KATA PENGANTAR Puji syukur selalu kami panjatkan kepada Allah SWT, atas Rahmat serta HidayahNya sehingga tugas makalah proyek dengan topik “Senyawa Kovalen” ini dapat diselesaikan dengan tepat waktu pada Mata Kuliah Kimia Non Logam yang berorientasi untuk SMA/MA kelas X sebagai salah satu sumber belajar bagi peserta didik. E-module ini dikembangkan dengan orientasi multipel representasi kimia, yaitu sebuah pemahaman konsep kimia yang mengharapkan peserta didik mampu memahami secara baik dan tepat dengan menghubungkan keterkaitan antar level makroskopik (yang dapat dilihat), submikroskopik (bersifat partikulat), sekaligus simbolik dalam proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsep peserta didik dalam materi senyawa kovalen. E-Modul berbasis STEM adalah modul pembelajaran yang mengintegrasikandisiplin ilmu terkait. Pembelajaran bidang eksakta Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika dapat terjadi melalui STEM yakni pembelajaran antar ilmu pengetahuan untuk mempelajari konsep akademis yang dipadukan dengan dunia nyata sebagai pengaplikasian bidang tersebut. Pada pembelajaran STEM peserta didik dituntut untuk memecahkan masalah, membuat pembaruan, menemukan/merancang hal baru, memahami diri, melakukan pemikiran logis serta menguasai teknologi. Tersusunnya E-module ini tidak lepas dari dorongan dan bantuan dari berbagaipihak sehingga terselesaikanlah E-Module ini dengan baik. Semoga dengan adanyaE-module ini mampu mempermudah peserta didik memahami materi kimia khususnya ikatan kimia. Medan, 25 Februari 2023 Kelompok 5 i
DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ............................................................................................... i DAFTAR ISI..............................................................................................................ii PENDAHULUAN ......................................................................................................iii A. Deskripsi Singkat.................................................................................................iii B. Multipel Representasi Kimia...............................................................................iv C. KI-KD Materi Ikatan Kimia Kurikulum 2013 untuk SMA/MA Sederajat.........iv D. Petunjuk Penggunaan E-Modul Berorientasi Multipel Representasi Kimia....... vi PETA KONSEP........................................................................................................... BAGIAN 1 KESTABILAN UNSUR DAN STRUKTUR LEWIS........................... Pengantar Kegiatan Belajar 1.................................................................................... Ikatan Kimia .............................................................................................................. Kestabilan Gas Mulia ................................................................................................ Struktur Lewis............................................................................................................. BAGIAN 2 IKATAN KOVALEN................................................................................ Pengantar Kegiatan Belajar 3...................................................................................... Ikatan Kovalen Tunggal .............................................................................................. Ikatan Kovalen Rangkap Dua...................................................................................... Ikatan Kovalen Rangkap Tiga ..................................................................................... Ikatan Kovalen Koordinasi.......................................................................................... BAGIAN 3 SIFAT FISIK SENYAWA........................................................................ Pengantar Kegiatan Belajar ........................................................................................ Senyawa Kovalen ....................................................................................................... UJI KOMPETENSI....................................................................................................... DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................... Identitas Penulis............................................................................................................. ii
PENDAHULUAN A. Deskripsi Singkat Ilmu kimia termasuk salah satu rumpun sains atau Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari yang memuat konsep abstrak dan konkret. Perkembangan kimia diperoleh dari adanya pengamatan dan percobaan ilmiah terhadap fenomena alam. Status peserta didik jenjang SMA/MA sederajat adalah sebagai pelajar yang salah satu kewajibannya adalah pemahaman mengenai konsep-konsep dalam ilmu kimia khususnya untuk materi pokok ikatan kimia. Hal ini ditandai dengan pencapaian kompetensi inti dan kompetensi dasar dalam meningkatkan pendidikan dan mencapai tujuan pembelajaran berdasarkan kurikulum 2013 secara efektif dan efisien. Sehingga, dikembangkan E-Module berorientasi multipel representasi kimia sebagai satu alternatif bahan ajar produktif. Belajar dengan E-Module berorientasi multipel representasi kimia akan memudahkan peserta didik belajar mandiri kapanpun dan dimanapun. Karena, bahan ajar ini menggunakan bahasa, contoh, dan bahasan yang mudah dipahami dan mencakup pengaplikasian kehidupan sehari-hari. E-Module berorientasi multipel representasi kimia ini membahas hal-hal mendasar pada setiap kegiatan belajar materi ikatan kimia untuk peserta didik agar dapat mengetahui dan menggunakan konsep tersebut dalam ilmu kimia dan kehidupan sehari-hari, diantaranya: 1. Kegiatan belajar 1 tentang kestabilan unsur, struktur Lewis. 2. Kegiatan belajar 3 tentang ikatan kovalen dan kovalen koordinasi. 3. Kegiatan belajar tentang sifat fisik senyawa kovalen iii
B. Multipel Representasi Kimia Belajar konsep adalah proses aktif peserta didik untuk membentuk jaringan konsep dengan menghubungkan konsep-konsep sebelumnya sehingga mempunyai arti. Sebagian besar konsep dalam ilmu kimia adalah abstrak, sehingga diperlukan adanya suatu upaya untuk membuat materi kimia yang bersifat abstrak tersebut menjadi lebih konkret. Salah satunya melalui representasi, dikenal istilah multiple chemical representation (multipel representasi kimia). Multipel representasi kimia merupakan konsep ilmiah yang mengekspresikan fenomena, konsep abstrak, gagasan, dan proses mekanisme dengan mencakup tiga level representasi yaitu level makroskopik, submikroskopik dan simbolik. Level makroskopik merupakan representasi yang diperoleh melalui pengamatan nyata terhadap suatu fenomena yang dapat dilihat langsung oleh pancaindera atau pengalaman yang dialami peserta didik sehari-hari. Contohnya, perubahan warna dalam reaksi kimia. Sedangkan, level submikroskopik merupakan representasi yang memberikan penjelasan pada tingkat partikel dimana materi digambarkan sebagai suatu atom, molekul, dan ion. Adapun representasi level simbolik melibatkan penggunaan simbol, rumus dan persamaan kimia. C. KI-KD Materi Ikatan Kimia Kurikulum 2013 Untuk SMA/MA Sederajat Kompetensi Inti (KI) Kompetensi Dasar (KD) Materi Pokok Waktu 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya. 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, 1.1Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif ) dalam Kestabilan Unsur Struktur Lewis Ikatan Kovalen Ikatan Kovalen Koordinasi Pert. 1 (3 JP) 3×45 menit iv
damai), santun, merancang dan responsif, pro-aktif melakukan percobaan dan menunjukkan serta berdiskusi yang sikap sebagai diwujudkan dalam Pert. bagian dari solusi sikap sehari-hari. 2 atas berbagai 2.1Menunjukkan (3 JP) permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung Sifat Fisik Senyawa Kovalen 3×45 menit sebagai cerminan jawab, kritis, kreatif, bangsa dalam inovatif, demokratis, pergaulan dunia. komunikatif) dalam 3. Memahami, merancang dan menerapkan, melakukan percobaan menganalisis serta berdiskusi yang pengetahuan diwujudkan dalam faktual, konseptual, sikap sehari-hari. prosedural 2.2Menunjukkan berdasarkan rasa perilaku kerjasama, ingin tahunya santun, toleran, cinta tentang ilmu damai dan peduli pengetahuan, lingkungan serta teknologi, seni, hemat dalam budaya, dan memanfaatkan humaniora dengan sumber daya alam. wawasan 2.3Menunjukkan kemanusiaan, perilaku responsif, kebangsaan, dan proaktif serta kenegaraan, dan bijaksana sebagai peradaban terkait wujud kemampuan penyebab fenomena memecahkan masalah dan kejadian, serta dan membuat menerapkan keputusan. pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk 3.5Mengetahui proses pembentukan ikatan kovalen, ikatan kovalen koordinasi dan ikatan logam antar partikel v
memecahkan masalah. 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan. (atom, ion, molekul) materi dan hubungannya dengan sifat fisik materi. D. Petunjuk Penggunaan E-Modul Perhatikan petunjuk penggunaan E-module ini sebagai media dan sumber belajar berikut: 1. Bagi Guru Perhatikan alokasi jam pembelajaran di bagian awal E-module ini. 2. Bagi Peserta Didik Saat pembelajaran di kelas: a. Berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran. b. Cermati indikator dan tujuan pembelajaran yang tertera di setiap awal materi pokok E-Module sebelum menggunakan E-Module sebagai media belajar. c. Pahami suatu materi sampai mengerti lalu kemudian lanjutkan ke materi berikutnya. d. Tanyakan kepada teman atau guru jika ada hal-hal yang kurang dimengerti dalam E-Module ini. vi
Ikatan Kovalen Rangkap Dua 4 IKATAN KIMIA Ikatan Kovalen Tunggal Senyawa Kovalen PETA KONSEP Kecenderungan unsur mencapai kestabilan, dengan cara: terdiri dari berdasarkan PEI dan PEB-nya Contoh: HNO3 Contoh: O2 Contoh: N2 Contoh: NH + membentuk E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 1 Mutipel Representasi Kimia Ikatan Kovalen Rangkap Tiga Ikatan Kovalen Ikatan Kovalen Koordinasi
Elektron valensi, konfigurasi elektron, gas mulia, aturan oktet-duplet, struktur Lewis. Pengantar Pada bab struktur atom dan SPU, kita sudah mengenal unsur-unsur di alam maupun unsur-unsur sintetis. Tahukah kamu? Di alam, selain unsur gas mulia, atom-atom lainnya tidak berdiri sendiri dan akan berikatan membentuk senyawa. Apakah semua unsur berikatan? Mengapa? Bagaimana bisa? Apakah ikatan antar atom semuanya sama? Kata Kunci E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 2 Mutipel Representasi Kimia Sumber: google.com KESTABILAN UNSUR DAN STRUKTUR LEWIS Bagian 1
Sumber: kumpulan-ilmu Pengantar Semua materi di alam merupakan gabungan dari beberapa atom. Atom adalah partikel dasar penyusun materi yang terdiri atas inti atom dan dikelilingi awan elektron bermuatan negatif. Inti atom tersusun atas proton bermuatan positif dan neutron bermuatan netral, (kecuali pada inti atom 1H, tidak memiliki neutron). - - - - - + - - - - - Proton Neutron Elektron Gambar 1. 1 Atom dan molekul bergabung membentuk tiga jenis materi di alam (berwujud gas, cair, padat). E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 3 Mutipel Representasi Kimia Gambaran atom KEGIATAN BELAJAR 1 Indikator: 3.5.1 Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya. 3.5.2 Menggambarkan struktur Lewis dari susunan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia. Tujuan Pembelajaran: 1. Peserta didik dapat menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya melalui kegiatan diskusi dengan benar dan tepat. 2. Peserta didik dapat menggambarkan struktur Lewis dari susunan elektron valensi atom gas mulia (duplet dan oktet) dan elektron valensi bukan gas mulia secara benar dan tepat melalui kegiatan diskusi dan latihan soal.
Catatan Pengenalan Materi Ikatan berasal dari kata ikat, artinya sesuatu yang diikat untuk mengebat (menyatukan, memberkas, menggabungkan), hubungan atau rangkaian untuk menguatkan, dsb. H - H - - - - O - - H - O •• H - - Ikatan Kimia adalah gaya tarik menarik antara atom yang mengikat atom-atom dalam molekul atau gabungan ion dalam setiap senyawa kimia. Kekuatan tarik menarik ini sangat menentukan sifat-sifat kimia dari suatu zat. (A) Fase gas (B) Fase Cair (C) Fase padat Gambar 1. 2 Ilustrasi pergerakan atom-atom dalam fase zat di alam (submikroskopis). (A) Dalam fase (bentuk) gas, atom-atom tidak tersusun rapat dan bergerak bebas mengikuti bentuk ruang. (B) Fase cair, susunan atom-atom tersusun rapat, memiliki daya tarik-menarik molekul untuk bergerak dan selalu mengikuti bentuk ruang. (C) Jika dalam fase padat, susunan atom-atomnya sangat rapat (tersusun rapi) memenuhi ruang karena adanya daya tarik-menarik antaratom yang sangat kuat (contoh: kristal). IKATAN KIMIA Definisi Ikatan: Gambar 1. 3 Ikatan Sumber: id.aliexpress.com Definisi Ikatan Kimia: Gambar 1. 4 Ikatan Kimia H2O E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 4 Mutipel Representasi Kimia Untuk membantu pemahaman konsep terkait materi ikatan kimia, pahami visualisasi kimia berikut sebagai acuan kegiatan pembelajaran.
Berbicara mengenai kestabilan unsur di alam, atom-atom atau unsur-unsur saling berikatan satu sama lain untuk mencapai kestabilan, (kecuali gas mulia yang sudah stabil tanpa perlu berikatan). Perhatikan analogi berikut! Single (sendiri) Fakta 1: kestabilan gas mulia Double (berpasangan) ♥ Gas mulia sukar membentuk senyawa dikarenakan elektron valensinya telah memenuhi kestabilan aturan duplet dan/atau oktet yang merupakan bukti bahwa unsur-unsur gas mulia memiliki susunan elektron yang stabil dan bisa berdiri sendiri. Tabel 1. 1 Konfigurasi gas mulia Unsur Konfigurasi elektron 2He 1s 2 10Ne [He] 2s 2 2p 6 18Ar [Ne] 3s 2 3p 6 36Kr [Ar] 4s 2 3d 10 4p 6 54Xe [Kr] 5s 2 4d 10 5p 6 86Rn [Xe] 6s 2 5d 10 6p 6 E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 5 Mutipel Representasi Kimia Kita (manusia) dalam kesehariannya cenderung untuk berpasangan, hal ini bertujuan untuk mencapai kebahagiaan, saling menjaga dan melengkapi satu sama lain. Begitupun atom-atom di alam yang saling berpasangan dengan tujuan untuk mencapai kestabilan. Sumber: google.com Gambar 1. 5 Analogi atom tunggal dan atom yang berikatan Kestabilan Gas Mulia
Dalam memudahkan pemahaman, berlaku ketentuan: Bagaimana unsur yang STABIL itu Gilbert Newton Lewis Sumber: buscabiografis.com Tahun 1916, Gilbert Newton Lewis dan Walter Kossel menjelaskan hubungan kestabilan gas mulia dengan konfigurasi elektron. Unsur-unsur gas mulia mempunyai 8 elektron valensi stabil memenuhi kaidah oktet (kecuali helium, He dengan 2 elektron valensinya memenuhi kaidah duplet). Atom-atom di alam cenderung mengikuti gas mulia untuk mencapai kestabilan. Unsur-unsur dengan jumlah elektron ≤ cenderung membentuk kestabilan duplet Unsur-unsur dengan jumlah elektron ≥ cenderung membentuk kestabilan oktet Unsur-unsur dengan elektron valensi 1, 2, dan 3 cenderung melepaskan elektron di kulit terluarnya membentuk ion positif (elektropositif). Unsur-unsur dengan elektron valensi 4, 5, 6 dan 7 akan cenderung menerima/menangkap elektron di kulit terluarnya dan membentuk ion negatif (elektronegatif). E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 6 Mutipel Representasi Kimia “jumlah elektron valensi pada unsur-unsurnya mengikuti kaidah duplet atau oktet seperti unsur-unsur pada gas mulia.” Note: Duplet → keadaan stabil suatu unsur dengan elektron valensi terisi 2 elektron. Oktet → keadaan stabil suatu unsur dengan elektron valensi terisi 8 elektron. Suatu unsur dikatakan stabil, jika:
Elektron valensi merupakan elektron yang terdapat pada kulit terluar suatu atom. Elektron valensi adalah penentu jenis, sifat dan kekuatan ikatan yang akan terbentuk dari dua atau lebih atom yang akan berikatan. Elektron ini memiliki peran yang sangat penting karena terlibat dalam pembentukan ikatan kimia.
(A)Ikatan ion (B) Ikatan kovalen (C) Ikatan logam Sumber: google.com Hmm?!!? sepertinya aku perlu contoh untuk memahaminya. Mari kita perdalam, dimulai dengan menentukan elektron valensi unsurnya ya?!. Masih ingat kan? Fakta 2: kestabilan gas mulia ♥ Setiap unsur mempunyai kecenderungan untuk memperoleh susunan elektron yang stabil seperti gas mulia dengan cara melepaskan atau menangkap elektron valensi, membentuk ion atau menggunakan elektron secara bersamaan. ♥ Ada beberapa cara berikatan yang terjadi antar atom agar saling stabil yaitu diantaranya adalah ikatan ion, ikatan kovalen (kovalen tunggal, kovalen rangkap 2, kovalen rangkap 3, kovalen koordinasi), dan ikatan logam. Gambar 1. 6 Model Ikatan Kimia A) Ikatan ion terjadi dengan cara melepas dan menangkap elektron melalui interaksi antara kation dan anion. (B) Ikatan kovalen terbentuk melalui penggunaan bersama pasangan elektron valensi karena atomatomnya saling membutuhkan (C) Ikatan logam merupakan atom-atom logam yang tersusun beraturan yang bergerak bebas membentuk awan elektron yang terdelokalisasi. Sumber: Martin S Silberberg E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 9 Mutipel Representasi Kimia
12Mg Gambar 1. 7 - - - - - + - - - - - 1) Tentukan konfigurasi elektron dan elektron valensi dari atom magnesium! Bagaimana magnesium mencapai kestabilannya? Penyelesaian: inti atom - - - Subkulit 3 Subkulit 2 - Unsur magnesium di alam Sumber: id.wikipedia.org - - + - - - - - - 12Mg Subkulit Elektron [ 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 ] 2 Mg2+ [ 1s 2 2s 2 2p 6 ] Gambar 1. 8 Pembentukan ion Mg2+ untuk mencapai kestabilan. Agar mencapai kestabilan seperti gas mulia, unsur magnesium (Mg) harus melepaskan 2 elektron sehingga membentuk ion positif Mg2+ dan memenuhi kaidah oktet. 2) Oksigen sangat diperlukan bagi metabolisme makhluk hidup. Oksigen dihasilkan melalui proses fotosintesis oleh tumbuhan. Daur karbon dan oksigen pada proses fotosintesis ditunjukkan pada gambar 1.9. Oksigen yang dihasilkan berwujud gas. Tentukan bagaimana unsur oksigen mencapai kestabilan seperti gas mulia? Penyelesaian: Pembentukan kestabilan Unsur Oksigen dengan nomor atom 8 (8O) E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 10 Mutipel Representasi Kimia Contoh Konfigurasi elektron: 1s 2 2s 2 2p 6 3s 2 ev = 2 untuk mencapai kestabilannya, Mg dengan nomor atom 12 dan ev = 2, sesuai kaidah yang berlaku: jumlah elektron Mg = 12 ≥ 3, membentuk kestabilan oktet, ev 2 ≤ 3, maka Mg akan melepas 2 elektron di kulit terluar membentuk ion positif. Mg Mg2+ + 2ѐ
Gambar 1. 9 Daur Oksigen dan Karbondioksida Sumber: materiipa.com - - 2- O + 2ѐ → O2- - - - - - Kulit terluar (elektron valensi) atom-atom unsur Oksigen hanya - + - - - - 8O - Menangkap 2ѐ, - sehingga susunan atom + - - - - O2- berjumlah 6 elektron sehingga belum stabil dalam keadaan unsurnya [ 1s 2 2s 2 2p 4 ] dikulit terluar menjadi 8 elektron (stabil) [ 1s 2 2s 2 2p 6 ] Gambar 1. 10 Pembentukan ion O2- untuk mencapai kestabilan Untuk mencapai kestabilan seperti gas mulia, unsur oksigen (O) harus menangkap 2 elektron sehingga membentuk ion negatif O2- dan memenuhi kaidah oktet. E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 11 Mutipel Representasi Kimia
13 Al = [Ne] 3s 2 3p 1 Struktur Lewis Sumber: google.com Di bab ikatan kimia, perlu mengenal struktur lewis. Struktur Lewis adalah lambang atom yang disertai elektron valensinya. Elektron dalam sturktur Lewis dapat dinyatakan dalam titik atau silang kecil. Satu titik lewis melambangkan satu elektron valensi suatu atom. Cara menggambarkan lambang titik Lewis, yaitu: (1) Perhatikan nomor atom dan unsurnya 13Al (2) Tentukan konfigurasi elektronnya Konfigurasi elektron Elektron valensi 13 Al = 3 (3) Tentukan elektron valensinya (4) Untuk membuat titik Lewis, tuliskan lambang unsurnya, kemudian berikan titik sebanyak elektron valensinya di tempat yang memungkinkan. Al Titik Lewis: 1(satu) titik Lewis menyimbolkan 1 elektron valensi unsur Tabel 1. 2 Lambang titik Lewis dari unsur periode 2 Golongan A A A VA VA VA VA VA Lambang Titik Lewis Li Mg B C N O F Ne E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 12 Mutipel Representasi Kimia Adakah cara sederhana untuk mempermudah gambaran pembentukan unsur-unsur menjadi stabil? Rilex dulu, santai… ☻ Pahami dengan baik ya! Jika kurang mengerti, diskusikan dengan teman atau guru kamu. Ya, seanjutnya dikenal struktur Lewis atau titik Lewis. Mari kita simak ulasan berikut..
1. Lengkapi Tabel 1.3 unsur-unsur golongan gas mulia berikut dengan tepat! Tabel 1. 3 Unsur – unsur golongan gas mulia Periode Unsur & warna nyala gas mulia Konfigurasi Elektron Elektron Valensi Susunan Elektron 1 2He 1s 2 2 2 10Ne , , , , , , 3 18Ar , , , , , , 4 36Kr , , , , , 5 54Xe , , , , , , 6 86Rn , , , , , Sumber gambar: google.com E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 13 Mutipel Representasi Kimia KEGIATAN_1
KEGIATAN_2 Duplet 1 , , , , , , , , 3Li 2. _ C4+ 1s 2 2s 2 2p 2 6C 1. Duplet/ Oktet Ion Melepas/ Menangkap é Struktur Lewis ѐ valensi Konfigurasi Elektron No Unsur 2. Berdasarkan Tabel 1.3 unsur-unsur golongan gas mulia tersebut: a. Bagaimana susunan elektron yang dimiliki oleh unsur gas mulia helium? Penjelasan: _ _ _ _ b. Bagaimana susunan elektron yang dimiliki oleh unsur gas mulia selain helium? Penjelasan: Kesimpulan: Lengkapi Tabel 1.4 seputar kestabilan unsur-unsur berikut. Tabel 1. 4 Kestabilan unsur – unsur E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 14 Mutipel Representasi Kimia
3. 20Ca , , , , , , , , • Ca • Melepas 2 elektron 4. 53I , , , , , , , , 5. 55Cs Jam atom , , , , , , , , Sumber gambar: google.com Berdasarkan Tabel 1.4 seputar kestabilan unsur-unsur tersebut: a. Mengapa unsur-unsur dengan elektron valensi 1, 2, atau 3 cenderung melepas elektron untuk mencapai kestabilan? Penjelasan: b. Mengapa unsur-unsur dengan elektron valensi 5, 6, atau 7 cenderung menangkap elektron untuk mencapai kestabilan? Penjelasan: c. Bagaimana kestabilan unsur yang elektron valensinya 4? Apakah dengan melepas atau menangkap elektron? Penjelasan: E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 15 Mutipel Representasi Kimia
KEGIATAN_3 Kesimpulan: 1) Mengapa unsur-unsur di alam banyak ditemukan dalam keadaan senyawa atau berikatan dengan unsur lain? Jawaban: 2) Jelaskan konsep dasar kaidah duplet dan oktet! Jawaban: 3) Diketahui data sebagai berikut: No. Unsur Nomor Atom 1 As 33 2 K 19 3 Ar 18 4 S 16 5 F 9 a. Tuliskan konfigurasi elektron dan Lambang Titik Lewis dari unsur-unsur di atas! Jawaban: b. Unsur apa saja yang memenuhi kaidah oktet atau duplet? Jelaskan! Jawaban: E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 16 Mutipel Representasi Kimia
c. Unsur apa saja yang tidak memenuhi kaidah oktet atau duplet? Jika unsur tidak memenuhi kaidah oktet atau duplet, jelaskan bagaimana cara unsur untuk mencapai kestabilan? Jawaban: Kesimpulan: Gilbert Newton Lewis Sumber: buscabiografis.com John Wilfrid Linnett Sumber: artuk.org E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 17 Mutipel Representasi Kimia E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 27 Chemistry Struktur molekul metana (CH4) Pada penulisan struktur Lewis akan anda temui model struktur seperti gambar (a) dan (b), seperti contoh pada penulisan molekul metana diatas. Perlu diketahui bahwa kedua struktur berbeda. (a) Struktur Lewis, dikemukakan oleh Gilbert Newton Lewis (1875- 1946), penulisan struktur hanya menggunakan simbol titik saja. (b) Struktur Linnet merupakan struktur lewis yang dimodifikasi oleh John Wilfrid Linnett (1913-1975), penulisan struktur menggunakan simbol silang dan titik (cross & dot).
Struktur Lewis, PEB dan PEI, Ikatan Kovalen, Ikatan Kovalen Tunggal, Ikatan Kovalen Rangkap 3, Ikatan Kovalen Koordinasi. Pengantar Unsur-unsur logam dan nonlogam cenderung membentuk senyawa ion untuk mencapai keadaan stabil (seperti gas mulia) melalui transfer e - , melepas dan menangkap elektron. Di alam, banyak senyawa terbentuk dari unsur-unsur nonlogam seperti gas oksigen (O2) dan nitrogen (N2). Bagaimana molekul itu terbentuk? Kata Kunci E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 28 Mutipel Representasi Kimia Sumber: id.aliexpress.com IKATAN KOVALEN Bagian 2
Maksudnya penggunaan elektron valensi bersama? Bagaimana bentuk mereka elektron? ikatannya? tidak melalui Mengapa transfer Pengenalan Materi Indikator: 3.5.4 Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen. 3.5.5 Menggambarkan struktur Lewis pada pembentukan ikatan kovalen. 3.5.6 Membedakan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, rangkap tiga dan kovalen koordinasi. 3.5.7 Menjelaskan terbentuknya ikatan kovalen koordinasi pada beberapa senyawa. Tujuan Pembelajaran: 1. Peserta didik dapat menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen melalui kegiatan presentasi dengan benar 2. Peserta didik dapat menggambarkan struktur Lewis pada pembentukan ikatan kovalen melalui kegiatan latihan soal dengan tepat dan benar 3. Peserta didik dapat membedakan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, rangkap tiga dan kovalen koordinasi melalui kegiatan diskusi dengan benar 4. Peserta didik dapat menjelaskan terbentuknya ikatan kovalen koordinasi pada beberapa senyawa melalui kegiatan diskusi dengan tepat dan benar. Menurut Lewis, atom-atom nonlogam dapat membentuk ikatan dan mencapai kestabilan seperti gas mulia dengan cara penggunaan bersama pasangan elektron valensi pada atom-atom nonlogam yang dikenal dengan ikatan kovalen. E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 29 Mutipel Representasi Kimia KEGIATAN BELAJAR 3
Contoh Konsep: Ikatan Kovalen Ikatan kovalen terjadi karena adanya pemakaian bersama pasangan elektron antara atom nonlogam dengan atom nonlogam. Pemakaian bersama pasangan elektron terjadi karena atom-atom kekurangan elektron (tidak memenuhi kestabilan oktet-duplet) sehingga atom-atomnya saling membutuhkan elektron. Caranya adalah dengan menangkap dan memakai elektron valensi secara bersamaan untuk bisa mencapai kestabilan seperti gas mulia (oktet/duplet). Cara atom-atom yang berikatan kovalen saling mengikat dalam suatu molekul dinyatakan oleh rumus bangun (rumus struktur) yang diperoleh dari struktur Lewis dengan mengganti tiap pasangan elektron ikatan (PEI) dengan sepotong garis. Senyawa merupakan gabungan dua atau lebih atom yang terikat melalui ikatan kimia yang akan membentuk suatu zat yang berbeda sifat kimia dan sifat fisika dari unsur penyusunnya. Sedangkan molekul merupakan senyawa yang formulasinya ditentukan sebanyak atom penyusunnya. a) Atom oksigen (O), hidrogen (H) b) olekul air (H2O) c) Sek ola m air d) Segelas air Gambar 3. 1 Sifat air dan molekul air tidak sama dengan atom penyusunnya Sifat molekul air dalam gelas sama dengan molekul di dalam sekolam air, yaitu sama-sama molekul H2O. Molekul H2O bersifat cair, sedangkan sifat atom penyusun molekul H2O ialah 1 atom Hidrogen (H) dan 2 atom Oksigen (O) yang keduanya merupakan zat dalam bentuk gas. Sumber: Yayan Sunarya E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 30 H O
Ikatan kovalen berdasarkan PEI dan PEB-nya A. Ikatan Kovalen Tunggal Tabel 3. 1 Beberapa unsur nonlogam yang dapat membentuk ikatan kovalen I A IV A V A VI A VII A H C N P O S F Cl Br I Ikatan kovalen memiliki beberapa jenis ikatan, yaitu ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap 2, ikatan kovalen rangkap 3 dan ikatan kovalen koordinasi yang kesemuanya dibedakan berdasarkan banyaknya pasangan elektron (PE) yang digunakan bersama. Pasangan Elektron Ikatan (PEI) merupakan pasangan elektron yang dipakai bersama-sama untuk berikatan. Sedangkan, Pasangan Elektron Bebas (PEB) merupakan pasangan elektron yang tidak digunakan untuk berikatan. Ikatan Kovalen Tunggal adalah ikatan yang melibatkan penggunaan bersama sepasang elektron (saling memberi 1e - , penulisan dilambangkan dengan 1 garis, single). Ikatan antara atom H dan atom O dalam molekul H2O. Air Molekul Air Bentuk molekul H2O Gambar 3. 2 Representasi ikatan molekul H2O Konfigurasi elektron H dan O: 1H : 1s 1 ev = 1 (memerlukan 1 elektron) 8O : 1s 2 2s 2 2p 4 ev = 6 (memerlukan 2 elektron) E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 31 Mutipel Representasi Kimia Contoh
H O •• H PEB PEI O :: O : : B. Ikatan Kovalen Rangkap Dua C. Ikatan Kovalen Rangkap Tiga Atom O membutuhkan 2 elektron untuk memenuhi aturan oktet sedangkan atom H hanya membutuhkan 1 elektron untuk memenuhi aturan duplet. Oleh karena itu, 1 atom O akan mengikat 2 atom H. H + O H O H2O H Struktur Lewis H Rumus Bangun Rumus Molekul Gambar 3. 3 Struktur Lewis molekul H2O Ikatan Kovalen Rangkap Dua adalah ikatan yang melibatkan penggunaan bersama dua pasang elektron (saling memberi 2 e - , penulisan dilambangkan 2 garis, double). Ikatan antara atom O dengan O dalam molekul O2. Tabung oksigen (O2) Molekul O2 Bentuk molekul O2 Gambar 3. 4 Representasi molekul O2 Konfigurasi elektron 8O: 1s 2 2s 2 2p 4 ev = 2 (memerlukan 2 elektron) O + O PEI O = O O2 Gambar 3. 5 Struktur Lewis molekul O2 Ikatan Kovalen Rangkap Tiga adalah ikatan yang melibatkan penggunaan bersama tiga pasang elektron (saling memberi 3 e - , penulisan dilambangkan 3 garis triple). E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 32 Mutipel Representasi Kimia Contoh
:N N: PEI ● ● ● ●● ● ●● [ ] Gas nitrogen (N2) Molekul nitrogen (N2) Bentuk molekul N2 Gambar 3. 6 Representasi molekul N2 D. Ikatan Kovalen Koordinasi Ikatan antara atom N dengan N dalam molekul N2. Konfigurasi elektron 7N : 1s 2 2s 2 2p 3 ev = 5 (memerlukan 3 elektron) : N : + : N : N N N2 Gambar 3. 7 Struktur Lewis molekul N2 Dalam ikatan kovalen terjadi penggunaan bersama pasangan elektron valensi untuk mencapai konfigurasi elektron seperti gas mulia (oktet atau duplet). Jika pasangan elektron yang dipakai pada ikatan kovalen berasal hanya dari salah satu atom, mungkinkah ini terjadi? Berdasarkan gejala kimia, ternyata ada senyawa kovalen yang memiliki sepasang elektron untuk digunakan bersama yang berasal dari salah satu atom. Ikatan seperti ini dinamakan ikatan kovalen koordinasi. Contoh senyawa yang membentuk ikatan kovalen koordinasi, yaitu pada ion ammonia NH3 yang bereaksi dengan ion hidrogen H+ . Senyawa ini banyak digunakan sebagai pemutih (bleaching) dalam kehidupan sehari-hari. H ●● H+ + N H → ●● H H + ●● H N H ●● H Gambar 3. 8 Representasi dan struktur Lewis senyawa NH4 + Pada ion amonium, sepasang elektron yang digunakan bersama antara atom nitrogen dan ion H+ berasal dari atom nitrogen. Jadi, dalam ion amonium terdapat ikatan kovalen koordinasi. E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 33 Mutipel Representasi Kimia Contoh ••• •••
Jumlah PEI = Jumlah PEB = Jumlah PEI = Jumlah PEB = Jumlah PEI = Jumlah PEB = 1. Pertanyaan & Jawaban Gambarkan struktur Lewis dari molekul-molekul di bawah ini! Tentukan jumlah pasangan elektron bebas dan pasangan elektron ikatan di sekitar atom pusatnya! a. Cl2O b. HNO3 c. SiF4 d. SCl2 e. H3PO4 E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 34 Mutipel Representasi Kimia Jumlah PEI = Jumlah PEB = Jumlah PEI = Jumlah PEB = KEGIATAN_1
Ikatan kovalen rangkap S • • O O O O dua O S • • • O S SO3 • O • O O PEB Ikatan Kovalen Koordinasi Tanda panah menunjukkan ikatan kovalen koordinasi dimana atom S memberikan kepada atom O pasangan elektron 4 2. Jelaskan dan ilustrasikan dengan singkat pembentukan ikatan kovalen koordinasi dengan bantuan struktur Lewis dari molekul SO3! Penyelesaian: Konfigurasi elektron: 16S : [Ne] 3s 2 3p 4 → ev = 6 (memerlukan 2 elektron) 8O : 1s 2 2s 2 2p 4 → ev = 6 (memerlukan 2 elektron) Atom pusatnya adalah atom S. Ilustrasi terjadinya pembentukan ikatan kovalen koordinasi pada molekul SO3: Keterangan: Pada molekul SO3, atom S mempunyai 2 PEB sehingga sepasang elektron valensinya diberikan kepada masing-masing dua atom O (dalam hal ini atom S tidak menerima pasangan elektron dari kedua atom O tetapi hanya memberikan 2 elektron valensinya kepada atom O). Jadi dalam molekul SO3 terdapat ikatan kovalen koordinasi. 3. Senyawa H2SO4 terbentuk dari atom hidrogen (H) dan molekul sulfat (SO 2- ) melalui ikatan kovalen koordinasi. Jelaskan dan ilustrasikan dengan singkat pembentukan ikatannya dengan bantuan struktur Lewis! Penyelesaian: Konfigurasi elektron: Atom pusatnya adalah atom _ . Ilustrasi pembentukan ikatan kovalen koordinasi pada senyawa H2SO4. E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 35 Mutipel Representasi Kimia
Keterangan: 4. Atom 6C dan 1H dapat membentuk molekul C2H2, C2H4, dan C2H6. a. Gambarkan rumus stuktur Lewis untuk ketiga molekul tersebut! b. Di antara ketiga molekul tersebut, molekul mana saja yang termasuk ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, dan rangkap tiga! Jawaban: Molekul C2H2 → ikatan kovalen _ . Molekul C2H4 → ikatan kovalen _ . Molekul C2H6 → ikatan kovalen _ . Kesimpulan: E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 36 Mutipel Representasi Kimia
Tabel 3.2 merupakan sebuah forum pemahaman untuk melatih fokus berpikir dan mematangkan pengetahuan seputar ikatan kimia. A. Benar/Salah Telah disajikan pernyataan-pernyataan yang berkaitan dengan ikatan kimia. Isilah jawaban yang menurut kamu paling tepat. Pilih di kolom tanda benar (√) untuk pernyataan yang sesuai, dan tanda salah atau silang (×) untuk pernyataan yang kurang tepat. Tabel 3. 2 Pernyataan seputar ikatan kimia No. Pernyataan Benar (√) Salah (×) 1. Definisi ikatan kovalen yaitu terjadinya pemakaian bersama pasangan elektron valensi untuk mencapai kestabilan seperti gas mulia (duplet/oktet). √ 2. Berlian tersusun dari rantai karbon dengan elektron valensi unsur karbon adalah 3. Dapat membentuk ikatan kovalen tunggal, rangkap 2, rangkap 3 juga koordinasi. 3. Air merupakan sumber kehidupan. Rumus kimia air adalah H2O yang berikatan kovalen tunggal. 4. + Amonium (NH4 ) dimana atom N sebagai atom pusat yang memiliki 1 PEB dan memberikannya kepada ion H+ sebagai pembentukan ikatan kovalen koordinasi. B. Pilih satu jawaban paling tepat 1. Ikatan kovalen dapat terbentuk antara unsur-unsur…. a. Logam alkali tanah dengan halogen b. Logam alkali tanah dengan gas mulia c. Golongan halogen dengan oksigen d. Logam alkali dengan halogen e. Logam alkali dengan gas mulia E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 37 Mutipel Representasi Kimia KEGIATAN_2
• •• • 2. Di antara kelompok senyawa berikut, yang kesemua anggotanya berikatan kovalen adalah…. a. H2O, HCl, dan KOH d. NaCl, K2O, dan NaH b. HCl, NH3, dan H2O e. NaH, HCl, dan CH4 c. H2O, NH3, dan NaH 3. Di antara molekul-molekul di bawah ini, yang mempunyai ikatan kovalen rangkap tiga adalah…. a. CH4 d. C4H8 b. C2H2 e. C4H6 c. C2H4 4. Perhatikan pembentukan ion H3O+ berikut! 2 1 •• H O •• 5 H → H+ 3 4
Ikatan kovalen koordinasi ditunjukkan oleh nomor…. a. 1 d. 4 b. 2 e. 5 c. 3 5. Definisi ikatan kovalen koordinasi yang tepat adalah…. a. Ikatan yang terjadi karena pemakaian bersama pasangan elektron valensi dimana pasangan elektron hanya berasal dari satu atom saja. b. Ikatan yang terjadi karena pemakaian bersama pasangan elektron valensi dimana atom memiliki minimal 2 PEB. c. Ikatan yang terjadi karena pemakaian bersama tiga pasangan elektron valensi. d. Ikatan yang terjadi dengan adanya serah terima elektron valensi oleh atom-atom yang berikatan. e. Ikatan yang terjadi dengan adanya serah terima elektron valensi dari salah satu atom yang berikatan. Kesimpulan: E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 38 Mutipel Representasi Kimia
Sumber: id.aliexpress.com SIFAT FISIK SENYAWA KOVALEN Bagian 3 Sifat fisik suatu senyawa dipengaruhi oleh jenis ikatan kimia yang terjadi pada senyawa tersebut. Oleh karena pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen dan ikatan logam berbeda-beda dalam proses terjadinya ikatan, maka senyawa yang terbentuk juga memiliki sifat fisik yang berbeda. Terkait perbedaan sifat fisik suatu senyawa kimia ialah seperti fase (wujud) kemudahan menguap (volatille), daya hantar listrik, dan kelarutan. Pengantar Kata Kunci E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 49 Mutipel Representasi Kimia Sifat fisik senyawa kovalen.
Indikator: 3.5.10 Menganalisis hubungan antara senyawa yang berikatan ion, kovalen, dan logam dengan sifat fisiknya. Tujuan Pembelajaran: 1. Peserta didik dapat menganalisis hubungan antara senyawa yang berikatan ion, kovalen dan logam dengan sifat fisiknya melalui kegiatan praktikum, diskusi dan presentasi dengan tepat dan benar. Ingat Konsep Ini yaa...!! Senyawa kovalen terbentuk dari sesama unsur nonlogam yang membentuk ikatan kovalen (adanya tarik-menarik antar inti atom dan melibatkan penggunaan bersama pasangan elektron). SENYAWA KOVALEN A. Pengertian Senyawa Kovalen E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 50 Mutipel Representasi Kimia Pengenalan Materi KEGIATAN BELAJAR
Catatan Chemistry Like dissolved like. Sebuah prinsip kelarutan di mana suatu zat hanya akan larut pada pelarut yang sejenis. Maksudnya, zat yang bersifat polar akan larut pada pelarut polar dan zat nonpolar pun akan larut pada pelarut yang nonpolar. Contoh Tabel 5. 1 Perbandingan senyawa ion, kovalen dan logam Jenis Ikatan Kimia Model Ikatan Interaksi Antara Contoh Senyawa Ion Kation-Anion NaCl Kovalen + + + + + Pemakaian bersama pasangan elektron N2 (N ≡ N) Logam Kation-Elektron terdelokalisasi Au (Emas) Sumber: Martin S Silberberg B. Sifat fisik senyawa kovalen Selanjutnya, bagaimana kelarutan senyawa kovalen dan senyawa ion di dalam pelarut tertentu? Senyawa ion larut dalam senyawa polar karena molekul pelarut menghadapkan kutub negatifnya ke kutub positif dan begitu pula sebaliknya. Senyawa ionik dan senyawa kovalen polar cenderung larut dalam pelarut polar sedangkan senyawa kovalen nonpolar cenderung larut dalam pelarut nonpolar mengikuti konsep like disolve like.
Setiap tiga macam zat terlarut, NaCl, naftalena, dan gula dimasukkan pada tiga macam pelarut, misalnya air, alkohol, dan benzena sehingga diperoleh 9 macam larutan. Tabel 5. 2 Data hasil pengamatan Senyawa NaCl Naftalena (C10H8) Gula (C6H12O6) Air (H2O) √ √ Alkohol (C2H5OH) √ Benzena (C6H6) √ E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 52 Mutipel Representasi Kimia
Berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa: 1. Senyawa NaCl (senyawa ion) larut dalam pelarut air, tetapi tidak larut dalam pelarut organik seperti alkohol dan benzena; 2. Senyawa C10H8 (naftalena) larut dalam benzena, tetapi tidak larut dalam air maupun alkohol; 3. Gula pasir (C6H12O6) larut dalam air dan alkohol, tetapi tidak larut dalam pelarut benzena. 2) Kemudahan menguap (volatille), titik leleh dan titik didih Jika di dapur terdapat cuka (asam asetat, CH3COOH, senyawa kovalen) dan garam dapur (NaCl, senyawa ion), senyawa mana yang akan tercium baunya? Tentu yang tercium adalah cuka. Mengapa garam dapur tidak tercium baunya? Jika anda merasakan bau sesuatu, berarti ada gas atau uap dari suatu zat yang masuk ke hidung anda. Uap tersebut tentu berasal dari zat yang ada di sekitar anda. Jika suatu zat berwujud padat atau cair tercium baunya, berarti zat tersebut mudah menguap atau memiliki titik didih relatif rendah pada tekanan normal. Pada kasus tersebut, cuka mudah menguap dibandingkan garam dapur. Titik didih cuka 119°C dan garam dapur 1.517°C. Kemudahan menguap dari senyawa kovalen banyak dimanfaatkan sebagai produk kosmetik (parfum atau deodorant). Karena sedikit saja senyawa kovalen yang dicampurkan ke dalam produk komersial memberikan bau yang harum. Gambar 14. Produk-produk komersial yang mengandung senyawa kovalen. Sumber: google.com E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 53 Mutipel Representasi Kimia
Tabel 5. 4 Perbandingan titik didih senyawa kovalen sederhana dan raksasa Senyawa Kovalen Struktur Molekul Sederhana Struktur Kovalen Raksasa Zat Titik Didih Zat Titik Didih Metana (CH4) -161°C Intan (C) 4830°C Air (H2O) 100°C Silikon (Si) 2355°C Klor (Cl2) -35°C Silika (SiO2) 2230°C 3) Konduktivitas listrik Konduktivitas listrik adalah ukuran dari kemampuan suatu bahan/zat untuk menghantarkan arus listrik dengan baik. Sifat penghantar listrik yang baik tersebut disebabkan adanya gerakan ion-ion dalam leburan senyawa atau larutannya. Senyawa ion merupakan penghantar listrik yang baik dalam larutan maupun lelehan atau leburannya tetapi tidak pada fase padatan. E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 54 Mutipel Representasi Kimia
A. Padatan senyawa ion B. Lelehan senyawa ion C. Larutan senyawa ion dalam air Gambar 5. 3 Konduktivitas listrik dan pergerakan ion. A. Tidak ada arus listrik yang mengalir dalam padatan senyawa ion karena ion-ionnya terikat kuat sehngga tidak ada yang bergerak. B. Dalam lelehan senyawa ion, ion-ion bergerak ke elektroda membawa arus istrik. C. Dalam keadaan larutannya dalam air, ion-ion juga bergerak bebas dan dapat menghantarkan arus listrik. Sumber: Martin S Silberberg Pada senyawa kovalen baik dalam bentuk gas, padatan maupun cairannya bersifat netral. Artinya, tidak terjadi pemisahan atom-atom membentuk ion yang bermuatan listrik, melainkan tetap sebagai molekul kovalen. Sehingga, senyawa kovalen bukan penghantar listrik yang baik. E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 55 Mutipel Representasi Kimia
Alat: Chemistry & Diikuii” Membandingkan Sifat Fisik Senyawa Ion dan Senyawa Kovalen 1. Tujuan percobaan: Membandingkan kemudahan menguap garam dapur (senyawa ion) dan naftalena (senyawa kovalen) 2. a. Cawan penguap b. Kaki tiga c. Bunsen d. Kawat kasa Bahan: a. Garam dapur (NaCl) b. Air 3. Cara kerja: Larutan NaCl Air (H2O) a. Siapkan 2 wadah berisi air, kemudian beri nama gelas a dan 2. Pada gelas a masukkan larutan garam dapur (NaCl) dan selanjutnya dalam gelas b masukkan air (H2O). b. Uapkan setiap larutan senyawa NaCl dan H2O pada gelas dengan waktu yang Tabel 5. 6 Hasil pengamatan praktikum A E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 57 Mutipel Representasi Kimia No. Senyawa Sifat Fisik Sebelum Praktikum Sifat Fisik Sesudah Praktikum 1. Larutan Natrium Klorida (NaCl) 2. Air (H2O)
B Note: Gunakan simbol berikut untuk mengisi hasil pengamatan pada kolom B. Keterangan: ─ + ++ +++ ++++ Coklat ─ Coklat + Coklat ++ Coklat +++ Putih + Putih ++ Putih +++ Menyengat + Menyengat ++ Menyengat +++ = = = = = = = = = = = = = = = Tidak Ada Mulai Muncul Sedikit Sekali Sedikit Banyak Sangat Banyak Tidak Berwarna Coklat Muda Coklat Sebagian Coklat Pekat Bening Putih Putih Keruh Sedikit Mmenyengat Menyengat Sangat Menyengat C. Pertanyaan 1. Apa yang terjadi pada saat kedua bahan mulai dilakukan pemanasan? Penjelasan: 2. Senyawa manakah yang lebih mudah menguap? Mengapa? Penjelasan: E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 58 Mutipel Representasi Kimia No. Senyawa Keterangan Perubahan Menit ke2 4 8 16 20 1. Larutan Natrium Klorida (Nacl ) Titik Didih Warna Aroma 2. Air (H2O) Titik Didih Warna Aroma
3. Senyawa manakah yang memiliki aroma lebih tajam? Mengapa? Penjelasan: Kesimpulan: _ E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 59 Mutipel Representasi Kimia
13 8 Dua buah unsur mempunyai notasi 19 39X dan 16 8Y UJI KOMPETENSI A. Pilihan Ganda 1) Susunan elektron valensi gas mulia di bawah ini yang tidak memenuhi aturan oktet adalah…. A. 54Xe D. 10Ne B. 36Kr E. 2He C. 18Ar 2) Kestabilan gas mulia dijadikan pijakan atom-atom lain untuk menjadi lebih stabil, sehingga atom-atom di alam menginginkan konfigurasi seperti gas mulia dengan melakukan cara-cara berikut, kecuali…. A. Melepaskan elektron D. Menerima pasangan elektron B. Mengikat elektron E. Menerima minimal 2 pasang elektron C. Memasangkan elektron 3) Di antara unsur-unsur di bawah ini yang paling stabil adalah…. A. 8P D. 12S B. 9Q E. 20T C. 10R Wacana berikut digunakan untuk mengerjakan soal nomor 4 dan 5. 4) Ditinjau dari konfigurasi elektronnya, kecenderungan atom-atom dalam mencapai kestabilan unsur secara berturut-turut adalah…. A. Melepas 1 elektron, menerima 2 elektron B. Melepas 2 elektron, menerima 1 elektron C. Melepas 2 elektron, melepas 1 elektron D. Menerima 1 elektron, melepas 2 elektron E. Menerima 2 elektron, melepas 1 elektron 5) Senyawa yang dihasilkan bila kedua unsur berikatan adalah…. A. X2Y2 D. XY2 B. X2Y3 E. XY C. X2Y 6) Jika unsur 27G berikatan dengan unsur 16L, maka rumus senyawa dan jenis ikatan yang terjadi secara berturut-turut adalah…. A. GL; ionik D. G2L; kovalen B. G2L; ionik E. G2O3; kovalen C. G2O3; ionik E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 60 ?!?!?!?!?!?!?! Mutipel Representasi Kimia
2 16 7) Perbedaan antara ClO2 dan ClO - berturut-turut yang paling tepat adalah…. A. Senyawa; ion D. Unsur; senyawa B. Senyawa; unsur E. Senyawa; senyawa C. Ion; senyawa 8) Berikut sifat-sifat senyawa ion, kecuali.... A. Larut dalam air D. Larutannya dapat menghantarkan listrik B. Lunak dan rapuh E. Lelehannya dapat menghantarkan listrik C. Titik leleh tinggi 9) Gambar elektron dari unsur 32T jika membentuk ion adalah…. A. D. B. E. C. 10) Seorang praktikan mencoba menjelaskan teori awan elektron pada ikatan logam dengan analogi. Ia mengisi suatu baskom dengan bola tenis hingga penuh lalu diisi air. Yang merupakan analogi untuk atom logam adalah… A. Baskom D. Bola tenis B. Air E. Tidak ada pilihan yang tepat C. Sela diantara bola tenis 11) Sifat-sifat logam berikut yang benar adalah.... A. Mudah ditempa B. Pada suhu kamar ada yang berwujud cair C. Mempunyai titik leleh tinggi D. Dapat menghantarkan listrik E. Semua logam pada suhu kamar berwujud padat E-MODUL Kimia SMA/MA Berorientasi 61 ?!?!?!?!?!?!?! Mutipel Representasi Kimia