengan wisatawan, ramah, dan
pintar berjualan.
D. Culture
Culture atau budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama
oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Tentu budaya
yang ada di Singapura, Malaysia, dan Thailand sangatlah berbeda.
1. Di Singapura :
a. Budaya Jalan Kaki, budaya ini sudah menjadi hal yang wajar bagai penduduk
singapura, kalau akan berpergian keluar rumah.
b. Taman Merlion, siapa yang tidak mengenal ikon Destinasi Wisata Singapura ini ?
ini juga termasuk budaya yang ada di Singapura. Kalau belum ke Taman Merlion
atau yang orang Indonesia lebih mengenal Patung Singa, rasanya belum
berkunjung ke Singapura.
c. Chili Crab, makanan khas Singapura namun tidak terlalu pedas seperti
kelihatannya.
2. Di Malaysia :
Malaysia lebih mengedepankan kebudayaan di sektor seni seperti tarian dan
kerajinan seperti Batik, Songket, Keris dan masih banyak lagi.
3. Di Thailand :
1. Seni Arsitektur kebuyaan di Thailand sangat terlihat kental disini, di Thailand ada
banyak candi untuk masyarakat melakukan doa dan ritual sembahyang karena
95% masyarakat Thailand beragama Buddhis.
2. Dari segi Agama, Thailand juga sangat menjunjung tinggi keagungan Agama
mereka dan selalu ada banyak upacara – upacara keagamaan di Thailand
3. Thailand mempunyai banyak cita rasa kuliner khas Thailand yang banyak
memanjakan lidah wisatawan. Makanan khas Thailand antara lain :
Tom Yum Goong, Gang Som Pak Ruam, Pad Thai, Gaeng Daeng, Geng Kheaw
Wan Gai, Gang Keow Wan, Panang Gai, Som Tam, Gang Massaman, Gai Pad
Pongali, Gang Jued, Jim Jum dan masih banyak lagi.
4. Kebiasaan
Senyum merupakan simbol penting dalam budaya Thailand.
5. Pemakaman
Menangis tidak disarankan saat pemakaman.
6. Liburan
Liburan penting dalam budaya Thailand termasuk Tahun Baru Thailand, atau
Songkran, yang secara resmi dirayakan dari 13-15 April setiap tahun.
7. Pakaian Adat Thailand
Pakaian adat Thailan disebut kaftan atau tunika, pakaian beradat di negeri Thai
seperti pakaian Panong.Pakaian panong ini ialah sehelai kain yang dililit di
bahagian bawah badan dan dimasukkandi celah kaki seperti kain dhoti di India.
Pakaian ini dipakai oleh orang lelaki dan perempuandi Thailand
8. Perempuan Leher Panjang di Thailand
Cantik menurut sebagian masyarakat Thailand. Hal ini menjadi sangat menarik
dan menjadi sangat fenomenal, Sebagian orang mendukung program wisata
tersebut dengan alasan mempertahankan kebudayaan di Thailand di mata
wisatawan dunia. Namun, kelompok lainnya menolak keras karena menganggap
hal tersebut merupakan salah satu bentuk eksploitasi perempuan dan anak-anak.
E. Kuliner Di Hatyai, Thailand
Pada saat penulis berkunjung ke Hatyai, Thailand banyak sekali kuliner yang ada di
Hatyai, Thailand. Pertama kali penulis sampai ke Thailand, penulis dan teman – teman
langsung diajak sarapan oleh pembimbing ,menu khas yang sediakan yaitu:
1. Roti cane. Roti ini terbuat dari tepung terigu, telur ayam,minyak goreng,air
hangat,susu bubuk, gula halus , garam, margarin, biasanya roti cane ini enak di
santap dengan susu kental manis atau kuah kare sesuai dengan selera masing –
masing,
2. Setelah roti cane esok harinya pada siang hari penulis makan di tempat penjualan
oleh – oleh, menurut penulis ini adalah makanan yang tak asing, namun memiliki
rasa yang khas dan bentuknya pun juga berbeda dari biasanya yang penulis makan
sebelumnya yaitu mie ayam. Mie ayam di Hatyai, Thailand, mienya berbentuk
seperti kuetiaw namun lebih lebar, ayamnya bukan disuir melainkan disajikan 2
sayap besar lalu di beri kuah. Rasa mie ayamnya enak sekali, gurih sekali, terasa
bawangnya aroma kuahnya sangat menggoda dan yang membedakan lagi adalah
sambal dan kecapnya. Sambalnya menggunakan sambal bawang matang namun
pedasnya luar biasa dan menggunakan kecap asin. Apabila dicampurkan menjadi
satu rasanya menjadi luar biasa enak.
3. Untuk makanan yang ketiga saya mencoba Tom Yum, yaitu makanan khas
Thailand yang paling terkenal. Makanan ini adalah soup khas Thailand yang berisi
ikan, udang, ayam dan makanan laut yang dicampur menjadi satu dan di tambah
dengan jamur. Kuahnya terbuat dari cabai merah, bawang merah, terasi dan kemiri.
Setelah saya mencoba rasanya sangat enak, kuahnya segar dengan aroma seafood
yang melekat, gurih dan tidak terlalu pedas.
4. Makanan yang saya coba terakhir ini adalah Pad Thai. Pad Thai adalah kuetiaw
goreng yang biasa di jajakan di kaki lima. Rasanya tidak jauh seperti kuetiaw –
kuetiaw pada umumnya, namun tetap memanjakan lidah.
F. Sejarah Kuliner Thailand.
Masakan Thai atau masakan Thailand mencakup makanan dan minuman serta cara
memasak khas Thailand. Ciri khas masakan Thai adalah rasa pedas dan penuh bumbu,
namun dipadu dengan keseimbangan rasa manis, asin, masam, dan pedas. Walaupun
semuanya disebut masakan Thai, di Thailand terdapat empat jenis masakan daerah yang
berasal dari empat daerah utama: Thailand Utara, Thailand Timur Laut (masakan Isan),
Thailand Tengah, dan Thailand Selatan. Masing-masing masakan daerah mendapat
pengaruh dari masakan Cina dan masakan negara-negara tetangga. Tidak seperti kari
khas Thailand yang menggunakan rempah-rempah segar, kari Thailand Selatan memakai
rempah-rempah kering yang digoreng seperti kari India. Ciri khas lain masakan Thailand
Selatan adalah pemakaian santan dan kunyit segar. Mayoritas penduduk Thailand
Selatan beragama Islam. Nenek moyang mereka datang dari anak benua India lebih dari
dua ribu tahun lampau sehingga masakan Thailand Selatan mirip dengan masakan India.
Masakan Thailand Timur Laut (Isan) sering memakai perasan limau, dan sangat
dipengaruhi oleh masakan Laos. Sebagian besar makanan Thai yang dikenal sekarang
merupakan adaptasi dari masakan Cina yang diperkenalkan di Thailand oleh orang Tio
Ciu yang merupakan mayoritas orang Cina-Thai. Masakan yang mulanya berasal dari
Cina, misalnya jok, kwetiau rad na, khao kha moo (moo pa-loh), bamii (bahasa Thai mi
kuah), dan khao mun gai Bumbu dan rempah-rempah dipakai dalam keadaan segar
(bukan rempah-rempah kering). Di antara bumbu-bumbu yang umum dalam masakan
Thai adalah cabai rawit, cabai merah, santan, kecap ikan (nam pla), jahe, bawang putih,
bawang merah, daun ketumbar, serai, terasi (kapi), gula jawa, dan asam jawa.
G. Daya Tarik Wisata Kuliner Di Hatyai, Thailand
Daya tarik wisata kuliner di Hatyai, Thailand sangatlah mengundang selera. Dari
makanan yang rasanya gurih sampai makanan yang rasanya pedas sangat banyak
diminati oleh wisatawan asing,yang paling mengundang banyak wisatawan untuk
berkunjung langsung ke Hatyai, Thailand yaitu karena wisatawan ingin mencoba kuliner
street food saat floating market. Kuliner street food di Hatyai, Thailand sudah terkenal
oleh masyarakat luas karena banyak yang menyebarluaskan kuliner street food di Hatyai,
Thailand melalui media sosial Instagram.
H. Akses Menuju Tempat Wisata Kuliner
Akses untuk menuju tempat wisata kuliner sangat mudah karena penulis dan teman –
teman di antar menggunakan mobil travel yang sudah dipersiapkan oleh pihak kampus
jadi penulis dan teman – teman sampai ketempat tujuan dengan aman dan cepat.
Fasilitas Yang Ada di Tempat Wisata Kuliner
1. Toilet
2. Tempat makan.
3. Penutup
A. Simpulan
Hatyai, Thailand memiliki banyak potensi wisata yang sudah cukup khalayak ramai ketahui
bahkan sampai luar negeri. Hatyai, Thailand sudah sangat baik dalam mengembangkan
kekayaan wisatanya dan banyak wisatawan yang tertarik untuk mengunjungi tempat wisata
yang ada diHatyai, Thailand. Salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Hatyai, Thailand yaitu
kulinernya yang tak lain juga sebagai daya tarik wisatawan. Kuliner di Hatyai sendiri juga
memiliki keunikan tersendiri yaitu dengan cita rasa yang unik dan layak untuk di coba oleh
wisatawan. Hal tersebut merupakan pengembangan wisata yang ada disektor kuliner. Akses
menuju tempat wisata kulinernya juga sangat mudah dan satu lagi yang membuat wisatawan
nyaman untuk berwisata di Hatyai, Thailand orang – orangnya ramah dan juga murah
senyum karena senyum sudah menjadi kebudayaan penduduk Thailand. Penulis yakin
apabila ada wisatawan yang sudah berkunjung ke Hatyai, Thailand mereka pasti akan
kembali lagi suatu saat sana dan bagi yang belum pernah berkunjung dan akan berkunjung
ke Hatyai penulis yakin pengunjung tersebut akan puas dengan wisatanya ke Hatyai,
Thailand.
B. Saran
1. Saat kita berpergian keluar negeri bagaimanapun juga kita adalah wisatawan jadi kita
harus berhati – hati jika membawa barang berharga. Lebih baik barang berharga di
simpan di tempat yang aman.
2. Saat akan pulang ke Indonesia sebaiknya memperhatikan kapasitas barang yang akan di
bawa ke Indonesia, biasanya banyak wisatawan yang sangat banyak membawa oleh –
oleh tanpa memperhatikan batas berat koper yang sudah di tentukan oleh pihak bandara.
Jika uang yang di persiapkan sudah cukup membayar kelebihan berat barang tidaklah
masalah namun bagi yang belum mempersiapkan maka akan menjadi masalah.
3. Sebagai wisatawan kita wajib menjaga kebersihan di negara orang karena apabila kita
tidak menjaga kebersihan maka akan berdampak buruk bagi kita dan negara kita sendiri.
4. Sebagai wisatawan kita juga harus megikuti aturan yang sudah ditentukan oleh negara
tempat kita berkunjung.
References
[1] Data Foreign Case Study, Tanggal 7 Maret 2017 sampai 13 Maret 2017.
[2] Suryadana., & Octavia, Vanny. 2015. Pengantar Pemasaran Pariwisata.Bandung: Alfabeta.
[3] Haruna, K., Akmar Ismail, M., Suhendroyono, S., Damiasih, D., Pierewan, A. C., Chiroma, H.,
& Herawan, T. (2017). Context-Aware Recommender System: A Review of Recent
[4] Developmental Process and Future Research Direction. Applied Sciences, 7(12), 1211.
Isdarmanto, I. (2016). The advantage collaboration program of Tourism Education based on
[5] Entrepreneurship in Culinary Products both Thailand and Indonesian countries. International
[6] Journal of Tourism and Hospitality Study, 1(1).
[7] Suwantoro, Gamal. (2009). Dasar-dasar Pariwisata. Yogyakarta: Andi.
Henny, Ni Luh. (2014). Manajemen Pemasaran Pariwisata.Yogyakarta: Graha Ilmu.
[8] Wisnumurti, A. (2013). THE PRIVILEDGES OF YOGYAKARTA SPECIAL REGION AND
THE DEVELOPMENT OF THE LOCAL TOURISM POTENTIALS. Jurnal Kepariwisataan,
[9] 7(2), 75-85.
Isdarmanto, I. (2015). Structuring Malioboro Yogyakarta Environmentally Friendly Refers To
[10] The Tourism Behavior. Jurnal Kepariwisataan, 9(2), 89-97.
Wibisono, H. K. (2013). PARIWISATA DALAM PERSPEKTIF ILMU FILSAFAT
(Sumbangannya bagi Pengembangan Ilmu Pariwisata di Indonesia) (Doctoral dissertation,
Universitas Gadjah Mada).
Prabasmara, P. G., Subroto, Y. W., & Roychansyah, M. S. (2011). The Concept of Livability As
a Base In Optimizing Public Space Case Study: Solo City Walk-Jalan Slamet Riyadi, Solo.
Lampiran