The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

E-Book yang diperuntukkan untuk siswa SMA / MA kelas XII

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nurul.wrehatnolo, 2022-03-16 01:02:07

MODUL BELAJAR SISTEM SARAF PADA MANUSIA

E-Book yang diperuntukkan untuk siswa SMA / MA kelas XII

Keywords: sistem saraf,sistem saraf manusia,biologi sma,otak dan fungsinya

1

DAFTAR ISI

GLOSARIUM ........................................................................................4
PETA KONSEP .....................................................................................5
PENDAHULUAN ...................................................................................6
A. IdentitasModul...............................................................................................................6
B. KompetensiDasar..........................................................................................................6
C. DeskripsiSingkat Materi...............................................................................................6
D. PetunjukPenggunaan Modul .......................................................................................7
E. Materi Pembelajaran ....................................................................................................7
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1 ..............................................................8
Fungsi dan Mekanisme SistemPertahananTubuh ...............................8
A. Tujuan Pembelajaran ...................................................................................................8
B. Uraian Materi .................................................................................................................8
C. Rangkuman................................................................................................................. 15
D. Penugasan................................................................................................................... 16
E. Latihan Soal ................................................................................................................ 16
F. Penilaian Diri............................................................................................................... 18
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2 ........................................................... 19
Faktor yang mempengaruhi dan Gangguan Sistem
Pertahanan Tubuh ........................................................................... 19
A. TujuanPembelajaran ................................................................................................. 19
B. UraianMateri ............................................................................................................... 19
C. Rangkuman................................................................................................................. 21
D. PenugasanMandiri ..................................................................................................... 22
E. LatihanSoal ................................................................................................................. 22
F. PenilaianDiri................................................................................................................ 24
EVALUASI ........................................................................................ 25
DAFTARPUSTAKA............................................................................. 28

2

1 GLOSARIUM

2 AKSON
Penjuluran sitoplasma yang panjang pada neuron. Akson berfungsi
3 menghantarkan ransangan dari satu neuron ke neuron yang lainnya.

4 DENDRIT
5 Penjuluran sitoplasma yang pendek (serabut pendek) pada neuron. Dendrit
6 berfungsi membawa rangsangan menuju ke badan sel.
7
8 EFEKTOR
9 Bagian yang menanggapi rangsanganyang telah diantarkan oleh pengantar
1E0 impuls.
GERAK REFLEKS
Gerak yang berlangsung tanpa disadari.

GERAK SADAR
Gerak yang terjadi karena disengaja.

IMPULS
Rangsang atau pesan yan

MEDULLA OBLONGATA
Sumsum lanjut atau penghubung ataubatang otak.

MEDULLA SPINALIS
Sumsum tulang belakang

NEURON
Sel saraf

NEURON ASOSIASI
Sel saraf yang menghantarkan rangsangan dari neuron sensorik
menujuneuron motorik.

3

11 NODUS RANVIER
12 Bagian dari akson yang tidak terbungkus oleh selubung myelin dan berfungsi
untuk mempercepat jalannya

rangsangan.

RESEPTOR
Alat penerima rangsangan atau impuls.rangsangan.

13 SELUBUNG MYELIN
Selubung bagian dalam yang langsungmelapisi akson.

14 SINAPSIS akson darisebuah neuron dengan ujung dendrit
Hubungan antara ujung
dari neuron yang lain.

4

mengeluarkan

Sistem Saraf Impuls Saraf






Sistem Saraf Pusat Gerak sadar




Gerak Refleks


Otak Sumsum Tulang Belakang

Cerebrum Amnesia
Cerebellum Stroke
Medulla Oblongata Meningitis
Hidrocepalus
Parkinson

Ketika fungsi sistem Kelainan pada sistem saraf
saraf tidak normal maka

akan menyebabkan

Sistem Saraf Tepi

Saraf Sadar

Neuron Aferen Neuron Eferen
(Sensorik) (Motorik)

Saraf Tidak Sadar

Neuron Asosiasi
(Penghubung)

Parasimpatis Simpatis

PETA KONSEP

5

A. Identitas Modul

Mata Pelajaran : Biologi

Kelas/Semester : XI/Genap

Alokasi Waktu :2x 45 menit

Judul Modul : Sistem Saraf Pada Manusia

B. Kompetensi Dasar
3.10 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan penyusun

organ pada sistem koordinasi (saraf, hormone dan alat
indera) dalam kaitannya dengan mekanisme koordinasi dan
regulasi serta gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem
koordinasi manusia
4.10 Menyajikan hasil analisis pengaruh pola hidup terhadap
kelainan pada struktut dan fungsi organ sistem koordinasi
yang menyebabkan gangguan sistem saraf dan hormon pada
manusia berdasarkan studi literature.

C. Deskripsi Singkat Materi
Modul ini berisi pembahasan mengenai Konsep dasar dari sistem
saraf pada manusia yang dimulai dari komponen-komponen yang
menyusun suatu sistem saraf hingga kelainan yang menyerang
sistem saraf pada manusia. Setelah memahami modul ini,
diharapkan peserta didik dapat memahami peranan penting dari sel
saraf pada tubuh manusia. Selain itu, Peserta didik juga diharapkan
dapat menyelesaikan suatu permasalahan mengenai sistem saraf
pada kehidupan sehari-hari.

6

D. Petunjuk Penggunaan Modul
1. Modul ini bertujuan agar kalian dapat belajar secara mandiri dan
tidak tergantung pada pihak lain
2. Baca terlebih dahulu bagian PENDAHULUAN agar kalian
memperoleh gambaran tentang isi modul dan cara mempelajarinya
3.Kerjakan Mini Tugas pada setiap kegiatan pembelajaraan untuk
mengetahui sejauh mana penguasaanmu terhadap isi modul.
E. Materi Pembelajaran
Modul ini terbagi menjadi 2 kegiatan pembelajaran dan di dalamnya
terdapat
Pertama : Sistem saraf pada manusia yang meliputi komponen
peyusunnya, Pembagian sistem saraf hingga Jalur impuls yang
dapat terjadi berupa gerak sadar dan gerak refleks
Ketiga : Kelainan yang ada pada sistem saraf pada manusia

7

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
SISTEM SARAF

Tujuan Pembelajaran
Setelah melakukan kegiatan pembelajaran 1 ini diharapkan peserta
didik mampu :
1. Mengidentifikasi bagian-bagian dari Neuron.
2. Mendeskripsikan implus saraf, gerak sadar, dan refleks.
3. Mendeskripsikan sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi.

Dalam kehidupan kita sehari-hari berbagai aktivitas yang kita
lakukan memerlukan sistem koordinasi, yang berfungsi untuk
mengatur organ-organ tubuh kita agar dapat bekerja selaras dan
teratur. Sistem koordinasi pada tubuh kita terdiri dari sistem saraf,
sistem indera, dan sistem hormon.

8

Gambar 1. Belajar merupakan salah
satu kegiatan yang memerlukan sistem
koordinasi

Pada Modul ini kita akan belajar mengenai sistem saraf pada
manusia. Setiap saat sistem saraf kita mengirim dan menerima
informasi yang tak terhitung jumlahnya tentang apa yang terjadi
didalam tubuh maupun diluar tubuh kita. Dalam kapasitasnya
mengontrol fungsi-fungsi tubuh, sistem saraf akan menerima
ransang dari lingkungan luar maupun lingkungan dalam tubuh
melalui reseptor, kemudian berdasarkan ransangan tersebut sistem
saraf akan menentukan tindakan yang tepat untuk menjaga fungsi
tubuh yang normal.

Gambar 2. Jalur pengolahan Informasi pada sistem saraf dan bagan
pengorganisasian sistem saraf pada manusia
(Sumber : Marieb & Hoehn, 2010: 386)

9

SEL SARAF (NEURON)
1. Struktur neuron
Neuron atau sel saraf merupakan satuan kerja utama atau bagian
dari sistem koordinasi yang berfungsi untuk mengatur aktivitas
tubuh melalui rangsangan listrik secara cepat. Komponen sistem
saraf terdiri atas sel saraf, sistem saraf pusat, dan sistem saraf tepi.
Untuk bereaksi terhadap rangsangan, tubuh memerlukan 3
komponen yaitu:
1. Reseptor
2. Sistem saraf
3. Efektor

Berdasarkan fungsinya, sel saraf dapat
dibedakan menjadi tiga, yaitu:
a. Neuron sensorik (neuron aferen):
Dendritnya berhubungan dengan
reseptor dan neuritnya berhubungan
dengan dendrit neuron lain. Fungsinya
untuk menghantarkan impuls dari
reseptor ke pusat susunan saraf.
Gambar 3. Struktur sel saraf

b. Neuron motorik (neuron efektor): Dendritnya berhubungan
dengan neurit neuron lain dan neuritnya berhubungan dengan
efektor atau alat tubuh pemberi tanggapan terhadap suatu
rangsangan. Fungsinya untuk menghantarkan impuls motorik dari
susunan saraf ke efektor.
c. Neuron asosiasi: Penghubung antara neuron motorik dan
sensorik. Neuron asosiasi dibedakan lagi menjadi 2 yaitu Neuron
Konektor dan adjustor

10

Gambar 4. jenis sel saraf berdasarkan bentuk

2. Impuls Saraf
Impuls saraf adalah rangsangan/pesan yang diterima oleh reseptor
dari lingkungan luar, kemudian dibawa oleh neuron atau
serangkaian pulsa elektrik yang menjalari serabut saraf. Impuls ini
akan menyebabkan terjadinya gerakan. Gerakan dibedakan
menjadi dua yaitu gerak sadar dan gerak refleks. Gerak sadar
merpakan gerakan yang terjadi karena disengaja atau disadari,
sedangkan gerak refleks adalah gerakan yang tidak disengaja atau
tidak disadari.

Impuls akan menyebabkan terjadinya gerakan.
Gerak sadar (disengaja/disadari):
Impuls - reseptor/indra - saraf sensoris - otak - saraf motorik -
efektor/otot
Gerak refleks (tidak disengaja/tidak disadari):
Impuls - reseptor/indra - saraf sensoris - sumsum tulang belakang -
saraf motorik - efektor/otot.

11

Mekanisme Penghantaran Impuls
Neuron dalam keadaan istirahat memiliki energi potensial membran
untuk bekerja mengirim impuls, dalam keadaan istirahat disebut
polarisasi membran. Adanya impuls menyebabkan membran sel
sarafterdepolarisasi. Akibatnya ada perbedaan muatan sel saraf.
perbedaan muatan sel saraf menyebabkan impuls merambat ke
sepanjang akson menuju sinapsis.

SISTEM SARAF PUSAT
Sistem saraf pusat manusia terdiri dari otak dan sumsum tulang
belakang. Sistem saraf pusat berfungsi mengatur dan
mengendalikan semua aktifitas tubuh.Sistem saraf pusat juga
bertindak sebagai pusat integrasi dan komunikasi

a. Otak
Otak manusia terdiri atas dua belahan,
yaitu otak kiri dan kanan. Otak kiri
mengendalikan tubuh bagian kanan.
Sebaliknya, otak kanan mengendalikan
tubuh bagian kiri. Otak terbagi menjadi :

Gambar 5. Struktur Otak
v Otak Besar (cerebrum)
Merupakan bagian terbesar otak dengan permukaan berlipat-lipat.
Otak besar terdiri atas:
(a) Otak depan (lobus frontalis), merupakan pengendali gerakan
otot.
(b) Otak belakang (lobus oksipitalis), merupakan pusat penglihatan.
(c) Otak samping (lobus temporalis), merupakan pusat
pendengaran.

12

Otak Tengah Otak Depan

Terletak di depan otak kecil. Bagian Terdiri atas talamus dan
otak tengah adalah lobus optikus hipotalamus. Talamus berfungsi
yang berhubungan dengan gerak menerima semua rangsang dari
refleks mata. Pada dasar otak reseptor, kecuali bau-bauan, dan
tengah terdapat kumpulan badan sel meneruskannya ke area sensorik.
saraf (ganglion) yang berfungsi Hipotalamus berperan dalam
untuk mengontrol gerakan dan pengaturan suhu tubuh, pengatur
kedudukan tubuh. nutrisi, pengaturan agar tetap sadar,
dan penumbuhan sikap agresif.
Hipotalamus juga merupakantempat
sekresi hormon yang mempengaruhi
pengeluaran hormon pada hipofisis

Sumsum Lanjutan (Medula

Oblongata)

Otak Kecil (Cerebellum) Disebut juga batang otak, merupakan
lanjutan otak yang menghubungkan
Terletak di depan sumsum otak dengan sumsum tulang belakang.
lanjutan (medula oblongata). Fungsinya untuk mengatur denyut
Otak kecil merupakan pusat jantung, pelebaran dan penyempitan
keseimbangan gerak dan pembuluh darah, gerak menelan,
koordinasi gerak otot serta bersin, bersendawa, batuk, dan
posisi tubuh. Tepat di bagian muntah. Di sumsum lanjutan terdapat
bawah serebelum terdapat bagian yang menghubungkan otak dan
jembatan varol yang berfungsi sumsum tulang belakang yang
menghantarkan impuls otot-otot dinamakan Pons.
bagian kiri dan kanan tubuh.
Jembatan varol ini juga
menghubungkan otak besar
dengan otak kecil.

13

b. Sumsum tulang belakang

Gambar 6. Struktur dari sumsum tulang belakang
Sumber : psychologymania.com

SISTEM SARAF TEPI
Sistem saraf tepi (sistem saraf perifer) pada dasarnya adalah
lanjutan dari neuron yang bertugas membawa impuls saraf menuju
ke dan dari sistem saraf pusat.

Secara struktural sistem saraf tepi pada
manusia terdiri dari pasangan kiri dan
kanan saraf kranial dan spinal,
serta ganglia yang terkait. Saraf
kranial (cranial nerve) menghubungkan
otak dengan lokasi-lokasi yang sebagian
besar terdapat dalam organ-organ di
Gambar 7. Bagan Alur fungsi sistem saraf tepi
(Sumber:Campbell,et al.,2011)
kepala dan tubuh bagian atas. Saraf tulang belakang (spinal
nerve) membentang diantara sumsum tulang belakang dan bagian
tubuh di bawah kepala.

14

Berdasarkan dari arah datangnya impuls yang dibawa, sistem saraf
tepi dibedakan menjadi dua, yaitu :
1. Sistem saraf aferen membawa impuls saraf dari reseptor

menuju ke sistem saraf pusat.
2. Sistem saraf eferen membawa impuls saraf dari sistemsaraf

pusat ke efektor.

Neuron eferen pada sistem saraf tepi terdiri atas dua komponen
fungsional, yaitu sistem saraf sadar (somatik) dan sistem saraf tak
sadar (otonom). Sistem saraf somatik dan otonom seringkali
bekerja sama dalam mempertahankan homeostasis.
§ Sistem saraf sadar (somatik)

Sistem saraf sadar (somatik)

terdiri dari 12 pasang saraf

kranial dan 31 pasang saraf

spinal. Saraf-saraf ini berfungsi

meneruskan impuls dari reseptor

(terutama stimulus luar) kesistem

saraf pusat, juga meneruskan

impuls dari sistem saraf pusat ke

semua otot-otot rangka

tubuh. Sistem saraf somatik

mengandung saraf eferen

yangmenghantarkan impuls dari sistem saraf pusat ke jaringan otot

rangka.

Gambar 8. Saraf Cranial ,Sumber : bangsalsehat.com

15

Sistem saraf tak sadar (otonom)

Sistem saraf otonom adalah bagian dari sistem saraf tepi
yang mengontrol kegiatan organ-organ dalam, misalnya jantung,
paru-paru, organ pencernaan, dan lain sebagainya.Setiap jalur saraf
otonom yang merentang dari sistem saraf pusat ke organ yang di
inervasi, terdiri atas dua rantai neuron. Badan sel dari neuron
pertama terletak di dalam sistem saraf pusat, sedangkan aksonnya
sebagai serabut praganglionik bersinapsis dengan badan sel dari
neuron kedua yang terletak dalam suatu ganglion di luar sistem
saraf pusat. Akson dari neuron ke dua yang disebut serabut
pascaganglionik menginervasi organ efektor.

Ada dua jenis saraf otonom, yaitu :

Gambar 9.Saraf simpatik dan parasimpatik
(Sumber:Campbell,et al.,2011)

16

1. Sel saraf yang mempunyai
fungsi untuk mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot dan kelenjar yaitu
...
a. neuron ajustor
b. neuron aferen
c. neuron eferen
d. neuron intermediet
e. neuron sensori

2. Sistem saraf pusat terdiri dari ...
a. Otak dan sumsum tulang belakang
b. Saraf simpatik dan saraf parasimpatetik
c. Otak dan saraf tepi
d. 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf spinal
e. Otak dan saraf otonom

3. Seorang petinju terkena pukulan dan membuatnya terjatuh. Bagian otak petinju
tersebut yang mengalami gangguan fungsi pada saat jatuh kemungkinan besar
yaitu ...
a. Otak tengah
b. Cereberum
c. Saraf perifer
d. Cerebelum
e. Sumsum tulang belakang

4. Di bawah ini yang tugas saraf parasimpatik , kecuali ...
a. Menyempitkan bronki paru-paru
b. Ereksi genetalia
c. Merelaksasi bronki di paru-paru
d. Meningkatkan empedu
e. Memperlambat denyut jantung

5. Di bawah ini yang bukan merupakan pengaruh dari saraf simpatik pada kerja
organ tubuh yaitu ...
a. mengembangkan kantung kemih
b. mempercepat denyut jantung
c. mempercepat proses pencernaan
d. memperlebar pupil
e. memperkecil diameter pembuluh

17

KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
KELAINAN PADA SISTEM SARAF
Tujuan Pembelajaran
Setelah melakukan kegiatan pembelajaran 2 ini diharapkan peserta
didik mampu
1. Mendeskripsikan kelainan sistem saraf pada manusia
2. Mengaitkan fenomena yang terjadi di kehidupan sehari-hari
dengan konsep kelainan sistem saraf pada manusia

Scan Barcode disamping ! kemudian Jelaskan
mengapa epilepsi dapat terjadi ? dan apa
kaitannya dengan sistem saraf?

KELAINAN SISTEM SARAF
PADA MANUSIA

AMNESIA

Merupakan gangguan pada otak yang disebabkan oleh kecelakaan atau
cidera yang menyebabkan trauma pada kepala (geger otak). Penderita
amnesia mengalami ketidakmampuan untuk mengingat atau mengenali
kejadian yang terjadi dalam suatu periode
waktu tertentu. Amnesia bersifat sementara
atau permanen tergantung dari seberapa
parahnya trauma yang diderita oleh otak.
3.

18

STROKE

Stroke (Cerebrovascular accident ( CVA ) atau Cerebral apoplexy ), adalah
kerusakan otak akibat tersumbatnya atau pecahnya pembuluh darah di otak.
.
4.

MENINGITIS

Meningitis atau radang selaput pelindung sistem saraf pusat (meninges)
terjadi karena infeksi dari virus atau bakteri, luka fisik, kanker, atau obat-
obatan tertentu.

.
5.

19

HIDROSEFALUS

Hidrosefalus (kepala air) adalah penyakit yang terjadi akibat gangguan aliran
cairan di dalam otak (cairan serebro spinal) atau akumulasi cairan
serebrospinal dalam ventrikel serebral, ruang subarachnoid, atau ruang
subdural. Gangguan itu menyebabkan cairan tersebut bertambah banyak yang
selanjutnya akan menekan jaringan otak di sekitarnya, khususnya pusat-pusat
saraf yang vital.

PARKINSON

Merupakan kelainan yang disebabkan karena kekurangan

neurotransmiter dopamine pada dasar ganglion. Penderita kelainan ini

biasanya sering mengalami tangan gemetaran sewaktu istirahat (tetapi

gemetaran itu hilang sewaktu tidur), sulit bergerak atau berjalan karena otot

terasa kaku, dan mata sulit untuk berkedip.

20

STUDI KASUS
Perhatikan Gambar di samping !
Seorang ibu telah melahirkan bayi yang memiliki
kelainan pada sistem saraf.
a. Apa nama kelainan dari bayi tersebut ?
b. Mengapa Bayi tersebut dapat menderita
kelainan tersebut ?
c. Apakah kelainan ini dapat disembuhkan ? jika
bisa jelaskan !
d. Bagaimana langkah preventif seorang ibu hamil
agar bayi yang dikandungnya sehat ?

21

§ Rangsangan (stimulus) diartikan sebagai segala sesuatu yang menyebabkan
perubahan pada tubuh atau bagian tubuh tertentu. Sedangkan alat tubuh yang
menerima rangsangan tersebutdinamakan indra (reseptor).

§ Setiap neuron tersusun atas badan sel, dendrit, dan akson (neurit). Dendrit
berfungsi menerima impuls (rangsang) yang datang dari reseptor. Akson
berperan dalam menghantarkan impuls dari badan sel menuju efektor, seperti
otot dan kelenjar.

§ Berdasarkan struktur dan fungsinya, neuron dikelompokkan dalam tiga bagian,
yaitu neuron sensorik, neuron motorik, dan interneuron. Fungsi neuron
sensorik yakni meneruskan impuls (rangsangan) dari reseptor menuju sistem
saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Neuron motorik merupakan
neuron yang berperan meneruskan impuls dari sistem saraf pusat ke otot
dan kelenjar. Interneuron merupakan neuron yang membawa impuls dari
sensorik atau interneuron lainnya.

§ Penghantaran impuls saraf melalui membran plasma terjadi karena adanya
perbedaan konsentrasi ion Na+ dan ion K+ di dalam dan di luar membran.
Prosesnya melewati empat fase, meliputi fase polarisasi, depolarisasi,
repolarisasi, dan refraktori.

§ Penghantaran impuls saraf menggunakan sinaps dilakukan dengan bantuan
neurotransmiter melalui tombol sinaps. Akibatnya, impuls dapat bergerak
menuju ujung akson sel saraf lainnya.

§ Mekanisme terjadinya gerak refleks yakni: rangsangan reseptor neuron
sensorik sumsum tulang belakang neuron motorik efektor.

§ Sistem saraf manusia tersusun atas dua jenis, yaitu sistem saraf sadar
(somatik) dan sistem saraf tak sadar (otonom). Sistem saraf sadar terdiri atas
sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi, sementara saraf tak sadar yakni saraf
simpatik dan parasimpatik yang kerjanya saling berlawanan.

22

§ Otak sebagai sistem saraf pusat merupakan pusat koordinasi dan kontrol
seluruh aktivitas tubuh. Sementara, sumsum tulang berperan menghubungkan
impuls dari saraf sensorik ke otak dan sebaliknya, menghubungkan impuls dari
otak ke saraf motorik; memungkinkan menjadi jalur terpendek pada gerak
refleks.

§ Sistem saraf tepi merupakan bagian dari sistem saraf tubuh yang meneruskan
rangsangan (impuls) menuju dan dari sistem saraf pusat. Di dalamnya terdiri
atas saraf kranial dan saraf spinal.

23

24

25


Click to View FlipBook Version