The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by yasirsmponemgg, 2022-10-15 01:06:13

BAB I

BAB I

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Salah satu jenis sayuran yang sudah sangat populer di kalangan

masyarakat Indonesia maupun dunia salah satunya adalah kacang panjang.
Masyarakat dunia menyebutkan dengan nama Yardlong Beans/Cow Peas.
Plasma nutfah tanaman kacang panjang berasal dari India dan Cina. Adapun
yang menduga berasal dari kawasan benua Afrika. Plasma nutfah kacang uci
(Vigna umbellata) diketemukan tumbuh liar di daerah Himalaya India,
sedangkan plasma nutfah kacang tunggak (Vigna unguiculata) merupakan asli
dari Afrika. Oleh karena itu, tanaman kacang panjang tipe merambat berasal
dari daerah tropis dan Afrika, terutama Abbisinia dan Ethiopia.

Kacang panjang merupakan salah satu tanaman sayuran sebagai
sumber vitamin dan mineral. Fungsinya sebagai pengatur metabolisme tubuh,
meningkatkan kecerdasan dan ketahanan tubuh serta memperlancar proses
pencernaan karena kandungan seratnya yang tinggi (Ashari, 1995). Kacang
panjang dapat dibedakan menjadi 2 kelompok yaitu kelompok merambat dan
tidak merambat. Kelompok kacang panjang yang banyak dibudidayakan
adalah kelompok yang merambat, cirinya tanaman membelit pada ajir dan
buahnya panjang ± 40-70 cm berwarna hijau atau putih kehiijauan.

Kacang panjang di Indonesia merupakan mata dagangan sehari-
hari. Pendayagunaan kacang panjang sangat beragam, yakni dihidangkan
untuk berbagai masakan mulai dari bentuk mentah sampai masak. Prospek

1 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP

ekonomi dan sosial kacang panjang sangat cerah, sehingga budidaya kacang
panjang cukup menjanjikan.

Dalam tahun-tahun terakhir banyak permintaan baik dalam maupun
luar negeri, dimana permintaan tersebut belum terpenuhi. Kacang panjang
juga dipromosikan sebagai sumber protein dan mineral. Dengan demikian
sayuran ini menarik perhatian konsumen yang mengerti arti nilai gizi dan
kualitas makanan yang kaya akan vitamin

1.2. Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas, maka masalah dalam karya tulis ini

dapat dirumuskan yaitu:
1. Bagaimana cara penanaman yang baik dalam budidaya kacang panjang.
2. Bagaimana cara mengetahui jenis tanah yang baik untuk media tanam

tanaman kacang panjang.

1.3. Tujuan Penulisan
Dengan memperhatikan permasalahan dan latar belakang di atas,

kemudian dirumuskan tujuan penulisan seperti di bawah ini:
1. Agar mengetahui bagaimana cara pembudidayaan tanaman kacang

panjang.
2. Agar mengetahui perawatan dan cara pengendalian HPT pada tanaman

kacang panjang.

1.4. Manfaat Hasil Penulisan

2 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP

Penulisan karya tulis ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi
pembaca sebagai tambahan pengetahuan dalam pemahaman mengenai cara
dan teknik dalam meningkatkan hasil produksi tanaman kacang panjang serta
agribisnisnya .

3 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tanaman Kacang Panjang

Tanaman kacang panjang merupakan tanaman semak, menjalar,
semusim dengan tinggi kurang lebih 2,5 m. Batang tanaman ini tegak, silindris,
lunak, berwarna hijau dengan permukaan licin. Daunnya majemuk, lonjong,
berseling, panjang 6-8 cm, lebar 3-4,5 cm, tepi rata, pangkal membulat, ujung
lancip, pertulangan menyirip, tangkai silindris, panjang kurang lebih 4 cm, dan
berwarna hijau. Bunga tanaman ini terdapat pada ketiak daun, majemuk,
tangkai silindris, panjang kurang lebih 12 cm, berwarna hijau keputih-putihan,
mahkota berbentuk kupu-kupu, berwarna putih keunguan, benang sari
bertangkai, panjang kurang lebih 2 cm, berwarna putih, kepala sari kuning,
putik bertangkai, berwarna kuning, panjang kurang lebih 1 cm, dan berwarna
ungu. Buah tanaman ini berbentuk polong, berwarna hijau, dan panjang 15-25
cm. Bijinya lonjong, pipih, berwarna coklat muda. Akarnya tunggang berwarna
coklat muda. Kacang panjang mengandung enam antosianin (sianidin 3-O-
galaktosida, sianidin 3-O-glukosida, delfinidin 3-O-glukosida, malvidin 3-O-
glukosida, peonidin3-O-glukosida, dan petunidin 3-O-glukosida), flavonol atau
glikosida flavonol (kaempferol 3-O-glukosida, quersetin, quersetin 3-O-
glukosida, kuersetin 3-O-6′-asetilglukosida), aglikon flavonoid (kuersetin,
kaempferol, isorhamnetin). Daun dan akarnya mengandung saponin dan
polifenol. Selain itu juga mengandung protein, karbohidrat, lemak, serat,
kalsium, besi, fosfor, potasium, sodium, vitamin B1, vitamin B2, vitamin C, dan
niasin. Kandungan senyawa-senyawa di dalam kacang panjang ini berperan
dalam proses proliferasi, diferensiasi, dan sintesis protein di sel target yang
berbeda-beda (Anto, 2011).

2.2 Klasifikasi Tanaman Kacang Panjang

4 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP

Tanaman kacang panjang (Vigna sinensis L) sudah lama dibudidayakan

olehorang Indonesia. Sebenarnya kacang panjang berasal dariIndia dan

Afrika.Kemudian menyebar penanamanya ke daerah-daerah Asia Tropika

hingga ke Indonesia..

Klasifikasi kacang panjang adalah sebagai berikut :

Klasifikasi kacang panjang

Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)

Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua/dikotil)

Sub Kelas : Rosidae

Ordo : Fabales

Famili : Fabaceae (suku polong-polongan)

Genus : Vigna

Spesies : Vigna sinensis

Tanaman kacang panjang mempunyai sebutan lain seperti kacang
lanjaran (Jawa), kacang turus (Pasundan), taukok (Cina), sitao (Philipina),
kacang belut (Malaysia ). Tanaman ini mudah tumbuh dengan baik di berbagai
jenis lahan, baik lahan sawah, tegalan bahkan pekarangan rumah. Kacang
panjang merupakan tanaman semusim yang berbentuk perdu, bersifat
memanjat dengan membelit.Daunnya bersusun tiga-tiga helai, sedangkan
bunga kacang panjang seperti kupu-kupu berwarna biru muda,polongnya
berwarna hijau berbentuk gilig dengan panjang sekitar 10-80 cm.Kacang

5 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP

panjang bersifat dwiguna, artinya sebagai sayuran polong dan sebagai
penyubur tanah. Tanaman sebagai penyubur tanah karena pada akar-akarnya
terdapat bintil-bintil bakteri Rhizobium. Bakteri tersebut berfungsi mengikat
nitrogen bebas dari udara. Maka dari itu kacang panjang banyak ditanam oleh
petani di pematang sawah baik monokultur maupun sebagai tanaman sela.
Selain itu kacang panjang banyak mengandung zat gizi seperti protein, kalori,
vitamin A dan vitamin B.Daun kacang panjang sangat baik bagiwanita yang
sedang menyusui karena dapat memperbanyak air susu ibu.Nilai gizi kacang
panjang dan daun kacang per 100 g bahan Energi Protein, Lemak,
Karbohidrat, Ca,P,Fe,VitA,Vit.B (Hakim, 2013).

BAB III
6 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP

METODOLOGI
3.1. Waktu dan Tempat

▪ Waktu
Penyusunan karya tulis ini dilaksanakan pada tanggal 26 Maret 2017

▪ Tempat
Penyusunan karya tulis ini dilaksanakan di Desa Pante Pirak
Kecamatan Manggeng Kabupaten Aceh Barat Daya.

3.2. Metode Pelaksanaan Kegiatan
Kegiatan penyusunan pelaksanaan karya tulis ini dilaksanakan
berdasarkan beberapa kajian yakni :

▪ Studi Kepustakaan
Dilaksanakan melalui pengumpulan data – data penunjang sebagai
landasan teoritis dalam penyusunan karya tulis dan sebagai dasar untuk
menganalisa permasalahan di lapangan.

▪ Wawancara
Melakukan interaksi dengan petani untuk mendapatkan informasi lebih
jelas tentang penerapan sistem dan sebagai bahan perbandingan
dalam penyusunan karya tulis.

7 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1 Budidaya Tanaman Kacang Panjang

a.Syarat Tumbuh
Adapaun syarat tumbuh tanaman kacang panjang adalah sebagai

berikut ini :
Lahan yang cocok adalah sawah berpengairan teknis

dengan ketinggian tempat sekitar 600m dpl, suhu 25-35oC, pH tanah 5,5-6,5
dengan struktur tanah yang gembur dan kaya bahan organik. Musim yang
tepat untuk budidaya kacang panjang pada musim kemarau. Iklimnya kering,
curah hujan antara 600-1.500 mm/tahun (Astuti, 2014).

Media tanam yang cocok untuk budidaya tanaman kacang panjang
adalah :
a. Hampir semua jenis tanah cocok untuk budidaya kacang panjang, tetapi

yang paling baik adalah tanah Latosol/lempung berpasir, subur, gembur,
banyak mengandung bahan organik dan drainasenya baik.
b. Tanah kemasaman (pH) sekitar 5,5-6,5. Bila pH terlalu basa (diatas pH 6,5)
menyebabkan pecahnya nodula-nodula akar.

4.2. Persiapan Lahan
a. Pembentukan bedengan
Lahan dibersihkan dari rumput-rumput liar, dicangkul/dibajak
sedalam 30 cm hingga tanah menjadi gembur. Buat parit keliling,
biarkan tanah dikeringkan selama 15-30 hari. Setelah 30 hari buatlah
bedengan dengan ukuran lebar 60-80 cm, jarak antara bedengan 30
cm, tinggi 30 cm, panjang tergantung lahan. Untuk sistem guludan
lebar dasar 30-40 cm dan lebar atas 30-50 cm, tinggi 30 cm dan jarak
antara guludan 30-40 cm.

8 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP

b. Pengapuran
Pengapuran dilakukan jika pH tanah lebih rendah dari 5,5

dengan dosis tergantung kemasaman tanah. Berikan kapur pertanian
dalam bentuk kalsit, dolomit, atau zeagro sebanyak 1-2 ton/ha
tergantung dari pH awal dan jumlah Alumunium. Kapur dicampur
secara merata dengan tanah pada kedalaman 30 cm.
c. Penambahan pupuk kandang

Pada saat pembentukan bedengan atau guludan tambahkan
10-20 ton/ha pupuk kandang, dengan dosis 4-5 ton/ha dicampur
merata dengan tanah sambil dibalikkan

Benih kacang panjang yang baik dan bermutu adalah yang memiliki
penampilan bernas/berisi, memiliki ukuran yang seragam dan normal, daya
kecambah tinggi di atas 85%, tidak rusak/cacat, tidak mengandung wabah
hama dan penyakit. Keperluan benih untuk 1 hektar antara 15-20 kg. Benih
langsung di tanam pada lubang t yang telah disiapkan.

4.3. Penanaman
Pembuatan jarak lubang antar tanaman adalah 20 x 50 cm, 40 x 60 cm,

30 x 40 cm. Kedalaman lubang tanam jangan terlalu dalam karena bisa
menghambat pertumbuhan benih, cukup benih bisa tertutup oleh tanah saja
sekitar 5 cm. Benih yang dimasukkan dalam lubang tanam cukup 2 biji saja.
Waktu tanam yang baik adalah awal musim kemarau/awal musim penghujan,
tetapi dapat saja sepanjang musim asal air tanahnya memadai.

4.4. Pemeliharaan
a. Penyulaman
Benih kacang panjang akan tumbuh 3-5 hari kemudian. Benih yang
tidak tumbuh segera disulam.

9 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP

b. Pemupukan
Pupuk Dasar
Pupuk Dasar untuk tanaman kacang panjang Urea 150 kg + TSP
100 kg + 100 kg/ha.Pupuk diberikan di dalam lubang pupuk yang
terletak di kiri-kanan lubang tanam. Jumlah pupuk yang diberikan
untuk satu tanaman tergantung dari jarak tanam.
Pupuk Susulan
Pupuk susulan tanaman kacang panjang tipe merambat, diberikan
4 minggu setelah tanam, pupuk berupa urea 150 kg/ha.
Sedangkan pupuk susulan untuk kacang panjang tipe tegak
diberikan 4 minggu setelah tanam, pupuk berupa urea 85 kg/ha.

c. Pengairan
Pada fase awal pertumbuhan benih hingga tanaman muda,
penyiraman dilakukan rutin tiap hari. Pengairan berikutnya tergantung
musim.

d. Hama utama kacang panjang
Lalat kacang (Ophiomya phaseoli Tryon)
Gejala: terdapat bintik-bintik putih sekitar tulang daun,
pertumbuhan tanaman yang terserang terhambat dan daun
berwarna kekuningan, pangkal batang terjadi perakaran sekunder
dan membengkak. Pengendalian: dengan cara pergiliran tanaman
yang bukan dari famili kacang-kacangan dan penyemprotan
dengan insektisida berbahan aktif asefat dengan konsentrasi
1gr/liter.
Kutu daun (Aphis cracivora Koch)
Gejala: pertumbuhan terlambat karena hama mengisap cairan sel
tanaman dan penurunan hasil panen. Kutu bergerombol di pucuk
tanaman dan berperan sebagai vektor virus. Pengendalian:
dengan rotasi tanaman dengan tanaman bukan famili kacang-

10 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP

kacangan dan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin
dengan konsentrasi 0,5ml/liter.
Ulat grayak (Spodoptera litura F.)
Gejala: daun berlubang dengan ukuran tidak pasti, serangan berat
di musim kemarau, juga menyerang polong. Pengendalian:
dengan peraikan kultur teknis, rotasi tanaman, penanaman
serempak, perangkap hama kimiawi dan insektisida klorpirifos
dengan konsentrasi 1-2ml/liter.
Penggerek biji (Callosobruchus maculatus L)
Gejala: biji dirusak berlubang-lubang, hancur sampai 90%.
Pengendalian: dengan membersihkan dan memusnahkan sisa-
sisa tanaman tempat persembunyian hama. Benih kacang panjang
diberi perlakuan minyak jagung 10 cc/kg biji.
Ulat bunga ( Maruca testualis)
Gejala: larva menyerang bunga yang sedang membuka, kemudian
memakan polong. Pengendalian: dengan rotasi tanaman dan
menjaga kebersihan kebun dari sisa-sisa tanaman. Disemprot
dengan insektisida berbahan aktif triazofos dengan konsentrasi 1-
2ml/liter.
e. Penyakit Utama Kacang Panjang
Antraknose
Penyebab: jamur Colletotricum lindemuthianum. Gejala: serangan
dapat diamati pada bibit yang baru berkecamabah, semacam
kanker berwarna coklat pada bagian batang dan keping biji.
Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perlakuan benih sebelum
ditanam dengan fungisida mankozeb dan karbendazim.
Penyakit mozaik
Penyebab: virus Cowpea Aphid Borne Virus/CAMV. Gejala: pada
daun-daun muda terdapat gambaran mosaik yang warnanya tidak
beraturan. Penyakit ditularkan oleh vektor kutu daun.

11 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP

Pengendalian: dengan menggunakan benih yang sehat dan bebas
virus, disemprot dengan insektisida yang efektif untuk kutu daun
dengan bahan aktif abamektin dan tanaman yang terserang
dicabut dan dibakar.
Penyakit sapu
Penyebab: virus Cowpea Witches-broom Virus/Cowpea Stunt
Virus. Gejala: pertumbuhan tanaman terhambat, ruas-ruas (buku-
buku) batang sangat pendek, tunas ketiak memendek dan
membentuk "sapu". Penyakit ditularkan kutu daun. Pengendalian:
sama dengan pengendalian penyakit mosaik.
Layu bakteri
Penyebab: bakteri Pseudomonas solanacearum E.F. Smith.
Gejala: tanaman mendadak layu dan serangan berat menyeabkan
tanaman mati. Pengendalian: dengan rotasi tanaman, perbaikan
drainase dan mencabut tanaman yang mati, dan penyemprotan
fungisida bahan aktif mankozeb atau klorotalonil dengan
konsentrasi 2-3gr/liter.

4.5. Panen Dan Pascapanen
Ciri-ciri kacang panjang yang siap dipanen adalah ukuran dan panjang

polong telah maksimal, mudah dipatahkan dan biji-bijinya di dalam polong tidak
menonjol. Waktu panen yang paling baik pada pagi/sore hari. Umur tanaman
siap panen 3,5-4 bulan. Cara panen pada tanaman kacang panjang cukup
memotong pangkal buahnya saja. Produksi polong muda per satuan luas dapat
mencapai minimal 2,0 ton/ha, tergantung varietasnya. Pada varietas KP-I
dapat mencapai 6,2 ton/ha dan KP-2 sebesar 2,1 ton/ha.

Selepas panen, polong kacang panjang dikumpulkan di tempat
penampungan, lalu dicuci dan ditiriskan. Kemudian menyortir atau
memisahkan polong yang baik dengan yang rusak. Untuk sasaran pasar
ekspor, kriteria mutu polong muda yaitu ukuran polong minimal 20 cm, tingkat

12 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP

ketuaan polong tergolong muda, penampakan biji tidak menonjol dan warna
hijau dan segar. Untuk mempertahankan kesegaran polong, penyimpanan
sementara sebelum dipasarkan sebaiknya di tempat teduh. Penggunaan
remukan es/lemari pendingin, sedangkan polong tua disimpan di dalam kaleng
dan diletakkan di tempat yang kering dan sirkulasi udara baik (Ashari,1995).

BAB V
PENUTUP
13 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP

5.1 Kesimpulan
Kacang panjang merupakan salah satu tanaman sayuran sebagai

sumber vitamin dan mineral. Fungsinya sebagai pengatur metabolisme tubuh,
meningkatkan kecerdasan dan ketahanan tubuh serta memperlancar proses
pencernaan karena kandungan seratnya yang tinggi
5.2 Saran

Agar selalu melakukan perawatan yang selalu agar tanaman kacang
panjang tetap baik dan pertumbuhannya maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

14 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP

Anto, A. (2011), Tekhnologi Budidaya Kacang Panjang, Penyuluhan Pertanian
BPTB Kalimantan Tengah, Kalimantan Tengah.

Ashari, S. (1995). Hortikultura Aspek Budidaya. Universitas Indonesia Press,
Jakarta.

Astuti, P. (2014), Respon Tanaman Kacang Panjang (Vigna sinensis L.)
Terhadap Pemberian Pupuk Npk Pelangi dan Pupuk Organik Cair
Nasa, Jurnal Agrifor , 13 (1), ISSN : 1412 – 6885.

Hakim, I. (2013). Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vigna
sinensis L.) Varietas Kanton Melalui Pemberian Pupuk Petrobio Gr.
Skripsi, Universitas Negeri Gorontalo.

15 Budidaya Tanaman Kacang Panjang, Safriani, SP


Click to View FlipBook Version