The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

A310190180_Syafrudin Daffa Maulana_Handout

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by dudungm156, 2021-12-20 12:45:30

A310190180_Syafrudin Daffa Maulana_Handout

A310190180_Syafrudin Daffa Maulana_Handout

MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR TEKS NARASI DAN MENCERITAKAN KEMBALI
ISI TEKS NARASI (CERITA FANTASI)

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas cerita fantasia tau tidak nyata. Pastinya semua tau ya
mendengar atau membaca cerita fantasi, misalnya dongeng atau cerita rakyat, nah dongeng tersebut
merupakan salah satu cerita fantasia tau tidak nyata. Cerita fantasi sendiri merupakan jenis narasi
dimana pengarang bisa mengembangkan kreativitas yang dimiliki karena memang cerita ini hanyalah
fantasi dari dirinya sendiri. Secara umum, teks cerita ini hampir sama dengan teks narasi secara
keseluruhan, namun memiliki perbedaan pada alur, unsur, serta struktur cerita yang digunakan, dimana
cerita biasanya cenderung dilebih-lebihkan. Cerita fantasi bisa dibilang sebagai sebuah kisah atau cerita
karangan dengan alur yang normal, namun sifatnya imajinatif.

Berikut ialah contoh teks narasi cerita fantasi!

Asal Usul Candi Prambanan (Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso)
Alkisah pada zaman dahulu kala, berdiri sebuah kerajaan yang sangat besar yang

bernama Prambanan. Rakyat Prambanan sangat damai dan makmur di bawah
kepemimpinan raja yang bernama Prabu Baka. Kerajaan-kerajaan kecil di wilayah sekitar
Prambanan juga sangat tunduk dan menghormati kepemimpinan Prabu Baka.

Sementara itu di lain tempat, ada satu kerajaan yang tak kalah besarnya dengan
kerajaan Prambanan, yakni kerajaan Pengging. Kerajaan tersebut terkenal sangat arogan
dan ingin selalu memperluas wilayah kekuasaanya. Kerajaan Pengging mempunyai
seorang ksatria sakti yang bernama Bondowoso. Dia mempunyai senjata sakti yang
bernama Bandung, sehingga Bondowoso terkenal dengan sebutan Bandung Bondowoso.
Selain mempunyai senjata yang sakti, Bandung Bondowoso juga mempunyai bala tentara
berupa Jin. Bala tentara tersebut yang digunakan Bandung Bondowoso untuk
membantunya untuk menyerang kerajaan lain dan memenuhi segala keinginannya.

Hingga Suatu ketika, Raja Pengging yang arogan memanggil Bandung
Bondowoso. Raja Pengging itu kemudian memerintahkan Bandung Bondowoso untuk
menyerang Kerajaan Prambanan. Keesokan harinya Bandung Bondowoso memanggil
balatentaranya yang berupa Jin untuk berkumpul, dan langsung berangkat ke Kerajaan
Prambanan. Setibanya di Prambanan, mereka langsung menyerbu masuk ke dalam istana
Prambanan. Prabu Baka dan pasukannya kalang kabut, karena mereka kurang persiapan.
Akhirnya Bandung Bondowoso berhasil menduduki Kerajaan Prambanan, dan Prabu Baka
tewas karena terkena senjata Bandung Bondowoso.

Pada saat Bandung Bondowoso tinggal di Istana Kerajaan Prambanan, dia
melihat seorang wanita yang sangat cantik jelita. Wanita tersebut adalah Roro Jonggrang,
putri dari Prabu Baka. Saat melihat Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso mulai jatuh
hati. Dengan tanpa berpikir panjang lagi, Bandung Bondowoso langsung memanggil dan
melamar Roro Jonggrang. “Wahai Roro Jonggrang, bersediakah seandainya dikau
menjadi permaisuriku?”, Tanya Bandung Bondowoso pada Roro Jonggrang.

Mendengar pertanyaan dari Bandung Bondowoso tersebut, Roro Jonggrang
hanya terdiam dan kelihatan bingung. Sebenarnya dia sangat membenci Bandung
Bondowoso, karena telah membunuh ayahnya yang sangat dicintainya. Tetapi di sisi lain,
Roro Jonggrang merasa takut menolak lamaran Bandung Bondowoso. Akhirnya setelah
berfikir sejenak, Roro Jonggrang pun menemukan satu cara supaya Bandung Bondowoso
tidak jadi menikahinya.
“Baiklah,aku menerima lamaranmu. Tetapi setelah kamu memenuhi satu syarat
dariku”,jawab Roro Jonggrang.
“Apakah syaratmu itu Roro Jonggrang?”, Tanya Bandung Bandawasa.
“Buatkan aku seribu candi dan dua buah sumur dalam waktu satu malam”, Jawab Roro
Jonggrang.

Mendengar syarat yang diajukan Roro Jonggrang tersebut, Bandung Bondowoso
pun langsung menyetujuinya. Dia merasa bahwa itu adalah syarat yang sangat mudah
baginya, karena Bandung Bondowoso mempunyai balatentara Jin yang sangat banyak.

Roro Jonggrang yang menyaksikan pembangunan candi mulai gelisah dan
ketakutan, karena dalam dua per tiga malam, tinggal tiga buah candi dan sebuah sumur
saja yang belum mereka selesaikan. Roro Jonggrang kemudian berpikir keras, mencari
cara supaya Bandung Bondowoso tidak dapat memenuhi persyaratannya. Setelah berpikir
keras, Roro Jonggrang akhirnya menemukan jalan keluar. Dia akan membuat suasana
menjadi seperti pagi,sehingga para Jin tersebut menghentikan pembuatan candi.

Roro Jonggrang segera memanggil semua dayang-dayang yang ada di istana.
Dayang-dayang tersebut diberi tugas Roro Jonggrang untuk membakar jerami,
membunyikan lesung, serta menaburkan bunga yang berbau semerbak mewangi.
Mendengar perintah dari Roro Jonggrang, dayang-dayang segera membakar jerami. Tak
lama kemudian langit tampak kemerah merahan, dan lesung pun mulai dibunyikan. Bau
harum bunga yang disebar mulai tercium, dan ayam pun mulai berkokok. Melihat langit
memerah, bunyi lesung, dan bau harumnya bunga tersebut, maka balatentara Bandung
Bondowoso mulai pergi meninggalkan pekerjaannya. Mereka pikir hari sudah mulai pagi,
dan mereka pun harus pergi. Melihat Balatentaranya pergi, Bandung Bondowoso
berteriak: “Hai balatentaraku, hari belum pagi. Kembalilah untuk menyelesaikan
pembangunan candi ini !!!”

Mendengar kata Roro Jonggrang tersebut, Bandung Bondowoso sangat marah.
Dengan nada sangat keras, Bandung Bondowoso berkata: “Kau curang Roro Jonggrang.
Sebenarnya engkaulah yang menggagalkan pembangunan seribu candi ini. Oleh karena
itu, Engkau aku kutuk menjadi arca yang ada di dalam candi yang keseribu !”

Berkat kesaktian Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang berubah menjadi
arca/patung. Wujud arca tersebut hingga kini dapat disaksikan di dalam kompleks candi
Prambanan, dan nama candi tersebut dikenal dengan nama candi Roro Jonggrang.
Sementara candi-candi yang berada di sekitarnya disebut dengan Candi Sewu atau Candi
Seribu.

Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/sejarah-candi-prambanan/

Nahh cerita diatas merupakan cerita fantasia tau tidak nyata yang merupakan cerita dari karangan si
penulis, sebenarnya masih banyak cerita fantasi yang lainnya namun cerita Candi Prambanan tersebut
menurut saya memang cerita yang cukup menarik untuk dibaca. Selanjutnya mari kita mempelajari
unsur-unsur, struktur dan jenis-jenis teks narasi, simak penjelasannya berikut dibawah ini!

Unsur-unsur Teks Narasi:

Ada 6 macam unsur teks narasi sebagai berikut:

1) Ada keajaiban, keanehan, dan kemisteriusan
Cerita mengungkapkan hal-hal supranatural, kemisteriusan, dan kegaiban yang tidak ditemui
dalam dunia nyata. Cerita fantasi adalah cerita fiksi berjenis fantasi (dunia imajinatif yang
diciptakan penulis). Pada cerita fantasi hal yang tidak mungkin dijadikan biasa. Tokoh dan latar
yang diciptakan penulis tidak ada di dunia nyata atau modifikasi dunia nyata.

2) Ide cerita
Ide cerita terbuka terhadap daya khayal penulis, tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan
nyata. Ide juga berupa irisan dunia nyata dan dunia khayal yang diciptakan pengarang. Ide cerita
terkadang bersifat sederhana, tapi mampu menitipkan pesan yang menarik. Tema cerita fantasi
adalah gaib, supernatural, atau futuristik.

3) Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu)
Peristiwa yang dialami tokoh terjadi pada dua latar, yaitu latar yang masih ada dalam kehidupan
sehari-hari dan latar yang tidak ada pada kehidupan sehari-hari. Alur dan latar cerita fantasi
memiliki kekhasan. Rangkaian peristiwa cerita fantasi menggunakan berbagai latar yang
menerobos dimensi ruang dan waktu. Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah
dari berbagai latar yang melintasi ruang dan waktu.

4) Tokoh unik (memiliki kesaktian)
Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unik, yang tidak ada dalam
kehidupan sehari-hari. Tokoh memiliki kesaktian-kesaktian tertentu. Tokoh mengalami
peristiwa misterius yang tidak terjadi pada kehidupan sehari-hari. Tokoh mengalami kejadian
dalam berbagai latar waktu. Tokoh juga ada pada waktu dan tempat yang berbeda zaman (bisa
waktu lampau atau waktu yang akan datang atau futuristik).

5) Bersifat fiksi
Cerita fantasi bersifat fiktif (bukan kejadian nyata). Cerita fantasi bisa diilhami oleh latar nyata
atau objek nyata dalam kehidupan, tetapi diberi fantasi.

6) Bahasa
Penggunaan sinonim disampaikan dengan emosi yang kuat dan variasi kata yang cukup
menonjol. Bahasa yang digunakan variatif, ekspresif, dan menggunakan ragam percakapan
(bukan bahasa formal).

Jenis-jenis Teks Narasi

Jenis cerita fantasi dapat dibagi menjadi dua kategori yaitu berdasarkan kesesuaiannya dengan
kehidupan nyata dan berdasarkan latar cerita.

a Teks Fantasi Berdasarkan Kesesuaian dengan Kehidupan Nyata:
1. Cerita fantasi total
Dalam kategori ini, semua yang terdapat pada cerita tidak terjadi dalam dunia nyata.
Misalnya, cerita fantasi Nagata itu total fantasi penulis. Jadi nama orang, nama objek, nama
kota benar-benar rekaan penulis semata.
2. Cerita fantasi irisan
Cerita ini mengungkapkan fantasi tetapi masih menggunakan nama-nama dalam kehidupan
nyata, seperti memakai nama tempat yang ada dalam dunia nyata, atau peristiwa yang
pernah terjadi pada dunia nyata.

b Teks Fantasi Berdasarkan Latar Cerita:
1. Latar waktu sezaman
Artinya menggunakan latar yang satu masa saja, seperti: fantasi masa kini, fantasi masa
lampau, atau fantasi masa yang akan datang/ futuristik.
2. Latar lintas waktu
Berarti cerita fantasi yang menggunakan dua latar waktu yang berbeda, misalnya: masa kini
dengan zaman prasejarah, masa kini dan 40 tahun mendatang/ futuristik.

Struktur Cerita Fantasi

Karena pengertian cerita fantasi yang secara keseluruhan nyaris menyerupai pengertian cerita narasi
pada umumnya, maka dari segi struktur pun keduanya hampir sama. Adapun pengertian dari masing-
masing elemen struktur di dalam cerita ini adalah sebagai berikut:

1. Orientasi atau perkenalan
Disini penulis akan memperkenalkan tokoh, tema, serta alur cerita kepada pembaca.

2. Konflik
Ini adalah tahapan ketika permasalahan di dalam cerita bermula, dari awal hingga puncak
permasalahannya.

3. Resolusi
Resolusi atau penyelesaian merupakan penyelesaian dari konflik atau permasalahan di dalam
cerita dan mengarah kepada akhir cerita.

4. Akhir cerita
Seperti namanya, ini adalah akhir atau penutup dari sebuah cerita.

Setelah kita mempelajari Unsur, Struktur dan Jenis teks narasi cerita fantasi selanjutnya kita akan
mempelajari pengertian teks narasi, fungsi teks narasi, ciri tokoh, alur dan tema teks narasi. Untuk
penjelasan lebih lanjut mari kita simak dengan seksama agar lebih mengerti penjelasan tersebut.

Pengertian Teks Narasi

Teks narasi adalah karangan cerita yang menyajikan serangkaian peristiwa kejadian dan disusun secara
kronologi sesuai dengan urutan waktunya. Dalam teks narasi peristiwa yang ditulis bisa benar-benar
terjadi atau khayalan. Teks narasi bertujuan untuk menghibur pembacanya.

Mengutip Kemdikbud RI, berikut ini beberapa ciri umum cerita fantasi sebagai salah satu jenis teks
narasi: Ada keajaiban, keanehan, atau kemisteriusan; Ide cerita terbuka terhadap daya khayal penulis,
tidak dibatasi oleh realitas atau kehidupan nyata; Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu);

Fungsi Teks Narasi

Fungsi teks narasi mengisahkan suatu cerita melalui rangkaian alur cerita dan unsur-unsur lainnya.
Dalam tipe teks narasi tertentu, teks berfungsi untuk memperluas pengetahuan pembaca atau
pendengarnya akan suatu hal (teks sejarah, berita berbentuk narasi, dsb). Selain itu teks narasi juga
menjadi media untuk mengajarkan banyak hal-hal baik dan memberikan hikmah yang bisa dipetik
pembaca. Karenanya fungsi dari cerita imajinasi adalah menghibur pembaca serta memberikan
pelajaran dan hikmah yang bisa dipelajari oleh pembaca.

Ciri tokoh, Alur, dan Tema Teks Narasi

a) Ciri tokoh
Tokoh cerita fantasi pada umumnya mempunyai watak dan ciri unik yang tidak ada dalam
kehidupan sehari-hari. Karakter pada cerita fantasi biasanya mengalami peristiwa dalam
berbagai latar waktu dan tempat yang berbeda zaman, bisa masa lampau atau futuristik (masa
yang akan datang).

b) Alur
Sama halnya menggunakan teks narasi yg lain, teks cerita fantasi jua memiliki alur. Pada
dasarnya bukan maslah alur maju atau alur mundur. Dalam pembelajaran teks fantasi, yg
disebut dengan alur merupakan tahapan peristiwa dalam cerita. Baik urutan waktunya maju
maupun mundur, tahapan alurnya permanen yaitu:
1. Pengenalan (Orientasi)
2. Rangkaian Peristiwa (Komplikasi)
3. Penyelesaian (Resolusi)
Tahapan di atas adalah sebuah alur yg menyusun sebuah teks cerita fantasi. Jadi, sebuah cerita
fantasi selalu diawali dengan orientasi.

Jenis (Ragam) Alur dalam Teks Cerita Fantasi
Pada bagian ini, diuraikan ragam alur yg masih ada dalam teks cerita fantasi. Ragam alur atau
jenis-jenis alur meliputi alur lengkap, alur dimulai berdasarkan komplikasi, alur tanpa resolusi.
a. Alur Lengkap: Yang dimaksud menggunakan alur lengkap merupakan teks cerita fantasi

yang mempunyai semua tahapan alur (struktur) teks cerita fantasi.
Tahapan alur lengkap ialah
1. Proses pengenalan,
2. Timbul konflik/permasalahan,
3. Konflik mencapai puncak(klimaks) dan.
4. Permasalahan selesai.
b. Alur Dimulai berdasarkan Komplikasi (Peristiwa/Perseteruan)
Sebuah teks cerita fantasi ada kalanya langsung dimulai menggunakan adanya masalah.
Jadi tanpa perlu diperkenalkan dulu dalam bagian orientasi.
c. Alur Tanpa Resolusi
Ragam alur yg ketiga ini bisa jua disebut menggunakan akhir yang menggantung atau akhir
yg terbuka. Karena pada teks cerita fantasi ini, masih ada rangkaian peristiwa yg diawali
dengan orientasi (sosialisasi), diikti menggunakan rangkaian insiden sampai puncak
masalah, hingga akhirnya pada termin puncak perkara.
c) Tema
Tema cerita fantasi meliputi sihir, supernatural, dunia alternatif, pahlawan super, monster, peri,
makhluk magis, pahlawan mitologis dan lainnya. Cerita fantasi dibuat berdasarkan dunia
imajinatif yang diciptakan oleh seorang penulis yang tidak terjadi di dunia nyata atau
modifikasi dari dunia nyata.


Click to View FlipBook Version