The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

CERITA PUAN DALAM BINGKAI PENDIDIKAN, EKONOMI, DAN SOSIAL

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yanisusilowati55, 2022-10-10 01:43:25

BUNGA RAMPAI PK IMM FKIP UHAMKA

CERITA PUAN DALAM BINGKAI PENDIDIKAN, EKONOMI, DAN SOSIAL

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis haturkan kehadirat Allah Yang Maha Esa, berkat rahmat
serta anugerah-Nya, sehingga penulis mampu merampungkan Bunga Rampai ini.
Perasaan gembira mengiringi shalawat dan salam teruntuk Nabi Muhammad SAW yang
telah menjadi teladan dan sumber inspirasi hidup kami dalam menapaki perjalanan
meraih cinta sejati.

Bunga Rampai ini dibuat sebagai bentuk Tindak Lanjut dari kegiatan Sekolah
Pendidikan IMMawati (SRIKANDI) yang setiap lembarnya berisikan selayang pandang,
puisi, pantun, dan essay. Tulisan ini merupakan cerita perempuan yang tinggal di
Kampung Pemulung bagaimana kondisi mereka secara ekonomi, pendidikan, dan sosial.
Tulisan yang menggambarkan perjuangan seorang perempuan dalam menghadapi
dinamika kehidupan baik senang maupun sedih.

Kami sangat gembira dapat mempersembahkan sebuah karya tulis, walau jauh
dari kata indah dan sempurna ini. Dengan di buatnya tulisan ini kami berharap pembaca
ikut merasakan perjuangan perempuan dalam menghadapi pahit manisnya sebuah
perjuangan kehidupan. Akhir kata, pinta maaf kami sampaikan karena dalam sebuah
karya ada kekurangan dan kelebihan. Dengan lapang dada kami mengharapkan sebuah
kritikan untuk tulisan ini agar kedepannya menjadi lebih baik lagi. Secara khusus
penulis menyampaikan terima kaih kepada :
1. Allah SWT yang telah memberikan kesabaran penulis ketika menyelesaikan Bunga

Rampai.
2. Ustad Abdi selaku tokoh masyarakat Kampung Pemulung yang sudah membantu

kami dalam berkomunikasi dengan masyarakat di sana.
3. Korps IMMawati yang telah mendampingi dan memberikan masukan untuk

kegiatan SRIKANDI.
4. Teman-teman Komiasariat IMM FKIP yang sudah mendukung acaranya ini hingga

selesai.
Demikian kata pengantar yang penulis buat, penulis berharap semoga Bunga

Rampai ini dapat menambah wawasan yang luas serta dapat dijadikan referensi bahkan
pembelajaran kepada pembaca.

Jakarta, 22 September 2022
Penulis
i

i

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.....................................................................................................................i
DAFTAR ISI ................................................................................................................................. ii
PRAKATA ................................................................................................................................... iii
CHAPTER 1 :.................................................................................................................................1
ANTOPOLOGI SELAYANG PANDANG ...................................................................................1

PERAN PEREMPUAN DALAM DUNIA KERJADI ERA MODERNITAS...........................2
SUDUT PANDANG GERAKAN PEREMPUAN.....................................................................4
CHAPTER 2 :.................................................................................................................................5
ANTOPOLOGI ESSAY.................................................................................................................5
TERBANGLAH BEBAS WAHAI MERPATI PUTIH .............................................................6
PEREMPUAN DAN DINAMIKA EKONOMI.........................................................................8
PERAN PEMERINTAH TERHADAP MASYARAKAT KALANGAN BAWAH................10
CHAPTER 3 :...............................................................................................................................13
ANTOPOLOGI PUISI .................................................................................................................13
DIALAH, PEREMPUANKU...................................................................................................14
BERLIAN YANG TAK BERKILAU ......................................................................................15
PEREMPUAN MENJADI SEORANG IBU............................................................................17
PEREMPUAN HEBAT............................................................................................................18
TEKAD IBU.............................................................................................................................19
MUTIARA YANG TERSEMBUNYI......................................................................................20
HEBATNYA PEREMPUANKU .............................................................................................21
CHAPTER 4 :...............................................................................................................................22
ANTOPOLOGI PANTUN ...........................................................................................................22
SAMPAIKAN DARI HATI .....................................................................................................23
KERAHKAN OTAK DAN HATI ...........................................................................................23
MUSLIMAH BERDAYA ........................................................................................................24
WANITA MADRASAH AWWALU ......................................................................................24
BIODATA PENULIS ..................................................................................................................25
DOKUMENTASI.........................................................................................................................30

ii

ii

PRAKATA

Segala puji bagi Allah, yang Maha mengetahui dan Maha melihat hamba-
hambanya, Maha Suci Allah, Dia lah yang menciptakan bintang-bintang di langit, dan
dijadikan padanya penerang dan Bulan yang bercahaya. Shalawat serta salam senantiasa
tercurahkan kepada Nabi Muhammad S.A.W. yang diutus dengan kebenaran, sebagai
pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, mengajak pada kebenaran dengan
izin-Nya, dan cahaya penerang bagi umatnya.

Dalam hal ini, sangat mengapresiasikan karya tulis Peserta Sekolah Pendidikan
IMMawati (SRIKANDI) Season 2 yang bersemangat dalam menyelesaikan Bunga
Rampai ini, tulisan singkat yang sederhana ini telah dikumpulkan menjadi satu mengurai
dan menganalisis permasalahan yang terjadi pada perempuan di Kampung Pemulung
dalam sudut pandang ekonomi, pendidikan, dan sosial.

Perempuan yang tinggal di Kampung Pemulung merupakan perempuan yang
hebat dalam menjalankan kehidupan ini, tiada keluh yang terucap dalam tiap kalimat
mereka, bersyukur menghadapi kehidupan adalah kunci kebahagian bagi mereka.
Banyak hal yang dapat di pelajari dari mereka yang hidup dengan sederhana bersama
keluarga tercinta.

Terima Kasih
Jakarta, 22 September 2022

Bidang IMMawati

iii
iii

i

PERAN PEREMPUAN DALAM DUNIA KERJA DI ERA MODERNITAS

Oleh : Annisa Rahayu

(Ketua Umum Korps IMMawati Periode 2022-2023)

Era modernisasi merupakan era yang identik dengan perubahan dan kemajuan
dalam berbagai bidang. Modernisasi didefinisikan sebagai perubahan dari suatu hal
yang belum maju berubah ke arah yang lebih maju. Modernisasi dapat diartikan pula
sebagai proses transformasi menuju perkembangan atau peningkatan dalam berbagai
aspek kehidupanyang ada di lingkup masyarakat seperti dalam tatanan ekonomi, politik
dan sosial. Salah satu bukti dari modernitas pada hari ini yaitu perkembangan peran
gender dalam dunia kerja, hal ini dilandasi dari hasil riset skala global Gender Equality
Indeks (GEI) yang di rilis oleh Bloomberg, menyatakan adanya peningkatan kesetaraan
gender di dunia kerja pada tahun 2022. Pada era saat ini makna modernisasi tidak hanya
diartikan sebagai kemajuan dalam sebuah aspek kehidupan, namun juga sudutpandang
dan pola berpikir individu yang lebih terbuka atau biasa dikenal dengan istilah open
minded. Jika dahulu perempuan lekat sekali dengan Setereotype gender bahwa
perempuan merupakan makhluk subordinasi dalam ranah publik dan tugas utama
perempuan adalah dalam lingkup domestik. Di era modern saat ini diskriminasi peran
gender sudah mulai disadari dan dibuktikan melalui sektor-sektor pekerjaan yang tidak
lagi dibatasi oleh identitas gender, melainkan laki-laki dan perempuan memiliki
kedudukan yang sama penting dalam dunia kerja, dan kualitas kerja yang dimiliki laki-
laki dan perempuan dinilai berdasarkan kompetensi yang dimilikinya bukan lagi karena
identitas gendernya. Perempuan saat ini tidak hanya berfokus pada peran domestik
seperti mengurus pekerjaan dapur dan membersihkan rumah namun perempuan juga
memiliki hak turut andil dalam membangun karirnya. Istilah perempuan karir
merupakan perempuan yang bekerja dalam bidang keprofesian, seperti bidang usaha
pribadi, bidang perkantoran, bidang pendidikan, dan bidang-bidang lain yang memiliki
keahlian khusus. Adapun tujuan bekerja tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan
ekonomi, tetapi bekerja juga merupakan suatu cara untuk mengembangkan kemampuan
atau potensi yang dimiliki oleh individu. Maka dalam usaha membangun karir,
perempuan haruslah memahami potensinya dan memiliki keberanian untuk
mengembangkan potensi yang dimiliki. Peran perempuan dalam dunia kerja saat ini

2

2

haruslah menjadi kesadaran penuh terutama bagi diri perempuan itu sendiri,
bahwasannya perempuan haruslah memiliki keberanian dan tekad yang matang dalam
memilih profesi yang ingin ditekuninya. Perempuan haruslah mandiri dan percaya
bahwa tugas perempuan tidak dibatasi oleh peran domestik, melainkan perempuan
mampu berkontribusi di ranah publik. Maka untuk mendukung kemajuan zaman
perempuan harus turut andil menjaga keseimbangan dalam peran gender. Seperti kata
Mba Najwa Shihab : “Tak akan nada pemberdayaan lebih kekal berkelanjutan, tanpa
melibatkan perempuan”.

3
3

SUDUT PANDANG GERAKAN PEREMPUAN
Oleh : Linah Apriyanti

(Bendahara Korps IMMawati Periode 2022-2023)

Jika bicara tentang gerakan perempuan di Indonesia, kita bisa mengingat salah
satu ortom dari Muhammadiyah yaitu Aisyiyah yang telah menyadarkan tentang
kesetaraan antara laki-laki dan perempuan. Aisyiyah yang hadir saat kondisi masyarakat
Indonesia sedang terpuruk tidak hanya masalah perekonomiannya saja, melainkan juga
kondisi masyarakatnya dalam aspek agama, sosial, maupun ekonominya yang sedang
terpuruk.

Keterlibatan Aisyiyah mewakili perjuangan perempuan di Indonesia. Dalam
berbagai fase sulit tersebut, Aisyiyah terus hadir tidak kenal lelah untuk mengiprahkan
dakwahnya demi memajukan kehidupan di berbagai aspek, dengan mengaitkan
pemahaman agama yang mampu memberikan jawaban atas keresahan seperti
kemiskinan, korupsi, dan bentuk kejahatan lainnya.

Dengan ini adanya gerakan perempuan sangat berpengaruh pada kehidupan di
Indonesia, kualitas yang unggul dan memiliki jiwa professional dalam menjalankan
perjuangannya. Meskipun banyak yang tidak mempercayai perempuan sebagai
pemimpin. Hadirnya Aisyiyah mulai memperbaiki pandangan yang kurang tepat,
contohnya dalam bidang kesehatan Aisyiyah mampu mendirikan rumah sakit, dari segi
pendidikan mampu mendirikan sekolah. Dalam bidang keagamaan Aisyiyah mampu
memberikan pencerahan kehidupan, saling mentransfer ilmu agama kepada masyarakat.

Aisyiyah sudah banyak memiliki amal usaha di negeri ini antara lain pendidikan,
kesehatan, organisasi wanita, dan lain sebagainya. Muhammadiyah memiliki pandangan
perempuan juga mampu berkiprah di negeri ini, peran dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara terus diwujudkan dalam cita-cita dan perjuangan Muhammadiyah dalam
memajukan negeri ini.

Semoga kita bisa bersama-sama meneruskan perjuangan Aisyiyah yang tiada
terhingga jasanya bagi kita generasi emas bangsa Indonesia, yang tak luput untuk terus
belajar, usaha, serta ikhtiar untuk membuat Indonesia menjadi lebih baik lagi, dan
mampu mengajak masyarakat berpartisipasi diberbagai aspek kehidupan demi kemajuan
bangsa.

4

4

5

TERBANGLAH BEBAS WAHAI MERPATI PUTIH
Oleh : Aditya

Burung kecil putih belum bisa mengepakan sayapnya, bukan karna dia lemah letih
melainkan dia belum terlatih. Burung kecil yang berkicau seakan memberi syarat kepada
induknya bahwa dia sedang lapar dia membutuhkan makanan butuh kehangatan. Induk si
burung bagaikan kantong makanan berjalan yang separuh waktunya dihabiskan untuk merawat
hasil biologis yang kelak menjadi penerusnya,menggantikannya menghadapi alam yang tidak
terduga akan dan seperti apa.

Itulah ungkapan penulis yang mencoba menggambarkan kondisi serta realistas sosial
yang terjadi dimasyarakat. Di mana di era Society 5.0 ini peran pendidikan sangatlah penting
dalam kehidupan masyarakat, baik dalam ranah lingkungan sosial. Dengan tingginya
pendidikan seakan dapat menjadi pijakan atau batu loncatan seseorang untuk meraih
kesuksesan dalam karier yang dia mau. Tetapi pendidikan bukan hanya sebagai bentuk
Formalitas saja kehidupan masyarakat modern Indonesia ini. Tetapi jauh dalam arti lain orang
tua akan memiliki rasa bangga tersendiri jika berhasil melanjutkan pendidikan anaknya hingga
lulusan SMA atau lebih-lebih Sarjana, hal ini terbukti ketika Penulis melakukan studi kasus
terkait “Pentingnya pendidikan kepada perempuan” (7/8/2022) di Kp. Gedong Jakarta Timur.
Salah satu dari koresponden merasa memiliki kebanggaan tersendiri jika anaknya dapat meraih
gelar pendidikan yang baik khusunya pada gelar S1.

Namun terkadang realitas tidak seindah dan semulus khayalan banyak rintangan dan
hambatan dalam melalui perjalanan yang cukup panjang dan melelahkan. Namun bagaikan
angin yang berhembus, perjuangan seorang ibu dan ayah di Kp. Gedong untuk membiayai
pendidikan anaknya terus berlanjut meskipun harus melewati hambatan dan rintangan itu,
setiap harinya orang tua bekerja keras bukan hanya untuk membuat dapur berasap setiap
harinya, jauh dari itu orang tua mengharapkan anaknya agar terus bersekolah dan melanjutkan
pendidikannya. Bukanlah hal yang mudah jika diceritakan diserangkaian essai ini, bukanlah hal
yang tegar untuk diceritakan lewat lisan. Melainkan hal yang besar dan bermakna untuk
dirasakan dan diresapi sebagai bentuk syukur diri.

Mereka merasakan susah kerasnya hidup di kota orang tanpa tanda surat kelulusan,
hanya sebatas lulus ditingkat sekolah d asar membuat orang tua harus bekerja ekstra untuk
merangkai masa depan anaknya lebih baik. Mereka tidak ingin anaknya merasakan pahitnya

6

6

dihina orang, pedihnya terjebak dalam belenggu kebodohan. Hingga rela mengorbkan waktu,
tenaga dan jiwa untuk biaya pendidikan anaknya.

Bagi saya sebagai penulis essai ini. Mereka orang-orang yang berjuang untuk
membiayai pendidikan anaknya adalah orang yang paling berhak mendapatkan manfaat dari
bantuin pemerintah baik KJP, KIP, KJMU. Bukan orang-orang yang setiap hari makan di
restoran bergaya luar negeri, yang dimana motivasi mereka dalam pendidikan hanya untuk
mendapatkan gelar semata, bukan sebagai kontributor bangsa. Saya merasa resah bercampur
kecewa, ketika tim survei dari beasiswa yang dituju menyurvei rumah yang bahkan itu belum
tentu rumahnya, tidak ada tindak lanjut mendalam untuk mengatahui latar belakang penerima
manfaat beasiswa. Beasiswa yang selayaknya untuk orang yang benar-benar ulet dan semangat
dalam pendidikan, malah dikalahkan dengan orang yang berpura-pura sebagai orang yang
meminta bantuan.

Tiada kata yang dapat diucapkan, tiada tulisan yang tepat sebagai perumpamaan. Namun
dalam pembelajaran RTL SRIKANSI 2022 ini, saya mendapatkan pembelajaran yang luar
biasa, ketika mendengar kisahnya saya merasa orang paling tidak berguna, apa yang saya dapat
lakukan? Mungkin itu pertanyaan yang masih belum terjawab. Namun disisi lain saya
sangatlah bersyukur dangan semua “Privillage” yang saya miliki. Saya rasa ini adalah sebuah
jalan Lillah yang mengarahkan saya kesini untuk mengetahui realitas yang ada. Dan sebagai
bentuk jawaban dari pertanyaan saya kelak di masa depan.

7
7

PEREMPUAN DAN DINAMIKA EKONOMI
Oleh : Suci Eka Marcelia

Pada tanggal 7 Agustus 2022 hari Minggu kelompok 3 sedang mewawancarai 2 perempuan
yang dimana rata rata menjadi tulang punggung keluarga, pontang-panting bekerja agar
menghidupkan suatu keluarga atau anak anak nya yang dimana sudah bersekolah SD, SMP
sebagaimana seorang atau sesosok yang hebat menjadi ibu rumah tangga menjadi pula tulang
punggung demi keluarga, memikirkan makan apa besok, biaya baju anak yang bersekolah, dan lain-
lain. Beliau pantang menyerah dengan usaha nya akan mencari uang demi lagi dan lagi keluarganya

Perekonomian yang rendah tidak jauh-jauh dengan lingkaran kemiskinan. Kemiskinan ialah
masalah sosial yang bersifat global dapat dihadapi setiap bangsa dan tidak satupun negara di dunia
yang bebas akan kemiskinan. Kemiskinan ini merupakan masalah kemanusiaan yang menghambat
kesejahteraan (Didu and Fauzi, 2016). Kategori kemiskinan menurut World Bank tahun 1990
mendefinisikan kemiskinan sebagai ketidakmampuan dalam memenuhi standar hidup minimal.
Kemudian pada tahun tahun 2004, World Bank menguraikan kembali definisi kemiskinan
secara lebih detail yaitu “Kemiskinan adalah kelaparan. Kemiskinan adalah ketiadaan tempat
tinggal. Kemiskinan adalah sakit dan tidak mampu untuk periksa ke dokter. Kemiskinan adalah
tidak mempunyai akses ke sekolah dan tidak mengetahui bagaimana caranya membaca.

Pada hasil wawancara yang kami lakukan, yang mengarah kepada bagaimana peran perempuan
terhadap perekonomian di keluarganya. Dengan latar belakang pendidikan hanya tingkat sekolah
dasar atau SD tentunya tidak bisa mendapatkan perkerjaan yang diinginkan terlebih lagi perempuan,
yang biasanya dikatakan perempuan tidak bisa berperan dalam perekonomian dan hanya di dapur
saja. Dalam studi kasus kami, sosok kedua perempuan tersebut ikut dalam mencari nafkah. Tidak ada
perbedaan dalam peran perempuan. Bahkan menurut kami terhadap kedua narasumber walaupun
latar pendidikan mereka hanya SD tapi mereka memiliki keterampilan yang baik. Jika keterampilan
digunakan dengan baik dan penunjang lainnya mendukung, ada kemungkinan kehidupan mereka
akan lebih baik.

Narasumber yang pertama kita wawancarai bernama Ibu A’al usia beliau adalah 50 tahun,
beliau mempunyai 3 anak laki-laki, dan suami beliau sudah meninggal. Dengan begitu, beliaulah
yang menjadi tulang punggung keluarga. Disisi beliau sebagai perempuan yang harus mengurusi
anaknya beliau juga sebagai tulang punggung keluarga untuk menghidupi keluarganya, beliau pernah
bekerja serabutan, beliau juga pernah bekerja sebagai pedagang asongan di jalan, akan tetapi beliau
tidak teruskan karena untuk modalnya habis dan tidak cukup. “Hal yang pernah membuat saya

8
8

tertekan ketika keadaan saya harus membayar kontrakan, membayar sekolah anak dan membeli
makan untuk keluarga, akan tetapi uangnya tidak cukup, maka saya harus memilih mana yang harus
di dahulukan untuk saya bayar” ujar Ibu A’al yang mengutarakan keadaan tersulit dalam
kehidupannya. Memang itu adalah hal tersulit ketika keadaan semuanya itu sangat penting kita
perjuangkan akan tetapi keadaan ekonomi yang sulit harus menimpa mereka, dengan melihat kondisi
ibu seperti itu, anak anaknya pun ikut membantu Ibu A’al dalam menghidupi keluarganya, mereka
membantu ibunya dengan menjadi badut, pengamen supaya dapat menambah perekonomian
keluarga. “Alhamdulillah anak anak saya membantu saya untuk mencari uang, mereka pergi keluar
di depan jalan menjadi badut di jalanan dan juga pengamen dan untuk penghasilan per hari yang di
dapat dari 30 rebu sampai 40 rebu mereka berikan kepada saya untuk tambahan uang makan” ujar
Ibu A’al.

Narasumber ke 2 yang kita wawancarai bernama Ibu Tuti, usia beliau adalah 48 tahun, beliau
mempunyai 1 anak perempuan, akantetapi anak nya di titipkan kepada kakanya, karena beliau tidak
mampu untuk mencukupi kebutuhannya. ketika kita memasuki rumah beliau, beliau sedang duduk
dan ternyata beliau mengalami struk. “Saya sudah lama struk neng, sekarang Alhamdulillah sudah
bisa bangun dari tempat tidur, kalau dulu saya ga bisa ngapa-ngapain, Cuma bisa tidur berbaring”
ujar Ibu Tuti. Musibah itu terjadi ketika beliau dulu hendak mau pergi memijat dan terpeleset jatuh.
Memang beliau dulu sangat pandai memijat dan penghasilan dari pijat itu bisa sehari sampai 5 orang,
dan satu orang nya membayar 50 ribu. Dulu perekonomian beliau cukup untuk menghidupi
keluarganya, beliau pernah menjadi tukang pijat, berdagang di depan rumah berjualan baso, kue dan
sangat laris manis, akan tetapi setelah musibah itu terjadi ibu tidak meneruskan pekerjaanya, dan
sekarang yang bekerja hanya suami nya, dan bekerja sebagai pemulung. Keadaan yang sekarang
membuat ibu Tuti terpukul dia sangat sedih dengan keadaan tersebut, dan dia sangat merindukan
anak nya, akantetapi anaknya jarang menengok kerumahnya, hanya setahun sekali anaknya melihat
ibunya. Dan untuk perekonomian sekarang hanya cukup untuk membayar kost dan untuk makan. “
kalau dulu ketika saya menjadi tukang pijat saya bisa memberi uang untuk biaya kehidupan anak
saya di sana, kalau sekarang saya Cuma bisa buat bayar kost sama makan, dan anak saya sekolah di
biayain sama kaka saya” Ujar Ibu Tuti, kami pun menyarankan kepada Ibu Tuti untuk membuat
BPJS supaya dia bisa mengobati struknya dan kembali bekerja seperti dulu, supaya dapat
meningkatkan perekonomiannya.

9

9

PERAN PEMERINTAH TERHADAP MASYARAKAT KALANGAN BAWAH
Oleh : Anggraini Zahra Puspita Sari

Sampai saat ini kita masih mempertanyakan dimana peran pemerintah terhadap masyarakat
kalangan bawah. Katanya Indonesia sudah merdeka? Merdeka dari hal-hal yang tidak
mengenakan. Namun nyatanya? Rasa-rasanya sampai saat ini Indonesia masih terjajah. Ya,
terjajah atas bangsanya sendiri akibat ulah kalangan atas yang semena-mena. Jeritan rakyat kecil
yang tak dihiraukan, pendapatan masyarakat yang tidak mencukupi, serta kualitas pendidikan yang
rendah. Apa itu yang dinamakan merdeka? Peran pemerintah apa ya, sehingga masih banyak jeritan
rakyat kecil yang membutuhkan bantuan.

Jika dilihat dari Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945
yang mengamanatkan bahwa Pemerintah negara Indonesia harus melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum,
mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Untuk itu, pemerintah diwajibkan untuk
mengusahakan apa yang diinginkan oleh bangsanya agar Indonesia ini bisa sejajar dengan negara
lain. Namun nyatanya rakyatnya masih hidup digaris kemiskinan yang memiliki pendapatan tak
seberapa. Jangankan untuk membiayai anak sekolah, untuk makan sehari-hari pun tak cukup.
Ditambah kondisi pandemi yang mencekik pendapatan mereka, sehingga mau tidak mau mereka
makan seadanya. Itu baru kebutuhan pangan, kebutuhan sekolah anak untukmembeli kuota internet
pun rasanya terasa berat bagi mereka yang memiliki pendapatan tak seberapa itu. Katanya sih ada
bantuan dari pemerintah, namun nyatanya? mayoritas masyarakat yang mampu yang
mendapatkannya. Lalu bagaimana dengan masyarakat tidak mampu? tentu saja mereka tidak
mendapat bantuan bahkan mereka juga mendapat perlakuan diskriminasi dari pihak yang
berwenang. Sangat miris! melihat fenomena tersebut, kita semakin berpikir bahwasanya bantuan
yang diberikan oleh pemerintah tidak tersalurkan untuk mereka yang kurang mampu dan justru
malah tersalurkan oleh pihak yang mampu. Kalau begitu, untuk apa diberikan bantuan jika mereka
yang kurang mampu tidak mendapatkannya.

Sementara, adanya pandemi ini juga menimbulkan banyak dampak, salah satunya dalam
dunia pendidikan yang mana mengharuskan untuk belajar secara daring di rumah. Semenjak
adanya pemberitaan mengenai kasus pertama COVID-19 ini menyebabkan pemerintah membuat
tatanan baru bagi dunia pendidikan. Pada bulan maret mulai diberlakukan study at home yang
mana seluruh instansi pendidikan merumahkan para siswa agar mereka bisa belajarmelalui daring.

10

10

Langkah ini dilakukan untuk memutus rantai penyebaran virus COVID-19. Ya, semenjak Pandemi
seluruh segmen kehidupan manusia terganggu, tanpa terkecuali pendidikan. Adanya Pandemi ini
mengakibatkan krisis yang benar-benar datang secara tiba-tiba, sehinggamau tidak mau pemerintah
menutup sekolah untuk mengurangi kontak di sekitar. Di Indonesia masih banyak keluarga yang
kurang familiar menggunakan alat teknologi di rumah, hingga sebagian terpaksa mendatangi
sekolah untuk meminta bantuan penggunaan alat teknologi. Tak hanya itu saja, terdapat masalah
psikologis anak-anak peserta didik yang terbiasa belajar secara tatap muka langsung dengan guru-
gurunya. Kondisi tersebut membuat kesal para orang tua yang harus beradaptasi dengan
penggunaan teknologi. Selain itu, mereka juga harus membeli kuota internet setiap hari karena
penggunaan data internet yang sangat boros. Belum lagi pendapatan para orang tua yang tak
seberapa akibat di rumahkan sehingga mau tidak mau harusbenar-benar hemat.

Dampak COVID-19 pada proses belajar di sekolah merupakan suatu kebijakan public
terbaik sebagai upaya peningkatan pengetahuan dan skill. Hal ini dikarenakan agar sekolah
memaksakan diri menggunakan media daring. Tak hanya itu, media daring ini terkadang
menghambat proses efektivitas pembelajaran yang diakibatkan karena keterbatasan penguasaan
teknologi informasi oleh guru dan siswa. Masih banyak guru-guru yang gaptek sehingga
pembelajaran pun kadang tidak terlaksana. Tentu saja, kondisi tersebut merugikan peserta didik
karena materi yang belum dijelaskan tidak tersampaikan. Apalagi untuk masyarakat kalangan
bawah yang minim sarana dan prasarana. Perangkat elektronik saja hanyamemiliki 1 (satu) saja dan
itupun harus bergantian dengan orang tuanya atau saudaranya. Melihat kondisi ekonomi yang
begitu memprihatinkan sehingga mereka tak mampu untuk membeli perangkat elektronik lain. Tak
hanya itu saja, akses jaringan internet pun juga terbatas sehingga banyak siswa yang ketinggalan
pelajaran. Selain itu, adanya pandemi ini mengakibatkan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang
membuat pendapatan masyarakat terbatas. Melihat kondisi ini, pemerintah harus sadar dan
mengupayakan sesuatu agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi. Tetapi, seperti yang
kita ketahui bahwa yang menerima bantuan dari pemerintah adalah orang-orang yang mampu.
Justru masyarakat yang kurang mampu itulah yang bahkan tidak mendapat bantuan sama sekali
dari pemerintah. Mengapa masih banyak masyarakat kurang mampu yang tidak mendapatkan
bantuan dari pemerintah? Sebenarnya tujuan pemerintah memberikan bantuan kepada orang yang
mampu apa ya? Lalu mengapa sih orang yang kurang mampu selalu dipersulit untuk mendapatkan
bantuan dari pemerintah? Contohnya seperti bantuan sembako, PKH (Program KeluargaHarapan),
bantuan beras Bulog, atau Bantuan Sosial Tunai (BST) yang diberikan oleh pemerintah yang
katanya untuk masyarakat yang terdampak COVID-19 dan yang kurang mampu. Namun nyatanya,

11

11

bantuan yang diberikan oleh pemerintah tidak semuanya mendapatkannya. Bahkan ada yang hanya
dapat sekali, itupun karena pihak RT nya mengurus. Lalu bagaimana dengan yang tidak diurus?
tentu saja mereka tidak mendapatkannya. Saya tidak mengerti dengan sistem bantuan yang
diberikan oleh pemerintah. Terutama pada RT (hanya oknum), jika tidak diberi imbalan pasti tidak
akan diurus warga yang kurang mampu. Sungguh mengapa Indonesia ini penuh dengan
diskriminasi yang membedakan kasta masyarakat. Padahal sebenarnya pemerintah ini memberikan
bantuan secara menyeluruh, namun karena ulah oknum yang tidak bertanggung jawab maka hanya
sebagian warga yang mendapatkan bantuan.

Saya sebagai mahasiswa sangat miris melihat fenomena yang terjadi disekitar masyarakat.
Bahkan bantuan semacam KJP, KJMU, KIP pun sangat sulit untuk mendapatkannya. Padahal
bantuan tersebut digunakan untuk biaya pendidikan anak yang kurang mampu. Namun, bantuan
tersebut justru didapat oleh anak yang mampu. Apakah itu yang dinamakan bantuan? atau bantuan
tersebut hanya sebagai formalitas saja supaya pemerintah ada kerjanya? saya sangat berharap
sekali agar pihak yang berwenang tidak salah memberikan bantuan. Karena dengan bantuan itulah
yang mereka harapkan. Terutama untuk anak-anak mereka yang masih sekolah. Butuh biaya yang
banyak untuk memenuhi kebutuhan sekolahnya. Hal ini harus terus diusut dan dievaluasi secara
menyeluruh agar bantuan yang diberikan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.

12
12

13

DIALAH, PEREMPUANKU.
Oleh : Aisyah Nur Syifa
Sepasang mata berbinar
Penuh harap serta arti
Kasih yang tulus serta suci

Tak terbatas oleh jarak dan waktu
Sentuhanmu penuh dengan kasih

Memberi hangat pada diri
Menjadi penguat dikala rapuh

Sungguh sangat berarti
Tak pernah terlihat wajah sendu mu
Yang terlihat hanya senyum daromi

Menelan semua rasa pahit
Agar dapat memberi rasa manis

Memberi dengan sebab
Tanpa harap kembali

Merapalkan doa
Berharapa semua akan terpenuhi

14
14

BERLIAN YANG TAK BERKILAU
Oleh : Anisa Alfisyah Rahma

Mereka tersembunyi, diselimuti oleh gelapnya ruang ilusi
Seakan banyak pasang mata yang tak melihatnya berdiri
Jangankan berlian, mereka memanggilnya sekelompok arang
Hanya karena tak terlihat dan mengumpat meninggalkan bayang
Nyatanya, mereka terlahir bak berlian yang berkilau indah
Bilah bibir yang senantiasa tersenyum walau dalam gundah

Nyatanya, mereka hadir bak ratu yang menawan
Menggambarkan ketangguhan dari sosok perempuan

Lelah tak menjadi sebuah garis akhir
Sulit tak menjadi sebuah titik

Dan bimbang tak menjadi sebuah penghalang
Mereka tetap berkilau, dalam cahaya keberanian

Merajut asa dan sempat kehilangan arah
Rasa bimbang menghantui kala sedang tergesa

Namun do’a selalu dipanjatkan
Berharap Tuhan senantiasa mendengarkan

15
15

DIBALIK PEREMPUAN
Oleh : Dini Aulia Apriyansyah Putri

Terlahir sebagai seorang perempuan
Merupakan anugerah terindah
Diciptakan dari tulang rusuk

Sebagai penolong bagi pendamping hidup

Peranmu sangat terlihat
Menjadi kepala kedua di dalam keluarga
Mengasah mengasih dan mengasuh anak-anak dengan baik
Kemandirian yang dapat mempertahankan kehidupan

Terkadang, semuanya melelahkan
Teringat dan teringat akan anakmu di rumah
Untuk bangkit dan tetap berjuang demu segenap nasi

Serta, terciptaya pendidikan yang layak

Harapan demi harapan untuk anakmu
Yang kau selipkan di setiap doa-doa mu
Untuk setiap langkah demi langkah anakmu

Kelak, agar menjadi berkah selalu

Terimakasih untuk segala perkataanmu
Anakmu tidak dapat membalasnya dengan apapun

Terkhusus hanya dengan doa
Agar engkau selalu sehat

16
16

PEREMPUAN MENJADI SEORANG IBU
Oleh: Khalisha Salsabila
Perempuan..

Ketika menjadi anak yang selalu dijaga oleh keluarganya
Sampai menjelang dewasa akan selalu tetap dijaga oleh keluarganya
Sampai ada tangan yang memindahkan kewajiban untuk menjaganya

Perempuan..
Perempuan juga mandiri
Perempuan juga berkarya
Dan perempuan juga merencanakan masa depannya

Ibu Ibu Ibu...
Katanya seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya
Katanya seorang ibu adalah sosok yang surga ada di telapak kakinya
Kehidupan yang akan selalu berputar seperti roda tapi bagaimana agar dimanapun kita berada kita

akan selalu bersikap berada di tengah.
Kesetaraan dan kesederhanaan

17
17

PEREMPUAN HEBAT
Oleh : Rifana Damayanti

Ia seorang perempuan, yang hidup dengan sang anak
Bekerja serabutan

Langkah kaki menelusuri jalan
Semangat yang tak pernah padam

Terik matahari pun dihadang
Tak peduli kumuh atau tidak
Mencari pundi-pundi rupiah
Demi berjalannya kehidupan

Berharap sang anak, dapat menjadi matahari
Yang mencerahkan kehidupan
Dengan pendidikan

Kau begitu kuat
Kau begitu hebat
Berjuta-juta harapan
Kau curahkan kepada tuhan
Rasa syukur yang terungkap
Diberikan dengan senyum yang terpancar

18
18

TEKAD IBU
Oleh : Adzkia Nur Faiza
Mencari makan dari pagi ke petang

Karung goni ku pegang
Sampah terkumpul akan menjadi uang

Kehidupan ini pahit tapi ikhlaskan
Kekerdilan kala itu menjadi tamparan

Dan hanya menjadi penyesalan
Tua ini aku terseok

Menggapai uang memulung rongsok
Aku lelah tuhan

Aku lelah fakir pengetahuan
Kini keringat menyucuri badan Nak
Takkan ku biarkan kau mencicipi takdir yang sama Kau harus mengenyam

pendidikan Kau harus maju
Tidak boleh melahap kebodohan

Walau aku hanya tamatan SD
Kan upayakan anakku menjadi sarjana

19
19

MUTIARA YANG TERSEMBUNYI
Oleh : Cici Sintia Dewi

Senyum indah yang menenangkan
Menyembunyikan luka yang di rasa
Kau begitu teguh dengan sungguhmu
Ketika dunia kau harus tanggung dengan punggungmu
Perempuan hanyalah makhluk lemah
Begitulah seorang pengecut melontarkan

Tapi kau bisa membuktikan
Begitu tangguhnya dirimu menopang kehidupan

Ada sejuta rasa yang tergambar dari matamu
Ada sejuta harapan yang kau taruh pada tuhanmu

Begitu banyak keluhan yang kau rasakan
Namun kau pendam dan kubur dengan semangat yang membara

Begitu hebatnya tuhan menciptakan dirimu
Karna dirimulah mutiara yang tersembunyi
Berharga dan mempunyai kualitas yang sulit di dapat
Dan keanggunan hatimu yang membuat penghuni surga iri denganmu

20
20

HEBATNYA PEREMPUANKU
Oleh : Desi Fitriani

Terlihat senyuman tulus dari sosok perempuan hebat
Menyentuh hati dan pikiran

Siapa sangka dibalik senyuman manis itu, terdapat beban yang berat
Ia perempuan hebat yang melindungi anak-anaknya

Memperjuangkan pendidikan untuk anak-anaknya
Memperjuangkan kehidupan yang layak untuk anak-anaknya

Kehilangan sosok pelindungnya
Perempuan itu menjadi lebih tangguh
Menghadapi badai, menghadapi terpaan, dengan ikhlas

Meskipun engkau sering kali lelah, tanpa adanya tempat bersandar
Engkau tetap terlihat baik-baik saja kepada anak-anakmu

Engkau hebat sangat hebat, melihat kegigihanmu seraya engkau sudah terbiasa
Namun seperti inilah kehidupan, semoga engkau sehat dan bahagia selalu

Aku ucapakan kembali bahwa engkau
Engkau perempuan hebat, perempuan tangguh
Terima kasih telah bertahan pada kejamnya dunia ini
Terima kasih telah menjadi sosok ibu yang hebat untuk anak-anakmu.

21
21

22

SAMPAIKAN DARI HATI
Oleh : Elis Santiana

Ada cinta yang sedang bersemi
Menunggu dengan lapang hati
Jika tak ada wanita di dunia ini
Pendidikan kurang terasa di hati

KERAHKAN OTAK DAN HATI
Oleh : Elis Santiana

Banyak cara untuk kaya
Salah satunya bekerja
Banyak wanita kaya
Karena otak dan hati bekerja

23
23

MUSLIMAH BERDAYA
Oleh : Azmi Hanifatuffida
Bunga Melati Buah Pepaya
Rasanya manis lekat di hati
Murah Hati dan Berdaya
Itulah sifat Muslimah sejati

WANITA MADRASAH AWWALU
Oleh : Azmi Hanifatuffida
Marilah Tuntut Ilmu

Hingga Penantian Berakhir
Wanita Madrasah Awwalu
Bagi Anaknya hingga akhir

24
24

25

BIODATA PENULIS :

Adzkia Nur Faiza seorang mahasiswi di Universitas
Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka dengan Program
Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Ia
juga aktif mengikuti kegiatan organisasi di kampus
yaitu PK IMM FKIP UHAMKA Periode 2021-2022
sebagai Sekretaris Bidang Lingkungan Hidup, dan
ia juga mengikuti komunitas mengajar yaitu
Uhamka Menyala Generasi VIII sebagai anggota
dari Bidang Organisasi.
Motivasi untuk perempuan : “Wanita kelahiran
Jakarta, 23 Mei 2002 merupakan anak sulung dari
tiga orang bersaudara. Sejek kecil ia ada
ketertarikan dalam menulis puisi, membaca puisi,
dan menulis kata-kata mutiara. Dan ia bercita-cita
menjadi guru bahasa Indonesia, jurnalis, guru, dan
penyiar radio”.

Perkenalkan nama saya Aditya, Saya lahir di Jakarta
pada 20 Juni 2002. Saya bertempat tinggal di Jalan
Lagoa Kanal no 19, Kec. Tanjung Priok Jakarta
Utara.

Motivasi untuk perempuan : “Perempuan adalah
makhluk Ciptaan Allah yang memiliki seribu
keistimewaan, Maka sudah layaknya sebagai seorang
lelaki wajib untuk menghargai perempuan, Baik
dalam lingkup sosial ataupun keluarga”.

26
26

Aisyah Nur Syifa, biasa dipanggil Aisyah. Seorang
mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling di
Universitas Muhammdiyah Prof. Dr. Hamka yang
lahir di Bekasi, 27 April 2003. Ia memiliki hobi
memasak dan menulis. Motto hidupnya, “ Memayu
hayuning bawana, ambrasta dur hangkara” yang
memiliki arti.

Anisa Alfisyah Rahma, yang lahir pada Jakarta, 9
April 2003, bertempat tinggal di Jln. Tipar Halim
RT.005/RW.06 No. 21B Kel. Mekarsari, Kec.
Cimanggis, Depok.
Motivasi untuk perempuan : “Every woman like a
beautiful flower, they will bloom at the right time.
Every woman like a beautiful diamond, they have
their own light to sparkling all the time”.
Hallo, perkenalkan nama saya Cici Sintia Dewi, yang
lahir di Garut pada tanggal 07 Januari 2001,
KP.Nangkabongkok Rt.01/Rw.06 Desa.Gandamekar
Kec.Kadungora Kab. Garut Jawa Barat. 44153, saya
berkuliah di UHAMKA tepatnya di FKIP dengan
prodi PG PAUD.

Perkenalkan saya Desi Fitriani dan lahir di Jakarat
pada tanggal 1 Desember 2001. Saya tinggal di Jalan
Kelapa no. 20 Jakarta Selatan.
Motivator untuk perempuan : “Katakanlah pada
dirimu sendiri wahai perempuan, kalian bisa, kalian
bisa, tidak ada yang tidak bisa di dunia ini, semangat
dan selalu berpikir positif.

27

27

Kesempurnaan tidak bisa dimiliki oleh kita baik
perempuan ataupun laki-laki karena hanya
milikNya”. Terima kasih.
Halo! Nama saya Anggraini Zahra Puspita Sari.
Saya memiliki macam-macam nama panggilan
diantaranya, Rani, Ran, Aini, Anggraini, Anggra.
Tapi, semampu kalian aja ya hehe. Oh iya saya
adalah seorang mahasiswi di Universitas Prof. Dr.
Hamka, dengan program studi Pendidikan Bahasa
dan Sastra Indonesia. Saya lahir di Jakarta,
tepatnya tanggal 26 Mei 2003.Memiliki hobi baca
buku, baca wattpad, nonton film, baca WA,
rebahan, jalan-jalan, dan mendengarkan lagu.
Motto hidup : “Nikmati setiap prosesnya dan
jangan mengeluh!”.
Pesan untuk para perempuan, “jadilah perempuan
yang mandiri, tidak bergantung pada orang lain,
dan jangan insecure dengan kekurangan yang
kamu miliki. Semangat, karena kita perempuan
memiliki versi cantiknya masing-masing”.

Halo, perkenalkan! Saya Dini Aulia
Apriansyah Putri biasa dipanggil Dini.
Lahir diJakarta, tanggal 24 Juni 2003. Saya
tinggal di Jakarta Pusat.
Motivasi untuk perempuan : “Dari saya untuk
semua perempuan, bangkitlah, percayakan
dirimu sendiri, kamu pasti selalu bisa”.

28
28

Perkenalkan saya Khalisha Salsabila dan lahir di
Depok pada tanggal 21 September 2003. Saya
tinggal di Kp kebon cinangka sawangan depok.
Motivasi untuk perempuan : “Merasa bisa tapi tak
bisa merasa, jadilah sosok yang mengerti akan situasi
yang sedang terjadi jadilah perempuan yang
menyelesaikan apa yang sudah menjadi kewajiban
perempuan, saat ini ambilah peluang yang ada untuk
terus berjuang, fighting spirit everyone”.
Hallo, perkenalkan saya Rifana Damayanti biasa
dipanggil Rifana. Lahir di Jakarta, tanggal 02 Januari
2003. Tinggal di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Motivasi untuk perempuan : “Dari saya untuk
perempuan, semangat, jangan mudah menyerah
lakukanlah hal positif sekecil apapun itu, hadapi
cobaan dengan sabar serta jangan lupa untuk selalu
bersyukur. Kalian luar biasa, kalian hebat”.

Hallo, perkenalkan nama saya Suci Eka Marcellia,
hal yang saya senangi untuk mengisi waktu luang
saya yaitu Badminton, saya sendiri lahir di Jakarta
pada tanggal 08 Maret 2022, selain badminton yang
saya senangi yatiu Jalan Jalan karena bisa membuat
saya lebih tenang.
Motivasi untuk perempuan : “Sebagaimana
perempuan bisa kuat, tidak hanya seorang laki laki”.

29
29

30

31
31

32
32

33
33

34


Click to View FlipBook Version