d. MERAWAT MIKROSKUP
- Disimpan di tempat yang sejuk, kering,
bebas debu, dan bebas dari uap asam.
Tempat penyesuaian yang sesuai ialah
kotak mikroskop yang dilengkapi dengan
silica gel
- Bagian mikroskop non optik, terbuat dari
logam atau plastik, dapat dibersihkan dengan menggunakan kain fanel.
- Lensa-lensa mikroskop (okuler, objektif, dan kondensor) dibersihkan dengan
menggunakan tisu lensa yang diberi alkohol 70%. Hindari membersihkan lensa
dengan menggunakan sapu tangan atau lap kain
- Sisa minyak imersi pada lensa objektif dapat dibersihkan dengan xilol atau alkohol.
Pada penggunaan xilol harus hati-hati, jangan sampai cairan xilol menempel pada
bagian mikroskop non optik karena akan merusak cat.
e. MERAWAT OVEN LISTRIK
1) Selalu pastikan steker oven udah dicabut dan oven
udah dingin sebelum akan dibersihkan. Buka pintu
oven dan anggota didalam dibersihkan dengan lap
lembut didalam air panas atau detergen.
2) Jangan gunakan zat korosif untuk membersihkan oven. Jangan mengelap elemen
pemanas. Bagian luar mampu dibersihkan dengan lap basah.
3) Untuk menjauhkan hal-hal yang tidak diinginkan, tidak diperbolehkan gunakan
alat gelas untuk dimasukkan kedalam oven.
4) Jagalah supaya selamanya tersedia jarak sedikitnya 1 pada anggota atas dan
anggota elemen pemanas. Jangan sekali-sekali gunakan oven didalam situasi
pintu terbuka.
5) Hindari seringnya mengakses pintu oven kala sedang digunakan, perihal ini
mengundang panas didalam oven berkurang.
51
6) Selalu gunakan gegep untuk menyita peralatan dari didalam oven. Hentikan
pemanfaatan oven andaikata keluar asap terhadap kabel listrik. Segera cabut
steker dari stopkontak.
f. MERAWAT HOTPLATE
1) Bersihkan hotplate dari debu dan bekas
pemanasan sampel baik pada bagian hotplate
maupun pada lempeng pemanas.
2) Usahakan hotplate dihidupkan setiap hari, agar
mesin berfungsi dengan normal.
g. MERAWAT AUTOCLAVE
1) Pastikan alat yang akan disterilkan bebas dari debu,
kotoran, darah, dan jaringan organik.
2) Setelah semua peralatan dibersihkan, masukkan ke
dalam autoclave Namun ingat, jangan membebani
baki sterilisasi. Jika baki kelebihan beban, proses
sterilisasi dan pengeringan peralatan jadi tidak
memadai.
3) Periksa pintu paking secara teratur untuk memastikannya aman dari keretakan
atau robekan yang berlebihan. Jika Anda mendengar suara berderit sedikit pun
saat menggunakan pintu paking, segeralah bawa autoclave ke bengkel untuk
diperbaiki.
4) Selalu gunakan air suling untuk memperlama masa simpannya, jangan gunakan
air dari keran.
52
D. UJI KEPAHAMAN MATERI
Coba uji kepahaman Anda pada materi BAB I dengan menjawab soal berikut dengan
benar.
1. Jelaskan mengapa peralatan di laboratorium perlu dilakukan perawatan secara berkala ?
Jawab : .................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
2. Ketika kita praktikum Analisis Kimia Dasar paling banyak menggunakan peralatan
gelas. Sebutkan kelebihan perlatan gelar dibanding perlatan lainnya.
Jawab : .................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
3. Sebutkan 4 hal yang menjasi sifat dasar peralatan yang dijadikan dasar dalam
penataan dan perawatan perlatan di laboratorium kimia.
Jawab : .................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
4. Jelaskan teknik merawat Desikator di laboratorium kimia
Jawab : .................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
5. Jelaskan teknik merawat termometer yang cairan di dalamnya terpisah
Jawab : .................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
6. Jelaskan minimal 3 sumber kerusakan alat yang berasal dari lingkungan
Jawab : .................................................................................................................................
..............................................................................................................................................
TETAP SEMANGAT BELAJAR
UNTUK MASA DEPAN YANG
LEBIH BAIK
53
PETUNJUK PRAKTIKUM
ANALISIS KIMIA DASAR
KELAS X
SEMESTER GENAP
KOMPETENSI KEAHLIAN
KIMIA INDUSTRI
54
PETUNJUK PENTING UNTUK BEKERJA DI LABORATORIUM
1. MEMBERSIHKAN ALAT- ALAT
a. Semua alat praktik sebelum dan sesuah praktikum harus selalu dalam keadaan bersih dari
bekas- bekas zat kimia.
b. Bekas zat kimia dibuang sesuai tempat yang disediakan, kecuali bahan yang sudah diencerkan
dan dinetralkan boleh dibuang di bak pencucian.
c. Kotoran yang melekat pada alat- alat, dicuci dengan pelarut yang sesuai (misalnya dengan
sabun, HCl, NaOH, Bikromat, bensin, alkohol, dll)
- Minyak dan lemak dicuci dengan sabun
- Endapan AgCl dicuci dengan NH4OH.
2. MENGAMBIL ZAT
a. Alat untuk mengambil zat padat bentuk kristal atau tepung gunakan sendok porselen atau
sendok tanduk.
b. Cairan diambil dengan pipet atau propipet, jangan dihisap menggunakan mulut.
c. Bersihkan alat- alat pengambil setiap ganti larutan.
d. Gunakan zat secukupnya, jangan berlebihan.
3. PEMANASAN
a. Pemanasan api kecil dapat menggunakan lampu spirtus atau bunsen.
b. Arahkan pemanasan dengan tabung reaksi ke tempat yang kosong.
c. Pemanasan dengan api besar bisa dengan kompor listrik, jangan ditinggal, tunggulah sampai
selesai pemanasan.
d. Gunakan kasa asbes sebagai alas untuk memanaskan gelas kimia atau erlenmeyer, atau
gunakan penangas air.
e. Matikan alat pemanas jika sudah selesai pemanasan.
f. Jangan bersendagurau ketika menggunakan api/ alat pemanas dan selama praktikum
berlangsung.
4. MENGHINDARI KECELAKAAN
a. Untuk menghindarkan kecelakaan kerja, diperlukan ketenangan, kebersihan dan konsentrasi
dalam bekerja.
b. Bahaya terutama berasal dari zat kimia yang reakstif, misalnya: H2SO4 pekat, HCl pekat, HNO3
pekat, HF, CH3COOH pekat, KOH, NaOH, H2O2 pekat, dan senyawa krom.
c. Bagian tubuh yang sering terkena bahaya diantaranya mata, kulit,dan organ pernafasan.
d. Jangan menuangkan cairan encer ke cairan pekat, tetapi sebaliknya, dan tuangkan melalui
dinding gelas sedikit demi sedikit.
e. Reaksi yang menggunakan bahan pekat atau yang menghasilkan gas berbahaya gunakan
almari asam.
5. PERINGATAN DALAM BEKERJA
a. Bekerjalah dengan rapi dan teratur. Zat yang tumpah jika tidak berbahaya keringkan dengan
lab, jika zatnya reaktif gunakan serbuk arang atau gergaji untuk menyerapnya, baru dibilas
dengan lab basah, kemudian dikeringkan.
b. Jangan membuang asam/basa kuat ke bak pembuangan sebelum diencerkan.
c. Dilarang makan dan minum sewaktu bekerja di laboratorium.
d. Bersihkan tangan dengan sabun setelah selesai praktikum.
e. Jika menemui kesulitan atau keraguan dalam bekerja tanyakan pada Guru.
f. Kenali bebera simbol bahaya bahan kimia, antara lain:
55
PRAKTIKUM KE 1
IDENTIFIKASI SIFAT BAHAN KIMIA
A. TUJUAN
Setelah melakukan proses identifikasi simbol bahaya dan informasi bahan kimia, siswa dapat:
1. Mengenal dan memahami simbol bahaya bahan kimia
2. Mengidentifikasi informasi yang terdapat dalam kemasan bahan kimia
3. Menerapkan K3LH berdasar informasi bahaya bahan kimia
B. ALAT DAN BAHAN
- 6 jenis bahan kimia
- Tabel R dan S dari produsen bahan kimia
C. LANGKAH KERJA
K3LH : Gunakan APD perhatikan MSDS bahan yang Anda gunakan, terapkan
5R (resik, Ringkas, Rapi, Rajin, Rawat)
1. Tempati tempat duduk bersama kelompokmu di tempat yang sudah disediakan bahan
kimia
2. Siapkan catatan dan identifikasi simbol dan informasi lain yang terdapat di dalam label
kemasannya
3. Catat semua informasi yang ada, jika diperlukan cari informasi dari berbagai sumber
4. Pindahlah ke tempat duduk lain secara rolling pada bahan kimia lainnya, sampai kalian
mengidentifikasi 6 bahan kimia yang disediakan
D. HASIL PENGAMATAN
No Nama Bahan Kimia Simbol Bahaya Informasi lain
1. Nama ... Gambarlah dan artikan Mr senyawa ................
Rumus Kimia Massa Jenis ...............
Wujud ...............
Kemurnian/Kadar ...............
Bahaya dan keselamatan (R dan
S)...................................
Titik Didih ................
Tgl Expired .................
Ba2han ke 2, dst
.
E. KESIMPULAN
Buatlah kesimpulan dari kegiatan kalian.
56
PRAKTIKUM KE- 2
(Menggunakan Bahan Kimia Sesuai SOP)
MEMBUAT LARUTAN BAKU PRIMER ASAM OKSALAT
A. Tujuan
- Siswa dapat menggunaan peralatan dasar laboratorium dengan benar
- Siswa dapat membuat larutan baku primer dengan prosedur yang benar
B. Dasar Teori
Larutan baku adalah larutan yang konsentrasinya sudah diketahui dengan pasti.
Larutan baku sering disebut juga dengan larutan standar. Ada 2 larutan baku yaitu baku primer
dan baku sekunder. Syarat suatu zat dapat digunakan sebagai baku primer diantaranya adalah :
Harus mudah didapat dan dalam keadaan murni, Tidak higroskopis, tidak teroksidasi, tidak
menyerap udara dan selama penyimpanan tidak boleh berubah (stabil), Mengandung kotoran
(zat lain) tidak melebihi 0,01%, Harus mempunyai berat ekivalen (Mr) yang tinggi, Mudah
larut dalam pelarut yang sesuai. Larutan baku sekunder sebelum digunakan sebagai reagen
harus dibakukan dulu dengan standar primer dengan proses titrasi.
C. Alat dan Bahan
Alat Keselamatan Kerja
- APD : Jaslab, Masker, Safety Gloves
- Sarana dan Prasarana di Laboratorium (Almari asam, APAR, Alat praktik membuat larutan)
Bahan
- Berbagai bahan kimia di laboratorium
Alat dan Bahan Pembuatan Larutan Baku Primer Asam Oksalat
Daftar Alat
Nama Alat Spesifikasi
Beker glass 100 mL/250 mL
Labu erlenmeyer 250 mL
Kaca arloji Standart
Spatula/ sendok Standart
Pengaduk kaca Standart
Pipet tetes Standart
Botol semprot Standart
Corong Kaca Standart
Labu Ukur/ Labu Takar 50 mL
Daftar Bahan Spesifikasi
Nama Bahan Pro Analyst
Asam Oksalat (H2C2O4. 2H2O) Teknis
Aquadest
D. Langkah Kerja
K3LH : Gunakan APD perhatikan MSDS bahan yang Anda gunakan, terapkan
5R (resik, Ringkas, Rapi, Rajin, Rawat)
57
1. Pembuatan Larutan Asam Oksalat 0,05 N sebanyak 50 mL
Menyiapkan Hitungan kebutuhan bahan
Menghitung massa molekul relatif (Mr Asam Oksalat, H2C2O4. 2H2O) Diketahui Ar O= 16,
C= 12, H= 1, maka
Mr Asam Oksalat = (2x ArH) + (2x ArC) + (4x Ar O) + (4x Ar H) + (2 x Ar O)
= (2 x ...) + (2 x ...) + (4 x ...) + (4 x ...) + (2x ...)
= ..... + ..... + ...... + ...... + ...... = ........
Rumus konsentrasi larutan dengan Normalitas (N)
x valensi
x2
Gram = ................ gram
Membuat larutan
Siapkan bahan dan kaca arloji sebagai wadah untuk menimbang sebanyak 0,1575
gram (gunakan neraca anaitik digital, bersihkan sebelum dan sesudah
menggunakannya)
Siapkan aquades untuk melarutkan bahan yang sudah ditimbang larutkan ke
dalam beker glas, bilas semua bahan di kaca arlojinya pastikan semua sudah
masuk ke dalam beker glas, tambahkan ± 20 mL aquades dan aduk sampai
semua bahan larut. Kemudian pindahkan semua larutan ke dalam Labu takar 50
mL dengan bantuan corong, bilas bekas larutan di dalam beker glass sedikit-
sedikit kemudian tambahkan lagi aquades hingga tanda batas. Gojok minimal 3 x
dengan membolak- balikkan labu yang tertutup rapat. Beri label jika akan
digunakan nanti. Larutan siap digunakan.
Bersihkan semua perlatan, meja kerja dan kembalikan alat dan bahan pada
tempatnya
Tuliskan laporan sementara dari kegiatan hari ini
E. Hasil Pengamatan
1. Pembuatan 50 mL Larutan Asam Oksalat 0,05 N
No Jenis Kegiatan Data/ Hasil Pengamatan Keterangan
1. Menimbang bahan
a. Nama bahan yang ditimbang ............................
b. Rumus Kimia bahan ...........................
c. Massa molekul relatif bahan ............................
d. Jumlah yang ditimbang ...........................
e. Tanda bahaya yang ada dalam ............................
kemasan bahan
58
2. Pelarutan bahan ...........................
............................
a. Volume larutan yang dibuat ...........................
b. Konsentrasi yang dibuat
c. Warna larutan
F. Pertanyaan
1. Jelaskan Apa dimaksud larutan standar
2. Sebutkan minimal 3 syarat zat baku primer
3. Jika kalian akan membuat larutan Asam Oksalat dengan konsentrasi 0,05N
sebanyak 100 mL . Berapa gram masa bahan yang dibutuhkan
G. Kesimpulan
Buatlah kesimpulan dari kegiatan praktikum yang Anda lakukan
59
PRAKTIKUM KE- 3
(Menggunakan Bahan Kimia Sesuai SOP)
STANDARISASI LARUTAN NaOH DENGAN ASAM OKSALAT
A. TUJUAN
1. Siswa dapat menstandarisasi larutan NaOH dengan Larutan Baku Asam Oksalat sesuai
prosedur yang benar
2. Siswa terampil menggunakan peralatan di laboratorium
B. DASAR TEORI
Bekerja dengan bahan kimia harus memperhatikan keselamatan dan kesehatan kerja, sehingga
bahan kimia harus tertangani dengan baik dan benar. Hampir semua bahan kimia bersifat Racun
dan berbahaya jika masuk ke dalam tubuh, baik secara oral maupun kontak dengan anggota badan.
Kita harus mengenal simbol bahan kimia dengan cermat supaya tidak terjadi hal yang tidak
diinginkan dan merugikan pekerja maupun lingkungan hidup.
C. ALAT DAN BAHAN
Alat Bahan
- Buret 50 mL (1 set) - Kristal NaOH (pa)
- Erlenmeyer 250 mL (2 buah) - Kristal H2C2O4. 2H2O (pa)
- Statif & Klem buret - Aquadest
- Pipet volume 25 mL (1 buah) - Indikator pp (pa)
- Pipet Tetes (1 buah) - Tissue
- Botol semprot
- Kaca Arloji
- Pengaduk
- Labu Ukur
- Glasfirm (propipet)
- Neraca analitik
D. LANGKAH KERJA
K3LH : Gunakan APD perhatikan MSDS bahan yang Anda gunakan, terapkan
5R (resik, Ringkas, Rapi, Rajin, Rawat)
1. Membuat larutan NaOH 0,05 N
a. Didihkan kira-kira 250 ml air suling selama 5 menit untuk menghilangkan gas CO2 yang
terlarut didalamnya. Biarkan mendingin dan tutup gelas bekernya dengan arloji
b. Timbanglah NaOH pa sebanyak 0,2 gr, masukkan dalam bekerglass tambahkan ± 50 ml
aquades tadi. Aduk sampai larut semua.
c. Masukkan larutan dalam labu ukur 100 mL lalu tambahkan aquades sampai batas tanda.
Gojok hingga homogen
2. Standarisasi Larutan NaOH dengan larutan standar asam oksalat
a. Cucilah buret sampai bersih dan bilaslah dengan sedikit larutan NaOH yang dibuat pada
percobaan 2. Setelah itu isi buret dengan larutan NaOH sampai penuh (angka Nol)
60
b. Dengan pipet gondok, ambil 25 ml larutan asam oksalat, masukan ke dalam erlenmeyer
yang bersih, tambah 1-2 tetes indikator fenoltalin (PP)
c. Teteskan larutan NaOH dari buret ke dalam larutan asam oksalat sambil selalu dogoyang-
goyangkan sampai terjadi perubahan warna. Amati baik-baik saat mulainya terjadi
peruabahan warna tersebut.
d. Catat jumlah volume NaOH yang digunakan
e. Ulangi percobaan diatas 2 atau 3 kali
f. Hitung konsentrasi larutan NaOH itu (sampai 4 angka dibelakang koma)
E. HASIL PERHITUNGAN
REAKSI DAN PERHITUNGAN
2NaOH + H2C2O4 Na2C2O4 + 2H2O
1 grek asam ≈ 2 grek basa
Nasam. Vasam = N basa. VBasa
Masukkan perhitungannya Normalitas Larutan NaOH
Masukkan Perhitungan % kesesuaiannya
F. PERTANYAAN
1. Hitunglah Normalitas NaOH hasil standarisasi (4 digit dibelakang koma)
2. Hitunglah berapa tingkat kesesuaian hasil standarisasi kalian
3. Berikan analisis Anda mengapa kesesuaian hasil praktikum Anda tidak bisa 100%
G. KESIMPULAN
Buatlah kesimpulan dari praktikum yang Anda lakukan
61
PRAKTIKUM KE- 4
(Menggunakan Bahan Kimia Sesuai SOP)
MEMBUAT LARUTAN HCL 0,05 N DARI HCL PEKAT DAN STANDARISASINYA
A. TUJUAN
1. Dapat memperkirakan jumlah bahan kimia pekat yang akan diencerkan pada normalitas
tertentu
2. Terampil menggunakan alat-alat laboratorium sesuai fungsinya
B. ALAT dan BAHAN
Alat Bahan
- Buret 50 mL (1 set) - HCL pekat (pa)
- Erlenmeyer 250 mL (2 buah) - Kristal Na2B4O7.10H2O (pa)
- Statif & Klem buret - Aquadest
- Pipet volume 25 mL (1 buah) - Indikator MO
- Pipet Tetes (1 buah) - Tissue
- Botol semprot
- Kaca Arloji
- Pengaduk
- Labu Ukur
- Glasfirm (propipet)
- Neraca analitik
C. LANGKAH KERJA
K3LH : Gunakan APD perhatikan MSDS bahan yang Anda gunakan, terapkan
5R (resik, Ringkas, Rapi, Rajin, Rawat)
Membuat larutan HCl 0,05 N dari HCl pekat
1. Menghitung HCl pekat yang dibutuhkan untuk membuat larutan HCl 0,05 N sebanyak 100
mL. (Lihat data bahan meliputi %, massa jenis,Mr)
2. Mengisi gelas beker dengan aquades secukupnya
3. Mengambil dengan pipet volum HCl pekat 0,49 mL masukkan dalam beker gelas. .(ingat ”
masukan cairan lewat dinding gelas”). Gojok sebentar.
4. Memasukan larutan kedalam labu ukur, kemudian tambah aquades sampai batas tanda. Gojok
larutan agar homogen
Membuat larutan Na2B4O7.10H2O
1. Menimbang kristal Na2B4O7.10H2O sebanyak 800 mg, lalu larutkan sampai 100 mL
2. Gojok larutan agar homogen
Standarisasi Larutan HCl dengan larutan standar Na2B4O7.10H2O
1. Dengan pipet gondok dipipet 25 mL larutan Boraks, dimasukan kedalam labu erlenmeyer lalu
diberi indikator MO 2-3 tetes. Gojok agar homogen
2. Larutan lalu dititrasi dengan larutan HCl sampai tepat mulai terjadi perubahan warna.
3. Catat volume HCl yang dibutuhkan
4. Ulangi percobaan samapi 2 atau 3 kali
5. Hitung konsentrasi larutan HCl tersebut (sampai 4 angka dibelakang koma)
6. Hitung prosentase kesalahan yang terjadi
62
PRAKTIKUM KE- 5
TEKNIK PERAWATAN PERALATAN DI LABOTARORIUM
A. TUJUAN
1. Dapat menganalisis jenis kerusakan peralatan yang mungkin terjadi pada peralatan di
laboratorium
2. Dapat menganalisis teknik perawatan peralatan di laboratorium berdasarkan karakteristik
peralatan
3. Dapat menyusun SOP perawatan peralatan di laboratorium dengan benar
B. ALAT dan BAHAN
Beberapa peralatan yang ada di laboratorium, misalnya:
1. Drying Oven
2. Autoclave
3. Neraca Digital
4. Hotplate
5. Desikator
6. dll
C. CARA KERJA
K3LH : Gunakan APD perhatikan MSDS bahan yang Anda gunakan, terapkan
5R (resik, Ringkas, Rapi, Rajin, Rawat)
1. Pilihlah minimal 2 peralatan yang ada di laboratorium, tentukan bersama kelompokmu
2. Cermati peralatan yang ada, silahkan dicoba penggunaanya, analisis Instruksi kerja
penggunaan peralatannya.
3. Analisislah kemngkinan kerusakan peralatan yang mungkin terjadi
4. Rumuskan teknik perawatan peralatan secara benar
5. Tuliskan semua hasil kegiatan ini dalam tabel hasil pengamatan
D. HASIL PENGAMATAN
No Nama Pelaratan Instruksi Kerja Kerusakan Teknik Perawatan
1. Penggunaan ALat
Peralatan yang bisa Peralatan
terjadi
2.
E. KESIMPULAN
Buatlah kesimpulan dari kegiatan yang kalian lakukan
63
DAFTAR PUSTAKA
Dirjen GTK. 2019. Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Pertanian. Buku Informasi Menyimpan Bahan Kimia dengan Aman.
Kemdikbud. Jakarta.
Dirjen PSMK. Teknik Dasar Pekerjaan Laboratorium Kimia. Kelas X Semester 2.
Kemdikbud. Jakarta
Regina . Jenis+dan+sifat+bahan_Regina.13.pdf. Jurdik Kimia FMIPA UNY. Yogyakarta:
Diakses tanggal 12 November 2021
Sandri J, Muchtaridi. 2009. Chemistry for Senior High School. Yudhistira. Jakarta
Yuzelma. 2019 . Analisis Kimia Dasar (C2) Kelas X. Quantum Book. Malang. PT. Kuantum
Buku Sejahtera
64
Sekilas Tentang Penulis
Tri Nanik Wulandari
Penulis lahir di Klaten, 3 Februari 1971 ..telah menempuh pendidikan Sarjana di
IKIP Semarang lulus padaJanuari 1995 pada jurusan Pendidikan Kimia. Setelah
lulus penulis langsung mengajar Mata Pelajaran kimia sejak Tahun 1995 sampai
dengan 2005 di SMA Negeri 1 Cawas dan di SMA Muhammadiyah 1 Klaten.
Mulai tahun 2005 penulis diangkat sebagai PNS dan pindah tugas mengajar di
SMK Negeri 1 Trucuk Klaten, dan mengajar Mata Pelajaran kelompok C2 (Dasar
Program Keahlian) pada Kompetensi Keahlian Kimia Industri. Pada Tahun 2015
penulis berhasil menyelesaikan studinya di Program Pasca Sarjana Universitas
Sebelas Maret Surakarta pada Program Studi Pendidikan Sains.
Sampai saat ini prnulis masih aktif mengajar di SMK Negeri 1 Trucuk Klaten pada
Kompetensi Keahlian Kimia Industri, khususnya mengajar Kelas X Mata Pelajaran
Analisis Kimia Dasar (AKD) dan Dasar- Dasar Mikrobiologi. Dengan pengalaman
mengajar yang cukup lama ini penulis memberanikan diri untuk membuat Diktat
Analisis Kimia Dasar Semester Genap sebagai literatur tambahan bagi peserta
didik maupun Guru untuk kegiatan belajar mengajar di masa pandemi.
Semoga apa yang kami hasilkan ini sedikit banyak mampu membantu peserta
didik khususnya kelas X pada Kompetensi Keahlian Kimia Industri dalam
mempelajari Mata Pelajaran Analisis Kimia Dasar. Belajarlah kapanpun dan
dimanapun, semoga kesuksesan dapat kalian genggam.
PENULIS
65