The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by albayan.df, 2023-04-06 03:19:18

AL BAYAN EDISI 26

MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 01


DAFTAR ISI



Asasiyah Resensi
04 PENDIDIKAN DI BULAN SUCI RAMADHAN 32 Secangkir Kopi dan Perjalanan
Melintasi Waktu
Kajian Utama 33 Padma : Bunga Terakhir
06 PENDIDIKAN KEBERSAMAAN DALAM IDUL
FITRI Puisi
Ragam Pesantren 34 Rindu, A Room No. 0813 - Niscala,
Dahaga, Hadir Kembali
08 Menyambut Bulan Suci Ramadhan Waktu Berkualitas, Ied Al-Fitr, Tentang
09 Melakukan Amaliah Ramadhan 35 Kita, Takdir-Nya
10 PKM Santri Kelas Akhir (12) IMAD-FDS Cerpen
11 Mengasah Kemampuan Wirausaha
12 Fiqhunnisa; US Kelas Akhir (9) IMAD-FDS 36 Resah Yang Pertama
13 Planing Untuk Masa Depan; Mengembangkan 41 Bumi dan Lukanya
Keterampilan Diri Ramadhan Istimewa untuk Si Kecil
Galery Kegiatan 42 Nabila
14 MIU, SDIT, TK ALAM Cergam
15 IMAD-FDS, YAYASAN, CABANG BREBES 46 Jangan Main HP Terus
Story Santri 47 Lebaran di Kampung Halaman
16 The Real “We Come To Win” 48 Aku Bukan Mereka

Opini
20 People Come And Go
Mozaik
24 Filosofi Ketupat
Jejak
28 The Grand Old Man





Redaksi menerima karya berupa artikel, cerpen, puisi dan jenis tulisan lainnya. Naskah dikirim
berupa softcopy (file doc.) hard copy dan foto (softcopy file tidak lebih dari 25 Mb). Naskah yang
layak akan kami terbitkan di edisi selanjutnya. Naskah yang masuk dan diterbitkan menjadi hak
milik redaksi, dan akan mengalami proses editing tanpa mengubah isi artikel.
Kirimkan saran dan kritik anda ke Redaksi Majalah Al-Bayan, Pesantren Terpadu Daarul Fikri, Kp.
Warung Bambu RT. 001/09 Ds. Telaga Murni Kec. Cikarang Barat Kab. Bekasi Telp. (021) 8904078/79,
89116165. e-mail: [email protected]

REDAKSI
Pembina: KH. Ahmad Husein Dahlan, Lc. MA. (Pengasuh Pesantren), Kartubi, M.Pd (Wakil
Ketua Umum 1 Bidang Dakwah & Pendidikan), Penanggung Jawab: Nasrullah, S.Psi (Direktur
Media), Pemimpin Redaksi : Didik Hermanto Dewan Redaksi: Adam Nurrachman, Mustofa.
Redaktur Ikhwan: Zidan A. , M. Al-Fath, Ridho A., R. Rafiddin, M. Alia, Faishal H., M. Rhiandhy, F. Azfa
Redaktur Akhwat: Verda Y., Maitsa H., Kireina K., Davina C., Dhania L., Assyfa A., Khalishah W., Nasla
MAJALAH AL-BAYAN
R. Layout: Rafiddin Design Cover: Rhiandhy
02
EDISI 26


SALAM REDAKSI


Assalamualaikum warahmatullahi dan “al-fitri”. Id secara bahasa berasal dari
wabarakaatuh… kata aada – ya’uudu, yang artinya kembali.
Hallo sahabat Al-Bayan yang baik hati Hari raya disebut ‘id karena hari raya terjadi
dan tidak sombong!! gimana nih kabar secara berulang-ulang, dimeriahkan setiap
antum semuanya? Semoga kalian selalu tahun, pada waktu yang sama.
dalam keadaan yang baik dan happy ya Sedangkan kata ‘fitri’ memiliki dua
dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Dan makna, yaitu suci dan berbuka. Suci berarti
tidak lupa juga puja serta syukur selalu kita bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan,
panjatkan kepada Allah SWT yang apabila dan keburukan. Sedangkan fitri yang berarti
tanpa nikmat dan ridho yang telah diberikan berbuka berdasarkan pada hadits Rasulullah
olehnya kami segenap redaktur Al-Bayan tak SAW: ”Dari Anas bin Malik: ‘Tak sekali pun
akan mampu menerbitkan Al-Bayan edisi Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat)
ke-26 ini. pada hari raya Idul Fitri tanpa makan
Ngomong diomong gimana nih puasa beberapa kurma sebelumnya.’” Jadi gitu
Ramadhan kalian semua? Lancar kan? aman guys!!. Gimana nih udah taukan sekarang
kan? pasti lancar dan aman lahh, semoga kalau Idul Fitri sama lebaran berbeda makna
ibadah dan amalan yang kita lakukan selama tapi dengan tujuan yang sama.
bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah SWT Selain makna lebaran dan Idul Fitri,
aamiin, tapi tanpa dirasa sebentar lagi bulan pada Al-Bayan edisi kali ini, kami juga
yang mulia ini sudah meninggalkan kita ya menyajikan filosofi tentang makanan yang
temen-temen, dengan segala kerinduan dan sangat familiar atau lebih tepatnya makanan
keberkahan yang ada di dalamnya, dan tak yang selalu ada pada saat hari raya Idul Fitri
lama juga kita akan menyambut hari raya di Indonesia, ada yang tau ga apa nama
Idul Fitri atau hari raya lebaran. makanannya? Kalau belum tau mari kita cari
Temen-temen tau gak sih lebaran tau di MOZAIK.
dan Idul Fitri itu ternyata memiliki makna Dan juga kami selaku redaktur Al-Bayan
yang berbeda loh.. misalnya lebaran, Magazine mengucapkan SELAMAT HARI
Lebaran sendiri berasal dari kata lebar yang RAYA IDUL FITRI 1444 H, MINAL AIDIN WAL
ditambahkan imbuhan –an. ‘Lebar’ berarti FAIZIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN.
lapang. Maknanya, tentu agar di hari raya Mungkin cukup sekian yang kami
kita harus berlapang dada. Sifat lapang paparkan, “bila ada sumur di ladang bolehlah
dada muncul untuk meminta dan sekaligus kita menumpang mandi bila ada umur yang
memberi maaf kepada sesama. Dan kalau Panjang boleh lah kita bertemu lagi.” HAPPY
Idul Fitri sendiri memiliki makna yang READING AND DON’T FORGET TO SHARING ,
berkaitan erat dengan tujuan yang akan see you again.
dicapai dari kewajiban berpuasa. Tujuan
berpuasa yaitu menjadi manusia yang Wabilahi taufik wal hidayah,
bertaqwa. Idul Fitri berasal dari dua kata “id” wassalamu’alaikum warahmatullahi
wabarakaatuh.























MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 03


ASASIYAH


K.H. AHMAD HUSEIN DAHLAN, LC., M.A.:

PENDIDIKAN DI BULAN SUCI

RAMADHAN


D itr ansk ip dari Youtub e oleh Redaktur A l-B a y an

Alhamdulillah segala puji bagi
A atau yang ingin kita capai
Salah satu tujuan mulia
Allah SWT satu-satunya tuhan
semesta alam. Serta shalawat dan
atas puasa yang kita
salam rindu kita haturkan kepada
laksanakan selama satu
Nabi Muhammad SAW. Selaku
utusan Allah untuk menyampaikan
bulan di Bulan Ramadhan
ajaran agama Islam kepada seluruh
manusia di muka bumi ini.
suci ini menjadi bulan
Salah satu tujuan mulia atau adalah bagaimana bulan
yang ingin kita capai atas puasa dimana orang-orang
yang kita laksanakan selama muslim dapat ditempa
satu bulan di Bulan Ramadhan dengan pendidikan yang
adalah bagaimana bulan suci ini baik.
menjadi bulan dimana orang-
orang muslim dapat ditempa
dengan pendidikan yang baik. harus bersabar untuk menunaikan
Bulan Ramadhan adalah Syahrut ibadah sahur, tidak mudah bagi
Tarbiyah atau bulan pendidikan semua orang untuk
bagi kita selaku umat muslim. bangun sahur kecuali
Terkadang pada sebelas bulan mereka memiliki
lain (di luar Bulan Ramadhan) kita motivasi yang
merasa bahwa banyak sekali hal- sangat tinggi untuk
hal yang kita lakukan secara tidak mempersiapk an
fokus. Tidaklah sedikit ibadah puasa pada esok
yang kita lalaikan dan ibadah hari.
yang tidak kita optimalkan Tentu itu
akan tetapi Allah SWT. adalah
Membuat satu agenda
penting dalam
puasa di mana kita
disegarkan dengan
amalan-amalan
puasa yang sangat
berbobot. Dimulai
dari kita bangun
malam yang
mana di sana kita

MAJALAH AL-BAYAN
04 EDISI 26


K.H. AHMAD HUSEIN DAHLAN, LC., M.A.: pendidikan yang luar biasa yang karena dia sedang ditempa dan
ditanamkan oleh Allah SWT. dalam
dididik oleh Allah untuk berlaku
PENDIDIKAN DI BULAN SUCI pelaksanaan ibadah puasa bahkan jujur.
orang-orang
yang
kemudian
RAMADHAN Maka dia tidak melakukan
Maka dia tidak melakukan sesuatu yang dilarang Allah
D itr ansk ip dari Youtub e oleh Redaktur A l-B a y an SWT., dia tidak makan dia tidak minum, dia menahan
semua keinginan itu padahal sesungguhnya hal tersebut
dihalalkan oleh Allah di luar bulan puasa. Tetapi pada
saat bulan puasa orang kemudian menahan semua itu
baik lapar, nafsu dan dahaga karena dia sedang ditempa
dalam satu proses pendidikan yang paripurna.



berpuasa diminta untuk tidak sesuatu yang dilarang Allah SWT.,
makan dari mulai terbitnya Fajar dia tidak makan dia tidak minum,
sampai terbenamnya matahari. dia menahan semua keinginan
Sesungguhnya seorang hamba itu padahal sesungguhnya hal
dapat dengan mudah berbohong tersebut dihalalkan oleh Allah
atas puasanya kepada sesama di luar bulan puasa. Tetapi pada
manusia, misalkan di kamar saat bulan puasa orang kemudian
mandi dia bisa makan dan minum menahan semua itu baik lapar,
tetapi semua itu tidak dia lakukan nafsu dan dahaga karena dia
sedang ditempa
dalam satu proses
pendidikan yang
paripurna.
Yang kita
diharapkan setelah
menunaik an
ibadah puasa
ialah kita dapat
sejatinya menjadi
orang-orang yang
bertakwa. Semoga
Allah SWT dapat
menjadikan kita
sebagai orang-
orang yang
terdidik dan
sukses, menjadi
orang-orang yang
Muttaqin.



MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 05


KAJIAN UTAMA


PENDIDIKAN


KEBERSAMAAN DALAM

IDUL FITRI



I Idul Fitri merupakan momen perayaan
Oleh: Didik Hermanto (pemred)



yang sangat penting bagi umat Islam. Ia di-
anggap sebagai momen kemenangan Umat
Islam dari perjuaangan mereka melawan
hawa nafsu selama sebulan. Jika boleh di-
analogikan ia seumpama prosesi wisuda
kelulusan dari Pendidikan Ramadhan. Pen-
didikan yang berisi tentang kepatuhan un-
tuk menahan diri bukan hanya dari hal-hal
yang diharamkan tetapi bahkan dari hal-hal
yang dihalalkan.
Menilik sejarahnya Hari Raya Idul Fitri
di syariatkan pada tahun kedua hijriyah.
Dimana saat itu kaum muslimin baru saja
memenangkan peperangan terbesar yaitu
perang badar. Hari raya tersebut juga dis-
yariatkan sebagai pengganti dari hari raya
kaum jahiliyah dulu. Menurut Hadratussy-
ekh Muhammad Hasyim Asy’ari dalam ki-
tabnya Risalah fil Aqaid hal ini bertujuan
agar umat islam memiliki tradisi yang lebih dalam keadaaan awal manusia yang tidak
baik sesuai dengan syariat Allah SWT. memiliki kesalahan. Sebagaimana Allah me-
Di Indonesia sendiri ada banyak tradisi maafkan kesalahan setelah melalui pendi-
yang dilakukan oleh umat Islam. Mudik, dikan Ramadhan.
ketupat, malam takbiran, THR, halal bihalal Tradisi bermaaf-maafan ini seringka-
dan lain sebagainya. Diantara sekian banyak li dikemas dalam kegiatan tertentu. Misal
tradisi, mudik atau pulang ke kampung hala- open house atau halal bihalal yang biasa
man adalah salah satu yang paling ditunggu. dilakukan saat idul fitri. Halal bihalal baik
Khususnya bagi orang yang ada di peran- yang dilakukan oleh keluarga besar atau-
tauan. Baik karena bekerja ataupun karena pun lembaga mempunyai nilai pendidikan
mencari ilmu (pelajar/santri). tersendiri.
Pendidikan Kebersamaan Halal bihalal keluarga misalnya, ti-

Masyarakat muslim Indonesia mem- dak hanya sekadar berkumpul untuk ber-
punyai banyak hal unik dalam merayakan maaf-maafan tapi juga bisa memperpan-
Hari Raya Idul Fitri. Salah satunya dengan jang serta memperluas silaturahim antar
cara bermaaf-maafan. Cara ini dilakukan se- keluarga. Anak-anak bisa dikenalkan dengan
bagai implementasi dari makna Idul Fitri itu anggota keluarga yang lebih besar. Apalagi
sendiri, kembali suci. Artinya dengan saling jika selama ini mereka dipisahkan oleh ja-
meminta maaf diharapkan manusia kembali rak, dan hanya bisa bertemu setahun sekali.

MAJALAH AL-BAYAN
06 EDISI 26


Maka tak jarang masyarakat muslim Indone- kebahagian adalah ketika kita mampu mem-
sia menjadikan halal bihalal keluarga besar buat orang lain merasakan kebahagian
ini sebagai agenda wajib yang tidak boleh karena perbuatan kita. Dengan berbagi ke-
ditinggalkan. Pendidikan kebersamaan ini bahagiaan akan terus mengalir tanpa henti.
yang mungkin ingin diberikan oleh setiap Sebagaimana Rasulullah bersabda dalam
keluarga kepada anak turunannya. haditsnya

Halal bihalal ini juga mengandung un- “manusia yang paling dicintai oleh Allah
adalah yang paling bermanfaat untuk ma-
nusia. Dan amalan yang paling dicintai oleh
Allah adalah kegembiraan yang engkau ma-
sukan ke hati seorang mukmin, atau engkau
hilangkan salah satu kesusahannya, atau
engkau membayarkan hutangnya, atau en-
gkau hilangkan kelaparannya. Dan aku ber-
jalan bersama saudaraku untuk memenuhi
kebutuhannya itu lebih aku cintai daripada
ber-i’tikaf di masjid Nabawi selama sebulan
lamanya. Dan siapa yang menahan mar-
ahnya maka Allah akan tutupi auratnya.
Barangsiapa yang menahan marahnya pa-
dahal ia bisa menumpahkannya, maka Al-
lah akan penuhi hatinya dengan keridhaan
di hari kiamat. Dan barangsiapa berjalan
bersama saudaranya sampai ia memenuhi
kebutuhannya, maka Allah akan mengo-
kohkan kedua kakinya di hari ketika banyak
kaki-kaki terpeleset ke api neraka” (HR. Ath
Thabrani 6/139, dishahihkan Al Albani da-
lam Silsilah Ash Shahihah 575/2).
Semoga momen Idul Fitri ini kita mam-
Sumber ilustrasi: qmfinancial.com pu menjadikan momen kebersamaan den-
gan siapapun menjadi kesempatan untum
sur berbagi kebahagiaan. Biasanya direal- memberikan energi kebahagiaan yang kita
isasikan dengan berbagi uang terkhusus miliki dengan semaksimal mungkin. Aamiin
untuk anak-anak kecil. Jika dalam berpuasa yaa rabb,
kita dididik agar bisa merasakan kesusahan
orang lain atau dengan kata lain
“Berbagi Kesusahan. Maka saat
momen idul fitri kita dididik
untuk berbagi kebahagiaan. It-
ulah sebenarnya wujud keber-
samaan yang diinginkan dalam
ramadhan dan idul Fitri.
Ada banyak hal (selain
berbagi uang) yang bisa dilaku-
kan untuk berbagi kebaha-
giaan, terlebih saat ramadhan
dan Idul Fitri. Bagaimanapun,
berbagi adalah salahsatu cara
manusia meniru dan mereal-
isasikan sifat Ilahiah yang rah-
man dan rahim. Karena hakekat Sumber ilustrasi: trenggalekpedia.pikiran-rakyat.com

MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 07


RAGAM PESANTREN


MENYAMBUT BULAN SUCI RAMADHAN

R amadhan menyanyikan mars
adalah bulan yang Daarul Fikri secara
mulia karna pada bersama-sama.
bulan ini Al Qur'an Pada kegiatan ini
diturunk an, Ust. Muhiddin, Lc.,
sebagai petunjuk MA. mendapatkan
bagi manusia dan kesempa tan
penjelasan dari m e n y a m p a i k a n
petunjuk dan sambutan. Beliau
pembeda antara m e n y a m p a i k a n
yang hak dan yang bahwasannya di
batil. Di bulan inilah seluruh umat islam bulan Ramadhan ini kita harus banyak-
diwajibkan untuk berpuasa selama 1 bulan banyak melakukan kebaikan kebaikan,
penuh. karena pahala setiap kebaikan tersebut
Rabu (22/03/23) Pesantren Terpadu akan dilipatgandakan oleh Allah. Tarhib
Daarul Fikri ikut menyambut Bulan suci Ramadhan kali ini dilepas langsung oleh
Ramadhan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Ust. Rian Dinata, S. E. dan Ust. Hasan Sanjaya
LIBURAN TETAP PRODUKTIF santri dan guru dari Unit dari TK hingga yang ditandai dengan mengibarkan
bendera serta diirringi sholawat dari Tim
IMAD-FDS. Kegiatan ini diawali dengan
pembukaan dan lantunan ayat suci Al- Marawis Ikhwan. Tujuan dari kegiatan
Qur’an yang dilantunkan oleh Zulfan dari ini adalah mengajak para santri untuk
kelas 5 Kholid Bin Walid SDIT Daarul Fikri bersemangat menyambut bulan suci
dan dilanjutkan dengan membacakan ikrar Ramadhan sehingga harapannya para
santri yang dipimpin oleh Midzi Adly dari santri dapat melaksanakan kegiatan-
kelas 9 IMAD Boarding serta dilanjutkan kegiatan yang baik di bulan yang mulia ini.






























MAJALAH AL-BAYAN
08 EDISI 26


MELAKUKAN AMALIAH RAMADHAN

J u m ’ a t - berjamaah.
Sabtu (31/03)- Pagi harinya para
(01/04) Malam santri dibangunkan
Bina Iman dan pukul 02.30
Taqwa (MABIT) untuk qiyamullail
dengan tema berjamaah serta
“I ndahn y a renungan pagi
R amadhan, yang dilanjutkan
P er ban y ak dengan sahur
Ibadah dan bersama dan sholat
A maliah shubuh berjamaah.
Ramadhan, Meraih Insan Muttaqien” Setelah sholat shubuh para santri
yang diikuti oleh seluruh santri kelas membersihkan diri dan ruang tidurnya
4 dan 5 SDIT dan MIU serta AMT untuk dilanjut dengan olahraga bersama.
kelas 6. Acara ini dilaksanakan secara Tujuan dari kegiatan ini yaitu
terpisah, untuk SDIT bertempat di area “sebagai sebuah momen bagi santri
lapangan basket dan kelas sedangkan dalam melatih kemandirian dan
MIU bertempat di area lingkungan MIU membekali santri dalam melakukan
Daarul Fikri.
amaliah Ramadhan yang harapannya
SDIT memulai Acara ini pada Jumat para santri mempunyai sebuah
sore yang diisi dengan Al-Matsurat serta kesiapan secara mental dan sosial
Tadarus Al-Quran yang dilanjutkan sehingga para santri ketika kelas 6
dengan tausiah yang diisi oleh Ust. sudah siap untuk masuk pesantren,”
Kartubi, M.Pd. dan dilanjut dengan ujar Ustzh. Ciani selaku ketua panitia
Ifthor Jama’i dan sholat maghrib MABIT SDIT Daarul fikri.






























MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 09


PKM SANTRI KELAS AKHIR (12) IMAD-FDS

( 1 8 / 0 3 - 0 4 / 2 3 ) Mereka akan
Dilaksanak annya mengajarkan atas
Program Khidmah ilmu-ilmu yang
Mujtama atau biasa telah dipelajari
disebut PKM untuk selama bersekolah
kedua kalinya di di Daarul Fikri
Pondok Pesantren kepada warga
Terpadu Daarul Fikri. set empa t
Program tahunan di berbagai
ini dipesertai oleh forum. Seperti
seluruh kelas 12 IMAD baik ikhwan mengajar tajwid di suatu lembaga TPQ,
maupun akhwat yang berlangsung menyampaikan khutbah di Masjid-
selama 1 bulan. Masjid, menjadi imam shalat, mengisi
PKM ini dibuka langsung oleh Ust. liqo’ untuk para lansia dan masih banyak
Erwin Pabeta, S. T. selaku direktur IMAD lagi sesuai tempat masing-masing yang
di keberangkatan per tiap kelompoknya mereka tinggali.
yang telah ditentukan. Terdapat 4 Tujuan dari diadakannya PKM ini ialah
kelompok untuk santri akhwat yang untuk memberkan bekal lebih kepada
berlokasi di Majalengka, Brebes, dan para santri yang akan menjadi alumni.
Ciamis. Sedangkan terdapat 3 kelompok Baik itu merupakan bekal ilmu agama,
untuk ikhwan yang berlokasi di sekitar ilmu umum, mental dan pengalaman-
Kota Bandung. Pada tiap-tiap kelompok pengalaman untuk menghadapi dunia
berisikan kurang lebih 10 orang luar, dan untuk melangkah ke jenjang
anggota. perguruan tinggi.
































MAJALAH AL-BAYAN
10 EDISI 26


MENGASAH KEMAMPUAN WIRAUSAHA


Rabu (15/03), unit Matsurat bersama
IMAD FDS Pesantren di musholla
Terpadu Daarul akhwat.
Fikri mengadakan Keg ia tan
kegiatan Market Day ini diharapkan
yang diikuti oleh dapat dijadikan
seluruh santri IMAD wadah untuk
FDS baik ikhwan mengasah serta
maupun akhwat. mengembangkan
Untuk ikhwan bertempat di lapangan kemampuan berwirausaha santri. Kegiatan
SDIT dan akhwat bertempat di dalam area yang berlangsung dari pukul 08.00
akhwat. Tidak seperti biasanya, Market Day hingga pukul 12.00 ini diramaikan dengan
kali ini seluruh santri baik penjual maupun kedatangan santri daycare hingga MI.
pembeli diajak untuk berbahasa.
Suasana yang baru ini dibuat
IMAD Ikhwan mengawali Kegiatan ini semakin menarik dengan adanya
dengan pembukaan dan sambutan yang demonstrasi bahasa dari santri akhwat
disampaikan oleh Wakil direktur IMAD- di tengah kegiatan Market Day. Selain
FDS yaitu Ust. Hainol Basri, S. Sos. I. Beliau demonstrasi bahasa, Muntada Ikhwan
menyampaikan bahwasannya dalam juga mengadakan kuis yang ditujukan
melakukan jual beli harus ada sifat jujur, kepada seluruh pengunjung Market Day.
jangan sampai ada yang dirugikan dari satu “Pelajarilah bahasa arab karena itu bagian
pihak mau itu penjual ataupun pembeli. dari agama kalian,” tutur Kak Elma selaku
Sedangkan IMAD akhwat membuka Pembina Muntada Bagian Bahasa.
kegiatan ini dengan pembacaan Al-
































MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 11


FIQHUNNISA


Muslimah yang berkualitas harus
memiliki konsep tujuan hidup.
Ahad (12/03/23) MBS akhwat
melaksanakan kegiatan tahunan yaitu
Fiqhunnisa atau pembelajaran Fiqih untuk
perempuan,yang diisi oleh Ustadzah
Endah Susilowati, M. Pd., CH. T. dengan
membusung tema Peran Pemuda di Era
Milenial.
Kegiatan ini dimulai pada pukul
14.00 s/d selesai di Gedung Baitul Qur’an
yang diikuti seluruh santri IMAD akhwat.
Didahului dengan sambutan dari Ustadzah
Eti Risnawati, S. Pd. dan dilanjut dengan
acara inti. Ustadzah Endah memulai acara
dengan pemanasan ”Senam otak.” Hal
ini dapat meningkatkan antusiasme dan
fokus santri dalam mengikuti acara.
Diadakannya acara ini bertujuan untuk
memberikan pemahaman kepada seluruh
santri pentingnya merancang tujuan
hidup.
“Tidak ada istilah ‘Remaja’ dalam Islam,
ganti kata ’Remaja’ dengan ‘Pemuda’,” tutur
Beliau saat kegiatan berlangsung, dan
terdapat sesi tanya jawab di akhir kegiatan.
US KELAS AKHIR (9) IMAD-FDS


Senin (03/04) Ujian sekolah di
SMPIT Daarul Fikri telah dimulai.
Ujian ini dibuka secara resmi
oleh Ust. Jamal, S. Pd. selaku
kepala sekolah SMPIT dalam apel
pembukaan yang dilaksanakan di
depan Gedung Baitul Qur’an.
“Dengan Ujian sekolah ini
harapannya mudah-mudahan bisa
menjadi salah satu barometer untuk
bisa menjadi bekal antum di masa
yang akan datang,” ujar Ust. Jamal,
S. Pd. selaku kepala sekolah SMPIT
Daarul Fikri saat menyampaikan
motivasi di apel pembukaan Ujian
sekolah.

MAJALAH AL-BAYAN
12 EDISI 26


PLANING UNTUK MASA DEPAN

14/3/23 IMAD-FDS Pesantren Terpadu
Daarul Fikri melaksanakan kegiatan
Seminar remaja yang dilaksanakan pada
pukul 08.00 – 11.30 di gedung Baitul Quran.
Seminar kali ini diisi oleh Dr. Dedi
Kusmayadi, MM., CBA., CPHR. Dengan
tema Master Your Brain, Master Your Future
yang bertujuan untuk mengarahkan para
santri agar memiliki strategi yang terarah
untuk meraih masa depan mereka.
Dalam seminar ini Beliau
menyampaikan beberapa materi tentang
kesuksesan dengan diselingi pemberian
motivasi, dan strategi meraih impian.
Ditutup dengan sesi pertanyaan dan
menerbangkan pesawat kertas berisi
impian – impian para santri. Kegiatan ini
berlangsung dengan lancar yang diikuti
oleh seluruh santri IMAD-FDS dengan
antusias.

MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN DIRI


Selasa (14/03), unit SDIT Daarul Fikri
mengadakan kegiatan Pentas Seni atau lebih
sering disebut Pensi yang dilaksanakan oleh
santri SDIT level bawah dan bertempat di
dalam kelas level 1 gedung SDIT Daarul Fikri.
Acara ini dimulai dari sekitar pukul 08.00-
11.30, kemudian dilanjut dengan pembagian
hadiah dari pukul 13.00-14.00.
Teknisnya, setiap kelas mempersembahkan
satu penampilan secara bergilir, kemudian
ditutup dengan penampilan dari para guru.
Penampilan tersebut ditonton oleh guru-
guru serta seluruh santri SDIT level bawah
yang belum mendapat giliran tampil. Adapun
penampilan-penampilannya antara lain
berupa drama, puisi, nasyid, dan nyanyian.
Melalui pensi ini, santri dilatih untuk
mengembangkan kreativitas dan percaya diri
serta menambah kekompakkan antar sesama
santri dan juga dengan guru.

MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 13


GALERY KEGIATAN


MI MATHLAUL ULUM















KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI KELAS MABITS RAMADHAN 1444 H
SDIT DAARUL FIKRI














KESERUAN KEGIATAN SENAM PAGI MARKET DAY














MUKHOYYAM PRAMUKA KEGIATAN EKSTRAKULIKULER

TK ALAM
















SERUNYA MENYIKAT GIGI BERSAMA BELAJAR SAMBIL BERMAIN BERSAMA


MAJALAH AL-BAYAN
14 EDISI 26


IMAD-FDS















KEGIATAN FOTO BERSAMA KEGIATAN HALAQOH QUR’AN
YAYASAN















SILATURRAHIM BERSAMA ALUMNI
PESANTREN LANSIA HIWAR MANHAJIYYAH AL-ASSASIYYAH
CABANG BREBES
















IFTHOR JAMA’I SERUNYA KEGIATAN LIFESKILL















BERMAIN BOLA VOLI KEGIATAN REKREASI KE WISATA GUCI

MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 15


story santri



THE REAL “WE COME TO WIN



Oleh: Faqih Gibran dan KPSN Daarul Fikri.































A Fikri di luar sana. Tapi itu tidak

Assalamualaikum Warahmatullahi
begitu insan. Butuh perjuangan,
Wabarakatuh
lelah, letihnya latihan yang
Halo… The Real “We Come To
butuh langkah-langkah. Step by
Win”
step. Dengan fisik kuat untuk
Apakah sudah berjuang

untuk
meraih
yang
prestasi
hati pejuang. Para pejuang dan
besar? Kalau memang kamu membangun mental juara di
salah satu pejuang dari sekian pemimpi yang ini mendapatkan
banak pemalas, kamu adalah golden ticket ini tidak mudah.
pemenang sebenarnya. Dari Masih ada rintangan yang begitu
sekian banyak orang, puluhan rumit dan memutar otak untuk
ratusan hingga ribuan orang meraihnya. Mulai dari masalah
yang ingin mencapai tujuan. pendaftaran sampai perizinan
Untuk meraih kemenangan yang dari orang tua karena takut akan
begitu besar, membutuhkan hal-hal yang tak diinginkan.
proses yang melelahkan. Dengan tekad yang
Proses dan perjalanan yang kuat, perjuangan luar biasa
ditempuh demi membanggakan dan tak ingin menyia-nyiakan
nama dan mengenalkan Daarul kesempatan, akhirnya kami

MAJALAH AL-BAYAN
16 EDISI 26


sampai di sebuah gor gedung sama. Yaitu nervous dan grogi.
THE REAL “WE COME TO WIN olahraga di daerah kota Bekasi. Saat bertanding, hal itu sangat
wajar. Tapi, ada lagi yang mereka
Tepatnya, di Gor Patriot. Terlihat
asing di depan mata karena baru takutkan, yaitu resiko cedera
Oleh: Faqih Gibran dan KPSN Daarul Fikri. pertama kali kami menginjakkan yang luar biasa.
kaki di sana. Emosi-emosi para atlet
Beragam peserta yang yang menggebu-gebu untuk
sangat luar biasa dari berbagai menjadi nomor satu, hal itu
daerah. Daerah yang jauh dirasakan oleh atlet Daarul
maupun dekat. Terlihat dari raut Fikri. Yang di mana kami punya
wajah para pejuang yang siap tujuan yaitu membawa pulang
bertanding dan bertarung di atas juara umum dan membawa 8
materas hijau. Memasuki arena medali emas. Di satu sisi, banyak
pertandingan, kami langsung yang menarik. Dari sekian
diperlihatkan oleh kata-kata banyaknya peserta silat, hanya
motivasi dan sportivitas. Tak Daarul Fikri yang sadar dengan
kalah menarik, kami juga “akhlak” dan “kebersihan”. Hal
diperlihatkan piala dan medali yang sangat patut dibanggakan.
yang terpampang indah. Setiap selesai pertandingan,
Oh, ya. Udah tau belum kami menyempatkan untuk
ini cerita tentang apa? Cerita ini bersih-bersih di area yang
tentang perjuangan dari para peserta tempati. Memang, kita
anak silat yang berjuang luar harus sadar bahwa kebersihan
biasa. Dari masalah perizinan merupakan hal yang sangat
orang tua, seklah sampai masalah penting.
budget untuk fasilitas. Lanjut…. Banyak orang yang
Kesan pertama yang menanyakan asal sekolah kami.
kami alami saat menginjak Karena apa? Pertama, Daarul
matras pertandingan, dari Fikri ditakuti oleh peserta
segala bentuk lawan yang susah dari berbagai daerah, karena
sampai yang luar biasa itu performanya yang sangat
sangat menegangkan. Ketika luar biasa. Kedua, Daarul Fikri
mereka, atlet silat dari berbagai menjadi satu-satunya sekolah
daerah merasakan hal yang yang mampu mengalahkan rival-


















MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 17


rival dari sekolah Tapi, kita patut
lainnya. bersyukur. Karena
ASPN per tandingan
merupak an menunjuk k an
kejuar aan kepada kita
yang penuh bahwa apapun
persaingan dan yang kamu
keajaiban. Karena inginkan, harus
begitu sulitnya ada perjuangan di
kami bertanding dalamnya. Lelah,
melawan para susah, cidera,
atlet yang manis-pahitn y a
sudah memiliki harus dirasakan
jam terbang untuk menjadi
yang lumayan pemenang.
banyak. Di akhir Next time,
yang sangat para pejuang
m e n e g a n g k a n masa depan
adalah dalam Daarul Fikri sudah
acara pembagian terkenal dalam hal
dan pengumuman. R a s a silat. Salam dari Keluarga Pencak
kecewa terbesit dalam hati, Silat Nusantara (KPSN) Daarul
karena tujuan dan cita-cita telah Fikri.
sirna. Hanya juara umum 2 dan Kami buktikan. Itulah The Real
atlet terbaik yang kami dapat. “We Come To Win”!

































MAJALAH AL-BAYAN
18 EDISI 26


MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 19


opini


PEOPLE COME AND GO


Karya: Faunia Aqela (X IMAD Akhwat)


Bukannya mendoakan atau
seneng, lebih ke kayak semua
orang akan mengalami fase
ini pada akhirnya. Sebuah
fase pembelajaran.
Bahwa kita sebagai
manusia gak bisa selalu
bersama. Akan ada
waktunya renggang,
menjauh dan berpisah.
Bahwa kita gak akan selalu
menjadi prioritas seseorang.
Dan salah juga jika kita
berpikir seperti itu.
Bahwa nanti pada
akhirnya, relationship kita
dengan manusia lain gak
selalu bisa diandalkan dan
dijadikan prioritas apalagi
kalau kita banyak menaruh
harapan kepada mahkluk
yang penuh dengan
kekurangan, tempatnya
salah dan dosa.
Bahkan, seringnya kita
dikelilingi oleh banyak orang
tapi tetap saja perasaan
kesepian itu datang karena
K loneliness bukanlah kuantitas relationship
Sumber ilustrasi: pinterest.com
emang yang menentukan
“Kok nggak ada yang peduli sama
kita melainkan kualitasnya.
ana sih, padahal ana udah peduli sama
Teman yang kita kira akan selalu
mereka?’’
bersama selamanya, orang tua yang kita
“Kayaknya ana cuma jadi pengganggu
bisa datangi saat butuh nasehat dan uang,
deh, mending ana menjauh, emang mereka
peduli sama ana? Kalo peduli pasti ana juga
ini, bahkan benda mati yang kita sayangi
udah dicariin.”
serta game yang sering menemani semua
And after that, kita memilih untuk peliharaan yang menemani kita selama
menjauh. akan berakhir pada waktunya, semua akan
Kalau benar pernah merasakan seperti selesai pada waktunya, semua akan selesai
itu, maka congrats kita pernah mencicipi pada waktunya, dan akhirnya kesepian itu
rasanya loneliness (kesepian). Kalau enggak datang lagi.
yaa tinggal tunggu aja tanggal mainnya. Masalahnya kan, banyak dari kita yang
tidak bisa menghadapi diri sendiri apalagi

MAJALAH AL-BAYAN
20 EDISI 26


sendirian, jadinya cari perhatian sana-sini, Penyayang, yang berkuasa atas segala
dan akhirnya ketergantungan. Merasa kalau sesuatu, hidup kita, bahkan seluruh
sendirian rasanya gak berharga banget, alam semesta ini.
sering overthinking dan rasanya malas Allah yang sudah mengatur
sama diri sendiri. segalanya dan itulah yang terbaik
Tapi, kalau kita bisa membuat untuk kita. Pada akhirnya kita yang
relationship yang kuat dengan sesuatu paham bahwa takdir sudah di tentukan
yang bersifat kekal, kita gak akan merasa dan Allah nggak pernah mendzalimi
kesepian. Walau kita kehilangan yang lain, hamba-Nya. Kita yang seharusnya
kita masih punya relationship yang dalam selalu paham bahwa tugas kita di dunia
dengan yang bersifat kekal itu. ini hanya untuk beribadah kepada-
Pasti masih ada rasa kehilangan tapi, Nya. Sehingga nggak pusing mikirin
waktu untuk pulihnya bisa cepat karena tau dunia dengan tipu dayanya yang akan
punya Allah yang selalu bisa diandalkan, mengganggu workship kita.
yang selalu dekat, yang lebih dekat dari urat Yang selalu punya pegangan dan
leher kita. Gimana kita bisa kesepian kalau tumpuan sampai meninggal hanya
ada yang selalu bisa dimintai tolong, bisa kepada Yang Maha Kekal dan berhenti
diandalkan sedekat itu? berharap kepada manusia lain dan
Bener gak sih? mulai meletakan harapan ditempat
Pada akhirnya enggak ada yang yang tepat. HANYA KEPADA ALLAH
bisa bener-bener terus membantu dan SWT.
membersamai kita. Orang tua kita gak Karena bergantung dengan
hidup selamanya, teman-teman kita akan mahkluk lain yang sama lemahnya
sibuk dengan kehidupan masing masing, dengan kita itu. Menyengsarakan.
support system kita ya akan capek kalau Mereka seringnya nggak mampu untuk
terus-terusan mengurusi kita. Dan diri kita memenuhi ekspetasi yang kita buat
kadang gak mampu menghadapi ini semua sendiri dan akhirnya mengecewakan
sendiri. kita.
Ketika kita selalu merasa butuh Jangan bergantung pada apa
seseorang, cukuplah Allah menjadi yang nggak bisa bertahan. Jangan
penolong, dan Dia adalah sebaik baik bergantung pada sesuatu yang pada
pelindung Allah berfirman: “Cukuplah Allah akhirnya ditakdikan meninggalkan kita.
menjadi penolong bagi kami dan Dia adalah Karena pada dasarnya orang orang
sebaik baik pelindung.” [Q.S. Ali Imran: 173] yang ada di hidup kita sebatas people
Ada salah satu cara untuk menghilangkan come and go.
rasa kesepian itu yang mungkin biasanya
kita anggap sepele. Yaitu dengan cara Jangan bergantung
kindness (kebaikan). pada apa yang nggak
Ketika kita bisa bermanfaat untuk orang bisa bertahan. Jangan
lain, ketika kita bisa memaknai keberadaan bergantung pada
kita ternyata membari dampak positif bagi sesuatu yang pada
dunia ini, ketika kita bisa melihat bahwa akhirnya ditakdikan
dengan adanya hadirnya kita, dunia dan meninggalkan kita.
beberapa orang menjadi sedikit terbantu. Karena pada dasarnya
Hal itu bisa sedikit mengatasi perasaan orang orang yang ada
kesepian kita. di hidup kita sebatas
Kita punya Allah yang Maha Kuasa, people come and go.
Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha


MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 21


MAJALAH AL-BAYAN
22 EDISI 26


MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 23


MOZAIK


FIL OSOFI KETUP A T
S

Siapa yang tak kenal dengan ketupat.
Rasanya akan kurang sempurna ketika
perayaan Idul Fitri tanpa kehadiran
juadah ketupat. Apalagi saat selesainya
melaksanakan puasa sunnah Syawal,
keberadaan ketupat tak pernah dilupakan.
Bahkan, selesainya ibadah sunnah Syawal
sering disebut “Lebaran Ketupat”. Hampir
setiap rumah terlihat ramai menganyam
daun kelapa untuk dijadikan ketupat.
Namun sayang, tak semua memahami,
apalagi mengimplementasikan nilai filosofi
ketupat dalam keseharian.
Sebagai salah satu menu lebaran,
ketupat biasa dimakan dengan berbagai
lauk-pauk dan makanan pendamping
lainnya, seperti opor, sambal goreng
kentang, sate, maupun rendang. Di luar
Idul Fitri, tradisi juadah ketupat jarang
ditemukan sebagai menu utama. Hal ini
menarik untuk dipikirkan rahasia di balik
ketupat. Sebab, eksistensi ketupat bukan
sebatas menu utama yang dinikmati di
pagi Syawal. Eksistensinya penuh makna
dan berkaitan erat dengan bulan Syawal
dan kualitas diri hamba mengharap Idul
Fitri yang hakiki.
A. ASAL-USUL KETUPAT
Dalam buku Malay Annual, Hermanus
Johannes de Graaf, ahli sejarah asal
Belanda, menyebutkan bahwa ketupat
pertama kali muncul pada masa Kerajaan
Demak (abad ke-15 M). Dalam catatannya,
ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga
kepada masyarakat umum. Melalui ketupat
(kuliner lokal), ia mengenalkan Islam agar
mudah diterima.
Sebab, awal mulanya masyarakat Sumber ilustrasi: pinterest.com
lokal sudah memiliki kebiasaan
menggantungkan ketupat di depan pintu ketupat sebagai sajian bernuansa Islami
rumah yang dipercaya mendatangkan untuk menghilangkan unsur-unsur klenik
keberuntungan. Sunan Kalijaga mengubah yang mengikatnya. Sebuah pendekatan
tradisi yang demikian dengan menjadikan kearifan lokal yang perlu ditauladani,


MAJALAH AL-BAYAN
24 EDISI 26


FIL OSOFI KETUP A T tanpa kehilangan hakikat iman dan Islam untuk mengingatkan diri berbagi kepada
fakir miskin dan orang-orang yang tak
secara substansi.
B. MAKNA KETUPAT memiliki kemampuan atau kelebihan
harta. (3) Leburan, memiliki makna untuk
Dalam filosofi budaya Jawa,
ketupat memiliki makna khusus. meleburkan dosa dengan saling bermaaf-
Ketupat atau kupat merupakan maafan satu sama lain (silaturrahim).
Dengan begitu, dosa yang telah diperbuat
kependekan dari 2 (dua) kata, yaitu: dapat melebur dan kembali suci (fitrah).
Pertama, “Ngaku Lepat” (4). Laburan, berasal dari kata labur atau
(mengaku salah). Ngaku lepat kapur putih. Makna laburan ini adalah
ini diwujudkan melalui tradisi hati seorang Muslim akan kembali jernih
sungkeman (duduk bersimpuh) dan suci dengan berbagai ibadah yang
seorang anak di pagi Syawal telah dilakukan. Tak ada lagi dendam
sebagai implementasi mengakui kesumat. Sirna sudah iri dan dengki. Punah
kesalahan (memohon ampunan kesombongan dan sifat pongah. Hilang
dan keridhoan), baik yang pula kezhaliman berganti keadilan.
disengaja maupun tak disengaja.
Pada dimensi lain, simpul anyaman
Pada tradisi sungkeman ini ketupat yang saling bersilang menjadi
mengajarkan akan pentingnya
menghormati orangtua, bersikap simbol beragamnya kesalahan (dosa)
yang dilakukan manusia selama hidupnya.
rendah hati, memohon keikhlasan,
dan ampunan dari orang lain, Hal ini terlihat dari rumitnya bungkusan
khususnya kepada kedua orang (anyaman) ketupat yang terbuat dari daun
kelapa. Setelah ketupat dibuka, maka akan
tua. Pencitraan anak saleh dan
tawadhu diri, terutama era modern terlihat nasi putih yang mencerminkan
kesucian hati setelah memohon ampunan
yang kehilangan sisi ini. Dalam
konteks luas, “Ngaku Lepat” atas segala kesalahan.
diimplementasikan masyarakat Di sisi lain, anyaman ketupat dipahami
selama bulan Syawal dengan saling pula sebagai jalinan ukhuwah serta
bersilaturrahim. penguatan jasmani dan rohani manusia
Kedua, “Laku Papat” (mengakui yang seharusnya terjalin erat antara satu
kesalahan empat tindakan), yaitu: dengan yang lain. Ketupat bagi masyarakat
(1) Lebaran, yang berarti puasa Jawa memiliki filosofi yang kuat. Bentuk
perwujudan
melambangkan
ketupat
Ramadan telah berakhir. Mungkin
selama Ramadhan, tak banyak Kiblat Papat Limo Pancer. Maksudnya, sisi
amal dilakukan, tak banyak waktu ketupat perlambang keseimbangan alam
mengingat Allah, tak mampu dalam empat arah mata angin utama, yaitu
diri memetik rahasia Ilahi, tak timur, selatan, barat, dan utara. Meskipun
memiliki empat arah, namun hanya ada
kuasa diri membendung godaan
iblis. Kelalaian diri tak mampu satu kiblat atau pusat (baitullah). Artinya,
memanfaatkan bulan Ramadhan, ke arah manapun manusia akan pergi ia
ditindaklanjuti munajat memohon tidak boleh melupakan pacer (arah) kiblat,
pengampunan dan harapan diberi yaitu kewajiban melaksanakan shalat dan
penghambaan pada Ilahi.
kesempatan untuk bertemu kembali
dengan bulan Ramadhan tahun depan. Di sisi lain, keempat sisi ketupat
(2) Luberan, atau melimpah seperti air diasumsikan sebagai empat macam nafsu
yang tumpah. Luberan ini memiliki makna yang dimiliki manusia yang melingkupi

MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 25


hati manusia itu ada empat yaitu: wajar bila Allah menegur manusia
amarah, lawwamah, sufiyah, berulang kali melalui firman-
dan muthmainah. Keempat Nya : “Maka nikmat Tuhan-mu
nafsu ini dapat dikendalikan yang manakah yang kamu
melalui ibadah puasa. dustakan?” (QS. Ar-
Oleh karenanya, makan Rahman).
ketupat diartikan P adahal ,
sebagai kemampuan Allah telah
seseorang untuk berulangk ali
mengendalik an menyediakan
keempat nafsu duniawi kesempa tan
tersebut untuk senantisa memperbaiki diri,
sesuai dengan tuntunan baik melalui ayat
Allah. tertulis maupun alam
C. MAKNA PEMBUATAN semesta. Melalui media
KETUPAT Ramadhan, Allah
Bahan utama ketupat yakni nasi telah beri
dan daun kelapa muda. Kedua
bahan tersebut memiliki
makna khusus. Keduanya
mengingatkan agar kesempa tan
manusia tak lupa awal dan mensucikan diri. Hal
akhir penciptaannya akan kembali ke ini seirama dengan sabda Rasulullah:
tanah jua. Nasi dianggap sebagai lambang “Barangsiapa melaksanakan puasa
nafsu. Adapun daun kelapa muda disebut Ramadhan dengan penuh keimanan dan
“janur” (bahasa Arab jaa an-nur) yang keikhlasan, maka diampuni baginya dosa
berarti “jatining nur” (datangnya cahaya yang telah lampau.” (HR. Bukhari dan
sejati atau hati nurani), yaitu cahaya Muslim).
hidayah Allah sebagai harapan hamba Sementara, melalui alam semesta, Allah
selama ramadhan. Dengan demikian, tampilkan filosofi ketupat. Demikian dalam
ketupat digambarkan sebagai simbol filosofi ketupat. Eksistensi bukan sekedar
nafsu dan hati nurani setiap manusia yang menu hidangan utama di pagi Syawal,
tampil dalam wujud perilaku diri. tapi mengandung makna yang dalam bagi
Ketupat dimasak dengan merebus harapan diri seorang hamba kepada Sang
dalam air yang mendidih di atas api Pencipta. Persoalannya, apakah ketupat
yang menyala. Demikianlah pula tujuan yang dibuat dan dihidangkan sebagai
pelaksanaan puasa yang benar akan juadah di Idul Fitri selama ini mampu
mampu merebus semua virus dosa diri. menyentuh hati ketika menikmatinya.
Ketika ketupat matang dan dipotong Atau tak pernah terlintas apapun jua akibat
terlihat nasi putih muncul di dalamnya. tebalnya kejahilan diri yang menutup sisi
kebenaran Ilahi.
Pesan yang tampil atas sucinya hati di
pagi Syawal, bagai cerminan isi ketupat Wa Allahua’lam bi al-Shawwab.
yang bersih dan putih. Bila ketupat nan
putih dimakan, namun filosofi putihnya Sumber : https://kampusmelayu.
isi ketupat tak juga mampu digapai ac.id/2022/kolom-bahasa-indonesia/
dengan membiarkan hati bergelimang filosofi-ketupat/#
dengan kotornya noda dan najis, maka

MAJALAH AL-BAYAN
26 EDISI 26


By: Ziik (X Ipa IMAD Ikhwan)



MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 27


JEJAK


THE GRAND OLD MAN

T Grand

The
Old Man adalah
yang
julukan
cocok diberikan
sang
kepada
pahla w an
yang dikenal
sebagai pejuang,
pemimpin media,
ulama, menteri,
ketua partai,
filsuf, pembaharu,
diplomat, guru
bangsa, dan
seorang poliglot
yang berhasil
menguasai 7
bahasa asing.
Sang pahlawan
tersebut tidak lain
dan tidak bukan
bernama K.H.
Agus Salim.
K.H. Agus
Salim lahir di
Koto Gadang,
Sumatera Barat,
pada 8 Oktober
1884 dengan
nama Masyhudul
Haq, yang berarti pembela kebenaran. Sumber foto: pinterest.com
Ia merupakan putra dari Siti Zainab dan (ELS) dan lanjut ke Hogere Burgerschool
Sutan Mohammad Salim, seorang jaksa (HBS) di Batavia, di mana ia lulus pada
dan hakim kolonial di Tanjung Pinang. 1903 dengan nilai tertinggi dan menjadi
Beliau resmi dinobatkan sebagai pahlawan lulusan terbaik di seluruh Hindia Belanda.
pada 27 Desember 1961, melalui Keppres Melihat prestasinya, ia berharap agar
Nomor 657 tahun 1961. diberi beasiswa untuk sekolah kedokteran
JALAN PENDIDIKAN di Belanda. Namun, permohonannya tidak
Sewaktu kecil, Agus Salim mengenyam terkabul. Oleh karena itu, Agus Salim, yang
menguasai banyak bahasa asing sejak
pendidikan di Europeesche Lagere School
usia muda, dan memilih bekerja sebagai

MAJALAH AL-BAYAN
28 EDISI 26


penerjemah dan pembantu notaris pada kooperatif dengan pemerintah Hindia
sebuah kongsi pertambangan di Indragiri, Belanda. la kerap memaparkan praktik
Riau. penindasan Belanda terhadap rakyat
Pada 1906, Agus Salim berangkat kecil. terutama di daerah perkebunan di
ke Jeddah, Arab Saudi, untuk bekerja Indonesia. Tak sebatas bersembunyi di
sebagai penerjemah di konsulat Belanda. belakang pena, kata-katanya juga terkenal
Di Jeddah, ia juga memanfaatkan waktu vokal. Pidato-pidato yang ia lontarkan
untuk memperdalam ajaran Islam dan saat menjadi anggota Volksraad sungguh
mempelajari diplomasi. Setelah lima membangkitkan kesadaran. Agus salim
tahun, atau pada 1911, Agus Salim kembali mengecam keras ketidakpedulian Belanda
ke Indonesia dan mendirikan Hollandsche terhadap rakyat jajahannya.
Inlandsche School (HIS). DIPLOMATIK
POLIGLOT 7 BAHASA Pemerintah Indonesia menunjuk Agus
Agus Salim adalah pribadi yang gemar Salim sebagai ketua dalam misi diplomatik
belajar. Kegemarannya itu membuatnya Indonesia ke negara-negara Arab pada
memiliki keterampilan bahasa yang luar bulan April-Juli 1947. Misi diplomatik
biasa. Beliau menguasai tujuh bahasa Indonesia di negara-negara Arab
asing, diantaranya adalah Belanda, Inggris, bertujuan untuk menghimpun pengakuan
Perancis, Jerman, , Arab, Jepang, dan Turki. kemerdekaan dari negara-negara Arab
untuk Indonesia. Selain itu, Indonesia juga
Kemampuan bahasa asing
membawanya menjadi seorang diplomat, memiliki kepentingan untuk menjalin
konsulat, dan penerjemah di Konsulat hubungan baik dengan negara-negara
Belanda yang terletak di Jeddah, Arab Arab demi menghadapi sidang Dewan
Saudi. Beliau juga pernah menerjemahkan Keamanan PBB pada bulan Agustus
beberapa buku bahasa asing dan menjadi 1947. Pada perkembangannya, Agus
pemimpin redaksi di beberapa surat kabar. Salim berhasil memimpin tim delegasi
Indonesia untuk mendapatkan pengakuan
ANGGOTA VOLKSRAAD kemerdekaan dari negara Mesir, Suriah,
Demi memperjuangkan kepentingan Lebanon, Arab Saudi, dan Yaman.
rakyat, Agus Salim bersedia duduk di Keberhasilan misi diplomatik Indonesia
Volksraad (Dewan Rakyat) dari 1921- di negara-negara Arab tidak terlepas dari
1924. sejak itu Volksraad semakin tidak kemampuan penguasaan bahasa Arab
serta keahlian argumentasi
Agus Salim.
DELEGASI DEWAN
KEAMANAN PBB
Pada 14 Agustus 1945, Agus
Salim kembali ditunjuk sebagai
delegasi Indonesia dalam
sidang Dewan Keamanan
PBB bersama dengan Sutan
Sjahrir, Soedjatmoko, Soemitro
Djojohadikusumo dan Charles
Sumber foto: pinterest.com Tambu di Lake Success, New

MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 29


Sumber foto: pinterest.com
York. dan Hatta II (1948-1949).
Dalam sidang ini, Agus Salim dan tim 6. Anggota Volksraad (1921-1924).
delegasi Indonesia mengungkapkan data 7. Ketua Harian Neratja dan pemimpin
dan fakta peristiwa Agresi Militer belanda Harian Hindia Baroe di Jakarta
I. Berkat pidato dari Agus Salim dan tim WAFAT
delegasi, Indonesia berhasil mendapatkan
dukungan dari mayoritas peserta sidang Setelah tidak lagi bertugas di
PBB terkait permasalahan Agresi Militer pemerintahan, Agus Salim mengundurkan
Belanda I. diri dari dunia politik pada 1953 dan
KARIER kembali menulis. Pada 1953, ia menulis
buku berjudul Bagaimana Takdir, Tawakal,
1. Anggota panitia 9 BPUPKI yang dan Tauhid Harus Dipahamkan?, yang
mempersiapkan UUD 1945. kemudian diubah menjadi Keterangan
2. Menteri Muda Luar Negeri Kabinet Filsafat Tentang Tauhid, Takdir dan
Sjahrir II dan Sjahrir III (1946-1947). Tawakal. Pada 4 November 1954, Agus
3. Pembukaan hubungan diplomatik Salim meninggal dunia di Jakarta dan
Indonesia dengan negara-negara Arab, dikebumikan di Taman Makam Pahlawan
terutama Mesir (1947). Kalibata. Untuk mengenang perjuangan
4. Menteri Luar Negeri Kabinet Amir dan peran Agus Salim, ia dinobatkan
Sjarifuddin I dan Amir Sjarifuddin II (1947- sebagai Pahlawan Nasional Indonesia
1948). pada 27 Desember 1961, melalui Keppres
Nomor 657 tahun 1961.
5. Menteri Luar Negeri Kabinet Hatta I

MAJALAH AL-BAYAN
30 EDISI 26


By: Arif N. (X Sya IMAD Ikhwan)




MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 31


RESENSI


SECANGKIR KOPI DAN PERJALANAN

MELINTASI WAKTU


JUDUL : FUNICULI FUNICULA 2: KISAH-KISAH YANG BARU TERUNGKAP
PENULIS : TOSHIKAZU KAWAGUCHI
PENERBIT : GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
TERBIT : 21 NOVEMBER 2022
HALAMAN : 200 HALAMAN
ISBN : 978-602-06-6385-2
PRESENSI : ZIDAN A. (IMAD IKHWAN)

“Musim berputar.
F Namun, musim dingin akan berganti dengan musim semi.”
Kehidupan manusia juga memiliki musim dingin yang keras.



Funiculi Funicula merupakan sebuah kafe
bagian yang menarik dari buku kedua ini, ada
kecil yang terletak di sebuah gang sempit di
bagian yang menceritakan tentang perjalanan
Tokyo. Saat pertama kali melihatnya, kafe ini
waktu ke masa depan. Mengapa menarik?
tampak seperti kafe mungil biasa. Namun, kafe
mungil ini ternyata adalah kafe yang memiliki
yang sebelumnya, yaitu menceritakan tentang
suatu keistimewaan. Membawa seseorang ke Karena bagian ini berbeda dari bagian-bagian
perjalanan ke masa lalu bukan ke masa depan.
masa lalu. Meski begitu, orang-orang yang ingin Sekilas, Funiculi Funicula terdengar seperti
kembali ke masa lalu harus melewati beberapa sebuah cerita sci-fi karena
syarat dan peraturan penting. mengusung tema time travel.
Orang yang ingin kembali ke Padahal, sejatinya tidak. Tidak
masa lalu harus menghabiskan ada sentuhan sci-fi sama sekali
kopi yang telah disediakan pada buku ini. Malahan, buku
oleh kafe sebelum dingin. Jika yang ditulis oleh Kawaguchi ini
tidak, maka orang tersebut lebih menekankan sisi humanis
akan terjebak di masa lalu dan melalui nuansa magical realism
dikutuk menjadi hantu. Orang yang akan menghanyutkan
juga tersebut harus duduk pembaca dalam jalinan cerita
di kursi tertentu di dalam yang menghangatkan hati.
kafe dan ia juga tidak boleh
beranjak dari kursi tersebut Dan bukan konsep time
selama ia kembali ke masa lalu. travel inilah yang menjadi
nilai jual utama pada buku ini.
Dan ada satu hal penting Melainkan kisah-kisah yang
yang tak bisa diabaikan: sekeras disajikan cukup mengharukan
apa pun kamu berusaha, kamu dan mampu mengaduk-aduk
tidak akan dapat mengubah emosi si pembaca. Buku ini
masa lalu. Dengan kata lain, juga memiliki ceritanya yang, bisa dibilang,
mereka hanya bisa merasakan kembali apa yang sederhana namun memiliki makna yang begitu
terjadi di masa lalu dan tak bisa merubahnya. mendalam. Secara garis besar, Funiculi Funicula
Funiculi Funicula 2 merupakan lanjutan merupakan buku yang sangat bagus untuk
dari buku pertamanya yang berjudul kurang dibaca. Terutama bagi para penggemar literatur
lebih sama, Funiculi Funicula. Buku kedua ini Jepang. Terjemahannya pun juga nyaman untuk
menyajikan asal-usul dari beberapa tokoh yang dibaca, sehingga kita bisa menikmati apa yang
ada di dalam di dalam buku pertamanya. Dan tersaji di buku secara lebih mendalam.


MAJALAH AL-BAYAN
32 EDISI 26


PADMA: BUNGA TERAKHIR



JUDUL : TANAH PARA BANDIT
PENULIS : TERE LIYE
PENERBIT : PENERBIT SABAKGRIP
TERBIT : 13 FEBRUARI 2023
TEBAL : 433 HAL
ISBN : 978-623-88296-7-5
D bunga yang kita kenal Rafflesia arnoldii (Padma
: MAITSA H. (XI IPA IMAD AKHWAT)
PERESENSI

“Di sini, para bandit dibesarkan sejak
raksasa), seperti yang seringkali Abu Syik katakan
buaian. Dilatih lewat kebohongan. Dididik
padanya. Menurut kisah yang diceritakan Abu
dengan kemunafikan. Diajarkan melalui
ketidakpedulian.
menyerap kutukan bunga lainnya di seluruh
Di sini, semua bisa diatur sepanjang ada
hutan. Sehingga bunga Padma memiliki bau tak
uangnya. Yang bodoh bisa menjadi pintar Syik, dahulu kala Padma adalah bunga yang
seketika. Yang tidak layak bisa menjadi segera sedap. Memang harga yang mahal dan pantas
memenuhi syarat. Yang bersalah bisa jadi benar. untuk menjadi ratu para bunga.
Yang bengkok bisa diluruskan. Tidak suka lurus? Ditalang Padma ditempa. Tak sedikit omelan
Mari dibengkokkan lagi. Abu Syik mewarnai harinya, tak sedikit pula
Di sini, di Tanah Para Bandit, tidak ada Padma menangis. Hingga akhirnya Padma
lagi beda antara penjahat bejat dengan tuan menemukan batang pohon tumbang di ujung
nyonya terhormat. Mencuri, jurang menghadap ke Talang dan
merampok hak orang lain, ‘Monyetnya’.
lumrah saja. Ayo, jangan terlalu Sebelum Abu Syik wafat,
serius, Kawan. Kita berpesta beliau berpesan Padma akan
malam ini.” menjadi salah satu anggota
Novel yang berjudul organisasi. Organisasi apa? Itulah
‘Tanah Para Bandit’ ini adalah namanya ‘Organisasi’. Dengan
novel ke-7 dalam serial aksi uang yang diberi Abu Syik,
Pulang-Pergi yang ditulis oleh Padma akhirnya memutuskan
Tere Liye, lanjutan dari novel menuju Kota Provinsi. Disana
sebelumya yaitu Bedebah Padma memilih jalan hidupnya
Di Ujung Tanduk. Novel ini sendiri.
menampilkan sudut pandang Banyak cerita mengejutkan
yang berbeda. Jika biasanya di dalamnya. Benang mereh
kita menemukan Bujang terus berkaitan satu sama lain.
atau Thomas yang menjadi Diperkuat dengan adanya
tokoh utama, pada novel ini tokoh-tokoh lama yang tiba-tiba
munculah satu karakter baru muncul di beberapa bab.
yaitu Padma. Padma merupakan perempuan Novel ini mengajarkan, tak semua yang baik
pemberani yang memilih hidupnya untuk terlihat baik, yang buruk terlihat buruk. Banyak
menjadi pembela kebenaran. kebohongan, kemunafikan, serta sikap apatis
Padma dididik sejak kecil untuk menjadi akan hal bohong tersebut.
perempuan tangguh dan berwawasan luas Kisah ini belum berakhir. Masih banyak
oleh kakeknya, Abu Syik. Umurnya telah senja, yang perlu dituntaskan. Tunggu ‘Bandit-bandit
namun ketangkasannya masih bisa diuji. Nama Berkelas.’
Padma sendiri diambil dari nama salah satu

MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 33


PUISI


RINDU A ROOM NO 0813 – NISCALA

Karya : Nazwa (XI IMAD Akhwat) Karya: Mutiaraamaly (XII IMAD Akhwat)
Tak terasa waktu bergilir dengan cepat I decide to have peace for my self
Telah lama aku menunggumu Offer hundred days are surrounded by
Untuk singgah sejenak dalam hidupku worry
Yang memintaku pulang ke tuhanku Now my days are fulfilled by happiness
That I always hope before
Setelah penantian yang panjang Being grateful every moments which
Tibalah waktunya aku tuk menjemput mu come in my life
Aku begitu merindukanmu Appreciating every scenario that have
been planed
Aku rindu.. Learning every bad things which have
Rindu dengan kehadiranmu been spent
And enjoying every time that yes going
Rindu dengan kebersamaan mu on
Dan rindu dengan keindahan We’re always given ordeal by the things
Yang kau berikan That we deem it as importance
Always broaden your mindset about
Kau datang “how does the universe work?”
One day, you are going to find the
Menghampiriku answer of your questions
Membawa sebuah kebersamaan “life is tough, so you gotta be tough”
Kebersamaan yang membawaku pada
ketenangan hati HADIR KEMBALI
Aku menyambutmu
Dengan aku menerima kehadiranmu Karya: Fauziah Maulida(X IMAD Akhwat)
Dengan seluruh hatiku Pagi yang berbeda
Yang membuncahkan semangat
Di bulan ini Yang menguatkan keimanan seorang
Kau datang membawa kesucian muslim
Kau datang membawa keberkahan Kamu, adalah bulan yang di nanti nanti
Kamu, adalah bulan yang mulia
Maka ku katakan Bulan dimana orang orang muslim
Selamat datang bulan ramadhan berlomba lomba dalam kebaikan
DAHAGA Kamu, kamu adalah ramadhan yaa kareem
Karya: Nur A. F. (X IMAD AKHWAT) Yang di mana marahku berubah sabar
Matahari siang terik Yang di mana kata kata tidak pantasku
di gantikan dengan menyebutkan istigfar
Panasnya mencapai ubun ubun kamu, adalah semangatku berhijrah
Rongga mulut terasa kering
Meski berkata haus kini, biarkan pagi ini menjadi hakiki
Tak akan ada yang membasuhnya hak dimana hatiku dan diriku
Walau hanya setetes air tak akan pernah bermaksiat lagi
Tak aka nada yang memberinya meskipun hanya satu kali
Jika waktu belum tiba dari aku
Sampai adzan berkumandang seorang hamba allah
Tetap harus bertahan yang sangat berbahagia
karna dirimu hadir kembali


MAJALAH AL-BAYAN
34 EDISI 26


WAKTU BERKUALITAS IED’ AL-FITR

Karya: Muqtafi (IX IMAD Ikhwan) Karya: J.Rasya (X Sya IMAD Ikhwan)
Biarkan sang waktu menjadi saksi Yang di kota mulai pulang
kebersamaan kita Rela melewati macetnya jalan
Walau hanya sedetik kita lalui hari Yang di kampung mulai senang
bersama Akan mengulang suatu kenangan
Jarum jam akan terus berputar
Memaknai setiap kebersamaan kita Terdengar lantunan adzan
Di penjuru kampung halaman
Yakinilah… Dilanjut lafadz takbiran
Langit tak akan berubah warna Pertanda akan lebaran
Sebagaimana kebersamaan kita
Tetap berwarna merah membara Minal aidin wal faidzin
Sebagaimana semangat kita
Tetap menyatu meski terenggut oleh Mohon maaf lahir dan batin
waktu
Dengan hati yang tenang
Percayalah… Bermaaf-maafan dengan ikhlas
Sembari kita menghabiskan waktu Tanpa harap dikenang
Dengan canda dan bahagia Kembali pulang dengan puas
Hingga masa berganti usia
TAKDIR-NYA
TENTANG KITA Karya: Kenzie A. (IV Abu Bakar SD-IT)
Karya: Asadel R. (X IMAD Ikhwan) Datang dengan seenaknya
Ketika manusia tengah bersuka ria
Akankah kita selalu bersama Ketika manusia sibuk mencapai asa
Atau hanya angan-angan semata Ia dating tanpa permisi
Ketika masalah datang, akankah
semuanya sirna? Nyawa-nyawa direnggutnya
Hanya Dia Yang Mahakuasa yang tahu Berkuasa tanpa mahkota
tentang kita Puas menggerogoti rakyat dunia
Tanpa melihat siapa yang berkuasa
Salahku jika berharap pada manusia
Yang tak tahu menahu tentang alam Manusia ditakutkan olehnya
semesta Seakan-akan menggut masa depan
Padahal kita berharap pada Tuhan yang Manusia cemas dengan semua
sama Tak lagi melangkah meraih asa
Sampai akhirnya raguku bertanya,
akankah Manusia melupakan-Nya
kita tetap bersama? Padahal, Ia telah menetapkannya
Semua itu mereka lakukan
Aku tidak tahu mana yang fakta dan mana Seakan-akan diubah pun tak bisa
yang dusta
Beribu maaf yang kau rangkai hingga Padahal, Ia telah memberitahu mereka
menjadi berpatah kata Bahwa setiap asa aka nada
Sampai… di mana aku dan kamu tidak Melalui usaha dan doa
lagi menjadi kita Pun terus berserah pada takdir-Nya

MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 35


CERPEN
M RESAH YANG PERTAMA


Malam ini, suasana begitu terang
dan sunyi. Sangat sempurna untuk
Karya:Fachri Rachmat (XII IPA IMAD Ikhwan)
menggambarkan suasana asrama malam
ini. Ditambah kegelapan yang meliputinya
-karena semua lampu sudah dimatikan-
menandakan seluruh santri sudah harus
tidur. Namun siapa sangka, di antara sunyi
dan gelapnya sekitar masih ada saja santri
yang terjaga dan mengobrol dengan
temannya.
“Di… ”
“Apaan?”
“Gimana kabar ujian kemarin? Lancar?”
“Alhamdulillah, lancar. Yang penting
ana mah udah berdoa dan usaha yang
maksimal. Terus kalo buat hasilnya, semoga
aja dapet nilai yang memuaskan,” jawab
temannya.
“Aamiin.”
Temannya mengaminkan.
Dan itulah mereka, Dani dan Aldi.
Setelah berakhirnya ujian akhir semester
yang menguras kerja otak. Akhirnya
para santri bisa mernapas lega karena
otaknya tak perlu bekerja lebih keras lagi.
Dan entah, malam ini Dani sulit sekali
untuk tidur hingga akhirnya menjadikan Sumber ilustrasi: pinterest.com
teman samping ranjangnya, Aldi, sebagai kantuknya.
korban untuk menemaninya sampai Dani “Kenapa? Itung-itung refreshing biar
mengantuk. Dan Aldi sebenarnya sudah gak bosen di rumah mulu… jarang-jarang
mengantuk. Namun saat ingin terlelap, nih kita jalan-jalan pas liburan. Ayolah,
Dani terus saja membangunkannya. Di… Mau kan?” ujar Dani dengan sedikit
Yang membuatnya mau tidak mau harus memohon.
meladeni ocehan Dani. “…”
“Di, bentar lagi kan mau liburan nih… “Di?”
” Untuk kesekian kalinya Dani mengganti “…”
topik.
“Yah kan… ditinggal tidur. Gak seru
“Terus… ?” Jujur, Aldi sudah sangat nih.” Karena sudah tidak ada teman untuk
mengantuk. diajak mengobrol, akhirnya Dani berdoa
“Jalan-jalan yuk… ajak yang lain juga dan beruasaha untuk tidur meskipun sulit.
sekalian biar rame.” Dani melanjutkan. ***
“Males, ah.” Dan ini adalah puncak dari

MAJALAH AL-BAYAN
36 EDISI 26


RESAH YANG PERTAMA tua antum? Lagian jalan-jalannya gak jauh

juga, kok. Yang penting antumnya dulu.
Karya:Fachri Rachmat (XII IPA IMAD Ikhwan) Mau nggak?”
“Pengen sih, tapi… ” pikir Aldi sebentar,
“yaudah, nanti ana coba usahain,” lanjutnya.
“Asyik… ” ucap Dani sengang sambil
membuang sampahnya asal
“Astaghfirullah, Dani. Itu sampahnya
jaangan dibuang sembarangan, dong.”
“Bentar lagi juga ada yang piket.”
“Identitas seorang muslim itu cinta
kebersihan. Antum nggak bisa terus
bergantung sama yang piket. Kalau bisa
antum, kenapa harus mereka. Kesadaran
kita akan pentingnya kebersihan harus
sudah tertanam dalam diri kita, Dan.”
“Iya, deh… Maaf. Ana buang, deh,” ucap
Dani mengerti, lalu mengambil sampah
yang tadi ia buang dan berjalan menuju
tempat sampah yang ada di seberang.
Namun setelah membuang sampahnya,
Dani malah tidak Kembali duduk di samping
Aldi. Dia malah melanjutkan langkahnya
meninggalkan Aldi yang masih terduduk.
“Dan, mau kemana?”
Namun Dani malah diam tak menjawab.
Waktu terus berjalan, menyisakan masa “Dan, maaf ya… abisnya antum si,” lanjut
lalu yang hanya bisa dijadikan kenangan. Aldi sambil mengejar dan menyajajari
Rentetan kegiatan telah santri lewati. langkahnya dengan Dani.
Dimulai dari ujian akhir tahun, dilanjut
dengan class meeting untuk sekedar “Identitas seorang muslim
refreshing setelah menghadapi ujian. Dan
terakhir adalah penampilan kreatif para itu cinta kebersihan.
santri dalam acara Pentas Seni yang diikuti Antum nggak bisa terus
dengan antusias oleh para santri. bergantung sama yang
“Di, Liburan nanti ikut kan?” tanya Dani piket. Kalau bisa antum,
kepada Aldi. Mereka sedang mengobrol di kenapa harus mereka.
depan asrama sambil memakan cemilan Kesadaran kita akan
yang mereka beli tadi. pentingnya kebersihan
“Nggak kayaknya, takut orang tua ana harus sudah tertanam
nggak izinin,” jawab Aldi. dalam diri kita
“Emang antum nggak bisa bujuk orang


MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 37


“Gak apa-apa kok. Tapi, antum harus dilontarkan kedua orang tuanya. Seperti
temenin ana ya?” bagaimana keadan Aldi di pondok, hafalan
“Mau ngapain emang?” Qurannya, belajarnya, dan lain-lain. Sambil
sesekali Aldi bercerita pengalamannya
“BAB!” ucap Dani tertawa sambil
berlarian meninggalkan Aldi yang di pondok yang membuat kedua orang
mematung sadar bahwa dirinya telah tuany geleng-geleng kepala dan tak jarang
dikerjai. mereka malah tertawa.
Oh iya, Aldi teringat satu hal. Meminta
“Untung temen.” izin. Namun dia masih ragu, diizinkan
*** tidak ,ya. Atau lebih parahnya nanti malah
Pagi ini lebih cerah dari biasanya. Karena dimarahi. Berbagai pikiran buruk terus
hari ini seluruh santri akan dijemput untuk muncul di kepalanya.
menjalani waktu liburan mereka. Setelah “Aldi, kamu lagi mikirin apa? Kok
menyelsaikan tahap-tahap dan syarat bengong?” Aldi tak sadar bahwa dirinya
perpulangan, Aldi dan kedua orang tuanya ternyata diperhatikan oleh ayahnya.
pergi menuju rumah mereka dengan mobil.
Suasana di dalam mobil ramai dengan Duh, batin Aldi.
obrolan antara Aldi dan kedua oran tuanya. “Aldi… Ditanya loh sama Abi, jawab
Hingga tak sadar mereka akhirnya sampai dong,” ucap uminya dengan lembut.
di rumah dengan selamat. Alhamdulillah. “A- Anu, Mi… Bi… Aldi mau minta izin.
Setelah mobil sudah terparkir rapi Temen Aldi ngajakin Aldi jalan-jalan nesok
di garasi, Abi Aldi membantu Aldi kamis. Jalan-jalannya gak jauh kok. Insya
menurunkan barang bawaannya. Setelah Allah Aldi bisa jaga diri. Boleh nggak, Mi,
memastikan bahwa tidak ada lagi barang Bi?”
bawaannya di mobil, Aldi dan kedua orang Kedua orang tuanya bertatap-tatapan
tuanya berjalan menuju pintu rumah. Lalu sebentar, lalu tatapannya kini Kembali
membukanya. mengarah ke Aldi.
“Assalamualaikum warahmatullahi “Oh begitu… Yaudah, Abi izinkan.
wabarakatuh,” ucap Aldi saat memasuki Asalkan nanti ingat waktu, jangan
rumahnya. Rumah Aldi tidaklah besar, kemaleman pulangnya”
namun terkesan minimalis dan nyaman. “Kalau Umi, sih… Gak apa-apa. Tapi
Ditambah sebuah taman kecil yang ada di jangan lupa kalo nanti bawa kendaraan
halaman membuat siapapun akan betah yang hati-hati. Jangan ngebut-ngebut ya,
jika bertamu di rumahnya. Kak,” timpal uminya.
“Yaudah. Kamu mending bersih- Aldi sedikit terkejut, tak menyangka
bersih dulu, gih. Biar gak bau. Habis itu bahwa respon kedua orang tuanya sangat
sholat zuhur. Nanti biar Umi siapin makan santai dan tak semengrikan yang Aldi
siangnya,” Ucap uminya. bayangkan.
“Siap, Mi.” “Siap… Syukron, Mi, Bi.”
*** “Afwan,” jawab kedua orang tuanya.
Setelah melaksanakan sholat zuhur “Yaudah, Mi, Bi. Aldi izin ke kamar, ya.
dan makan siang, Aldi mengobrol hangat Mau istirahat. Ngantuk.”
dengan kedua orang tuanya di ruang “Gih, nanti Abi bangunin pas adzan
keluarga. Berbagai pertanyaan terus

MAJALAH AL-BAYAN
38 EDISI 26


ashar.” “Waalaikumussalam,” jawab Aldi dan
“Oke, Bi.” uminya dari dalam.
*** “Itu kayaknya temen kamu, deh. Umi
samperin ya,” ucap uminya.
“Ya Allah, Aldi. Badan kamu panas
banget,” ucap Umi Aldi khawatir saat “Eh, nggak usah, Mi. Biar Aldi aja yang
menyentuh kening Aldi yang berbaring samperin.”
lemah di Kasur. “Emang kamu gak apa-apa?
“Mi, gimana dong?” ucap Aldi lemas. “Nggak apa-apa kok, Mi,” ucap Aldi
“Giaman apanya?” meyakinkan. Setelah itu Aldi mencoba
berdiri dan berjalan menuju pintu rumah
“Hari ini kan Aldi mau jalan-jalan dengan lemas lalu membukanya. Dan
sama temen Aldi. Pasti temen Aldi udah dilihatnya Dani yang sudah rapih berdiri di
nyamperin sekarang. Tapi Aldi kayaknya depan pintu.
gak bisa ikut sekarang, Mi. Kepala Aldi
pusing banget.” “Di, Antum kenapa? Kok lemes banget?”
“Kamu kan bisa bilang kalau kamu ucap Dani menyadari keadaan temannya
yang terlihat pucat dan lemas.
nggak bisa ikut. Lagi sakit.”

Aldi gak boleh mikir begitu. Jangan mikirin suatu

hal buruk yang itu aja belum tentu terjadi. Malah
bikin Aldi pusing dan cemas sendiri akibat pikiran
negatif kamu. Aldi harus bisa berpikir positif akan
setiap kemungkinan,



“A- Anu… Kayaknya Ana nggak bisa ikut
“Tapi, Mi… Aldi nggak enakan sama antum, Dan. Kepala ana pusing banget.”
temen-temen Aldi. Nanti kalau mereka
musuhin Aldi, gimana?” Aldi melihat Dani seperti sedang
“Sssst, Aldi gak boleh mikir begitu. memikirkan sesuatu. Itu membuat Aldi
merasa bersalah dan takut akan pikiran
Jangan mikirin suatu hal buruk yang itu buruknya benar-benar terjadi.
aja belum tentu terjadi. Malah bikin Aldi
pusing dan cemas sendiri akibat pikiran “Jadi… Ana minta maaf, ya… Udah bikin
negatif kamu. Aldi harus bisa berpikir positif antum repot-repot kesini. Bilangin juga ke
akan setiap kemungkinan, ya… Umi yakin, yang lain kalau ana minta maaf nggak bisa
temen Aldi pasti paham sama keadaan Aldi. ikut kalian.”
Coba aja dulu.” “Eh… Nggak usah minta maaf. Antum
Tak lama kemudian terdengar bunyi nggak salah, kok. Nggak apa-apa kalau
pintu diketuk. antum gak bisa ikut, kan ada lain waktu.
Yang ana pikirin tuh… kayaknya ana
Tok! Tok!
ketinggalan sesuatu, deh. Tapi ana lupa itu
“Assalamualaikum.” Terdengar suara apa. Apa, ya… ?”
salam dari luar.
“Ooh, kirain apaan.”

MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 39


Sumber ilustrasi: pinterest.com “terus maunya apa?”
“Yaudah, ana duluan ya. Udah “Nasi goreng buatan Umi.”
ditungguin nih sama yang lain. Nanti ana “Aah, bisa aja kamu. Yaudah nanti
kasih tau kok ke mereka. Yang penting dibuatin, asalkan obatnya diminum dulu,
sekarang antum istirahat aja, biar cepet oke?”
sembuh, oke? Assalamualaikum.”
“Oke, Mi.”
“Waalaikumussalam. Syukron, Dan.” ***
Setelah itu, Aldi menutup pintunya,
lalu Kembali menuju kasur yang ada di Jadi begitu temen-temen. Kita tidak
kamarnya. boleh terus berpikiran buruk akan suatu
“Gimana?” tanya uminya yang ternyata kemungkinan yang akan terjadi. Karena itu
hanya bisa menghasilkan rasa resah dan
belum beranjak dari kamarnya. cemas yang membuat kita menjadi pribadi
“Lancar kok, Mi. Gak seburuk yang yang kurang percaya diri. Dan sulit untuk
Aldi pikirin,” ucap Aldi sambil merebahkan out of the box.
tubuhnya ke Kasur. Maka dari itu, ubahlah persepsi dan
“Makanya coba dulu. Belum dicoba pikiran kalian dalam menghadapi situasi
aja udah mikir yang aneh-aneh. Habis ini apa pun dengan mencoba berpikir positif.
jangan lupa diminum obatnya, nanti umi Jangan galau terus, ya…
kasih. Abis itu makan pake bubur. Mau,
kan?” “It is not things that trouble us. But our
judgement about things” -Epictetus
“Nggak mau, Mi,” ucap Aldi dengan
cemberut yang dibuat-buat.

MAJALAH AL-BAYAN
40 EDISI 26


BUMI DAN LUKANYA



Karya: Syahla Nadia K. (X IPA IMAD Akhwat)

mengangguk. Bumi mulai menceritakannya.

“Kehidupan di dalam tubuhku sudah mulai
kacau. Paru-paruku mulai melemah, hutan-
hutan itu sudah tak hijau lagi, manusia itu
membakarnya! Tak peduli dengan apa yang
terjadi!” cerita bumi diselingi batuk kecil.
“Semakin bertambahnya populasi manusia,
semakin sumber daya alam dariku yang habis.
Keserakahannya yang membuat diriku sakit.
Mereka menyedot minyak bumi dan menggali-
gali tubuhku untuk kekayaan mereka. Mereka
seharusnya berpikir! Ini semua akan habis!”
Bumi terbatuk beberapa kali, Venus masih setia
mendengar.
“Limbah-limbah dan sampah mengotori
tubuhku, aku sudah tak secantik dulu lagi.”
Cerita bumi sedih.

“Sabar ya, Bumi. Ternyata mengemban
kehidupan itu tak semudah yang aku pikirkan,
ya? Apakah ada solusi untuk makhluk bumi?
D pohon-pohon, harus menanam kembali
Bicaralah!”
Sumber ilustrasi: pinterest.com
“Mereka
Di suatu galaksi di alam semesta, Galaksi
reboisasi
melakukan
dan
Bima Sakti namanya. Tinggallah planet di
jangan membakar atau menebang pohon
tempat orbitnya. Kebetulan kedua planet ini
sembarangan. Jangan egois!”
sedang berpas-pasan setelah revolusinya yang
“Mereka harus bisa menghemat energi yang
cukup lama. Panggil saja Bumi dan Venus.
Venus menyadari ada sesuatu yang tak beres suatu saat nanti akan habis. Ini demi kehidupan
mereka bukan?” Venus mengangguk setuju.
dengan keadaan planet sebelahnya, yaitu Bumi.
“Mereka harus membuang sampah
Bumi terlihat sangat lesu dan tak bergairah. dengan benar, memilahnya dengan benar,
Ada apakah ? seperti mendaur ulang sampah anorganik
dan menanam sampah organik agar sampah
“Hai, Bumi. Sudah lama kita tidak bertemu,”
sapa Venus ceria. Bumi memaksakan senyumnya. tak terlalu menumpuk! Harusnya mereka
melakukan itu!”
“Hai, Venus,” ujarnya tak bersemangat. “Ada
apa? Sepertinya kau sedang memburuk,” tanya Bumi menaruh harapan pada manusia
dan sangka Venus bersamaan semoga manusia berubah. Bumi sedang tidak
baik-baik saja. Ingatlah, Bumi hanya satu dan
“Ya, aku sedang tidak baik-baik saja di sinilah kalian tinggal. Bisakah kalian menjaga
belakangan ini,” jawab Bumi lirih. ciptaan Tuhan yang telah diberikan-Nya?
“Ceritakan padaku apa yang terjadi!” Bumi

MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 41


RAMADHAN ISTIMEWA UNTUK SI KECIL NABILA



Karya: Ana Juanah (Guru SDIT)
















































Sumber ilustrasi: pinterest.com durhaka kepada Allah terhadap apa yang
Dia perintahkan kepada mereka dan selalu
“Wahai orang-orang yang beriman! mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS.
Diwajibkan atas kamu berpuasa At-Tahrim: 6)
sebagaimana diwajibkan atas orang-orang
sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Kedua ayat diatas yang menjadi salah
Al-Baqarah: 183) satu rujukan aku dan suami ketika mulai
memperkenalkan puasa kepada putri
“Wahai orang-orang yang beriman! kami Nabila yang saat itu masih balita,
Peliharalah dirimu dan keluargamu dari usianya kurang lebih tiga tahun, kami
api neraka yang bahan bakarnya adalah menginginkan ia terbiasa menjalankan
manusia dan batu; penjaganya malaikat- syariat dari sejak dini.
malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak

MAJALAH AL-BAYAN
42 EDISI 26


RAMADHAN ISTIMEWA UNTUK SI KECIL NABILA



Karya: Ana Juanah (Guru SDIT) Memang tidaklah mudah gantung di langit-langit ruang tengah,
memperkenalkan puasa kepadanya, ucapan “Marhaban Yaa Ramadhan dengan
apalagi teman sepermainannya belum kertas warna-warni dan dibuat secantik
ada satu orang pun yang berpuasa, mungkin, bunga-bunga dan aneka hiasan
bahkan yang sudah sekolah dasar pun lainnya menghiasi dinding rumah layaknya
belum banyak yang berpuasa. Namun sebuah pesta, si kecil Nabila tampak
kami bertekad untuk memperkenalkan si antusias turut membantu.
kecil Nabila agar ia mencintai bulan suci ********
Ramadhan. Malam hampir sampai di
Balita adalah sosok yang paling ahli penghujungnya, aku terbangun
dalam hal meniru. Mereka akan mudah mendengar suara alarm yang sengaja
sekali meniru apa yang dilakukan kusetel sebelum tidur, jarum jam
oleh orang tuanya juga orang-orang menunjukkan pukul 03.00 pagi, kukucek
terdekatnya, oleh karena itu kita sebagai mata lalu mengusap wajah dengan kedua
orang tua harus memberikan contoh yang tangan mencoba mengusir kantuk yang
baik kepada mereka. masih saja bergelayut di kedua bola mata.
Walaupun pengertian ‘puasa’ masih Kulirik belahan jiwa yang berada di
sangat sulit diterima akal mereka. Namun samping, ia masih tertidur pulas dengan
mereka sangat merasakan perbedaan dengkuran halus dari mulutnya, aku segera
suasana khusus bulan Ramadhan ini, beranjak dari tempat tidur, teringat jika
sehingga mereka terdorong untuk ikut aku belum menanak nasi, karena memang
berpuasa seperti orang lain tanpa mereka sengaja memasak dadakan agar terasa
tahu maksud sesungguhnya. lebih nikmat.
Menampilkan kesan positif tentang Kulongokkan kepala ke kamar si
‘puasa’ kepada balita, memang harus kecil Nabila yang tidur di kamar sebelah,
dilakukan dengan cara-cara yang sesuai tangannya memeluk erat boneka pooh
dengan pola pemahaman mereka yang
masih sangat sederhana. Itulah yang coba
kami tanamkan kepada si kecil Nabila, Kulirik jam di dinding
kami meninginkan agar ia memiliki kesan sudah menunjukkan
jika Ramadhan itu istimewa. pukul empat, segera
Sepekan sebelum Ramadhan tiba, kami kubangunkan lelakiku,
mulai bersiap menyambut Ramadhan. setelah memastikan ia
Di mulai dari menghias rumah dengan terbangun sempurna, aku
pernak-pernik seperti hendak merayakan beranjak ke kamar si kecil
pesta, padahal ulang tahun saja kami tak Nabila kuusap lembut
pernah sekalipun merayakannya, namun
demi agar si kecil Nabila merasakan jika kepalanya, ia hanya
Ramadhan itu bulan yang spesial, maka menggeliat kemudian
kami menghias rumah sederhana kami berganti posisi dan kembali
secantik mungkin. tertidur pulas.
Aneka balon warna-warni kami

MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 43


kesayangannya, pulas sekali tidurnya. Aku tersenyum melihatnya, “Sahur
Gadis kecil tiga tahun itu memang sudah ya, Mi?” tanyanya dengan suara serak,
dibiasakan tidur sendiri semenjak berusia aku mengangguk. Si Kecil Nabila mulai
satu setengah tahun saat ia sudah bisa berdiri menuju kamar mandi, ku papah
turun dari tempat tidur, kamar yang saling dia ke kamar mandi untuk buang air kecil
berdempetan, membuatku lebih mudah kemudian membasuh wajahnya.
mengontrolnya. Sebenarnya ada rasa tidak tega ketika
Aku bergegas mengambil beras dan harus membangunkan si kecil Nabila
mencucinya, kemudian kutaruh kedalam malam-malam begini, namun ia sendiri
magiccom. Dari kulkas kukeluarkan dua yang memintanya. Sempat di hari pertama
ikat bayam, jagung satu sisir serta ayam kami tidak membangunkannya untuk
yang sudah diungkep tadi sore. Tanganku makan sahur, ternyata dia ngambek dan
cekatan menyiangi bayam, memotong– meminta untuk dibangunkan juga saat
motong jagung kemudian mencucinya. sahur.


Mengajarkan suatu kebiasaan baik kepada anak
memang butuh kesabaran dan konsistensi dari kita
sebagai orang tua, anak ibarat kertas kosong yang
siap menerima apapun pelajaran yang kita tuliskan
di atasnya, dan kita berkewajiban menuliskan hal-
hal baik agar kelak kebaikanlah yang mewarnai
kehidupan mereka.



Kulirik jam di dinding sudah Kusuapi si kecil Nabila, mata sipitnya
menunjukkan pukul empat, segera masih terlihat mengantuk, dengan mulut
kubangunkan lelakiku, setelah memastikan berusaha mengunyah makanan, namun
ia terbangun sempurna, aku beranjak sekuat tenaga dia berusaha mengalahkan
ke kamar si kecil Nabila kuusap lembut rasa kantuk yang menyerangnya.
kepalanya, ia hanya menggeliat kemudian Si kecil Nabila, awalnya hanya berpuasa
berganti posisi dan kembali tertidur pulas. sampai jam 8 pagi, kemudian besoknya
Kembali kuusap kepalanya “Kak... meningkat sampai jam 10, begitu
katanya mau ikutan puasa, yuk bangun,” seterusnya hingga bisa bertahan sampai
bisikku pelan di telinganya, ia kembali waktu dzuhur. Setiap dia akan berbuka
menggeliat, namun matanya masih belum kami menuntunnya membaca doa
juga terbuka. “Kak...yuk bangun, mau puasa berbuka, agar dia benar-benar merasakan
tidak? Nanti keburu kesiangan lho,” bisikku suasana bulan suci Ramadhan.
kembali, namun ia masih saja tertidur. Si kecil Nabila sama seperti kebanyakan
Segera kuangkat tubuhnya, kemudian anak-anak lain yang seusia dengannya,
ku dudukkan di atas karpet ruang seringkali ia merengek ketika merasakan
tengah, segera kuambil sedikit air dan haus ataupun lapar.
mengusapkan ke wajahnya, matanya “Mi, auuus, rengeknya suatu pagi,
mengerjap dan mulai terbuka. padahal waktu baru menunjukkan jam 9


MAJALAH AL-BAYAN
44 EDISI 26


pagi. saja, dia sudah merasa kekenyangan.
“Katanya mau puasa, kok masih pagi Ada satu hal yang juga membuatku
dah minta minum?” tanyaku lembut, tertawa, ketika siang hari ia seringkali
bibirnya mengerucut lucu, “buat buka memasukkan kepalanya ke dalam lemari
nanti umi mau bikin sop buah lho, mau es, saat ditanya alasannya, “Kan biar adem,
ikutan bikin gak?” tanyaku lagi, berusaha Mi,” jawabnya enteng, dia juga beberapa
mengalihkan rasa hausnya. kali kedapatan membasuh wajah dan
“Sop buah, Mi?” tanyanya memastikan. kepalanya dengan air.
Aku mengangguk membenarkan Mungkin karena
tubuh tidak
“Horeeee... ” teriaknya
senang, wajahnya terisi makanan
terlihat sangat a taupun
antusias. minuman
hingga
A k u menimbulkan
t ersen yum rasa panas.
meliha tn y a.
S eger a *******
k ukeluar k an Pembiasaan
buah-buahan puasa ramadhan
yang ada di semenjak usia
kulkas, lalu tiga tahun
t e r n yat a
memotong- banyak sekali
m o t o n g n y a d a m p a k n y a
menjadi bagian-bagian kecil. Tangan kecil salah satunya saat si kecil Nabila masuk
Nabila mengambil potongan buah dan sekolah dasar, dia jadi lebih mudah untuk
memasukkannya kedalam wadah yang berpuasa karena berpuasa ramadhan
lebih besar. adalah hal yang biasa dilakukannya, jarang
sekali ada drama, bahkan si kecil Nabila
Beberapa kali ia hampir saja
memasukkan potongan buah ke dalam bisa puasa full selama satu bulan penuh
mulutnya, saat aku mengingatkan, “Oh iya, sampai maghrib di usia 7 tahun.
aku kan lagi puasa,” jawabnya lucu, diiringi Mengajarkan suatu kebiasaan baik
tawanya yang renyah memperlihatkan kepada anak memang butuh kesabaran
deretan giginya yang kecil-kecil, sementara dan konsistensi dari kita sebagai orang
matanya yang agak sipit semakin terlihat tua, anak ibarat kertas kosong yang siap
mengecil. Aku tertawa melihatnya, ah menerima apapun pelajaran yang kita
senang rasanya melihatnya tertawa seperti tuliskan di atasnya, dan kita berkewajiban
itu. menuliskan hal-hal baik agar kelak
kebaikanlah yang mewarnai kehidupan
Nabila kecil suka sekali menyimpan
makanan kecil di kulkas dengan dalih untuk mereka.
dimakan ketika berbuka nanti. Padahal
kenyataannya, tidak semua makanan itu
dia makan ketika waktu berbuka tiba,
hanya dengan meminum satu dua gelas es

MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 45


CERGAM



JANGAN MAIN HP TERUS

Oleh: Aisyah (2 Bilal Bin Rabbah UNIT SDIT)





































































MAJALAH AL-BAYAN
46 EDISI 26


LEBARAN DI KAMPUNG HALAMAN


Oleh: Rizwar A. (XI Ipa Imad Ikhwan)





































































MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 47


AKU BUKAN MEREKA

Oleh: Nasla R. (X Ipa IMAD Akhwat)






































































MAJALAH AL-BAYAN
48 EDISI 26


MAJALAH AL-BAYAN
EDISI 26 49


MAJALAH AL-BAYAN
50 EDISI 26


Click to View FlipBook Version