The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Majalah Santri Al Bayan EDISI 31, Pesantren Terpadu Daarul Fikri

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by albayan.df, 2024-03-15 04:52:08

ALBAYAN EDISI 31

Majalah Santri Al Bayan EDISI 31, Pesantren Terpadu Daarul Fikri

01 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31


02 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 Redaksi menerima karya berupa artikel, cerpen, puisi dan jenis tulisan lainnya. Naskah dikirim berupa softcopy (file doc.) hard copy dan foto (softcopy file tidak lebih dari 25 Mb). Naskah yang layak akan kami terbitkan di edisi selanjutnya. Naskah yang masuk dan diterbitkan menjadi hak milik redaksi, dan akan mengalami proses editing tanpa mengubah isi artikel. Kirimkan saran dan kritik anda ke Redaksi Majalah Al-Bayan, Pesantren Terpadu Daarul Fikri, Kp. Warung Bambu RT. 001/09 Ds. Telaga Murni Kec. Cikarang Barat Kab. Bekasi Telp. (021) 8904078/79, 89116165. e-mail: [email protected] REDAKSI Pembina: KH. Ahmad Husein Dahlan, Lc. MA. (Pengasuh Pesantren), Penanggung Jawab: Erwin Pabeta ST (Direktur Media), Pemimpin Redaksi : Didik Hermanto Dewan Redaksi: Adam Nurrachman, Mustofa. Redaktur Ikhwan: Ridho A., R. Rafiddin, M. Alia, Faishal H., M. Rhiandhy, F. Azfa, Dimas A., Radhifa, Faiq A., Harun Y., Midzi A. Redaktur Akhwat: Nasla R., Khalishah W., Nadhifah C., Najma A., Asma Z., Aghna G. Layout: Rafiddin Design Cover: Rhiandhy DAFTAR ISI Konsep Ahli Hadist Dalam Membenarkan (Tautsiq) Literasi Sejarah Nabi Menggunakan Pendekatan 8 (Delapan) Methodologi Waktu Friendship Sahabat Syurga Nahkodaku, Amanah, Sakit Yang Tidak Terobati, Hujan di Langit Asrama Tak Berirama, Bikin Tenang, Topeng untuk Berlindung, Apa Kabar Negri Ini? Pahamilah Insecuritymu Tentang Persahabatan, Kehilangan, Tantangan Mendidik Anak di Era dan Pengorbanan Digital, Visitasi PKKS Osis Baru Kinerja Baru, Cinta Tahajjud Bersama Alumni Pramuka Relavan di Era Modern, Menambah Ilmu Tak Hanya di Sekolah Semangat Tanpa Batas, Belajar Lebih Berkualitas, Kuliah Ekonomi di STEI SEBI MI, SDIT, TK ALAM, DDS YQN Islamic Fun Camp 2 Mengisi Kembali Energi “PESTA DEMOKRASI 2k24, Pentingkah Memilih Pemimpin?” Menjadi Guru Serba (Sok) Bisa Perjuangan Kisah Anak Palestine Jangan Main HP Terus Pemimpin Males? Sabar Mengenal Presiden Dari Masa Ke Masa 04 Hokage Ke-4 20 22 35 34 41 36 39 32 33 26 28 12 13 14 16 44 43 45 46 47 08 10 11 09 Kajian Utama Opini Puisi Cerpen Resensi Mozaik Jejak Cergam Ragam Pesantren Galery Kegiatan Laporan Khusus IMAD-FDS, CABANG BREBES, CABANG PAPUA, CABANG RAWA LELE


03 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 SALAM REDAKSI Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Hai sahabat Al-Bayan! bagaimana kabarnya? Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat. Alhamdulliah, kami segenap redaksi majalah Al-Bayan mengucapkan puji dan syukur kepada Allah S.W.T yang telah memberikan kesempatan untuk penerbitan majalah AlBayan edisi 31 ini. SAHABAT AL-BAYAN ! Kita dilahirkan untuk menjadi seorang pemimpin, laki-laki adalah pemimpin untuk keluarganya, perempuan adalah pemimpin di rumah bagi anak-anaknya. Akan tetapi, yang paling penting adalah pemimpin untuk diri sendiri. Sesuai sabda Nabi sallallāhu 'alaihi wa sallam (Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa yang dipimpinnya). Alhamdulillah beberapa hari yang lalu kita sebagai rakyat Indonesia telah melaksanakan salah satu hari yang hanya ada 5 tahun sekali, hari pemilihan, hari penentuan nasib negara Indonesia 5 tahun yang akan mendatang. Yaitu, hari Pemilu, bertepatan dengan tanggal 14 Februari 2024. Bagi kita yang telah mendapati hak untuk memilih, semoga kita memilih pemimpin yang menepati janji, pemimpin yang amanah, serta pemimpin yang bertanggung jawab atas seluruh rakyatnya. Maka dari itu, kami selaku redaktur majalah Al-Bayan mengangkat tema yang bertajuk “Pemimpin yang Diinginkan” karena bertepatan dengan hari pemilihan pemimpin bangsa Indonesia. Siapapun yang menjadi pemimpin 5 tahun ke depan, semoga ia adalah pemimpin yang kita inginkan untuk memimpin bangsa indonesia ini yang lebih baik. Aamiin… SAHABAT AL-BAYAN! Untuk meningkatkan dan mengembangkan suatu pencapaian, dibutuhkan sebuah regenerasi, karena setiap dari kita memiliki valuenya sendiri dan setiap kita memiliki masa yang berbeda-beda, dan untuk tergapainya sebuah pencapaian yang lebih baik dari sebelumnya dibutuhkan regenerasi. Kami redaktur majalah Al-Bayan mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada redaktur majalah Al-Bayan baru, dengan bergabungnya redaktur baru semoga Al-Bayan dapat berkembang dan menyajikan kepada para pembaca dengan sajian yang terbaik. Akhir kata, kami selaku redaktur AlBayan memohon maaf sebesar-besarnya atas banyaknya kekurangan dan kesalahan dalam menerbitkan majalah Al-Bayan. Semoga bisa bermanfaat bagi seluruh pembaca setia majalah Al-Bayan. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. A


04 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 KONSEP AHLI HADIST DALAM MEMBENAMETODOLOGI PENDEKATAN HADITS DALOleh : KH.Ahmad Husein Dahlan, MA (Kandidat Doktor Bidang Hadist dan Ilmu Hadist, The World Islamic Sciences & Education W.I.S.E University Amman-Jordan) KAJIAN UTAMA Konsep Ahli Hadist dalam membenarkan (Tautsiq) literasi Sejarah Nabi menggunakan pendekatan 8 (delapan) Metodologi : 1-Metodogi dengan cara Mendengar (At Thariq As-Sama’) Seorang Guru membacakan dari hafalan atau buku nya, sedangkan Siswa menyimaknya. Apakah Saat menyimak tidak menulis, atau saat menyimak dan menuliskan nya. Mayoritas Ulama berpendapat bahwa Metode ini merupakan Metodologi tertinggi dalam penerimaan informasi. Sebabnya seorang siswa yang dapat berjumpa secara langsung dengan guru yang dapat memberikannya hadist. Hal semacam ini juga dianggap sebagai kesaksian, dimana kebenaran sebuah informasi dibenarkan berdasarkan perjumpaan dan mendengarkan. Maka dari Sisi implementasinya (Al-adaa) siswa dapat mengatakannya: (sami’tu). 2-Metodologi Membacakan. (Al Qiraah atau Al-’Aradh) Siswa dapat membacakan setiap hadist gurunya dalam satu buku yang ditulisnya. Guru juga mendengarkannya dari hafalan nya. Selain itu, siswa tersebut membaca hadist-hadist dari hafalannya dan Sang Guru mendengarkan dengan memegang bukunya. Metodologi ini Menurut Imam Malik, Imam Bukhari, dan Mayoritas Ahli Hijaz dan Kufah merupakan metodologi membaca setaraf dengan mendengarkan. Sedangkan Abu Hanifah berpandangan bahwa Metode membacakan lebih tinggi K


05 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 ARKAN (TAUTSIQ) LITERASI ALAM PERSPEKTIF HADITS (PART II) Bag. 2 kedudukannya dibandingkan dengan mendengarkan. Berbeda dengan Para Ahli dari Timur mereka berpandangan bahwa Metode mendengar lebih tinggi kedudukannya dibandingkan dengan membacakan, dan ini pandangan yang paling kuat. (Qara’tu ‘ala fulan, Quria ala fulan waana asmau’) 3-Metodologi Ijazah. Seorang guru memberikan izin kepada para siswanya, untuk mempublikasikan seluruh riwayat nya, baik dengan pendekatan hafalan dan atau penulisan. meski begitu, dalam implementasinya, metode ini harus terpenuhi empat rukun: 1-Seorang Guru (Mujiz) 2-Seorang Siswa (Al-Mujiz ilaihi) 3-Buku-buku dan atau riwayatnya (Al-Mujaz) 4-Tata cara ijazah baik dengan hafalan dan atau tulisan. 4-Metodologi Munawalah. Seorang Guru memberikan kepada siswanya sebuah buku atau kumpulan hadist (shahifah) untuk diberikan kepadanya. Hal tersebut terdiri dari pola: 1-Munawalah yang disertai dengan ijazah: Seorang guru memberikan kepada Siswa suatu buku. Kemudian buku tersebut secara sah ditulisnya dan kemudian berkata: inilah semua yang aku dengar dari guruku maka engkau memperoleh hal tersebut dariku atau ucapannya: “Aku memberikan ijazah kepadamu riwayat guruku melalui aku.” 2-Munawalah tanpa disertai ijazah. Seorang guru memberikan buku nya kepada siswa dengan ucapannya: “inilah yang aku dengar dari guruku berupa hadisthadist Rosulullah.” Jenis ini diperdebatkan oleh para ulama keabsahannya. Imam Nawawi berkomentar: jenis munawalah ini tidak dibenarkan,berdasarkan pandangan Para Ahli fiqh dan Ushul fiqh. Sedangkan Imam Suyuti membolehkannya dengan syarat pola yang digunakan dengan pendekatan tanya-jawab antara pemberi dan penerima. Seperti ucapan: “Engkau menyampaikan nya dariku dan atau dari apa yang aku dengar.” 5-Metodologi Penulisan. Seorang Guru menulis seluruh apa yang didengar atau sebagian kepada siswa, tidak dipermasalahkan apakah siswa tersebut hadir ataupun absen kemudian dikirimkannya kepadanya. Apakah hadist-hadis tersebut ditulis sendiri atau dia memerintahkan kepada orang yang dipercaya untuk menuliskannya. Hal memiliki 2 pola; 1-Penulisan disertai dengan ijazah 2-Penulisan tanpa ijazah. Adapun mayoritas Ulama berpendapat pola tersebut dibenarkan. 6-Metodologi ‘Ilam. Seorang Guru memberitahukan kepada Siswa bahwa hadist dan atau buku tersebut merupakan miliknya yang diperoleh dari gurunya, dimana yang bersangkutan tidak mengizinkan siswa untuk memperolehnya. Metodologi ini diperdebatkan keabsahannya, walaupun menurut pendapat yang kuat pola ini dibenarkan. 7-Metodologi Wasiat. Seorang guru berwasiat kepada seorang Siswa ketika hendak ingin meninggal atau ketika bepergian jauh dengan buku miliknya bahwa buku tersebut benar merupan miliknya. Adapun jenis metodologi ini menurut pandangan Ibnu Shalah tidak dapat dibenarkan, dengan alasan bahwa wasiat memberikan manfaat kepemilikan seperti halnya jualbeli. Hal tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip Ijazah.


06 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 8-Metodologi Wijadah. Bahwa Seseorang memperoleh ilmu melalui literasi atau buku tertentu, tanpa melalui proses mendengar dari pemilik buku tersebut atau membaca dari pemiliknya termasuk tanpa melalui proses metodologi Ijazah dan atau Munawalah. Metodologi jenis Wijadah disepakati sebagian besar para Ahli Hadist dan Para Ahli Fiqh dari Madzhab Imam Malik tidak dapat dibenarkan. Sedangkan sebagian kalangan Madzhab Syafi’i, jenis metodologi ini dapat digunakan dengan syarat jika penulisnya merupakan ulama yang dapat dipercaya. Pandangan yang kedua ini sangat kuat dan beralasan, dikarenakan adanya kewajiban bahwa setiap hadist atau riwayat yang shahih harusnya diamalkan dan mengingat situasional di zaman kekinian dimana orang sudah memiliki keterbatasan dan spirit menuntut ilmu dari sumbernya. Hanya saja yang perlu diperhatikan orang yang menggunakan metodologi ini dapat berkonsultasi dengan orang-orang ahli di bidang nya. Lantas, dari penjelasan metodologi hadits diatas, bagaimanakah Para Ahli Hadist menggunakan Standarisasi penerimaan Hadist dalam objek Sejarah Nabi. Berikut ini kita ketengahkan 7 (Tujuh) Profile Para Ulama Hadist dan karyakaryanya. 1-Imam Bukhari. Imam Bukhari memberikan nama bukunya dengan judul: “Al-Jami’ AlMusnad As-Shahih Al-Mukhtashar Min Umuri Rosulillah Wa Ayyamihi” Penulisan judul buku tersebut merupakan Framing Absholut tentang kriteria utama standar bukunya. Kata “Al-Mukhtashar” dalam penulisan hadist tidak memasukan seluruh hadist Shahih, tetapi beliau menyeleksi sekaligus meringkas letak ke-shahih-an hadist tersebut harus berdasarkan syarat penerimaan menurut versinya. Setiap orang yang menyampaikan dan yang menerima hadistnya haruslah bertemu (tsubutul liqo) walaupun minimal satu kali pertemuan. Dalam bukunya, Imam Bukhari menggunakan Metodologi As-Sama’ Wal-Qiraah/Al-‘aradh (Mendengar Hadist dan Membaca) Adapun jika pun beliau mengungkapkannya dengan Ucapan (shigat) “‘An’anah” hal tersebut tidak difahami dengan ingin menyembunyikan orang (Tadlis) yang menyampaikan atau menerima suatu hadist, melainkan standar “‘An’anah” yang beliau maksudkan dipastikan dimana penyampai dan penerima hadist tersebut harus terjadi perjumpaan walaupun satu kali dan tidak terputus ditambah dengan keharusan menyampaikan nya dengan As-Sama’ WalQiraah/Al-‘aradh (At-Tasrih bit Tahdist). 2-Imam Muslim Buku Beliau diberikan nama; “Asshahih Al-mukhtashar minas sunan binaqlil ‘adl ‘Anil ‘adl ‘An Rosulillah”. Selain penerimaan hadist, di dalam bukunya harus terjamin Shahih dan bersambung. Beliau juga selalu menggunakan Lafadz/ Sighat Assama’ Wal-“aradh. Hanya saja Imam Muslim membedakan antara shigath “Haddatsana” yang menunjukan “Mendengar” dan “Akhbarana” yang mengandung arti “Membacakan”. Terdapat dalam Shahih Muslim dimana Beliau menggunakan “Wijadah” walaupun dalam jumlah yang sangat terbatas (3 hadist saja). Dua diantaranya dipastikan bersambung dan satu hadistnya disampaikan secara kewajiban bahwa setiap hadist atau riwayat yang shahih harus nya diamalkan dan mengingat situasional di zaman kekinian dimana orang sudah memiliki keterbatasan dan spirit menuntut ilmu dari sumber nya


07 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 bersambung dalam shahih bukhari. Ibnu Hajar Rahimahullah memberikan catatan penting bahwa didalam Sahahih Imam Muslim dalam shahihnya terdapat 192 hadist, dimana orang yang menyampaikan nya (Sanad) hanya sampai kepada Para Shahabat (Al-Mauquf). 3-Imam Malik. Imam Malik dalam karya nya AlMuwatta, menggunakan dua Metodologi: “Al’an’anah” dan “Al-Balaghat” Tetapi dapat dipastikan kata “An” didalam Al-Muwatta dijamin ketersambungan hadistnya. hal ini dikarenakan beliau seorang orang ulama piawai dan terkenal serta terpercaya tidak pernah memyembunyikan seseorang (Tadlis) dalam penyampaian hadist. Metodologi “Al-Balagath atau Al-Marasil dimana Hadist yang disampaikan seorang Tabi’in langsung disampaikan kepada Nabi seharusnya melalui Sahabat terdahulu. Hanya saja Ibnu Abdil bar dalam bukunya At-Tamhid telah memastikan hadist-hadist tersebut dijamin ketersambungannya Sisi lainnya kerap kali dalam bukunya Al-Muwatta Imam Malik menggunakan metodologi “Alwijadah”, hanya saja dalam presfektif Ibnu Abdil bar, mengungkapkan ahwa Kitab Al-Muwatta merupakan referensi yang sangat dipercaya secara khusus dalam persoalan yang menyakut Sejarah Nabi, dan itu pula yang menjadi konsensus Para Ahli Shiroh (Sejarah Nabi) dan Sejarah (sejarah Khulafa Arrasyidin) dimana Al-Muwatta menjadi referensi utama yang sangat terkenal. 4-Imam Nasai. Dua Buku Imam An-Nasai: Sunan Alkubro dan Al-Mujtaba merupakan dua buku yang menggunakan methodologi tertinggi berupa “As-Sama’ Wal- ‘aradh” dalam publikasi h a d i s t - h a d i s t n y a . Hanya saja terkadang Beliau menggunakan Methodologi “Ijazah”. Imam An-nasai juga Ulama yang sangat teliti dalam hal menyampaikan publikasi hadist nya,dimana Beliau sangat memperhatikan setiap Methodologi dalam penyampaian publikasi hadist nya. Seperti hal nya Imam Malik, Imam Nasai jugna menggunakan Menggunakan Metodologi “Wijadah” 5-Imam At-tirmizi. Dalam Karyanya Sunan At-tirmizi, Beliau sangat memperhatikan Metodologi “Assama’ Wal-‘ardh” Walaupun kadang dan dalam jumlah yang terbatas Beliau menggunakan metodologi “Ijazah” dengan menganologikan pada metodologi “Assama’ Wal-‘aradh”. Seperti hal nya Imam Nasai, Imam At-Tirmizi merupakan ulama yang sangat teliti dalam menggunakan Metodologi pada publikasi setiap hadistnya. 6-Imam Abu Daud. Imam Abu Daud dalam karya sunannya menggunakan Metodologi “Assama’ wal- ‘aradh”. Dan Belaiu merupakan ulama yang sangat teliti dalam penggunaan Metodologi terpercaya dalam setiap publikasi hadist-hadist nya. 7-Imam Ibnu Majah. Imam Ibnu Majah dalam karya nya Sunan, juga menggunakan Metodologi tertinggi dalam publikasi hadist-hadist nya. Seperti hal nya Para Ulama lain nya Beliau merupakan yang sangat teliti dalam menggunakan methodologi penyampaian hadist dalam setiap kali publikasi nya. Sumber ilustrasi: https://pngtree.com/


08 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 VISITASI PKKS RAGAM PESANTREN Guna memperoleh data tentang fungsi dan pelaksanaan tugas pokok kepala sekolah, SMP-IT Daarul Fikri kedatangan Drs. Tajudin, M.Pd., yang merupakan pembina sekaligus pengawas Visitasi Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS). Penilaian diakukan pada Selasa (23/1) di ruang sebelah barat Gedung Baitul Quran Daarul Fikri. Kedatangan tim pengawas disambut oleh para guru dengan diiringi shalawat oleh tim marawis Daarul Fikri. “Sebetulnya penilaian ini tidak hanya dilakukan hari ini akan tetapi waktu penilaiannya selama satu tahun dan saya melihat SMP-IT ini sudah sangat baik, namun masih ada yang harus ditingkatkan agar lebih baik lagi,” tutur sang pengawas PKKS. (20/1) MI Mathlaul Ulum dan TK Alam Daarul Fikri bersama dengan Persatuan Orangtua Murid dan Guru (POMG) berinisiatif menggelar seminar parenting dengan mengundang Aris Ahmad Jaya, DVM., M.M yang merupakan seorang motivator dan owner dari ABCo Group. Melihat masukan orang tua yang kesulitan mendidik anak di era digital menjadi alasan diadakannya parenting yang digelar di Gedung Baitul Quran Daarul Fikri. “Mendidik anak di era digital itu sangat terikat dengan cara komunikasi para orang tua,” tekan Aris dalam parenting tersebut. Tidak hanya berisi tentang seminar, para peserta juga dimanjakan dengan penampilan-penampilan dari santri-santri TK dan MI. TANTANGAN MENDIDIK ANAK DI ERA DIGITAL


09 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 Serah terima amanah kepengurusan oleh OSIS periode 2023-2024 kepada pengurus OSIS periode 2024-2025 sekaligus pelantikan calon OSIS periode 2024-2025 dilaksanakan di gedung Baitul Quran. Dimulai pada pukul 07.45 hingga 10.30 yang dihadiri oleh seluruh santri dan guru SMPIT serta KAWARIS Muntada. “Terkadang organisasi bisa hancur dari dalam organisasi tersebut apabila kabinet dalam organisasinya tidak kompak,” tutur Ustadz Jamal S.Pd. selaku kepala sekolah SMPIT Fullday. Akram Syabiq A. dan Caesario Rayhan sebagai ketua dan wakil OSIS Ikhwan periode 2024-2025 sedangkan Adela Salsabila dan Naufa Rizqiyani P. sebagai ketua dan wakil OSIS akhwat periode 2024- 2025. OSIS BARU KINERJA BARU CINTA TAHAJJUD BERSAMA ALUMNI Ahad 28 Januari 2024 IMAD-FDS Daarul Fikri mengadakan acara Cinta Tahajjud yang dipanitiai oleh pengurus MUNTADA XIII khususnya bagian ibadah. "Adanya acara ini untuk menanamkan ghirah para santri untuk mendawamkan shalat tahajjud dimanapun kalian berada." ucap Ridho Alfarizi pada sambutannya. Shalat tahajjud berjamaah dilaksanakan di lantai satu masjid Baitul Maqdis untuk santri ikhwan dan lantai dua masjid untuk santri akhwat pada pukul 03.45. Shalat tahajjud kali ini diimami oleh alumni Daarul Fikri yaitu Ust. Hafidzuddin Alawi sebanyak 8 rakaat dan 3 rakaat witir. Dilanjut dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Syahrizal S.Sos setelah shalat shubuh. "Sesungguhnya eksistensi sebuah agama sangat terkait dengan eksistensi ummatnya, eksistensi ummat terkait dengan eksistensi pemudapemudinya dan keberadaan pemuda sangat tergantung pada akhlaknya," ujar Ustadz Syahrizal selaku pembicara.


10 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 PRAMUKA RELAVAN DI ERA MODERN Mukhoyyam pramuka diadakan kembali pada tanggal 6-8 Februari 2024 di Karawang. Peserta yang mengikuti kegiatan ini yaitu santri kelas 7-10 IMADFDS dan cabang Rawalele yang dipanitiai oleh MUNTADA dan dewan guru. Santri ikhwan melakukan perkemahan yang berlokasikan di Villa Arab Buana, Karawang sementara akhwat di Curug Cigentis, Karawang. Selain melibatkan kerja sama tim, acara ini juga meningkatkan semangat gotong royong juga melatih fisik dan mental. Tujuan dari diadakannya Mukhoyyam tentunya “untuk mengajarkan para santri agar memiliki sikap sabar, kepemimpinan serta kemandirian.” ujar Ustadz Hadfi selaku ketua panitia mukhoyyam tahun ini. MENAMBAH ILMU TAK HANYA DI SEKOLAH Pada Rabu, (7/02) Unit SDIT Daarul Fikri mengadakan kegiatan outing. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh santri dan guru kelas 5 dan 6. Kegiatan yang paling ditunggu setiap tahun nya ini dilaksanakan di Monumen Nasional (Monas) dan Perpustakaan Nasional, Jakarta. Keberangkatan peserta outing dilaksanakan pada pukul 07.00 dengan menggunakan bis. Ini merupakan kali perdana outing SDIT menggunakan transportasi bis. Peserta tiba di tujuan pada pukul 10.00, dikarenakan terhambat kemacetan di perjalanan. Pada kunjungan kali ini mereka dapat menambah wawasan tentang sejarah Indonesia, meningkatkan minat literasi dan mendengarkan story telling dari pihak Perpustakaan Nasional. Sebelum pulang, peserta melakukan sesi foto bersama. Tak lupa, mereka juga memberikan cinderamata untuk pihak Perpustakaan Nasional. Seluruh peserta outing sangat senang dan antusias dalam kegiatan ini. “Tujuan diadakannya outing ini, kami ingin mewujudkan karakter anak yang menerapkan sifat Pancasila dengan mengenalkan sejarah yang ada di Indonesia,” ungkap Ust. Irvan selaku ketua panitia outing level atas.


11 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 Unit SDIT Daarul Fikri kembali mengadakan acara rihlah pada tanggal 13 Februari 2024. Rihlah ini diikuti oleh seluruh santri dan guru level bawah. Destinasi yang menjadi tujuan rihlah kali ini sangat menarik, yaitu Kidzania, Jakarta. Keberangkatan dilaksanakan pada pukul 06.30 dengan menggunakan 4 bis dan sampai tujuan pada pukul 08.00. Sebelum diperbolehkan berkeliling dan menikmati permainan, para santri dikumpulkan terlebih dahulu untuk briefing dan pembagian kartu untuk alat transaksi. Disana, para santri berperan menjadi berbagai jenis profesi yang terdapat di Kidzania. Mereka belajar serta berlatih menjadi dokter, koki, polisi, pemadam kebakaran, dan masih banyak lagi. Pukul 15.00, keseruan bermain di Kidzania harus berhenti dikarenakan waktu kepulangan telah tiba. “Dengan adanya acara rihlah ini, diharapkan dapat memperkuat ikatan santri dengan guru, menambah pengetahuan para santri, dan mampu melatih mereka untuk belajar mandiri,” ujar Ust. Mahfudin Abdul Haris, S.Pd.I., selaku ketua panitia rihlah. SEMANGAT TANPA BATAS, BELAJAR LEBIH BERKUALITAS Jumat (02/02) santri IMAD-FDS akhwat kedatangan rombongan dari Sekolah Tinggi Ekonomi Islam SEBI (STEI SEBI). Maksud kedatangan mereka adalah untuk mengadakan sosialisasi terkait konsep pembelajaran di perguruan tinggi tersebut. Acara ini dimulai pukul 14.00 dan diikuti oleh kelas 9 hingga kelas 12. Adanya kegiatan ini dapat membantu santri untuk mulai mengenal ranah perkuliahan dan mendapat gambaran ke arah mana akan melanjutkan pendidikan setelah SMA. Harapannya, STEI SEBI dapat menjadi wadah bagi para santri yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang perkuliahan, terutama di bidang perekonomian yang tentunya berbasis syariah. KULIAH EKONOMI DI STEI SEBI


12 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 MI MATHLAUL ULUM SDIT DAARUL FIKRI DDS YQN Khitanan Masal Kegiatan (PETUAH) Acara Market Day Pembagian Makan Siang Nikmatnya Makan Siang Bersama GALERY KEGIATAN Ekskul Silat Berlangsung Istirahat Setelah Kegiatan Ekstrakulikuler Kegiatan Ekstrakulikuler TK ALAM


13 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 IMAD-FDS CABANG BREBES CABANG PAPUA CABANG RAWA LELE Foto Penutupan Acara Kegiatan Class Meeting Akhwat Acara Market Day Semester 2 Asiknya Berenang Bersama Kegiatan Mukhoyyam Pramuka Latihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) Senam Bersama di Pagi Hari Persiapan Camp di Brebes


14 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 laporan khusus Islamic Fun Camp (IFC) merupakan ISLAMIC FUN program pesantren kilat yang diinisiasi oleh IMAD. IFC yang kedua kalinya ini mengangkat tema “Moment Hangat Mengisi Liburan Yang Bermanfaat & Menyenangkan”. Kegiatan IFC berlangsung selama 5 hari, tepatnya pada tanggal 1-5 Januari 2024 dan bertempat di Ponpes Daarul Fikri cabang Brebes dan Guci Forest Tegal. Program IFC ini terbuka untuk umum. Peserta IFC terdiri dari kelas 4 SD hingga kelas 9 SMP yang berasal dari berbagai sekolah di sekitar wilayah Bekasi. Total peserta 25 anak, 16 peserta ikhwan dan 9 peserta akhwat. Panitia IFC terdiri dari 5 santri Muntada dan beberapa guru. Keberangkatan dari Daarul Fikri menggunakan 2 mobil elf pada pukul 07.30, dan tiba di asrama Brebes pada pukul 14.00. Adapun beberapa kegiatan unggulan dalam IFC yaitu visit mata air Tuk Mudal, Life skill design Canva, Fun games, Life skill Making a Soap, Survival life, Camping in the Guci Forest, dan Grill time. Pembacaan tata tertib IFC dibawakan oleh Ust. Syaiful Anwar, S.Ud agar para peserta dapat mengetahui hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama kegiatan. Dilanjut pembukaan kegiatan IFC 2 oleh Ust. Hainol Basri, S.Sos.I dengan memberikan nasehat dan juga penguatan kepada para peserta IFC pada malam hari pertama. Di hari kedua, para peserta melakukan senam pagi sebelum sarapan. Peserta sangat bersemangat dalam mengikuti setiap gerakan yang dipandu oleh panitia. Setelah sarapan, peserta bersiap untuk pergi ke mata air Tuk Mudal. Sesampainya disana, mereka dibebaskan untuk berenang selama 2 jam. Siang harinya, panitia memberikan tutorial dan praktek untuk peserta. Panitia peserta ikhwan memberikan cara bagaimana memakai sarung dengan benar, sedangkan panitia peserta akhwat mengajarkan cara melipat baju dengan rapi dan praktis. Kemudian di malam harinya peserta menonton bersama sebelum waktu tidur. Di hari ketiga, peserta diajarkan mendesain di Canva oleh Ust. Didik Hermanto, S.Pd dengan gadget yang dibawa oleh masing-masing peserta. Tema desainnya yaitu membuat logo produk sabun buatan sendiri. Dilanjut pembuatan sabun cuci tangan dan sabun cuci I


15 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 CAMP 2 piring. Pada pembuatan sabun, peserta terbagi menjadi 5 kelompok dengan masing-masing 1 pembimbing disetiap kelompoknya. Di hari keempat, peserta merapikan barang-barangnya dan bersiap untuk pergi ke Guci Forest Tegal menggunakan 3 mobil angkutan umum. Sesampainya disana, peserta diajarkan membangun tenda. Kemudian berenang di pemandian air panas selama 3 jam. Malam harinya, seluruh panitia dan peserta melakukan grill time. Di hari kelima, peserta menyetorkan hafalan surah Al-Kahf ayat 1-10 kepada pembimbingnya masing-masing. Kemudian persiapan untuk pulang ke Daarul Fikri. Penutupan kegiatan IFC 2 dibawakan oleh Ust. Erwin Pabeta, S.T. yang dilanjut dengan sesi foto bersama. Berangkat dari Guci pukul 10.00 hingga tiba di Daarul Fikri pukul 18.30. Seluruh kegiatan berjalan dengan lancar walaupun ada sedikit kendala terkait kondisi. Tetapi, para peserta tetap semangat dan ceria menjalani segala kegiatan IFC. “Disini enak banget kak, banyak yang bisa dibawa pulang seperti sabun buatanku sendiri”, ujar salah satu peserta IFC. Tidak hanya membawa pulang wawasan dan keterampilan baru, para peserta juga diberikan cinderamata sebagai oleh-oleh, antara lain sabun cuci tangan dan piring, serta kaos IFC. IFC memberikan kesempatan peserta untuk mengenal sejak dini suasana pesantren. Baik dari sisi kegiatannya hingga muatan materi yang biasanya diberikan di pesantren. “Harapannya peserta mampu merealisasikan konsep kegiatan yang islami dan tarbawi ini di rumah atau di sekolah. Dan menjadi modal sekaligus bekal peserta untuk mengenal pendidikan pesantren sebagai pilihan terbaik untuk pendidikannya di masa yang akan datang,” tutur Ust Syaiful Anwar, S.Ud selaku ketua panitia IFC 2.


16 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 Pada hari Ahad (18/2/24) pesantren terpadu Daarul Fikri mengadakan acara Family Gathering ke Jungleland dengan mengangkat tema ‘Menumbuhkan jiwa kekeluargaan dengan mempererat tali silaturahmi’ dalam rangka menjadikan momen untuk saling mengenal. Acara ini dihadiri oleh seluruh Sumber Daya Insani (SDI) Daarul Fikri, namun ada beberapa guru dan pegawai yang tidak ikut karena ditugaskan di pondok. Acara ini ditujukan untuk mempererat tali silaturahmi, yang tadinya belum kenal, dengan adanya Family Gathering ini diharapkan para pegawai saling kenal satu sama lain bahkan dengan anggota keluarga pegawai tersebut. Seluruh SDI berangkat menggunakan 9 bis dengan total ±530 peserta yang berangkat pukul 07.00 dan sampai Jungleland pada pukul 09.00. Sesampainya MENGISI KEMBALI ENERGI P disana semua SDI dikumpulkan di satu tempat yang sudah disewa oleh panitia. Acara dibuka oleh Ust. Syaiful Anwar selaku pembawa acara dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Dahruji dan menyanyikan mars Daarul Fikri secara bersama, kemudian diisi dengan sambutan dan nasehat dari dewan pembina dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Novi


17 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 Maulana Y. Acara berikutnya yaitu pembagian doorprize yang didalamnya terdapat hadiah televisi 32 inci, kulkas, mesin cuci, kipas angin, barang-barang dapur dan hadiah-hadiah lainnya yang memang sudah disiapkan untuk seluruh SDI sebagai kenang-kenangan dari Family Gathering tersebut. Setelah pembagian doorprize seluruh SDI melakukan makan siang bersama dan setelah Dzuhur para SDI bebas bersama keluarganya menikmati wahana sampai sore. Target saat itu ashar, jam 15.00 diarahkan untuk berkumpul ke bis supaya maghrib sudah sampai kembali di Daarul Fikri, namun qodarullah saat itu kondisi sedang hujan, alhasil seluruh SDI berkumpul pada pukul 15.30. Beberapa tahun lalu pernah ada acara Family Gathering untuk seluruh SDI, namun karena beberapa tahun ini ada corona dan sebagainya maka acara ini baru kembali terlaksana. “Ke Jungleland karena kita melihat disana wahananya cocok untuk kalangan keluarga, bujangan, gadis dan banyak tempat tempat adrenalinnya, juga untuk anak anak ada kolam renang anaknya dan wahana untuk anak, jadi pas untuk keluarga,” ujar Ustadz Jamal selaku ketua panitia. “Harapannya ini menjadi acara rutin dari yayasan yang mungkin sifatnya tahunan dan dilaksanakan dengan dilibatkannya seluruh SDI yang pastinya didalamnya ada acara-acara dan sesuatu yang didapatkan SDI,” l anjutnya dalam wawancara bersama redaktur Al-Bayan. Red: Redaktur Al-Bayan


18 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31


19 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31


20 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 opini “PESTA DEMOKRASI 2k24, PentOleh: Alyichsan (Alumni IMAD angkatan 7) Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh Hai sobat Al Bayan, dimanapun kalian berada semoga selalu dalam lindungan dan rahmat-Nya aamiinn. Teman-teman, setiap lima tahun sekali kita sebagai warga negara Indonesia selalu dan akan terus disuguhkan dengan pesta demokrasi yaitu ajang pilpres dan pileg serentak. Berbagai macam skema dan drama dalam kontestasi politik ini, mulai dari rangkaian proses Pemilu yang dikemas dalam berbagai bentuk kreativitas dengan tujuan memperebutkan elektabilitas. Dan t a h u n ini kita kembali dihadapkan dengan pesta demokrasi tersebut. Sebelumnya temanteman, tulisan ini saya buat berdasarkan opini saya pribadi, maka jika ada perbedaan pendapat, itu adalah hak masing masing individu. Teman-teman, terkadang di antara kita masih menutup mata akan hal ini. Menganggap ini biasa, mengira bahwa proses pemilihan pemimpin di negeri ini tidak penting, politik itu menyebalkan. Sehingga akhirnya banyak yang memilih apatis terhadap fenomena ini. Teman-teman, yang perlu kita ketahui, kita tidak sadar bahwa fenomena ini sangatlah penting. Mengapa demikian? Dalam haditsnya Rasulullah sudah menjelaskan bahwa ”Jika ada tiga orang dalam bepergian maka hendaklah mengangkat salah seorang diantara mereka menjadi pemimpin”. Yang artinya seorang pemimpin merupakan hal yang krusial terlebih kita berada dalam suatu negara yang diperlukan sosok pemimpin. Sehingga kita tidak boleh apatis akan hal ini. Saya kasih satu contoh, dalam politik salah satunya kita dituntut untuk memilih seorang pemimpin. Dimana pemimpin yang kita pilih bersama nantinya akan membuat suatu regulasi yang akan mempengaruhi kualitas hidup kita di negara ini. Arah dan tujuannya kemana? kualitas pendidikan di negara ini baik atau buruknya, harga pangan tinggi atau rendahnya, lapangan pekerjaan hingga kualitas SDM semua tergantung politik. Maka, Secara tidak langsung kita tidak A


21 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 ntingkah Memilih Pemimpin?” akan pernah lepas dari fenomena ini. Jangan sekali-kali menganggap ini adalah hal biasa. Suara kita, yang bersama kita keluarkan merupakan suara emas, yang menentukan nasib negeri ini 5 tahun yang akan datang bahkan seterusnya, jadi jangan apatis. Kita hidup di era moderenisasi digital yang mumpuni, silahkan kita kaji dan pelajari sebab ini sangat mudah teman teman, semua bisa kita akses mulai dari visi misi, program, hingga kepribadian dan yang paling penting adalah track record atau rekam jejaknya. Pengalaman dalam dunia perpolitikan dan pemerintahan, karena pastinya para calon sudah pernah menjabat di berbagai instansi pemerintah dan pastinya rekam jejak tidak akan pernah berdusta. Namun, yang harus kita ketahui dan pahami bersama bahwa para calon memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing, maka disitulah kita bandingkan mana yang resiko dari kepemimpinannya yang paling minim dan program serta visi misinya relate dengan situasi negeri. Pesta Demokrasi kali ini kita di suguhkan sesuatu yang berbeda. Salah satu contohnya dalam proses pemilihan presiden, Kita bisa saksikan pesta demokrasi yang sangat seru dan meriah, pada pilpres kali ini terdapat 3 kandidat calon presiden, yang dimana kita seakan akan dituntut untuk melek, seluruh kalangan, media sosial di banjiri dengan isu ini. Mulai dari berbagai macam kreativitas dalam proses kampanye. Seperti proses kampanye Paslon 01 yang di balut dengan acara desak dan slepet yang mengajak seluruh masyarakat untuk ikut memberikan kritik, saran serta keresahan untuk si calon. Kemudian Paslon 02 dikemas dengan judul gemoy dan joget barengnya, menciptakan suasana kampanye yang bahagia, rilex dan tidak kaku. Serta Paslon 03 dibalut dengan konsep metal dan tabrak profnya, menyuguhkan suasana kampenya yang mengabarkan kepada semuanya bahwa ini untuk semua kalangan tidak dibatasi oleh apapun. Semua kita saksikan secara nyata hingga isu-isu negatif dari setiap Paslon. Mulai dari isu kepemimpinan yang hanya sekedar omon-omon, kepemimpinan yang gagal, nepotisme, rekam jejak yang kurang baik, runtuhnya demokrasi, rusaknya konstitusi, oligarki, hilangnya budaya beretika dan masih banyak lagi drama berbagai macam warna. Namun, teman-teman, terlepas dari itu semua, Pesta Demokrasi kali ini menciptakan sejarah baru, karena pada fenomena kali inilah seluruh mata terbuka, seluruh hati tergerak untuk ikut berpartisipasi baik dari seluruh kalangan elite politik, publik figur, aktivis, akademisi, civitas akademika, kalangan muda hingga seluruh lapisan masyarakat yang sebelumnya awam dan apatis akan hal ini. Yang artinya ini merupakan suatu langkah yang besar bagi berdirinya sebuah negara, sebab jika ingin menciptakan suatu bangunan yang kokoh maka seluruh elemen dan struktur dalam bangunan tersebut harus ikut berperan. Maka dari itu, mari teman-teman sobat Al-Bayan, jangan apatis terhadap politk, seminimalnya kita paham, sebab kepemimpinan itu penting. Dan mari ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi tahun ini, karena suatu kebanggaan bisa ikut berperan dalam proses kemajuan sebuah bangsa. Terlepas dari segala perbedaan pilihan maupun pandangan mari jadikan itu sebagai bentuk proses demokrasi, siapapun terpilih maka itulah pemimpin yang harus kita ikuti dan kita patuhi dalam negara ini. Sebagaimana hadist nabi muhammad "Patuh dan taat itu (pada pemimpin) adalah wajib bagi seseorang dalam hal apa yang ia sukai atau benci, selama tidak di perintahkan untuk berbuat maksiat." (HR. Bukhori) "EKSPRESIKAN PENDAPATMU" Wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh


22 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 H Hal yang wajar jika setiap orang menganggap guru adalah sosok manusia yang pintar. Betapa tidak, dia seolah menjadi rujukan anak didiknya untuk bertanya segala hal. Termasuk tentang permasalahan yang sebenarnya bukan merupakan bidang yang dimilikinya. Sebagai guru kita harus siap dengan segala kondisi. Fleksibel terhadap pengetahuan dan keterampilan. Apalagi dengan kemajuan informasi dan teknologi saat ini. Guru bisa “kalah” maju dari pada anak didiknya. Apabila masih terjebak dalam lingkaran pengetahuan yang dibidanginya saja. Seiring bertambahnya kepintaran anak didik “zaman now”. Bolehlah kiranya jika seorang guru berprinsip “guru harus lebih tahu 1 jam sebelum anak didiknya”. Artinya seorang guru harus mempersiapkan materi yang akan disampaikan sebelumnya. Jika hal tersebut (baca: persiapan) berkaitan dengan pelajaran KBM tentunya guru terbantu dengan adanya kewajiban RPP. Namun, bagaimana jika guru dihadapkan dengan pembelajaran non-KBM, khususnya lifeskill. Sebagaimana kita tahu bahwa pendidikan saat ini tidak hanya menuntut guru bisa mengajar Menjadi Guru Serba (Sok) Bisa Oleh: Didik Hermanto (PEMRED)


23 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 di kelas, melainkan bisa mengajarkan banyak hal. Menjawab permasalan tersebut, menjadi guru serba bisa rasanya menjadi solusi yang tepat. Bahkan tak harus serba bisa, menjadi “sok” bisapun bukan merupakan hal yang salah. Apalagi hal ini dijadikan dasar untuk belajar hal yang baru. Ingat! mengajar adalah cara terbaik untuk belajar. Ada beberapa pendekatan yang bisa dilakukan untuk menjadi guru yang serba (sok) bisa. Pertama, luruskan niat, bahwa maksud dan tujuannya adalah untuk belajar. Bukan untuk menyombongkan diri atau gengsi di depan anak didik. Kedua, mulailah melakukan persiapan. Bisa dengan belajar secara mandiri lewat internet atau belajar ke teman yang memang ahlinya. Ketiga, lakukanlah satu persatu dan ukurlah targetnya. Untuk belajar hal yang baru fokuslah pada satu bidang tertentu. Tentukan targetnya waktunya. Jangan diselingi dengan bidang yang lain meski kita menginginkannya. Akhirnya, menjadi guru yang benar-benar serba bisa pasti sangat sulit. Namun bukan berarti tidak bisa. Memang benar jika sebaiknya kita menjadi seseorang yang “ahli dalam hal tertentu”. Namun tidak salah kiranya jika menjadi seseorang yang “bisa sedikit dari banyak hal”. Mari mencoba!


24 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31


25 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31


26 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 MOZAIK P MENGENAL PRESIDEN Sumber ilustrasi: https://id.m.wikipedia.org/ Sumber ilustrasi: https://id.pinterest.com/ Sumber ilustrasi: https://bengkulu.antaranews.com/ Pada Februari 2024, Indonesia akan melaksanakan pemilihan presiden baru. Sejak awal kemerdekaan, terdapat tujuh tokoh yang pernah mengemban tugas sebagai Presiden Republik Indonesia. Selaku pemimpin tertinggi, seorang presiden memiliki tanggung jawab besar terhadap kemajuan dan kesejahteraan rakyatnya. 1. SOEKARNO Urutan Presiden Indonesia yang pertama adalah Soekarno yang menjabat mulai tahun 1945 hingga 1967. Adapun yang menjabat sebagai Wakil Presiden adalah Mohammad Hatta yang menjabat sejak tahun 1945-1956. Presiden Soekarno berperan penting dalam masa-masa perebutan kemerdekaan dari tangan penjajah. Selain itu, Presiden Soekarno juga berperan dalam membacakan teks proklamasi di tanggal 17 Agustus 1945. Tak hanya itu, Presiden Soekarno juga turut andil dalam memberikan gagasan tentang perumusan Pancasila. 2. SOEHARTO Urutan Presiden Indonesia yang kedua adalah Soeharto yang menjabat sejak tahun 1968 sampai 1998. Sebelumnya, Soeharto adalah seorang jenderal besar TNI. Pada masa pelantikan Presiden Soeharto inilah dimulainya masa Orde Baru (Orba). Pada orde ini, tujuannya adalah mengimplementasikan Pancasila serta UUD 1945. Di samping itu, hal ini bertujuan untuk mencapai stabilitas nasional. 3. B.J. HABIBIE B.J. Habibie adalah urutan Presiden Indonesia ketiga yang menjabat sejak tahun 1998 sampai 1999. Meskipun singkat, B.J. Habibie pun mampu memberikan sejumlah kebijakan. Misalnya, menyuplai beras dengan harga terjangkau, menetapkan Undang-Undang anti monopoli, mengadakan berbagai memorandum bagi masyarakat Timor Timur, hingga melakukan reformasi terkait perbankan. 4. ABDURRAHMAN WAHID Sumber ilustrasi: https://fahum.umsu.ac.id/


27 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 DARI MASA KE MASA Urutan Presiden Indonesia yang keempat adalah Abdurrahman Wahid. Beliau menjabat mulai dari tahun 1999 sampai 2001. Pada masa pemerintahannya, beliau didampingi oleh Megawati Soekarnoputri. Adapun beberapa prestasi yang diperoleh Presiden Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur adalah menjaga kestabilan harga beras, membantu kenaikan ekspor hingga 2 kali lipat, peningkatan gaji PNS sampai 2 kali lipat, hingga membantu memulihkan ekonomi. 5. MEGAWATI SOEKARNOPUTRI Urutan Presiden Indonesia kelima adalah Megawati Soekarnoputri yang menjabat sejak tahun 2001 sampai 2004. Beliau adalah putri dari presiden pertama RI, yaitu Ir. Soekarno. Selama menjabat sebagai presiden, beliau membantu memulihkan perekonomian serta menegakkan hukum dengan memberantas korupsi. 6. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Urutan Presiden Indonesia keenam adalah Susilo Bambang Yudhoyono yang menjabat selama dua periode, yaitu mulai tahun 2004-2014. Selama menjabat sebagai presiden, SBY berupaya untuk memperbaiki perekonomian Indonesia. Hal ini membantu Indonesia untuk melunasi utang IMF, mengatasi permasalahan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), hingga membantu mengatasi permasalahan terorisme. 7. JOKO WIDODO Presiden Indonesia yang ketujuh adalah Joko Widodo yang juga menjabat selama dua periode, yaitu dari tahun 2014 hingga sekarang. Presiden Joko Widodo sendiri memulai kariernya sebagai seorang pebisnis mebel, kemudian terjun ke bidang politik. Selama menjadi presiden, beliau mampu meraih sejumlah prestasi, seperti mengembalikan sejumlah wilayah strategis yang kaya akan sumber daya alam dan sebelumnya sempat dikuasai oleh pihak asing, seperti Blok Rokan. Sumber : https://kumparan.com/sejarah-dansosial/urutan-presiden-indonesia-sertaprestasi-yang-diraih-210VjgsZJrJ/4 Sumber ilustrasi: https://aceh.tribunnews.com/ Sumber ilustrasi: https://www.antaranews.com/ Sumber ilustrasi: https://www.change.org/


28 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 JEJAK HOKAGE KE-4 H Heyyo!! selamat datang di tahun pergantian presiden Indonesia!! Bersangkutan dengan kata ‘presiden’, jadi kita akan sedikit membahas seorang yang berhasil menjadi Hokage ke-4 untuk Indonesia. Kyai Haji Abdurrahman Wahid, akrab dipanggil Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, 7 September 1940 dari pasangan Wahid Hasyim dan Solichah. Ia lahir dengan nama Abdurrahman Addakhil atau "Sang Penakluk", dan kemudian lebih dikenal dengan panggilan Gus Dur. "Gus" adalah panggilan kehormatan khas pesantren kepada anak kyai. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara, kakek dari ayahnya, K.H. Hasyim Asyari, adalah pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sementara kakek dari pihak ibu, K.H. Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren. SUMBER PENGETAHUAN Setelah ayahnya ditunjuk sebagai Menteri Agama. Dia belajar di Jakarta, masuk ke SD KRIS sebelum pindah ke SD Matraman Perwari. Berlanjut pada 1954 di Sekolah Menengah Ekonomi Pertama (SMEP) Tanah Abang dan tidak naik kelas, tetapi bukan karena persoalan intelektual. Ibunya lalu mengirimnya ke SMEP Yogyakarta untuk meneruskan pendidikan. Setelah lulus SMEP, dia pindah ke Magelang untuk belajar di Pesantren Tegalrejo dan menyelesaikan pendidikan Sumber ilustrasi: https://fahum.umsu.ac.id/


29 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 pesantren dalam waktu dua tahun (seharusnya empat tahun). Pada 1959, Gus Dur pindah ke Pesantren Tambakberas di Jombang dan mendapatkan pekerjaan pertamanya sebagai guru dan kepala madrasah. Gus Dur juga menjadi wartawan Horizon dan Majalah Budaya Jaya. Pada 1963, Wahid menerima beasiswa dari Departemen Agama untuk belajar di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, namun tidak menyelesaikannya karena kekritisan pikirannya. Gus Dur lalu belajar di Universitas Baghdad dan lulus pada 1970, kemudian dia pergi ke Belanda untuk meneruskan pendidikannya, guna belajar di Universitas Leiden, tetapi kecewa karena pendidikannya di Baghdad kurang diakui di sini. Gus Dur lalu pergi ke Jerman dan Prancis sebelum kembali ke Indonesia pada 1971. PEMIMPIN ORGANISASI HINGGA NEGERI Pada Musyawarah Nasional NU 1984, Gus Dur dinominasikan sebagai ketua Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) dan dia menerimanya dengan syarat mendapat wewenang penuh untuk memilih pengurus yang akan bekerja dibawahnya. Pada Juni 1998, komunitas NU meminta Gus Dur membentuk partai politik baru. Alhasil pada Juli 1998 Gus Dur menanggapi ide itu karena mendirikan partai politik adalah satu-satunya cara untuk melawan Golongan Karya (Golkar) dalam pemilihan umum. Partai itu adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Pada 7 Februari 1999, PKB resmi menyatakan Gus Dur sebagai kandidat presidennya. Pada 20 Oktober 1999, MPR kembali mulai memilih presiden baru. Abdurrahman Wahid terpilih sebagai Presiden Indonesia ke-4 dengan 373 suara, sedangkan Megawati hanya 313 suara. Semasa pemerintahannya, Gus Dur membubarkan Departemen Penerangan dan Departemen Sosial serta menjadi pemimpin pertama yang memberikan Aceh referendum untuk menentukan otonomi dan bukan kemerdekaan seperti di Timor Timur. Muncul dua skandal pada tahun 2000, yaitu skandal Buloggate dan Bruneigate, yang kemudian menjatuhkannya. Pada 23 Juli 2001, MPR secara resmi memakzulkan Gus Dur dan menggantikannya dengan Megawati Soekarnoputri. Semasa pemerintahannya, Gus Dur membubarkan Departemen Penerangan dan Departemen Sosial serta menjadi pemimpin pertama yang memberikan Aceh referendum untuk menentukan otonomi dan bukan kemerdekaan seperti di Timor Timur.


30 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31


31 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31


32 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 JUDUL :INSECURITY IS MY MIDDLE NAME PENULIS :ALVI SYAHRIN PENERBIT :ALVI ARDHI PUBLISHING TERBIT :MEI 2022 HALAMAN :264 HALAMAN ISBN :978-623-97002-0-1 PERESENSI :AURELIA PUTRI (XI IPA IMAD AKHWAT) PAHAMILAH INSECURITYMU RESENSI P “Penjahat dalam kisah kita bukanlah ibu tiri yang kejam, teman yang berkhianat, orang-orang yang merendahkan kita, tapi.... our own insecurity.” Tapi, kita membutuhkan insecurity. Adakah suatu hal baru yang kamu dapatkan untuk kesehatan mindsetmu?. Kadang insecurity kita tidak selalu buruk. Kadang pula insecuritylah yang membuat kita ‘bergerak’. Jika kamu tidak insecure, mungkin kamu sedang santaisantai dan sibuk scrolling media sosial. Insecurity juga bisa menjadi trigger motivasi awal kamu. Lihat teman kita lebih rajin, kita merasa “Duh, dia rajin banget.” Dan bermula dari situ, kamu mencari cara untuk bisa menjadi lebih rajin. Lihat teman yang taat beribadah kepada Allah, kita merasa “Duh dia taat banget, pengen deh kayak dia.” Lalu bermula dari situ, kamu mencari cara untuk berbenah diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Jika kamu tidak pernah mempunyai insecurity, mungkin tidak akan ada perkembangan didalam hidupmu. Jadi kita membutuhkan secuil insecurity sebagai penggerak awal. Tapi jangan bergerak hanya karena insecurity, yaa. Padahal yang paling penting perjuangannya. Kamu dapat belajar lebih tangguh dan dapat menambah ilmu karena mengetahui banyak hal. Kita membutuhkan insecurity sebagai penggerak awal. Jadi, jika kamu mempunyai insecurity, selamat! Kamu berada di langkah pertama menuju perkembangan dirimu yang lebih baru dan lebih baik... if you want to. Potensi yang tersia-siakan karena insecurity. Begitu banyak potensi yang tersiasiakan karena insecurity. Dan aku tidak mau kamu jadi orang berikutnya yang mengalami itu. Karena lebih percaya dengan insecuritymu. Jika kamu terlalu percaya pada insecurity mu, orang lain tidak akan pernah mendengar kisah pengusaha sukses yang benar-benar mulai dari nol tanpa support. Karena mungkin kamulah pengusaha sukses itu. Jika kamu terlalu percaya pada insecuritymu, orangorang akan melewatkan penemuan luar biasa. Karena mungkin kamulah orang yang memiliki ide luar biasa itu dan mampu mengeksekusinya dengan baik. Maka... Jangan terlalu percaya dengan insecuritymu, yakin dan percayalah hanya pada Allah SWT semata. Sumber ilustrasi: https://www.gramedia.com/


33 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 JUDUL : ILY PENULIS : TERE LIYE PENERBIT : SABAKGRIP TERBIT : 2023 HALAMAN : 180 HALAMAN ISBN : 978-623-88296-9-9 PERESENSI : FIKRI Y. (IMAD IKHWAN) TENTANG PERSAHABATAN, KEHILANGAN, DAN PENGORBANAN A Sumber ilustrasi: https://shopee.co.id/ “Aku telah memilih. Membunuh Tazk daripada ILY, pilihan yang besokbesok membuat Raib menjauh. Dan persahabatan kami mulai renggang.” Petualangan ini adalah jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab. Juga tentang kehilangan dan menemukan. Tentang memilih dan pengorbanan. Tentang cinta yang rela melakukan apapun demi orang yang dicintainya, tanpa memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya, dan cinta yang membuat seseorang buta akan segala hal. Dalam buku ini, menceritakan seorang Ayah tidak akan rela membiarkan anaknya memiliki pengalaman buruk seperti dirinya. Ia selalu menjaga dan mengawasi agar anaknya selalu dalam keadaan baikbaik saja. Ia tidak pernah lengah untuk membantu dan menolong dikala anaknya sedang kesusahan. Buku ini merupakan lanjutan dari cerita petualangan Seli dan Raib di klan Matahari Minor. Petualangan yang membuat mereka seakan-akan tidak percaya adanya seratus kota megah, dengan teknologi sangat canggih yang berteleportasi setiap harinya hingga ribuan kilometer, menjauh dari masalah terbesar dari klan itu. Petualangan yang membuat Si Putih bertemu kembali dengan penunggangnya, dan juga kenyataan yang sulit diterima oleh Raib, bahwa sosok yang sangat Raib inginkan kehadirannya, sosok yang sangat dirindukannya adalah penyebab masalah klan Matahari Minor lima tahun lalu. Dan juga, tentang perasaan yang mengorbankan sebuah tali persahabatan. “Kalian bisa memiliki pendapat yang berbeda. Lihatlah, kalian memiliki hati yang baik. Kalian peduli dan bersedia membantu orang lain meski itu merepotkan, membahayakan diri sendiri. Kalian percaya akan selalu ada jalan keluar. Terus berusaha hingga titik penghabisan. Itu hebat sekali. Karena tidak semua petarung dunia pararel memiliki prinsip seperti itu.”


34 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 PUISI TAK BERIRAMA BIKIN TENANG TOPENG UNTUK BERLINDUNG Karya : Ahraza Z (IMAD Akhwat) Karya : Rifa A. (IX Rawa lele IMAD Akhwat) Karya : Rchman. A (IMAD Akhwat) APA KABAR NEGRI INI? Karya : Ylndya (IMAD Akhwat) Seperti alunan garis yang menepi Seperti cahaya yang berpendar Manakala orang bilang Baik itu tak hanya dia Mau seperti apapun orang yang dibilang Diriku hanya menginginkannya Kembali disini, merusak waktu Berteman denganku, seperti dahulu Kita bertemu karena satu alasan Semoga suatu saat nanti Kita bertemu dititik dengan ratusan alasan Alasan yang selalu muncul ketika selesai Benda ini yang menutupiku Dari semua bahaya Dia yang melindungiku Dari kejamnya dunia Dia selalu membantuku Untuk terlihat ceria didepan banyak orang Kenapa aku harus memakai benda ini? Karena aku tidak mau Dikasihani oleh orang lain Aku ingin menyimpan Semua kenangan itu sendirian Jadi... aku selalu bilang “Gak apa-apa“ Walaupun badai sedang menerpa Aku hanya bisa menjadi Pendengar yang baik dan setia Karena semesta masih Menolakku Dia selalu bikin tenang Saat aku duduk didepannya Dia membuatku nyaman Dan terasa lebih adem Tapi saat sedang mati listrik Dia pun ikut mati Dan aku kegerahan tanpanya Aku bisa mengibaskan tanganku Terus menerus Kipas makasih... Kamu selalu membuatku adem, Tenang, atau bahkan masuk angin Ada apa dengan negri ini? Demokrasi hanya petisi Pemimpin silih berganti Hutang melambung tinggi Pejabat di junjung tinggi Jelata, mana peduli Nepotisme sana sini Korupsi tiada henti Kejujuran ditinggal mati Entah, sampai kapan begini Maju terus keluarga pejabat Meroket terus rekening keluarga pejabat Berkesinambunganlah bisnis taipan oportunis penjilat Biarkan bumi pertiwi habis dibabat


35 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 HUJAN DI LANGIT ASRAMA SAKIT YANG TIDAK TEROBATI NAHKODAKU AMANAH Karya : M. Muqtafi (X IMAD Ikhwan) Karya: Addin F. (X KM IMAD Ikhwan) Karya: M. Ali A. (XI IMAD Ikhwan) Karya: Jusman (X KM IMAD Ikhwan) Badai besar itu datang tanpa di undang Asaku luluh lantak Saat kulihat nahkodaku marah Perahu cintaku pun tenggelam dalam sekejap Menyisakan puing penyesalan yang mendalam Maafkan aku nahkodaku Satu hal yang perlu kamu tahu Bahwa aku sangat mencintaimu Mentari pagi kini bersinar kembali Mengingatkan memori yang telah terlewati Ribuan hari silih berganti Kini aku tenggelam dalam sepi Menjalani hidup, dalam bayangan yang abadi Saat suka dan duka kita lalui bersama Waktu canda tawa, kita nikmati bersama Menghiburmu dikala gusar menyelimuti Kini aku seorang diri Bersemayam jauh untuk belajar menghargai Sebuah rasa yang kita miliki Akankah waktu bisa terulang kembali Melupakan derita yang tak terobati Meski keanggunanmu seindah monarki Akan tetapi, mutiara hanya untuk sang pemilik hati Hidup memang sebuah pilihan Tapi hati bukan ‘tuk dipilih Selama jantung ini berdetak Tolong, yakinkan saja ragaku Amanah itu anugerah Jangan tuk disia-siakan Amanah bisa membuatmu menang Bisa membuatmu tertawa Juga membuatmu belajar dewasa Karena amanah… Bisa sempurna bila kau mau berkorban Meski berat melangkah yang mampu Membuatku tersadar Hujan di langit asrama Mengobati hati yang sedang patah Menenangkan diri yang sedang marah Melelapkan mereka yang sedang lelah Hujan di langit asrama Menjadi bukti sebuah perjuangan Atas segala ingin dan angan Yang tak semua terwujudkan Hujan di langit asrama Menjatuhkan kenangan cerita cita Didalamnya terkandung tetes-tetes bahagia Menjadi teh hangat di kala senja


36 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 Karya: Adnan A. (XI IMAD Ikhwan) FRIENDSHIP D CERPEN “Dul… Abdul, Bangun nak udah shubuh!” “Kok ada yang teriak-teriak yaa, tapi gada wujudnya,” gumam Abdul di alam bawah sadar. “Astagfirullah dul… oi Abdull!.” Teriakan momsky langsung dari samping telinga Abdul persis. “Masyaallah Mah kenapa teriak-teriak, sih, samping telinga lagi,” omel Abdul. “Ini anak dibangunin dari tadi juga gak bangunbangun, dibangunin malah ngomelngomel.” Giliran momsky yang balas dengan nada tinggi. “Hehehe, maaf Mah, emangnya sekarang jam berapa?” tanya Abdul kepada sang momsky yang ingin menghunuskan pisau ditangannya. “Lihat aja sendiri.” Sembari menoleh ke arah jam, dilanjut dengan berjalan keluar kamar. Sontak Abdul langsung melihat jam yang berada di dinding. “ALAMAK, JAM 06.40!” desah Abdul. Abdul langsung bersiap-siap dan bergegas pergi menuju sekolah. *** Setelah berpamitan dengan keluarga di rumah, Abdul langsung menuju garasi untuk memanaskan motor kesayangannya. “Huuft… bentarbentar chat si Isal dulu deh biar mangkat bareng,” gumam Abdul dalam hati sembari mengambil hp dari saku celana. Ternyata Isal sudah sampai di sekolah dengan si Fian. “Hadeh kalo kayak gini mah mode racing deh,” gerutu Abdul dalam hati. Ya sudah tidak dapat dipungkiri trio berandalan ini memang sudah berteman


37 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 Ya sudah tidak dapat dipungkiri trio berandalan ini memang sudah berteman sejak lama dari SMP dulu. Makan sepiringlah, tidur seranjanglah, hahaha seranjang gitulah, Alhamdulillahnya belom mandi sekamar mandi sih, Hahaha. sejak lama dari SMP dulu. Makan sepiringlah, tidur seranjanglah, hahaha seranjang gitulah, Alhamdulillahnya belom mandi sekamar mandi sih, hahaha. You know si Isal and Fian lah yang membuat Abdul ini ketularan main motor, awalnya mereka berdua sekedar cerita-cerita tentang motor dan si Abdul ini sebenarnya acuh tak acuh dengan cerita dua berandal ini, karena mereka suka cerita-cerita tentang motor dan suka ngerayu si Abdul ini. Ending-nya si Abdul kena juga virusnya, sialnya you know apa rayuannya? “Eh Dul you gak main motor apa? kece loh Dul, apalagi LED punya you new beh guanteng pisan euy,” Hadeeh… *** Sesampainya di sekolah, sebenarnya bukan di sekolah sih lebih tepatnya tembok yang biasanya trio berandal ini panjat kalau mereka terlambat ke sekolah. Setelah melakukan berbagai aktivitas di sekolah. Malamnya pun seperti biasa trio berandal ini nongkrong di angkringan tengah jalan depan tukang martabak. “Assalamualaikum wahai penghuni surga,” salam Abdul kepada dua berandal ini. “Waalaikummusalam wahai penduduk neraka,” sahut si Isal dengan seenak lidah. “Idih sekata-kata kalo ngomong yee,” celoteh Abdul sambil memakirkan motor. “Lagi ada acara kunjungan apanih? Panas ya di sono,” tambah si Fian. “Astagfirullah, ternyata bukan motor doang ya yang butuh di modif, mulut you juga tuh kayaknya,” geram si Abdul. “Hahaha just kidding Dul,” balas Fian “Etdah, just kidding terus dari dulu, seriusinnya kapan nih?” celoteh Abdul. “Idih amit-amit yaa, si ono aja masih digantung, apalagi you.” “Hahaha,” tertawa si Isal dan Abdul. “Parah banget you anak orang digantung-gantung, kalo ada gempa siapa yang mau ngangkat?” celetuk si Isal. “Udah ge suruh si Abdul ngangkat, kan jomblo tuh dia, hahaha,” jawab Fian dengan seenak jidat. “Woi sembrono kalo ngomong yee,” omel si Abdul yang masih mengunyah sisa lontong di mulutnya. “Hahaha.” “Eh Dul, emang you jomblo?” tanya si Isal. “Heem, ngapa emang?” sambil menyeruput susu jahe dingin miliknya. “Ke Israel aja sono Dul,” dengan cengiran semeringah. “APA! Pasti you mau ngomong, ke Israel aja sono banyak yang nembak, iya kan,” jawab Abdul puas. “Si asem,” sahut Isal dengan muka murung karena si Abdul udah tahu lebih dulu. “Hahaha, udah basi kali Sal,” celetuk Fian. “Eh you know kemaren i kan beli richeese tuh, masa dua ayam satu nasi harganya 68k asem, eh 70k deng 2k nya buat kang parkir,” jelas si Abdul. “Perhitungan amat si Abdul ini yee,” sahut Isal. “Yee namanya juga richeese, liat aja 4 huruf awalnya ‘rich’ so yang rich-rich aja,” jawab Fian dengan bakwan ditangan kanannya. “Lah mana ada rules begitu,” celoteh Abdul. “Yang murah mah sabana.” Jawab Isal sambil menunjuk ke arah ruko sebelah tukang martabak. “Iya deh sipaling ‘rich’ mah beda.”


38 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 Dengan lagak sombong ke dua berandal itu. Malam itu semakin larut. “Eh balik yok dah malem nih, nanti besoknya telat lagi kayak si Abdul,” ajak Isal dengan sindiran Boncabe MAX END. “Mulai dehh… mulaii, P balap lah!” tantang Abdul kepada dua berandal lainnya. “Lah ayo siapa takut!” jawab Isal dengan berapi-api. “Et dah, motor modal copot spron aja belagu,” sahut Fian sembari menaiki motornya. “Bisa ae si Fian,” celetuk Isal sembari membayar pesanannya tadi. Trio berandal itu pun sudah berada di atas motornya masing-masing untuk lekas pulang. “Eh Sal don’t forget to call me before go to school yeah,” Abdul mengingatkan. “Of course.” “Take care bro!” teriak Abdul di persimpangan jalan. *** Keesokan harinya pun mereka bertiga berangkat ke sekolah bersama seperti biasanya. So kita tidak bisa menuntut teman agar bisa memahami kita, kita hanya butuh teman yang bisa menerima kita, entah itu dari perkataan kita , kebiasaan kita, ataupun dari sifat kita. *** So kita tidak bisa menuntut teman agar bisa memahami kita, kita hanya butuh teman yang bisa menerima kita, entah itu dari perkataan kita , kebiasaan kita, ataupun dari sifat kita. Dan jangan menjudge seseorang hanya dari tampang luar nya saja, pada dasarnya anak punk yang notabene-nya anak jalanan yang ‘bad’ bagi kita sebenarnya mereka mempunyai faktor dan alasan kenapa mereka menjadi seperti itu. Seperti yang saya ketahui dari guru Bahasa Indonesia saya sebenernya anak anak punk di luar sana pun anak anak dari kalangan orang ‘berada’ alias orang kaya. Mungkin dari kalian bertanya “Loh… kok anak orang kaya bisa jadi anak punk sih?,” ya itu juga pertanyaan yang pertama kali muncul di dalam benak saya. You know kenapa mereka menjadi seperti itu? Yaa karena Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sampai-sampai perceraian pun banyak terjadi, itulah sebabnya kenapa mereka seperti itu yang menimbulkan kekurangan kasih sayang dari orang tua mereka. Teman-temannya lah yang bisa merangkul, memahami, dan menerima itu semua. TAMAT


39 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 Karya: Widya Z. (XII IMAD Akhwat) SAHABAT SYURGA M “Mitha,” panggil Dita kepada Mitha. Merasa dirinya terpanggil, Mitha pun berjalan keluar Mushola untuk menghampiri Dita. “Iya, kenapa Dita?” tanya Mitha kepada Dita “Aku mau kasih ini,” Dita memberikan secarik kertas berukuran kecil. “Wahhh... undangan apa nih?,” tanya Mitha penasaran. “Hehehe... undangan spesial, jangan lupa dateng nanti malam ya...” jawab Dita kepada sahabatnya. “Oke, siap.” Dita pun akhirnya pergi meninggalkan Mitha. Ia masih harus mencari 5 orang sahabatnya lagi untuk diberikan secarik kertas yang sama seperti yang diberikan ke Mitha. Sesampainya di ruang makan, Dita melihat ada 3 orang sahabatnya yang sedang makan. “Halo...” sapa Dita kepada para sahabatnya. “Hai Dita” jawab Yafa, Yasmine, dan Fira bersamaan. “Sini Dita, makan bareng, hihihi...” ajak Yafa kepada Dita. “Iya, tadi kita juga buat teh hangat, kalau kamu mau, diminum aja ya,” ajak Yasmine sembari menyodorkan teh hangatnya. “Hehehe... terima kasih sahabatsahabatku, tapi maaf aku lagi buru-buru. Aku kesini hanya mau kasih ini ke kalian,” jawab Dita dengan memberikan 3 kertas kecil itu untuk ketiga sahabatnya. “Woww, undangan yang keren,” ujar Yafa dengan wajah riangnya itu. “Undangan apa ini?” Tanya Fira penasaran. “Undangan yang sangat spesial buat kita bertujuh. Kita piknik kecil-kecilan aja nanti malam di lapangan, sudah lama juga kita gak ngumpul-ngumpul bareng,” jelas Dita kepada ketiga sahabatnya itu. “Iya juga ya... oke deh seru juga, nanti Sumber ilustrasi: https://www.istockphoto.com/


40 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 malam kita kumpul di lapangan ya,” seru Yasmine. “Oh iya, Yafa, Fira, aku mau minta tolong kasih ini ke Karimah sama Sarah. Dari tadi aku belum ketemu sama mereka. Aku lagi buru-buru banget, duluan ya temanteman, jangan lupa nanti malam,” ucap Dita sambil berlari meninggalkan ruang makan. “Siap Dita, dadahh...” Sahut Yafa dan Fira. Kami bertujuh adalah sahabat sejak awal SMA. Biasanya mereka selalu berkumpul bersama. Mereka juga saling menyemangati satu sama lain, suka ataupun duka kami lewati bersama. Tapi, sejak mereka duduk di kelas 12 ini, mereka jadi jarang kumpul dan sibuk dengan tugas masing-masing. Dengan pikiran kreatifnya, Dita pun berinisiatif untuk mengadakan piknik kecil-kecilan bersama keenam sahabatnya. Malam hari pun tiba. Mitha dan Karimah sedang menggelar karpet kecil di tengahtengah lapangan. Dita, Yasmine dan Yafa sibuk membuat teh juga beberapa minuman lainnya. Sedangkan Sarah dan Fira sibuk menyiapkan beberapa camilan untuk makan nanti. Setelah semuanya siap, kami pun duduk membentuk lingkaran. “Jadi guys, malam ini kita piknik kecilkecilan ya.... kita juga udah lama kan, ga ngumpul-ngumpul kayak gini?” Seru Dita sekaligus menjadi pembuka obrolan mereka malam ini. “Iya, aku juga kangen banget ngumpulngumpul kayak gini. Kangen kalian semua deh,” sahut Yasmine. “Bener banget. Pas juga kita ngumpulnya malem ini. Lihat deh, bulannya bagus banget, bintangbintangnya juga banyak, Masya Allah,” ucap Karimah sambil memandangi langit yang begitu indah malam ini. “MASYA ALLAH...” sambung kami berenam bersamaan. “Kalian inget ga sih, waktu awal-awal kita pindah ke pusat ini kita bahkan belum saling kenal deket, kan. Tapi aku bersyukur punya temen sebaik kalian semua,” ucap Fira dengan semangat. “Iyaa, aku juga seneng banget bisa deket sama kalian semua,” sahut Sarah. “Aku juga bahagia banget deh, bisa kenal deket sama kalian semua yang udah bikin aku bisa bertahan sampai saat ini. Yang selalu membuat aku senang kalau aku lagi sedih,” sambung Yafa sambil menatap keenam sahabatnya itu. “Waaah, ga kerasa ya, kita udah mau lulus aja. Aku bakal kangen banget sama kalian semua,” ucap Mitha pada para sahabatnya itu. “Iyaa, kalian bener banget. Kita bakal rinduuu banget sama momen-momen yang udah kita lewati selama hampir 3 tahun di pusat ini. Makanya itu, aku ngumpulin kalian semua malam ini. Sejak kita kelas 12, kita udah jarang banget kumpul. Aku mau nanti kalau kita udah lulus, kita pasti punya tujuan masingmasing kan, kita tetep harus jadi sahabat yang saling mengingatkan satu sama lain dan kita harus jadi sahabat di dunia juga di akhirat,” tutur Dita sambil menatap temantemannya dengan tatapan yang sendu. Setelah mendengar penjelasan dari Dita, mereka saling berpegangan tangan dan berjanji akan selalu menjadi sahabat tidak hanya di dunia tapi juga di akhirat nanti. “Kita harus jadi sahabat sejati sampai nanti kita akan menuju syurganya Allah bersama-sama. Siap kan teman-teman?” Tanya Yasmine kepada keenam sahabatnya dengan penuh semangat. “SIAP INSYA ALLAH!” Sahut Dita, Mitha, Fira, Sarah, Yafa, Karimah, dan dilanjut dengan Yasmine. Hari itu akan menjadi momen-momen bersejarah bagi ketujuh sahabat itu. Selalu menjadi sahabat yang selalu mengingatkan dalam kebaikan, dan akan selalu menjadi sahabat sejati hingga menuju syurga nanti, Aamiin.... Aku mau nanti kalau kita udah lulus, kita pasti punya tujuan masingmasing kan, kita tetep harus jadi sahabat yang saling mengingatkan satu sama lain dan kita harus jadi sahabat di dunia juga di akhirat”,


41 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 Karya: Safah N.B (IMAD AKHWAT) WAKTU Tangisku dihentikan oleh waktu. Suara hujan bergemuruh ditengah malam, kilat menerangi celah-celah jendela, suara guntur memekakkan telinga. Sadar banyak waktu yang telah terbuang sia-sia. Langit gelap, lampu lampu jalan yang remang menyinari titik-titik hujan yang turun. Seorang gadis mengenakan jas hujan duduk di bawah lampu jalan. Jika hari ini tak lebih baik dari kemarin, maka masih ada hari esok untuk berusaha lebih baik. Gadis itu meneteskan air mata. Ia mendongak, membuat wajahnya terkena rintikan air yang menyatu dengan air matanya. Seburuk apapun dirimu, jika kau berani menjadi dirimu sendiri itu bukanlah hal buruk. Tiba-tiba sebuah payung menghalangi rintikan hujan dari wajahnya. Ia menoleh. Seorang pria dengan jas rapi berusaha tersenyum, lalu duduk di sampingnya. Tak peduli jika celananya basah. Kebersamaan bukan untuk dijadikan kenangan, tapi cobalah untuk memahami maknanya. “Sudah berapa lama?” Pria itu membuka topik. “Lama, selama-lamanya,” gadis itu menggerak-gerakkan tangannya, menggambarkan jangka waktu yang panjang. “Masih mau seberapa lama?” “Apanya?” “Disini.” “Enggak, kok,” gadis itu bangkit dan berjalan dengan ringan menjauhi pria itu. Pria itu bangkit dengan payung di tangannya, memandang gadis itu yang terlihat senang, ”Udah malem, loh.” “Terus kenapa?” tanya gadis itu sambil menoleh. “Aku kangen kalo di rumah mulu,” gadis itu mendongak, melihat gelapnya langit dan hujan yang takkan berhenti sekarang. “Jangan hujan-hujanan,” pria itu mendekat. “Emang Kakak ngerasain, ya?” “Apa?” “Kakak sok kuat, sih...” Pria itu berhenti, menatap adiknya T Sumber ilustrasi: https://id.pinterest.com/


42 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 dari samping yang basah entah karena air hujan atau air mata. Matanya memanas. Ia mulai berlinang air mata. “Balik, yuk. Nanti kedinginan terus sakit,” pria itu berusaha tegar. “Kakak jangan ngomong kayak gitu, jadi do’a emang mau?” Gadis itu melihat ke arah Kakaknya dengan mata sembab. Aku tahu ini takdir, aku tahu aku bisa kuat menghadapinya. Tapi waktu memang tidak bisa diulang. Jika saja adikku tak selalu teringat, mungkin kami bisa hidup seperti biasanya. Hanya saja, ia selalu mengingat di kala ia sendirian dan kesepian. *** “Umi...,” gadis usia SMP itu memeluk Uminya dari belakang. “Kenapa sayang? Kok erat banget meluknya? Kayak nggak bakal ketemu lagi sama Umi,”. Gadis itu melepas pelukannya dan berdiri di depan Uminya. “Umi kok ngomongnya gitu, sih. Aku kan meluk karena sayang sama Umi, ga mau kepisah sama Umi.” Ibu gadis itu hanya tersenyum. “Umi udah siap? Umi sama Abi jangan lama-lama loh.” “Tenang, cuma seminggu, kok.” “Iya cuma seminggu. Tapi sehari berasa setahun ngga ada Umi.” “Ih, kamu mah lebay.” “Kakak jagain adiknya, ya. Jangan berantem, disayang adiknya,” sang Ayah berkata pada anak sulungnya. “Siap, Abi.” Akhirnya kedua orang tua itu pergi ke bandara setelah berpamitan penuh drama. Kakak beradik itu pulang setelah melepas kepergian orangtuanya. “Kak, aku punya teka-teki,” ujar sang adik saat mereka sudah berada di mobil. “Apa?” “Ada pesawat jatuh di perbatasan Indonesia-Malaysia, yang hidup dikubur dimana?” “Nggak dikubur lah...,” jawab sang Kakak, setelah 5 detik berpikir. “Ah, kok Kakak langsung tau, sih?” sang adik merengut. “Tapi, emang bisa ya, ada orang yang masih hidup abis kecelakaan pesawat?” “Kehendak Allah itu mah...” “Tapi kalo pake logika nggak bisa.” “Ya... main takdir aja. Kan takdir bisa jadi di luar logika.” “Iya ya, Kak.” Saat sampai di rumah, mereka dikabarkan bahwa pesawat yang ditumpangi oleh orang tua mereka jatuh di laut. Aku tahu ini takdir, aku tahu aku bisa kuat menghadapinya. Tapi waktu memang tidak bisa diulang. Sumber ilustrasi: https://id.pinterest.com/


43 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 CERGAM KISAH ANAK PALESTINE Oleh: Adhwa L. (SMP-IT Fullday)


44 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 PERJUANGAN Oleh: Arfan S. (X IMAD Ikhwan)


45 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 PEMIMPIN Oleh: M. Arif N. (XI Syari’ah IMAD Ikhwan)


46 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 MALES ? Oleh: Radhifa Zulfathan A. (X IMAD Ikhwan)


47 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31 SABAR Oleh: Efran, Azzam, Nafasat (VII Fullday Ikhwan)


48 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31


49 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31


50 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 31


Click to View FlipBook Version