The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Santri AL BAYAN PESANTREN TERPADU DAARUL FIKRI EDISI 29 TENTANG BACK TO SCHOOL

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by albayan.df, 2023-08-17 21:22:37

MAJALAH AL-BAYAN EDISI 28

Majalah Santri AL BAYAN PESANTREN TERPADU DAARUL FIKRI EDISI 29 TENTANG BACK TO SCHOOL

Keywords: Majalah,Bayan

01 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27


02 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 Redaksi menerima karya berupa artikel, cerpen, puisi dan jenis tulisan lainnya. Naskah dikirim berupa softcopy (file doc.) hard copy dan foto (softcopy file tidak lebih dari 25 Mb). Naskah yang layak akan kami terbitkan di edisi selanjutnya. Naskah yang masuk dan diterbitkan menjadi hak milik redaksi, dan akan mengalami proses editing tanpa mengubah isi artikel. Kirimkan saran dan kritik anda ke Redaksi Majalah Al-Bayan, Pesantren Terpadu Daarul Fikri, Kp. Warung Bambu RT. 001/09 Ds. Telaga Murni Kec. Cikarang Barat Kab. Bekasi Telp. (021) 8904078/79, 89116165. e-mail: [email protected] REDAKSI Pembina: K.H. Ahmad Husein Dahlan, Lc., MA. (Pengasuh Pesantren), Penanggung Jawab: Erwin Pabeta, S.T. (Direktur Media), Pemimpin Redaksi : Didik Hermanto Dewan Redaksi: Adam Nurrachman, Mustofa. Redaktur Ikhwan: Zidan A. , M. Al-Fath, R. Rafiddin, Ridho A., M. Alia, Faishal H., M. Rhiandhy, F. Azfa Redaktur Akhwat: Verda Y., Maitsa H., Kireina K., Davina C., Dhania L., Khalishah W., Nasla R. Layout: Rafiddin Design Cover: Rhiandhy DAFTAR ISI Kembali ke pesantren secara Kaaffah Nonton Film Pujangga Hati, Akhir, Kemerdekaan, Telah Kembali Hidupku Penuh Aib Babah Alun Si Bos Jalan Tol Bocah Nakal yang Menjadi Pendakwah Tradisi Unik Hari Pertama Masuk Sekolah di Berbagai Negara Ta’aruf Santri Baru Lewat Mabits Suasana Baru, Semangat Baru Semarak Bulan Muharram Kolaborasi Satu Mimpi Temu Akrab Alumni Daarul Fikri MI, SDIT, TK ALAM Islamic Book Fair 2023 Goes To Pesantren Jangan Malas Sekolah Economy Crisis Bakat? Hope’s less Land (episode 2) Soleram Jangan Main HP Terus Change Belajar = Berjihad Climate Issues Penuntut Ilmu Our Story With Sabili.ID 04 26 24 30 28 22 20 16 12 13 14 27 32 36 46 38 42 47 48 49 06 08 09 10 07 Kajian Utama Resensi Jejak Cerpen Puisi Mozaik Spum Story Santri Cergam Cerbung Ragam Pesantren Galery Kegiatan Laporan Khusus IMAD-FDS, CABANG BREBES, CABANG PAPUA


03 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 SALAM REDAKSI Assalamu’alaikum wr. Wb Alhamdulillahirobbil’alamin, mer- upakan satu kata yang pantas kami ucapkan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala atas segala rahmat, taufik, hidayah yang tiada terkira besarnya, sehingga kami dapat menerbitkan majalah Al-Bayan edisi 28. Hai Sahabat Al-Bayan! Bagaimana kabarnya? Semoga kita selalu dalam keadaan sehat wal wal’afiat. Liburan telah usai, semoga kita sudah ban- yak menebar manfaat pada saat li- buran kemarin, entah bermanfaat untuk keluarga, kerabat, tetangga, saudara, masyarakat, dll. Sekarang saatnya kita untuk men- gawali tahun ajaran baru, mungkin yang kemarin menjadi adik kelas, sekarang menjadi kakak kelas, yang kemarin masih malas-malasan da- lam belajar sekarang saatnya untuk berubah, mari di awal tahun ajaran baru, kita kembali sekolah, bertemu dengan teman dan guru, menuntut ilmu agar kita bisa mewujudkan im- pian yang selalu kita cita-citakan se- dari dulu kecil. Di bulan Juli, kita sebagai umat Islam telah merayakan tahun baru Islam yang bertepatan pada tang- gal 19 Juli 2023 M atau 1 Muharram 1445 H. selain menjadi awal tahun baru di kalender Hijriyyah, banyak kejadian penting yang terjadi pada bulan Muharram. Berbagai peristiwa bersejarah pada bulan Muharram menggenapi keistimewaan bulan ini, salah satunya adalah Hijrahnya Nabi Muhammaf Shalallahu alaihi wa sallam. Pada bulan Muharram inilah mula-mula Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa sallam berniat dan bermak- sud untuk melakukan hijrah bersa- ma para sahabat dari Mekkah ke Ma- dinah. Tonggak hijrah tersebut yang menjadi awal berdirinya masyarakat Islam yang mandiri dan berdaulat di kota Madinah. SAHABAT AL-BAYAN ! Dalam rangka memberikan saji- an terbaik di awal tahun ajaran baru dan di awal tahun baru islam. Maka pada edisi 28 ini kami mengangkat tema “Back to School”. Awal tahun ajaran baru dan awal tahun baru Islam, keduanya bisa kita kaitkan. Seperti yang dijelaskan tadi, pada bulan Muharram, Nabi dengan para sahabatnya berniat melakukan hi- jrah. Akan kita kaitkan, di awal tahun ajaran baru ini. Mari kita berhijrah, seperti yang dilakukan Nabi dan para sahabatnya pada awal tahun baru Islam. Berhijrah untuk apa? Ber- hijrah untuk lebih baik. yang dulu suka bolos sekolah, pura-pura sakit, cabut dari pelajaran, sekarang saatn- ya hijrah, tinggalkan perbuatan-per- buatan buruk yang pernah kita laku- kan, kuatkan iman, agar kita tidak terganggu dengan godaan syaiton. Sebagai penutup, sekali lagi, mari kita tingkatkan semangat menuntut ilmu. Sebagai umat Islam, kita harus haus akan ilmu seperti yang dilaku- kan para ulama-ulama terdahulu, tetap menjaga kualitas ilmu dan jan- gan lupa untuk mengamalkan ilmu yang pernah diajarkan. Terima kasih, kurang lebihnya mohon maaf. Wassalamu’alaikum wr wb.


04 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 S KEMBALI KE PESANTREN SECARA KAAFFAH Oleh: Didik Hermanto (pemred) KAJIAN UTAMA Salah satu ujian terberat bagi para santri adalah saat mereka hendak kembali ke pesantren setelah liburan yang cukup panjang. Sudah menjadi fenomena jika saat masa kembali ke pesantren banyak diantara para santri yang enggan kembali ke pesantren. Indikasinya, mereka terlalu terbawa moment “santai” saat liburan. Tidak ada lagi aturan yang ketat, bisa bermain sesuka hati, atau hal-hal yang membuat mereka terlena. Mereka menjalani liburan yang kurang produktif. Bandingkan saat di pesantren, mereka dipastikan akan menjalani periode pendidikan yang sangat ketat. Mulai dari bangun tidur hingga tidur kembali. Mereka tidak bisa lagi “bersantai ria” mengingat kegiatan di Pesantren yang sangat padat. Dengan begitu, menjadi “lumrah” rasanya jika banyak diantara santri yang hatinya masih terikat dengan liburan. Menyikapi fenomena ini, penulis teringat pesan berharga dari salah satu Kiai di pesantren dahulu. Setiap masa kembali dari liburan beliau selalu menyampaikan pesan yang singkat dan jelas. ‘Uuduu ilaa haadzal ma’had kaaffah. Kalimat Kaaffah ini sebagaimana merujuk pada surat Al-Baqarah ayat 208. ... Udkhuluu fiissilmi kaaffah yang artinya: … masuklah ke adalam agama islam secara menyeluruh. Dengan demikian beliau mengajak para santri untuk kembali ke pesantren dengan keaadaan utuh, menyeluruh atau dengan kata lain totalitas. Kembalilah ke Barangsiapa belum merasakan susahnya menuntut ilmu barang sejenak. Ia akan merasakan hinanya kebodohan seumur hidupnya.


05 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, PASTI akan disibukkan dengan hal-hal yang batil pesantren secara totalitas. Totalitas dalam hal ini tentu saja menyangkut pikiran dan perbuatan. Santri harus mulai beradaptasi lagi secara pikiran untuk mengokohkan kembali niat awal masuk pesantren. Membuang semua pikiran yang menghalangi perjuangan mereka menunut ilmu. Mereka juga harus membiasakan kembali dengan aktivitas-aktivitas pesantren yang padat. Tentu dengan harapan dan tantangan yang lebih sulit dan pahit. Tentu saja hal tersebut tidak akan mudah untuk dijalani. Namun yakinlah bahwa ini adalah permulaan bagi seorang santri untuk menggapai keislaman yang kaaffah. Perjuangan ini seumpama kepahitan yang harus dirasakan sebelum nantinya menyesal karena merasakan kebodohan selamanya. Itulah pesan yang disampaikan Imam Syafi’ie “Man lam yadzuq dzulla at ta’alumu saa’atan.  tajarro’a dzulla al jahli thula hayaatihi.” Artinya:  Barangsiapa belum merasakan susahnya menuntut ilmu barang sejenak. Ia akan merasakan hinanya kebodohan seumur hidupnya. Kuliah Umum Kepondokan Biasanya untuk membantu santri cepat beradaptasi saat kembali ke pesantren. Pesantren mengadakan kegiatan kegiatan Kuliah Umum kepondokan/kepesanatrenan. Kegiatan ini berisi tentang pemahaman kembali tentang pesantren dan penguatan niat agar para santri menemukan kembali semangat menimba ilmu di pesantren. Didalamnya juga berisi orientasi pendidikan dan pembelajaran selamasatu semester atau satu tahun ke depan. Harapannya para santri bisa menentikan titik tujuan dan target yang ingin dicapai khususnya dalam pengembangan diri baik dari sisi pencapaian pribadi atau kurikulum. Menyibukkan diri dengan kegiatan Pesantren. Perkembangan pesantren yang cukup pesat, menjadikan pesantren saat ini adalah tempat terbaik mengembangkan setiap kemampuan. Sangat banyak kegiatan positif yang bisa diikuti oleh santri dibanding menyibukkan diri memikirkan hal-hal yang telah berlalu saat liburan. Tentu tidak setiap pesantren memenuhi keinginan santri sebagaimana bebasnya pilihan di luar. Namun mereka bisa memanfaatkan setiap kegiatan yang ada di pesantren tersebut. Bukankah dengan menyibukkan diri melalui kegiatan positif mampu menghindari dari hal-hal negatif? Inilah yang disampaikan oleh Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah, َّ ِال وإ َ ِ ِ َ الح ّق ْ َها ب َت َ ْشغَل ِ ْن أ َونَ ْف ُس َك إ َ ِ اط ِل ِالب ْ َك ب َت ْ اشتَغَل “Jika dirimu tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik, PASTI akan disibukkan dengan hal-hal yang batil” (Al Jawabul Kaafi hal 156). Bagi seorang santri tidak ada aktivitas tengah-tengah. Hanya ada dua pilihan, waktu diisi dengan kebaikan atau pasti diisi dengan keburukan. Wallahu a’lam


06 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 RAGAM PESANTREN TA’ARUF SANTRI BARU LEWAT MABITS (08/07) Pondok Pesantren Terpadu Daarul Fikri menyambut santri santri baru dengan kegiatan Mabits yang berlangsung selama dua hari satu malam. Peserta Mabits yakni santri baru Fullday dan Boarding Unit IMAD FDS kelas tujuh dan Idad baik pusat maupun cabang. Lokasi untuk kegiatan ini dibagi menjadi dua yaitu IMAD Akhwat pusat untuk peserta akhwat dan IMAD Ikhwan untuk peserta ikhwan. Pada hari pertama yaitu kedatangan peserta, wali santri yang mengantar di arahkan ke musholla untuk penjelasan sistem keuangan dan program program pada Unit IMAD FDS yang berlaku di Pesantren Terpadu Daarul Fikri. Sementara seluruh peserta Mabits di arahkan ke Masjid Baitul Maqdis untuk pengenalan awal pesantren yang berlangsung hingga dzuhur. Setelah kepulangan wali santri, kegiatan Mabits dilanjutkan dengan kajian dan diisi dengan kegiatan kegiatan yang telah di jadwalkan oleh panitia dan guru. Pada malam harinya terdapat sesi refreshing be- rupa bakar bakar ja- gung bersama. Pada hari kedua peser- ta Mabits Fullday di perbolehkan untuk pulang setelah waktu dzuhur, guna mempersiapkan kedatangan HPMP di hari esok. Sebaliknya dengan santri Boarding cabang yang masih tinggal di pusat karna pada esok harinya akan berangakat ke cabang Rawa Lele. Diadakannya Mabits untuk men- yambut santri baru sebelum HPMs dan memperkenalkan Pesantren Terpadu Daarul Fikri mulai dari pengenalan apa itu IMAD, program dan kegiatan yang akan dilaksanakan kedepannya, sistem yang berjalan hingga lingkungan belajar dan tempat tinggal di asrama.


07 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 SUASANA BARU, SEMANGAT BARU Senin (10/07) Pesantren Terpa- du Daarul Fikri m e n g a d a k a n Apel gabungan untuk menyam- but Hari Pertama Masuk Sekolah (HPMS) yang berlokasi di lapa- ngan sekolah dan area depan Gedung Baitul Qur’an Yang diikuti oleh seluruh unit dari mulai tingkat TK, SDIT, MI-U hingga IMAD-FDS. Apel gabungan ini dibuka se- cara seremonial yang dilanjutkan dengan amanat yang disampaikan oleh pengasuh pesantren yaitu K.H Ahmad Husein Dahlan Lc. MA. Be- liau memberikan motivasi kepada para santri agar selalu bersemangat dalam menuntut ilmu dan memulai tahun ajaran baru kali ini dengan hal-hal baik. Setelah itu para santri melanjutkan kegiatan HPMS di unit masing-masing. Unit SDIT dan MI-U memeriahkan HPMS dengan m e n g g u n a k a n berbagai pakaian unik yang dipa- kai oleh seluruh santri dan guru. Dilanjutkan den- gan berkenalan dengan guru-gu- ru dan wali kelas masing-masing. S e d a n g k a n pada unit IMAD-FDS diisi dengan kegiatan penguatan atau yang ser- ing disebut dengan Kuliah Umum Kepesantrenan (KUK) yang dilak- sanakan pada 3 hari pertama ma- suk sekolah. Di hari pertama diisi dengan perkenalan dengan kaka muntada, keesokannya dilanjut- kan dengan perkenalan bersama guru-guru serta pemaparan pro- gram Al-Qur’an dan dihari ketiga diisi dengan perkenalan program kurikulum dan kesantrian. KUK ini adalah sarana untuk para santri da- lam mengenal dan memahami pro- gram-program pesantren.


08 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 SEMARAK BULAN MUHARRAM (20/7) ITTAQI Dan IMAD-FDS Daarul Fikri mengadakan acara Semarak Muharram. Kegiatan yang dilakukan adalah pawai dan pembekalan seputar Muharram untuk ITTAQI dan lom- ba Muharram un- tuk IMAD-FDS. Acara ini diikuti oleh seluruh santri TK, SDIT,dan MI, serta guru-guru. ITTAQI memulai acara pawai muharram pada pukul 07.30, yang diawali dengan pembukaan di lapangan basket. Setelah pembukaan, seluruh santri SDIT dan MI beserta guru mulai berjalan melewati rute yang telah ditentukan untuk pawai yaitu mengelilingi Perumahan Telaga Pesona. Adapun santri TK berkeliling menggunakan odongodong, dengan rute yang sama. Da- lam pawai menyambut Muharram ini, seluruh santri diwajibkan membawa pamflet dan dan aksesoris hasil karya mereka sendiri. Kegiatan dilanjut dengan pembekalan seputar Muharram, berupa menonton film atau bercerita tentang Muharram di kelas masing-masing hingga menjelang dzuhur. Sedangkan IMAD-FDS Ikhwan mengisi kegiatan dengan mengadakan lomba Muharram berupa lomba nasyid dan rangking 1 yang dipanitiai Muntada. Acara Semarak Muharram berjalan lancer hingga akhir. Para santri juga sangat antusias mengikuti acara ini. Dengan menyemarakkan Muharram, kita bisa menyiarkan islam pada warga sekitar. Para santri juga bisa lebih menganal bulan-bulan Hijriyah dan sejarah hijrah Rasulullah. “Jangan sampai kita melupakan sejarah perjuangan Nabi ketika hijrah,” tutur ust. Wahyudi, S.Pd.I, selaku panitia Semarak Muharram ITTAQI.


09 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 KOLABORASI SATU MISI DKM AlKautsar dari PT. TACI dan Daarul Fikri berkolab - orasi untuk mengada - kan acara s a n t u n a n anak yatim pada Sabtu ( 2 9 / 0 7 / 2 3 ) . Acara yang bertempat di Ge- dung Baitul Quran Pesantren Daarul Fikri ini merupakan acara rutin DKM Al-Kautsar pada bulan Muharram. Ada sekitar 27 anak yatim yang disantunkan pada acara kali ini. Tidak hanya itu, acara ini juga diwarnai dengan beberapa penampilan yang berhasil dib- awakan oleh santri-santri Daarul Fikri. Mulai dari penampilan B e a t d r o p s oleh santri Ikhwan hing- ga storytell- ing dan puisi Bahasa Ing- gris oleh san- tri Akhwat. Selain un- tuk menyan- tunkan anak yatim, acara ini juga bertujuan untuk menjaga tali silaturahim antara PT. TACI dengan Daarul Fikri yang sudah terjalin sejak ta- hun 2015. “Kita harapannya bisa lebih baik lagi kerja samanya. Art- inya, kontribusi dari masing-mas- ing baik dari PT. TACI maupun juga dengan pesantren,” ujar Ust. Iwan Shofwan selaku ketua DKM Al-Kautsar.


10 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 TEMU AKRAB ALUMNI DAARUL FIKRI Mengang - kat tema ‘MEMBANGUN HARM O N I S A S I , M E M P E R K U A T SILAHTURAHIM DALAM MEMAJUKAN INSANI’ para anggota Ikatan Silaturrahim Alumni Daarul Fikri (INSANI) mengadakan acara silaturrahim alumni yang usai di selenggarakan pada Ahad, (30/07/2023) di gedung Baitul Quran Pesantren Terpadu Daarul Fikri Bekasi. Tidak hanya berkumpul untuk berbagi pengalaman namun juga terdapat serah terima jabatan kepengurusan INSANI. Muhammad Ziyad, Lc. menjadi ketua untuk priode 2023-2025 menggantikan Muhammad Irfan Fachru rizal selaku Demisioner priode 2019-2023. Bertujuan untuk mengumpulkan alumni agar bisa bergabung dalam satu kesatuan, para tamatan SMP-IT dan SMA-U Daarul Fikri pun antusias menghadiri acara ini dengan total data ±200 peserta yang hadir baik itu Ikhwan maupun akhwat, tidak hanya alumni namun acara ini juga di hadiri anggota DPRD Fraksi PKS D.R. H. Ayub Rohadi, M.Phil  bersama Rusdi Haryadi, S.Pd.I. serta Pembina dan ketua umum Yayasan Qabasat An-nur (YQN). “Tentu dengan adanya acara silahturahim ini selain juga menguatkan daripada alumni ini sendri supaya tidak keluar dari jalur-jalurnya kita sebagi pengurus harus menjaga itu agar ukhuwah ini tetap terjaga,” tutur Farid selaku ketua panitia acara silaturrahim alumni.


11 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 PELANTIKAN YAYASAN QOBASAT AN-NUR Pergantian jabatan pastin- ya dibutuhkan dalam sebuah o r g a n i s a s i agar terjadin- ya regenerasi kepemimpinan oleh karena itu Yayasan Qoba- sat An-Nur (YQN) melalukan pe- lantikan pergantian kepengurusan Yayasan pada Senin, (17/07/2023) bertempat di gedung Baitul Quran Pesantren Terpadu Daarul Fikri Ci- karang Barat.. Acara ini dihadiri oleh para pem- bina dan ketua umum beserta staf YQN dan tak lupa pula para guru dari semua unit pesantren terpadu Daarul Fikri Bekasi. Acara dimulai dengan pem- bukaan oleh Master of Ceremony (MC) dilanjutkan dengan tilawatil quran kemudian disambung den- gan tausiyah yang di bawakan oleh K.H. Ahmad Dahlan lalu masuk ke acara utama yaitu prosesi pelantikan dan serah terima jabatan kepen- gurusan Yayasan, setelah itu diterus- kan dengan arah- an langsung oleh K.H. Ahmad Hu- sein Dahlan Lc., M.A. dan diakhiri dengan doa penu- tup. Prosesi pelantikan dan serah ter- ima jabatan di awali dengan pem- bacaan Surat Keputusan (SK) yang di bacakan oleh Ust. Mu’min Sidiq, Lc. Kemudian dilanjutkan dengan penyerahan SK yang diserahkan oleh K.H. Ahmad Husein Dahlan, Lc. M. A. kepada dewan direksi terlan- tik yang pada tahun ini YQN melan- tik 9 direksi, setelah itu pembacaan sumpah jabatan dipimpin oleh Ust. Rian Dinata, S.E. diikuti para direksi terlantik, dan diakhiri dengan serah terima jabatan serta bermushafa- hah.


12 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 MI MATHLAUL ULUM SDIT DAARUL FIKRI TK ALAM Serunya Life Skil bersama teman-teman Kegiatan Semarak Muharram Kegiatan HPMS (Mujahid) Kegiatan HPMS (Mujahiddah) Senam Pagi Bersama-sama GALERY KEGIATAN Sesi Foto Bersama Wali Kelas CASH (Ceria Anak Sholeh) Kegiatan Seru di Pagi Hari


13 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 IMAD-FDS CABANG BREBES CABANG PAPUA Sesi Pembagian Hadiah Setor Hafalan Saat MABITS Pembukaan Ekstrakulikuler Belajar di Luar Kelas Senam Bersama di Pagi Hari Ice Breaking sebelum KBM dimulai Keseruan Berenang Bersama Belajar Tazwidul Mufrodat


14 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 laporan khusus ISLAMIC BOOK FAIR 2023 GOES TO PESANTREN Pada tanggal 22 Juli 2023, panitia Islamic Book Fair (IBF) 2023 mengunjungi Pesantren Terpadu Daarul Fikri sebagai program pra-event, yaitu “IBF 2023 Goes to Pesantren.” Bertempat di Gedung Baitul Qur’an Daarul Fikri, dihadiri oleh santri fullday kelas 9 dan seluruh santri boarding baik ikhwan maupun akhwat. Acara ini dimulai pada pukul 09.00-12.00 WIB. Dibuka dengan tilawah Al-Qur’an. Kemudian menyanyikan Indonesia Raya dan Mars Daarul Fikri. Dilanjut dengan sambutan-sambutan dari pengasuh Pesantren Terpadu Daarul Fikri dan jajaran pelaksana IBF 2023 yang hadir. Yaitu ketua panitia IBF 2023 Dr. H. Hakim, Dewan penasihat IBF 2023 KH. Tubagus Dadang Dahlani, dan bidang pra-event pesantren Oman Komarudin. Kesempatan berharga bagi Daarul Fikri menjadi salah satu pesantren yang terpilih untuk dikunjungi. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pelatihan menulis buku bagi santri. Diharapkan agar seluruh santri dapat memiliki ketertarikan dan semangat dalam membaca dan menulis sebuah buku. Dalam sambutannya Dr. H. Hakim menyampaikan bahwa IBF 2023 akan diadakan di Istora Gelora Bung Karno pada tanggal 20-24 September 2023 mendatang. Dengan mengusung tema “Berakhlak dan Berprestasi dengan Literasi Islami.” Panitia bidang pra event IBF 2023 Goes to Pesantren, Oman Komarudin menyampaikan “Ruhnya IBF itu santri dan pelajar-pelajar islam, tanpa santri IBF bukan apa-apa,” tuturnya. Dibuktikan dengan kedatangan P


15 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 ISLAMIC BOOK FAIR 2023 GOES TO PESANTREN 147 pesantren (500.000 santri) pada saat IBF 2022 lalu. Dapat disimpulkan bahwa santri merupakan bagian penting dari IBF. Beliau juga menegaskan bahwa ketua IKAPI DKI Jakarta Hikmat Kurnia siap membantu penerbitan karya fiksi maupun non-fiksi yang ditulis oleh santri ataupun guru-guru. Pelatihan menulis buku untuk para santri disampaikan oleh Mas Hilman Jayadi. Beliau merupakan editor penerbit Agromedia serta motivator penerbit Qultum Media. Ketika moderator memberikan pertanyaan mengenai “Memang apa pentingnya seorang santri itu menulis?” Mas Hilman menjawab bahwa pertanyaan tersebut bukanlah pertanyaan yang patut ditanyakan. Karena sudah seharusnya santri itu menulis seperti ulama-ulama terdahulu, yang masih bisa dirasakan ilmunya sampai saat ini. Gen santri itu adalah gen menulis. Gen yang akan menghasilkan dan menciptakan karya-karya yang dapat dibaca dari zaman ke zaman. Inti dari pelatihan tersebut adalah langkah-langkah dalam menyusun sebuah buku. Mulai dari menentukan genre buku yang dipilih, membuat outline, menentukan deadline, mencari referensi, hingga membaca kembali tulisan. Selama berjalannya acara, santri tertib dan antusias. Pemateri memberikan beberapa pertanyaan, membuat santri aktif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan. Pada akhir materi, Mas Hilman menyampaikan, “Publikasikan tulisan kita di penerbit atau di sosial media. Agar tulisan kita bisa dibaca banyak orang. Serta memberikan konten positif kepada masyarakat.”


16 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 OUR STORY WITH SABILI.ID Oleh: Redaktur Al-Bayan Ikhwan story santri H Hangatnya mentari pagi men- yambut kami yang sedang berada di stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Ki- cauan burung-bu- rung terdengar jelas di telinga kami, banyak manusia yang berlalu-lalang, menunggu ke- datangan kereta, serta berpamitan dengan keluarga, karena hendak berpergian. Setelah beberapa jam kami menaiki kere- ta, transit dari stasiun satu ke sta- siun lainnya. Tepat pukul 08.00 kami akan menuju gedung Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia (DDII), untuk mengikuti acara Pelatihan Jurnalistik yang diselenggarakan oleh Sabili.ID. Pelatihan tersebut kami dapatkan dari Dewan Redaksi kami, yaitu, Ustad Mustofa. 5 orang Reda- ktur Al-Bayan Ikhwan, diutus untuk mengikuti pelatihan tersebut, guna menambah wawasan lebih luas, menambah pengalaman dan hara- pannya bisa meningkatkan Ma- jalah Al-Bayan lebih baik. Pelatihan ini diselenggarakan dalam kurun waktu 2 hari, terdapat 22 peserta ikhwan dan akhwat. Di pelatihan ini, kami tidak hanya diam duduk di atas kursi saja. Namun, kami diajak pemateri untuk bisa mengenal ses- ama peserta pelatihan jurnalistik. “Karena seorang jurnalis harus bisa akrab dengan siapapun,” tutur pe- materi. Hari pertama, sebelum para pemateri menyampaikan ilmu-il- munya, para peserta diajak untuk memperkenalkan diri dan memberikan alasan mengapa mengikuti pelatihan jurnalistik ini oleh Mas- ter of Ceremony (MC), bahkan kami memperkenalkan diri tidak di awal pembukaan acara saja, namun se- tiap pemateri ingin menyampaikan ilmunya, kami disuruh untuk mem- perkenalkan diri lagi, agar kami bisa lebih mengenal seluruh pe- serta pelatihan jurnalistik. Tibalah sesi sambutan, yang di sampaikan oleh Ustad Zainal Muttaqin, selaku pimpinan Sabili. Ia berbagi pen- getahuan kepada kami dari awal mula Sabili dibentuk beserta to- koh-tokoh pendirinya, masa-masa kejayaannya, hingga Sabili saat ini yang telah menjadi media Sabili Online. Pemateri pertama, pada sesi ini, pemateri mengajak semua pe- serta untuk melakukan 3 kali drama praktek menjadi seorang jurnalis, drama pertama, beberapa peserta disuruh untuk keluar ruangan, lalu sisanya menetap di dalam ruan- gan. Drama pertama, kami diajar- kan bagaimana caranya bisa akrab dengan orang asing, karna menjadi seorang jurnalis, harus bisa akrab dengan siapapun dan harus bisa membuat narasumber nyaman ketika berbicara dengan kita. Jadi


17 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 ada beberapa orang yang keluar ruangan sebagai seorang jurnalis yang akan bertanya-tanya kepada narasumber yang berada di dalam ruangan, syaratnya, kita harus me- wawancarai orang yang belum kita kenal, otomatis redaktur Al-bayan tidak akan saling mewawancara, karena kami sudah lama kenal. Lan- jut drama ke dua, pada drama ini kami diajarkan untuk bisa menden- gar keluhan seseorang, jadi peserta yang awalnya di dalam ruangan, kini berada di luar ruangan dan menjadi orang yang mememiliki keluhan, lalu peserta yang awalnya di luar ruangan, sekarang mereka menetap di dalam ruangan, untuk menjadi pendengar keluhan, dra- ma ke dua ini berbeda dengan dra- ma pertama, jika drama pertama syaratnya harus berbicara dengan orang yang tidak dikenal, namun drama ke dua kami boleh berbicara dengan yang kami kenal. Drama ketiga, kami diajarkan bagaimana melatih mental, seorang jurnalis ha- rus memiliki mental kuat, karena di dunia ini ada beragam-ragam sifat manusia, drama ke tiga ini, kembali kepada awal, yang awalnya di luar ruangan mereka kembali ke luar ru- angan, begitupun sebaliknya. Jadi peserta yang di luar ruangan akan membawa kabar gembira kepada peserta di dalam, namun peserta di dalam cuek atau tak acuh terhadap apa yang disampaikan peserta dari luar. Kita bisa mengambil banyak manfaat dari ketiga drama tersebut diantaranya, pertama, seorang jurnalis harus bisa mengetahui be- ragam karakter seseorang, kedua, seorang jurnalis harus bisa menjadi pendengar yang baik, ketiga, men- tal seorang jurnalis akan sangat diuji ketika nanti berada di lapa- ngan, dan masih banyak manfaat lainnya dari drama ketiga tersebut. Pemateri kedua, sesi ini di lakukan ba’da dzuhur, pemateri kedua ini, bisa dikatakan sesi yang sangat membosankan, dikare- nakan, kami hanya duduk diam di atas kursi dan hanya menden- garkan pemateri berbicara, serasa mendengar khutbah jumat. Karena pemateri hanya mempresentasikan tulisan yang hanya di layar, jadi kami cuma bisa menyimak mater- inya, kami pun juga males menulis materi sebanyak itu, jadi kami beri- nisiatif untuk memfotonya saja. Sesi sore hari, pada sesi ini, kami melakukan apa yang sudah kami dapatkan dari pemateri perta- ma dan kedua, bisa dibilang, kami langsung mempaktikkan ilmu-ilmu yang diberikan, seluruh peserta dibuatkan kelompok berjumlah 4 kelompok, 1 kelompok akhwat, dan 3 kelompok ikhwan, diantara kami ada yang satu kelompok dan ada juga yang terpisah. Setiap kelom- pok diberikan waktu 30 menit un- tuk membuat berita yang diambil dari sekitar gedung Dewan Dak- wah, lalu jika sudah selesai, per- wakilan kelompok harus mengi- rimkan beritanya di grup VIA WhatApp, sesi ini ber- jalan hingga menjelang maghrib. Malam harinya, kami menyempatkan un- tuk berkeliling-keliling kota jakarta, kota yang sangat indah jika di liat pada malam hari karena banyaknya lampu-lam- pu gedung, jalanan dan kendaraan yang menyala,


18 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 mumpung berada di luar pondok jadi kami tidak ingin menyia-ny- iakan momen ini. Di hari kedua, seperti ke- marin acara pelatihan di mulai pukul 08.00 WIB, saat itu kami hadir paling awal, karena, kami bermalam di tempat pelatihan, jika kami kem- bali ke pondok akan terasa amat jauh jika mengharuskan balik ke Jakarta. Tak lama dari itu, pemateri ketiga datang, dan langsung mem- berikan selembar kertas yang ber- judul “Asyiknya menulis Feature”, kami bingung, apa itu Feature? Mengapa kami baru mendengar? Jadi pemateri menjelaskan, Feature merupakan, karya jurnalistik yang ditulis dengan cara penulisan beri- ta ataupun cerita, yang membicara- kan tentang human interest (rasa kemanusiaan), contohnya, beri- ta seorang pemuda memberikan makan pengemis, berita seorang ibu rela bekerja 20 jam untuk anak- nya, dll. Di akhir sesi, seluruh pe- serta ditugaskan untuk membuat feature dan dibacakan di hadapan pemateri kemudian dikoreksi oleh pemateri, walau hanya beberapa peserta yang membacakan karya featurenya. Pemateri terakhir, pada saat sesi ini seluruh peserta diberikan selembar kertas lagi yang berjud- ul “Asyiknya jadi wartawan”. Sesi ini membahas, tata cara penulisan berita yang benar, kami diberikan teknik segitiga kebalik yaitu, Head, Leads, Body, Ending. Jadi dalam penulisan berita, yang harus sangat diperhatikan adalah, Head dan Leads, karena kedua teknik itu yang mem- buat ketertikan atau minat pembaca da- lam membaca berita. Sesi berakhir hingga adzan dzuhur tiba. Setelah sholat dzuhur kami kembali menuju ruangan, karena akan ada pengecekan penulisan berita ke- marin yang telah dibuat perkelom- pok yang langsung dicek oleh edi- tor pernulisan berita Sabili.id yang sudah berpengalaman selama 20 tahun dalam mengedit berita, tak banyak berita yang dievaluasi, han- ya 2 kelompok yang beritanya die- valuasi oleh editor tersebut dikare- nakan sempitnya waktu. Tibalah akhir sesi, yaitu pe- nutupan. Sesi ini, para pemateri berharap semoga seluruh peserta bisa menjadi jurnalis muslim yang akan menebarkan ajaran-ajaran ag- ama islam, menebarkan moral ke- jujuran kepada seluruh masyarakat dan yang paling penting adalah, menebar kebenaran bukan keba- tilan. Perwakilan para peserta pun juga memberi pesan dan kesan se- lama berada di pelatihan sabili ini. Kami pun juga tak lupa untuk ber- foto bersama perwakilan dari me- dia sabili dan memberikan cindera mata berupa majalah Al-Bayan ke- pada pihak media Sabili. END-


19 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27


20 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 spum CLIMATE ISSUES Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, mengatakan bahwa Juli 2023 menjadi bulan terpanas dalam sejarah umat manusia. Bahkan dia menyebut kalau Bumi tidak lagi berada pada era pemanasan global, melainkan su- dah memasuki era pen- didihan global. Masalah perubah- an iklim ini menjadi isu krisis dan konsen glob- al. Paris Agreement atau Perjanjian Paris pada 2015 lalu menjadi tit- ik balik negara-negara dunia dalam memer- angi krisis iklim. Salah satu perjanjian pent- ingnya adalah mence- gah kenaikan rata-rata temperatur bumi tidak lebih dari 1.5 derajat celcius. Krisis iklim terjadi ketika suhu rata-rata bumi meningkat da- lam jangka waktu yang lama, yang disebabkan gas rumah kaca yang terjebak di statosfer dan memerangkap panas matahari. Ten- tunya emisi gas rumah kaca ini terjadi disebabkan oleh kegiatan manusia dan berawal saat era industri dimulai. Kri- sis iklim atau perubahan iklim ini bisa menjadi ‘awal kiamat’ bagi negara-neg- ara dunia. Bahkan level bahayanya di atas pandemi covid kemarin. Bayangkan saja, pada 2019 lalu lapisan es di Greenland yang mencair mencapai 532 gigaton es akibat suhu bumi yang naik. Para peneliti menga- takan bahwa mencairnya lapisan es Greenland itu setara dengan kenaikan permukaan air laut setinggi 1,5 mili- meter atau 40% dari kenaikan rata-rata permukaan air laut dalam satu tahun. Peningkatan volume air laut dapat mengganggu lingkungan laut serta mempengaruhi kehidupan hewan dan tumbuhan laut. Menurut Prof. Andy Shepherd dari Universitas Leeds, jika mencairnya es di Greenland saja terus berlanjut sep- erti pada tahun 2019, permukaan laut global akan naik 10 sentimeter atau lebih pada tahun 2100, dan 25 juta orang bisa terdampak banjir setiap ta- hunnya pada akhir abad ini. Mencairnya es di wilayah kutub dan sekitarnya juga memiliki dampak glob- al lain yang lebih luas, seperti; meng- ganggu pola cuaca global, memperceOleh: Habibullah Addawam


21 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 pat pemanasan global, dan mengubah iklim di berbagai belahan dunia. Dampak krisis iklim ini tidak hanya dirasakan oleh sebagian negara, me- lainkan secara keseluruhan bahkan per-orangan. Dilansir dari Detik.com, pada Jum’at 28 Juli lalu, seorang siswi SMP di Jepang meninggal dunia aki- bat terkena heatstroke atau sengatan panas ketika dalam perjalanan pulang selepas sekolah. Di Indonesia sendiri dampak dari perubahan iklim bisa dirasakan lewat ketidak-beraturan musim hujan yang terjadi pada tahun ini. Menurut BMKG, musim hujan terjadi sepanjang bulan Oktober sampai Maret. Tapi sampai bulan Mei lalu pun Indonesia masih merasakan hujan yang cukup rutin dan lebat. Pola curah hujan yang tidak menen- tu dan kekeringan ini dapat menimbul- kan krisis pangan. Ketidak-beraturan musim ini dapat mempengaruhi pro- duktivitas tanaman dan peternakan. Selain itu, peningkatan kadar karbon- dioksida di atmosfer juga dapat mem- pengaruhi kualitas pangan, sebagai contoh; penurunan kandungan pro- tein pada biji-bijian. Climate change atau perubahan iklim ini juga mengakibatkan banjir dan kekeringan yang menyebabkan ju- taan orang tergusur dari tempat ting- galnya serta menenggelamkan mere- ka dalam kemiskinan dan kelaparan. Pada tahun 2030 nanti, diperkirakan ada sekitar 700 juta orang yang akan terancam kehilangan tempat tingal hanya karena kekeringan saja. Angka ini bisa naik dengan penyebab-penye- bab lain yang timbul akibat perubah- an iklim. Displacement atau hilangnya tempat tinggal akan berujung pada tertutupnya akses kesehatan dan pen- didikan bagi masyarakat terdampak, terhambatnya pertumbuhan ekonomi, bahkan dapat menyebabkan konflik. Penjelasan mengenai dampak pe- rubahan iklim di atas hanya sedikit contoh saja dari banyaknya dampak yang pernah terjadi dan dirasakan oleh dunia. Manusia sebagai makhluk yang hidup dan tinggal di bumi tentunya memiliki tanggung jawab untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Itulah mengapa negara-negara maju saat ini dituntut untuk menyediakan pen- danaan terkait aksi dan perbaikan iklim yang harus diberikan ke negara-negara berkembang. Mereka, negara-negara maju, memiliki historical responsibilities untuk melakukan climate funding kare- na merekalah yang lebih dulu melaku- kan emisi gas rumah kaca sejak zaman industri dimulai. Indonesia, sebagai bagian dari glob- al, memiliki target pada tahun 2030 un- tuk mengurangi 31,89% produksi emisi gas rumah kaca. Kita sebagai generasi muda yang merupakan bagian dari In- donesia, harus ikut membantu pemer- intah merealisasikan target tersebut. Keberadaan generasi muda yang peduli pada pengendalian perubahan iklim lewat aksi-aksi iklim dan energi bersih, perlu didorong. Kementrian LHK menyebutkan bahwa generasi muda memiliki keunggulan dalam mengge- liatkan agenda-agenda pengendalian perubahan iklim di dunia. Ini disebab- kan karena generasi muda memiliki keberanian dalam mengemukakan pendapat, kemampuan menyerap nilai dan gagasan baru, inovatif, kreat- if, memiliki ide dan gagasan baru yang menarik, serta aspek-aspek lain. Aksi iklim ini perlu dilakukan sekarang juga. Kita tidak perlu terlalu idealis dan memikirkan cara-cara baru untuk menyelamatkan bumi. Tinda- kan seperti penghematan pemakaian bahan bakar fosil (kendaraan pribadi), membuang sampah pada tempatn- ya, tidak menyisakan makanan keti- ka makan, mengurangi pemakaian barang-barang plastik sekali pakai (sedotan, kantong plastik, dsb), pena- naman tumbuhan, atau tindakan-tin- dakan sederhana lain juga sangat berarti bagi keberlangsungan lingkun- gan yang sustainable. Kita tidak perlu terlalu muluk mencari inovasi-inovasi tindakan un- tuk aksi iklim, karena hal itu adalah tugas pemerintah. Sebagai individu, kita hanya harus melakukan tindakan aksi iklim yang sudah kita lakukan den- gan dua sampai tiga kali lebih resilient dari sebelumnya. Karena aksi iklim, IT’S NOW OR NEVER!!


22 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 Sumber ilustrasi: https://www.tsunagujapan.com/ Sumber ilustrasi: oke zone H mozaik TRADISI UNIK HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH DI BERBAGAI NEGARA Hari Pertama Masuk Sekolah (HPMS) merupakan hari yang spe- sial bagi banyak kalangan. Terma- suk guru, siswa hingga wali siswa itu sendiri. Berbagai atmosfer pun muncul pada hari ini. Ada yang sen- ang karena hari pertama ini mer- upakan ajang di mana kehidupan menemukan jalan baru yang harus ditapaki, terutama bagi mereka yang naik jenjang pendidikan, dari TK ke SD atau dari SMP ke SMA. Se- bagian tentu pula bersedih kare- na masa liburan yang tidak begitu lama itu telah berakhir. Tak ayal, hari di mana berakhirnya liburan dan mulai tahun ajaran baru ini ker- ap kali memunculkan tradisi-tradisi yang unik. Seperti apa sih, tradisi-tr- adisi itu? Yuk, kita cek tradisi-tradisi HPMS di berbagai dunia! 1. Jepang-Nyugakushiki Di Jepang, siswa yang pertama kali masuk sekolah akan disambut dengan upacara Nyugakushiki. Nyugakushiki itu sendiri merupa- kan upacara pemotongan pita di depan sekolah. Pada upacara ini, para siswa diminta untuk men- genakan pakaian formal. Siswa laki-laki akan menggunakan jas berdasi, celana pendek, sepatu hi- tam dan kaos kaki setinggi lutut. Sementara murid perempuan akan menggunakan pakaian formal sep- erti blazer dan rok. Upacara dimulai dengan pen- yambutan yang gegap gempita. Para siswa baru yang telah ber- kumpul, akan berbaris rapi di luar ruangan upacara. Ketika dipersi- lakan masuk, semua audience akan memberikan sambutan berupa tepuk tangan yang menggemuruh. Sebelumnya, ketika memasuki ger- bang sekolah, sudah ada kakak ke- las yang menyambut di sepanjang jalan menuju tempat upacara. Acara berikutnya adalah pen- genalan sekolah beserta seluruh unsur-unsurnya. Biasanya dimulai dengan sambutan dari kepala se- kolah, lalu dilanjutkan dengan pen- genalan para wali kelas dan guru. Setelah itu, siswa dan juga para orang tua yang mendampingi akan diajak berkeliling sekolah, untuk melihat fasilitas yang dimiliki oleh sekolah. 2. Selandia Baru-Powhiri Tradisi unik bagi siswa yang baru masuk sekolah hari pertama di Se- landia Baru adalah dengan tradisi menari atau Powhiri. Powhiri sendi- ri merupakan tradisi dari suku asli Maori. Tarian ini disertai beberapa gerakan seperti dengan tepuk tan- gan, hentakan kaki dan juga gera-


23 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 Sumber ilustrasi: kompasiana Sumber ilustrasi: Pexels TRADISI UNIK HARI PERTAMA MASUK SEKOLAH DI BERBAGAI NEGARA kan lain yang penuh semangat agar semua murid siap menghadapi ta- hun ajaran baru yang biasanya akan dimulai pada Februari. Tariannya ini akan menampil- kan para guru yang berteriak me- manggil para peserta didik dengan semangat sebagai ucapan selamat datang, yang kemudian tarian dipenuhi oleh kakak kelas. Tarian itu dilakukan dengan tujuan agar semua murid yang melihat tariann- ya juga ikut terbawa semangatnya dalam menghadapi tahun ajaran baru. 3. Jerman-Einschulung Jerman memiliki tradisi khusus dalam menyambut siswa baru di sekolah yang bernama Einschulung, sebuah tradisi unik dengan pembe- rian Schultüte atau bingkisan-bin- gkisan yang dibentuk menyerupai kerucut. Schultüte ini menjadi peng- ingat untuk siswa bahwa sekolah merupakan kegiatan yang sangat menyenangkan. Schultute dirias dengan kado berwarna cerah yang disukai anakanak. Pemilihan warnanya pun tidak sembarangan. Tiap pilihan warna pada Schultute mewakili karakter-karakter unik anak. Schul- tute diberikan untuk mengawali masa panjang sekolah dengan penuh kebahagiaan. 4. India-Praveshanolshavan Hari pertama masuk sekolah di India diwarnai dengan tradisi pawai, Pravesanolshavan. Hari tersebut jatuh pada tanggal 1 Juni. Di hari ini, para guru memberikan hadiah kepada siswa-siswa barun- ya. Salah satu hadiah yang unik adalah payung. Payung diberikan untuk menghormati datangnya an- gin muson musiman di India. Selain memberikan hadiah-had- iah kecil, beberapa sekolah di India juga mengadakan pawai berkelil- ing sekolah untuk menyambut hari pertama sekolah. Ada pula yang menyambut para siswa baru den- gan pertunjukkan musik, di mana para siswa laki-laki akan memain- kan drum untuk menyambut adik tingkat barunya. Sumber: https://www.good- newsfromindonesia.id/; https:// betv.disway.id/; https://www.pram- borsfm.com/; https://we-xpats. com/; https://tekno.tempo.co/


24 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 jejak B BABAH ALUN SI BOS JALAN TOL “Banyak duit jangan sombong, nggak banyak duit jangan bohong, nggak punya duit jangan nyolong” merupakan motto seorang yang di kenal banyak oleh warganet se- bagai bos jalan tol namun berke- hidupan layaknya orang sederhana pada umumnya, tidak suka pamer prihal kekayan namun suka berbagi hal kebaikan. Babah alun adalah julukan yang diberikan kepada seorang yang memiliki nama asli Mohammad Ju- suf Hamka. Siapa yang tidak tahu crazy rich satu ini? seorang mualaf yang memegang saham mayoritas PT. Citra Marga Nusaplaha Persa- da yang mengoprasikan sejumlah jalan Tax On Location (TOL) besar di Indonesia. LATAR BELAKANG H. Mohammad Jusuf Hamka lahir pada 5 Desember 1957 di kota Jakar- ta Pusat dengan nama Jauw A Loen atau Alun Joseph. Jusuf tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga Tionghoa yang cukup ter- pelajar.  Orang tua Jusuf tergolong moderat. Ayahnya Dr. Joseph Su- haimi, S.H.  (Jauw To Tjiang), seo- rang dosen  Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta dan ibunya Suwanti Suhaimi (Siaw Po Swan),  seorang guru. Ia lahir sebagai anak keempat dari tujuh bersaudara. Salah satu abangnya adalah Aggy Tjetje. Beliau memiliki keluarga kecil yang di dampingi oleh seorang istri bernama Lena Burhanudin dengan 3 orang anak bernama Fitria Yusuf, Feisal Hamka dan Farid Hamka. SEBELUM SUKSESNYA Sebelum menjadi seorang yang bergelimang harta, Jusuf Hamka sudah menjalani hidup yang keras sedari ia kecil, sepulang sekolah di- rinya menghabiskan waktu untuk H. Mohammad Jusuf Hamka Sumber ilustrasi: https://economy.okezone.com/


25 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 BABAH ALUN SI BOS JALAN TOL berjualan keliling berupa makanan, di mulai dari menjual es mambo hinga menjual kacang-kacangan yang dibungkus kedalam plastik ke- cil yang dijual nya di sekitar Masjid Istiqlal beriringan dengan hidupnya yang pas-pasan. Ketika usianya menginjak dewa- sa, Babah Alun melanjutkan pend- ididkannya ke sejumlah perguruan tinggi namun pendididkannya itu tidak dapat beliau selesaikan kare- na beliau mengaku tidak terlalu menyukai formalitas. Jusuf pernah berkuliah di Fakul- tas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta pada 1974 (tidak lulus) dan  Fakultas Kedokteran Universi- tas Trisakti, Jakarta, 1974 (tidak lu- lus). Kemudian, di Bisnis Adminis- trasi Columbia College, Vancouver, Kanada, 1977 (tidak lulus)  dan Ad- ministrasi Negara FISIP Universitas Jayabaya, Jakarta, 1980 (tidak lulus). Baginya sekolah hanya untuk mengetahui sistematika berpikir, belajar dan mengerti. Jadi, dia tidak merasa memerlukan gelar. MUALAF Pada 1981, Jusuf Hamka memba- ca majalah yang mengangkat kisah orang yang masuk Islam di Masjid Al-Azhar. Ia kemudian pergi ke mas- jid tersebut dan bertemu dengan sekretaris masjid Ustadz Zaelani. Ustadz Zaelani membawa Jusuf Hamka untuk bertemu dengan Buya Hamka. Akhirnya ia mengucap dua kalimat syahadat dan menya- takan dirinya masuk Islam di bawah bimbingan Buya Hamka. Sejak mualaf, ia mengganti namanya dari Alun Joseph dengan Mohammad Jusuf Hamka. Hingga kini ia sering dipanggil Jusuf Hamka atau Babah Alun. BISNIS H. Jusuf Hamka adalah pemilik PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP). Jabatannya yakni Komis- aris Utama PT Mandiri Permai, Ko- misaris Independen PT Indomobil Sukses Internasional Tbk, Komisaris PT Citra Margatama Surabaya, dan komisaris PT Mitra Kaltim Resource Indonesia. Dia juga sangat aktif dalam kegiatan sosial. Salah satunya ia mendirikan Warung Podjok Halal yang diperuntukkan untuk kaum dhuafa. Dari bisnisnya tersebut, Jusuf Hamka memiliki harta kekayaan mencapai Rp15 triliun. Selain itu memiliki jalan tol di berbagai daerah, Jusuf Hamka diperkira- kan memiliki aset dengan nominal mencapai Rp15 Miliar. RUAS TOL MILIK H. JUSUF HAMKA - Ruas Tol. Ir. Wiyoto Wiyono Cawang Tanjung Priok. ±25 KM. -Ruas Tol. Pelabuhan. ±13 KM. -Ruas Tol. Depok – An- tasari. ±21 KM -Ruas Tol. Bogor Out- er Ring Road. ±11 KM. -Ruas Tol. Soreang – PasirKoja. ±10,55 KM. -Ruas Tol. Waru – Juanda. ±12 KM. -Ruas Tol. Cileunyi – Sumedang – Dawuan. ±60 KM. Sumber ilustrasi: https://artikel.rumah123.com/


26 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 JUDUL : GAGAL MENJADI MANUSIA PENULIS : OSAMU DAZAI PENERBIT : PENERBIT MAI TERBIT : MARET 2020, INDONESIA; 1948, JEPANG HALAMAN : 153 HALAMAN ISBN : 978-623-7531-30-6 PERESENSI : ADDIN FATHAN (X IMAD IKHWAN) HIDUPKU PENUH AIB H RESENSI Hidupku penuh aib. Catatan pria itu dimulai den- gan pengakuan demikian. Ia menggunakan lawak untuk me- nipu dirinya sendiri, menipu orang lain, mem- buat kesalahan yang tidak dapat diperbaiki. Lan- tas menjatuhkan keputusan atas dirinya sendiri bahwa ia gagal menjadi manu- sia. Akan tetapi, begitu pria itu ti- dak ada, seorang Wanita berkata dengan nada penuh rindu, “orangnya tulus, penuh perha- tian… ia tetaplah anak yang baik, seperti Tuhan.” Rasa sakit da- lam buku ini begitu tergambar- kan. Jika kita biasanya dengan mudah menghakimi orang yang “berbeda”, buku ini menggam- barkan perspektif lainnya. Orang yang kita pikir pemabuk, berandal, orang jahat−orang-orang yang berbeda ini−juga mera- sakan rasa sakit. Dalam kisah ini kita bias melihat betapa dampak pengabaian perasaan bisa be- gitu menyakitkan. Dan jika terus dibi- arkan, dampaknya akan terus meluas. Membaca bab demi bab, kita pada akhirnya dapat membuat kita kebingungan sendiri tentang diri. Kita menjadi gagal mengenal diri sendiri, atau malah mengalih- kan rasa sakit den- gan bius semen- tara seperti seks dan alcohol. Tanpa sadar bahwa emo- si ini mungkin saja bisa dihadapi dan diselesaikan. Karya Osamu Dazai yang mempertanyakan apa itu hidup sebagai manusia, dan apa itu hidup bersama ma- nusia. Karya yang dipercaya se- bagai surat wasiatnya. Sumber ilustrasi: https://id.wikipedia.org/


27 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 JUDUL : 4 MASA 1 MIMPI PENULIS : AGAM FACHRUL & WAHYUDI PRATAMA PENERBIT : AKAD TERBIT : JUNI 2023 TEBAL : 200 HALAMAN ISBN : 978-623-5953-37-3 PERESENSI : RIDHO ALFARIZI (XI IPA IMAD IKHWAN) BOCAH NAKAL YANG MENJADI PENDAKWAH P Sumber ilustrasi: https://www.gramedia.com/ "Prinsipku, hadiah terbaik adalah apa yang aku miliki dan takdir terbaik adalah apa yang aku jalani." Siapa sih yang tak kenal dengan us- tad milenial satu ini. Ia mulai menjadi perhatian karena konten-konten dak- wahnya di TikTok, dengan cara dakwah yang tak biasa itu justru bisa diterima dikalangan seluruh anak muda. Per- nikahannya pun sempat ramai di lini masa media sosial, semua orang men- genal ia dengan nama Agam Fachrul, atau bisa disebut juga Baba Humey. Buku 4 Masa 1 Mimpi, merupakan novel yang menceritakan kisah hidup Agam Fachrul dari kecil hingga ia bisa sampai di titik sekarang. Siapa yang menyangka da’i muda yang satu ini saat masih sekolah, ia sempat ingin dibeli orang? Siapa yang menyangka, ia seorang anak yang na- kal? Dan siapa yang menyangka, kalau ia anak yang paling tenar di sekolah karena kepintaran dan kegantengan- nya? Semua itu diceritakan di dalam novel 4 Masa 1 Mimpi. Pernah ketika di pesantrennya mengadakan cukur masal, ia mencari cara bagaimana agar ia bisa menghi- dar dari cukur masal itu. Ia pun men- emukan program menghafal al-quran 30 juz dalam 40 hari yang diadakan oleh Pondok Pesantren Mataqu di Bo- gor, Alhasil, ia pun mempunyai tekad untuk mengikuti program tersebut agar ia bisa menjawab harapan kedua orangtuanya, yaitu menjadi hafidz qu- ran dan ia juga bisa menghindari cukur masal itu. Ia langsung meminta izin ke- pada kyai pondoknya. Tak lama dari itu, ia langsung berangkat ke Bogor untuk menjalani program tersebut. Dalam 32 hari mengi- kuti program terse- but, Ustad Agam suk- ses menyelesaikan hafalannya 30 Juz, ia pun berdoa “Ya allah, ja- dikanlah Bogor rumah keduaku”. Karena Bogor adalah daerah dimana ia menuntaskan hafalan Al-Qurannya. Akhirnya ia tak kembali ke pon- doknya dan melanjutkan mengikuti program itu yang kedua kalinya. Sebagai manusia ia pun memiliki rasa bosan dan jenuh. Lambat laun di Bogor ia pun ingin kembali ke tempat asalnya, akan tetapi kyai pondok tak mengizinkan. Alhasil ia mencari cara untuk bisa mendapat- kan Surat Peringatan (SP) 3, agar ia bisa langsung dikeluarkan oleh pondok. Banyak manfaat yang bisa diam- bil dari novel ini, salah satunya, kita bisa mengetahui keberkahan menjadi seorang penghafal Al-Quran. Banyak keistimewaan yang diberi Allah kepa- da Ustad Agam karena keberkahan Al-Quran. Karena keberkahan Al-Quran itulah, sekarang ia bisa menikahi anak dari Pengasuh Pondok Mataqu dan dikaruniai seorang anak.


28 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 PUISI SEPERTI RUMAH PUJANGGA HATI AKHIR Karya: Hilwa F.A. (XII IMAD Akhwat) Karya:Zidan (IMAD) Karya: Fadil A. (XI IMAD Ikhwan) TELAH KEMBALI Karya : Khalishah W. (IMAD AKHWAT) Libur telah usai Lingkungan sekolah kembali ramai Berkenalan satu dengan yang lain Kegiatan belajar pun dimulai Tahun ajaran ini Pendatang baru beradaptasi Tuk mengenal lebih dalam lagi Membawa harapan yang tinggi Disini kami sampai Membawa amanah yang akan usai Diganti dengan yang ternilai Terkumpul harapan jadi lebih baik Siap melawan dan berdamai Disinilah titik awal semua tergapai Di manakah Sang Pujangga malam hadir? Hari sudah gelap Tidak ada lagi lampu mengkilap Bulan bintang jatuh di pinggrian pesisir Adakah orang mencarimu? Matahari mulai bangkit Kehadiranmu membuat orang tertarik Sungguh, aku mengkhawatirkanmu Oh, pujangga hatiku Benar aku menunggumu Walau laut t’lah kuserbu Dan mengarunginya demi mencarimu Memikirkanmu sudah jenuh Tak ada kata selain mengeluh Apa ini hanya mimpi berlabuh? Pada hati gelap melumpuh Hai, benarkah ini halu? Atau angin lalu? Tidak ada seorang ‘kan tau Biarlah urusan ini pada Sang Mahatau Hari demi hari Waktu demi waktu Tak terasa waktu berlalu dengan be- gitu cepat Ingin rasanya diri ini Memutar kembali waktu awal kita bertemu Bemain bersama Dan melakukannya dengan bersama Akankah kita bisa mengulangnya kembali? Sebenarnya aku tak ingin kehilangan Aku tak ingin semua ini terjadi Tetapi yakinlah Bahwa esok dimasa depan Kita sudah menjadi manusia yang berguna Berguna untuk bangsa dan negara Mengapa tidak kubawa saja tangan dan seluruhmu Dan kusimpan untukku sendiri? Ke tempat di mana aku bisa pulang dengan matamu yang tersenyum dan menjadi puisi di tengah malam? Hingga kau, aku Abadi dan waktu menyerah Kamu terasa seperti rumah


29 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27


30 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 Karya: Afifah B. (XI IMAD Akhwat) NONTON FILM CERPEN gung jawabannya mau berapa,” Mio berkata dengan agak cengengesan, “Apa yang menyebabkan kalian menjawab seperti itu?” “Soalnya dia tidur 13 tahun terus nggak dikasi tau umur sebelumn- ya,” ucap Kana. “26 tahun, soalnya dia tahu bah- wa dia sudah tidur selama 13 tahun. Berarti 13 tahun sebelum dia tidur, dia berumur 13 tahun. Jadi tinggal ditambah deh… ” Sasa menjelaskan jawabannya. “Memang bagaimana kamu bisa membuat tebak-tebakan seperti itu?” Kana bertanya. “Waktu itu aku baca buku terus ada tokoh yang berkata ‘Rasanya aku seperti bermimpi selama 13 tahun karena aku tidak pernah se- lama 13 tahun terakhir ini,’ padahal kalo ga salah emang umurnya 13 tahun. Ya sudah aku buat riddle aja.” K “Kalo susu warnanya putih, air putih warnanya apa?” kata Mio te- ringat dengan fakta yang ia dapat- kan saat liburan kemarin. “Hmm… mungkin bening,” ucap Kana. Lalu mereka sama-sama ber- pikir. “Tetapi kalo di Malaysia mere- ka berkata air putih itu air kosong” tambah Sasa yang membuat pem- bicaraan mereka menjadi buntu. Sore ini mereka bercakap-cakap santai sebelum adzan Maghrib tiba. “Eh, aku punya riddle, ‘aku tidur selama 13 tahun maka umurku se- karang adalah?’” “Hmm… 13?” Kana berpendapat. “26?” Sasa ikut berpendapat. “Hmm… sebenernya aku binSumber Ilustrasi: https://www.suara.com/


31 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 Karya: Afifah B. (XI IMAD Akhwat) NONTON FILM “Menurut kalian, jika kalian mati, apa kalian akan menjadi sosok hantu atau hidup kembali menjadi orang yang berbeda di dunia yang sama. Atau hidup kembali di dunia yang berbeda atau malah menja- di tumbuhan atau hewan?” kali ini Kana yang memulai pembicaraan. “Kebanyakan nonton film, nih,” sahut Mio. Kana hanya tersenyum karena memang kenyataan. “Beberapa yang kutonton mer- eka hidup kembali seperti yang ada di game-game, ada juga yang mempunyai sihir di kehidupan ba- runya.” Kana semangat menjelaskan apa yang pernah ditontonnya. “Aku juga pernah nonton yang arwah sama yang terlahir kemba- li lalu dia mencari kebenaran.” Mio menambahkan. “Kalian seharusnya bisa cari film yang lebih bagus untuk diambil pelajarannya!” Kini Sasa akhirnya angkat suara. “Kana kamu tau ga, pertanyaan kamu tadi itu adalah pertanyaan orang-orang yang ing- kar pada Tuhannya? Ada di dalam Al-Qur’an, loh… ”Sasa memberi tahu. “Tapi selama ini aku juga hanya berpikir jika kita mati kita akan be- rada di akhirat, antara masuk surga atau neraka kita akan dihisab.” Kana membela diri. “Nah, makanya jangan sampai apa yang kamu tonton itu mem- pengaruhi pikiran kamu, karena apa yang kita baca, kita lihat, dan kita dengar itu mempengaruhi alam bawah sadar kita juga. Nanti kalau misalnya hanya karena kamu nonton film terus keyakinan kamu tiba-tiba berubah gimana?” Sasa geregetan menasihati mereka. “Tenang, aku kalau nonton film hanya buat hiburan kok, ga sam- pai segitunya. Tapi kalau ditanya pelajaran yang diambil dari film itu aku masih bisa nyimpulin pelaja- rannya apa, versi aku sendiri sih… Contohnya dari film isekai, orang yang terlahir kembali tidak mau menyesal untuk kedua kalinya. Dan di dunianya yang baru, dia memi- liki tujuan hidup yang bagus, dan itu yang membuat aku termotiva- si untuk melakukan hal yang ber- manfaat, juga membuat planning agar suatu hari tidak menyesal.” Mio membanggakan dirinya. “Kalo gitu, besok-besok aku non- ton film juga mengambil pelaja- rannya dan berhati-hati agar tidak mengubah keyakinanku, ternyata film seseram itu ya… ”Kana baru menyadari kenyataan yang ada di depan matanya. “Makanya, mulai dari sekarang, perhatikan apa yang kamu lihat, dengar, dan ucapkan, karena itu mempengaruhi pikiran kita,” jelas Sasa. “Iya-iya… Ustadzah Sasa, seka- rang kita wudhu yuk. 2 menit lagi adzan... ” Tamat “Nah, makanya jangan sampai apa yang kamu tonton itu mempengaruhi pikiran kamu, kare- na apa yang kita baca, kita lihat, dan kita dengar itu mem- pengaruhi alam bawah sadar kita juga.


32 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 J Karya: Harun Yahya (X IMAD Ikhwan) JANGAN MALAS SEKOLAH “Ji, bangun, Ji. Dah jam enam. Kamu gak siap-saip?” tanya Bunda Oji. Namanya Aji Pratama. Tapi kelu- arganya lebih sering memanggiln- ya Oji. Begitu pun dengan teman- nya yang ada di sekolah, mereka menyebutnya Oji karena Ketika Oji memperkenalkan dirinya di hada- pan teman-temannya, ia bilang untuk memanggilnya Oji karena menurutnya itu lebih keren. “Siap-siap apaan sih, Bun. Seka- rang kan hari libur,” jawab Oji masih dengan keadaan setengah sadar. “Hari libur hari libur apaan. Seka- rang tuh hari Senin, Ji. Udah masuk sekolah. Libur udah lalu, gausah dikenang di mimpi. Libur ngapain aja. Mending sekarang kamu siapsiap sana. Bunda tunggu di bawah sama Ayah.” “Hoaammm… iya iya… aku ke bawah. Nanti pengen mandi dulu,” ucap Aji. ***** “Bunda masak sarapan apa?” tanya Oji. “Bunda masak nasi goreng sea- food tadi. Udah Bunda taro di atas me- Ya Allah, Ji… Kamu make ser- agamnya gimana sih. Masa bajunya keluar sebelah. Dasinya longgar, ga pake gesper,” ucap Bunda Oji ketika melihat penampilan Oji yang san- gat berantakan. “Coba pakenya yang bener! Masa kembali masuk sekolah tampilann- ya kayak gitu. Kan ga enak dilihat sama gurunya. Apa lagi kalo misal- nya ada guru baru di sekolah. Terus dia ngeliat penampilan kamu kay- ak gitu. Kan kesannya jelek. Dah, mending sekarang kamu makan sarapannya terus pake seragamnya yang bener.” “Iya iya… Bun, Ayah mana dah?” “Ayah dah berangkat tadi pas kamu masih di atas.” “Oh. Udah berangkat,” ucap Oji. Lalu ia mulai memakan sarapannya selama beberapa menit. “Kok tumben pagi banget be- rangkatnya?” tanya Oji penasaran. “Bukan Ayah berangkatnya pagi banget, tapi kamu yang bangunn- ya siang. Lagian dibangunin susah banget,” ucap Bunda sambil mena- tap sinis Oji. “Oh, gitu toh. Hehe,” Oji terkekeh. “Ketawa lagi. Sana berangkat, udah jam tujuh. Entar kamu telat Sumber Ilustrasi: https://we-xpats.com/


33 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 Karya: Harun Yahya (X IMAD Ikhwan) JANGAN MALAS SEKOLAH aja.” “Iya, aku berangkat. Tapi nasi gorengnya belum habis, Bun. Ga- papa?” “Gapapa. Udah, yang penting kamu gak telat.” “Yaudah. Aku berangkat, ya. As- salamualaikum.” “Waalaikumussalam. Hati-hati ya, Ji.” “Iyaa.” Setelah berpamitan dengan bundanya, Oji keluar rumah dan menaiki motor BMW 1000r-nya yang sudah ia nyalakan sejak tadi. Lalu berangkat ke sekolah dengan menggunakan helm fullface-nya. ***** Tin… Tin… Oji menyapa satpam sekolah dengan klakson motornya. Setelah memarkirkan motornya, Oji pergi ke kelasnya untuk mengikuti pela- jaran. “Oi, Nis,” panggil Oji ke teman se- bangkunya. “Eh, Oji. Apa kabar,” balas teman- nya Oji. “Sehat, kok. Kamu gimana?” “Sehat juga.” “Oh.” Tidak ada yang berbicara di an- tara keduanya hingga wali kelas mereka tiba. “Assalamualaikum, anak-anak,” salam wali kelas mereka. “Waalaikumussalam, Bu,” jawab Oji dan teman-temannya. Wali ke- las mereka adalah seorang perem- puan. Namanya Bu Mutia tapi lebih akrab dipanggil Bu Mut. “Gimana kabarnya, anak-anak?” tanya Bu Mut. “Baik, Bu.” “Liburan kalian gimana? Seru?” “SERU!” “GA!” “B AJA, BU!” Masa bajun- ya keluar sebelah. Dasinya longgar, ga pake gesper,” ucap Bunda Oji ketika me- lihat penampilan Oji yang sangat beran- takan.


34 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 “Jawabannya beragam ya, ternyata. Ada yang bilang seru, gak seru, b aja dan lain lain.” Bu Mut diam sejenak menatap murid-mu- ridnya lalu ia melihat anak murid laki-laki yang dari tadi terlihat diam saja dan tidak ikut menimbrung percakapan. “Oji,” panggil Bu Mut. “Ya, Bu.” “Kamu diam aja dari tadi. Kena- pa, Ji?” “Gapapa, Bu. Cuma males aja saya.” “Kan kemarin abis libur, masa sekarang males, sih. Harusnya seman- gat dong.” “Gak, Bu. Males.” “Ji, dengerin Ibu, Ya. Bukan buat Oji aja nih tapi buat semua, harus- nya kalo awal masuk sekolah itu kalian harus semangat belajarnya. Semangat sekolahnya. Yaa, pokok- nya semangat lah. Jangan sampai liburan kemarin membuat kalian jadi malas belajar. Harusnya kalian menjadi lebih semangat lagi me- nimbanya ilmunya. Karena kan, kemarin kalian sudah istirahat.” Bu Mut diam sejenak lalu melanjut- kan ucapannya tadi, “Mengerti, ya. Anak-anak.” “Mengerti, Bu.” “Ji,” Panggil Bu Mut. “Iya, Bu.” “Mengerti, ya. Ji?” “Iya, Bu. Saya mengerti.” Setelah Bu Mut selesai dengan ceramahnya, Bu Mut pamit keluar dan kelas pun memulai pembelaja- rannya hingga sore. ***** Bruummm… Terdengar nyaring suara motor sangar milik Oji yang harganya ha- nya lima puluh juta tambah sedikit. Tambah delapan ratus jutaan. Mo- tor itu adalah pemberian ayahnya Oji karena Oji jadi anak baik di ru- mah. Setelah Oji memakai helm Fullface-nya dan hendak men- jalankan motornya tiba-tiba ada yang memanggilnya. “Oi, Ji!” teriak seseorang. Ketika Oji menoleh dan melihat siapa yang memanggilnya, ternyata ia adalah Danis, teman sebangkun- ya. “Kenapa, Nis? Tanya Oji. “Numpang dong, Ji. Kan kita searah,” ucap Danis dengan cengi- rannya. “Heh, kirain apa. Yaudah ayo naik.” “Oke.” Dan, ya. Keesokan harinya, Oji menjalankan sekolahnya dengan baik dan tidak malas lagi. Walau ia seperti itu hanya sehari. buat semua, harusnya kalo awal masuk sekolah itu kalian harus semangat belajarnya. Semangat sekolahnya. Yaa, pokoknya semangat lah. Jangan sampai liburan kemarin membuat kalian jadi malas belajar. Harusnya kalian menjadi lebih semangat lagi menimbanya ilmunya.


35 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 Oleh: Rayhan Xavier (X Imad Ikhwan)


36 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 Karya: Nayla A & Kamilah W (XI IPA IMAD Akhwat) ECONOMY CRISIS Pada sore hari di sebuah apar- temen terdapat 2 mahasiswi se- dang mengerjakan tugas kuli- ahnya masing-masing. Mereka bernama Azora dan Aily. Azora yang sedang fokus melihat lapto- pnya tiba-tiba terhenti seketika, lalu menyodorkan laptopnya agar Aily melihat apa yang sedang dili- hat Azora sebelumnya. “Kamu tahu, Ly. Berita tentang krisis ekonomi?” tanya Azora yang membuat Aily mengalihkan per- hatiannya ke arah laptop Azora. “Aku tahu, kenapa?” Aily ber- tanya balik. “Aku bingung apa yang harus aku persiapkan untuk bisa melewati krisis ekonomi beberapa tahun ke depan.” “Kalo gitu, aku punya solusinya.” “Apa?” “Apakah kamu punya uang se- besar 20 juta?” “Iya, aku punya. Untuk apa?” “Dalam 20 juta kamu bisa menginvestasikan emas.” “Bagaimana caranya?” “Ayo sekarang ikut aku.” Mereka berdua beranjak dari duduknya, lalu keluar dari ge- dung apartemen menuju ke sebuah toko emas langganan Aily. Sesampainya di toko emas tersebut mereka berdua disam- but ramah oleh pelayan toko itu. Sumber Ilustrasi: https://id.pinterest.com/


37 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 “Aku bingung apa yang harus aku persiapkan untuk bisa melewati krisis ekonomi beberapa tahun ke depan.” Karya: Nayla A & Kamilah W (XI IPA IMAD Akhwat) ECONOMY CRISIS Lalu Aily menjelaskan maksud kedatangannya untuk memban- tu temannya menginvestasikan emas di sini. Kemudian pelayan tersebut menawarkan beberapa gram emas untuk diinvestasikan. “Mau yang berapa gram? Disini pilihannya dari 5 gram hingga 50 gram” tawar pelayan tersebut. “Saya ingin yang 20 gram emas murni dengan uang senilai 20 juta,” jawab Azora, kemudian pelayan tersebut memberikan be- berapa batang 20 gram emas murni ke Azora dan diterima dengan senang hati. Setelahnya toko emas itu menjadi langganan Azora untuk menginvestasikan emas. ***** 7 tahun kemudi- an… iNews Tv mengundang tamu spesial. Ia adalah seorang milya- der muda ternama, yaitu Nyonya Azora Ravelita. Setelah itu Azora masuk ke dalam studio tersebut dan langsung disapa ramah oleh Stevie-Reporter iNews Tv. Mereka Sumber Ilustrasi: https://id.pinterest.com/ bercakap-cakap mengenai krisis ekonomi yang sedang memun- cak akhir-akhir ini. “Bagaimana nih tanggapan Bu Zora tentang krisis ekonomi yang sedang gempar-gemparn- ya saat ini? Bahkan sudah banyak korban yang meninggal dunia,” tanya Stevie kepada Azora. “Bagi saya ini sangat memprihatinkan. Orangorang yang kurang mampu semakin sulit mendapatkan kebutuhannya. Sebaiknya hal ini segera dihentikan agar tidak banyak korban yang terus bertambah,” jelas Azora. “Lalu, apa saran Bu Zora agar kasus ini di- hentikan?” tanya Stevie lagi. “Saran saya agar pemerintah bisa menurunkan harga yang lebih pantas diberikan kepada mereka terkait kebutuhan primer,” jawab Azora. Kemudian Stevie bertanya kembali apa yang selama ini Azo- ra persiapkan untuk mengha- dapi krisis ekonomi. Dan Azora menjelaskan bahwa dulu ia rajin menabung untuk menginvesta- sikan emas. Kenapa harus emas? Karena per-5 tahunnya nominal harga emas semakin bertambah dan itulah yang membuat Azora bisa melewati krisis ekonomi sep- erti sekarang ini. “Ada banyak hal yang bisa kita ambil dari pengalaman hidup Bu Zora, pemirsa iNews Tv,” ujar Ste- vie sekaligus menutup pembic- araan mereka. -TAMAT-


38 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 Karya: Raafi Astin N. cerbung HOPE’S LESS LAND H Hingga aku pun tidak sengaja tertinggal oleh Vely. Aku ketakutan dan panik. Diriku memanggil Vely tapi tak ada jawaban, hingga akhirn- ya... “Ahh!!.” Aku pun berteriak karena ada sesuatu yang berbulu menabrak kakiku. Aku pun sontak berlari dan kemudian bersembunyi di balik run- tuhan tembok. Tapi, kemudian aku mendengar suara dari tempatku sebelumnya. Saat diriku melihat lagi. Ternyata itu adalah seekor hewan yang berbentuk seperti trenggiling namun dia berbulu halus dan dirinya bisa bercahaya kebiruan. Makhluk itu terlihat kesusahan membalikkan badan. Aku pun akh- irnya memberanikan diri dan kemu- dian membantu hewan itu. Tanpa peduli apa pun. Hewan itu pun menggelinding meninggalkan ku. Aku yang penasaran, akhirnya mengikutinya. Dia pergi ke arah be- lakang dinding, dan ternyata di balik situ terdapat sebuah lubang. Aku yang tak tahu harus ke mana lagi, akhirnya ikut masuk ke dalam lubang tersebut. ***** Saat sampai kedalam, ternyata di tempat ini terdapat banyak lagi he- wan yang sama. Di sini mereka hid- up di dalam pohon besar yang mer- eka lubangi untuk dijadikan rumah. “Wah, ternyata ini sarang mereka. Eh..ehh!!, Ada apa ini, kenapa kalian mengelilingiku. Makhluk-makhluk ini entah kenapa mendatangiku dan sepertinya mereka ingin menunjuk- kan sesuatu padaku. Aku pun akhirn- ya dituntun mereka menggunakan bulu-bulunya yang bersinar. “Tempat apa ini?.” Kini aku be- rada di suatu tempat yang aneh. Tempat ini seperti suatu altar. Di setiap sisi di kelilingi oleh 4 kristal besar dan daerah paling luar di kelilingi kolam air berwarna kela- bu seperti kabut asap. Namun tiba-tiba dalam sesaat, kristal-kristal itu mulai bersinar keb- iruan dan lalu diikuti air di sekitarnya mulai bercahaya. Lalu dari lantai altar keluar kotak kayu yang di kelilingi aura menger- ikan. Auranya mulai terasa kuat dan menyeramkan, seperti rasanya ada sosok besar nan kuat yang sedang Sumber Ilustrasi: Pinterest


39 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 Karya: Raafi Astin N. HOPE’S LESS LANDEPISODE 2 mengintimidasiku. Bahkan makhluk-makhluk kecil ini saja sampai mundur ke belakangku. Mereka juga merasakannya ya. “Qii... Qii!!!” Sepertinya itu Vely. Tiba-tiba saja semua cahaya dan keanehan tadi, dalam sekejap meng- hilang. Makhluk-makhluk itu pun langsung berhamburan keluar dari tempat altar. “Qii!!!, Ayo cepat ke sini.” Vely pun akhirnya datang. Aku akhirnya ber- temu lagi dengan Vely. Sontak aku memeluk nya karena ketakutan. Dan Vely pun akhirnya membawaku kembali keluar dari daerah reruntu- han. Kami pulang ke rumah. ***** “KHAA!!..KHAA!!.” Teriakan burung kastelier terdengar. Ini pertanda ka- lau matahari telah muncul. Aku ter- bangun dengan semangat karena hari ini adalah hari ulang tahunku yang ke 18 tahun. “Qii! Ayo buka pintu nya.” Yeah! Vely telah datang. “Selamat datang, Vely!” “Haha, sepertinya hari ini kau san- gat senang sekali ya.” “Apa Vely lupa hari ini adalah hari apa!?” Senang sekali rasanya, karena sekarang Vely sudah lancar berbaha- sa manusia. “Tentu saja aku tau, hari ini adalah hari ulang tahun Qii-ku tersayang kan. Ini, aku berikan kue untuk mu, seperti yang kau suka, kue karamel madu lahar.” “Asik! Kau memang yang terbaik Vely. Tapi Vely, sebenarnya aku pun- ya permintaan, apa kau bisa mem- beriku izin untuk hal ini?.” “Tentu saja boleh, apa itu?” “Emm.. begini, apa aku boleh menjelajah dunia di luar hutan, aku selalu penasaran dengan hal itu, hal itu semakin lama makin terngiang di pikiranku.” “Qii, apa kau yakin soal hal terse- but, tapi jika kau bersikukuh dengan hal tersebut, maka aku akan mengiz- inkan nya untukmu.” “Wahh, terima kasih Vely.” Vely telah mengizinkanku untuk menjelajah dunia luar. Aku tak sabar dengan petualanganku selanjutnya. Aku jadi ingin cepat-cepat menyam- but hari esok. ***** Hari esok pun tiba. Hari ini adalah hari kepergianku ke dunia luar. “Yang


40 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 ini.. Emm aku bawa saja deh yang ini.” “Qii, apakah kau yakin ingin tetap pergi ke dunia luar?” “Iya, aku penasaran dengan dun- ia di luar sana, siapa tau aku bisa mendapat banyak pelajaran dan mungkin juga seorang teman.” Tekadku ini telah bulat. Aku su- dah bersiap-siap untuk kepergianku. Kini aku berpamitan dengan Vely. “Terima kasih ya Vely untuk selama ini, tenang saja, suatu saat nanti pas- ti aku akan pulang ke rumah.” “Berhati-hatilah Qii, dunia di luar sana tidak akan seindah di hutan, dunia di luar sana sudah tak ada harapan lagi, ini adalah suatu perin- gatan untukmu.” Itulah kata-kata terakhir dari Vely. Aku jadi agak takut untuk pergi. Tapi, biarkanlah. “Sampai jumpa lagi Vely!” Kini langkah demi langkahku pijakan un- tuk keluar dari daerah hutan. Dan sekarang aku telah jauh dari rumah dan Vely. Aku sekarang telah berada di depan batas penghalang nya. “Oh jadi ini batas penghalang an- tara hutan dan dunia luar.” Aku pun melangkah melewa- ti batas, tapi aku sempat terpental kembali. Mungkin inilah kekuatan dari pembatas nya. Aku ter- us mencoba, tapi tak ada yang bisa ku akukan. Setiap kali mencoba diriku selalu terpental kem- bali. Saat diriku sudah putus asa, tiba-ti- ba aku mera- sakan aura yang tidak asing. Dari dalam tasku ada sesuatu yang bersinar. Aku pun cepat-cepat membukanya. Di dalamnya terdapat kalung kristal berwarna biru dengan ben- tuk seperti kepala beruang. Apakah ini pemberian dari Vely. Terima kasih Vely. Diriku pun memakainya dan di saat yang sama tubuhku sudah bisa menembus penghalang dengan sangat mudah. Dan aku pun akhirn- ya keluar dari daerah hutan. ***** Ini adalah untuk pertama kalinya diriku untuk melihat dunia luar. Uda- ra nya sih tidak sesegar dalam hutan. Tapi, aku tetap senang. Aku berjalan-jalan meninggal- kan perbatasan. Aku pun keluar dari daerah semak dan untuk pertama kalinya aku melihat pemandangan sebuah negeri, ehh bukan seperti itu adalah kerajaan. Aku pun senang dan mulai pergi menuju kota ter- dekat. Menit berlalu dan kemudian jam. Aku mulai bisa melihat perkotaan nya dari sini. Pasti sebentar lagi sam- pai. Dengan semangat aku pun akh- irnya sampai di kota ini. Sepertin- ya ini adalah kota terdekat dengan hutan. Sumber Ilustrasi: Pinterest


41 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 Tapi, di dunia ini setidaknya aku bisa hidup lebih tenang dan nyaman. Walaupun hal-hal di dunia ini terlihat sangat tak masuk diakal Apakah itu manusia...? Oh iya be- nar, sepertinya itu adalah penduduk di sini. Diriku yang polos ini pun mendekati orang tersebut. Aku ber- tanya kepada. “Hei, aku ingin bertanya, ini desa apa ya?” “Oh apakah kau adalah seorang petualang?” tanya pria itu. “Eh.. iya aku seorang petualang.” “Pasti kau masih pemula ya, kau berada di desa Welldort, ini adalah desa yang terletak paling luar dari kerajaan Ozins, biasanya banyak pet- ualang pemula yang datang ke desa ini.” “Oh terima ka-” “Tunggu dulu, apa kau tak memi- liki peta, wah itu sangat gawat bagi petualang sepertimu. Tapi tenang saja, aku menjual peta daerah kera- jaan ini, apakah kau ingin membeli nya?.’” Diriku yang polos ini pun mem- beli nya, tapi saat aku sampai ke kantor petualang. Ternyata peta ini diberikan secara percuma. Rasanya seperti dipermainkan. Padahal aku telah memberinya den- gan 2 keping koin emas dan tamba- han 3 koin perak sebagai bayaran informasi. Aku tak tau orang yang pertama kali kujumpai ternyata seo- rang penipu. Tapi, ini juga salahku karena diri- ku tidak hati-hati. Yah mau bagaima- na lagi. Uangku terbang begitu saja karena diriku juga. Tapi aku tidak akan mudah putus asa. Dan aku pun mendaftar sebagai petualang pemula di kantor petualang. Kini waktu berlalu. Langit sudah mulai gelap. Ini saatnya bagiku un- tuk mencari tempat menginap. “Penginapan Champes... Emm, sepertinya aku akan menginap di sini dulu deh.” Aku pun masuk ke dalam pengi- napan. Kata orang-orang ini adalah penginapan khusus bagi para petu- alang. Saat diriku masuk. Aku disambut oleh seorang pelayan wanita yang menyambutku dengan gembira. Dia mengatakan kalau ini adalah penginapan terbaik di sini. Tapi sepertin- ya aku tak melihat orang lain yang menginap di sini. Seharusnya sore-sore begini, ma- sih banyak orang yang datang dan berkunjung. Apakah memang benar ini penginapan yang terbaik. “Tuan, apa kau memikirkan ses- uatu?” ucap pelayan wanita itu. “Ehh, bukan apa-apa kok, Mbak.” Tapi anehnya aku merasakan aura buruk dari wanita ini. Mungkin aku harus waspada padanya. “Nah ini dia kamar anda, Tuan.” “Wah, kamarnya lumayan besar juga ya!” Setelahnya, pelayan wani- ta itu pun pergi. Aku merapikan diri sambil memikirkan tentang hal aneh yang mungkin akan terjadi padaku. Malam hari pun muncul. Di malam yang sepi ini tiba-tiba angin berembus kencang dari jendela. Pa- dahal sebelumnya aku sempat me- nutup jendela. Dan tiba-tiba...


42 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 “Ram, buru-buru amat. Ini masih jam setengah enam, loh. Gak mau makan dulu?” ujar seorang pria yang tengah menyiapkan sarapan. “Gak usah, Yah. Ram udah ken- yang, kok. Buat Ayah aja,” sahut Sol- eram dari balik kamar setelah selesai membereskan buku pelajaran. Bukannya Soleram tidak mau makan, tapi Soleram paham bagaimana kondisi ekonomi keluarganya. Sebagai kuli bangunan, tentu saja ayahnya membutuhkan porsi makan yang lebih banyak. Sedangkan sara- pan yang disiapkannya bahkan seporsi pun tidak cukup. “Serius kamu gak mau makan dulu?” tanya ayahnya sekali lagi. “Gak usah, Yah. Buat Ayah aja. Kan Ayah tenaganya harus full. Nanti ke- capean, loh.” “Yaudah, nih. Sepatu sama kaos kamu udah Ayah siapin. Ayah minta maaf, ya. Karena belum bisa beliin kamu sepatu baru. Jadi kamu pakai yang lama dulu aja.” Soleram memandangi sepatu yang dipegang oleh ayahnya. Sepatu yang merupakan pemberian almarhumah ibunya ketika dia masih SD. “Gapapa kok, Yah. Lagian ini masih bagus kok. Kalo masalah ukuran nanti paling melar sendiri.” Hening sejenak. Lalu ayah dan anak itu tertawa. Tertawa adalah cara terbaik mereka dalam menyikapi nasib. ***** Kring… kring… kring…. Bel sekolah telah berbunyi. Se- karang jam menunjukkan pukul 7 tepat. Menandakan waktunya untuk memasuki kelas. Setelah melalui serangkaian kegiatan HPMS yang Karya: Haditia Khalik (XII IMAD Ikhwan) SOLERAM R EPISODE 1


43 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 melelahkan. Mulai dari pidato pembukaan yang dibawakan oleh kepa- la sekolah, hingga doa dan penutup oleh ketua OSIS. Akhirnya Soleram bisa memsuki kelas yang langsung disambut dengan pengecekan absensi oleh Pak Tom selaku wali kelas. “Untuk Yasmin, Udin, Cecep dan Petot. Ada yang kenal atau tau ke mana perginya mereka? Tanya Pak Tom sambil sesekali melihat data absensi. “Gak tau, Pak,” jawab seisi kelas. “Duh. Hari pertama ada aja yang gak masuk kelas. Ya sudah, anakanak. Langsung saja kita mulai pelajarannya. Silahkan di buka buku fisikanya. Hari ini, kita akan belajar teori relativitas dan teori kuantum,” ujar Pak Tom yang disambut dengan mulut menganga oleh seisi kelas. Tapi tidak dengan Soleram. Walaupun materi yang dibawakan Pak Tom sedikit di luar nalar untuk anak seusia kelas 1 SMA. Soleram tetap menyambutnya dengan semangat. Mata sipitnya lincah kesana-kemari mengikuti tangan Pak Tom. Tak jarang, tangannya yang gempalnya mengacung tinggi di saat Pak Tom melontarkan beberapa pertanyaan. Tidak ada yang bisa menyaingi kecerdasan Soleram. Di balik badan- nya yang gempal, mata sipit dan per- awakannya yang culun, Soleram adalah anak yang berprestasi. Semua itu dilakukan Soleram untuk membalas jasa ayahnya, karena telah banyak berkorban agar Soleram bisa terus bersekolah.Menurut ayahnya, Pendidikan adalah hal yang penting. Tak peduli berapapun harganya. “Kamu harus jadi orang yang sukses, Ram. Jangan kayak Ayah yang kerjanya cuma bisa ngaduk semen sama ngangkut batu bata.” Itulah kata-kata yang sering diucapkan oleh ayahnya dan membuat Soleram bersemangat untuk mewujudkan mimpinya. ***** Hari berganti hari. Bulan berganti bulan. Hingga sampailah Soleram di hari ujian. “Assalamualaikum. Selamat pagi, anak-anak. Sudah siap untuk ujian belum?” tanya Pak Tom. “Siap, Pak,” ujar seisi kelas. “Ini Yasmin sama temen-temennya masih belum datang juga, ya. Kalau seperti ini terus… ” Cekrek… “Selamat pagi teman-teman,” sapa seorang siswa yang ternyata adalah Yasmin. “Kok pada bengong? Ini hari pertama kita ujian, loh. Semangat dong,” sahut Petot yang berada di belakang Yasmin. Dengan seragam putih yang dikeluarkan dan dasi diikat di kepala, Yasmin juga teman-temannya akhirnya masuk sekolah setelah 1 semester membolos. “Yasmin, Udin, Cecep, Petot. Kenapa baru masuk? Ini sudah satu se- mes…” “Saya anaknya DPR, Pak,” potong Yasmin yang duduk tepat di sebelah Soleram. “Oh, jadi kamu anaknya Pak Heru anggota DPR itu, ya? Ya sudah, ujiannya langsung kita mulai saja, ya,” ujar Pak Tom yang membuat bingung seiKarya: Haditia Khalik (XII IMAD Ikhwan) Tidak ada yang bisa menyaingi kecer- dasan Soleram. Di balik badannya yang gem- pal, mata sipit dan per- awakannya yang culun, Soleram adalah anak yang berprestasi.


44 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 si kelas. Bagaimana tidak, biasanya guru ini akan marah-marah. Setidaknya sepuluh menit untuk membahas ke mana perginya Yasmin dan kawan-kawan, tetapi setelah mendengar Yasmin adalah anak DPR, Pak Tom bersikap normal seperti tidak terjadi apa-apa. “Oke. Yang sudah selesai bisa langsung pulang,” ujar Pak Tom setelah selesai membagikan kertas soal. Tak lama setelah Pak Tom membagikan kertas soal, Yasmin dan teman-temannya mulai panik. Bagaimana bisa mereka menjawab soal ujian jika mereka saja tidak per- nah mengikuti jam pelajaran? “Woi, Cep. Kasih tau jawaban nomor 7 dong,” bisik Yasmin kepada Cecep yang berada di depannya. “Gak tau, Bos.” “ D a s a r payah.” Yasmin yang mulai terdesak akhirnya memilih untuk menyontek kertas jawaban orang di sebelahnya yang ternyata adalah Soleram. “Pak. Yasmin nyontek, Pak,” teriak Soleram yang membuat seisi kelas menoleh ke arah Yasmin. “Eh, enggak kok, Pak,” jawab Yas- min dengan wajah memerah. Saat ini dia sedang menjadi perhatian seisi kelas. Wajah-wajah yang menatapnya seolah mengatakan baru juga datang, sudah bikin masalah dan dari kejadian ini lah yang akan menjadi mimpi buruk bagi Soleram. ***** Gedebuk!!! Udin mendorong Soleram hingga terpelanting ke tembok yang berada di belakang kantin. “Mau diapain lagi nih, Bos,” tanya Udin. “Habisin aja, Din,” ujar Yasmin. “Petot, awasi area sekitar. Jangan sampai ada orang yang mendekat ke sini. Tak lama setelah Petot menemu- kan posisi yang pas untuk memantau area sekitar, Yasmin dan Cecep akhirnya ikut bergabung Bersama Udin untuk memukuli Soleram. Soleram yang kalah jumlah dan tenaga han- ya bisa pasrah menghadapi serangan bertubi-tubi yang dilancarkan oleh Yasmin dan teman-temannya. Dan inilah harihari yang telah terjadi selama sebulan sejak Soleram mem- p e r m a l u k a n Yasmin. Y a s m i n bukan orang yang akan main-main jika ada yang berani menguak harga dirinya. Bahkan bukan sekali-dua kali Yasmin dan teman-temannya keluar masuk sel penjara karena kasus kekerasan. Mungkin satu-satunya alasan Yasmin masih bisa sekolah hingga saat ini adalah fakta bahwa ayahnya adalah seorang DPR. Dengan harta dan kekuasaannya, gampang saja membebaskan Yasmin dan teman-temannya dari sel penjara. Dan karena kebrutalan Yasmin itulah Soleram akhir-akhir ini selalu pulang membawa luka lebam dan memar ditubuhnya, yang selalu ia tutup-tutupi dari ayahnya. Namun, usaha Soleram selama ini sia-sia. Karena ayah Soleram sudah tahu persis apa


45 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 yang terjadi dengan kondisi Soleram. Dan siang ini, tepat di depan rumah Soleram, terlihat seorang laki-laki berbadan kekar dengan menggunakan baju silat dan sabuk ungu ten- gah berbincang hangat dengan ayah Soleram. “Assalamualaikum,” sapa Soleram. “Waalaikumussalam,” jawab ayah Soleram dan pria disamping bersamaan. “Nih, Ram. Kenalin teman bapak dari Madura. Namanya Kurkuy.” Dan dari perkenalan itulah Soleram memperoleh titik awal untuk menjadi lebih kuat demi membalas perbuatan Yasmin dan teman-temannya. ***** “Bos, ada Soleram nih, Bos,” ujar Cecep spontan saat melihat Soleram Yang hendak dalam perjalanan pulang. “Eh, ada Soleram.” Soleram yang mendengar itu tidak menggubris apa yang dikatakan Yasmin dan teman-temannya. “Wah, parah Bos. Masa disapa baik-baik gak dijawab,” goda Petot. “Ck, ck, ck. Sikat gak nih, Bos?” sahut Udin sambil membunyikan jemarinya. Yasmin yang mendengar itu mengangkat dagunya yang kemudian disusul pukulan Udin ke arah Soleram. Namun tepat saat pukulan hampir mengenai Soleram, dengan sigap Soleram menangkap tangan Udin dan memelintirnya. Cukup untuk membuat Udin mengerang kesakitan. “Arrrgghhhh… ” teriak Udin kesakitan. Petot dan Cecep yang melihat itu tidak tinggal diam. Masing-masing mereka mengepalkan tangan untuk menghantam kepala Soleram. Namun belum sempat pukulan itu menghantam kepalanya, Soleram telah lebih dulu memulai pukulan yang bermuara di perut Cecep dan Petot. Buk… Buk…!!! “Uhuk, uhuk.” Cecep dan Petot terbatuk pelan. Darah segar mengalir dari kedua sudut bibirnya. Yasmin yang dari tadi sudah menunggu giliran kini bergerak masuk. Mengayunkan kaki ke arah dagu Soleram yang membuat tubuh Soleram am- bruk 2 langkah ke belakang. Yasmin tersenyum tipis meremehkan Soleram. Namun bagi Soleram yang sekarang itu tidak ada apa-apanya. Wush… wush… Yasmin kembali bergerak maju melancarkan dua pukulan yang berhasil dihindari Soleram, membuat pukulan itu mengenai udara kosong. Kali ini, giliran Soleram yang menyerang. Namun, masih sempat ditangkis oleh Yasmin. Tendangan-tendangan dan pukulan masih saling bersahutan di antara Yasmin dan Soleram. Na- mun beberapa saat kemudian Yasmin mulai kewalahan menghadapi serangan Soleram, yang membuat Soleram menemukan celah per- tahanan Yasmin. Tendangan lurus Soleram bergerak mantap di antara kedua tangan Yasmin yang berusaha menangkis serangan Soleram. Membuat tubuh Yasmin terpelanting tiga langkah ke belakang. Soleram yang melihat Yasmin kini tak berdaya berjalan pelan ke arahnya, menarik kerah bajunya dan ber- bisik lirih di telinganya. “Hati-hati dalam memilih lawanmu. Karena saat ini, kamu berhadapan dengan orang yang salah.” *****


46 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 CERGAM BAKAT ? Oleh: Radhiva Zulfathan Arif (X IMAD Ikhwan)


47 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 CHANGE Oleh: Nasla (XI IMAD Akhwat)


48 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 BELAJAR = BERJIHAD Oleh: Leif Naufal I. (XI IMAD Ikhwan)


49 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27 PENUNTUT ILMU Oleh: Hanadia Sy. (IMAD Akhwat)


50 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 27


Click to View FlipBook Version