The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

TIMUN MAS
Nama; Amanda Rizky Wulan Sari
Kelas: X AKL 1
Absen; 03

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by amanda rizky wulan sari, 2021-11-24 01:34:56

TIMUN MAS

TIMUN MAS
Nama; Amanda Rizky Wulan Sari
Kelas: X AKL 1
Absen; 03

1

Alkisah di sebuah desa di daerah Jawa Tengah, hidup seorang
janda paruh baya yang bernama Mbok Srini. Sejak ditinggal oleh
suaminya beberapa tahun, ia hidup sebatang kara, ia pun juga tak
memiliki anak
Karena kesepian, ia sangat mengharapkan kehadiran seorang
anak, namun sayangnya harapan itu pupus karena suaminya telah
meninggal dunia
Pada suatu malam, harapan itu datang lewat mimpinya. Dalam
mimpinya, Mbok Srini didatangi sesosok raksasa yang
menyuruhnya pergi mengambil sebuah bungkusan di bawah
pohon besar di hutan tempat biasanya ia mencari kayu bakar.

2

Saat terbangun di pagi hari, Mbok Srini hampir tidak percaya
dengan mimpinya semalam.
“Mungkinkah keajaiban akan benar-benar terjadi padaku?” Ia
pun bertanya dalam hati dengan ragu.
Namun, Mbok Srini berusaha menghilangkan keraguan hatinya.
Dengan penuh harapan, ia bergegas menuju ke hutan yang
ditunjuk oleh raksasa itu. Setibanya di hutan, ia mencari
bungkusan yang berada di bawah pohon besar.
Namun ia justru sangat terkejut saat menemukan bungkusan
yang dikiranya berisi seorang bayi, tetapi isinya hanyalah
sebutir biji timun. Hatinya pun kembali bertanya-tanya.

3

“Apa maksud raksasa itu memberikanku sebutir biji timun?” ucap
Mbok Srini dengan bingung.
Di tengah kebingungannya, tanpa disadari ada sesosok raksasa
berdiri di belakangnya sambil tertawa terbahak-bahak.
“Ha… ha… ha…!” demikian suara tawa raksasa itu.
Mbok Srini pun terkejut sambil membalikkan badannya. Betapa
terkejutnya ia karena raksasa itulah yang hadir dalam mimpinya.
Ia pun menjadi ketakutan.
"Ampun, Tuan Raksasa! Jangan memakanku! Aku masih ingin
hidup,” Mbok Srini memohon dengan muka pucat.
“Jangan takut, hai perempuan tua! Aku tidak akan memakanmu.
Bukankah kamu menginginkan seorang anak?” tanya raksasa itu

4

“Be… benar, Tuan Raksasa!” jawab Mbok Srini dengan gugup.
“Kalau begitu, segera tanam biji timun itu! Nanti kamu akan
mendapatkan seorang anak perempuan. Tapi, ingat! Kamu harus
menyerahkan anak itu kepadaku saat ia sudah dewasa. Karena
anak itu akan kujadikan santapanku,” ujar raksasa itu.
Karena begitu besar keinginannya untuk memiliki anak, tanpa
sadar Mbok Srini menjawab, “Baiklah, Raksasa! Aku bersedia
menyerahkan anak itu kepadamu.”Setelah Mbok Srini selesai
memberikan kesediaannya, raksasa itu pun menghilang.
Kemudian ia segera menanam biji timun itu di ladangnya.

5

Dua bulan kemudian, tanaman itu pun mulai berbuah. Namun
anehnya, tanaman timun itu hanya berbuah satu. Ketika buah timun
sudah masak, Mbok Srini memetiknya timun yang berat dengan
susah payah ke gubuknya. Betapa terkejutnya ia ketika membelah
buah timun itu. Ia melihat seorang bayi perempuan yang sangat
cantik. Saat akan menggendongnya, bayi itu tiba-tiba menangis.
“Ngoa… ngoa… ngoa… !!!” demikian suara bayi itu.Alangkah
bahagianya hati Mbok Srini mendengar suara tangisan bayi yang
sudah lama dirindukannya itu. Ia pun memberi nama bayi itu Timun
Mas.
“Cup… cup… cup..!!! Jangan menangis anakku sayang… Timun
Mas!” hibur Mbok Srini. Hari, bulan, dan tahun pun berganti Timun
Mas menjadi gadis jelita.

6

7

Hingga suatu hari dimana Mbok Srini dan Timun Mas hendak pergi
mencari kayu, tiba-tiba bumi bergoncang hebat menandakan
kedatangan si raksasa itu. Mbok Srini sangat takut dan bersembunyi
di dalam rumah bersama Timun Mas yang dimana ia disuruh
bersembunyi dibawah kolong tempat tidurnya.
"Hai, Mbok Srini, keluarlah! aku datang untuk menagih janji." kata
raksasa itu, dengan tubuh gemetar Mbok Srini keluar dan menemui
raksasa itu "Aku tahu, kedatanganmu kemari untuk mengambbil
timun mas. Berilah aku waktu 2 tahun lagi. Kalau aku berikan Timun
Mas sekarang tentu kurang lezat utuk disantap." ucap Mok Srini
" Benar juga,baiklah dua tahun lagi aku akan datang." kata raksasa

8

Dua tahun kemudian, Timun Emas sudah menjadi gadis yang
dewasa. Tetapi Mbok Srini cemas jika teringat janjinya kepada si
raksasa.
Pada suatu malam, ketika Mbok Srini sedang tertidur ia
mendenger suara gaib dari mimpinya "Hai, Mbok Srini, kalau kau
ingin anakmu selamat mintalah bantuan kepada seorang pertapa
di bukit gandul."
Esok harinya, Mbok Srini pergi ke bukit itu dan menemui
seorang pertapa. Pertapa itu memberikan sebuah bungkusan
kecil yang berisi biji timun,jarum,garam,dan terasi.
Sesampainya dirumah Mbok Srini memberikan bungkusan itu
kepada Timun Mas.Dua hari kemudian raksasa itu datang dan
meminta Mbok Srini untuk menyerahkan Timun Mas "Hohoho..
mana Timun Mas!Cepat serahkan kepadaku!" kata raksasa.

9

Tetapi raksasa tiba-tiba melihat seorang gadis yang berlari
keluar dari rumah Mbok Srini yang tak lain adalah Timun Mas
yang mencoba untuk melarikan diri dengan membawa
bungkusan kecil yang diberikan ibunya itu.
Tak lama kemudian raksasa itu dengan cepat menyusul Timun
Mas dengan langkah besarnya.
Setelah berlari jauh, Timun Mas mulai kelelahan, sementara
raksasa itu semakin mendekat. Akhirnya, ia pun mengeluarkan
bungkusan pemberian pertapa itu. Pertama-tama Timun Mas
menebar biji timun yang diberikan oleh ibunya. Sungguh ajaib,
hutan di sekelilingnya tiba-tiba berubah menjadi ladang timun.

10

11

Dalam sekejap, batang timun tersebut menjalar dan melilit
seluruh tubuh raksasa itu. Namun, raksasa itu mampu
melepaskan diri dan kembali mengejar Timun Mas.Timun Mas
pun segera melemparkan bungkusan yang berisi jarum. Dalam
sekejap, jarum-jarum tersebut berubah menjadi rerumbunan
pohon bambu yang tinggi dan runcing. Namun, raksasa itu
mampu melewatinya dan terus mengejar Timun Mas, walaupun
kakinya berdarah-darah karena tertusuk bambu tersebut.Melihat
usahanya belum berhasil, Timun Mas membuka bungkusan
ketiga yang berisi garam lalu menebarkannya. Seketika itu pula,
hutan yang telah dilewatinya tiba-tiba berubah menjadi lautan
luas dan dalam, namun raksasa itu tetap berhasil melaluinya
dengan mudah.

12

13

Timun Emas pun mulai cemas, karena senjatanya hanya tersisa
satu. Jika senjata tersebut tidak berhasil melumpuhkan raksasa
itu, maka tamatlah riwayatnya.Dengan penuh keyakinan, ia pun
melemparkan bungkusan terakhir yang berisi terasi. Seketika itu
pula, tempat jatuhnya terasi itu tiba-tiba menjelma menjadi
lautan lumpur yang mendidih.
Alhasil raksasa itu terkalahkan karena tercebur ke dalam lautan
lumpur dan tewas seketika. Maka selamatlah Timun Emas dari
kejaran dan santapan raksasa itu.
Dengan sekuat tenaga, Timun Mas berjalan menuju ke
gubuknya untuk menemui ibunya. Melihat anaknya selamat,
Mbok Srini pun langsung berucap syukur kepada Tuhan Yang
Mahakuasa. Sejak itu, Mbok Srini dan Timun Mas hidup
berbahagia.

14


Click to View FlipBook Version