MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 01
DAFTAR ISI
Asasiyah Mozaik
04 BULAN RAMADHAN DAN MEMBANGUN 28 5 KEMENANGAN PASUKAN MUSLIM DI BULAN
SIKAP SABAR RAMADAN
Kajian Utama Jejak
07 RAMADHAN, SAATNYA MERAIH KEBERKAHAN 30 SYeikh Nawawi Al-BANTANI
AL-QUR’AN
Resensi
Suara Alumni 34 KISAH AL-MASIH DALAM PERSEPEKTIF AGAMA SAMAWI
10 RAMADHAN KAREEM (Pengalaman Berbagi 35 PESAN PEWARIS PERADABAN
dengan “Begal Ramadhan}
Ragam Pesantren Puisi
12 Menjadi santri entrepreneur 36 Di mana Kita?, Bulan Mulia dll
13 Mukhoyyam & Outing SMPIT Fullday Hilang Puasa dari Ramadhan
14 PETUAH, Program Baru DDS 37
Galery Kegiatan Cerpen
16 SDIT, MIU, SMPIT, TK 38 PERJALANAN MASIH PANJANG
Laporan Khusus 42 IKHLAS ITU BERKAH
18 MARHABAN YAA RAMADHAN Cergam
SPUM Lupa
20 Menghindari bersikap apatis di bulan ramadhan 47
Self Healing
22 Sisi Negatif Konten Psikologi 48 Boleh Nyicip
49
OPINI
25 Menghargai perbedaan
26 KUPAS TIPIS MANFAAT BULAN RAMADHAN
Redaksi menerima karya berupa artikel, cerpen, puisi dan jenis tulisan lainnya. Naskah dikirim
berupa softcopy (file doc.) hard copy dan foto (softcopy file tidak lebih dari 25 Mb). Naskah yang
layak akan kami terbitkan di edisi selanjutnya. Naskah yang masuk dan diterbitkan menjadi hak
milik redaksi, dan akan mengalami proses editing tanpa mengubah isi artikel.
Kirimkan saran dan kritik anda ke Redaksi Majalah Al-Bayan, Pesantren Terpadu Daarul Fikri, Kp.
Warung Bambu RT. 001/09 Ds. Telaga Murni Kec. Cikarang Barat Kab. Bekasi Telp. (021) 8904078/79,
89116165. e-mail: [email protected]
REDAKSI
Pembina: KH. Ahmad Husein Dahlan, Lc. MA. (Pengasuh Pesantren), Kartubi, M.Pd (Ketua 1
Bidang Pendidikan), Erwin Pabeta, ST (Ketua 2 Bidang Dakwah) Penanggung Jawab: Rian
Dinata, SE (Ketua 3 Bidang HCD & Marketing), Pemimpin Redaksi : Didik Hermanto Dewan
Redaksi: Adam Nurrachman, Mustofa. Redaktur Ikhwan: Shofwan Muzhoffar, A. Syauqi, alyIchsan,
M. Alfath, Ugi R, Zidan A.Q, Wildy, Ridho A, Ridho J, Rafiddin Redaktur akhwat: Myleni salsabila,
Naswa Izzati, Devi A, Maitsa Hanifah, Davina C, Kireina A, Dhania L, Verda Yasmin. Layout: Opan
MAJALAH AL-BAYAN
Design Cover: Uqi
02
EDISI 21
SALAM REDAKSI
Assalamu’alaikum Warahmatullahi jikan sebagai bekal menghadapi bu-
Wabarakatuh. lan Ramadhan, khususnya keinginan
Marhaban Ya Ramadhan, selamat terbesar kita saat bulan Ramadhan
datang bulan Suci Ramadhan. Bulan datang, yaitu Malam Lailatul Qadar,
penuh berkah dan maghfirah, Gema Malam yang lebih baik dari seribu bu-
bulan Ramadhan terdengar di seluruh lan.
pelosok Negeri, umat muslim berlom- Mudah-mudahan dengan bekal
ba-lomba dalam meraih Ridho Allah bacaan singkat dari beberapa tulisan
SWT. Masjid, diramaikan oleh kegia- di majalah ini, kita semua bisa lebih
tan-kegiatan dalam memeriahkan bu- memahami arti dan nilai dari bulan
lan Ramadhan. Pada edisi kali ini kami Ramadhan serta bisa menjadi motivasi
selaku redaktur majalah Al-Bayan akan bagi kita untuk menghadirkan pribadi
menghadirkan edisi spesial seperti yang siap dan mampu menjalankan
pada tema edisi kali ini yaitu “Ramad- Ramadhan dengan baik.
han Bersama Al-Qur’an”. Kami juga menghadirkan kajian
Sesungguhnya bulan Ramadhan utama oleh K.H Ahsin Sakho Muham-
itu adalah bulan ujian, penuh berkah, mad disadur dari Buku Keberkahan Al-
penuh kebaikan, dan penuh keutamaan Qur’an dan referensi lainnya, ada suara
hari-harinya. Hanya sebulan kita dapat alumni dari ustadz Sandra Hikmatulloh,
melaksanakan ibadah puasa, maka B.Ed yang berjudul Ramadhan Kareem
marilah kita berlomba-lomba dalam (Pengalaman “Berbagi” Dengan Begal
mengisi hari yang penuh Maghfiroh Ramadhan)”,
ini untuk meraih kemenangan dengan Selain itu, untuk menemani hari-hari
meningkatkan kualitas serta kuantitas dalam berpuasa, kami juga menghad-
sebagai umat muslim yang menjalank- irkan karya-karya dari para santri yang
an perintah Allah SWT. karyanya terpilih untuk dipublikasikan
Sahabat majalah Al-Bayan sekalian, di majalah Al-Bayan, seperti puisi, cer-
dalam rangka turut memberikan sajian pen, cergam, dan lanjutan cerbung
terbaik di hari besar umat islam, kami karya Ariq Bafee & Hafid Luqman epi-
menghadirkan sajian khusus bulan Ra- sode ke-2.
madhan. Ada sajian pengantar bulan Jaga terus Kesehatan para pemb-
Ramadhan dalam rubrik asasiah oleh aca sekalian dari bahaya covid 19 dan
K.H. Ahmad Husein Dahlan, Lc., M.A. varian terbaru virus omicron yang kini
Adapula sajian transkip dari ceramah sedang marak-maraknya di laman ber-
yang telah D’FIKR TV uploud di akun ita-berita nasional. Selamat menikmati
youtubenya. Ditambah dengan infor- sajian kami. Semoga menjadi inspirasi
masi tentang bulan Ramadhan yang bagi kita semua, aamiin take care and
kami rangkum dari berbagai sumber. stay at home….
Semua sajian yang kami berikan Wassalamualaikum Warahmatullahi
mulai dari mempersiapkan bulan Ra- Wabaraktuh.
madhan dengan baik, pengetahuan
seputar bulan Ramadhan. Semua disa-
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 03
ASASIYAH
K.H. AHMAD HUSEIN DAHLAN, LC., M.A.:
BULAN RAMADHAN DAN MEMBANGUN
SIKAP SABAR
D itr ansk ip dari y outub e oleh r edaktur al ba y an
S definitif puasa bermakna menahan seseo-
LATAR BELAKANG
rang dari makanan, minuman, dan mence-
Sebagaimana kita ketahui ayat yang
gah hawa nafsu.
membicarakan bulan Ramadhan hanya ada
Adapun sabar mempunyai arti menahan
satu, yaitu, surah Al-Baqarah ayat 183 dan kita
tidak akan menemukan cerita puasa Ramad-
sesuatu yang membuat dirinya sempit. Jadi
han pada surah yang lain. Lalu, apa hubun-
ketika orang kena musibah, terasa jiwanya
gannya puasa Ramadhan yang kita lakukan
dengan kesabaran? Di dalam hadits Rasulul-
jiwa, yang tidak gampang menghilangkan-
lah SAW menyampaikan, sempit dan terasa mengalami perubahan
n y a .
Maka bertahan atas
ِ رهَّدلا ُ موص ٍ رْهَش ِ ّلك نم ٍ ماَّيأ ِةثلاث ُ موصو ِ ربَّصلا ِ رْهَش ُ مو َ ص nama kesempitan
dilakukan
yang
Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa oleh seseorang
puasa merupakan bulan kesabaran yang itu bermakna sa-
bisa dilatih dengan berpuasa 3 hari (Ayyamul bar. Dengan de-
Bidh’). Pahalanya setara dengan ibadah puasa mikian antara
setahun penuh. puasa dan sa-
Dan di hadits lain dikatakan bar sama-sama
“ ِ رْبَّصلا ُ فْصِن ُ موصلا” “كاسملإا” (mena-
Rasulullah saw menyebut bahwa pua- han).
sa adalah setengah dari kesabaran. nilai
setengah dari kesabaran inilah yanag akan
berdampak pada perjalanan kita untuk
mengadapi sesuatu dengan kesaba-
ran lainnya.
Ada beberapa amalan lain yang
esensinya bernilai setengah dari
kebaikan. antara lain, ketika kita
mengucapkan “Subhanallah”
maka itu setara dengan separuh
dari timbangan di yaumil mizan.
Kemudian “Allahu Akbar” bagi
orang yang mengucapkann-
ya itu sama dengan dia telah
memenuhi kebaikannya sep-
erti dia memenuhi kebaikan
diantara langit dan bumi.
Kemudian bersuci termasuk
dari setengah iman.
Jadi amalan-amalan ini biasa kita
lakukan, tapi jika kita tidak paham, kita
menganggap “Kenapa sih, kita harus
mengucapkan itu?” padahal di sisi Allah
kalimat-kalimat itu bisa mendulang amal
sholih yang banyak kepada kita.
PEJELASAN PERSAMAAN KEDUANYA
Makna puasa secara bahasa adalah
"كاسملإا” yang artinya menahan. Secara
04 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
Puasa adalah suatu amalan yang tidak nusia akan diuji dengan rasa takut. Sesung-
ada pemberitahuan berapa pahala yang di- guhnya, rasa takut itu ujian yang diberikan
peroleh bagi para pelakunya. demikian juga Allah kepada manusia.
dengan sabar, Allah tidak memberitahukan MEMELIHARA KESABARAN
orang bersabar itu pahalanya berapa, tapi Al-
lah katakan di dalam Al-Qur’an “Sesungguhn- Biasanya saat seseorang mendapatkan
ya orang yang bersabar itu, akan diberikan ujian mereka seakan berat menghadapin-
janji kepada mereka pahala yang pahalanya ya. Namun, apabila ujian itu telah lewat tiga
itu tidak bisa dihitung.” korelasi yang erat hari bahkan sebulan maka mereka akan lupa
antara keduanya (puasa dan sabar) menjadi ujian itu. Nah disinilah justru letak kesabaran
menarik untuk senatias kita kaji. yang ingin diuji.
Lantas, bagaimana merealisasikan puasa Allah SWT ingin menilai bagaimana
dan kesabaran ini dalam kehidupan kita? sikap dasar kita, pada saat ujian itu pertama
kali datang. Contohnya, ketika nabi melihat
Setiap orang pasti akan dihadapkan pada seorang ibu yang meratap sampai keluar ka-
dua situasi, kebahagiaan dan cobaan.Saat ta-kata yang tidak pantas, maka kata nabi “sa-
mereka mendapatkan kebahagiaan hendak- bar” kemudian ibu itu marah. Kemudian nabi
lah memperhatikan agar kebahagiaan terse- mengatakan
but bisa melalaikan dia kepada Allah SWT. لولأا تامدصلا ىف ربصلا
Sebaliknya saat mereka dihadapkan pada
Sabar itu disebut sebagai ketika peristiwa
cobaan, maka sebaiknya kita mengingat bah- pertama itu datang kepada kita. Berikut cara
wa tidak mungkin manusia hidup tanpa diuji memelihara kesabaran yang kita miliki:
kualitas imannya.
Allah SWT mengatakan di dalam Al- 1. Kita berdo’a kepada Allah supaya selalu
Qur’an “Apakah manusia akan mengira setelah dijadikan orang-orang yang sabar.
Biasanya saat seseorang mendapatkan ujian mereka
seakan berat menghadapinya. Namun, apabila ujian itu
telah lewat tiga hari bahkan sebulan maka mereka akan
lupa ujian itu. Nah disinilah justru letak kesabaran yang
ingin diuji.
mereka mengatakan kami beriman kepada Al-
lah, kemudian kami tidak akan diuji.” Do’anya:
َ
َ
ْ
Ayat tersebut tidak berarti kita akan ِ م ْ وَقلا ىَلَع اَن ْ رُصْنا َ و اَن َ ماَد ْ قأ ْ ت ِّبَث َ و اً رْب َ ص اَنْيَلَع ْ غ ِ ر ْ فأ اَنَّب َ ر
menantang ujian yang akan datang kepada َنْيِمِلْسُم اَنَّف َ وَت َّ و اً رْب َ ص اَنْيَلَع ْ غ ِ ر ْ فَا ٓاَنَّب َ ر \ َني ِ رِفاَكلاࣖ ْ
kita, tapi setidak-tidaknya Allah mengabarkan
kepada kita bahwa kehidupan manusia tidak 2. Pahamilah bahwa manusia diciptakan
akan lepas dari ujian. Sehingga nanti manusia untuk kemudian diberikan ujian oleh Al-
jangan sampai kaget, tidak siap menghadapi lah SWT
cobaan itu. Karena, sebenarnya Allah ingin
mengetahui “Siapa kita?”, ”Bagaimana kuali- Jadi tidak ada ceritanya orang itu hidup
tas kita?” dan salah satu ujian yang Allah akan lempeng-lempeng saja tanpa ujian itu ham-
berikan kepada kita itu adalah “Apakah nanti pir tidak ada, karena kalau kita baca dalam
kelaparan?”, “Apakah karena penyakit?”, “Apa- konteks sabar ada tiga:
kah karena suatu yang kita sayangi kemudian - Sabar dalam ketaatan
diambil oleh Allah SWT?” oleh karena itu Allah - Sabar dalam menjaga untuk tidak berbuat
SWT mengatakan: maksiat
ْ
ْ
ِ لا َ وْمَ ْ لا َنِّم ٍ ص ْ قَن َ و ع ْ وُجلا َ و ِف ْ وَخلا َنِّم ٍء ْ يَش ِ ب ْمُكَّن َ و ُ لْبَنَل َ و - Sabar terhadap takdir-takdir Allah SWT
ِ
َّ
ٌ ةَبْي ِ صُّم ْمُهْتَبا َ صَا ٓاَذِا َنْيِذلَا َنْي ِ ر ِ بّٰصلا ِ رِّشَب َ و ۗ ِت ٰ ر َ م َّ ثلا َ و ِ سُفْنَ ْ لا َ و
ۤ
ٰ
ۗ
ْم ِ ه ِّبَّ ر ْ نِّم ٌت ٰ وَل َ ص ْم ِ هْيَلَع َكِٕىلو ُا َن ْ وُع ِ ج ٰ ر ِهْيَلِا ٓاَّنِا َ و ِ ّٰ ِ ل اَّنِا ا ْٓ و ُ لاَق ۗ 3. Yakin bahwa semua ada jalan keluarnya
ۤ
ْ
ٰ
ٌ
َن ْ وُدَتْهُملا ُ مُه َكِٕىلو ُا َ وۗ ة َ مْح َ ر َ و Dari ujian yang diujikan kepada kita ti-
Dalam ayat ini Allah menceritakan ma- dak mungkin Allah akan menguji kita dan
nusia itu tidak akan dibiarkan melainkan ma- tidak memberikan kita kabar gembira inilah
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 05
kesabaran Nabi Ya’qub AS, ketika beliau diuji 5. Meyakini sabar kunci kesuk-
putranya yang paling beliau cintai ‘Nabi Yu- sesan
ٰ
ۗ
َّ
suf AS’ diberitakan hilang oleh kakak-kakak- اوُقَّتا َ و ا ْ و ُ ط ِ با َ ر َ و ا ْ وُ ر ِ با َ ص َ و ا ْ وُ ر ِ بْصا اوُن َ ما َنْيِذلا ا َ هُّيَا ٓ ٰي
nya. Syahdan, dikatakan sampai beliau tidak َن ْ وُحِلْفُت ْمُكل َ عَل َ ّٰ الل ࣖ
َّ
bisa melihat, kemudian adiknya ‘Bunyamin’
pun ditahan oleh raja mesir. Kemudian Nabi (QS. Ali-Imran : 200)
Ya’qub mengatakan “Sabar itu indah, pasti Jadi kita harus sabar dan mempersiapkan
setelah ini Allah akan mendatangkan kepa- kesabaran kemudian kita ribad (menunggu
daku, semuanya” Jadi ini sikap optimis yang satu tempat tidak aman dan menahan rasa
harus kita tanamkan di dalam diri kita ngantuk atau ketakutan bagaimana keaman-
4. Kita harus beriman kepada takdir Allah an itu bisa terjaga)
SWT 6. Jangan sampai sabar menjadi hilang
Karena takdir sesuatu yang tidak akan di- Setidaknya ada dua perbuatan yang ser-
rubah-ubah oleh manusia, ketika kehilangan ingkali merusak perbuatan sabar kita
uang kemudian marah-marah, uang itu tetap - Isti’jal (tergesa-gesa)
hilang. Akan tetapi, jika kita bersabar atas - Jangan pernah berputus asa terhadap
uang hilang maka sekurang-kurangnya hati orang-orang yang melampaui batas
kita jadi lebih tenang. Dan yakinlah sesuatu
yang hilang itu akan Allah ganti yang lebih
baik
06 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
KAJIAN UTAMA
OLEH: K.H. AHSIN SAKHO MUHAMMAD
RAMADHAN, SAATNYA MERAIH
KEBERKAHAN AL-QUR’AN
K (Fusshilat: 10).
(Disadur dari Buku Keberkahan Al-Qur’an dan referensi lainnya)
Keberkahan atau berkah terambilkan
dari kosa-kata yang terdiri dari B-R-K
Keberkahan yang datang dari Allah
(كرب) yang berarti banyak kebaikan pada
bisa hinggap pada umur seseorang. Jika
sesuatu dan bersifat menetap. Orang Arab
umur seseorang dikehendaki menjadi
menamakan air yang terkumpul banyak
umur yang berkah maka orang tersebut
di suatu tempat dengan al-birkah. Tempat
unta menderum dimamakan mabrakul
hal positif. Contohnya adalah apa yang
ibil. Dari pengertian ini lalu muncul kata
dihasilkan oleh Nabi Muhammad saw.
“berkah” untuk beberapa hal yang artinya akan menggunakan umurnya untuk hal-
Dalam rentang dakwah selama lebih
menumpuknya kebaikan pada sesuatu dari 22 tahun saja, beliau sudah mampu
yang bersifat menetap. membuat prestasi yang gilang gemilang.
Pusat keberkahan hanya pada Allah
semata, makhluk manapun tidak akan Letak Keberkaan Al-Qur’an
bisa menyajikan dan mendatangkan
keberkahan dari dirinya sendiri. Allah Allah menegaskan bahwa siapapun
menyatakan bahwa diri-Nyalah sumber yang berkecimpung dengan kalamullah
keberkahan. Diantara keberkahan yang bisa dipastikan akan mendapatkan
disebutkan dalam Al-Quran cipratan dari keberkahan dan
menyebutkan bahwa kebaikannya. Sebaliknya mereka
Allah menurunkan memusuhi dan mengabaikan Al-Qur’an
keberkahan itu maka iya akan terjungkal sendiri dan
kepada beberapa hal nasibnya akan jelek di dunia maupun
antara lain, tempat: di akhirat.
Masjidil Haram (Ali Malaikat yang diutus untuk
Imran:96), Masjidil menyampaikan wahyu Al-Qur’an
Aqsa (Al-Isra’ 1), kepada Rasulullah adalah malaikat
orang: Nabi Isa termulia diantara malaikat. Nabi
(Maryam: 31), Muhammad saw adalah Nabi termulia
Nabi Musa (An- berkah dari Al-Qur’an diturunkan
Naml: 8) dan segala kepada beliau. Kota suci Mekah dan
hal yang ada Madinah menjadi tempat yang
di bumi paling mulia juga berkah Al-
Qur’an yang diturunkan
disana. Ramadhan menjadi
Bulan yang mulia karena
terpilih sebagai waktu
yang diturunkannya Al-
Qur’an. Hingga Lailatul
Qadar menjadi malam
yang mulia karena
saat itulah Al-Qur’an
diturunkan.
K e be r k a ha n
Al-Qur’an juga
bisa dilihat dari isi
kandungannya,
bahasa Arab yang
menjadi sarana
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 07
atau wadah untuk mengekspresikan munculnya segala kebaikan dan manfaat
kandungan Al-Qur’an, telah menciptakan duniawi dan ukhrawi. Turunnya Al-Quran
revolusi sosial dan keilmuan. Semua juga sangat berdampak pada sejarah
ilmu-ilmu Arab dan keislaman bermuara kemanusiaan. Setelah turunnya Al-
dan muncul karena Al-Qur’an. Bukankah Qur’an, timbul revolusi-revolusi, baik dari
kegairahan dan semangat yang segi aqidah, akhlak, hukum, pendidikan,
menggebu dalam mempelajari keilmuan ilmu pengetahuan, dan budaya. Untuk
muncul setelah adanya Al-Qur’an? itulah Ramadhan juga dinamakan syahrul
Al-Qur’an berisi petunjuk pola pikir qur’an.
Bulan keberkahan dan bulan Al-Qur’an menjadikan
Bulan Ramadhan seakan-akan tamu agung untuk umat
Islam. Tamu ini senangnya dibacakan Al-Quran, maka
senangkanlah tamu agung yang hanya datang setahun
sekali dengan membaca Al Qur’an sebanyak-banyaknya.
Maka jadikanlah di setiap mushola dan masjid orang-orang
bersama-sama duduk bersimpuh membaca Al-Qur’an.
dan pola sikap manusia agar bisa mecapai Bulan keberkahan dan bulan Al-
keberkahan hidup. Al-Qur’an juga sebagai Qur’an menjadikan Bulan Ramadhan
pedoman manusia untuk meluruskan dari seakan-akan tamu agung untuk umat
perbuatan yang salah serta memperbaiki Islam. Tamu ini senangnya dibacakan Al-
perilaku yang menyimpang. Quran, maka senangkanlah tamu agung
Karena itu, sebagai umat Islam kita yang hanya datang setahun sekali dengan
disunahkan menghafal, membaca, membaca Al Qur’an sebanyak-banyaknya.
dan memahami Al Qur’an serta wajib Maka jadikanlah di setiap mushola dan
melaksanakan isi kandunganya. Sebab, masjid orang-orang bersama-sama duduk
dengannya Allah akan melimpahkan bersimpuh membaca Al-Qur’an.
berbagai keberkahan kehidupan bagi Membersamai Al-Quran saat
seorang Muslim yang dekat dangan Al Ramadhan bisa dilakukan denan
Qur’an. melakukan berbagai macam bentuk
aktivitas tadarus (membaca) Al-Qur’an
Ramadhan dan Keberkahan Al-Qur’an baik secara bergantian maupun
berjama’ah. Namun hal yang lebih
Diantara banyak penamaan, bulan penting di bulan Ramadhan selain ada
Ramadhan juga sering disebut dengan kegiatan membaca ayat suci Al-Quran,
syahrum Mubarak artinya bulan yang Akan lebih baik lagi jika terdapat juga
penuh keberkahan. Keberkahan pada kegiatan menerjemahkan dan mengkaji
Bulan Ramadhan tersebut merujuk pada tafsir Al-Quran, sehingga tadarus di
suatu malam pertama kali Al-Qur’an bulan Ramadhan mempunyai nilai lebih
diturunkan. dibandingkan dengan tadarus Al Qur’an
ۤ
ۡ
ۡ
ۡ
اَّنُك اَّنِا ٍةَك َ رـٰبُّم ٍةَلۡيَل ۡ ىِف ُه ٰ نل َز ۡ نَا اَّنِا نۡي ِ بُملا ِب ٰ تِكلا َ و م ٰ ح pada bulan-bulan yang lain
ٓ
َنۡي ِ رِذ ۡ نُم Beberapa keutamaan dari membaca
Artinya: Haa Mim, Demi Kitab (Al- dan mengkaji Al-Qur’an baik dengan cara
Qur'an) yang jelas, sesungguhnya Kami sendiri-sendiri dan berkelompok adalah
menurunkannya pada malam yang Allah akan memberi empat macam
diberkahi. Sungguh, Kamilah yang hadiah kepada mereka. Pertama, rahmat
memberi peringatan (Ad-Dukhan: 1-3) Allah akan turun kepada mereka. Kedua,
Al-Alusi menerangkan malam turunnya kedamaian akan meliputi mereka. Ketiga,
Al-Qur’an dinamai dengan malam yang para malaikat akan berkumpul dengan
penuh barakah (Bulan Ramadhan) karena mereka. Keempat, mereka akan dicatat
dengan turunnya Al-Qur’an menyebabkan oleh Allah SWT sebagai orang-orang yang
08 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
akan bersamaNya di hari kiamat. kaum Muslimin, segala sesuatu perlu
mengatasnamakan Allah. Kita membaca
bismillahirrahmanirrahim ketika mau
Bekal Setelah Ramadhan bekerja, begitu juga ketika kita mau
Meski nantinya Ramadhan telah belajar. Hendaklah selalu bersama Allah.
berakhir, namun amalan membersamai Mengikutsertakan Allah dalam segala
Al-Qur’an ini harus dipertahankan. aktivitas itu, sebagai upaya mengingat
Bertadarus, mengkaji dan mentadaburi kebesaran-Nya yang menciptakan
Al-Qur’an harus senatiasa menjadi berbagai hukum dan ketetapan yang ada
bagian dari mereka. Contoh kecilnya bisa di bumi. Jika senantiasa mengingat Allah,
dimulai dengan senatiasa mengingat setelah Ramadhan nanti, diharapkan
serta mengamalkan ayat Al-Qur’an yang dapat menciptakan suatu peradaban
pertama kali diwahyukan kepada Nabi yang baik hadharah rabbaniyah atau
Muhammad, yakni Iqra’ bismirabbika. peradaban yang berdimensi ketuhanan.
dua kata tersebut memiliki makna yang Jika demikian, maka Allah akan
sangat mendalam. mempermudah kita meraih keberkahan
Iqra’ sebagai aplikasi kinerja ramadhan yang kita idamkan, aamiin yaa
intelektualitas dan bismirabbika adalah rabbal ‘alamiin.
kinerja spiritualitas. Artinya sebagai
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 09
SUARA ALUMNI
RAMADHAN KAREEM
(PENGALAMAN “BERBAGI” DENGAN BEGAL RAMADHAN)
Oleh : Sandra Hikmatulloh, B.Ed (Guru Imad Ikhwan / Alumni Jami’ah Internasional Africa Sudan)
T
Tradisi menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia ialah adat kebiasaan turun-
temurun yang masih dijalankan dalam
masyarakat. Tradisi dan adat- istiadat
ini tidak pernah bisa terlepas dari suatu
lingkup masyarakat. Baik pada lingkungan
perkotaan maupun pedesaan, budaya
masyarakat yang sudah terjaga apik akan
tetap dilaksanakan tanpa peduli zaman
sudah berganti ke era digital.
Ketika Ramadan, banyak sekali tradisi
yang masih dikerjakan baik sebagai cara
untuk menghormati dan mengenang
nenek moyang ataupun memang tradisi
tersebut bernilai kebaikan yang dapat
diterima oleh setiap sisi masyarakat
sampai saat ini. Apabila kita mendapati
tradisi padusan dan nyadran atau nyekar
di Indonesia kala memasuki bulan penuh
berkah ini, maka kita juga akan mendapati
beberapa tradisi yang melekat erat dan
sangat terasa di Sudan. Tradisi-tradisi
Ramadan di Sudan berhasil membuat
kita semakin melebur ke dalam euforia
masyarakat setempat selain karena cuaca
ekstrem yang merujuk kisaran angka 41
hingga 46 derajat celcius.
Tradisi yang sudah sangat familiar
terdengar ialah Begal Ramadan. Tradisi ini hanya mereka sebut dengan
Sebenarnya, penduduk negara ini sendiri ifthar jama'i dan bagi mereka perkara
tidak memberikan nama khusus terhadap ini bukan hanya suatu tradisi yang
tradisi yang dilakukan dengan cara diturunkan dari beberapa puluh tahun
menghentikan setiap orang yang masih yang lalu, namun juga kegiatan ifthar
berada di jalan ketika azan maghrib telah jama'i merupakan cara 'orang-orang baik'
berkumandang dan mempersilakan untuk meraup pahala dan keberkahan sebanyak-
mengikuti buka bersama mereka di atas banyaknya di bulan nan fitrah. Meskipun
hamparan tikar yangberjejer di pinggiran ifthar jama'i ini berlaku untuk seluruh
jalan ini. orang yang melintasi jalanan ketika waktu
berbuka baik laki-laki dan perempuan,
orang lokal maupun non-lokal, pejabat
maupun rakyat biasa, akan tetapi warga
Negeri Sungai Dua Nil ini tetap saja
menjunjung tinggi izzah dan muru'ah
kaum hawa dengan menyediakan tempat
berbuka di dalam rumah bersama para ibu
dan istri sedangkan lelaki di depan rumah
atau di pinggiran jalan.
Kalimat 'Ramadhan Kareem' menjadi
tradisi selanjutnya yang dapat kita temui
10 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
RAMADHAN KAREEM Tradisi yang sudah
(PENGALAMAN “BERBAGI” DENGAN BEGAL RAMADHAN) sangat familiar terdengar
ialah Begal Ramadan.
Oleh : Sandra Hikmatulloh, B.Ed (Guru Imad Ikhwan / Alumni Jami’ah Internasional Africa Sudan) Sebenarnya, penduduk
negara ini sendiri tidak
memberikan nama khusus
terhadap tradisi yang
dilakukan dengan cara
menghentikan setiap orang
yang masih berada di
jalan ketika azan maghrib
telah berkumandang
dan mempersilakan untuk
mengikuti buka bersama
mereka di atas hamparan
tikar yangberjejer di
pinggiran jalan ini.
beribadah, mereka juga berniat untuk
ngadem atau berteduh dari terkaman
sinar matahari yang sangat terik di luar
bangunan. Saking tidak sedikitnya orang,
terkadang masjid menjadi tempat yang
penuh dengan barisan orang-orang tidur
yang bertebaran.
Kebiasaan yang lain yakni hidupnya
kota selepas salat tarawih. Pasar, tempat
makan bahkan jalanan yang mati dan
tampak begitu lengang pada pagi dan
disini. Mengapa hal ini menjadi salah satu siang hari menjadi hidup sekali ketika
tradisi Ramadan? Sebab bukan hanya malam hari karena aktifitas-aktifitas yang
satu atau dua orang penduduk yang kembali dilakukan. Para penduduk dan
akan mengucapkan dua patah kalimat ini pendatang memilih untuk keluar dan
kepada kita saat berpapasan di jalan, saat mengerjakan hal-hal selain di dalam
memulai proses tawar- menawar di pasar, rumah saat malam tiba dengan alasan
saat menghentikan riksyah (semacam menghindari sengatan matahari dan udara
bajaj di Indonesia), saat ingin membayar panas di kala siang serta energi mereka
belanjaan di toko atau supermarket atau yang kembali pulih tidak layaknya sebelum
bahkan saat memasuki setiap tempat berbuka puasa.
seperti masjid, perpustakaan atau dimana Bagi kalian yang belum pernah
saja, namun hampir setiap orang akan merasakan langsung untuk sekedar
menuturkan kata ini kepada kita alih-alih bersenggolan dan menikmati tradisi
menyapa dengan kalimat, "Keif? Tamam?” di atas, maka tidak ada salahnya untuk
Selain tradisi Ramadan, ada pula mencoba terjun pada adat yang sangat
kebiasaan- kebiasaan yang mungkin istimewa ini dan masih saja terawat sampai
hanya akan kita lihat pada bulan Ramadan. kini. Semoga kita semua dapat keberkahan
Salah satunya yaitu banyaknya orang dalam menjalankan ibadah puasa tahun
yang berkumpul di masjid serta tempat- dan dapat memaksimalkan ibadah
tempat yang memiliki fasilitas AC atau air sekaligus doa kita. Amin.
conditioner dan kipas angin. Selain untuk
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 11
RAGAM PESANTREN
MENJADI SANTRI ENTREPRENEUR
Setelah beberapa hari menghadapi ujian
PTS, para santri IMAD baik Ikhwan maupun
akhwat disibukan dengan kegiatan yang
meriyah, Yaitu Market Day. Acara ini berlokasi
di lapangan futsal SDIT untuk Ikhwan
sedangkan yang akhwat berada di sekitar
pelataran mushola Akhwat. kemudian diikut
sertai oleh kelas 3, 4, 5, dan 6.
Market Day ini bertema “Santri
Entrepreneur” dan Di Market Day IMAD ini
terdapat door prize dan lomba penilaian dari
setiap stand-stand santri. Adapun kriteria
penilaian yakni : keunikan stand, kebersihan
& kerapihan, kekompakan, dan terlaris. Dan
yang menilainya adalah Ust. Adam, Ust.
Sandra, dan kak Mustofa.
Sudah dua tahun belakangan ini imad
tidak menagdakan acara Market Day karena
pamdemi covid-19. Serta ini adalah acara
market day perdana yang diadakan IMAD di
luar acara fantasi, Jadi dulu market day selalu
diadakan ketika kagiatan fantasi saja.
Harapannya adalah acara ini bisa
dialaksanakannya terus menerus pertahun
dan bukan hanya bisa mengundang dari
unit-unit lain tapi bisa mengundang para
wali santri. “Marketday ini bertujuan untuk
mengembangkan ide-ide kreativitas dan
menumbuhkan jiwa enterpreneur para santri
dan Ingatlah bahwa pintu rezeki itu salah
satunya adalah pedagang, jadi usahankan
kalian harus terus berdagang”, tukas Ust.
Fahran Muzacky dan Ustzh. Zahra di akhir
wawancara kami.
PENTAS SENI UNIT SDIT DAARUL FIKRI
Pada hari selasa (22/03/22) Unit SDIT
Daarul Fikri mengadakan acara tahunan
yaitu pentas seni islam atau muhadhoroh
akbar yang bertajuk ‘Gebyar Ramadhan’.
Acara ini diikuti oleh santri level atas (4-
6), santri maju secara bergiliran sesuai
urutan yang sudah di tentukan.
Acara yang berlangsung dari jam
08:00 – 12:00 berjalan meriah dan para
santri yang mnonton maupun yang
mengikuti pentas sangat antusias. ”
acara ini diharapkan bisa menumbuhkan
rasa percaya diri santri” tutur ustd. Salim
selaku panitia acara pentas seni
12 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
MUKHAYYAM DAN OUTING MFDS
Setelah sekian lama bergelut dengan
pandemic, SMP-IT Fullday kembali dengan
kegiatan
Di luar sekolah, yaitu Mukhayyam
pramuka dan Outing yang dilaksanakan
pada 22-24 Maret 2022. Outing kali ini,
santri berkunjung ke Museum Nasional
Sejarah Alam Indonesia (MUNASAIN) yang
bertempat di bogor, jawa barat.
Sedang untuk kegiatan mukhoyyam
berlokasi di high land mega mendung,
bogor, jawa barat. Santri menghabiskan
setengah hari di museum dan langsung
menuju ke lokasi mukhayyam. Outing
dilakukan lebih dulu bertujuan agar lebih
efektif dan efisien.
Diadakannya acara ini bertujuan agar
para santri memiliki fisik yang prima,
tangguh, mandiri, dan disiplin. Sesuai
dengan yang diharapkan ustadzah
Purwanti saat wawancara “yang sudah
mandiri agar lebih mandiri. Yang kurang
mandiri semoga bisa mandiri seperti
temannya” tutur beliau.
PELATIHAN MENULIS REDAKTUR AL-BAYAN
Penulis Nasional Ali Ibnu Anwar
memberikan pelatihan menulis kepada
santri Pesantren Terpadu Daarul Fikri.
(25/03) adalah hari dimana santri-santri
yang tergabung dalam redaktur majalah
santri Al-Bayan mengikuti kegiatan
tersebut.
Pelatihan ini dimulai pada pukul 13.30-
15.00 yang berlokasi di Studio D’Fikr secara
online dengan merajuk tema “Bermain-
main dengan kata, yuk”. Pelatihan pun
mulai menarik saat pemateri memberikan
pertanyaan mengenai menulis puisi.
Tujuan diadakannya pelatihan
ini agar para santri dapat mengasah
kemampuan dalam Menyusun kata-kata
serta menambah ilmu dalam menulis
puisi. Para santri baik Ikhwan maupun
akhwat menyaksikan dengan seksama dan
terdapat sesi tanya jawab diakhir kegiatan.
Red: Salsabila
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 13
MENGGALI POTENSI DENGAN OLAHRAGA
MUNTADA/OSIS IMAD Akhwat periode terbaik, kemudian ditentukan siapakah
2021-2022 menghadirkan program yang paling terbaik dari kedua perwakilan
baru yaitu “Sport Tournament”. Program tersebut untuk mendapatkan juara.
ini adalah salah satu program tahunan Acara ini memberikan kesan baru
Muntada IMAD akhwat yang diikuti oleh bagi para pecinta olahraga, pun menjadi
seluruh santri akhwat kecuali santri kelas salah satu ajang untuk mengembangkan
akhir. Acara yang berlangsung pada bakat. Tujuan diadakan acara ini adalah
selasa (01/03) berlokasi di Lapangan Hijau agar santri senantiasa membiasakan diri
dengan merajuk tema “Menanamkan Jiwa untuk berolahraga. “Tetaplah berolahraga
Olahragawan Serta Memiliki Karakter meski sebentar, melatih kepercayaan diri
Sehat Dan Kuat”. juga menanamkan bahwa santri bukan
Lomba-lomba yang digelar antara lain; hanya bisa membaca al-quran setiap saat
badminton, voli, dan futsal. Teknisnya, melainkan menjadi atlet yang hebat”, ujar
setiap perlombaan terdapat babak Rahmania selaku ketua panitia acara Sport
penyisihan dan babak final. Dari perwakilan Tournament.
setiap kelas akan disaring dua kelompok
PETUAH, PROGRAM BARU DDS
DDS- Yayasan Qobasat Annur Pesantren
Terpadu Daarul Fikri melalui Departemen
Dakwah dan Sosial (DDS) merintis program
baru yang diberi nama Pesantren Sabtu
Ahad atau disebut PETUAH.
Pada angkatan pertama Petuah
dialaksanakan pada tanggal 19-20 Maret
2022. Melibatkan peserta sejumlah 29
orang yang berasal dari berbagai daerah.
Konsep kegiatan ini diperuntukkan bagi
para lansia yang ingin memperdalam dan
memperkuat pengetahuan islam sambil
bermalam. untuk itu panitia mengusung
tema “Weekend yang bernilai ibadah dan
bermanfaat”
Panitia memilih Hotel D’Khayangan
Jababeka Cikarang - Bekasi sebagai
tempat pelaksanaan. Adanya beberapa
fasilitas tambahan seperti mini golf dan
lapangan memanah menjadi salah satu
alasan dipilihnya tempat ini. Apalagi lokasi
kegiatan tidak jauh dari pesantren.
Kegiatan ini dimulai dengan melakukan
kunjungan ke Pesantren Terpadu Daarul
Fikri. Disana peserta dapat menyaksikan
secara langsung kehidupan di pesantren.
termasuk menyaksikan beberapa
penampilan dari santri-santri terbaik.
Harapannya dimasa-masa tuanya
peserta dapat merasakan nuansa pesantren
yang mungkin sejak dulu diidamkan.
Menurut Ust. Agus selaku panitia,
PETUAH ini akan secara rutin agar dapat
memfasilitasi para lansia yang juga ingin
memperdalam ilmu agama
14 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 15
GALERY KEGIATAN
MI MATHLAUL ULUM
Pemeriksaan kesehatan Santri MI Santri bersiap pawai Tarhib Ramadhan
SDIT DAARUL FIKRI
persiapan lomba dalam pentas seni islami Peserta lomba saat beraksi di atas
panggung
SMPIT DAARUL FIKRI
Tarhib dengan funbike Funbike santri SMPIT fullday ikhwan
TK ALAM
Ayo berlatih jualan
Semangat memberikan pelayan terbaik
16 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
IMAD
Mengasah Muhadharah Kubra santri IMAD Berpartisipasi dalam Tarhib Ramadhan
DAKWAH SOSIAL
Salah satu kegiatan Pesantren Lansia Berbagi takjil bersama warga
Tanya jawab Peserta PL bersama pemateri Pertemuan Reuni PL angkatan 16
CABANG BREBES
Mengisi waktu senggang dengan bakar Menikmati hasil masak bersama
ayam bersama
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 17
LAPORAN KHUSUS
MARHAB AN YA A RAMADHAN
Marhaban yaa ramadhan..!
Sebagai bentuk Ekspresi rasa
syukur atas datangnya bulan suci
Ramadhan, tamu spesial yang selama
ini ditunggu-tunggu oleh umat muslim
di seluruh belahan dunia, masyarakat
M dengan berbagai
menyambutnya
macam cara serta tradisi tersendiri atau
yang biasa kita kenal dengan Tarhib
Ramadhan. Tarhib ramadhan sendiri
dilaksanakan oleh umat muslim dunia
dengan berbagai macam cara mulai dari
menembakkan meriam di Lebanon, trick
or treat di Uni emirat arab, seheriwala
di india serta berbagai macam tradisi
lainnya.
Begitupun dengan Pesantren
terpadu daarul fikri, setelah beberapa
tahun pelaksanaan tarhib ramadhan
tidak di selenggarakan dikarenakan
pandemi covid 19. Pada tahun ini
menjelang datangnya bulan suci
Ramadhan , Jum’at 1 april 2022
pesantren terpadu Daarul fikri kembali
melaksanakan tarhib Ramadhan dengan
sangat meriah diikuti oleh seluruh unit
mulai dari unit ITTAQI (TK,SD,MI dan
SMPIT) serta Unit IMAD ( SMP dan SMA).
Teknisnya, seluruh Unit yang
mengikuti acara tersebut berkumpul
di lapangan pesantren terpadu daarul
fikri pada pukul 08:00 AM, Acara dibuka
secara Ceremonial oleh pembawa acara
kemudian di lanjutkan dengan sambutan
yang di bawakan oleh Ust.kartubi Mpd. Di
dalam sambutannya Ust. Kartubi banyak
membahas tentang kemuliaan datangnya
bulan suci Ramadhan serta memberi
semangat para peserta Tarhib dengan
memimpin yel-yel. Acara berlangsung
18 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
MARHAB AN YA A RAMADHAN
Setelah acara ceremonial ditutup,
para peserta tarhib kemudian melakukan
iring iringan atau pawai yang di pandu
oleh club marawis al-yamani dengan
melantunkan sholawat serta yel-yel. rute
perjalanan yang ditempuh dimulai dari
pesantren terpadu daarul fikri kemudian
terbagi menjadi beberapa rute seperti
telaga harapan, telaga pesona, telaga
murni, metland cibitung, serta taman
aster. Iring iringan berakhir pada pukul
10:00 menjelang sholat juma’at dengan
rute akhir kembali ke pesantren terpadu
daarul fikri.
“Alhamdulillah dengan diadakannya
agenda tarhib ramadhan, harapan saya
adalah agar para santri para siswa bisa
senantiasa mengenal lebih dalam lagi
terkait apa itu ramadhan agar juga
seorang santri bisa memaksimalkan
ibadah ibadah di bulan Ramadhan, oleh
karenanya di adakannya agenda ini, saya
harap kembali agar bisa memaksimalkan
ibadah ibadah para santri terkhusus
santri Daarul fikri” jelas Ust. Sandra
selaku ketua panitia Tarhib Ramadhan
1443 H saat ditanya mengenai kesan
pesan serta harapannya oleh Redaktur.
Red: Aly Ichsan
dengan meriah dipenuhi lantunan takbir
serta antusiasme para peserta hingga
di tutup dengan penampilan dari club
marawis al-yamani.”alhamdulillah saya
sangat senang dengan di adakannya
tarhib ramadhan ini, semoga dengan
tarhib ini santri-santri semakin semangat
untuk menjalankan ibadah puasa pada
bulan mulia ini” tutur santri IMAD daarul
fikri salah satu peserta tarhib.
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 19
SPUM
MENGHINDARI BERSIKAP APATIS DI BULAN RAMADHAN
Oleh: Habib Fajar. (XII IMAD Ikhwan)
P jadi orang”, perkataan tersebut biasanya
Pernahkah kalian mendengar kata
seseorang
ditujukan
kepada
apatis? Apatis merupakan sikap tak acuh
yang
menunjukkan kurangnya kepekaan dan
atau tak peduli atas apa yang terjadi di
perhatian khusus tentang situasi tertentu,
lingkungan sekitar, sikap apatis disebabkan
atau kehidupan secara umum dalam
karena adanya masalah dengan area di
depan otak yang mengendalikan emosi,
tujuan, dan perilaku.
Sikap apatis memiliki kecenderungan
Mungkin dalam kehidupan kita, bersosial.
saat seseorang tidak memiliki ketertarikan
terkadang kita sering kali mendengar untuk melakukan aktivitas sosial, seperti
kalimat “ih, Cuek berinteraksi dengan orang lain atau
banget si jadi memperhatikan lingkungan sekitar,
or ang ” banyak orang yang bersikap apatis
a tau namun sering kali tidak menyadari dirinya
“peka memiliki sifat apatis karena cuek dengan
dikit dirinya sendiri.
kek Di tengah arus modernisasi saat ini
berdampak besar pada perubahan gaya
hidup kita, salah satu contohnya tidak
pekanya kita terhadap problematika
sosial, saat ini orang yang bersikap apatis
berdampak pada perkembangan
lingkungan di sekitarnnya
karena kurangnya kesadaran
atau kepedulian terhadap diri
sendiri, orang lain, dan juga
lingkungannya.
lalu apakah ada korelasi
antara sikap apatis dengan
bulan suci Ramadhan?.
Tentu saja ada, Bagaimana
tidak? di bulan suci Ramadhan ini
Allah mewajibkan kita untuk
membayar zakat fitrah
bagi umat muslim dengan
tujuan untuk menyucikan
diri serta memberi makan
orang miskin, dan di
bulan ini semua orang
berlomba-lomba untuk
berbuat baik dengan
memberikan bantuan
kepada mereka yang
lebih membutuhkan, baik
yang dikenal maupun
tidak dikenal, dengan
rasa sukarela dilandasi
dengan ketakwaan serta
diwujudkan dengan
nilai kemanusiaan tanpa
pamrih.
20 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
MENGHINDARI BERSIKAP APATIS DI BULAN RAMADHAN
Oleh: Habib Fajar. (XII IMAD Ikhwan) sosial.
R a ma d ha n
meningkatkan
kepeduliaan
sosial?, emang
bisa? tentu saja
bisa, sekarang
mari kita coba
r enungk an
sejenak saat
ada orang
yang meminta
sumbangan di
luar bulan suci
R amadhan,
belum tentu kita
mau memberikan
sumbangan
tersebut, tetapi
saat bulan suci
Nah, bagaimana kita merubah sikap Ramadhan tiba,
apatis kita di bulan tarbiyah ini?, dalam bahkan orang yang tidak meminta pun
momentum bulan suci Ramadhan ini sangat kita beri, agak naif memang, namun
erat hubungannya dengan kepeduliaan ini membuktikan bulan Ramadhan
kita terhadap sosial, karena pada dasarnya mengajarkan kita agar tidak bersikap
berpuasa di bulan suci Ramadhan adalah apatis kepada orang lain atau lingkungan
mengendalikan diri dalam menahan hawa sekitar kita.
nafsu dan meningkatkan kepeduliaan “Bulan Ramadhan adalah kawah
sosial, sehingga dapat dikatakan bahwa Candradimuka untuk meningkatkan rasa
di bulan suci Ramadhan ini Allah SWT yang berkaitan dengan Giving, Loving,
memberi kesempatan kita kaum muslimin Caring (Memberi, Mencintai, Peduli).
untuk meningkatkan kepedulian terhadap
Itu semua adalah “The Impact of the
“di bulan suci Ramadhan miracle of ramadhan” yang kita dapatkan
sudah sangat jelas, dimana kita dapat
ini Allah mewajibkan kita merasa ada semacam kebahagiaan
untuk membayar zakat tersendiri ketika dapat membantu sesama,
sebagaimana Islam mengajarkan bahwa
fitrah bagi umat muslim hakikat membuat orang lain bahagia
dengan tujuan untuk itu sesungguhnya membuat diri kita
menyucikan diri serta sendiri bahagia, karena hanya di bulan
Ramadhan, yang saat datang waktunya
memberi makan orang bisa meningkatkan amal shaleh kita.
miskin, dan di bulan ini Maka dari itu jangan sampai kita
semua orang berlomba- menyia-nyiakan bulan suci Ramadhan,
dengan cara mulai merubah gaya hidup
lomba untuk berbuat baik kita di bulan suci Ramadhan dengan
dengan memberikan mngikuti perintah Allah Swt. dan sunnah
bantuan kepada mereka Nabi Muhammad Saw. Selain kita dapat
meningkatkan iman serta ketakwaan
yang lebih membutuhkan, kita kepada Allah, Insya Allah kita dapat
baik yang dikenal maupun menjadi pribadi yang terhindar dari sikap
apatis.
tidak dikenal...”
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 21
SISI NEGATIF KONTEN PSIKOLOGI
Oleh: M. Habibulloh A. (XII IMAD Ikhwan)
Tak bisa dipungkiri bahwa di
dalam hidup kita hari ini mulai banyak
bersinggungan dengan dunia maya.
Pasalnya, semua hal banyak tersedia
disana. Mulai dari lifestyle, olahraga,
teknologi, pendidikan, bahkan berita
dan artikel seputar psikologi pun ada.
Tapi apak
Tah itu semua memiliki dampak
positif secara mutlak? Terlepas dari siapa
yang ‘mengonsumsi’, artikel dan berita
tersebut tentunya tidak berdampak positif
secara mutlak. Contohnya adalah artikel,
berita, ataupun postingan Instagram yang
membahas seputar psikologi.
Terlebih di Instagram, kita sering
mendapati postingan yang bermuatan
konten psikologi yang mulai banyak
membahas seputar permasalahan
psikologi pada remaja zaman sekarang.
Lalu, apakah hal tersebut adalah sesuatu
hal yang buruk? Tidak juga. Sisi positif-
nya adalah di saat ini–dengan banyaknya
artikel seputar psikologi–orang-orang
tidak melulu harus ikut perkuliahan resmi
di kampus untuk dapat informasi tentang
psikologi dan kesehatan mental.
Dengan banyaknya konten bermuatan
psikologi yang tersedia kita menjadi tahu
permasalahan psikologi yang kita ataupun
orang lain alami. Bahkan di beberapa konten
psikologi disediakan pula cara mencegah
sampai mengatasi permasalahan tersebut.
Di beberapa kasus kita dapat memahami
dan memaklumi sikap seseorang yang
‘berbeda’ dengan kebanyakan orang. Ini
mungkin saja bisa meminimalisir kejahatan
diskriminasi terhadap orang-orang yang
‘berbeda’ tersebut.
Diatas tadi adalah dampak positif dari
konten bermuatan psikologi. Apakah cukup
sampai disitu? Seperti yang disebutkan di
awal, konten ini juga memiliki sisi negatif.
Informasi yang mudah didapat ini justru
menjadikan sebagian orang–meskipun
tidak semuanya–mudah men-judge orang parents”. Mungkin niat awalnya memang
lain, mendiagnosis diri sendiri, bahkan baik; memberi tahu para orang tua seputar
memiliki dalih atau pembenaran atas perilaku apa saja yang masuk kategori “to”.
kekeliruan yang dilakukan. Dengan mengetahui hal tersebut para
Salah satu contohnya, beberapa tahun orang tua diharapkan bisa memperbaiki
terakhir ada istilah populer yaitu “toxic perilaku mereka dalam mengasuh anak.
22 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
SISI NEGATIF KONTEN PSIKOLOGI perbuat pada orang tuanya. Lalu dari mulut
mereka keluar ucapan seperti “ya wajar lah
saya kayak gini. Orang tua saya tuh toksik
Oleh: M. Habibulloh A. (XII IMAD Ikhwan) banget.”
Padahal informasi semacam ini baiknya
digunakan untuk diri sendiri. Maksudnya,
informasi seperti ini bukan digunakan
untuk melabeli orang tua kita ataupun
orang lain, melainkan digunakan oleh
diri kita sendiri sebagai bahan renungan,
seperti; “apakah saya termasuk orang
toksik?”
Masih banyak lagi informasi seputar
psikologi yang niat awalnya baik malah
berujung kepada hal semacam tadi.
Contoh lain, dalam persoalan gangguan
jiwa. Misalnya tentang gejala depresi.
Mungkin penulis konten yang berisi
informasi psikologi itu berniat ingin
mengedukasi orang-orang supaya apabila
mengalami hal seperti yang diinformasikan
bisa segera konsultasi ke ahlinya (psikolog
atau psikiater), mengingat efek yang
ditimbulkan masalah psikologi bisa
berdampak buruk bagi kehidupan
seseorang.
Nah, yang jadi masalah bukanlah si
penulis informasi tersebut, melainkan
orang yang mengonsumsi informasi
tersebut. Oleh sebagian orang infromasi
tentang gejala depresi itu malah
digunakan untuk mendiagnosis diri
sendiri yang menyebabkan mereka
menjadi larut di dalam kondisi yang
seharusnya diperbaiki (baca: depresi).
Padahal seharusnya informasi seputar hal
tersebut tidak digunakan sebagai sarana
untuk menghakimi orang lain ataupun
membenarkan kekeliruan yang dilakukan
diri sendiri.
Agak lucu sebenarnya. Jika dilihat dari
catatan masa lalu, sekiranya orang tua kita
ataupun kakek nenek kita dan orang-orang
yang hidup pada masa sebelum sekarang
tidak berlarut dalam masalah mental
yang dialami. Boleh jadi mereka hanya
merasakan masalah kesehatan mental saja
dan tidak mengenal istilah seperti; stres,
depresi, bahkan istilah ‘masalah kesehatan
mental’ itu sendiri. Alhasil, mereka
menganggap hal tersebut sebagai hal
Ironisnya, kini informasi tersebut malah biasa yang mungkin saja sembuh dengan
sering digunakan oleh seorang anak untuk sendirinya.
men-judge orang tuanya sendiri sebagai
“toxic parents”. Malahan, informasi tersebut Adalah sesuatu yang benar jika
dijadikan dalih bagi seorang anak untuk dikatakan “kan kita beda generasi dengan
membenarkan kekeliruan yang anak mereka.” ataupun “di zaman mereka itu
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 23
kan ilmu seperti itu tidak seperti sekarang. IMAD dengan pesertanya dari santri IMAD
Mungkin pada saat itu penelitian tentang sendiri baik ikhwan maupun akhwat, ada
‘mental’ seseorang belum mencapai titik yang bertanya kepada pembicara yang
kemajuan seperti sekarang.” intinya menanyakan bagaimana menjaga
Jika perkataan tersebut bisa dianggap kesehatan mental. Sekiranya 3 contoh di
benar, berarti perkataan seperti; “orang atas bisa menjadi bukti bahwa korban dari
zaman dulu kuat-kuat mentalnya, dampak negatif yang ditimbulkan oleh
sedangkan orang zaman sekarang mulai konten berisikan informasi seputar masalah
melemah mentalnya.” bisa dibenarkan. psikologi didominasi oleh perempuan.
Lebih dari pada itu, perkataan sarkas Bagaimana dengan laki-laki? Terlepas dari
seperti “anak zaman sekarang itu alay.” juga dampak yang ditimbulkan kedepannya
bisa dibenarkan. terhadap kehidupan mereka, laki-laki lebih
Tapi apabila diperhatikan secara cenderung bersikap ‘bodo amat’ terhadap
masalah seperti itu. Mungkin alasannya
seksama maka kita akan mendapati bahwa karena laki-laki selalu ingin terlihat kuat di
kebanyakan orang yang terpengaruh depan umum atau minimal tidak terlihat
sisi negatif informasi seputar psikologi lemah.
tersebut adalah dari kalangan perempuan.
Dalihnya yaitu “perempuan kan lebih Bisa jadi tulisan ini sedikit-banyak
mengedepankan perasaan dibanding laki- menyinggung beberapa pihak. Namun
berdasarkan nama rubrik tempat tulisan
Tapi apabila diperhatikan secara seksama maka kita akan
mendapati bahwa kebanyakan orang yang terpengaruh
sisi negatif informasi seputar psikologi tersebut adalah
dari kalangan perempuan. Dalihnya yaitu “perempuan
kan lebih mengedepankan perasaan dibanding laki-laki
yang lebih mengedepankan logika.”
laki yang lebih mengedepankan logika.” ini berada yaitu Speak Up Ur Mind
Contoh simpel-nya dapat kita lihat dari (ungkapkan pikiranmu), berarti tulisan ini
berdasarkan pendapat, dan pikiran penulis
dua SPUM di majalah Al-Bayan pada dua terhadap sisi negatif konten psikologi.
edisi sebelum ini dengan judul “Menyikapi Jika berdasarkan pendapat dan pikiran
Kritikan” dan “Bye-Bye Overthinking” yang penulis, maka dapat dimaklumi apabila di
ditulis oleh santriwati. SPUM dengan judul dalamnya terdapat perbedaan pendapat
“Menyikapi Kritikan” memanglah tidak bahkan sampai menyinggung pihak lain.
membahas seputar masalah psikologi Di dalam pembelajaran kita mengetahui
secara langsung. Tapi setidaknya si bahwa ada mahfuzhat yang berbunyi:
penulis bertujuan ingin memberikan likulli ra’sin ra’yun (di setiap kepala memiliki
solusi dan motivasi kepada orang-orang pendapatnya masing-masing). Inilah
yang sering mendapat masalah psikologi pembelaan penulis bila tulisan ini sedikit
yang ditimbulkan dari kritikan orang- menyinggung beberapa pihak.
orang sekitar. Sedangkan SPUM dengan
judul “Bye-Bye Overthinking” mulai Akhir kata, beberapa dari pembaca
masuk kepada masalah psikologi yang mungkin bertanya; “lalu, apa solusi yang
katanya sering dialami remaja saat ini diberikan penulis dari permasalahan
yaitu overthinking. Intinya kedua penulis tersebut?”. Hal yang jarang orang ketahui
tersebut kemungkinan besar menulis bahwasanya ketika seseorang memberikan
SPUM berdasarkan pengalaman pribadi. kritik, maka seseorang tersebut tidak harus
Atau setidaknya berdasarkan hal yang menyertakan solusi atas permasalahan
sering terjadi di antara teman-temannya yang dikritik. Lagipula dari judul yang
(baca: masalah kesehatan mental). diberikan penulis tidak mengandung kata-
Contoh lain, di dalam acara seminar kata yang menunjukkan bahwa tulisan
psikologi yang diselenggarakan oleh ini akan membahas solusi dari suatu
24 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
OPINI
MENGHARGAI PERBEDAAN
Oleh: Syamil Ahmad (X Syariah IMAD Ikhwan)
P tradisi, Muallimiin (program boarding 6
Di Daarul fikri sudah seperti menjadi
permasalahan. Allahu a`lam bi as-sowab.
Setiap hari kita pasti berbeda, bahkan
tahun), dan I’dad (program boarding 4
kita juga lahir dari rahim yang berbeda.
tahun) akan sedikit mengalami bentrokan,
Allah sengaja menciptakan kita berbeda-
karena proses adaptasi yang di mana
beda supaya kita bisa saling mengenal.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an:
yang pasti pemikirannya juga berbeda.
ٰ
ُ
َ ٓ
ٰ ْ
اًبوُعُش ْمُكَنل َ عَج َ و ٰ ىَثنأ َ و ٍ رَكَذ نِّم مُكن ْ قَلَخ اَّن ِ إ ُ ساَّنلٱ ا َ هُّيأ ٰ
َي
َ
Tapi justru itulah ketika Mu’allimin dan
۟
َ
َ
ٌ ميِلَع َ َّ لٱ َّن ِ إ ۚ ْمُكٰىَقْتأ ِ َّ لٱ َدنِع ْمُك َ م َ رْكأ َّن ِ إ ۚ ا ٓ وُف َ را َ عَتِل َلِئٓاَبَق َ و Mu’allimin dan I’dad umurnya berbeda,
I’dad sudah bersatu akan menjadi lebih
بَخ solid, pertemanan lebih erat, akan saling
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya loyal satu sama lain.
kami menciptakan kamu dari seorang laki- Teman sejati adalah teman yang bisa
laki dan perempuan, menjadikan kamu menghargai dan menenrima perbedaan,
berbangsa-bangsa, dan bersuku-suku betapa indahnya persahabatan jika
supaya kamu saling kenal mengenal.” dilandasi keikhlasan menerima perbedaan.
Pada dasarnya, perbedaan pendapat Ketika kita memiliki sifat yang buruk, dia
bisa terjadi pada masalah-masalah cabang menasehati supaya kita merubah sifat,
(furu’), dan ada kalanya terjadi pada bukan malah menjauhinya. Ketika kita
masalah - masalah mendasar (ushul). dijauhi orang-orang karena memiliki
Seorang Muslim boleh - boleh saja berbeda keterbatasan fisik. Dia juga justru
pendapat dalam masalah - masalah cabang. mendekati dan menghibur kita, seraya
Dalam masalah cabang, seorang Muslim berkata, “Jangan sedih kawan. Setiap dari
tidak harus mengikuti satu pendapat saja, kita memiliki kelebihan dan kekurangan,
akan tetapi ia boleh mengambil pendapat dan engkau tidak sendirian. Ada aku yang
lain yang dianggapnya lebih kuat dan akan selalu menemani dan melewati ini
benar. Sikap semacam ini telah dipegang semua.”
oleh para fuqaha dan generasi - generasi Jadi kita harus menghargai
salaf. perbedaan pada diri seseorang ya guys !
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 25
KUPAS TIPIS
MANFAAT
BULAN
RAMADHAN.
Oleh: Farhan Hilal Sing
(Pembimbing IMAD Ikhwan)
M
Mari kita mulai tulisan ini dengan se-
buah pertanyaan. Apa sih yang kalian hara-
pkan dari hadirnya Ramadhan ? apa karena
untuk mendapatkan tunjangan hari raya
(THR) ketika lebaran ? mungkin saja kan.
Atau karena benar-benar pengen ibadah
? ini juga mungkin banget. Mungkin saja
karena pengen terhindar dari berbuat
maksiat ? hmm alasan ini juga tidak kalah
menarik sih ya ?
Faktanya banyak yang memang
menantikan datangnya bulan Ramadhan.
Entah karena hanya ingin ngabuburit, kan-
gen perang sarung, dan ingin beribadah,
serta banyak alasan lainnya. Bahkan pen-
ganut agama lain pun menikmati hadirnya
bulan Ramadhan loh.
Lantas apa yang kita harapkan sebagai
seorang muslim atas hadirnya bulan Ra-
madhan ? masa kalah sama mereka yang
bukan penganut agama Islam ?
Bye the way, gimana nih puasanya so-
bat-sobat Al-Bayan ? lancar kah maaan-
niiiieeezzz ?? semoga saja lancar jaya dan
berkah barokah ya puasanya sobat Al-
Bayan. Okey back to the topic.
Ternyata hadirnya bulan Ramadhan itu
banyak banget loh manfaatnya untuk diri
kita. Tapi kita tarik dulu pernyataan di atas
dan kita ubah menjadi pertanyaan untuk
diri kita dulu deh.
Pertanyaannya adalah ; bisakah kita
mengisi Ramadhan dengan hal yang ber-
manfaat ? nah bukankah ini letak masalah
nya ? hehehe. Kita mau tidak ? TIDAK ?
LEMAH !!! CANDA LEMAH. Jangan seri- Lantas apa saja sih manfaat hadirnya
us-serius dong, nanti baper loh. bulan Ramadhan ? yuk kita kupas tipis-tipis
Baiklah. Penulis rasa kita semua pasti aja. Penulis hanya membahas 5 saja ya ges
ya.
mau memiliki bulan Ramadhan yang ber-
manfaat bukan ? setidaknya kita sudah 1. Dampak terhadap kesehatan.
memiliki modal awal terlebih dahulu. Yaitu Manfaat pertama yang saya sebutkan
kemauan. mungkin kita tidak merasakannya secara
26 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
langsung atau mungkin Pertanyaannya adalah ; bi-
kita tidak menyadarinya.
Tapi hal ini terjadi ketika sakah kita mengisi Ramad-
kita bepuasa. Tidak per- han dengan hal yang ber-
caya ? serius tidak percaya
? silahkan tanya saja ke manfaat ? nah bukankah ini
Pak Zulkhaidir saja. Kepala letak masalah nya ? hehehe.
klinik DF ikhwan. Kita mau tidak ? TIDAK ?
2. Memiliki quality
time bersama dengan LEMAH !!! CANDA LEMAH.
Al-Qur’an. Jangan serius-serius dong,
Sadar atau tidak, nanti baper loh.
ternyata kita akan be-
rusaha menyempatkan “
waktu untuk membaca
Al-Qur’an. Entah karena datang kita tidak luput dari bermaksiat.
terbawa suasana orang- Namun setidaknya kita bisa meminimali-
orang di sekitar kita atau sir kemaksiatan, karena sangat disayang-
karena kita sudah memili- kan orang yang bermaksiat ketika sedang
ki agenda sendiri bersama berpuasa.
Al-Qur’an. Hal itu dapat mengurangi pahala
3. Agenda harian berpuasa, bahkan bisa membatalkann-
yang selalu produktif. ya. Tapi karena kita sedang berada di bu-
Jika kita memprioritas- lan Ramadhan, kita akan berusaha untuk
kan bulan Ramadhan, pas- meminimalisasi bermaksiat. Bukankah be-
ti kita melakukan hal-hal gitu sobat Al-Bayan ?
yang jarang kita lakukakan Nah, itulah beberapa manfaat yang
di bulan-bulan lainnya. bisa kita dapatkan di bulan Ramadhan.
Karena kita berupaya me- Bagaimana sejauh ini ? sudah merasakan
manfaatkan momentum kelimanya sekaligus ? atau masih bebera-
yang datang hanya satu pa saja ? kalau sudah bisa merasakan dan
tahun satu kali. mendapatkan kelimanya berarti bulan Ra-
Biasanya kita sudah madhan sudah produktif dan maksimal.
memiliki agenda yang ter- Tapi kalau kita belum bisa merasakan
struktur, baik itu tertulis kelima nya ? tetap produktif juga dong.
atau tidak. Sebab merasa Cuma belum maksimal mungkin sobat
setiap waktu yang dilalui Al-Bayan. Yuk dimaksimalkan lagi. Jangan
sangat berharga. Betul ti- sampai terlewat Ramadhan nya secara
dak ? cuma-cuma. Karena setiap menit yang
4. kita mendapatkan dikerjakan di bulan Ramadhan adalah san-
suplai atau suntikan gat-sangat berharga.
ilmu-ilmu baru. Ramadhan mungkin beberapa hari lagi,
Dari mana mendapa- apalagi ini di sisa malam-malam terakhir
tkannya ? dari momen bulan Ramadhan loh. Ada apa hayooo di
shalat isya yang disam- sepuluh malam terakhir bulan suci ini ? ada
bung dengan shalat lailatul qadar, satu malam yang setara 1000
tarawih. Biasanya di an- bulan, TAHU TIDAK ? TIDAK ? TIDAK ? NAH,
tara kedua shalat itu ada INI LAGI DIKASIH TAHU.
sebuah kuliah singkat Gitu ya sobat Al-Bayan, semangat lagi
oleh para ustadz. Cera- yuuuk di sisa malam-malam terakhir. Jan-
mah-ceramah yang memberikan kita per- gan lupa diguaaas pool lagi semangat nya.
bendaharaan dan amunisi-amunisi seputar Selamat berburu lailatul qadar gaaaaiiii-
agama. Tidak jarang juga diadakannya ke- issss
giatan kuliah subuh.
5. Terjaga dari bermaksiat.
Pastinya tetap saja ketika Ramadhan
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 27
MOZAIK
5 KEMENANGAN PASUKAN MUSLIM DI BULAN RAMADAN
S
Sebagai bulan suci umat Muslim, bulan
Ramadan menyimpan begitu banyak keber-
kahan di dalamnya. Dan ternyata, bulan Ra-
madan juga kerap kali mengantarkan umat
Muslim kepada kemenangan dan kejayaan.
Dan berikut adalah lima peperangan yang
dimenangkan oleh umat Muslim pada saat
bulan Ramadan.
1. Perang Badar
Perang Badar terjadi pada bulan Rama-
dan tahun kedua Hijriah. Umat Muslim ber-
hasil memenangkan perang ini. Ini merupa-
kan kemenangan besar yang pertama bagi menghancurkan berhala yang ditempatkan
pejuang-pejuang Islam dalam menentang di dalam dan sekitar Kakbah.
kemusyrikan dan kebathilan. Dalam perang Rasulullah membagi pasukannya men-
ini, Rasulullah SAW memimpin peperangan jadi empat bagian. Bagian pertama dipimp-
dengan melibatkan 313 pasukan Muslim, in oleh Khalid bin Walid untuk memasuki
sedangkan kaum Kafir Quraisy memiliki Mekkah dari bagian bawah. Bagian kedua
jumlah pasukan sebanyak 1.000 orang. Na- dipimpin oleh Zubair bin Awwam untuk
mun, semangat jihad yang membara di bu- memasuki Mekkah bagian atas dari bukit
lan Ramadan membuat pasukan Islam ber- Kada’ dan menegakkan bendera di Al-Hajun.
hasil menewaskan tiga pimpinan perang Bagian ketiga dipimpin oleh Abu Ubaidah
dari kaum Quraisy, yakni Utbah bin Rabi’ah, bin Al-Jarrah untuk memimpin pasukan
Syaibah bin Rabi’ah, dan Walid bin Utbah. dari tengah-tengah lembah hingga sampai
2. Fathu Makkah ke Mekkah. Bagian keempat dipimpin oleh
Fathu Makkah atau yang disebut den- Sa’ad bin ‘Ubadah untuk memimpin orang
gan Pembebasan Mekkah terjadi pada ta- madinah supaya memasuki Mekkah dari
hun 630 Masehi bertepatan dengan tahun arah sebelah barat. Dari Al-Hajun Rasulullah
ke-8 Hijriah. Rasulullah beserta 10.000 pasu- memasuki Masjidil Haram dengan dikelilin-
kan bergerak dari Madinah menuju Mekkah gi kaum Muhajirin dan Anshar. Setelah tha-
untuk menguasai Mekkah tanpa adanya waf mengelilingi Ka’bah, Nabi Muhammad
pertumpahan darah sedikitpun, sekaligus mulai menghancurkan berhala dan mem-
bersihkan Ka’bah. Dan selesailah pembe-
basan Mekkah.
3. Penaklukkan Andalusia
Penaklukkan Andalusia terjadi pada
bulan Ramadan 92 Hijriah atau Juli tahun
711 Masehi yang dipimpin oleh Thariq bin
Ziyad. Thariq bin Ziyad memimpin 12.000
pasukan yang mayoritasnya adalah bangsa
Berber, hanya 300 dari bangsa Arab dan 700
orang dari bangsa Afrika. Andalusia mulai
ditaklukkan oleh umat Islam pada zaman
28 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
5 KEMENANGAN PASUKAN MUSLIM DI BULAN RAMADAN
liki jumlah pasuka yang sama yaitu 20.000
pasukan dan bertemu Ain Jalut sehingga
peperangan ini disebut dengan Perang Ain
Jalut. Kekalahan pasukan Mongol ini dise-
but-sebut sebagai kekalahan mereka yang
pertama kalinya.
5. Perang Az-Zallaqah
Perang Az-Zallaqah terjadi pada Jumat
setelah Subuh bulan Ramadan tahun 459
Hijriah. Perang Az-Zallaqah sendiri memiliki
arti perang yang terjadi di tanah yang licin.
Tanah itu menjadi licin karena banyaknya
darah yang tumpah dan membuat para pa-
sukan tergelincir. Peperangan ini dipimpin
oleh Yusuf bin Tashfin yang mewakili kera-
jaan Islam dan Raja Castilian Alfonso VI me-
wakili kerajaan Kristen. Sebelum peperan-
gan dimulai, Raja Yusuf memberikan tiga
pilihan kepada Raja Alfonso VI apakah mau
masuk Islam, membayar upeti, atau ber-
perang. Rupanya Raja Alfonso VI memilih
berperang. Hal ini dilakukan dengan dimu-
lainya serangan dari kastilnya. Raja Alfonso
VI memimpin 2.500 tentara yang terdiri dari
1.500 pasukan kuda, 750 ksatria di antara
khalifah Bani Umayyah, Al-Walid bin Abdul umat Yahudi. Sedangkan Raja Yusuf memi-
mpin sekitar 7.500 tentara. Perang yang
Malik (705-715 M) Dalam proses penak- mengerikan ini akhirnya dimenangkan
lukkan Spanyol ini terdapat tiga pahlawan umat Islam yang dipimpin oleh Raja Yusuf.
Islam yang berjasa besar yaitu Tharif bin
Malik, Musa bin Nushair Bersama Thariq bin Sumber: Republika.co.id; Merdeka.com;
Ziyad. Di mana tentakel Islam sebelumnya Id.Wikipedia.org; Tribunnewswiki.com;
telah menguasai Afrika Utara dan menja- Hidayatullah.com Disederhanakan oleh:
dikannya sebagai salah satu provinsi dari Zidan Alghani
Bani Umayyah.
4. Perang Ain Jalut
Perang Ain Jalut terjadi pada 25 Rama-
dan tahun 658 Hijriah, atau bertepatan den-
gan 3 September 1260 Masehi. Peperangan
ini memperhadapkan Bani Mamluk Mesir
dengan Mongol. Pada peperangan ini, pa-
sukan Bani Mamluk dipimpin oleh Saifud-
din Al-Qutuz sedangkan tentara Mongol
dipimpin oleh Katbugha. Baik pasukan
Mamluk maupun pasukan Mongol memi-
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 29
JEJAK
SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI: ULAMA INDONESIA UNTUK DUNIA
A Al-'Allaamah Asy-Syekh keluarga yang sangat religius di Desa
Biografi
Al-Imaam
Muhammad Nawawi bin Umar al-Jawi al-
Syekh Nawawi AL-Bantani lahir dari
Bantani at-Tanari asy-Syafi'i (ةملاعلا ماملإا
يرانتلا ينتنبلا يواجلا رمع نب يوون دمحم خيشلا
Tanara, Serang, Banten, pada tahun 1230
يعفاشلا ) atau lebih dikenal Syekh Nawawi al-
H atau 1815 M, dengan nama Muhammad
Bantani merupakan salah seorang ulama
besar Indonesia yang mendunia. Beliau
adalah sulung dari tujuh bersaudara, yaitu
merupakan seorang intelektual Islam
Ahmad Syihabudin, Tamim, Said, Abdullah,
yang produktif. Beliau juga mengambil Nawawi bin 'Umar bin 'Arabi al-Bantani. Dia
Tsaqilah dan Sariyah. Ia merupakan
peran yang besar dalam menentang generasi ke-12 dari Sultan Maulana
kolonialisme Belanda. Hasanuddin, raja pertama Banten Putra
Sunan Gunung Jati, Cirebon. Nasabnya
melalui jalur Kesultanan Banten ini
sampai kepada Nabi Muhammad.
Ayahnya adalah KH Umar
bin Arabi, ulama dan penghulu
desa, sedangkan ibunya
bernama Zubaedah, seorang
ibu rumah tangga biasa.
Syaikh Nawawi menikah
dengan Nyai Nasimah, gadis
asal Tanara, Serang dan
dikaruniai 3 orang anak:
Nafisah, Maryam, Rubi'ah.
Sang istri wafat mendahului
dia.
Pendidikan
Sejak berusia lima tahun,
Syekh Nawawi sudah mulai belajar
ilmu agama Islam langsung dari
ayahnya. Bersama saudara-saudara
kandungnya, Syekh Nawawi
mempelajari tentang pengetahuan
dasar bahasa Arab, fiqih, tauhid, al-
Quran dan tafsir. Pada usia delapan
tahun bersama kedua adiknya, Tamim
dan Ahmad, Syekh Nawawi berguru
kepada K.H. Sahal, salah seorang ulama
terkenal di Banten saat itu. Kemudian
melanjutkan kegiatan menimba
ilmu kepada Syekh Baing Yusuf
Purwakarta. Setelah
enam tahun menuntut
ilmu, ia pulang dan
menggantikan posisi
ayahnya sebagai
pemimpin pesantren di
Tanara.
Di usianya yang
belum genap lima belas
30 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
SYEIKH NAWAWI AL-BANTANI: ULAMA INDONESIA UNTUK DUNIA
tahun, Syekh Nawawi telah mengajar menetap di Syi'ib 'Ali, Mekkah. Dia
banyak orang, sampai kemudian ia mencari mengajar di halaman rumahnya. Mula-
tempat di pinggir pantai agar lebih leluasa mula muridnya cuma puluhan, tetapi
mengajar murid-muridnya yang kian hari semakin lama jumlahnya kian banyak.
bertambah banyak. Kendati demikian, Mereka datang dari berbagai penjuru
Muhammad Nawawi hanya bertahan dua dunia. Hingga jadilah Syekh Nawawi al-
tahun mengajar di Tanara. Selanjutnya, Bantani sebagai ulama yang dikenal piawai
ia terinspirasi dari perkataan Imam Syafi'i dalam ilmu agama, terutama tentang
untuk bepergian menuntut ilmu. Nawawi tauhid, fiqih, tafsir, dan tasawwuf.
pun bertolak ke Makkah yang masyhur Nama Syekh Nawawi al-Bantani semakin
sebagai pusat pengajaran Islam di Masjid masyhur ketika dia ditunjuk sebagai Imam
Al-Haram. Masjidil Haram, menggantikan Syaikh
Sesampainya di Makkah, Muhammad Achmad Khotib Al-Syambasi atau Syekh
Nawawi berguru dengan banyak ulama Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Tidak
terkenal di Arab, seperti Sayyid Ahmad hanya di kota Mekkah dan Madinah saja
An-Nahrawi, Sayyid Ahmad Ad-Dimyati, dia dikenal, bahkan di negeri Suriah, Mesir,
Sayyid Ahmad Zaini Dahlan, serta Turki, hingga Hindustan namanya begitu
Syekh Muhammad Khatib Al-Hanbali. masyhur
Muhammad Nawawi belajar ilmu Pemikiran Penting
keagamaan di tanah suci selama tiga
tahun. Selepas itu, ia kembali ke kampung Syekh Nawawi memegang peran
halamannya dan melanjutkan pengajaran sentral di tengah ulama al-Jawwi. Dia
di pesantren ayahnya. menginspirasi komunitas al-Jawwi
untuk lebih terlibat dalam studi Islam
Peranan dan Perjuangan secara serius, tetapi juga berperan dalam
Setelah tiga tahun bermukim di Mekkah, mendidik sejumlah ulama pesantren
Syekh Nawawi pulang ke Banten sekitar terkemuka. Bagi Syekh Nawawi, masyarakat
tahun 1828 M. Sampai di tanah air dia
menyaksikan praktik-praktik ketidakadilan,
kesewenang-wenangan, dan penindasan Nama Syekh Nawawi al-
yang dilakukan pemerintah Hindia
Belanda terhadap rakyat. Tak ayal, gelora Bantani semakin masyhur
jihad pun berkobar. Sebagai intelektual ketika dia ditunjuk
yang memiliki komitmen tinggi terhadap
prinsip-prinsip keadilan dan kebenaran, sebagai Imam Masjidil
Syekh Nawawi kemudian berdakwah Haram, menggantikan
keliling Banten mengobarkan perlawanan
terhadap penjajah sampai pemerintah Syaikh Achmad Khotib
Belanda membatasi gara-geriknya, Al-Syambasi atau Syekh
seperti dilarang berkhutbah di masjid-
masjid. Bahkan belakangan dia dituduh Ahmad Khatib Al-
sebagai pengikut Pangeran Dipwonegoro Minangkabawi. Tidak
yang ketika itu sedang mengobarkan
perlawanan terhadap penjajahan Belanda, hanya di kota Mekkah dan
hingga akhirnya ia kembali ke Makkah Madinah saja dia dikenal,
setelah ada tekanan pengusiran dari
Belanda, tepat ketika puncak terjadinya bahkan di negeri Suriah,
Perlawanan Pangeran Diponegoro pada Mesir, Turki, hingga
tahun 1830. Begitu sampai di Mekkah dia
segera kembali memperdalam ilmu agama Hindustan namanya
kepada guru-gurunya. begitu masyhur
Syekh Nawawi mulai masyhur ketika
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 31
Islam di Indonesia harus dibebaskan dari keislaman. Syekh 'Umar 'Abdul Jabbar
belenggu Kolonialisme. Dengan mencapai dalam kitabnya, menulis bahwa Syekh
kemerdekaan, ajaran-ajaran Islam akan Nawawi sangat produktif menulis hingga
dengan mudah dilaksanakan di Nusantara. karyanya mencapai seratus judul lebih
Pemikiran ini mendorong Syekh Nawawi yang meliputi berbagai disiplin ilmu.
untuk selalu mengikuti perkembangan Banyak pula karyanya yang berupa syarah
dan perjuangan di tanah air dari para atau komentar terhadap kitab-kitab klasik.
murid yang berasal dari Indonesia serta Karya tafsirnya, al-Munir, sangat
menyumbangkan pemikirannya untuk monumental, bahkan ada yang
kemajuan masyarakat Indonesia. mengatakan lebih baik dari Tafsir al-Jalalain,
Selain pelajaran agama, Syekh Nawawi karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi dan
juga mengajarkan makna kemerdekaan, Imam Jalaluddin al-Mahalli yang sangat
anti Kolonialisme dan Imperialisme terkenal. Karya-karya dia di bidang Ilmu
dengan cara yang halus. Mencetak kader Akidah misalnya adalah Tijan ad-Darary,
patriotik yang di kemudian hari mampu Nur al-Dhalam, Fath al-Majid. Sementara
menegakkan kebenaran. Perjuangan dalam bidang Ilmu Hadits misalnya Tanqih
yang dilakukan Syekh Nawawi memang al-Qaul. Karya-karya dia di bidang Ilmu
tidak dalam bentuk revolusi fisik, namun Fiqih yakni Sullam al-Munajah, Nihayah
lewat pendidikan dalam menumbuhkan al-Zain, Kasyifah al-Saja, dan yang sangat
semangat kebangkitan dan jiwa terkenal di kalangan para santri pesantren
nasionalisme. di Jawa yaitu Syarah ’Uqud al-Lujain fi
Bayan Huquq al-Zaujain. Adapun Qami'u
Syekh Nawawi wafat di Mekah pada tanggal 25
Syawal 1314 H atau 1897 M. Makamnya terletak di
Jannatul Mu’alla, Mekah. Makam dia bersebelahan
dengan makam anak perempuan dari Sayyidina Abu
Bakar Ash-Shiddiq.
al-Thugyan, Nashaih al-'Ibad dan Minhaj al-
Di samping itu, upaya pembinaan Raghibi merupakan karya tasawwuf.
yang dilakukan Syekh Nawawi terhadap
komunitas al-Jawwi di Mekkah juga Wafat
menjadi perhatian serius dari pemerintahan Syekh Nawawi wafat di Mekah pada
Belanda di Indonesia. Produktivitas tanggal 25 Syawal 1314 H atau 1897 M.
komunitas al-Jawwi untuk menghasilkan Makamnya terletak di Jannatul Mu'alla,
alumni-alumni yang memiliki integritas Mekah. Makam dia bersebelahan dengan
keilmuan agama dan jiwa nasionalisme, makam anak perempuan dari Sayyidina
menjadi kekhawatiran tersendiri bagi Abu Bakar Ash-Shiddiq.
Belanda. Untuk mengantisipasi ruang Meski wafat di Jazirah Arab, namun
gerak komunitas al-Jawwi ini maka hingga kini setiap tahunnya selalu
pemerintah Belanda mengutus penasihat diadakan haul atau peringatan wafatnya
pemerintah, Christian Snouck Hurgronje Syekh Nawawi al-Bantani di tanah air,
untuk berkunjung ke Mekkah pada tepatnya di Pondok Pesantren An-Nawawi
tahun 1884-1885. Kedatangan Snouck ini Tanara di Tanara, Serang, asuhan K.H.
bertujuan untuk meneliti lebih lanjut dan Ma'ruf Amin. Haul Syekh Nawawi selalu
melihat secara langsung berbagai hal yang ramai dihadiri para santri Nusantara,
telah dilakukan oleh ulama Indonesia yang bahkan mancanegara.
tergabung dalam komunitas al-Jawwi. Disederhanakan oleh Ridho Jundullah
Karya-karyanya Sumber : https://tirto.id/gcAp dan https://
Karyanya amat banyak, bahkan id.wikipedia.org/wiki/Nawawi_al-Bantani.
diperkirakan lebih dari 100 kitab
32 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 33
RESENSI
KISAH AL-MASIH DALAM PERSEPEKTIF
AGAMA SAMAWI
JUDUL : AL-MASIH (LELAKI YANG DIURAPI)
PENULIS : TASARO GK
PENERBIT : PT. BENTANG PUSTAKA
TERBIT : CETAKAN 1, AGUSTUS 2021
TEBAL : 568 HALAMAN
ISBN : 978-602-291-859-2
P tidak pun berlayar
: NAILA MAHARANI (IMAD AKHWAT)
PERESENSI
“Penajahan
Begitu
Gesù,
Belanda
atas
dari
pribumi
naturalis
pernah
Italia,
akan
dapat saya terima
ribuan
mil
mengerti.
dan
n
u
demi
N
Batavia
m
a
men ge nal dari Italia ke
menyelesaikan
N y o n y a misi dari gereja.
dengan dekat Gesù harus
member itahu menghadapi
saya akan banyak or ang- or ang
hal, ini adalah licik yang terus
persahabatan memperlambat
an tar a upa y an y a
per empuan memburu
Muslim dan pusaka gereja
Nasrani.” yang sangat
S aa thi penting dan
menempuh penuh sejarah.
perjalanan Mereka
Panjang dari terpaksa saling
Mataram menuju mengandalkan
Batavia. Ia tanpa menyadari
ingin mengadu salah seorang
nashi dengan dari mereka
mengamen, men yimpan
memohon belas kejutan
kasihan warga be r b ah a y a ,
kota besa Hindia dan siap
Barat ini, yang men yingk ap
menghantarkan rahasia-rahasia
takdirnya dalam jerat perbudakan kepada besar. Dan, sepanjang penantian mereka
Nyonya Belanda yang membencinya tanpa di Batavia, tercetuslah sebuah kisah
alasan. perjalanan seorang lelaki yang diurapi
Tentunya Batavia tidak pernah ribuan tahun lalu; kisah yang mengajarkan
ramah dengan pendatang sepertinya. kecintaan kepada Sang Kuasa dan sesama
Saathi difitnah bahkan dijebloskan ke insan. Kelak, lelaki itu akan dielu-elukan
penjara yang membawanya berlabuh dengan beragam nama: Mesias, Masyiakh,
pada Kastil Gubernur Jenderal Batavia Al-Masih.
dan menjadi budak kesayangan Nyonya
Gubernur.
34 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
PESAN PEWARIS PERADABAN
JUDUL : SANG PANGERAN DAN JANISSARY TERAKHIR
PENULIS : SALIM A.FILLAH
PENERBIT : PRO-U MEDIA
TERBIT : YOGYAKARTA, 2019
TEBAL : 632 HALAMAN
ISBN : 978-623-7490-06-7
: KIREINA KHONSA A.
PERESENSI
S jawa mulai runtuh, para janissary terakhir ini
Sang Pangeran dan Janissary terakhir
Disaat kejayaan Daulah Utsmaniyah
adalah novel fiksi sejarah yang digarap
oleh da’I sekaligus penulis terkenal Salim
mengembara ke Tanah Jawa dengan
membawa pesan pewarisan peradaban,
A.Fillah, menyorot dengan akrab seorang
pangeran
bangsa
bahwa
Pangeran
yaitu
Nusantara sangat
Diponegor o ,
b e r p a du di kepulauan
dihar apk an
dengan kisah menjadi pewaris
petualangan para kebangk itan
Janissary terakhir. i s l a m .
Buku yang Pengkhianatan
berlatar perang yang dilakukan
Diponegoro ini, para kerabat
menarik Kembali Sang Pangeran
kita ke tahun 1800 me mb ua tn y a
untuk melihat sakit hati. Tapi
perjuangan kesultanan
dakwah para Y ogy ak ar ta
da’i dalam yang berada
m e n y eb a r k a n dalam kejahilan,
agama islam memper k ua t
di Nusantara tekadnya untuk
terutama di menjadik an
Y ogy ak ar ta. Tanah Jawa
P anger an sebagai ‘Balad
Diponegor o Islam’. Buku islam
yang bertekad pertama dari
mendirikan ‘Balad tetralogi Sang
Islam’ di tanah Pangeran ini,
jawa Bersama memiliki alur
para pasukannya maju mundur
Bulkiyo, Arkiyo, tetapi kita tidak
Turkiyo, dan Barjamuah yang dipimpin akan sulit untuk membacanya karena
oleh para kyai. Pasukan tersebut terdiri disetiap awal bab dituliskan tempat,
dari santri, lasykar-lasykar yang dibentuk tanggal, dan tahun.
oleh warga, bahkan para pangeran di
kesultanan Yogyakarta.
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 35
PUISI
DI MANA KITA? HANYA UNTUKMU
Karya: Atifa Zahra N.A (V KSDIT) Karya: Rajwa L. (IMAD Akhwat)
Di mana kita sekarang? Ketika
Berada di tempat sunyi nan sepi Langit membersamai kisah ber-
Berada di dunia fana macam rupa
Dan zaman telah berubah Tanah menjadi pijakan ceritanya
Angin bersenandung mengentarkan
tiap-tiap rasa
Teringat masa lalu… Laut diam seolah mendengarkan tu-
Semua fokus beribadah lus setiap goresnya
Sekarang fokus mengejar dunia
Semua orang maruk akan harta Hujan berbaik hati mendamaikan
gersang ulah manusia
Semua hanya mendengar bisikan Lalu dengan tenang memutar ulang
memori indah di kepala
syaiton Bulan pun turut ikut serta
Dan mengabaikan perintah Allah Membuat nyaman di dinginnya
Sedikit demi sedikit dosa datang malam
Sedikit demi sedikit pahala terkuras
Meski tak se fantastis sang Mentari
Jadi di mana kita sekarang? Yang pulang dan pergi keanggunan-
Tak ada yang tahu nya
Wahai kebanyakan dari yang tidak
menyadari..
Awan-awan bercengkrama bagai
lukisan
SAMBUT RAMADHAN Formasi bintang terhamnpar bagai
not-not nyannyian
Karya Dea R. (IMAD Akhwat) Hanya untukmu…
Berinteraksi amat paripurna sebuah
Bulan suci kan segera tiba takdir
Bulan mulia yang penuh dengan se- Ditulis dengan khidmat tanpa cacat
gala rahmat oleh sang pemilik jagat raya
Mari bersihkan hati dan raga
Hilangkan segala iri dan dengki Bulan Mulia
Mohonlah ampunan pada sang pen- Karya : Azmah A.F (V Khodijah)
cipta
Menyambut bulan suci Bulan mulia…
Saling maafkan bersihkan hati Bulan yang sangat kunanti-nanti
Siapkan bekal tuk Ramadhan nanti Terhapus dosa besar maupun kecil
Menahan diri dari subuh hingg magh- Bulan yang dinanti orang muslimin
rib Bulan penuh pahala
Bulan penuh pengampunan
Tak lupa tilawah di pagi dan sore hari Bulan yang dinanti Rasulullah
Bulan yang membuat kita tahu rasa
lapar, haus yang dialami fakir miskin
Sangat sulit dimengerti
36 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
HILANG PUASA DARI NEVER GIVE UP
RAMADHAN Karya: Asadel R.H (IX IMAD Ikhwan)
Karya: Rizwar (X IPA IMAD Ikhwan) Banyak pohon rindang
Riuh rendah Ramadhan diraya-raya- Musim buah berselang
kan Tersinar cahaya terang
Sampai puasa wajahnya hilang Dunia terlibat belang
Gegap gempita pesta Ramadhan
Puasa ‘tak diperdalam Ada apasih kawan?
Seakan dunia ini bergetar
Orang shiyam tanpa shoum Terhentak kaki lawan
Puasa dendam makan dan minum ‘Kan dicoba melawan
Bulan Ramadhan dipuja, disanjung Berhasil ‘tak berhasil
Puasa ‘tak diingat sepanjang tahun
Dicoba ‘kan tetap tegar
Bulan Ramadhan, bulan pengendalian
Bulan Ramadhan bukan bulan pelam-
piasan RINTIH RANTAU
Habis-habis agama diperjualbelikan
Sampai hilang puasa dari Ramadhan Karya: cang (IMAD Ikhwan)
Juli 2019 merupakan sejarah
Perjalanan Panjang tak tentu arah
KADUNG Perasaan hampa penuh canda hing-
ga duka
Karya: Zia Naim (XI Ipa IMAD Ikhwan) Mengantarkan jiwa berlumur noda
Hari demi hari berganti
Tak ada sesuatu yang berarti Juli 2019 awal mula peristiwa
Tentang balutan melodi air mata
Semua hanya menjadi mimpi Tentang berubahnya sebuah nama
Padahal itu memiliki arti Tentang rasa sakit di lambung hing-
ga kepala
Tidak perlu ada yang disalahi
Semua telah terjadi Saban waktu tak kunjung tiba
Kini tinggal meratapi Merengkuh, memeluk sesak di dada
Yang tidak bisa diulang kembali Raga ingin Kembali, rindu ingin ber-
sua
Bertopang dengan kemauan Namun hati tak meridohi sebab per-
Dengan cara yang menantang juangan belum usai
Meluangkan sebuah pengorbanan Tangis luluh dalam sunyi
Untuk melangkah sejauh waktu Sedih terpatri dalam sanubari
bergerak Senyum hampa bagai ilusi
Kala rindu menikam relung hati
Keajaiban datang menghampiri
Bagi setiap insan yang berserah diri Akankah diri ini Kembali
Dengan rumitnya lika-liku hidup ini Menapak jejak memperbaiki
Sangat sulit dimengerti Ataukah tetap terpaku di sini
Hingga setiap detik terhenti
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 37
CERPEN
PERJALANAN MASIH PANJANG
Karya: Kholif Al-Masyriq (IMAD Ikhwan)
S Jangan menyerah. Ana selalu mendukung
“Sip lah, yang penting semangat terus.
Sinar pagi menyingsing ruas-ruas
jalan, bunga-bunga mulai memekar dari
antum, Sal. Ingat Allah selalu Bersama orang
kuncupnya. Hari ini sudah aktif KBM di
yang berbuat baik.” Sedikit nasihat dariku
pondok Fajar Hidayah yang sebelumnya
agar ia tidak suka malas di waktu-waktu
sempat libur semesteran selama dua pekan
lamanya.
kosong.
“Sal, gimana persiapan tasmi 10 juz-nya.
Udah siap?” tanyaku pada Oksyal di saat
“Adel!” tegur Pak Badru, guru Al-Qur’an di
kami sedang mengantri mandi. pondok ini. *****
“Insyaallah Del, bulan depan lah mentok- “Iya, Pak. Ada apa?” tanyaku heran.
mentok, biar persiapannya sangat matang,” “Begini… Sekolah kita mengadakan
jawab Oksyal, teman seperjuanganku lomba. Biasa lah tiap tahun di pondok ini
selama tiga tahun ke belakang di pondok selalu mengadakan event FENTRITIF se-
ini.
Bekasi Raya,” kata Pak Badru, “kan antum dari
38 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
PERJALANAN MASIH PANJANG segi hafalan dan bacaan lebih bagus dari FH yang sudah agak lama sejak berdirinya.
Tertinggal satu orang lagi. Mereka yang
santri yang lain. Mau gak ikut lomba MHQ di
setiap kuajak, tidak ada yang mau satu pun.
event FENTRITIF ini?”
“Boleh Pak. Insyaallah sih ana siap. Juz
Karya: Kholif Al-Masyriq (IMAD Ikhwan) 29-30 kan, Pak?” Sudahlah, bairkan saja tentang itu, Aku harus
membulatkan tekad dan meluruskan niat
“Iya. Santai aja dulu sekarang mah. saja agar nanti tidak grogi di atas panggung.
Jangan terlalu fokus pada hadiahnya, ya. “Del, gimana? Ada yang mau ikut gak?”
Nanti lombanya tanggal 23 hari Sabtu, bulan tanya Oksyal yang sedari tadi menyuruput
ini,” jelas Pak Badru. kopi khas buatannya.
“Sip, Pak,” ucapku sekalian pamit mau “Gak ada yang mau. Padahal akhwat
beres-beres seragam yang ingin dipakai hari sudah mengirim 5 utusan. Lah kita… Cuma
ini. berdua doang?!” keluhku, “Sal, kayaknya tuh
“Tunggu, 2 orang lagi ajakin yang mau,” kopi harus diberhentikan dulu. Kan bentar
kata Pak Badru di balik punggungku. lagi lomba nih, jaga tubuh dulu dah. Biar
nanti pas hari-H gak sakit.”
“Oke, Pak. Siap laksanakan!” jawabku
“Iya, deh. Ana tau… Yaudah ana
dengan mengangkat tangan kanan posisi gak minum kopi dulu seminggu ini,” balas
hormat pada Bendera Merah Putih. Oksyal. Padahal di dalam hatinya ia berkata,
***** dah lah, apa kata dunia. Memang si Oksyal itu
Teng Teng Teng… orangnya suka minum kopi, sampai-sampai
Suara lonceng sekolah yang berbunyi, lupa waktu. Itu sudah kebiasaannya dari kecil
menandakan waktunya jam istirahat untuk di saat ia berumur 5 tahun. Ya, seperti itulah
para pelajar Ponpes FH. Aku mengajak kehidupannya yang unik sedari kecil. Selalu
Oksyal pergi jajan ke kantin dan seperti biasa saja membuat orang-orang menganga lama
Aku selalu mentraktirnya setiap jajan, karena dan tertawa mustahil.
ekonomi keluarga Oksyal tidak mencukupi *****
untuk mengirim uang jajan padanya. H-1
Terkadang ia suka menolak ajakanku karena Di udara malam banyak sekali kelelawar
ia suka tidak enakkan padaku. beterbangan. Awan-awan mulai menebal,
“Sal, sebentar lagi sekolah kita akan bintang-bintang sudah dilukis alam malam.
mengadakan event FENTRITIF yang Bulan mulai bersembunyi malu-malu
mengundang se-Bekasi Raya. Nanti juga ada di balik awan. Burung hantu berseuara
lomba MHQ kategori 2 juz. Mau ikut gak?” seperti “Hai, hai, hai” pada orang yang
tanyaku pada Oksyal yang sedang melahap berlalu-lalang. Suara riuh di dalam masjid
kue kacang bundar sedikit tebal. menggema hingga terdengar di sekitar
“Hmm… Tanggal berapa emangnya?” masjid, lantunannya yang merdu nan indah
balasnya. menggetarkan segala penjuru. Halaqoh
“Tanggal 23 hari Sabtu, bulan ini,” malam selalu seperti itu, tidak pernah sepi
lanjutku. orangnya yang di dalam.
“Oke, dah. Insyaallah bisa. Sekalian “Adel, besok mau pake seragam apa?”
nyari pengalaman baru,” kata Oksyal yang tanya Pak Badru setelah memanggilku dari
menyetujui ajakanku tadi. kejauhan.
“Tapi nanti tes ana ya selesai lomba. Biar “Kurang tau, Pak. Coba tanya Oksyal dulu,
persiapan tasminya tambah lancar,” pinta kali aja dia punya usulan yang bagus,” usulku
Oksyal. dan langsung segera memanggil Oksyal
yang tidak jauh dari halaqohku. Setelah kami
“Siap, bos. Nanti ana luangin waktu ana berbincang lama, akhirnya kami sepakat
buat antum dah, biar persiapannya lebih memakai kemeja putih yang kebetulan kami
lancar lagi,” jawabku dengan mengacungkan punya sama persis dari segi warna, corak dan
jempol ke arah Oksyal. Setelah jajan kami merk. Kemudian kami pamit untuk pergi ke
menuju kelas karena suara lonceng sudah halaqoh masing-masing.
berbunyi menandakan jam istirahat telah
Keesokan harinya, Aku dan Oksyal
usai. bergegas berangkat karena waktu
***** menunjukkan jam tujuh lewat lima belas.
Lima hari lagi Aku dan Oksyal akan Kami tidak hanya berdua, tetapi ada kakak
tampil di atas panggung mewakili Pondok kelas yang menemani kami dari awal hingga
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 39
akhir perlombaan. Namanya Kak Raka dan Bismillah, pasti bisa, semangat Del dan
Kak Miftah. Mereka sudah berpengalaman hanya kata-kata itu di kepalaku.
mengikuti lomba MHQ mewakili FH di “Assalamu’alaikum,” ucapku saat di
kejuaraan-kejuaraan tingkat kecamatan, depan pintu.
kabupaten, bahkan di tingkat provinsi. “Wa’alaikumussalam, eh si Adel. Sehat?”
Di event FENTRITIF ini ada sepuluh ujar salah satu juri yang memang sudah
lomba yang di antaranya yaitu lomba mengenalku.
MHQ, futsal, pidato, rangking 1, dll. Sekolah
yang mendaftar saja sampai 50 dan “Alhamdullilah. Sehat, Pak,” balasku.
perwakilannya minimal 2 orang. Huh… baru “Silahkan ambil amplopnya satu, terus
kali ini melihat perlombban segini ramainya. kasih kesini,” tunjuk beliau, “coba lanjutkan
Lokasi MHQ tingkat SMP berada di musholla ayat ini… “
akhwat yang tak jauh dari lapangan. Jalan Memang sedikit gemetar, tapi Aku
menuju lokasi pun tertutup oleh akhwat harus bisa melawannya. Tarik napas dalam-
yang sedang asyik menonton futsal tingkat dalam lalu buang, itulah caraku untuk
SMP bertanding. Mau tidak mau kami menenangkan diri. Tak dirasa lima soal telah
harus menundukkan pandangan selama kulewati dengan baik, tidak ada salah sedikit
perjalanan. pun. Tidak lama Aku keluar, Oksyal pun
“Akhirnya sampai juga. Ugh… dasar tuh memasuki ruangan dengan gayanya yang
santai dan rileks.
Di event FENTRITIF ini ada sepuluh lomba yang di
antaranya yaitu lomba MHQ, futsal, pidato, rangking
1, dll. Sekolah yang mendaftar saja sampai 50 dan
perwakilannya minimal 2 orang.
akwat nyempit-nyempitin jalan aja,” ujarku “Kak. Alhamdulillah benar semua,”
yang sedari tadi kesal dengan mereka. ucapku.
“Sudahlah biarkan saja. Kan mereka “Alhamdullillah, semoga bisa masuk final
memang tak punya tempat untuk sepuluh besar,” balas mereka.
menonton, kursi-kursi Panjang juga sudah “Aamiin.”
penuh sama sekolah lain,” balas Oksyal yang
berusaha menenangkanku. Saat Oksyal keluar dari ruangan ujian,
Biarlah urusan yang tadi, sekarang dengan bangganya ia berjalan lambat
fokuslah pada satu titik. Tunggu sebentar, yang sudah mengodekan kepada kami
“Oke” oleh jari telunjuk dan ibu jarinya yang
kayaknya kami lupa registrasi ulang. Wah, membentuk huruf O.
betul kan lupa. Jadinya kami mendapat
nomor urut paling akhir. Dasar lalai. Sudahlah Pujian pun banjir pada kami yang telah
balik saja. Nanti kembali lagi setelah ishoma. lolos ke babak final sepuluh besar. Tanpa
***** disadari detak jantungku melesat cepat.
Mata ini membuat sadar bahwa babak
Jam 13:30 fina sudah di depan mata. Tak terasa kalau
“Del, Oksyal. Cepetan nanti kelewat loh,” Aku sudah berjuang sepanjang ini. Fuhhh
kata Kak Raka yang sudah rapih sedari tadi. akhirnya…
“Iya, bentar kak,” kataku yang sedang “Bro.” Suara Oksyal mengejutkanku dari
memakain kaus kaki dan sepatu. Lima menit belakang.
kemudian, kami berangkat lagi dengan “Apaan,” kataku dengan wajah yang
semangat juang kami yang kami rasa dari kaget sebentar.
tadi. “Nanti kita lawannya akhwat semua, Bro,”
“Del, tes nih,” ajak Oksyal yang sudah keluh Oksyal padaku.
mengode kalau ingin saling simak. Tidak “Serius?” tanyaku tak percaya lawannya
lama kemudian namaku dipanggil. Aku seribet ini.
berkata dalam hati, Ya Allah, cepat banget.
40 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
“Iya, tadi ana iat suratnya di hape pengumuman pemenang lomba. Dilanjut
pembimbing ana,” lanjutnya. jam 13:15 acaranya sudah mulai ramai oleh
“Biarin lah, gapapa kita bantai aja para peserta MHQ dan pidato. Jantungku
semuanya,” usulku. berdetak cepat tak karuan ketika MC
“Sip,” balasnya. berkata, “Juara 3 MHQ tingkat SMP diraih
oleh…” Keringat dingin tak mau berhenti.
***** Buyar sudah harapanku untuk menjadi
Hari besar pun tiba. Teknisnya tingkat pemenang, “Ananda Nuha Nadhrotunna’im.”
SMP digabung dengan SD, dan tampilnya Suara MC sudah meluluhlantakkan
berantian. Satu SMP dilanjut dengan SD dan semua semangatku. Apalagi dia satu
seterusnya. pondok denganku. Sudah pasti juara duanya
“Bismillah. Pasti bisa, pasti bisa, tidak ada adalah Oksyal dan juara satunya Shiva Safira
yang tidak bisa,” ucap Oksyal padaku. dari Nurrohman. Huh… tubuhku lemas tak
Lokasi lomba sekarang di Masjid FH bertenaga, suara yang sudah mulai serak
yang sudah dipadati para peserta lomba. membuat suasana tambah kacau. Setiap
Setelah kami mengurus surat registrasi dan ada yang datang pasti ada yang pergi.
sebagainya, kami duduk manis di sebelah “Del, antum gak boleh nyerah begitu aja
kanan belakang masjid. Lomba pun dimulai, dong. Tetap semangat, perjalanan masih
para peserta bergantian maju. Aku sudah panjang. Ahli hikmah pernah berkata, ‘Ash-
panik duluan sebelum dipanggil. Shobru yu’iinu alaa kulli ‘amalin,’ kesabaran
“Ananda Adel Dino Putra dipersilahkan itu menolong setiap pekerjaan. Jangan
maju ke panggung,” kata seorang MC. pernah putus asa, ingat ini pena menuliskan
kata jua kalimat, kuas melukiskan gambar
Tiga soal telah kulewati. Tarik napas yang indah, manusia menorehkan amal
panjang-panjang tak berhenti kulakukan dalam karya, sedangkan meurnian hati
disaat soal ke empat, Aku sedikit terpeleset mewadahi setiap amalnya.” Begitu nasihat
di satu ayat yang akan mengurangi nilai Pak Badru yang indah membuat Aku
akhir. Total seluruh soal ada delapan yang tersadar kalau perjalananku masih panjang.
terdiri dari tiga tebak surat, empat lanjut
ayat, satu membaca satu halaman dari surat “Nih bagi dua,” kata Oksyal mencoba
pilihan. menghiburku.
Semua soal telah kulewati, tinggal “Makasih Sal, mungkin ana cuma butuh
menunggu hasil akhir saja. Saat Oksyal maju waktu sendiri,” kataku dilanjut dengan
berbalik badan dan meninggalkan masjid,
ke panggung dan menjawabnya dengan Aku harus ikhlas menghadapi ini.
benar semua, Aku sudah yakin Oksyal pasti
bisa menjadi juara di atasku. Itulah empat tahun lalu sebelum Aku
Adzan Zuhur dikumandangkan, Kami menjadi mahasiswa UIN yang sering
ishoma terlebih dahulu sebelum mendengar mendapatkan apresiasi dari guru-guru dan
teman-temanku disana.
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 41
IKHLAS ITU BERKAH
Karya: Alya & Erlintang (IMAD Akhwat)
P lain. “oke, habis istirahat kita ke kelas ambil
Pukul 10.00 WIB kantin sekolah ramai
“sama, aku juga Sen.” kata teman yang
oleh para siswa yang sedang beristirahat
uangnya, terus kita kasih ke kelas sebelas.”
melepaskan penat. Di pojok kantin,
segerombolan siswa kelas sepuluh tengah
Kata Abyan
berbincang-bincang sambil menyantap
“siappp.” sahut Arsen dengan mantap.
jajanan kantin yang mereka beli.
Arsen dan teman temanya pergi menuju
“Woi, denger-denger kelas sebelas
sumbangkan.
mau ngadain acara santunan buat anak
yatim piatu, kalian udah pada nyumbang kelas untuk mengambil uang yang akan di
Sesampainya di kelas, Arsen mengambil
belum?” ucap Arsen membuka topik dompetnya dan terdiam melihat isi
pembicaraan. dompetnya. Ares yang melihat Arsen
“Aku sih udah,” sedang terdiam langsung menghampiri
“Aku juga udah,” Arsen untuk bertanya.
“Aku udah kemarin,” “kenapa Sen?” tanya Ares
“Terakhir kapan sih guys?” tanya Arsen “kayaknya aku gak jadi donasi deh,
sambil melahap bakwannya. soalnya uangnya hilang Sebagian,” jawab
“Hari ini.” jawab Ares. Arsen mengeluh
“aku belum nih, sisa duitku juga ada di “kok bisa?” tanya Ares heran.
kelas.” Kata Arsen. “nggak tau, padahal aku taruh di dalam
tas” jawab Arsen yang juga kebingungan.
42 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
IKHLAS ITU BERKAH Jawab Arsen sambil memasang raut wajah
licik.
“nggak boleh gitu Sen. Kita kan gak
Karya: Alya & Erlintang (IMAD Akhwat) tau uang itu milik siapa?” ucap Ares
lantang. Tiba-tiba seorang bapak paruh
“ udah baya menghampiri mereka dengan wajah
nggak apa-apa, cemas.
ikhlasin aja Sen. “permisi dek, liat dompet kulit warna
Sekarang sisa coklat di sekitar sini gak?” tanya bapak
uang yang ada tersebut.
kamu donasiin “yang isinya uang sekitar satu juta
aja” ucap bukan pak?” ucap Ares menanggapi.
Ares sambil “wah, iya dek. Kok kamu tau?” tanya
mer anngk ul bapak itu terkejut.
bahu Arsen.
“tapi ini “ini bukan pak dompetnya, tadi saya
uang jajan aku menemukannya di sana.”kata Ares sambil
menyerahkan dompet tersebut.
buat seminggu
Res, sedangkan “Wah, iya bener dek. Ini punya saya,
uangnya sisa makasih ya.” ucap bapak itu dengan raut
lima puluh bahagia. “ini dek kebetulan ada sedikit
ribu” kata Arsen rezeki lebih jadi saya kasih buat adek-adek.”
dengan raut Sambung bapak itu sambil menyerahkan
sedihnya. dua lembar uang lima puluh ribu kepada
“ ng g ak Arsen dan Ares.
apa-apa Sen, “tidak perlu pak, makasih banyak”
insy aallah Jawab Ares tak enak. “Udah ga apa-apa,
kalau kamu anggap aja ini tanda terimakasih saya ke
ikhlas Allah kalian.”
akan gantiin “Yaudah pak, kita pamit pulang dulu.
lebih dari apa Makasih ya pak.” Pamit Ares sopan.
yang kamu Arsen dan Ares melanjutkan perjalanan
ik hlask an ” mereka menuju rumah masing-masing.
ucap Ares
menasiha ti. “Akhirnya punya uang lagi guys.” Ucap
Akhirnya Arsen Arsen senang.
mengikhlaskan “Tuh kan, aku kan udah bilang. Kalo
uang lima puluh ribunya untuk di Allah akan gantiin lebih dari apa yang
donasikan. Mereka pun pergi bersama kamu ikhlasin.” Ucap Ares.
menuju ruang kelas sebelas untuk “Makasih Ya Allah..” Sahut Arsen lantang.
mendonasikan uang mereka. Akhirnya mereka pulang ke rumah
Jam menunjukan pukul 14.00 WIB. masing-masing dengan Bahagia.
Waktunya murid-murid Kembali kerumah
masing-masing. Ares dan Arsen pulang ke
rumah masing-masing dengan berjalan
kaki bersama. Saat sedang asik berjalan, tak “nggak apa-apa Sen,
sengaja Arsen merasa kakinya menginjak
suatu benda dan ia segera mengambilnya. insyaallah kalau kamu
“Res, lihat aku nemu dompet nih” ucap
Arsen sambil membuka dompet tersebut. ikhlas Allah akan
“punya siapa?” tanya Ares. gantiin lebih dari apa
“nggak tau punya siapa, tapi isinya duit yang kamu ikhlaskan”
banyak banget. Kita harus gimana nih?”
ucap Arsen. ucap Ares menasihati.
“gimana kalau kita ambil aja uangnya.
Lumayan kan aku habis kehilangan uang.”
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 43
CERbung
H menyelimuti Desa TERI LELE
Hari yang indah, pagi ini matahari
hangat
cukup
berdesing
Burung-burung
Maungar.
Karya: Ariq Bafee & Hafid Luqman (XI IPA IMAD Ikhwan)
indah bagai melodi yang berirama, di
gerbang utama desa sudah ada Lisa dan
kepala desa yang menunggu tim Teri
Lele kunjung. Setelah beberapa menit,
dari kejauhan terlihat Eljin dan kawan-
kawannya. Mereka memakai baju serba
hitam seperti layaknya seorang ninja.
Tujuan mereka memakai baju serba
hitam adalah, menyesuaikan tugas
pada kali ini, karena tugas kali ini adalah
menyusup dan membawa guru Karen
pulang ke desa. Tetapi, jika kondisi tidak
memungkinkan untuk menyelinap,
terpaksa harus menggunakan cara
alternatif. Mereka sudah dekat.
“Perkenalkan, ini Lisa, pengguna
elemen tanah, ia juga seorang petualang.”
Kepala desa memperkenalkan Lisa.
“Hai, aku Lisa.” Lisa melaimbaikan
tangan. Wanita itu lebih tua dari Eljin dan
teman-temannya. Jelas saja, karena Lisa
adalah teman dari guru Karen. Eljin tak
acuh dengan sapaan Lisa. Eljin terlihat
dingin.
“Ayo kita berangkat.” Eljin berkata
datar. Semua terlihat terpangu melihat
sikapnya, ‘tak biasanya Eljin seperti
itu, karena ia adalah anak yang sangat
humoris. Entah apa yang ia pikirkan
sampai membuatnya gundah. Eljin
berjalan di tengah Lisa dan kepala desa.
Sungguh ‘tak sopan.
“Yasudah, ayo kita berangkat, lebih
cepat lebih baik!” tutur Lisa memihak
Eljin. Semua berpamitan dengan kepala
desa, kecuali Eljin, karena ia sudah
jalan lebih dulu dan akhirnya mereka
meninggalkan desa dan pemimpinnya
menyusul Eljin.
*****
Lisa memimpin perjalanan. Mereka
mengambil rute yang aman dari segala
huru-hara. Mereka tidak mau stamina
yang mereka miliki habis sebelum
sampai di tempat tujuan. Memilih jalan
melalui perhutanan adalah solusi yang
terbaik untuk perjalanan mereka. Lisa
sang petualang sangat familiar dengan
perhutanan di luar desa. Jalan yang
mereka pilih tentu saja sangat rumit,
tidak ada tanah yang tidak memiliki
rumput untuk menunjukan arah, semua
tanah diselimuti oleh rumput, mulai dari
44 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
EPISODE 2 engah. Eljin kesal, karena merasa
dipermainkan. Saat Lisa menambah
kecepatannya lagi, Eljin menggunakan
Karya: Ariq Bafee & Hafid Luqman (XI IPA IMAD Ikhwan) Teknik bergerak cepatnya untuk
menyalip Lisa, sontak Lisa pun kaget
dan berhenti. Eljin memberikan pukulan
rumput yang tinggi tornado kedada Lisa, membuat Lisa
sampai rumput yang terpental beberapa Langkah.
pendek, ditambah “Apa yang kau lakukan! Apa kau
pepohonan yang sengaja membuat kami Lelah!” Eljin
besar membuat membentak Lisa.
suasana sejuk. “Apa kau akan menyerang kami ketika
“Lisa, apakah kami lelah, apa kau akan menculik kami
perjalanan kita setelah menculik Guru kami. Hah!” tuduh
cukup jauh?” tanya Eljin.
Vairiz membuka
pembicaraan. “Jaga mulutmu Eljin!” Vairiz menarik
“Hmmm, bisa kerah Eljin.
dibilang gitu,” Lisa “Vairiz, lepasin dia,” Lisa mewanti-
membalas. Tiba-tiba wanti. Vairiz pun melepaskan Eljin,
Lisa mengangkat Lisa melangkah ke arah Eljin dengan
tangan kanannya, senyuman damai. Eljin masih menatap
meng isy ar a tk an sinis Lisa. Lisa mendekatkan wajahnya
untuk berhenti sekitar satu jengkal.
melangkah. Lisa “Maaf yah.” Lisa memberikan
meletakkan kedua kelingkingnya seraya minta maaf. Eljin
tangannya ke menghiraukannya, malah membuang
tanah merasakan muka. Lisa masih menjaga senyumannya.
getaran yang ada di “Apa yang kau katakan tadi itu semua
permukaan. salah, aku sengaja bertindak seperti itu,
“Ada apa Lisa?” karena aku tau, jika kita hanya terus
Vairiz terheran berjalan maka perjalanan kita akan lama.
melihat Lisa. Toh, jika kalian lelah aku tidak akan
“Semuanya diam, menyerang kalian, karena aku pun lelah
jangan ada yang dan mustahil juga satu Wanita melawan
bergerak, Eljin cepat tiga pria hebat sepertimu,” penjelasan
deteksi tempat ini!” damai dari Lisa disertai ucapan yang
manis membuat Eljin tersipu malu.
“Tidak bisa, Ia malu atas kebrutalannya tadi. Eljin
pikirannya sedang menjemput kelingking Lisa.
kacau, ia sulit untuk
fokus!” Nalgana
membantah Lisa.
Lisa malah “Kalau itu, sebenarnya
tersenyum. Tiba-
tiba Lisa lari seakan aku membuntuti mereka
ada bahaya yang
akan datang. Sontak saat aku berhasil
mereka bertiga meloloskan diri. Setelah
mengejar Lisa. Saat
mereka sudah dekat tau markas kediamannya
dengan Lisa, Lisa
malah menambah aku langsung pulang ke
kecepatan lagi, desa dan melapor,” Lisa
begitu pun
seterusnya. Kini menjelaskan,
mereka bertiga
sudah terengah-
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 45
“Maafkan aku Lisa, tapi tetap saja “Oh, ini akan ku tembakan kepada
manipulasimu tidak lucu, membuatku musuh utama kita.” Nalgana menjelaskan
panik dan kesal” sembari memegang anak panahnya.
“Hahaha… iya, aku akan “Baguslah, semoga berhasil!”
memaafkanmu. Tapi, kau harus Eljin sedari tadi berada di atas pohon,
memaafkan ku!” pandangannya kosong, hatinya masih
“Oke.” Eljin kembali tersenyum. saja gusar mengkhawatirkan ibunya.
Lisa melepaskan ikatan kelingkingnya, Lisa yang merasa iba melihatnya, ia
menegakkan badannya dan menerawang memanjat pohon menyusul Eljin berniat
ke segala arah untuk memastikan menghiburnya.
perjalanan. “Hai Eljin, kau sedang apa?” Lisa
“Yasudah, kita istirahat di sini untuk bertanya, lalu duduk di sebelahnya. Eljin
memulihkan tenaga kita,” ujar Lisa. melirik sekilas kehadiran Lisa.
Semuanya mencari tempatnya masing- “Bagaimana kondisi Ibu sekarang
masing yang nyaman untuk beristirahat. ya?” tanya Eljin sembari mendongakkan
***** pandangannya ke langit.
Hutan yang rimbu dengan dedaunan “Kau anak yang sangat berbakti yah,
membuat suasana teduh nan sejuk, Ibumu pasti bangga,” ucap Lisa memuji.
“Apa yang kau katakan tadi itu semua salah, aku
sengaja bertindak seperti itu, karena aku tau, jika kita
hanya terus berjalan maka perjalanan kita akan lama.
Toh, jika kalian lelah aku tidak akan menyerang kalian,
karena aku pun lelah dan mustahil juga satu Wanita
melawan tiga pria hebat sepertimu,”
seterik apa pun matahari, cahaya “Hahaha, iya kali.” Kekhawatiran Eljin
dan panasnya akan tetap sulit untuk mulai melarut dan menampakkan mimik
menembus hutan yang rimbu. yang ceria.
“Berapa lama lagi kita akan sampai?” “Aku senang melihatmu Bahagia,
tanya Vairiz. karena tidak bagus juga kalau kau
“Sebentar lagi juga sampai,” balas menjalankan tugas dengan hati dan
Lisa. pikiran gelisah.” Empati Lisa mulai
“Bukankah bahaya kalau kita istirahat muncul.
di sini?” “Iya aku tau itu, yasudahlah ayo kita
“Hahaha… ya tidaklah, karena aku lanjutkan perjalanannya.”
sudah memiliki rute teraman.” “Baiklah.” Lisa tersenyum manis ke
“Oh, baguslah. Tapi bagaimana kau arah Eljin. Lisa pun turun dari pohon,
tau Guru kami di mana?” Nalgana yang begitu pula dengan Eljin.
menyimak ikut andil dalam obrolan. “Vairiz, Nalgana, ayo kita lanjutkan
“Kalau itu, sebenarnya aku perjalanannya!” seru Lisa.
membuntuti mereka saat aku berhasil “Oke,” Nalgana dan Vairiz membalas
meloloskan diri. Setelah tau markas antusias.
kediamannya aku langsung pulang ke
desa dan melapor,” Lisa menjelaskan, “Oh
iya, Nalgana kenapa kau membawa satu Bersambung…
anak panah yang berbeda?” lanjut Lisa
menunjuk tas anak panah milik Nalgana.
46 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
CERGAM
LUPA
Oleh: Shofwan M (Santri IMAD Ikhwan)
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 47
SELF HEALING
Oleh: Adryla dan salma (Santri IMAD Akhwat)
48 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21
BOLEH NYICIP
Oleh: Naina dan Ijatun (Santri IMAD Akhwat)
MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21 49
50 MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 21