The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Santri Al Bayan EDISI 32, Pesantren Terpadu Daarul Fikri

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by albayan.df, 2024-05-24 00:27:44

ALBAYAN EDISI 32

Majalah Santri Al Bayan EDISI 32, Pesantren Terpadu Daarul Fikri

01 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


02 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 Redaksi menerima karya berupa artikel, cerpen, puisi dan jenis tulisan lainnya. Naskah dikirim berupa softcopy (file doc.) hard copy dan foto (softcopy file tidak lebih dari 25 Mb). Naskah yang layak akan kami terbitkan di edisi selanjutnya. Naskah yang masuk dan diterbitkan menjadi hak milik redaksi, dan akan mengalami proses editing tanpa mengubah isi artikel. Kirimkan saran dan kritik anda ke Redaksi Majalah Al-Bayan, Pesantren Terpadu Daarul Fikri, Kp. Warung Bambu RT. 001/09 Ds. Telaga Murni Kec. Cikarang Barat Kab. Bekasi Telp. (021) 8904078/79, 89116165. e-mail: [email protected] REDAKSI Pembina: KH. Ahmad Husein Dahlan, Lc. MA. (Pengasuh Pesantren), Penanggung Jawab: Erwin Pabeta ST (Direktur Media), Pemimpin Redaksi : Didik Hermanto Dewan Redaksi: Adam Nurrachman, Mustofa. Redaktur Ikhwan: Ridho A., R. Rafiddin, M. Alia, M. Rhiandhy, F. Azfa, Dimas A., Radhifa, Faiq A., Harun Y., Midzi A., Arvin D. Redaktur Akhwat: Nasla R., Khalishah W., Nadhifah C., Najma A., Asma Z., Aghna G. Layout: Rafiddin Design Cover: Rhiandhy DAFTAR ISI Mengapa Hanya Kartini? Goodbyes Are Bittersweet Mencicil Tugas Terima Kasih Ibu, Terkenang, Kapas Putih Cahaya Hatiku, Terkenang, Perjalanan, Damaikan Kebodohan Ruangan 3X6 Belajar Tanpa Batas Try It Now! Perjuangan yang Tiada Henti BERTUAH, Achievement Motivation Training Raih Berkah di Bulan Ramadhan, Menuntaskan Satu Syarat Kelulusan Kunjungan Perpustakaan Keliling, Mengamalkan Sunnah Nabi Lomba Senam Sehat, Belajar Berniaga Sejak Dini Reuni Dengan Halal Bi Halal YAYASAN, MI-U, SDIT, TK ALAM Ramadhan Camp & Ceria 2 Wujudkan Generasi Muda Cinta Al-Qur’an Masjid Baitul Maqdis Sesama Muslimah Harus Saling Mengingatkan Perpisahan Jangan Main HP Terus Menuntut Ilmu Patuhilah Ibumu Anak, Orang Tua, Dan Gadget Dari Mereka Yang Berjasa Muslimah Indonesia Pemikir Pendidikan 04 24 39 38 42 40 36 06 33 37 26 28 30 14 15 16 18 44 46 47 48 08 10 11 12 09 Kajian Utama Safari Masjid Puisi Cerpen Resensi Muassis Suara Alumni Opini Jejak Cergam Ragam Pesantren Galery Kegiatan Laporan Khusus IMAD-FDS, CABANG BREBES, CABANG PAPUA, CABANG RAWA LELE 26Mozaik Dari Mereka Yang Berjasa 02 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 REDAKSI Pembina: K.H. Ahmad Husein Dahlan, Lc., M.A. (Pengasuh Pesantren), Penanggung Jawab: Erwin Pabeta ST (Direktur Media), Pemimpin Redaksi : Didik Hermanto Dewan Redaksi: Adam Nurrachman, Mustofa. Redaktur Ikhwan: Ridho A., M. Alia, M. Rhiandhy, F. Azfa, Dimas A., Radhifa, Faiq A., Harun Y., Midzi A., Arvin D. Redaktur Akhwat: Khalishah W., Nadhifah C., Najma A., Asma Z., Aghna G. Layout: R. Rafiddin Design Cover: Nasla R. Redaksi menerima karya berupa artikel, cerpen, puisi dan jenis tulisan lainnya. Naskah dikirim berupa softcopy (file doc.) hard copy dan foto (softcopy file tidak lebih dari 25 Mb). Naskah yang layak akan kami terbitkan di edisi selanjutnya. Naskah yang masuk dan diterbitkan menjadi hak milik redaksi, dan akan mengalami proses editing tanpa mengubah isi artikel. Kirimkan saran dan kritik anda ke Redaksi Majalah Al-Bayan, Pesantren Terpadu Daarul Fikri, Kp. Warung Bambu RT. 001/09, Ds. Telaga Murni, Kec. Cikarang Barat, Kab. Bekasi, Telp. (CS) 08118506880. e-mail: [email protected], Instagram: @albayan_digital.


03 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 SALAM REDAKSI A Assalamualaikum wr. wb. Halo, Sahabat Al-Bayan! Bagaimana nih kabar teman-teman semua? Semoga hal-hal baik selalu datang kepada kita semua ya! Alhamdulillah, kami segenap redaktur majalah Al-Bayan mengucapkan puji syukur kepada Allah S.W.T yang telah memberikan kesempatan kepada kami dalam menyelesaikan majalah Al-Bayan edisi 32 ini. SAHABAT AL-BAYAN! Pendidikan itu penting bagi seseorang karena dengan adanya pendidikan, maka seseorang dapat menjadi produktif. Pendidikan sangat penting karena pendidikan dapat memberi seseorang sebuah keterampilan dan hal yang dibutuhkan untuk bisa berhasil dalam hidup. Inilah sebabnya mengapa pendidikan memainkan peran besar tidak hanya bagi siswa tetapi juga orang dewasa. "Perempuan itu tidak perlu sekolah tinggi-tinggi, nanti ujungnya juga di dapur." Kita pasti sering mendengar kalimat tersebut. Meski zaman sudah semakin maju, namun tingkat kesadaran tentang pentingnya pendidikan bagi perempuan di Indonesia masih rendah. Seringkali perempuan dianggap remeh karena perempuan dianggap paling lemah, tetapi di era globalisasi perempuan bergerak paling depan dalam memerangi berbagai kegiatan terutama dalam bidang pendidikan. Seperti RA Kartini dan tokohtokoh lainnya yang memiliki harapan penting bagi kaum perempuan untuk mendapatkan pendidikan. Pada zaman dahulu, perempuan tidak diperbolehkan untuk mengenyam pendidikan. Karena pemikiran perempuan pada saat itu, nantinya hanya akan bekerja dirumah saja. Namun seiring dengan berkembangnya zaman, pemikiran yang terbilang kuno tersebut mulai mengalami perubahan sedikit demi sedikit menjadi lebih modern. Zaman sekarang perempuan sudah banyak disetarakan hak-haknya dengan laki-laki. Mulai dari pendidikan, pekerjaan hingga kepemimpinan. Perempuan sekarang bisa menjadi pemimpin apabila memiliki potensi. Juga apabila pemikirannya sudah sangat baik dalam hal memimpin dan membuat suatu kebijakan. Sehingga di zaman inilah banyak perempuan yang tangguh dan memberikan inspirasi bagi kaum perempuan lainnya. Perempuan memiliki peran penting dalam pendidikan anaknya kelak. Karena perempuan kelak akan menjadi seorang ibu dan ibu merupakan madrasah utama bagi anak-anaknya. Dengan adanya pendidikan bagi wanita diharapkan dapat menghasilkan wanita-wanita yang cerdas, serta memiliki ilmu pengetahuan yang mumpuni dan sehat. Sehingga dapat memanfaatkan kemampuannya bagi keluarga, masyarakat, dan untuk dirinya sendiri. Akhir kata, kami selaku redaktur AlBayan memohon maaf sebesar-besarnya atas kekurangan dan kesalahan dalam menerbitkan majalah Al-Bayan. Semoga bisa bermanfaat bagi seluruh pembaca setia majalah Al-Bayan. Wassalamualaikum wr. wb. 03 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


04 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 MENGAPA HANYA KARTINI? Oleh : Didik Hermanto (PEMRED) KAJIAN UTAMA B PENDAHULUAN Berbicara mengenai pendidikan dan perempuan di Indonesia tentu sosok yang paling diingat oleh hampir setiap masyarakat adalah Raden Ajeng Kartini. Sosok pahlawan wanita yang kelahirannya diperingati setiap tahunnya, 21 April. RA Kartini dianggap sebagai Wanita yang memberikan pencerahan tentang pentingnya pendidikan bagi Wanita, khususnya masyarakat Jawa pada masa itu. Kartini Juga dikenal sebagai sosok yang religius. Menurut beberapa sumber Kartini merupakan Santri dari KH. Sholeh Darat (guru dari KH. Hasyim Asy’ari dan KH. Ahmad Dahlan). Salah satu kisah yang dikenang yaitu saat Kartini meminta kepada Mbah Sholeh Darat untuk menerjemahkan surat Al-Fatihah kedalam Bahasa Jawa. Hal ini berangkat dari keresahan Kartini bahwa seharusnya ketika mengaji seseorang juga harus bisa memahami dan mendalami maknanya. Pemikiran Kartini sebenarnya tertuang dalam surat-suratnya kepada temannya di Belanda. Suratsurat tersebut kemudian dikumpulkan dan dibukukan oleh JH. Abendanon. Ketika itu Abendanon menjabat sebagai Menteri Kebudayaan, Agama dan Kerajinan Pemerintahan Hindia Belanda. Dia berhasil menyusun buku Kumpulan surat Kartini tersebut dan diberi judul ‘Door Duisternis tot Licht’ yang kemudian diterjemahkan dengan judul Dari Kegelapan Menuju Cahaya yang terbit pada tahun 1911. Nama JH. Abendanon inilah yang membuat sebagian kalangan meragukan kebenaran surat dari Kartini. Hal tersebut dianggap sebagai langkah propaganda pemerintah Belanda di Tengah-tengah menjalankan politik etis saat itu. Apalagi sampai saat ini naskah asli surat-surat Kartini belum berhasil ditemukan. PENGKULTUSAN RA. KARTINI Pada tahun 1970-an Prof. Dr. Harsja W. Bachtiar mengkritik “pengkultusan” R.A. Kartini sebagai tokoh Emansipasi Wanita Indonesia. Dalam sebuah artikel yang berjudul “Kartini dan Peranan Wanita dalam Masyarakat Kita” Harsja menyinggung pemilihan Kartini sebagai simbol kemajuan Wanita di Indonesia terlalu berlebihan. Padahal menurutnya dalam Sejarah Indonesia banyak tokoh Wanita Indonesia yang cukup kredibel untuk juga dijadikan panutan. Dua wanita yang disebutkan olehnya adalah Sultanah Safiatuddin Ratu pertama Kesultanan Aceh dan Siti Aisyah We Tenriolle. Nama yang terakhir justru dikenal sebagai tokoh yang berjuang dalam emansipasi wanita. Berbekal ilmu sastra yang ia kuasai, Aisyah yang juga merupakan Ratu Ternate ini mendirikan Sumber ilustrasi: https://perpustakaan.jakarta.go.id/ 04 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


05 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 pendidikan modern rakyat (tahun 1908). Pendidikan ini diperuntukkan bagi semua kalangan Masyarakat, termasuk Perempuan dan anak-anak. Hal ini sebagai jawaban karena sebelumnya rekan sastranya mendirikan sekolah hanya untuk laki-laki saja. Sekolah ini tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah Belanda dan di klaim sebagai sekolah pertama di Sulawesi Selatan saat itu. Tokoh Wanita yang juga mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan Perempuan datang dari ranah minang. Dialah Rahmah el-Yunusiah. Perjuangan untuk kaum perempuan direaliasikan dengan cara mendirikan Madrasah Diniyah Lil Banat (1921). Hal ini didorong dari ketidakpuasannya atas sekolah yang didirikan oleh Kakaknya yang menurutnya kurang memberikan penjelasan secara terbuka mengenai masalah dan pembahasan yang memang khusus perempuan. Meski awalanya mendapatkan tentangan dan cemoohan dari masyarakat, namun hingga saat ini Rahmah berhasil merintis beberapa lembaga pendidikan antara lain lembaga pendidikan Alquran, Menjesal School untuk kaum ibu yang belum bisa baca-tulis. Freubel School (Taman Kanakkanak) dan Junior School (setingkat HIS), Diniyah jenjang Ibtidayah (3 tahun) plus Tsanawiyah (4 Tahun) program Kulliyyatu alMu’allimat al-Islamiyah (tiga tahun) untuk mendidik calon guru. Sultanah Safiatuddin Rohana Kudus Siti Aisyah We Tenriolle Nyai Siti Walidah Rasuna Said BUKAN HANYA KARTINI Masih banyak tokoh Wanita Indonesia lain yang mungkin sejajar (kalau tidak mau dikatakan lebih) dari RA Kartini. Antara lain; Rasuna Said (Pendiri Permi untuk aktivis muda perempuan), Isteri KH. Ahmad Dahlan, Nyai Siti Walidah (merintis organisasi Aisyiyah). Ada juga Rohana Kudus (Wartawati Pertama Indonesia dan mendirikan Sekolah Kerajinan Amal), Dewi Sartika, ia mendirikan Sekolah Isteri di Pendopo Kabupaten Bandung dan masih banyak lainnya. Tanpa bermaksud mendiskreditkan peran Kartini untuk emansipasi wanita, tokoh-tokoh wanita tersebut juga seharusnya mendapatkan porsi keistemewaan yang sama. Mereka pantas dikenal olah anak-anak Indonseia bahkan sejak sekolah Dasar. Mereka juga berhak dikenang dan dijadikan referensi bagi anakanak Indonesia khususnya perempuan Indonesia. Layaknya Kartini sebagai Putri Indonesia nan harum namanya. Wallahu a’lam. 05 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


06 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 DR(CAND) Murtaqiatussolihat, M.Pd. atau biasa disapa Ustadzah Qia adalah seorang pengajar sekaligus putri dari Dewan Pembina Pondok Pesantren Terpadu Daarul Fikri. Kini beliau menjabat sebagai Direktur Badan Mutu Pendidikan di yayasan yang sama dengan ayahnya, yaitu Yayasan Qobasat An-Nur. KEHIDUPAN PRIBADI Beliau lahir dan besar di Bekasi, Jawa Barat pada tanggal 7 Oktober 1982. Beliau merupakan anak keenam dari sebelas bersaudara dari pasangan KH. Muhammad Dahlan dan Hj. Roemasyah. Beliau menikah dengan Bapak Gunawan Budianto, ST. Kemudian, dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai 3 anak perempuan dan satu anak laki laki. KEHIDUPAN AWAL Sejak kecil beliau menyukai belajar. Tak heran jika beliau kini menempuh pendidikannya hingga S3. Disebabkan hidup dalam keluarga yang religius, beliau memulai sekolah dasarnya di MI Mathla’ul Ulum. Setelah 6 tahun di MI, beliau melanjutkan sekolah menengah pertama sekaligus sekolah menengah atasnya di MTS dan MA Al-Imaroh. Saat SMA, beliau bergabung di OSIS dan Pelajar Islam Indonesia (PII). Setelah lulus SMA, beliau tidak langsung kuliah formal. Beliau mengikuti pelatihan atau kuliah non formal yang berada di Ma’had Daarul Fikri untuk mempersiapkan diri menjadi pengajar. Setelah itu, beliau mengajar di MI Mathla’ul Ulum. Kemudian, pada tanggal 28 Oktober 2001 beliau melakukan sumpah setia dengan pujaan hatinya. KEHIDUPAN SETELAH MENIKAH Pada tahun 2002, beliau berhenti mengajar di MI Mathla’ul Ulum karena ingin fokus berumah tangga dan istirahat pasca melahirkan putri pertamanya yang disusul dengan kelahiran putri kedua. Hingga tahun 2004, beliau masuk kembali untuk mengajar di MI Mathlaul Ulum. Pada tahun 2007 beliau baru memulai kuliah formal, tidak seperti orang kebanyakan yang memilih berkuliah sebelum menikah. Namun, hebatnya beliau tetap berkuliah sambil mengajar di Daarul Fikri saat beliau telah melahirkan putri ketiga. Beliau mengambil pendidikan Diploma 1 di STIT INSIDA Daarul Qolam dengan prodi PGTK. Tahun berikutnya, beliau mengambil BELAJAR TANPA BATAS MUASSIS D 06 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


07 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 D2 di universitas yang sama dengan prodi PGSD selama satu tahun. Setelah lulus, beliau sempat berkuliah selama satu bulan di Bani Saleh dan STKIP Sukuma Negara. Kemudian, beliau memutuskan mengambil S1 di Fakultas Ilmu Agama dengan prodi PGSD di Universitas Insida Daarul Qolam. Pada tahun 2014, beliau melahirkan anak keempat dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan pendidikannya ke S2 UIA Jakarta dengan prodi Magister Teknologi Pendidikan. Setelah lulus, beliau berhenti kuliah selama 2 tahun untuk fokus mengabdikan diri di Daarul Fikri. Pada tahun 2018, beliau mendapatkan beasiswa dari Yayasan Qobasat AnNur untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3 dengan Prodi Pengembangan Kurikulum. MOTIVASI DAN PEMIKIRAN Banyak statement yang mengatakan, ”Buat apa perempuan belajar tinggi-tinggi? Toh, ujung-ujungnya cuma di dapur.” Beliau sangat tidak setuju dengan pemikiran tersebut, karena itu adalah pemikiran Arab jahiliyah dan Kristen Ortodok. Pada zaman itu, wanita tidak diberi ruang, dihina, dan dikucilkan. Namun, ketika Islam datang islam memuliakan wanita. Di dalam Islam, kita sebagai wanita diberi ruang untuk maju. Kita diberi pilihan, mau mengambil peran wanita sebagai apa? Pengajar, ekonom, ataupun sebagai muslimah sejati sebagai ibu rumah tangga. Contoh peran wanita muslimah sebagai pengajar adalah Aisyah r.a, istri termuda Rasul. Setelah Rasul wafat Aisyah lah yang mengajarkan para sahabat, menggantikan suaminya. Aisyah adalah orang tercerdas di sepanjang zaman dan menguasai sepertiga ilmu dunia. Adapun salah satu contoh wanita muslimah yang mengambil peran sebagai ekonom adalah Khadijah, seorang pedagang yang sukses. Namun, peran wanita muslimah sejati dan yang paling baik tetaplah sebagai ibu rumah tangga, seperti yang dicontohkan putri kesayangan Rasulullah SAW, Fatimah Az-Zahra sang wanita pemuka surga. Boleh berkarir menjadi apapun, asal tidak melewati batas-batas yang harus kita jaga sebagai wanita. Seperti sabda Nabi SAW: َ ُى ك ِلّ ُ م ْسِلٍم ٌ عَل ِر ْي َضة َ ِْم ف ْ ِعل َ ُب ال َطل "Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim." (HR. Ibnu Majah dari Anas ra.) Menuntut ilmu adalah kewajiban, baik bagi muslim ataupun muslimah. Oleh karena itu, beliau berkata: “Jadi wanita itu harus maju, jangan mau ketinggalan. Wanita juga harus mandiri dan semangat menuntut ilmu, karena jika tidak mandiri justru nanti menyusahkan diri sendiri karena tidak bisa apa-apa.” KARIR 1999> Guru MI Mathlaul Ulum 2000> Musyrifah di Daarul Fikri 2008> Wali kelas dan Kurikulum MI 2018> Manager unit ITTAQI 2019> Wakil BPMP/PMP 2020> Wakil Direktur IMAD 2022> Direktur HCD 2022> Wakil Bidang Ketua 3 HCD 2023-2024> Direktur Badan Mutu Pendidikan 07 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


08 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 RAGAM PESANTREN BERTUAH ACHIEVEMENT MOTIVATION TRAINING Di bulan Ramadhan, tepatnya pada Ahad, 31 Maret 2024M/21 Ramadhan 1445H, Muntada berkolaborasi dengan OSIS mengadakan acara bertajuk ‘Berbagi Itu Berkah’ (BERTUAH III). Acara yang berlokasi di Gedung Baitul Qur’an ini dihadiri oleh 31 anak yatim dan dhu’afa yang berasal dari sekitar Telaga Murni, serta santri akhwat Daarul Fikri. Acara dimulai pukul 16.00, diawali dengan kajian bersama ust. Hainol Basri, S.Sos.I dan fun game. Kemudian dilanjut dengan ifthor jama’i serta pembagian bingkisan berupa sembako, alat tulis dan makanan ringan. “Harapannya, acara ini dapat membuka pandangan kita semua tentang nikmatnya berbagi dan bersyukur, serta menanamkan sifat peduli pada sesama,” tutur Al Liep Fia Komariah selaku ketua panitia BERTUAH III. Acara ini juga diharapkan dapat menjadi jalan untuk meraih keberkahan, sebagaimana slogan BERTUAH III yaitu “Raih Keberkahan dengan Berbagi Kebahagiaan.” Pada hari Kamis (02/05) bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, seminar motivasi diadakan di Gedung Baitul Qur’an. Acara dimulai pada pukul 09.00- 11.30 sebanyak satu sesi. Peserta seminar motivasi tersebut adalah seluruh santri kelas 9 fullday yang memang dikhususkan untuk menambah bekal mereka, juga agar menjadi muslim dan muslimah yang sukses dan bahagia. Sementara itu, pembicara pada seminar ini yaitu Dr. Saktisyahputra, S.I.KOM., M.I.KOM., C.N.L.P., C.M., N.L.P. “Bagaimana membangun menjadi muslim & muslimah yang sukses dan bahagia. SUKSES itu dimana ‘S’ adalah syukur, ‘U’ nya usaha, ‘K’ kreatif, ‘S’ semangat, ‘E’ empati, dan ‘S’ nya sabar. Bahagia itu ketika kita bisa berbagi dengan hati gembira, hati yang tulus dan hati yang suci,” tekan beliau kepada para santri. 08 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


09 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 RAIH BERKAH DI BULAN RAMADHAN MENUNTASKAN SATU SYARAT KELULUSAN Unit SDIT Daarul Fikri mengadakan kegiatan Mabits yang berlangsung pada (1-2/04). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri level atas. Khusus kelas 6 terdapat kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) di saat mabits. Mabits kali ini mengangkat tema “Raih Keberkahan dan Ampunan di Bulan Suci Ramadhan dengan Rasa Iman dan Mengharapkan Ridho Allah SWT.” Pukul 14.45 para santri mulai berdatangan, lalu dilanjut dengan pembukaan, penampilan hadroh, tausiyah dari para perwakilan santri, serta pengarahan dari Ust. Ramdlan selaku bagian kesiswaaan, dan ditutup dengan kajian menjelang berbuka oleh Ust. Imam. Malam harinya, santri kelas 6 mengikuti AMT di gedung Baitul Quran dengan pemateri ust Hainol Basri S.SOS.I. Rabu, (06/03/2024) santri IMAD-FDS mengadakan kegiatan pelepasan kelas 12 untuk kegiatan Program Khidmah Mujtama’ (PKM). Selain santri IMAD dan FDS beberapa guru juga ikut serta dalam pelepasan santri kelas 12 yang dilaksanakan di Masjid Baitul Maqdis. Tujuan dilaksanakan PKM yaitu sebagai bentuk mengimplementasi, bentuk praktik kita mengamalkan salah satu perintah Allah untuk mengajak orang berbuat baik, mencegah agar tidak terjadi kemungkaran, dan mengajak orang orang agar beriman kepada Allah. PKM tahun ini berjumlah 9 kelompok dengan berisikan kurang lebih 10 orang dari tiap-tiap kelompok. Terdapat 6 kelompok untuk santri akhwat yang berlokasikan di Majalengka, Sukawangi, Kedung Waringin dan Sukatani. Sedangkan terdapat 3 kelompok untuk ikhwan yang berlokasikan di Pebayuran, Cabang Bungin dan Tegal Danas. 09 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


10 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 MENGAMALKAN SUNNAH NABI KUNJUNGAN PERPUSTAKAAN KELILING Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupat- en Bekasi dengan program Perpustakaan Keliling (Pusling) berkunjung ke unit SDIT Daarul Fikri pada hari Jum’at 26/04/2024 dengan tujuan supaya para siswa diseko- lah dapat meningkatkan minat bacanya. Lokasi peminjaman buku bertempat di lapangan SD mulai pukul 09.30 sampai pukul 11.00. Tim Perpusling ini juga memiliki program dongeng yang dihadiri oleh anak-anak SDIT level bawah (1,2,3) di aula Gedung Baitul Qur’an. Harapannya “supaya anak-anak lebih rajin membacanya karena dengan membaca kita dapat menambah kosakata juga dengan banyak membaca otomatis akan membuat wawasannya semakin luas,” ujar Bu Endah selaku tim Pusling. (23/04) unit IMAD-FDS Daarul Fikri mengadakan acara rihlah yang diikuti oleh seluruh santri dan guru unit IMADFDS, baik pusat maupun cabang. Destinasi yang menjadi tujuan rihlah ini yaitu Atlantis Water Adventure, Jakarta untuk santri ikhwan dan Ocean Park, Tangerang untuk santri akhwat. Keberangkatan santri ikhwan dimulai pukul 07.00 dengan menggunakan 4 bis sedangkan santri akhwat pukul 08.00 dengan menggunakan 8 bis. Sesampainya di destinasi tujuan, para santri diarahkan untuk breafing terlebih dahulu, lalu dilanjut dengan makan siang. Setelah itu para santri dibebaskan untuk menikmati keseruan di wahana kolam renang. Tujuan diadakannya rihlah ini untuk menjadikan santri disiplin, serta mengamalkan hadits nabi untuk belajar olahraga berenang. “Terpilihnya berenang dalam destinasi rihlah kali ini, jangan dijadikan hanya untuk sekedar hiburan saja, tetapi manfaatkan renangnya untuk berolahraga dan membuat badan menjadi lebih segar.” Pesan Ust. Novi Maulana Lc., M.Pd. selaku Kepala SMA Daarul Fikri dalam breafing nya sebelum mulai berenang. Seluruh santri terlihat senang dan juga antusias. Mereka sangat bersemangat selama kegiatan berenang berlangsung. Banyak santri yang mencoba berbagai wahana di sana. 10 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


11 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 LOMBA SENAM SEHAT BELAJAR BERNIAGA SEJAK DINI (07/03) Unit SDIT Daarul Fikri mengadakan lomba senam sehat untuk santri level bawah dan level atas yang berlokasi di lapangan basket. Lomba ini diperuntukkan bagi seluruh kelas, masingmasing kelas mengirimkan minimal 10 santri. Pukul 07.15, para santri melakukan senam bersama, dilanjut pembukaan oleh kepala sekolah. Pukul 08.00 lomba senam dimulai. Para santri mengenakan seragam olahraga dengan dilengkapi aksesoris menarik. Lomba senam berakhir pukul 11.30. Lomba senam ini diadakan untuk menumbuhkan jiwa kompetisi dan kekompakkan para santri serta membudidayakan olahraga. (05/03) Unit IMAD akhwat cabang Rawa Lele mengadakan kegiatan Market Day untuk pertama kalinya. Market Day berlangsung di lapangan sekolah dari pukul 09.00 hingga pukul 13.00. Acara ini dimulai dengan pembukaan serta sambutan dari Ust. Hainol Basri S.Sos.I. selaku Direktur IMADFDS dan Kepala asrama Rawa Lele, yakni Ust. Fiqqi. Dalam kegiatan ini mengundang santri kelas 6 SDIT dan MIU, perwakilan Muntada, wali santri, dan para guru. Dalam kegiatan ini terdapat 7 stand yang masing-masing dinamakan dengan nama hewan. Disela-sela kegiatan berlangsung, MC mengajak para pembeli untuk bermain games berhadiah. Stand-stand yang unik dan kreatif memperlihatkan betapa besarnya antusiasme santri terhadap acara ini. “Alhamdulillah Market Day perdana berjalan dengan lancar dan baik sesuai yang diharapkan. Para santri bisa belajar bagaimana cara berniaga yang baik dan benar;“ ujar Ustdzh. Kharisma Nopyyana selaku Ketua Panitia Market Day. Tujuan adanya Market Day untuk mengembangkan potensi wirausaha yang ada dalam diri santri juga memberikan pelajaran untuk menjadi seorang enterpreneur. 11 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


12 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 REUNI DENGAN HALAL BI HALAL Dewan Dakwah Sosial Yayasan Qabasat An-Nur (DDS-YQN) mengagendakan Halal bi Halal sekaligus reuni alumni Pesantren Lansia (PL) yang ke-2 pada 27/04/24 dan bertempat di aula gedung Baitul Quran. “Karena memang menjadi agenda tiap tahun, agar senantiasa silaturahmi tetap terjaga, dengan adanya reuni seperti ini juga ba’da Idul Fitri menjadi momen yang sangat tepat untuk berkumpul,” tutur Ust. Azis dalam wawancara. Datangnya para peserta disambut dengan ramah oleh para usher yang telah berjaga di depan ruang kegiatan dengan total 35 peserta perempuan. Tepat pukul 09.30 dibukanya agenda tersebut oleh Verda Yasmin dan Ahya Shofa yang berperan sebagai MC. Dilanjut dengan pembacaan dan pengetesan hafalan Qur’an yang dipenuhi oleh Fatih Juman. Acara berikutnya adalah sambutan dari K.H. Ahmad Dahlan, berlanjut dalam bingkai yang sama dan disampaikan oleh Direktur DDS Ust. Kartubi, M.Pd. Pada sesi ke-4 pukul 10.15, Tim Marawis DF menunjukkan aksinya didepan para peserta yang hadir, kemudian dilanjut dengan sambutan yang diwakilkan oleh Bunda Iis Istiqomah yang merupakan alumni Pesantren Lansia Angkatan ke-34. Setelah itu, K.H. Ahmad Husein Dahlan, Lc., M.A., juga mengisi sambutan dan memberikan sedikit tausiyah yang dilakukan via Zoom dikarenakan beliau sedang melanjutkan pendidikannya di Yordan. Sambutan berikutnya dibawakan langsung oleh pengasuh Pesantren Lansia Ust. Zulfa, yang kemudian dilanjut dengan penjelasan tentang keberlanjutan acara Pesantren Lansia dan Halal Bi Halal reuni alumni Pesantren Lansia. Agenda terakhir dari acara ini adalah pembacaan do’a bersama yang dipimpin oleh direktur IMAD-FDS Ust. Hainol Basri, S.Sos.I., yang kemudian acara ditutup oleh MC. Setelah berbagai sambutan dan acara diselesaikan, Mushafahah menjadi agenda pelengkap agar peserta reuni saling mengenal dan memaafkan satu sama lain. Mushafahah dilakukan dengan berbaris sekalian mengantre makan siang bersama yang kemudian terdapat sesi foto sebagai tanda kenang-kenangan. “Masya Allah… luar biasa, karena kami para lansia sama sekali tidak dipungut biaya sedikit pun, tetapi kami disuguhi banyak lauk pauk sehingga perut kami dibuat kenyang. Jadi memang benar ustaz di Daarul Fikri ini mencontoh Rasulullah yaitu memuliakan tamu,” ujar Bunda Erlinda selaku alumni PL angkatan ke-3 pada redaktur. 12 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


13 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 By: Maryam Hafidzah & Qoriatut Tazkiyah MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


14 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 MI MATHLAUL ULUM YAYASAN SDIT DAARUL FIKRI Makan Snack Bersama Fokus Dalam Kegiatan Belajar Rutinitas Pulang Sekolah Serunya Membaca Bersama GALERY KEGIATAN Kegiatan Berwudhu Sebelum Sholat Serunya Para Murid Bermain Bola TK ALAM Halal Bi Halal Setelah Libur Lebaran Sesi Mushafahah Bersama 14 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


15 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 IMAD-FDS CABANG BREBES CABANG PAPUA CABANG RAWA LELE Acara Daurah Al-Qur’an Kegiatan Muhadhoroh Akbar Rutinitas Olahraga di Sore Hari Asiknya Belajar Outdoor Kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an Kajian di Waktu Dhuha Berenang Bersama Foto Bersama Setelah Bermain Futsal 15 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


16 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 laporan khusus RAMADHAN CAMP& CERIA 2 R Ramadhan Camp & Ceria merupakan program yang diadakan oleh Daarul Fikri. Acara Ramadhan Camp & Ceria yang kedua kalinya ini mengangkat tema “Membangun Generasi Cinta Ibadah dan Semangat Beramal.” Kegiatan Ramadhan Camp ini berlangsung selama 3 hari 2 malam, tepatnya pada tanggal 22-24 Maret 2024. Sedangkan Ramadhan Ceria ini berlangsung pada 23 & 24 Maret 2024. Kedua kegiatan ini bertempat di Ponpes Daarul Fikri. Program Camp & Ceria ini terbuka untuk umum. Peserta Ramadhan Camp terdiri dari umur 10-12 tahun, dengan total peserta 134 anak. Dan Ramadhan Ceria terdiri dari umur 5-7 tahun, dengan total peserta 44 anak. Adapun program perdana yang diadakan pada Ramadhan Camp & Ceria kali ini adalah Robotics. Terdapat beberapa kegiatan yang menarik lainnya, di antaranya magic sains Islami, ceria craft, achievement motivation for kids, memanah, craft asyik, puppet show atau dongeng. Registrasi Ramadhan Camp di buka pada pukul 16.00. Peserta yang sudah datang langsung diarahkan menuju 16 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


17 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 Gedung Baitul Qur’an untuk acara pembukaan. Dilanjut dengan pembacaan Al-Matsurat bersama dan jaulah lingkungan pesantren. Lalu, para peserta diarahkan ke lapangan untuk ifthar jamai. Setelah shalat Maghrib dan makan bersama, para peserta diarahkan menuju masjid untuk shalat Tarawih berjamaah. Kemudian dilanjut dengan achievement motivation for kids. Di hari kedua, para peserta melakukan shalat tahajud dan sahur bersama. Setelah sahur para peserta diarahkan menuju masjid/musolla untuk shalat shubuh dan Al-Matsurat. Kemudian, para peserta melakukan olahraga mandiri sembari menunggu kegiatan memanah. Lalu, peserta diarahkan menuju masjid untuk puppet show dan jejak napak tilas santri. Di lain tempat, Ramadhan ceria melakukan kegiatan pembukaan, ice breaking, puppet show, dan demo robotic ceria yang diselenggarakan di BQ. Siangnya, para peserta Ramadhan Camp berkumpul di BQ untuk robotic asyik, dilanjut qoilullah di kamarnya masing-masing. Setelah shalat ashar para peserta kembali ke BQ untuk instrument theatrical IMAD. Dan malamnya terdapat kegiatan tahsinul ibadah. Di hari ketiga, kegiatan peserta Ramadhan Camp adalah tahsin, tahfidz, pengenalan hadits, magic sains Islami, craft asyik, games, evaluasi dan refleksi yang dilaksanakan di BQ. Di hari kedua, Ramadhan Ceria bertempat di masjid dengan kegiatan pengenalan surat pendek, hadits, jaulah, ceria craft, magic sains Islami, games dan penutup. Setelah Dzuhur, para peserta Ramadhan Camp merapikan barang-barangnya untuk bersiap pulang. Acara penutupan Ramadhan Camp diadakan di BQ. Ramadhan Camp dan Ceria kali ini memberikan banyak wawasan dan kesempatan untuk mengenal suasana pesantren sejak dini. Baik dari materi yang biasanya diberikan di pesantren hingga kegiatan-kegiatannya. ”Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan pesantren ke khalayak umum,” ujar Ust. Imam Khairudin, S.Sos.I. 17 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


18 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 16-18 Maret 2024, pengurus Muntada XIII khususnya bagian ibadah berkolaborasi dengan tim qur’an menggelar Hufadz Daarul Fikri Competition (HDFC). Acara ini merupakan lomba Musabaqoh Hifdzil Qur’an (MHQ) perdana di IMAD Daarul Fikri dengan kategori 3 juz (juz 1-3) yang diikuti oleh seluruh santri kelas 10 dan 11. Acara ini berlangsung selama 3 hari. Perlombaan bertempat di Masjid Baitul Maqdis dan Gedung Baitul Qur’an untuk ikhwan, adapun akhwat di musholla. Hari pertama yaitu babak penyisihan. Pada babak ini, seluruh santri kelas 10 dan 11 baik ikhwan maupun akhwat diwajibkan mengikuti perlombaan ini. Seluruh peserta ikhwan MHQ di masjid, sedangkan akhwat di musholla. Peserta diseleksi oleh juri dan menyisakan masing-masing 20 semifinalis. Adapun juri pada babak ini adalah walas masing-masing untuk ikhwan, serta Ustdzh. Elma Maulida, BA. dan Ustdzh. Yulianti untuk akhwat. Hari kedua, HDFC dibuka secara resmi. Seluruh peserta baik ikhwan maupun akhwat berkumpul di Gedung BQ. Acara pembukaan diawali dengan tilawah, sambutan, dan motivasi dari Ust. Dahruji, S.Pd.I . Dilanjut dengan pengumuman nama peserta yang lolos ke babak semifinal. Kemudian, para peserta yang terpilih maju ke babak selanjutnya, yaitu babak semifinal. Pada babak semifinal ini, sesi MHQ dilaksanakan di atas panggung dan disaksikan oleh sesama semifinalis. Untuk semifinalis ikhwan berada di Gedung BQ dan semifinalis akhwat berada di musholla. Juri pada babak ini adalah Ust. Dahruji, Ust. Aginanjar, Ustdzh. Jiyan, dan Ustdzh. Sukiroh, S.Pd.I. Para semifinalis ini diseleksi dan menyisakan masing-masing 5 finalis dari ikhwan dan akhwat. Di hari ketiga adalah babak yang paling M W U J U D K A N G E N E R A S I M U18 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


19 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 M U DA C I N TA A L - Q U R ’ A N menegangkan yakni babak final. Pada babak ini, seluruh santri menyaksikan finalis HDFC. Para finalis diberikan 5 pertanyaan dari dewan juri dan penonton. Juri pada babak final ikhwan adalah Ustadz. Dahruji, Ustadz. Aginanjar, dan Ustadz. Mu’min. Juri finalis akhwat adalah Ustdzh. Elma dan Ustdzh. Fitri. Babak final ikhwan dilaksanakan di Gedung BQ, adapun akhwat di musholla. Ketika babak final ikhwan, Ust. Mu’min Sidik, Lc. selaku sekretariat YQN juga memberikan beberapa nasihat kepada santri agar tetap istiqomah menjaga hafalan dan semangat dalam menghafal Al-Qur’an. Pemenang langsung diumumkan tak lama setelah lomba selesai. Berikut para pemenang HDFC ikhwan: Harun Yahya (juara 1), Arif Nurudin (juara 2), Fatih Juman (juara 3), Esa Aulia Yandri (juara harapan 1), dan Juayl Rasya (juara harapan 2). Sedangkan para pemenang HDFC akhwat adalah Nadhifah Cahya (juara 1), Laila Syifa (juara 2), Najma Amani (juara 3), Kaori Puteri (juara harapan 1), dan Nasla Rosyidah (juara harapan 2). Harapannya, dengan adanya HDFC ini dapat menambah semangat santri dalam memurojaah kembali hafalannya, serta mewujudkan generasi muda yang cinta AlQur’an. 19 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


20 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


21 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


22 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


23 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


24 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 MASJID BAITUL MAQDIS Salah satu yang menjadi ikon khusus dari Pesantren Terpadu Daarul Fikri juga masyarakat Warung Bambu pada um- umnya yaitu Masjid Baitul Maqdis. Perlu diketahui bahwasanya masjid ini bukan hanya milik pesantren, tetapi juga milik ummat atau masyarakat, sehingga tidak akan tercipta istilah ‘Masjid Baitul Maqdis sepenuhnya hanya milik pesantren’. Masjid bukan hanya digunakan oleh para sant- ri bahkan lebih dari itu masjid ini terbuka bagi siapapun yang ingin melakukan iba- dah. Jika ingin masuk, masjid kosong dari larangan. Pun masjid itu sebenarnya iden- tik dengan tempat yang bisa menjadi solusi dari setiap persoalan, memberikan manfaat dan mashlahat, juga menjadi tempat yang paling nyaman dan indah. SEJARAH BERDIRINYA Sebelum berdirinya Masjid Baitul Maqdis, terdapat Masjid Al-Furqon yang terletak di belakang rumah K.H. Muhammad Dahlan tepatnya yang kini telah menjadi gedung MI Daarul Fikri. Masjid Al-Furqon tersebut merupakan wakaf dari bapak H. Muhammad yang merupakan ayahanda dari K.H. Muhammad Dahlan. Pada tahun 2002-2007 aktivitas shalat santri dilakukan di masjid Al-Furqon. Saat itu, pada setiap shalat 5 waktu santri masih berangkat den- gan berjalan kaki melewati jalan kecil un- tuk shalat berjamaah yang jaraknya cukup jauh dari asrama. Akhirnya berdasarkan musyawarah dan kesepakatan dari berbagai pihak dan mas- yarakat yang kemudian merencanakan pembangunan masjid baru. Kurang lebih sebesar 900 meter persegi di atas tanah wakaf bapak H. Baswin yang merupakan S ITUL QDIS ITUL QDIS ITUL orang tua dari Bu Windi, dibangunlah Mas- jid Baitul Maqdis yang dimulai pada tahun 2005, dan diresmikan pada tahun 2008. Berdirinya Masjid Baitul Maqdis ini bukan menutup masjid yang lama, namun hanya untuk memindahkan aktivitas yang dilaku- kan di Masjid Al-Furqon dikarenakan kap- asitasnya yang kurang memadai, terutama untuk shalat Jum’at. Seiring berjalannya waktu, setelah Masjid Baitul Maqdis su- dah dapat difungsikan, maka masjid lama Al-Furqon pun resmi ditutup untuk aktivi- tas ibadah masyarakat warung Bambu. Masjid Baitul Maqdis ini memiliki 2 lan- tai dengan pintu utama yang terletak dise- belah utara. Dengan perkembangan yang ada, dibukalah ladang pahala jariyah den- gan mengajak wali santri Daarul Fikri dan juga masyarakat secara luas agar ikut andil dan berpartisipasi dalam pengembangan Masjid Baitul Maqdis agar dapat segera beroperasi dengan sebaik-baiknya. Alhamdulillah, atas peran serta kaum muslimin dan muslimat yang telah berpartisipasi dalam proses pembangunan masjid, akhirnya Masjid Baitul Maqdis dapat digunakan untuk aktivitas ibadah, dakwah dan sosial kemasyarakatan hingga saat ini. KEGIATAN KEAGAMAAN DAN SOSIAL • Kajian rutin setiap pekan pada malam Selasa setelah Maghrib. • Teras Sehat adalah program Kesehatan gratis pada hari Ahad dari jam 08.00-13.00 • Khitan massal gratis. • Pembagian paket hari raya. SAFARI MASJID 24 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


25 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 • Ifthar jama’i. • Program ATM beras untuk masyarakat dhuafa • Tabarru janaiz adalah program tabungan masyarakat di masjid untuk kebutuhan ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia atau untuk santunan. • Kegiatan kepondokan, seperti: Shalat wajib, i’tikaf, halaqoh, kajian santri, DLL. • Kegiatan dakwah dan sosial lainnya KEUNIKAN MASJID Salah satu yang menjadi ciri khas masjid ini adalah kubah hijaunya yang apabila dipandang akan terlihat seperti kubah Masjid Nabawi. Hal ini tentunya bertujuan supaya masjid ini dapat berfungsi layaknya Masjid Nabawi semasa zaman nabi dan para sahabat, yaitu sebagai tempat untuk berdiskusi, menyelesaikan masalah, serta membantu masyarakat yang membutuhkan. Jadi tidak hanya dipergunakan untuk memenuhi panggilan solat 5 waktu saja, namun lebih dari itu karena masjid harus mempunyai manfaat untuk menyelesaikan setiap persoalan umat Muslim. Selain kubah, juga terdapat interior mimbar yang dibuat langsung di Jepara oleh Pak Abdul Muthalib. Meski tidak terlalu mirip, mimbar ini didesain seperti replika mimbar yang berada di masjid Baitul Maqdis, Palestina. Pilar masjid yang juga digunakan untuk menopang bangunan, menggunakan warna emas dengan hara- pan supaya masjid ini dapat menorehkan generasi emas yang bermanfaat untuk um- mat. HARAPAN Penuh harapan agar tempat ini bisa menjadi tempat terindah dan ternyaman bagi para jamaah, juga memberikan man- faat yang lebih besar untuk masyarakat dan komponen masyarakat yang hatinya senantiasa terikat dengan masjid. Pun agar masjid ini bisa memberikan kontribusi nyata untuk kehidupan mas- yarakat, terutama dari bidang dakwah dan sosial. Juga mengajak peran masyarakat di masjid ini agar lebih berkontribusi un- tuk menuai manfaat kedepannya. Ten- tu didukung dengan program-program yang lebih variatif dan inovatif nantinya, serta dengan mengembangkan kembali program-program yang sudah ada sebel- umnya supaya tetap terlaksana dengan istiqomah. LOKASI MASJID K a m p u n g Warung Bambu, RT.001/09 Desa Te l a g a m u r n i , Kec. Cikarang Barat, Kab. Bekasi, Jawa Barat. Ditulis oleh: Arrafi Narasum - ber: Ust. Kartubi, M. Pd. 25 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


26 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 ANAK, ORANG TUA DAN GADGET Oleh : Anah Juannah OPINI Gadget adalah istilah yang menunjuk kepada perangkat elektronik yang memiliki fungsi khusus. Kata gadget sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang diartikan sebagai gawai dalam Bahasa Indonesia. Selain itu gadget dihubungkan juga dengan ponsel pintar atau smartphone. Perkembangan gadget yang awalnya hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, kini mulai berkembang menjaadi sebuah kebutuhan bahkan gaya hidup. Karena gadget kini dilengkapi dengan berbagai fitur yang sangat banyak. Fungsi gadget yang semula hanya sebagai alat komunikasi, kini sudah banyak sekali memiliki banyak fungsi, sebagai alat komunikasi, sarana bisnis, penyimpanan data membaca buku, belajar banyak ilmu pengetahuan dan lain sebagainya. Sejarah perkembangan gadget sendiri mengalami banyak sekali perkembangan, dari yang awalnya kita mengenal telephone yang harus terhubung dengan kabel, hingga sedikit menyulitkan jika kita akan melakukan panggilan telephone, dan dengan semakin berkembangnya zaman, kini kita bisa dengan mudah melakukan komunikasi dimanapun kita berada hanya dengan satu benda kecil yang berada dalam genggaman. Di era globalisasi dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, bahkan di Indonesia sendiri khususnya teknologi komunikasi sangat berkembang pesat, bukan hanya kalangan dewasa, juga remaja hingga anak-anak yang bahkan kesehariannya saja masih banyak merepotkan orang tua, namun sudah banyak yang lihai dalam menggunakan gadget. Penggunaan gadget memiliki nilai dan manfaat bagi kalangan tertentu, namun juga banyak menimbulkan dampak negatif apabila salah atau kurang tepat dalam penggunaannya. Berdasarkan survey Komisi Perlindungan Anak Indonesia pada tahun 2020 kurang lebih 70 % anak memiliki gadget dan atau sering menggunakan gadget dalam waktu yang lama, karena sekarang, baik secara sadar maupun tidak, orang tua berperan pada seberapa tingginya seorang anak mengalami kecanduan gadget. Belakangan ini banyak orang tua yang menganggap bahwa gadget mampu menjadi teman yang aman bagi anak-anak mereka, sebab mereka lebih mengkhawatirkan lingkungan ataupun orang-orang sekitar, jadi mereka lebih merasa aman takala anak-anak sibuk dengan gadget nya, toh orang tua berada dekat dengan anak-anak dan masih bisa mengawasi. Padahal seperti kita ketahui bahwa perkembangan anak usia 1-5 tahun merupakan usia emas kita menyebutnya golden age, pada masa ini perkembangan seluruh aspek kecerdasan, baik itu intelektual, emosional maupun spiritual, mengalami perkembangan yang sangat pesat. Mereka akan dengan mudah menyerap apapun informasi yang didapatkan, baik itu hal positif maupun yang negatif, selama ini mungkin saja kita menganggap mereka belum tahu apapun, padahal mereka jauh lebih cerdas dari yang kita bayangkan, mereka bisa lebih cerdas daripada kita sebagai orang tuanya. Selain dampak negatif, gadget juga memiliki dampak positif, diantaranya yaitu mempercepat perkembangan otak kanan, serta bisa meningkatkan kreativitas anak. Namun selain dampak positif tersebut, kita orang tua tentunya harus menyadari bahwa gadget juga memiliki banyak sekali dampak negatif bagi anak, diantaranya: 1. Anak menjadi pribadi yang lebih Sumber ilustrasi: https://pinterest.com G 26 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


27 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 tertutup 2. Anak menjadi enggan berinteraksi langsung dengan orang sekitar 3. Gangguan motorik 4. Kurangnya asupan makanan ( lupa makan) 5. Menurunkan minat belajar 6. Halusinasi bahkan bisa menjadi gila (gangguan kejiwaan) 7. Rusaknya syaraf otak anak 8. Kurangnya jam tidur 9. Rusaknya syaraf mata 10. Tidak bisa mengatur waktu 11. Dan masih banyak lagi dampak negatif lainnya. Mengatasi kecanduan gadget pada anak bukanlah perkara yang mudah. Karena selama ini hanya gadget lah yang menjadi teman mereka, disaat orang tua malas untuk bermain, bersenda gurau serta tidak tahan saat anak-anak merengek, sementara orang tua sudah terlalu lelah, jalan satu-satunya agar anak-anak bisa tenang dan orang tua bisa beritirahat yaitu dengan memberikan kebebasan mereka untuk bermain gadget. Oleh karena itu jangan salahkan mereka ketika kita menyita gadget dari tangan anak, berbagai penolakan akan muncul, amukan serta tangisan bahkan mungkin cacian dari mulut mereka, karena sudah menganggap bahwa gadget adalah orang tua dan juga teman yang bisa mengerti mereka. Lalu bagaimana cara mengatasi agar anak-anak kembali agar tidak lagi kecanduan gadget: 1. Jadi contoh yang baik untuk anak Anak-anak adalah “peniru ulung”, oleh karena itu ummi dan abi diharapkan bisa menjadi contoh yang baik untuk mereka. Ketika anak sering melihat ummi, abi atau orang sekitarnya bermain gadget hingga larut malam atau main games, bukan tidak mungkin anak akan meniru perilaku tersebut. Oleh karena itu orang tua harus menjadi contoh dengan tidak bermain gadget saat bersama anak, serta gunakanlah gadget sewajarnya saja. 2. Batasi dan awasi penggunaan gadget pada anak Beri batasan waktu saat mereka bermain gadget, misalnya 1 jam sehari. Dan usahakan selama mereka bermain selalu dalam pengawasan orang tua, agar terhindar dari konten-konten negatif. 3. Buat aktivitas menyenangkan bersama anak Ummi dan abi bisa merancang aktivitas yang menyenangkan, agar pikiran anak teralihkan. Ajak mereka bersepeda atau lari pagi, memasak bersama, menggambar, mewarnai bersama, ataupun berkebun di pekarangan rumah. Bisa juga dengan mengajak mereka untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman-teman yang ada di lingkungan rumah. Mengajak temantemannya untuk bermain bersama. Hal tersebut dapat meningkatkan kecerdasan sosial mereka. 4. Tetapkan wilayah bebas gadget di rumah Ummi dan abi bisa menetapkan tempat- tempat bebas gadget di dalam rumah, misalnya ruang makan, ruang keluarga, atau kamar tidur. Artinya ketika berada di dalam ruangan ini, siapa pun tidak boleh menggunakan gadget. Pastikan ummi dan abi juga mentaati peraturan tersebut, agar anak merasakan keadilan. 5. Beri tahu anak bahaya menggunakan gadget terlalu lama Berikan pemahaman kepada anak tentang bahayanya terlalu sering bermain gadget, misalnya menimbulkan sakit mata bahkan bisa menyebabkan kebutaan, bisa juga menyebabkan obesitas karena malasnya bergerak, sakit punggung, dan lain sebagainya. Anak adalah amanah, dan orang tua berkewajiban untuk menjaga amanah tersebut, dan suatu saat nanti kita akan dimintakan pertanggung jawaban oleh Allah SWT sebagai pemberi amanah. Jaga dan didik anak-anak kita dengan sebaikbaiknya, Pesan Ali Bin Abu Thalib “Didiklah anak sesuai dengan zamannya karena mereka hidup pada zaman yang bukan zamanmu”. Zaman sekarang gadget seolah merajai, namun secanggih apapun sebuah teknologi, tetap harus dibarengi dengan keimanan, jangan sampai anak-anak kita pandai bermain gadget, namun untuk mengaji saja tidak bisa dan melupakan kewajiban sholatnya, naudzubillah tsumma naudzubillah. ا َ ُ ه ُ ود َ ق ً ا و َار ْ ن ُم ِيك ل ْ ه َ أ َ ْ و ُم َ ك ُ س ف ْ ن َ ُ وا أ ُوا ق َ ن َ آم ِذين َّ َ ا ال ُّ ه ي َ َا أ َ ي ُ ون ْ ص َع َ ي ٌ ل َ اد ٌ ِ شد َ ظ ِ غل ٌ ة َ ِك ئ َ َ ل َ ا م ْ ه ي َ ل َ ُ ع َ ة َ ار ِحج ْ َ ال َّ ُ اس و َ الن ُ ون َ ر م ْ ُؤ َ ا ي َ م ُون ل َ ع ْ َف ي َ ْ و ُ م َ ه َ ر م َ َ ا أ َّ َ م الل Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." ( Qs. At-Tahrim :6). 27 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


28 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 MOZAIK T Sumber ilustrasi: https://swararahima.com Tokoh-tokoh perempuan inspiratif di bidang pendidikan telah memberikan kontribusi yang luar biasa baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Mereka adalah sosok-sosok yang telah membuktikan bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengubah dunia dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap individu. Berikut ini adalah beberapa tokoh pendidikan perempuan inspiratif di Indonesia. 1.SITI WALIDAH Meskipun nama Siti Walidah jarang terdengar, tetapi ia banyak berkiprah di organisasi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Semasa hidup, Siti Walidah memperjuangkan kesetaraan dan rasa adil untuk perempuan melalui berbagai cara, seperti pendidikan dan keagamaan. Siti Walidah dipanggil pula sebagai Nyai Ahmad Dahlan karena ia menikah dengan KH Ahmad Dahlan. Siti Walidah mendirikan Sopo Tresno, sebuah kelompok pengajian wanita. Pada masa itu, kegiatan Sopo Tresno hanyalah pengajian agama yang disampaikan secara bergantian oleh Siti Walidah dan suaminya, Ahmad Dahlan. Siti Walidah sendiri fokus pada ayat-ayat Al-Quran yang membahas mengenai isu-isu perempuan. Seiring berjalannya waktu, Sopo Tresno berkembang menjadi sebuah organisasi khusus perempuan. Kemudian, mereka memutuskan untuk mengganti nama Sopo Tresno menjadi Aisyiyah, yang berasal dari nama istri Nabi Muhammad, yaitu Aisyah. Kelompok yang diketuai oleh Siti Walidah ini pun diresmikan pada 22 April 1917. Lima tahun kemudian, Aisyiyah menjadi bagian dari organisasi Muhammadiyah. Setelah KH Ahmad Dahlan meninggal dunia pada 1923, Siti Walidah masih terus aktif di Muhammadiyah dan Aisyiyah. Pada 1926, Siti Walidah memimpin Kongres Muhammadiyah ke-15 di Kota Surabaya, Jawa Timur. Ia menjadi wanita pertama yang memimpin konferensi pada saat itu. Selain itu, Siti Walidah juga turut membantu para tentara Indonesia yang sedang berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia pada masa Revolusi Nasional Indonesia dengan cara memasakkan sup dan mempromosikan dinas militer kepada mantan muridmuridnya. 2. RAHMAH EL YUNUSIYYAH Rahmah El Yunusiyah adalah seorang reformator pendidikan Islam dan pejuang kemerdekaan Indonesia yang lahir di Padang Panjang dan terkenal sebagai pendiri Diniyah Putri. Pendiri dari Diniyah Putri ini lahir pada 29 Desember 1900, di Bukit Surungan, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Sumber ilustrasi: https://historia.id 28 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


29 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 Padang Panjang, Sumatera Barat. Ia merupakan putri dari Syekh Muhammad Yunus dan Rafi’ah. Pada saat remaja, Rahmah El Yunusiyah pernah menikah, tetapi kemudian bercerai. Setelah bercerai, Rahmah fokus memperjuangkan cita-citanya untuk menghilangkan diskriminasi yang diterima perempuan, khususnya di bidang pendidikan. Rahmah ingin setiap perempuan mengerti hak dan kewajibannya sebagai anggota masyarakat melalui pendidikan yang layak. Pada masa penjajahan, banyak perempuan yang tidak diperbolehkan mengenyam pendidikan yang tinggi dan ruang geraknya di masyarakat pun tidak setara dengan laki-laki. Dari pemikiran itulah, Rahmah El Yunusiyah kemudian dikenal sebagai tokoh pendidikan pendiri Diniyah Putri Padang Panjang, Madrasah khusus perempuan pertama di Indonesia. Pada saat Diniyah Putri didirikan pada 1 November 1923, muridnya baru 71 orang dan sebagian besar berasal dari kalangan ibu muda. 3. RADEN AJENG KARTINI Raden Ajeng Kartini atau R.A. Kartini adalah seorang perempuan asal Jepara yang lahir pada 21 April 1879. Kartini merupakan keturunan bangsawan, oleh karena itu gelar Raden Ajeng disematkan kepadanya. Kartini merupakan putri dari Raden Mas Adipati Ario Sosoningrat dan M.A Ngasirah. Ayah Kartini adalah bupati Jepara saat itu. Kartini adalah anak ke-5 dari 11 bersaudara. Berbeda dengan kebanyakan anak pribumi saat itu, Kartini berkesempatan untuk sekolah di Europeesche Lagere School (ELS). Ini merupakan sekolah yang diperuntukkan bagi orang Belanda dan orang Jawa yang kaya di ELS. Kartini juga membaca banyak buku, surat kabar, dan majalah Eropa. Seperti istilah buku adalah jendela dunia, Kartini jadi tahu cara berpikir perempuan Eropa yang lebih maju dan bebas dibandingkan perempuan pribumi kala itu. Dari banyaknya buku, surat kabar, dan majalah yang ia baca, membuatnya berpikir untuk memajukan perempuan pribumi. Karena di masa itu, perempuan pribumi tertinggal jauh dan memiliki status atau stratifikasi sosial yang rendah. Menurutnya, perempuan pribumi harus mendapatkan kesetaraan, persamaan, dan kebebasan. Pada tahun 1903, Kartini menikah dengan K.R.M Adipati Ario Singgih Djojo Adhiningrat. Karena sudah menikah, gelar Raden Ajeng yang dimiliki Kartini berubah menjadi Raden Ayu. Meskipun sudah menjadi seorang istri, Kartini tetap ingin melanjutkan cita-citanya memperjuangkan kesetaraan perempuan dan menjadi guru. Suami Kartini mendukung dan memberi kebebasan terhadap cita-citanya. Salah satu bentuk dukungannya adalah dengan mendirikan sekolah wanita di timur pintu gerbang perkantoran Rembang. Berkat kegigihannya, pada tahun 1912 berdirilah Sekolah Kartini oleh Yayasan Kartini. Sekolah ini didirikan oleh keluarga Van Deventer, salah satu tokoh politik etis saat itu. Awalnya, Sekolah Kartini hanya didirikan di Semarang, tapi kemudian berdiri juga di Surabaya, Yogyakarta, Madiun, Malang, dan daerah lainnya. Sumber : https://www.kompas.com/stori/ read/2023/11/10/110000979/biografi-sitiwalidahhttps://www.kompas.com/stori/ read/2023/07/04/190000579/rahmah-elyunusiyahhttps://www.infobiografi.com/biografidan-profil-lengkap-r-a-kartiniSumber ilustrasi: https://kabar24.bisnis.com 29 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


30 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 JEJAK P Prof Zakiah Daradjat adalah sosok ulama perempuan sekaligus ilmuwan yang begitu banyak berkontribusi bagi pendidikan Islam di Indonesia. Namanya Abadi sebagai pelopor psikologi Islam di Indonesia. Ilmuwan sekaligus imam besar Masjid Istiqlal yakni Prof Nasaruddin Umar bahkan menyebutnya sebagai sosok Hamka dalam versi muslimah. LATAR BELAKANG Zakiah Dradjat lahir pada tanggal 6 November 1929 di kampung Kotamerapak, Kecamatan Ampek Angkek, Kotamadya Bukittinggi. Beliau dilahirkan oleh pasangan H. Daradjat Husain dan Rafi’ah sebagai anak pertama dari keenam bersaudara. H. Dradjat Husain memiliki istri kedua yang bernama Hj. Rasunah dengan lima orang anak. Kedua orang tua Zakiah tercatat mengkuti organisasi yang didirikan pada akhir penjajahan Belanda, yakni organisasi Muhammadiyah yang diikuti oleh H. Daradjat dan Sarikat Islam yang diikuti oleh Rafi’ah. Kedua organisasi ini merupakan organisasi yang memiliki komitmen dan peran dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, serta mengatasi masalah sosial keagamaan dan menangani pengelolaan pendidikan pada masa itu. PENDIDIKAN Sejak kecil Zakiah telah ditempa dengan pendidikan agama yang kuat dan dia sudah dibiasakan oleh ibunya untuk menghadiri pengajian-pengajian agama dan dilatih berpidato oleh ayahnya. Pada usia tujuh tahun, Zakiah baru mulai memasuki sekolah. Dia menempuh pendidikan formal di Sekolah Dasar Muhammadiyah, dan sorenya belajar dasar-dasar agama di MUSLIMAH INDONESIA PEMIKIR PENDIDIKAN Sumber Ilustrasi: https://www.kompas.tv/cerita-ramadan/278260/prof-zakiah-daradjat-sosok-ulama-perempuan-ilmuwandan-hamka-versi-muslimah?page=all 30 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


31 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 Madrasah Diniyah. Bakatnya sebagai pendakwah sudah terlihat sejak di bangku kelas 4 SD. Saat itu, untuk pertama kalinya Zakiah berpidato di hadapan para guru dan murid dalam acara perpisahan sekolah. Setelah lulus dari sekolah dasar, Zakiah melanjutkan pendidikannya ke salah satu SMP di Padang Panjang sembari belajar ilmu agama di ke Kulliyat Muballighat, kursus calon muballigh. Kemudian meneruskan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) di Bukittinggi. Saat itu sangat jarang kaum perempuan yang melanjutkan pendidikan ke tingkat perguruan tinggi. Namun, setelah tamat SMA pada 1951, Zakiah terus melanjutkan studinya ke Fakuktas Tarbiyah Perguruan Tinggi Agama Islam Yogyakarta yang sekarang sudah berubah menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta. Berkat kecerdasannya, lima tahun kemudian Zakiyah mendapatkan beasiswa di program S2 Fakultas Pendidikan Universitas Ein Shams Kairo Mesir. Tesisnya tentang problema remaja di Indonesia mengantarnya meraih gelar magister pada tahun 1959. Saat itu, dia sudah sering melakukan praktik di klinik kejiwaan di almamaternya. Lalu, Zakiyah berjuang untuk menyelesaikan program S3 di Universitas yang sama. Akhirnya, dia pun mampu meraih gelar doktor pada 1964 dalam bidang psikologi. Setelah bertahun-tahun mencari ilmu di luar negeri, Zakiyah akhirnya pulang ke Indonesia untuk mengamalkan ilmunya dan bekerja di Kementerian Agama RI. Menteri Agama, Saifuddin Zuhri saat itu menyarankan Zakiah untuk membuka klinik konsultasi di Kementerian Agama. Sejak saat itu lah Zakiah aktif berdakwah dan menasihati orang-orang. Namun, dia kemudian membuka konsultasi kejiwaan pribadi untuk mendengarkan berbagai persoalan hidup kliennya. Namun, berbeda dengan psikolog pada umumnya, dalam praktiknya Zakiyah menggunakan pendekatan agama Islam untuk memecahkan persoalan yang dihadapi kliennya, yang kebanyakan kaum perempuan. Zakiah merupakan ulama perempuan pertama yang menjadi Ketua MUI. Dia juga pernah menjadi Direktur Pembinaan Perguruan Tinggi Agama Islam, menjadi Dewan Riset Nasional, dan pernah menjadi Dewan Pertimbangan Agung (DPA). Bahkan, dia juga pernah diberikan amanah sebagai Ketua Perhimpunan Perempuan Alumni Timur Tengah. PEMIKIRAN ZAKIAH DARADJAT Zakiah Daradjat merupakan salah seorang psikolog muslim. Karena latar belakang pendidikan Zakiah Daradjat dalam bidang psikologi, sehingga pemikiran pendidikannya pun cenderung ke arah pendidikan jiwa terutama kesehatan mental. Menurut Zakiah Daradjat pendidikan Islam mempunyai tujuan yang jelas dan pasti, yaitu untuk membina manusia agar menjadi hamba Allah yang saleh dengan seluruh aspek kehidupannya yang mencakup perbuatan, pikiran, dan perasaan. Bagi peneliti, konsep pendidikan Islam dan kesehatan mental menurut Zakiah Daradjat kiranya cukup menjadi sasaran untuk menggambarkan masalah peran pendidikan Islam dalam kesehatan mental karena pembahasan tersebut dalam pandangan Zakiyah Daradjat bukan saja berdasarkan kepada Al-Qur’an dan hadits, tetapi juga berdasarkan pada pendapat pakar dan pemikiran modern tentang kesehatan mental. Menurut Zakiyah konsep pendidikan Islam adalah sebagai berikut: Pertama pendidikan Islam mencakup semua 31 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


32 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 dimensi manusia sebagaimana ditentukan Islam. Kedua, pendidikan Islam menjangkau kehidupan di dunia dan kehidupan di akhirat secara seimbang. Ketiga pendidikan Islam memperhatikan manusia dalam semua gerak kegiatannya. Keempat, pendidikan Islam berlanjut sepanjang hayat, dan yang kelima sampai hingga berakhirnya hidup di dunia. Untuk lingkungan pendidikan Islam bagi Zakiah ada tiga yaitu keluarga yang menjadi tanggung jawab orang tua, sekolah yang menjadi tanggung jawab para guru atau dosen, dan masyarakat yang menjadi tanggung jawab masyarakat dan pemerintah. Konsep pendidikan Islam bagi Zakiah Daradjat adalah perubahan sikap dan tingkah laku sesuai dengan petunjuk ajaran Islam, ditujukan kepada perbaikan sikap mental yang terwujud dalam perbuatan, baik bagi kebutuhan diri sendiri maupun orang lain. BUKU-BUKU KARYA ZAKIAH DARADJAT Kini, namanya abadi sebagai salah satu ikon ulama perempuan dan seorang pemikir dengan sederet karya yang abadi dan terus dikaji sampai kini. Berikut beberapa karya Prof Zakiah Daradjat: Ilmu Jiwa Agama, Kesehatan Mental dalam Al-Qur'an, Ketenangan dan Kebahagiaan dalam Keluarga, Membina Nilai-nilai Moral di Indonesia, Menghadapi Masa Menopause, Pendidikan Agama dalam Pembinaan Mental, Pendidikan Akhlak dalam Al-Qur'an, Perawatan Jiwa untuk Anak-anak, Problematika Remaja di Indonesia, dll. Sumber isi : https://khazanah.republika. co.id/berita/q6zjsi430/mengenal-zakiahdaradjat-pelopor-psikolog-islam-1 https://idr.uin-antasari.ac.id/21960/6/ BAB%20III.pdf https://www.neliti.com/id/ publications/98444/zakiah-daradjat-danpemikirannya-tentang-peran-pendidikanislam-dalam-kesehatan https://www.kompas.tv/ceritaramadan/278260/prof-zakiah-daradjatsosok-ulama-perempuan-ilmuwan-danhamka-versi-muslimah?page=all Sumber ilustrasi: https://inlislite.uin-suska.ac.id/ Sumber ilustrasi: https://www.lazada.co.id/ 32 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


33 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 Assalamualaikum, teman-teman. Halo, salam kenal, aku Naila Fitri Maulida alumni IMAD Pesantren Terpadu Daarul Fikri angkatan 2023 (fresh graduated, hehe). Saat ini aku tengah menjalankan pendidikan sarjana di Universitas Diponegoro (Undip), jurusan Hubungan Internasional (HI). Bagi teman-teman yang ingin tahu belajar apa saja di Hubungan Internasional khususnya di Undip, aku beritahu sedikit kalau Hubungan Internasional Undip memiliki fokus bahasan kerjasama internasional menangani kejahatan transnasional dan internasional. Jadi di sini kita tak hanya fokus bahasan kepada urusan-urusan diplomatik saja, tetapi difokuskan pula untuk mengkaji segala kejahatan dari sisi transnasional maupun internasional. Lulusannya pun tak hanya bisa jadi diplomat atau duta besar saja, tetapi bisa tergabung dalam kepolisian. Tertarik masuk HI Undip? Good luck ya, hehe:D Bicara soal kuliah, sebenarnya tidak bisa dijabarkan secara singkat, tetapi karena keterbatasan rubrik kali ini aku akan cerita sedikit tentang pengalamanku dan alhamdulillah setelah 3 kali revisi, naskah suara alumni ini jadi:v Semoga sedikit pengalamanku bisa membantu kamu, khususnya untuk temanteman yang sebentar lagi akan melanjutkan pendidikan di dunia perkuliahan. Teman-teman, ada satu kalimat panjang ibuku yang beliau katakan saat aku mulai mencari universitas untuk melanjutkan pendidikan bahwa “semua orang itu siap menang, tapi gak semua dari mereka siap kalah. Kamu harus punya mental siap kalah supaya tiap kali kamu dapat penolakan atau menerima kekalahan, sakitnya gak akan seberapa dan bisa cepat bangkit cari alternatif yang lain.” Membuatku tiap saat berpikir, oh, iya juga. Aku terlalu banyak berpikir bahwa aku mampu dan aku bisa memenangkan sesuatu tapi aku melupakan bahwa setiap kemenangan pasti ada kekalahan, dan aku juga bisa menjadi bagian dari kekalahan tersebut. Perjalanan awalku adalah ketika sekolah mengumumkan bahwa aku menjadi salah satu kandidat pendaftar SNBP dan tertolak di jalur masuk tersebut. Tidak kaget, karena pilihan yang ku masukkan dalam pendaftaran memang tidak realistis, Universitas Padjajaran (Unpad) dan Universitas Sebelas Maret (UNS) jurusan HI, hey itu sangat sulit untuk tembus apalagi dengan kalkulasi nilai akademikku yang tidak seberapa itu. Lantas aku mendaftar UTBK, menaruh harap pada sastra arab Unpad dan HI UNS di sana. TRY IT NOW! Oleh : Naila Fitri Maulida (Alumni Santri IMAD Daarul Fikri 2023 dan Mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Diponegoro) Suara alumni A 33 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


34 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 Selain mendaftar UTBK, aku yang mendapat info bahwa SBUB (Seleksi Bibit Unggul Berprestasi) Undip jalur tahfizh dibuka pun ikut mendaftarkan diri dengan saran dan arahan ibuku. “Yoweslah coba aja. Daftar dimanapun yang buka. Jangan kamu jadikan 1 atau 2 universitas aja sebagai incaranmu. Setidaknya, saat kamu ditolak di salah satunya, kamu masih banyak plan sampai z. Masalah biaya insyaallah ayah ibu bayarin, yang penting kamu cari info terus semua pendaftaran kuliah yang buka.” Begitu kata ibuku saat itu. Maka selang beberapa waktu, aku mendaftarkan diri dengan jalur yg sama (tahfizh) di Universitas Islam Indonesia (UII), Telkom, dan UNS tanpa mengharapkan apa-apa dan hanya berusaha menjalani tes dengan sebaik mungkin. Sayang, sepertinya UII dan Telkom memang bukan rezekiku wkwk. Siapa yang menyangka bahwa aku di Undip, UTBK, dan di UNS akan lolos pilihan pertama itu? T_T dengan hasil ujian blok soal dan tes tahfizh yang tetap ada koreksi, membuatku berpikir bahwa semua ini terjadi karena Allah yang membantuku, sungguh. Aku benar-benar berpikir bahwa Allah Maha Baik, Allah tahu apa yang baik untukku dan apa yang tidak baik untukku. Sampai sekarang aku berpikir meski dulu aku sempat bimbang ingin memilih salah satu dari ketiga universitas itu, seandainya aku memilih Unpad mungkin orang tuaku akan kesulitan membiayaiku dengan biaya hidup lebih tinggi di sana. Jika aku memilih UNS mungkin aku tidak bisa merasakan apa yang namanya ospek saat itu dan aku belum tentu menjaga hafalanku karena tidak terikat komitmen untuk melanjutkan prestasi. Ada satu hal lagi dan ini fun fact menurutku. Aku mendaftarkan diri pada ujian tulis Universitas Negeri Jakarta (UNJ) namun tidak aku ikuti ujiannya karena sudah mendapat pilihan untuk berkuliah T_T walaupun sedikit menyayangkan uang pendaftarannya, tak apalah. Aku malas berpikir lagi untuk ujian:v Teman-teman, jujur, berkuliah itu memang banyak adaptasi yang perlu dilakukan diri kita sendiri. Berbagai macam sifat manusia akan kamu temui di sini. Kupikir kamu tidak kaget akan hal itu karena pasti hal itu banyak berseliweran di beranda instagram atau tiktok milikmu. Tapi percayalah, dengan skill memahami berbagai macam manusia di pondok kamu akan terbantu dengan hal itu. Mungkin culture shock yang akan tetap kamu rasakan hanyalah sesuatu yang kita anggap “kenakalan remaja” namun hal lumrah bagi temanmu yang dulunya bersekolah di luar pondok. Aku akan berbagi sedikit tips untuk kamu yang akan menjalani kehidupan perkuliahan sebentar lagi. Pertama, ini yang sangat aku tekankan, coba beradaptasilah dengan baik. Cari teman yang tulus, yang benar-benar menganggapmu teman, bukan saingan dalam perkuliahan. Supaya saat kamu kesulitan menghadapi suatu mata kuliah yang asing bagimu, ia akan menjelaskannya padamu, bukan menghindarimu. Kedua, kenali cara mengajar dosen. Kuliah dan bersekolah sangat jauh berbeda, teman-teman, aku ingin kamu tahu hal itu agar kamu bisa menyesuaikan diri. Di sekolah kamu mungkin akan terus menjadi penyimak dan guru yang akan menjelaskan materi. Tetapi di saat berkuliah, bisa jadi kamulah yang diharuskan mencari dan menjelaskan materi untuk teman-temanmu. Nilai keaktifan adalah keharusan bagi beberapa dosen dan presentasi setiap pertemuan adalah hal yang sangat lumrah terjadi. Ada pula dosen yang menurutmu mungkin terlihat baik dengan cara beliau menjelaskan yang sangat sabar. Namun rupanya saat penilaian dan transkrip nilai semester milikmu keluar, kamu malah mendapatkan nilai C. Maka kamu perlu mewanti-wanti hal ini dengan rajin mengerjakan tugas tanpa terlambat mengumpulkan, selalu hadir tepat waktu dan tidak bolos perkuliahan, serta diusahakan menjadi aktif saat pertemuan perkuliahan dengan bertanya terkait dengan materi. Meski terlihat tidak menuntut keaktifan, dosen seperti ini justru menunggu inisiatif keaktifan mahasiswanya. Meski sedikit, tapi semoga 2 tips itu bisa membantu ya, teman-teman. Oh iya, kamu juga pasti tidak asing dengan organisasi mahasiswa yang ada di perkuliahan kan? Entah BEM atau senat tingkat universitas, BEM atau senat tingkat 34 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


35 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 fakultas, hingga Himpunan Mahasiswa di tingkat jurusan. Semua mempunyai fungsi yang sama, sebagai salah satu tempat berkembang. Aku garis bawahi bahwa Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) adalah salah satu tempat berkembang, bukan kewajiban. Jadi ketika kamu sudah berada di perkuliahan nanti, jangan jadikan mengikuti ormawa adalah suatu keharusan hanya karena fomo. Tapi kamu perlu kenali apa prioritasmu dan kamu atur strategi sebenarnya dimana tempat yang pas yang kamu akan nyaman untuk berkembang di sana. Kalau aku sendiri, jujur aku tidak terlalu tertarik untuk gabung di ormawa. Salah satu alasannya, aku merasa lingkungan ormawa tidak terlalu cocok denganku sehingga aku takut jika memaksakan diri di sana, aku akan membebani diriku sendiri. Maka dari situlah aku mencari alternatif organisasi lain dengan bergabung di rohis kampus dan rohis fakultas. Selain itu aku juga tergabung dalam salah satu organisasi yang mengumpulkan mahasiswa-mahasiswa Undip yang berada di bidang Al-Qur’an (SBUB). Tempat berkembangku yang lain ialah aku melamar pekerjaan sebagai tentor privat pengajar Al-Qur’an. Jadi teman-teman, aku harap saat berkuliah nanti kamu tidak berkecil hati dengan teman-temanmu yang terlihat keren masuk ormawa. Bukan, bukan aku menganggap bahwa aku sangat berkembang dengan kesibukan yang aku pilih, bahkan terkadang aku masih merasa kurang dan fomo pada teman-temanku yang mengikuti ormawa. Tapi setidaknya, kamu memiliki prinsip dan kamu memiliki prioritasmu untuk menjalani perkuliahan sekaligus mengembangkan potensi dirimu sendiri. Satu hal lagi sebelum aku tutup rubrik kali ini, teman-teman jangan lupa untuk juga mencari perlombaan yang sesuai dengan minat dan potensimu. Seandainya kamu memang tidak ada ketertarikan untuk berorganisasi, kamu memiliki backup branding dirimu dengan prestasi yang kamu miliki. Selama hampir 1 tahun berkuliah, alhamdulillah aku diizinkan Allah untuk menjadi salah satu mahasiswa yang memiliki prestasi. Meski bukanlah suatu prestasi yang sangat membanggakan seperti kompetisi luar negeri, tetapi setidaknya aku berhasil membuktikan kepada Undip bahwa aku bisa menjalankan komitmen sebagai mahasiswa SBUB untuk melanjutkan prestasi dengan membawa nama baik universitas. Dari prestasi yang kudapatkan itu, aku sungguh bersyukur karena dulu saat masih bersekolah, prestasiku hanya terbatas pada Juara 2 MHQ tingkat kabupaten dan tidak pernah lebih dari itu. Aku rasa Allah membayar penantianku untuk mendapat prestasi lebih dari itu dengan menjadikanku pemenang Juara Harapan 1 MTQM Nasional cabang lomba MHQ 30 juz yang diadakan di Universitas Brawijaya pada November 2023 kemarin. Maka melalui rubrik kali ini, aku ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada guru-guruku yang telah mendukung dan mendoakan yang terbaik untuk anak muridnya. Also special thanks to my parents and my teacher who has an important role in making me a memoriser of the Al-Qur’an. Dari peran penting mereka, aku percaya bahwa seorang penghafal Al-Qur’an, sesedikit apapun hafalan yang ia miliki, pasti akan merasakan suatu keajaiban dari Allah yang tidak pernah mereka duga. Lastly to all my friends who have always supported me until now, I love y’all so much. And also all of you who have read this rubric until it ends, ku doakan kamu menjadi salah satu mahasiswa yang berhasil mengembangkan diri dan menjadi seseorang yang sukses di masa depan. Tak lupa juga, aku meminta bantuan do’a kepada siapapun yang membaca ini supaya semua perjalanan perkuliahanku dipermudah oleh Allah SWT dengan hasil akhir dan masa depan yang memuaskan, aamiin… Semoga do’a yang kamu panjatkan untukku berbalik untuk dirimu sendiri.ya! Yah… rupanya bincang pengalaman ini harus selesai di sini. Sebelum aku tutup, aku ingin berbagi salah satu kata-kata penyemangat yang sangat menginspirasi dari R.A Kartini, “jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang.” Aku harap kamu yang membaca ini tidak pernah berhenti untuk mencoba hal-hal baru yang akan mengembangkan dirimu. Kalau mengikuti kata-kata penyemangat untuk diriku sendiri, “u never know that u failed until u try it.” Coba saja dulu, perkara hasilnya gagal atau tidak, serahkan pada Yang Maha Kuasa. Yang penting kamu sudah berusaha dengan sangat baik untuk mencapainya. Thanks for your attention, guys! It was nice to write this rubric. I hope u enjoy it! Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh:) 35 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


36 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 JUDUL :TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR PENULIS :TERE LIYE PENERBIT :SABAKGRIP TERBIT :1 FEBRUARI 2024 HALAMAN :371 HALAMAN ISBN :978-623-88822-0-5 PERESENSI :YLNDYA (IMAD AKHWAT) RUANGAN 3X6 RESENSI R Ratusan tahun bangsa ini melawan penjajah yang mengangkangi tanah, air, dan hasil bumi. Ratusan tahun susah payah bangsa ini mengusirnya agar bisa hidup merdeka, makmur di negeri sendiri. Kehidupan yang baik dan mulia. Tapi sayangnya, setelah penjajah itu berhasil diusir pergi, justru yang datang adalah saudara sendiri. Yang lebih bengis, lebih rakus untuk kemakmuran kelompoknya sambil membual demi kepentingan bangsa dan negara. Penjajah era kini. Buku ini menceritakan tentang perjuangan aliansi aktivis lingkungan yang menjadi perwakilan rakyat dalam sidang tertutup bersama komite untuk menolak adanya konsesi proyek raksasa milik PT Semesta Mineral & Minings. Proyek tambang itu akan mengambil lahan 40.000 hektar menggusur 25.000 penduduk di 30 Kampung dan 2 Kecamatan. Proyek itu juga akan ’menggeser’ 30 kampung adat yang bahkan telah ada sejak ratusan tahun lalu. Penduduk setempat jelas-jelas menyatakan penolakan lewat berbagai demonstrasi. Mayoritas rakyat meminta proyek itu dibatalkan. Media-media juga mengkhawatirkan dampak lingkungan proyek itu. Jutaan tahun limbah tambang dibuang ke perairan terbuka. Belum lagi dengan riwayat panjang PT Semesta Mineral & Minings, ditambah penilaian buruk atas Mitra investor dari Cina. Kita selalu dibuat terpesona oleh angka-angka dari industri tambang. Bombastis. Seolah itu hebat dan seindah yang dikatakan. Padahal realitanya, sejak lama, tambang hanya memperkaya pemiliknya, investor, orang-orang itu saja. Lantas siapa yang paling dirugikan? ratusan juta rakyat negara ini. Mereka diusir dari tanah nenek moyangnya demi proyek-proyek ini. Mereka juga tidak menikmati hasil tambang yang dikeduk dari perut Bumi Pertiwi. Dalam membicarakan suatu bab, buku ini sering meloncat-loncat kian kemari. Pembaca benar-benar dituntut cermat untuk menginterpretasikan benang merah ide tulisan-tulisan ini. Namun, jika kita bersabar untuk menikmati buku ini sampai habis, tentu kita dapat menemukan keseluruhan ide, dan kebingungan yang muncul di bab demi bab akan terjawab. Sumber ilustrasi: https://www.tokopedia.com/ 36 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


37 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 Sumber ilustrasi: https://grasindo.id JUDUL :DOMPET AYAH SEPATU IBU PENULIS :JS. KHAIREN PENERBIT :GRASINDO TERBIT :AGUSTUS 2023 HALAMAN :216 HALAMAN ISBN :978-602-05-3022-2 PERESENSI :AZKIA. NA (IMAD AKHWAT) PERJUANGAN YANG TIADA HENTI A Ada deras keringat ayah dan banjir tangis ibu dalam langkah kakimu hari ini. Dunia jahat dan kau kalah? Lihat telapak tanganmu. Ayah selalu menempa tangan itu agar kau tak menyerah. Ibu tak henti memapah tangan itu untuk berdoa. Bangkitlah untuk melangkah. Ini kisah tentang ayah dan ibu yang cintanya lahir bahkan sebelum kau lahir, yang cintanya tumbuh bahkan sebelum kau bertumbuh, yang tangisnya mampu menyalakan api juga mampu memadamkannya. Api paling panas menyala saat ayah dan ibu menangis kecewa. Api paling panas padam oleh tangis perjuangan mereka. Kisah ini senyata napas dan darah yang mengalir di tubuhku. Ada tangis yang pekat dan tawa yang membuncah di setiap halamannya. Buku ini menceritakan seorang anak lelaki dan perempuan yang hidupnya harus menanggung banyak tanggung jawab. Asrul-anak pertama dari tiga bersaudara itu sedari kecil sudah diajarkan untuk menjadi anak yang pemberani dan tidak boleh menangis apapun yang terjadi dalam hidupnya. Zenna walaupun ia anak tengah dari sebelas bersaudara, tetapi semua kebutuhan adik-adiknya ditanggung oleh dirinya. Sedangkan kakak-kakaknya ada yang merantau dan berumah tangga. Mau tidak mau Zenna harus membantu ibunya mengurus adik-adiknya. Seiring berjalannya waktu, Asrul akhirnya mencoba untuk masuk ke Universitas IKIP untuk pindah ke ibu kota dan meninggalkan Umi, juga kedua adiknya di pedalaman Gunung Marapi dengan rumah yang sekecil itu. Lain halnya dengan Zenna yang sebelumnya memang sudah keterima di IKIP Padang, akan tetapi Zenna harus membiayai sekolah adikadiknya. Jadilah sementara waktu untuk Zenna mengubur impiannya dan Zenna akan mendaftar lagi di tahun yang akan datang. Singkat cerita dua muda-mudi itu itu menaiki Bukit Barisan satu dari Gunung Merapi satu lagi dari Gunung Singgalang mereka menuju kota Padang menjemput impian mereka masingmasing tanpa ada yang tahu bahwa orang yang duduk bersebelahan itu adalah bagian penting dari masa depan mereka. “Semoga kau lulus tahun ini!” kata Zenna, “Semoga kau lulus lagi tahun ini” kata Asrul. Akar bambu membutuhkan beberapa tahun lagi untuk menguat ke bawah tanpa ada mata yang melihatnya. Setelah akarnya kuat, dibutuhkan beberapa minggu atau bulan untuk ia menjulang tinggi ke langit. Tidak sekali dua kali kita mendengar nasihat ini. Kehidupan yang mengguncang di hari ini adalah bekal masa depan. Ada sedikit kutipan mengenai buku ini, “selalu mencium tangan Ayah dan Ibumu ketika berangkat dan pulang, tak peduli berapa usiamu, tak peduli sehebat apa dirimu. Dari cerita ini, hal yang bisa kita ambil adalah perjuangan si orang miskin yang ingin bercita-cita tinggi.” Namun, kemiskinan itulah yang membuat kita bermimpi pun juga harus sadar diri. 37 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


38 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 PUISI Damaikan Kebodohan Terkenang Perjalanan Cahaya Hatiku Karya : Afsuntera (IMAD Akhwat) Karya : KIEE (IMAD Akhwat) Karya : Afifah B (IMAD Akhwat) Karya : Aurelia Putri (IMAD Akhwat) Pada hari pelepasanmu Sempurna sudah perbekalan Kecamuk persoalan tengah menunggu Damaikanlah dari kebodohan Pada hari pelapasanmu Genapkan niat baru Peluk mereka yang terlena Rangkul mereka yang buta Hawa bukan lagi bulanan Seolah diselimuti penjajahan Hawa bukan lagi pajangan Apalagi barang suruhan Jiwa suci yang teguh Tak mengapa hancur sekali Jatuhlah engkau jatuh Semoga engkau bangkit berkali-kali Bagaikan air mengalir Jam yang s’lalu berputar Semua akan mengalir Sesuai skenariomu yang dipenuhi lika liku Sesuai skenariomu yang tak diketahui Luka, canda, tawa kita arungi bersama Tiga tahun lama nya megukir kenangan bersama Tiga tahun lama nya berjanji akan s’lalu bersama Tetapi apalah janji Tak usah berjanji jika masih mengingkari Tak usah berjanji jika tak mampu menepati Adakalanya semua akan berubah People come and go sudah biasa Apakah kalian sudah terbiasa? Hujan berjatuhan Bunga bertebaran Aku sendirian Melihat air transparan Memandang cahaya bulan Menatap jalan Penuh dengan kenangan Dan… Aku tak mengatakan sepatah kata pun Aku kembali Kota menjadi sunyi Malam datang lagi Di pantai yang mati Merasa lupa Air mata Terbuat dari permata Tak apa... Jika kau tertawa Musim semi tiba Di kamar yang hampa Tak ada rasanya Inilah akhirnya Wanita yang sabar dan kuat Dalam menghadapi segala sesuatu Wanita yang sangat berjasa Wanita yang sangat cantik Seperti bulan dan bintang-bintang Di malam yang kelam Yang selalu menyinari di tengah kegelapan Wanita itu adalah ibuku Selalu menyinari hidupku Dengan kasih sayangnya Yang sangat tulus Sumber ilustrasi: https://id.pinterest.com/ 38 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


39 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 Penasehat Terbaikku Terima Kasih Ibu Kapas Putih Karya : Fathimah I. (IMAD Akhwat Rawa Lele) Karya : Dewi N (VII IMAD Akhwat Rawa Lele) Karya : HATAISSY (X IMAD Akhwat) Bagaikan mentari yang terang Wajahmu indah berseri Bagaikan laut yang tenang Wajahmu menenangkanku Rintik hujan yang terdengar mengingatkanku pada nasihatmu Omelan karena kenakalanku Selalu terngiang dibenakku Engkaulah penasehat terbaikku Ibu... yang mengandung dan melahirkanku Kau menahan rasa sakit dan bertaruh nyawa Engkau merawatku hingga saat ini Hatimu tulus untukku Kau berikan seluruh kasih sayangmu Engkau tulus mendidikku dan mengajarkanku Tulus sepenuh hatimu Engkaulah guru pertamaku Wahai malaikat tak bersayap T’rima kasih atas semua pengorbananmu T’rima kasih kepada wanita Yang sangat aku sayangi Bagai kapas putih Bagai air jernih Aku lahir dalam fitrah mu ilahi Terangnya mentari menerangi hati kami Sejuknya embun pagi mengiringi langkah kami Dengan tekad yang kuat, niat yang suci, nan semangat yang tinggi Ku bergabung di pesantren ini Di akhir zaman banyak kedzaliman Ini bukan halangan tapi tantangan Aqidah yang kuat tak tergoyahkan Detak hati ini berkata Sungguh kehidupan hanyalah detik dan menit yang berlalu Wahai kawan Saatnya berhijrah kearah kebenaran Berjihad di jalan ketaqwaan Menggapai keridhoan ilahi 39 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


40 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 Karya: Mutia Bafee (X IMAD Akhwat) MENCICIL TUGAS P Sumber ilustrasi: https://id.pinterest.com/ Pagi yang cerah, udara sejuk dan kabut bermunculan. Cahaya matahari mulai terlihat dan menembus kaca jendela rumah-rumah. nitnit..nitnit..., tiiiit..... Anna terbangun dari tidurnya. “Astagfirullah,” Anna terkejut saat melihat jam. Anna bergegas menuju kamar mandi, setelah itu ia turun menuju ruang makan. “Bunda, Anna langsung berangkat ya, Assalamualaikum,” Anna pamit dan langsung mengambil tangan bundanya, lalu menciumnya. *** “Alhamdulillah, untung gak telat,” Anna turun dari angkutan umum, ia berjalan melewati gerbang sekolah, kantin, kantor, dan kelas-kelas. “Hai, Ann,” ucap Maryam sambil menepuk bahu Anna. “Hai, Maryam.” “Apakah kau sudah mengerjakan tugas?” Maryam bertanya kepada Anna. “Tugas apa?” Anna balik bertanya. “Tugas Bahasa Indonesia.” “Astagfirullah, aku lupa,” Anna panik. “Memang nya kapan dikumpulkan?” Anna berusaha tenang. “Kamu lupa atau bagaimana?” Tanya Maryam dengan heran, yang dijawab oleh Anna dengan cengiran khas nya yang menyebalkan. “Hari Senin depan” ucap Maryam. “Itu lusa, masih lama Maryam. Kau sudah membuatku panik, kukira hari ini.” “Meskipun masih lama, kamu harus mencicil tugas itu sedikit demi sedikit, agar tidak menumpuk, jika menumpuk kau akan malas, menundanunda dan akhirnya tidak mengerjakan” ucap Maryam. “Maaf, Maryam” “Ya sudah, setelah pulang sekolah, kita kerjakan tugas di rumah pohon” ucap Maryam. “Baiklah, tapi aku tidak membawa sepeda hari ini,” ucap Anna. “Tenang saja, kalo begitu kau akan aku bonceng,” tutur Maryam. “Terima kasih Maryam. Ayo kita masuk kelas, sebentar lagi jam pelajaran pertama akan dimulai” ucap Anna. Maryam menganggukkan kepalanya. Kami pun berjalan memasuki kelas bersama. - TAMAT - CERPEN 40 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


41 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 41 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


42 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 Karya: Mutya HN (IMAD Akhwat) GOODBYES ARE BITTERSWEET Goodbyes are bittersweet. But it's not the end, I'll see your face again - One Direction - Aku masuk ke sebuah café langgananku saat hujan mengguyur pada sore itu. Aku biasanya memilih duduk di dekat jendela, di sofa yang empuk ataupun di kursi kayu kecil yang membuat tubuhku terlihat pendek. Saat ini, café sedang memutar lagu– lagu yang biasa aku dengar di tiktok. Aku tidak tahu judulnya, namun sangat familiar di telingaku. Aku duduk seorang diri, memandangi pengunjung yang berlalu lalang entah untuk mengerjakan tugas, berteduh dari guyuran hujan, ataupun hanya sekedar untuk nongkrong. Ini adalah hal yang paling aku sukai. Musik, obrolan kecil pengunjung, sampai suara kaki yang bergesekan dengan lantai. Selagi menunggu pesanan, aku mengotak-atik laptop sambil mengerjakan tugas. Setelah namaku dipanggil kasir, aku mengambil minuman pesananku lalu duduk, berhadapan dengan laptop, dan melanjutkan tugasku. Akan tetapi, suasana café yang tenang dan lagu One Direction Walking in the Wind membuat otakku berputar kembali mengingat kejadian 3 tahun yang lalu. *** Sepasang suami istri yang memiliki 6 anak. Si sulung Raffa, si panggulu Jefan, si pandhadha Hema, si kembar Nolan & Naran, dan si bungsu Kisa. Keenamnya masing–masing berjarak 2 tahun. Keluarga ini terkenal dengan kehangatan dan keharmonisannya. Banyak keluarga yang iri dengan keharmonisan keluarga ini. Sampai suatu peristiwa yang terjadi kepada mereka yang membuat mereka tidak lagi seperti dulu. Tidak lagi ada kehangatan dan keharmonisan, semuanya sibuk dengan kesibukan masing-masing untuk melupakan kejadian beberapa tahun yang lalu. Kejadian itu bermula saat G Sumber ilustrasi: https://id.pinterest.com/ 42 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


43 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 sedang perjalanan menuju rumah Omah, saat itu Hema dan Jefan cek-cok karena Hema selalu memakai barang miliknya tanpa izin. Jefan mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, begitulah jika ia kesal ia akan melampiaskannya dengan sesuatu. Tiba–tiba, truk dari arah kanan yang melaju kencang sukses menghantam mereka. Hema dan Jefan sudah terpental di jalan, banyak sekali darah yang keluar dari kepala mereka. Orang–orang yang melihat kejadian itu langsung membantu mereka dan memanggil ambulans. Ambulans pun datang dan segera membawa mereka ke rumah sakit. Saat tiba mereka langsung dibawa menuju ruang UGD. Bunda dan anak–anak yang lain sudah tiba di rumah sakit sudah sampai, tadi pihak rumah sakit menelponnya. Mereka langsung menuju ruang tunggu operasi. Setelah lama menanti mereka melihat pintu ruangan tersebut terbuka, terlihat seorang dokter yang berjalan menghampiri mereka yang sedari tadi sedang menunggu dengan cemas. “Saya boleh bicara dengan keluarga pasien?” ucap sang dokter. “Saya keluarga pasien, Dok “ “Mohon maaf sebelumnya, bu” “Kenapa, Dok?” “Kami pihak rumah sakit sudah melakukan semaksimal mungkin untuk menyelamatkan pasien namun, tida ada respon apapun dari keduanya. Kami juga melakukan berbagai macam tes, tidak ada refleks otak dari tubuh pasien. Benturan yang sangat keras ini membuat pecahnya pembuluh darah hingga menyebabkan kerusakan jaringan otak.” Bunda yang mendengar pun langsung lemas dan hampir terjatuh. Dengan sigap, Raffa menangkapnya. “Maaf, Bu. Kami harus memberi tahu kabar ini. Kami sudah semaksimal mungkin untuk menyelamatkan pasien, namun Tuhan berkata lain.” Banyak sekali kejadian yang berlalu di dunia ini, yang mampu membuat manusia merasakan kekosongan secara tiba-tiba. Entah itu kepergian, kehilangan, atau perpisahan untuk selamanya. Hanya saja, bagaimana sebagai manusia terhadap takdir Sang Pencipta. Mau tidak mau, siap tidak siap harus menerimanya. *** Hujan sudah reda sedari tadi. Aku pun membereskan barang-barangku, bergegas untuk pergi ke suatu tempat sebelum pulang ke rumah. Setelah hampir 30 menit akhirnya aku sampai di tempat pemakaman umum. Tak lupa aku membawa bunga untuk kedua abangku. Aku langsung membersihkan dan menaburkan bunga, lalu berdoa, mengirim Al-Fatihah untuk mereka. “Halo, Bang… Maaf yaa... Kisa baru bisa kesini soalnya Kisa akhir-akhir ini sibuk. Doain ya bang, semoga Kisa bisa nyusul Bang Raffa sama Nalan & Noran ke University of Toronto. Soalnya Kisa di sini sendirian, Bunda juga akhir-akhir ini sibuk banget sama pekerjaan. Tapi aku ga sedih lagi kok bang, soalnya Bunda kemarin baru beliin aku kucing anabul namanya Gabu. Jadi Gabu yang nemenin aku sehari-hari kalo Bunda sibuk…” Setelah bercerita, aku pun langsung bergegas untuk pulang karena hari sudah mulai petang. Banyak sekali kejadian yang berlalu di dunia ini, yang mampu membuat manusia merasakan kekosongan secara tiba-tiba. Entah itu kepergian, kehilangan, atau perpisahan untuk selamanya. Hanya saja, bagaimana sebagai manusia terhadap takdir Sang Pencipta. 43 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


44 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 Sabtu sore, nampak dua sahabat sedang berjalan menikmati suasana sore di taman kompleks rumah mereka. Mereka adalah Haura dan Nafeeza. Sambil menikmati sore, Nafeeza berniat mengajak Haura untuk ikut ke tempat biasa ia dan teman-temannya yang lain nongkrong. “Ra, kamu mau ikut aku nongkrong ga nanti malam?,” tanya Nafeeza. “Eee... maaf, Za. Aku ga bisa ikut,” ucap Haura pelan. “Kenapa? Seru lho... nanti kita partyparty. Disana juga banyak cowok, kamu pasti suka deh... Ayolah...,” Nafeeza membujuk Haura. “Aku ga bisa ikut Za. Aku ga mau keluar malam-malam dan nongkrong-nongkrong ga jelas gitu. Aku juga ga dibolehin sama orangtuaku,” Haura menolak. “Sekali-kali aja kok. Orangtua kamu juga ga bakal marah,” Nafeeza kembali membujuk Haura. “Aku tetep ga mau ikut, Za! Mendingan kamu juga ga usah ikut.” Haura tetap pada pendiriannya. “Duhh, gimana ya. Aku udah janjian sama yang lain. Cowok aku juga datang, ya kali aku ga ikut. Yang benar aja, rugi dong!” “Haah... Terserah kamu ajalah, Za.” “Ya udah kalo kamu ga mau ikut. Tapi nanti jangan nyesel, ya!” Setelah itu, mereka kembali mengisi sore dengan obrolan dan canda tawa. Begitulah Haura dan Nafeeza. Walau mereka berdua bersahabat, namun sifat mereka berdua sangat bertolak belakang. Haura memiliki sikap yang patuh pada orangtua, selalu menjaga dan menutup auratnya dan tidak menyukai pergaulan bebas. Sementara Nafeeza, ia memiliki sifat yang berbanding terbalik dengan Haura. Ia sering melawan perkataan orangtuanya, pergaulannya bebas, dan suka memakai pakaian yang tidak menutup aurat. Tetapi, perbedaan sifat mereka inilah yang membuat mereka berdua akrab dan saling melengkapi. Hari Rabu, saat jam istirahat di sekolah. Saat kelas sudah sepi, Haura mengajak Nafeeza ke kantin. “Za, ayo ke kantin.” Haura menghampiri S Sumber ilustrasi: https://id.pinterest.com/ Karya: Aqila N.K dan S E S A M A SALING M44 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


45 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 n Thalita Z (VII IMAD Rawa Lele) A M U S L I M A H H A R U S MENGINGATKAN Nafeeza yang terlihat murung di tempatnya. Bukannya menjawab, Nafeeza malah menangis. Hal itu membuat Haura panik sekaligus heran. “Ada apa Nafeeza?” tanya Haura dalam hati. “Za, kamu kenapa? Kok nangis?” Haura menenangkan Nafeeza yang masih menangis. Beberapa saat kemudian, saat Nafeeza sudah cukup tenang, Haura kembali bertanya. “Kenapa Za? Kamu lagi ada masalah? Cerita aja ke aku, ga apa-apa kok.” “Sebenernya kemarin, aku sama Revan bertengkar.” “Loh, kenapa bertengkar?” Haura mengernyit bingung. Nafeeza menghela napas dan mulai menceritakan masalahnya dengan Revan. “Terus sekarang, kamu gimana sama Revan?” “Hmmm... kemarin kita putus. Aku sedih banget, semaleman aku nangis karena memikirkan dia.” Nafeeza kembali terlihat murung. “Astaghfirullahal’adzim, Za... kenapa kamu membuang air matamu hanya karena lelaki seperti itu?” Nafeeza pun terdiam. “Seharusnya kamu malu” “Kenapa aku harus malu?” tanya Nafeeza. “Karena sebagai muslimah, kita harus menjadikan rasa malu kita sebagai mahkota kemuliaan kita. Rasa malu itu juga akan mencegahmu berduaan dengan lelaki yang bukan mahram. Kamu juga akan menjaga dirimu agar tidak berdesakan atau bersentuhan dengan lelaki, dan rasa malu juga akan menuntunmu untuk menjaga harga diri dan kemuliaan,” ucap Haura menasehati. “Ayo kita bersama-sama memperbaiki diri kita agar menjadi lebih baik.” Haura tersenyum tulus yang membuat Nafeeza terharu. “Haura makasih ya, udah jadi sahabat yang baik buat aku. Aku bersyukur memiliki sahabat seperti kamu. Kamu menemaniku saat suka dan menghiburku saat luka. Kamu juga mengingatkan aku ketika khilaf.” “Sama-sama Za, kan kita sahabat. Sudah jadi kewajiban juga buat sesama muslimah untuk saling mengingatkan." Nafeeza tersenyum dan mereka berdua berpelukan. Saat kamu memiliki sahabat yang senantiasa mengajakmu untuk berbuat baik, sungguh kamu telah melangkah lebih dekat menuju surga. Saat kamu memiliki sahabat yang senantiasa mengajakmu untuk berbuat baik, sungguh kamu telah melangkah lebih dekat menuju surga. 45 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


46 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 CERGAM PERPISAHAN Oleh: Nayla Azzahra (IX Fullday Akhwat) MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


47 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 MENUNTUT ILMU Oleh: Sahira, Dea, Azzura (8B IMAD Akhwat Rawa Lele) MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


48 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 PATUHILAH IBUMU Oleh: Vorie dan Alisa (IMAD Akhwat) MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


49 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


50 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 32


Click to View FlipBook Version