The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku Antologi Cerita Rakyat OKU Timur-dikonversi

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by widodotri52, 2022-09-08 02:02:12

Buku Antologi Cerita Rakyat OKU Timur-dikonversi

Buku Antologi Cerita Rakyat OKU Timur-dikonversi

ahulu kala terjadilah se- Maka berlayarlah Puyang Mulaja-
buah konflik besar keraja- di dari Pulau Jawa. Akhirnya sete-
an di wilayah pulau jawa lah sekian lama Puyang Mulajadi
berlayar menggunakan rakit, ber-
Dsehingga membuat sebuah hentilah rakit Puyang Mulajadi pas
keluarga terpaksa mening- di tepian muara Sungai Nikan kare-
na sudah terlalu lama di atas rakit
galkan pulau jawa. Karena men- bambu maka tubuh Pyang Mulajadi
ghindari perebutan kekuasaan maka sampai ditumbuhi rumput dan dililit
keluarga mulajadi berlayarlah dari akar pohon.
pulau jawa. Karena kapal yang dit-
umpangi tidak muat maka puyang Hari hari berlalu, pada suatu ke-
mulajadi mengalah dan orang tua sempatan tetua adat desa yang be-
tuan mulajadi menyiapkan seba- lum mempunyai nama tersebut per-
tang bambu untuk dipakai puyang gi berburu untuk mencari rusa dan
mulajadi berlayar. binatang lainnya yang ada di dalam
hutan untuk di jadikan lauk makan.
Hari semakin sore, untuk mela- Taklama kemudian, anjing dari si
njutkan perjalanan orang tua puy- pemburu menggonggong dengan ke-
ang mulajadi mempersilahkan Puy- ras. Karena mengerti akan adanya
ang Mulajadi berlayar menggunakan sesuatu yang dicurigai, maka pem-
rakit yang telah dibuatkan ayahnya buru mencari sesuatu yang dirasa
dari bambu. aneh. Setelah sekian lama dicari
tak juga ditemukan suatu apapun,
”Berlayarlah nak menggunakan akhirnya salah satu dari si pemburu
rakit dari bambu ini kau akan aman tersebut menghadap ke atas. Beta-
dan baik-baik saja dengan syarat pa terkejutnya ia ketika ia melihat
kau tidak boleh berhenti apabila ra- ada orang di atas rakit bambu yang
kit ini tidak berhenti dengan sendi- tubuhnya telah ditutupi rumput, lu-
rinya”, mut dan akar pohon.

“Baik ayah,” jawab Puyang Mula- “Hai teman-teman coba kalian li-
jadi. hat di atas” teriak pemuda terse-
but.
Ujar puyang mulajadi kepada ay-
ahnya.akhirnya naiklah Puyang Mu- Kemudian, teman-teman seper-
lajadi di rakit tersebut buruannyapun melihat keatas, be-
tapa terkejutnya sekumpulan pem-
”Selamat tinggal Ayah, Ibu. Saya buru tersebut melihat manusia yang
akan berlayar dan tidak akan men- dililit akar pohon. Dan ternyata me-
ghentikan rakitku jika rakitku tidak
berhenti dengan sendirinya,” ujar
Puyang Mulajadi.

“ Baiklah Nak”, jawab ayahnya

52

mang benar ada manusia yang su- Tak lama kemudian, menikahlah
dah dililit akar pohon. Puyang Mulajadi dengan gadis nikan
dan hasil pernikahnnya lahirlah put-
Beberapa saat kemudian, setelah ri cantik jelita yang diberi nama
mereka melihat orang tersebut, putri berambut panjang. Kecanti-
maka salah satu dari pemburu ter- kan putri berambut panjang terd-
sebut melepaskan akar pohon yang engar sampai kedesa seberang be-
melekat di pipi Puyang Mulajadi gitu juga dengan desa banton.
Karena pangeran bantan ingin me-
”Kasihan sekali kamu. Mungkin miliki putri rambut panjang, maka
kamu sudah terlau lama di atas ra- datanglah Pangeran Bantan ke Desa
kit ini sehingga tubuhmu sampai Nikan untuk melamar putri beram-
ditutupi rumput, lumut dan akar but panjang.
pohon.”
” Wahai Tuan Mulajadi, kedatang-
Karena akar pohon terlalu mele- anku kemari tak lain adalah berniat
kat di wajah mulajadi maka lukalah baik. Niat saya adalah ingin me-
pipi puyang mulajadi. Maka setiap lamar putri Tuan Mulajadi yang ber-
keturunan asli puyang mulajadi di nama Putri berambut panjang,”
desa nikan pasti memiliki bekas ujar Pangeran Bantan kepada Tuan
luka di wajahnya walaupun ia tidak Mulajadi.
pernah mengalami kecelakaan.
(maka tempat puyang mulajadi tu- Kemudian, Puyang Mulajadi ber-
run dari rakit, dan naik ke darat di- tanya kepada anaknya
sebut penaikan yang lama kelamaan
karena logat bahasa nikan berubah “Wahai Putriku, bersediakah kau
menjadi nikan) menerima pinangan dari pangeran
Bantan?” tanya Puyang Mulajadi.
Setelah para pemburu selesai me-
lepaskan akar pohon, rumput dan “Baik ayah, saya menyetujui la-
lumut yang ada pada Puyang Mula- maran Pangeran Bantan,” jawab
jadi, para pemburu mengajak Puy- putrinya. Akhirnya, anaknya meny-
ang Mulajadi ke desa. etujui lamaran Pangeran Bantan.

”Darimanakah asalmu Tuan?” ujar Singkat cerita, terjadilah perni-
salah satu pemburu. kahan antara Putri berambut pan-
jang dan Pangeran Bantan, taklama
“Saya dari Jawa. Tak disangka ra- kemudian pernikahan Putri beram-
kitku bersandar disini,” jawab Mu- but panjang dan Pangeran Bantan
lajadi. tidak berjalan harmonis yang
mengakibatkan Putri berambut
“ Apakah Tuan hanya sendirian?” panjang pulang dari Desa Bantan
tanya warga desa.

“ Ya,” jawab Mulajadi.

53

ke Desa Nikan. Karena marah dan rah, “Mulai sekarang bambu rakitku
merasa terhina, Puyang Mulajdi ini ku tancapkan di tanah ini” (sam-
mengucapkan sumpah serapah yang pai sekarang bambu itu masih hidup
di daerah perbatasan Banton)
menyampaikan bahwa anak cucu
keturunan Desa Nikan tidak boleh Nara sumber: H. Burhani, AB ke-
menikah dengan orang dari Bantan. pala desa karya makmur sekaligus
Akhirnya, Puyang Mulajadi ma- sesepuh Desa Nikan.

54

“Ham tujuh kali mati terbunuh namun ternyata setiap kali
ham dikuburkan, makamnya selalu panjang dan masyarakat
selalu membokar makam tersebut. Namun mereka terpang-
gah dan terkaget-kaget karna bukannya menemukan Ham
yang ada malah batang pohon didalamnya. Usut punya usut
ternyata Ham bukanlah nama asli pemuda tersebut dia ada-
lah Puyang Naga Bringsan manusia setengah naga yang amat

sakti. Keturunan dari Raja Ageng”
Tira Gustina, S.Pd.

55

lkisah, ketika masih ba- sediakan untuk ditembak mati.
nyak penjajahan di dae- Ia bergumam. “Silakan tembak
rah Pesisir Komering di
aku! Ha..ha...ha, kamu tidak akan
Aulu Desa Betung Kabupa- bisa membuatku mati.”
ten Ogan Komering Ulu
Timur merupakan daerah bertuah Langsung saja bertubi-tubi peluru
menembus dadanya, sontak seketi-
yang dulunya memang merupakan ka Ham langsung tergeletak di
tempat negerinya para puyang. tanah. Ketika Ham mati terbunuh,
Jadi, di sana itu adalah tempat salah satu masyarakat tempat Ham
orang-orang sakti mandra guna yang tinggal melihat Ham terbunuh, dan
memiliki ilmu agama yang sangat melaporkannya ke kiyai Tan Aji.
kuat,
“Tuanku, aku melihat Ham sudah
Pada suatu hari, ada seorang pe- mati tertembak oleh inspektur
muda yang sakti mandra guna ber- Gak”, ujarnya.
nama Ham. Dia ikut bertarung me-
lawan penjajah di desanya. Pagi “Apa? Tidak mungkin Ham yang
itu, Ham sedang sendirianbersantai sakti bisa mati terbunuh.”
di halaman rumahnya sambil meli-
hat kolam ikan yang digalinya sen- Saat itu juga masyarakat dan Ki-
diri dari tanah. Tiba-tiba datanglah yai Tan Aji menuju tempat ham ter-
segerombolan tentara penjajah. bunuh.

“Diam kamu di sana! Haha seka- “Ya benar saja Ham mati ter-
rang kamu sudah terkepung, Ham,” bunuh oleh keganasan peluru itu,.”
ujar Inspektur Gak. Kiyai Tan Aji pun langsung mengum-
pulkan masyarakat desa dan berlari
Dengan wajah yang terkejut Ham ke tempat Ham terbunuh.
sontak saja berlutut di tanah dan ti-
dak dapat berucap apapun karena Masrakat yang melihat kejadian
melihat segerombolan tentara me- itu pun langsung ketakutan dan me-
gepungnya. melas ampun kepada gerombolan
tentara yang membawa peralatan
Inspektur Gak berkata, “Cepat lengkap tersebut. Namun,beruntung
gerombolan tentara tersebut tidak
borgol tanganya masukan dia keda- turut membunuh masyarakat yang
lam mobil”. melihat kejadian.

Saat Ham di dalam mobil dia di- Dengan sombongnya Inspektur
Gak berkata, “Hai kalian masyara-
siksa tanpa ampun, sekalipun ia kat! Kalian lihatkan tidak ada satu-
hendak melawan kesaktianya se- pun orang hebat disini yang bisa
perti luntur, Ham tak berdaya. Sam- melawanku!” tentara yang bertu-
painya Ham di tempat yang sudah di

56

buh kurus dan berhidung panjang menggali lebih dalam dan lebar
bak seorang pinokio tersebut. Masy- lagi. Ternyata tidak ada jenazah
arakat yang ketakutan sontak seca- yang mereka temukuan hanya ada
ra serentak langsung menundukkan sebatang pohon.
kepalanya.
Salah satu diantara mereka ber-
Inspektur Gak, tentara penjajah kata: “Ham adalah seorang yang
tersebut menyuruh masyarakat un- sakti tidak mungkin ia terbunuh be-
tuk menguburkan jenazah Ham ter- gitu saja. Aku yakin, ia mengguna-
sebut. Secara cepat masyarakat kan kesaktiannya untuk mengkela-
yang ketakutan itu langsung buhi tentara musuh dengan ilmu
mengangkat jenazah Ham dan ilusinya.”
membawanya kedalam hutan be-
lantara untuk menguburkannya. Seketika ada bunyi reruntuhan
seperti durian yang jatuh ke tanah….
“Ayo, gali terus makamnya!” Grebukkkk! Masyrakat pun terkejut
seru inspektur Gak. ketika melihat Ham meloncat dari
atas pohon dan berdiri di hadapan
Ketika makam sudah tergali, je- mereka.
nazah Ham pun langsung dimasukan
kedalam liang. Keesokan harinya Ham sembari tertawa ,“Hahaha-
masyarakat yang penasaran dengan haaa….. sebenarnya aku tidak mati.
berita terbunuhnya Ham langsung Aku menggunakan ilusiku untuk
mendatangi hutan tersebut dan me- mengelabuhi tentara musuh”.
lihat makamnya. Karena masih ti-
dak percaya, masyarakat yang Masyarakat langsung tersenyum
menganggap Ham sebagai seorang sumringah ketika melihat dan me-
yang sakti mandra guna bisa mati nyakinkan bahwa yang dilihatnya
terkena peluru, salah saorang dari itu benar-benar Ham. Siang bergan-
mereka berkata “Ayoo kita bongkar ti sore dan gelap pun menghampiri
lagi makamnya!” desa tersebut. Keesokan harinya,
setelah kejadian tersebut masyra-
Kemudian , dua orang masyara- kat tetap melaksanakan kebiasaa-
kat segera mengambil cangkul un- nya seperti biasa yaitu mandi dan
tuk menggalinya. Cakulan demi mencuci di sungai komering, se-
cangkulan terayun hingga tergali mentara pemuda dan bapak-bapak
lubang sekitar dua meter. Kemudi- bekerja mengayunkan cangkulnya
an, semua masyarakat terkejut ke- di hamparan luasnya sawah, ada
tika cangkul tersebut mengantam pula yang merawat pohon-pohon
batang pohon. Karena semakin duku yang menjadi buah khas masy-
penasaran masyarakat kemudian arakat sekitar.

57

Satu dua minggu berlalu, hari-ha- seperti terkena letusan merian. Pa-
ri masyrakat terlalui dengan rukun sukan penjajah pun terpental be-
dan damai tanpa adanya gangguan lasan hingga puluhan meter.
para tentara penjajah. Namun, di
akhir pekan yang tenang mendadak Karena dirasa tidak mungkin me-
menjadi kacau berantahkan. Pasu- nang melawan ham karena keterba-
kan musuh menyerang desa dan me- tasan jumlah, pasukan penjajah
maksa orang-orang keluar rumah tersebut pun berlari terbirit-birit
serta mengambil harta kekayaan bahkan adapula yang sepatunya
mereka. Masyarakat yang ketakutan tertinggal karena saking takutnya
pun tidak dapat berbuat banyak, melawan Ham bahkan membiarkan
hanya mengelus dada ketika harta barang jajahan mereka tertinggal di
milik mereka yang dicari dengan desa tersebut. Masyarakat sangat
begitu saja dirampah oleh pasukan bergembira ternyata Ham menjadi
penjajah yang serakah. pahwalan desa tersebut dan me-
naruh harapan besar kepada Ham
“Heiiiii Kalian….!” terdengan sua- sebagai pelindung desa.
ra lantang dibelakang para pasukan
penjajah! Di luar desa, Penjajah yang ke-
takutan tadi pun melaporkan kepa-
Masyarakat yang mendengar sura da Inspektur Gak. Bukannya senang,
itu pun langsung menoleh terpusat Inspektur Gak justru memarahi me-
kearah suara. Mereka terkejut ter- reka dan mengambil cambuk untuk
nyata yang dilihatnya adalah Ham. melampiaskan emosinya karena
Bak seorang pahlawan yang tepat merasa di permalukan. Inspektur
waktu. Ham pun menghampiri pasu- Gak yang merasa terhina pun segera
kan penjajah tersebut yang jumlah- mengumpulkan petinggi pasukan
nya hanya sekitar 10 orang dan me- dan memerintahkan pasukannya
lawannya. Satu demi pasukan untuk mengumpulkan segala pe-
penjajah tersebut terjatuh ada juga ralatan tempur berupa tank baja,
yang keseleo bahkan ada yang mu- merian London, heli kopter dan pe-
kanya sampai bonyok membiru me- ralatan berat lainnya. Inspektur
nerima pukulan, tendangan dan yang tidak percaya bahwa Ham pun
jurus-jurus yang dimiliki Ham. Ham masih hidup.
yang seorang diri tersebutpun son-
tak terus menerima perlawanan Inspektur Gak berkata, “Tidak
dari tentara tersebut. Namun me- mungkin peluru yang tertembak di-
mang sakti mandraguna.., ketika badanmu bertubi-tubi dan kamu
musuh menyerangnya mendadak masih hidup! Siapa kamu sebenar-
nyaa?”

58

“Hahaaha, tidak perlu kau tau pemuda tersebut dia adalah Puyang
siapa aku!” seru Ham. Naga Bringsan manusia setengah
naga yang amat sakti. Keturunan
Singkat cerita Ham tujuh kali dari Raja Ageng. Naga bringsan
mati terbunuh namun ternyata se- akhirnya tidak diketahui lagi kebe-
tiap kali ham dikuburkan, makam- radaanya, setelah inspektur Gak
nya selalu panjang dan masyarakat dan para pasukannya dibunuh oleh
selalu membokar makam tersebut. Naga Bringsan tanpa ampun. Selesai
Namun mereka terpanggah dan ter- membunuh Inspektur Gak dan pa-
kaget-kaget karna bukannya mene- sukkannya Naga Bringsan kembali
mukan Ham yang ada malah batang ke langit untuk memperdalam ilmu-
pohon didalamnya. Usut punya usut nya agar semakin sakti.
ternyata Ham bukanlah nama asli

59

Oleh
Mawarsari,S.Pd
(Guru SMPN 1 Madang Suku II)

60

iharuk adalah seorang anak anmu sehari-hari,” ujar Ibu Murah
laki-laki yang sudah diting- Hati.
galkan orang tuanya dari ke-
“Terima kasih, Ibu Murah Hati
Scil. Dia hidup sebatang kara yang sudah jauh-jauh datang kesini
tidak ada sanak saudaranya untuk memberi bermacam kebutu-
di kampung komering ini. han saya,” jawab Siharuk.

Di sebuah kampung dipinggir Hari berganti hari banyak sekali
sungai komering, hidup seorang laki yang datang dan memberikan ban-
laki haruk ( tidak ada orang tua ). tuan terhadap Siharuk. Maka dari
Dia dikenal dengan nama Siharuk, itu, semua kebutuhan dan makanan
ia sangat terkenal bodoh dan tidak banyak sekali di gudang bawah ru-
mengencam pendidikan. Sehingga mah Siharuk. Sehingga siharuk sang-
orang banyak yang simpati ter- at senang dan bahagia melihat be-
hadapnya. ras dan makanan yang lain sangat
banyak sekali.
Pada suatu hari datanglah orang
dari sebelah kampung yang berna- Siharuk bergumam didalam hati,
ma Mulia Agung, untuk menemui si- “ Wah banyak sekali beras dan ma-
haruk dan memberikan banyak se- kanan ku di gudang, besok saya
kali beras dan makan-makanan yang akan masak, makanan yang lezat
lainnya. sekali dan makan sekenyangnya!”

“Siharuk, saya punya rezeki yaitu Keesokan harinya, Siharuk masak
banyak sekali. Selesai masak maka
berupa beras dan makan-makanan siangnya Siharuk makan sekenyang-
yang lainnya untuk keperluanmu kenyangnya sampai dia susah
sehari-hari,” ujar Mulia Agung. bangun.

“Terimakasih banyak, tuan Mulia Dia berkata dalam hati. “ Untuk
agung, tuan sungguh mulia dan baih apa beras dan makanan yang ada
hati, sesuai dengan nama tuan yaitu digudang itu sangat banyak, saya
Mulia Agung”, siharuk menjawab. sudah makan kenyang sekali walau
sampai kapanpun rasanya saya ti-
Keesokan harinya Datang lagi seo- dak mungkin lapar lagi,”
rang ibu dari kampung sebelah lagi
yang bernama ibu Murah Hati untuk Siharuk bangun dan mengambil
memberikan bermacam keperluan korek dan pergi ke gudang beras
yang lainnya untuk kebutuhan se- serta makanannya, sehinnga ia
hari hari siharuk. Siharuk sangat membakar gudang makanannya.Te-
senang sekali . tangga Siharuk sangat Kaget meli-
hat gudangnya terbakar dan mereka
“Siharuk, Ini saya punya rezeki.
Mohon diterima ini untuk keperlu-

61

segera membantu untuk mematikan sehatmu”, jawab Siharuk.
api tersebut. Maka gudang makan- Maka sekarang siharuk hidup
nan Siharuk masih ada yang bisa di-
selamatkan. dengan tentram dan banyak yang
membimbingnya supaya dia lebih
“Siharuk mengapa kamu bakar mengerti tentang kehidupan.
gudangmu yang banyak isi maka-
nan?” kata Amir tetangganya. Keterangan:
• Bugu adalah bodoh
“Saya sudah masak dan makan Profil Penulis
sangat kenyang dan rasanya tidak Mawarsari, S.Pd lahir di Bantan,
bisa makan lagi, jadi untuk apa 03 Februari 1977 dari pasangan ba-
lumbung makanan banyak banyak,” pak Junaidi dengan ibu Asmawati.
Siharuk menjawab. Sebagai tenaga pendidik di SMPN 1
Madang suku II yang menjadi tem-
“Astafirulloh hulazim, Siharuk! pat mengajar sekarang. Dalam pen-
Walaupun kamu makan sangat ke- didikan, penulis dapat menyelesai-
nyang sekarang ini, kamu besok kan pendidikan dengan lancar mulai
akan lapar lagi dan butuh makanan dari pendidikan SD, SMP, SMA, Per-
lagi. Jangan sampai kejadiaan ini guruan Tinggi.
kamu ulangi lagi yaaa,” KataAmir.

“Baik Amir, terimakasih atas na-

62

SEHARUK
JADI
GILA

“Usai upacara pemakaman ayahnya. Seharuk
mengambil batang sepotong batang pisang dan
diperlakukannya seperti kuda, ia menunggang
kuda dari batang pisang itu sambil berlari-lari
dari kuburan ayahnya menuju rumahnya. Orang
yang melihat menjadi terheran-heran dibuatnya”

(USMAN, S.Pd,Sd. Guru SD Negeri Sidomakmur)

63

aru saja seharuk kehilangan kam ayahnya. Dan di atas makam
ayah tambatan resah dan ayahnya itu ia mengajak anak-anak
gelisahnya, kini dia hanya bermain rebana dan bersuka cita.

Bbersama dengan nenek dari Kini semua orang semakin heran
ibunya, seharuk yang cer- atas kelakuan Seharuk itu, mereka
dik dan cekatan atas didikan ayah- menganggap Seharuk sudah menja-
nya yang juga seorang khatib di di gila karena ditinggal mati oleh
dusun nya pinggir sungai komering, ayahnya.
mengurus tuntas jenazah ayahnya,
Seharuk menuntaskan semua ritual Pada suatu hari ada beberapa
penguburan mirip sekali dengan apa orang utusan dari Pasirah Kai Pati
yang dikerjakan ayahnya ketika datang menemui Seharuk.
hidup. Tata cara memandikan jena-
zah hingga mengkafani, menyalati “Hai Seharuk kau dipanggil Pasi-
dan mendo’akannya, maka Pasirah rah untuk menghadap .” kata utu-
Kai Pati Kai Pati Kai Pati pimpinan san Pasirah.
marga di daerah uluan sungai Ko-
mering bermaksud mengangkat Se- “Buat apa Pasirah memanggilku,
haruk menjadi khatib atau peng- aku tidak ada keperluan dengan-
hulu menggantikan kedudukan nya.” jawab Seharuk dengan en-
ayahnya tengnya seperti tanpa beban.

Namun... demi mendengar ren- “Hai Seharuk kau tidak boleh ber-
kata seperti itu kepada Pasirah.”
cana sang Pasirah. Tiba tiba saja Se-
haruk yang cerdas nampak berubah “ kau jangan banyak cakap. Ce-
menjadi gila. pat ambil ini kudaku ini dan mandi-
kan di sungai supaya bersih dan se-
Usai upacara pemakaman ayah- gar.” kata Seharuk sambil
nya. Seharuk mengambil batang se- menyodorkan sebatang pohon pi-
potong batang pisang dan diperla- sang yang dijadikan kuda-kudaan.
kukannya seperti kuda, ia
menunggang kuda dari batang pi- Utusan Pasirah hanya geleng-gel-
sang itu sambil berlari-lari dari ku- eng kepala melihat kelakuan Se-
buran ayahnya menuju rumahnya. haruk. “Seharuk kau mau apa tidak
Orang yang melihat menjadi terhe- menghadap Pasirah?” kata utusan
ran-heran dibuatnya. tersebut

Pada hari yang lain ia mengajak “Katakan kepada Pasirah, aku su-

anak-anak kecil dalam jumlah yang dah tahu maka
cukup banyak untuk pergi ke ma- akutidak mau.” kata Seharuk.
“Apa maksudnya Seharuk?” tanya

utusan dengan rasa penasaran.
“Sudah pergi sana, bilang saja be-

64

gitu kepada Pasirah.” sergah Se- nyak dua puluh lima kali” Seharuk
haruk sembari menyaruk debu dan yang kurus kering itu akhirnya le-
dilempar ke arah sang utusan dan mas tak berdaya dipukuli penggawa
teman-temannya. marga yang bertubuh kekar. Usai
dipukuli Seharuk disuruh keluar So-
Utusan pasirah segera menying- sat marga. Ketika sampai di pintu
kir dari halaman rumah Seharuk. gerbang Sosat Marga, ia dicegat
Mereka laporkan keadaan Seharuk oleh perwatin penjaga gerbang So-
yang seperti tak waras itu kepada sat Marga.
Pasirah Kai Pati Kai Pati Kai Pati.
“Hai Seharuk! Tempo hari ketika
Dengan geram Pasirah berkata, kau hendak masuk kita telah menga-
”Kalian bodoh semua, hanya men- dakan perjanjian. Masak kau lupa
ghadapkan Seharuk kemari saja tak pada janjimu itu? Jika engkau di-
becus! Ayo pergi sana ke rumah Se- beri hadiah oleh Pasirah maka
haruk bawa dia kemari dengan suka engkau berkata: Aku bagi dua;
rela ataupun terpaksa.” engkau satu bagian, aku satu bagi-
Utusan pasirah segera mengajak an. Nah, sekarang mana bagianku
beberapa Penggawa marga. Dan itu?”
dengan paksa Seharuk di hadirkan
di hadapan Pasirah. Namun lagi-lagi “Hai penjaga pintu gerbang, apa-
di depan Pasirah Seharuk berlagak kah kau benar-benar menginginkan
pilon bahkan tingkahnya ugal-uga- hadiah Pasirah yang diberikan ke-
lan tak selayaknya berada di hada- pada ku tadi?”
pan seorang Pasirah.
“lya, tentu itu kan sudah merupa-
“Seharuk bersikaplah sopan!” te- kan perjanjian kita?” “Baik, aku be-
gur Pasirah. rikan semuanya, bukan hanya satu
bagian!”
“Ya Pasirah, tahukah Anda ?”
“Apa Seharuk ?” “Wah, ternyata kau baik hati Se-
haruk....
“Pasirah terasi itu asalnya dari
udang !” Memang harusnya begitu, kau kan
sudah sering menerima hadiah dari
“Kurang ajar kau menghinaku Pasirah.”
Haruk!”
Tanpa banyak cakap lagi Seharuk
“Tidak Pasirah! Siapa bilang mengambil sebatang kayu yang agak
udang berasal dari terasi?” Pasirah besar lalu orang itu dipukulinya se-
merasa dilecehkan, ia naik pitam banyak dua puluh lima kali.Tentu
dan segera memberi perintah ke- saja orang itu menjerit-jerit kesaki-
pada para pengawalnya. tan dan menganggap Seharuk telah

“Hajar dia ! Pukuli dia seba-

65

menjadi gila. lima kali pukulan, maka saya beri-
Setelah penunggu gerbang sosat kan pula hadiah dua puluh lima kali
pukulan kepadanya.”
itu klenger Seharuk meninggalkan-
nya begitu saja, ia terus melangkah “Hai penunggu pintu gerbang, be-
pulang ke rumahnya. narkah kau telah mengadakan per-
janjian seperti itu dengan Seharuk?”
Sementara itu si penjaga pintu tanya Pasirah.
gerbang mengadukan nasibnya ke-
pada Pasirah Kai Pati. “Benar Tuanku,” jawab penunggu
pintu gerbang.
“Ya, Pasirah, ampun beribu am-
pun. Hamba datang kemari menga- “Tapi hamba tiada mengira jika
dukan Seharuk yang telah memukul Pasirah memberikan hadiah puku-
hamba sebanyak dua puluh lima kali lan.”
tanpa suatu kesalahan. Hamba mo-
hom keadilan dari Tuanku Pasirah.” “Hahahahaha.. dasar tukang pe-
ras, sekarang kena batunya kau!”
Pasirah segera memerintahkan sahut Pasirah.” Seharuk tiada ber-
Penggawa marga untuk memanggil salah, bahkan sekarang aku tahu
Seharuk. Setelah Seharuk berada di bahwa perwatin ku adalah orang
yang suka memeras orang! Kalau
hadapan Pasirah ia ditanya. kau tidak merubah kelakuan buruk-
“Hai Seharuk! Benarkah kau telah mu itu sungguh aku akan memecat
dan menghukum kamu!”
memukuli penunggu pintu gerbang
kota ini sebanyak dua puluh lima “Ampun Tuanku,” sahut penjaga
kali pukulan?” pintu gerbang dengan gemetar.

Berkata Seharuk, “Ampun Tuan Seharuk berkata,” Tuanku, hamba
pasirah hamba melakukannya kare- sudah lelah, sudah mau istirahat,
na sudah sepatutnya dia menerima tiba-tiba diwajibkan hadir di tem-
pukulan itu.” pat ini, padahal hamba tiada bersa-
lah. Hamba mohon ganti rugi. Se-
“Apa maksudmu? Coba kau jelas- bab jatah waktu istirahat hamba
sudah hilang karena panggilan Tu-
kan sebab musababnya kau memu- anku. Padahal besok hamba harus
kuli orang itu?” tanya Pasirah. mencari nafkah untuk nenek ham-
ba.”
“Tuanku,” kata Seharuk. “Hamba
dan penunggu pintu gerbang ini te- Sejenak Pasirah melengak, terke-
lah mengadakan perjanjian bahwa jut atas protes Seharuk, namun ti-
jika hamba diberi hadiah oleh Pasi- ba-tiba ia tertawa terbahak-bahak,
rah maka hadiah tersebut akan di- “Hahahaha... jangan kuatir Se-
bagi dua. Satu bagian untuknya satu
bagian untuk saya. Nah pagi tadi
hamba menerima hadiah dua puluh

66

haruk.” orang lain saja menjadi Khatib.”
Pasirah kemudian memerintahkan “Tuanku, Seharuk telah menjadi
gila karena itu dia tak layak men-
bendahara Marga memberikan se-
kantong uang perak kepada Se- jadi Khatib.”
haruk. Seharuk pun pulang dengan “Baiklah, kita tunggu dulu sampai
hati gembira.
dua puluh satu hari, karena ayah-
Tetapi sesampai di rumahnya Se- nya baru saja mati. Jika tidak sem-
haruk masih bersikap aneh dan bah- buh-sembuh juga bolehlah kita
kan semakin nyentrik seperti orang mencari Khatib yang lain saja.”
gila sungguhan. Dengan penuh percaya menjawab
usulan dari penhulu marga
Pada suatu hari Pasirah Kai Pati
mengadakan rapat dengan Lebai Setelah lewat satu bulan Seharuk
Penghulu marga masih dianggap gila, maka Pasirah
Kai Pati mengangkat orang lain
.”Apa pendapat mu penghulu menjadi Khatib di dusun Seharuk,
mengenai Seharuk yang hendak ku- dan membiarkan seharuk tetap se-
angkat sebagai katib?” dia kala.

Lebai penghulu marga kebingung- Akhirnya Seharuk berangsur sem-
an menjawab pertanyaan pasirah buh seperti sedia kala, menjadi
marga kepadanya dengan ragu ia cucung dari neneknya yang ingin
berkata,” Melihat keadaan Seharuk selalu membahagiakan nenek yang
yang semakin parah otaknya maka di cintainya
sebaiknya Tuanku mengangkat

67


Click to View FlipBook Version