The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by albayan.df, 2023-12-15 22:48:36

AL BAYAN EDISI 30

AL BAYAN EDISI 30

01 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30


02 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 Redaksi menerima karya berupa artikel, cerpen, puisi dan jenis tulisan lainnya. Naskah dikirim berupa softcopy (file doc.) hard copy dan foto (softcopy file tidak lebih dari 25 Mb). Naskah yang layak akan kami terbitkan di edisi selanjutnya. Naskah yang masuk dan diterbitkan menjadi hak milik redaksi, dan akan mengalami proses editing tanpa mengubah isi artikel. Kirimkan saran dan kritik anda ke Redaksi Majalah Al-Bayan, Pesantren Terpadu Daarul Fikri, Kp. Warung Bambu RT. 001/09 Ds. Telaga Murni Kec. Cikarang Barat Kab. Bekasi Telp. (021) 8904078/79, 89116165. e-mail: [email protected] REDAKSI Pembina: KH. Ahmad Husein Dahlan, Lc. MA. (Pengasuh Pesantren) Penanggung Jawab: Erwin Pabeta (Direktur Media), Pemimpin Redaksi : Didik Hermanto Dewan Redaksi: Adam Nurrachman, Mustofa. Redaktur Ikhwan: Zidan A. , M. Al-Fath, R. Rafiddin, Ridho A., M. Alia, Faishal H., M. Rhiandhy, F. Azfa Redaktur Akhwat: Verda Y., Maitsa H., Kireina K., Davina C., Dhania L., Khalishah W., Nasla R. Layout: Rafiddin Design Cover: Rhiandhy DAFTAR ISI Bagaimana Seharusnya Menulis sejarah Islam. Bagian 1 Mempersiapkan Rem(bulan), Silih Berganti, Lembayung Sandykala, Lewat Waktu Harapan Untuk Palestina, Benih., Bara Patah Hati Terdalam Novelis Multitalenta Tabiat Seseorang Bisa Diketahui Lewat Ilmu Firasat Tokoh-Tokoh Berpengaruh dalam Hamas Semarak Ujian, Memeriahkan Pelepasan Jabatan Daarul Fikri Ikut Ramaikan Aksi Bela Palestina, Kembali Berwirausaha Hari Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Memperingati Hari Guru Nasional Sertijab Muntada XIII Islamic Holistica Camp (IHC) MI, SDIT, TK ALAM Kembangkan Kreativitas Dengan Fantasi Keajaiban yang Allah Simpan Rencana Allah Partikel dan Partitur Jangan Main HP Terus Usaha Tidak Mengkhiati Hasil Liburan Yang Berproduktif Tetaplah Membumi Innallaha Dzonni Abdi Berdakwahlah hingga namamu dikenal penduduk langit 04 20 34 31 38 36 37 28 23 26 16 35 45 40 46 48 48 Kajian Utama Suara Alumni Resensi Jejak Cerpen Puisi Mozaik Story Santri Muassis Cergam Cerbung Ragam Pesantren Galery Kegiatan Laporan Khusus IMAD-FDS, CABANG BREBES, CABANG RAWA LELE, CABANG PAPUA 08 10 11 12 09 14 15


03 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 SALAM REDAKSI Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh. Hai sahabat Al-Bayan! Bagaimana kabarnya? Semoga kita semua selalu dalam keadaan sehat, Alhamdulillah, kami segenap redaksi majalah Al-Bayan mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT yang masih memberikan kesempatan untuk penerbitan majalah AlBayan edisi 30 ini. SAHABAT AL-BAYAN ! Akan selalu ada momen-momen yang menyenangkan pada setiap tahunnya, banyak juga peristiwa-peristiwa yang telah kita hadapi pada setiap tahunnya. Jika diingat kembali, bisa jadi kita rindu akan semua momen yang telah kita alami, merindukan peristiwa-peristiwa yang telah kita lewatkan. Kemudian, semua yang telah kita alami bisa kita padukan menjadi satu kata, yaitu ‘kenangan’. Mengenang semua momen, kemudian kita rangkum, kita simpan kenangankenangan itu dalam memori otak agar bisa menjadi sebuah cerita yang bisa kita abadikan di dalam kehidupan. Menurut KBBI Kaleidoskop adalah aneka peristiwa yang telah terjadi yang disajikan secara singkat. Maka dari itu, dalam rangka turut memberikan sajian terbaik, kami segenap redaktur majalah Al-Bayan mengangkat tema yang bertajuk “Kaleidoskop”. Edisi kali ini merupakan edisi spesial, karena diisi dengan rangkumanrangkuman peristiwa ataupun momenmomen yang telah dialami selama setahun ini, oleh para Redaktur Al-Bayan. Tak hanya itu, seluruh karya-karya pada terbitan edisi 30 ini, merupakan karya-karya dari para redaktur yang telah berdedikasi selama setahun penuh dengan berbagai kisah yang telah mereka alami selama menjadi Redaktur Majalah AlBayan. SAHABAT AL-BAYAN ! Untuk memberikan sajian terbaik, kami menghadirkan beberapa rubrik yang menarik, berikut rubrik-rubrik pada edisi 30: Kajian Utama kali ini menyajikan refleksi tentang penulisan sejarah islam yang komperhensif yang diisi oleh KH. Ahmad Husein Dahlan (Pengasuh Pesantren)., Ragam Pesantren (Daarul Fikri ikut ramaikan aksi bela palestina, memeriahkan pelepasan jabatan, Sertijab Muntada XII, dll. ). Galery Kegiatan, Laporan Khusus (Kembangkan Kreativitas dengan FANTASI), Suara Alumni. Dan masih banyak lagi rubrik-rubrik karya tulis dan ilustrasi lainnya. SAHABAT AL-BAYAN ! Coba sahabat Al-Bayan lihat halaman terakhir, ada yang menarik sepertinya. Terdapat kuis yang biasa kami berikan kepada pembaca dan yang tidak kalah menariknya, yang ditunggu-tunggu sahabat Al-Bayan sekalian, yaitu formulir pendaftaran redaktur baru. Jadi, bagi sahabat Al-Bayan yang ingin bergabung bersama kami, daftarkan diri kalian sesuai ketentuan yang sudah tertera. Akhir kata, kami selaku redaktur AlBayan memohon maaf sebesar-besarnya atas kekurangan, kesalahan, ataupun keterlambatan dalam pembuatan majalah Al-Bayan, semoga bisa bermanfaat bagi seluruh pembaca setia majalah Al-Bayan Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.


04 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 D BAGAIMANA SEHARUS NYA MENUKAJIAN UTAMA Disarikan dari Buku Almuqoddimah Fis- Shirah An-nabawiyyah As-Shadi olah oleh : KH.Ahmad Husein Dahlan, MA (Kandidat Doktor Bidang HUniversity Amman-Jordan) Dalam penulisan Historiografi Islam, umat islam sendiri merupakan pihak yang seharusnya paling berhak menuliskannya. Sebab dari merekalah prespektif tentang peradaban, prinsip dan nilainya akan lebih akurat dan objektif. Adapun pihak lain yang ingin turut berkontribusi tidak boleh memberikan pemahaman yang menyimpang khususnya yang berkaitan dengan hal yang prinsip seperti aqidah, akhlaq dan syariah. Ironisnya para sejarawan islam mulai abad ke-19 justru terpengaruh dengan sistem dan perspektif penulisan yang mengadopsi pola pemikiran kaum liberal dan orientalis barat. Padahal, sejarah yang benar seharusnya bersumber dari pemikiran yang benar tentang islam. Selain itu, sejarah islam juga harus merujuk pada literasi yang Shahih dan dapat dipercaya. Ada banyak alasan mengapa umat islam harus menulis sejarahnya sendiri. Antara lain, sebagai bentuk tanggung jawab agar keterikatan nya pada pemahaman agama yang benar. Karena hal tersebut akan berpengaruh pada perilakunya. Islam sendiri terikat dengan karakteristik keimanan dan optimisme yang berpegang teguh pada ketentuan Allah. Kare- na sejarah islam sangat memegang prinsip menghindari Fanatisme egosentris individual dan kelompok tertentu, melainkan merujuk pada aspek faktual yang linier dengan prinsip keyakinan yang agung kepada Allah. Untuk memudahkan bagaimana umat islam seharusnya percaya diri dengan keyak- inannya, berikut dapat digambarkan beberapa dasar pemahaman islam dalam menafsirkan sejarahnya: 1. Menjaga Aspek yang berkaitan dengan fakta-fakta Al-quran Islam meyakini bahwa fakta Al-Qur’an adalah sumber yang absolut kebenarannya. Terlebih dengan hal yang mengandung nilainilai ketauhidan. Al-Qur’an sangat menentang teori-teori yang sama sekali tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Sebagaimana munculnya teori-teori pertumbuhan dan perkembangan manusia dari kera (Darwin-teori) yang sama sekali tidak mendasar. Karenanya sejarah itu ditulis bukan dengan pandangan yang tidak memiliki pembuktian yang benar, tetapi harus dari sumber yang kebenaran tidak dapat diganti dan diputar balikan faktanya. Dua hal yang sejak dulu dan sekarang dan seterusnya tidak pernah akan berubah yaitu persoalan keyakinan pada Tauhidullah dan keabadian Sunnah Rasulullah. Al-Quran men- jadi referensi sejarah islam yang utama, yang


05 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 NULIS SEJARAH ISLAM hahihah, Prof Doktor Akrom Dhiyaul Umary, MA g Hadist dan Ilmu Hadist, The World Islamic Sciences & Education W.I.S.E Bag. 1 karakteristik Al-Quran itu senantiasa relevan sepanjang masa, sehingga fakta-fakta sejar- ah dipastikan terdokumentasikan secara baik dan akurat. Sementara penelusuran sejarah versi barat digali dari peninggalan bebatuan, barang-barang kuno, tulang-tulang belulang. Kemudian informasi tersebut dihubungkan dengan sejarah manusia yang persoalan lebih pelik dan rumit, sehingga keabsahan faktanya sangat diragukan dan jauh dari kebenaran karena bukti-bukti yang sangat sumir dan lemah. 2. Menyandarkan tafsir Sejarahnya kepada Keteladan Terbaik pada fase keema- san sejarah kemuliaan kehidupan manusia: Rasulullah SAW, Sahabat dan Tabiin (Alqurun Atsalatsah Al-mufaddhalah) Profil Muslim idaman, selain memiliki keyakinan yang benar dalam Tauhidullah mereka pun bekerja atas dasar ikhlas dan pengorbanan hanya kepada Allah karena perspektifnya balasan tidak saja pada fase kehidupan dunia tetapi berlanjut pada keabadian hidup akhirat. Dua fakta yang sering disalah artikan oleh pemikir orientalis barat adalah pada peristiwa sahabat Mughirah bin Syubah saat diutus ke kaisar Rustum. Dalam dialognya Mughirah memberikan pilihan Kaisar Rustum untuk masuk Islam atau tunduk pada sistem den- gan membayar Jizyah, jika tidak maka akan diperanginya. Peristiwa ini dipandang sumir dan negatif oleh kaum orientalis dan liberal, karena menganggap Muhammad dan sahabatnya memaksa pihak lain dari kebebasan beragama. Padahal ini bukanlah paksaan melainkan pilihan. Mereka tidak memahami bahwa menyembah selain Allah merupakan kesalahan fatal manusia. Meski demikian jika mereka menolak, maka islam menjamin hubungan kemanusian dan sosialnya dengan menjamin keamanan dan ketenangan pihak lain dengan syarat membayar pajak. Fakta lainnya yang dianggap negatif ada- lah Peristiwa Tsaqifah Bani Saidah. Dimana hasil Syura Antara Sahabat Muhajirin yang diwakili Abu Bakar dan Umar dengan puluhan Sahabat Ansor bersepakat tentang pengganti kepemimpinan Rasulullah. Mereka akhirnya bersepakat bahwa kepemimpinan setelah Rasulullah dilanjutkan oleh Kabilah Quraisy dari kalangan Muhajirin. Keputusan ini oleh kaum libera dianggap tidak memegang prinsip mayoritas, padahal Islam mengajarkan musyawarah untuk mufakat sebagai keputusan yang baik. Kemuliaan misi islam tersebut bisa dibuktikan dengan hubungan antar personal islam melalui yang sangat akomodatif dan saling menguntungkan para pihak melalui piagam Madinah. Kesalahan pemikiran para orientalis dan liberal tersebut dikarenakan perspektif dan lemahnya literasi mereka terhadap doktrin dan falsafah akhlaq dan keteladanan terbaik dalam fase keemasan kehidupan Rasulullah, Sahabat dan Tabiin. 3. Preferensi Peradaban dalam islam berkaitan erat dengan Komitmen setiap Muslim pada pengabdian terbailk kepada Allah. Peradaban islam dilihat maju dan sampai pada puncaknya tidak diukur pada aspek ma- terialisme, melainkan komitmen dan kepatu- han kepada Allah. Manusia hidup dalam ke- hidupan yang teratur dan apik dengan syariat islam mereka didorong untuk menjujung tig- gi prinsip-prinsip antisipatif agar tidak jatuh pada kesalahan bertindak dan dengan tinda- kan yang berakibat merugikan diri sendiri dan menghindari merugikan pihak lain. Di antara tindakan tersebut antara lain: Menjaga dari ancaman menghilangkan nyawa dengan bunuh diri dan atau membunuh orang lain (Hifdzun nafs). Menjaga kerusakan akal dan kemampuan berpikir manusia dengan menghindari konsumsi minuman keras, narkotika dan jenis-jenis lain yang dapat merusak fungsi akal (Hifdzul Aqal). Menghindari hubungan intim lain jenis sebelum pernikahan (Hifdzun Nasl). Menolak sistem mencari harta yang merugikan pihak lain: seperti mencuri, penipuan, riba, korupsi (Hifdzul Maal). Peradaban islam juga digambarkan bahwa kefahaman dan ketinggian ilmu pengetahuan sejatinya membangun pola hubungan sosial manusia yang setara dan berkeadilan. Mereka yang memiliki haruslah berbagi, mereka yang kuat sejatinya mengayomi dan memberikan ketenangan. Mereka yang ahli dan berpengetahuan sejatinya mengajar, mengasuh, membimbing. Peradaban selalu beririsan dengan prinsip memberikan rahmat dan kasih sayang bagi seluruh kemaslahatan alam semesta.


06 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 Bagi barat sendiri, peradaban hanya diukur dari pencapaian aspek-aspek material dengan kemajuan teknologi dan kecanggihan Alut- sista tanpa memedulikan dampak-dampak akhlaq dari pencapaiannya tersebut. Memproduksi senjata canggihnya untuk peperangan dan keuntungan menjual produk, mempertontonkan kecanggihan dan kekuatan senjata dengan menggenosida bangsa lemah dan tak berdaya. Inilah sebagaimana yang difirmankan Allah mereka seperti binatang bahkan lebih sesat. Muara dan hilirnya pemahaman mereka dikarenakan menolak keabsolutan kebenaran Alquran dan kebenaran Risalah dan Misi kenabian serta kering dari cerminan keteladanan Rasulullah dan para sahabatnya. 4. Teori pembenaran cara berfikir dengan tujuan pengaburan. Para Orientalis dan kaum liberal mengaburkan istilah tertentu untuk tujuan pembenaran. Contohya mereka menolak penggunaan istilah jihad namun menganggap pembelaan diri dan mematuhi prinsip Nasionalisme sebagai kewajiban nya membela negerinya. Padahal istilah Jihad tidak linier dengan hanya membela Negara. Seperti halnya Israel Zionis membantai Muslim di Palestina. Mereka beralasan membela negaranya tetapi tentu tidak disebut jihad. Terminologi jihad sendiri dalam islam adalah orang-orang yang bersungguh-sungguh berjuang untuk membela agama Allah dan hanya karena Allah. Memahami Jihad haruslah benar latar belakang tindakannya, perintahnya, tata caranya dan serta tujuan yang dilakukannya. Bahkan jihad memiliki perspek- tif menjaga penafsirnya dengan memberikan penjelasan detail tentang adabnya termasuk terhadap musuh. Mengecualikan pengec- ualian kelompok-kelompok tertentu seperti: anak-anak, para wanita dan mereka yang usia nya sudah senja. Lebih dari itu kesucian jihad bukan untuk pencapaian kepentingan pribadi, kelompok bahkan bukan untuk membela Negara melainkan untuk membela kemuliaan Allah dan kesucian dan kemurnian ajaran islam dan mengejawantahkan misi Risalah Rasulullah. Istilah dalam islam tidak bisa ditafsirkan menurut selera penafsirnya tetapi otoritas taf- sirnya dikembalikan kepada Allah dan Rasulullah. Sehingga itu istilah jihad bukanlah ansikh pembelaan, karena nya Semua peperangan Nabi (Gazawat) dan peperangan yang dip- impin Sahabat (Saroyah) di istilahkan Jihad bukan pembelaan (Difaan) karena kedua isti- lah tersebut tidak setaraf baik dari aspek teor- itis konseptual, Tata caranya dan juga konse- kwensi hukumnya. 5-Penggunaan istilah-istilah syari dida- lam penulisan sejarah. Keharusan penulisan sejarah dengan is- tilah-istilah syari merupakan keniscayaan. Tujuannya, selain jelas apa yang dimaksudkannya dan memiliki batasan yang valid, juga memiliki nilainya pada prefensi pertimbangan pada individual atau pada suatu peristiwa tertentu. Al-Quran membagi manusia menjadi tiga bagian: Mukmin, Kafir dan Munafik. Ketiga istilah tersebut masing-masing memiliki batasan yang jelas, yang perbedaan nya sangat jelas antara yang satu dengan yang lainnya, baik secara kedudukan, hukum, dan dari perspektif keberpihakan dan atau penolakan nya kepada islam. Sangat berbeda dengan kaum orienta- lis dan liberal, Istilah-istilah yang dilabelkann- ya tentulah tidak memiliki batasan dan kaidah yang tidak jelas dan cenderung mengandung unsur kebencian terhadap satu kelompok ter- tentu dan tidak didukung batasan-batasan yang benar. Seperti: Kelompok garis kanan, kelompok garis kiri. Istilah-istilah syari lain nya seperti: Alhaq, Albathil, Al-Adal, Ad-dzulum. Demikianlah islam membangun literasinya yang sarat dengan kebenaran dan jauh dari tendensius perkelompokan apa membangun perspektif kebencian yang tidak berdasar. Tetapi Para orientalis Barat dan Liberal sudah sangat terbiasa memberikan label-label tertentu khususnya kepada umat islam seperti: Teroris, Radikal, tentu prefensi yang mendasarkan sering kali karena kebencian mereka yang berlebihan kepada islam, tanpa fakta, jauh dari ilmiah apalagi objektif. Konsep Ahli Hadist dalam penulisan Sejarah Para Ahli Hadist memiliki Standard kritik Sanad dan matan: Standar Sanad: Bersambung mata rantainya (itthasalus Sanad) Berkepribadian lurus dan integritasnya tinggi (Al-adalah) kredibel hafalan dan tulisan nya (ad-dhabt) Terhidar dari bertentangan dengan yang lebih kuat (Adamus syaz) dan terhindar dari seluruh tuduhan kecacatan (Al-illah). Adapun standar Matannya, Hadist yang tidak bertentangan dengan Hadits yang sahih, dan terhindar dari segala bentuk kesalahan penulisan baik sengaja dan tidak sehingga dan berdampak pada perusakan arti dan maksudnya. Tentu implementasi Konsep Para Ahli Hadist kadang dilanggar oleh seba- gian Ulama seperti: Khalifah ibnu Khayyat dan Imam At-thabary mereka masih memasukan redaksi-redaksi dengan hadist-hadis yang lemah (Almunqotiah walmursalah) padahal semestinya Para Ahli sejarah konsisten dengan konsep para Ahli hadist khususnya ketika terjadi pertentangan konten sejarah yang substantif.


07 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 Solusinya memprioritaskan redaksi had- ist Shahih, Hasan secara berurutan kalaupun terpaksa menggunakan redaksi hadist lemah yang memiliki asal dari Nabi itu pun terbatas digunakan untuk menutup kesempurnaan yang tidak diperoleh dari hadist Shahih dan Hasan dengan ketentuan prinsip tidak menyangkut masalah Aqidah dan hukum-hukum syariah. Para Ulama yang lebih tegas menggunakan kosep Ahli hadist diantaranya: Shiroh Ibnu Hisyam, Ibnu Sayyidinnas dalam bukunya Uyunul atsar dan Imam Ad-dzahaby dalam bukunya Tarikh islam. Manfaat menulis Sejarah islam dalam Presfektif Ahli Hadist dan Ahli Sejarah 1. Semakin menambah keyakinan tentang kebenaran informasi dan literasi tentang Seja- rah Nabi khususnya buku-buku yang diketen- gahkan secara objektif dan v seperti: Sirah Ibnu Hisyam. 2. Menambahkan informasi dari berbagai aspek tentang kehidupan Rasulullah yang lengkap apakah berkaitan dengan kehidupan agama dan dunia nya. 3. Memperjelas beberapa sisi perbedaan yang terjadi di antara Ahli Hadist dan Ahli sejarah. 4. Revisi beberapa informasi yang berkaitan dengan beberapa tema yang berkaitan dengan Sirah Nabi yang belum dikaji dari perspektif buku-buku sejarah yang dapat dipertanggungjawabkan. Seperti: Masalah Konsep persaudaraan dalam islam, di dalam konteks hadist penulisan sejarah nya tidak disebutkan siapa dengan siapa dipersaudarakan dan jumlah yang dipersaudarakan apakah secara keseluruhan, tetapi informasi tema detailnya biasanya disajikan oleh sejarah dengan tidak berdasar pada hadist atau riwayat yang shahih. 5. Bahwa Para Ulama, demikian serius da- lam upaya menyajikan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan Rasulullah, walaupun da- lam penyajian dirilis dari hadist yang benar dan kadang dari hadist yang lemah. Referensi Penulisan Sejarah Islam 1-Referensi Utama A. Al-Quran Al-kareem. Al-Quran menceritakan peristiwa peperangan Rasulullah dan Para sahabat: diantaranya : Perang Badar, Uhud, Ahzab, Hunain. Alquran juga menjelaskan tentang pertentangan antara ummat islam dengan pihak-pihak yang memusuhi islam baik orang-orang kafir, Munafik dan orang-orang Yahudi. Alquran juga menjelaskan tentang sejarah para Nabi dan ummat terdahulu, termasuk juga Al-quran menjelaskan tentang pencapaian sejarah bangsa Romawi dan persia. Dan untuk pendalaman nya, haruslah merujuk pada Asbabun Nuzul, An-Nash Wal-mansukh, Ulumul Quran, dan Buku-buku Tafsir Para Ulama. B. Al-Hadist. Banyak melengkapi dan menyempurnakan penyajian informasi Sejarah Selain menyangkut: Aqidah, Syariah, Akhlaq, Siyasyah syariyyah, Manageman dan sistem pemerintahan tentu dalam penyajian masalah-masalah lain nya yang lebih detail. C. Dhalailun Nubuwwah Buku-buku yang berkaitan dengan Mujizat dan bukti-bukti kebenaran kenabian (Muhammad Yusuf Alfaryabi Wafat tahun 212 H, Dhalailun Nubuwwah, Ali bin Muhammad Al-madainy wafat tahun 225 H Ayatunnabi, Daud bin Ali Al-asbahany Wafat tahun 270 H Alamun Nubuwwah, Ibnu Qutaibah wafat tahun 276 H Alamur Rasul, Albaihaqi wafat tahun 458 H, As-Suyuty Wafat tahun 911 H Al-khasaish. D. Asyamail: Buku-buku yang berkaitan dengan penjelasan pisik nabi dan juga yang berkaitan dengan Akhlaqnya seperti: Abul Bakhtary Wahab bin Wahab Al-asady wafat tahun 200 H Sifatunnabi, Asyamail Annabawiyyah Imam Tirmidzi wafat tahun 279 H, Qadhi Iyadh wafat tahun 544 H Asyifa bitarif, Al-Huquq Al-Mustofa. Ibnu Katsir wafat tahun 774 H Syamail Ar-Rosul. E. Buku-buku Siroh Nabawiyyah yang fokus menjelaskan pristiwa sejarah Nabi dari kalangan Para Sahabat. Sahabat merupakan entitas yang sangat mengagumi Rasulullah, mereka saksi hidup tentang peristiwa-peris- tiwa penting yang dilalui Rasulullah, mereka merangkum secara komprehensif dari sunnah-sunnahnya, sehingga tidak heran mereka pun turut berkontribusi memunculkan tulisan-tulisan yang bernas dan representatif dalam kehidupan Rasulullah, Diantara Para Sahabat yang turut menulis, mereka adalah: Abdullah bin abbas, Abdullah bin amar bin Ash dan Albarro bin Azib. juga buku-buku lainnya yang ditulis Para Tabiin yang mereka menerapkan konsep Para Ahli Hadist, diantaranya: penulisan buku yang ditulis dengan Sanad : Aban bin Ustman wafat tahun101 H, Urwah bin Zubair bin awwam, Wafat tahun 94 H, Amir bin Syarohbil Asyim bin Qotadah Wafat tahun 119 H dan Imam Muhammad bin Syihab Adzuhri wafat tahun 124 H, Musa bin Uqbah wafat tahun 140 H, dan Muhammad Bin Ishaq wafat tahun 151 H. 2. Referensi Pelengkap Buku-buku Adab, Buku-buku Ensiklopedia Ulama, Buku-buku yang membahas tentang keturunan, Buku-buku Sejarah dan Geografi, Buku-buku Fiqh.


08 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 RAGAM PESANTREN SEMARAK UJIAN I’dad Muallimin Wa Adduah (IMAD) telah resmi membuka kegiatan Marhalah Al-Quran sekaligus Sumatif Akhir Semester (SAS) 1 pada Senin (27/11). Pembukaan yang dilangsungkan melalui apel senin pagi itu, bertempat di depan gedung Baitul Quran dengan menggunakan bahasa Inggris dan Arab. “Menjadi bentuk pelatihan bagi santri untuk mengaplikasikan bahasa asing yang di mana kedua bahasa ini merupakan bahasa yang banyak digunakan di dunia dan sekaligus untuk menambah kesakralan pekan ujian ini,” tutur Ustaz Ziyad selaku ketua panitia SAS. Kedua penilaian tersebut diselenggarakan pada waktu yang berbeda, untuk Marhalah Al-quran dilaksanakan pada tanggal 27-1 Desember 2023 dan untuk Sumatif Akhir Semester dilaksanakan pada tanggal 4-15 Desember 2023. MEMERIAHKAN PELEPASAN JABATAN Sabtu (25/11) Kelas 12 Akhwat Daarul Fikri mengadakan acara perpisahan atau pelepasan jabatan Muntada, dengan mengenang kegiatan yang mereka lakukan ketika masih menjadi Muntada. Melanjutkan dari dua angkatan yang lalu, dengan nama yang berbeda yaitu All Memories Of 12th Muntada atau yang disebut Almoend. Bertempat di Gedung Baitul Quran acara ini dimulai dari pukul 20.00 hingga selesai, dengan mengundang seluruh angkatan Boarding IMAD Akhwat. Acara yang bertujuan untuk mengenang kepengurusan Muntada 12 serta untuk menggambarkan semangat dan kesabaran dalam menjalankan peran sebagai Muntada, sukses dengan suasana meriah dari awal acara ini berlangsung hingga berakhirnya acara.


09 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 DAARUL FIKRI IKUT RAMAIKAN AKSI BELA PALESTINA Santri IMAD Pondok Pesantren Terpadu Daarul Fikri baik cabang maupun pusat kembali ikut berpartisipasi dalam Aksi Bela Palestina yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Kabupaten Bekasi pada hari Ahad (19/11). Keberangkatan dimulai pukul 06.00 sampai dengan 11.00 WIB dengan menggunakan 8 truk angkut. Lokasi terpadat ialah di sekitar mobil komando yang kegiatan orasinya dipandu oleh salah seorang Ustadz dari Daarul Fikri yaitu Ustadz Novi Maulana Yusup, Lc. M.pd. kemudian pada pertengahan kegiatan, seorang santri dari Daarul fikri, Revolusi mendapat kesempatan untuk memandu salawat seluruh massa dari mobil komando. Kendala yang dialami ialah karena cakupan wilayah yang terlalu luas yang membuat santri terpencar dengan rombongan lainnya sehingga terjadinya keterlambatan waktu kepulangan, namun hal tersebut dapat diatasi karena koordinir dari para guru yang cepat dan tangkas. KEMBALI BERWIRAUSAHA Market Day merupakan acara tahunan pesantren terpadu Daarul Fikri, kali ini unit MI-U kembali menggelar acara tersebut pada Rabu, 15 November 2023, yang bertempat di area lapangan Gedung MIU. Acara ini resmi dibuka dengan penerbangan balon ke udara serta dilanjutkan dengan sambutan dari Ustadzah Nur, yang diamanahkan untuk menjadi ketua panitia Market Day MIU kali ini. “Tujuan dilaksanakannya Market Day ini adalah untuk mengenalkan santri tentang jual-beli, mempunyai sikap jujur dan amanah serta supaya santri mempunyai jiwa seorang enterpreneur yang diajarkan oleh nabi”. Ujar Ustadzah Nur selaku ketua panitia.


10 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 MEMPERINGATI HARI GURU NASIONAL 27 November 2023, guru-guru SDIT Daarul Fikri memperingati Hari Guru Nasional di Eco Park Masjid Baitul Makmur. Acara dimulai pukul 13.30 yang diawali dengan pembukaan dan doorprize. Setelahnya, perwakilan guru dari setiap level mempersembahkan penampilan terbaik mereka, diantaranya puisi dan puisi berantai. Setelah jeda waktu sholat, acara dilanjut dengan pemberian reward kepada guru-guru terbaik di beberapa kategori serta pengumuman penampilan terbaik. Acara ditutup dengan foto bersama. “Kegiatan ini sangat bagus, para guru dapat memperkuat ukhuwah satu sama lain dan lebih menghargai profesinya sebagai guru. Ditambah dengan setting tempat yang berada di ruangan terbuka, bisa sekaligus menjadi kegiatan untuk refreshing”, ujar Ustadzah Yulia Anggreiny, S.Sos.I selaku ketua panita Hari Guru. HARI PAHLAWAN TANPA TANDA JASA Jumat (24/11) IMAD Pesantren Terpadu Daarul Fikri mengadakan event untuk memperingati Hari Guru Nasional. Acara ini diikuti oleh seluruh santri baik fullday maupun boarding yang dilaksanakan secara terpisah, Ikhwan di Gedung Baitul Qur’an dan akhwat bertempat di musholla. Acara ini diawali dengan pembukaan dan sambutan. Lalu dilanjutkan dengan penampilan dari para santri, mereka terlihat antusias dalam menampilkan yang terbaik untuk para guru sehingga kegiatan ini pecah dengan suasana haru biru. “Tujuan utama dari dilaksanakannya pentas hari guru nasional ini adalah untuk memberikan penghormatan dan apresiasi kepada seluruh guru sehingga melalui peringatan hari guru Ini diharapkan para guru dapat merasa dihargai dan didukung dalam melaksanakan tugas mereka sebagai pendidik. Dengan begitu para guru dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam mengembangkan dunia pendidikan yang ada di Daarul Fikri ini”. Ujar ketua panitia Ikhwan


11 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 SERTIJAB MUNTADA XIII (20/11) Pondok Pesantren Terpadu Daarul Fikri kembali melaksanakan kegiatan tahunannya yaitu Serah Terima Amanah Kepengurusan MUNTADA periode 2023-2024 di aula Gedung Baitul Qur’an. Dibuka mulai pukul 08.00 hingga 10.15 WIB dan dihadiri oleh seluruh santri IMAD-FDS pusat baik ikhwan maupun akhwat serta perwakilan OSIS dari Cabang Rawa Lele. “Adanya acara tahunan ini guna memberikan setiap santri pembelajaran tentang kepemimpinan secara langsung karena sesungguhnya setiap dari kita ialah seorang pemimpin” ucap Ustadz Mu’min Sidik, Lc. selaku Sekretaris Umum Yayasan Qobasat Annur sebagai sambutan pembuka. Kemudian disambung dengan sambutan dari Direktur IMAD-FDS, Ustadz Hainol Basri, S.sos.I. Dilanjut dengan acara puncak yaitu pelantikan calon MUNTADA dengan ucap janji setia dihadapan para guru serta seluruh santri dan terakhir serah terima jabatan oleh MUNTADA periode 2022-2023 kepada MUNTADA periode 2023-2024, acara berjalan lancar dan berlangsung dengan khidmat. Juayl Rasya dan Muhammad Alia G. sebagai ketua dan wakil ketua MUNTADA IMAD Ikhwan periode 2023-2024 dan Khalishah Wijdan K. dan Nasla Rosyidah sebagai ketua dan sekretaris MUNTADA IMAD Akhwat periode 2023-2024, serta pengurus lainnya dilantik oleh Ustadz Mu’min Sidik, Lc.


12 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 PT. Yaqin AlMubarokah resmi menggelar program baru yang diberi sebutan Islamic Holistica Camp (IHC), perdana dilaksanakan pada Jumat-sabtu (3- 4/11) dan kedua (8- 9/12) di Taman Bukit Palem Resort Bogor bersama dengan peserta yang berasal dari SDM RSUD Tarakan Jakarta. “IHC merupakan program yang sedang dikembangkan oleh PT. Yaqin Al-Mubarokah Yayasan Qabasat Annur dalam hal ini untuk memberikan peranan Yayasan terhadap masyarakat secara luas dan kita ingin menyasarkan dakwah yang kita berikan ini kepada usia-usia produktif dengan bekerjasama oleh sebuah instasi atau perusahaan dalam rangka meningkatkan spiritual para karyawan beserta pehaman agama mereka,” jelas Ust. Mu’min Shidiq selaku Direktur Utama PT. Yaqin Al-Mubarokah yang memiliki program unggulan ;Islamic Holistica Camp (IHC). Penyelenggaraan IHC perdana dilaksanakan pada tanggal 3-4 November ISLAMIC HOLISTICA CAMP (IHC) & 8-9 Desember dengan total 240 peserta dari SDM Rumah Sakit Tarakan Jakarta. Kegiatan ini tidak hanya berisi tentang bimbingan dakwah saja akan tetapi para peserta juga dibimbing tentang bagaimana memberi pelayanan terbaik untuk pasien atau customer. “Ternyata kegiatan di dalam bimbingan rohani ini bisa menggabungkan antara rohani dengan hospitality yang menjadi standar para pegawai kami bagaimana cara melayani yang lebih baik,” tutur Dian Ekowati selaku direktur RSUD Tarakan Jakarta. Lebih dari menghadirkan acaraacara yang menarik para panitia juga menghadirkan pembicara-pembicara terbaik dengan menghadirkan Dr. Dedi Kusmayadi, M.M., CBA., CPHR. dan seorang motivator nasional yaitu Ahmad Zae Hanan atau akrab dipanggil Kang Zae. “Pokok pembahasan saya adalah tentang kerja ikhlas, kerja tuntas, hasil puas,” jelas Dr. Dedi .


13 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 OLEH: M. Alfath Akbar (Redaktur Div. Fotografi)


14 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 MI MATHLAUL ULUM SDIT DAARUL FIKRI TK ALAM Penampilan dari Tim Hadroh SDIT Serunya Upacara Pagi Bersama Temanteman Yeay, TK Alam Kembali Meraih Juara di Ajang Fantasi! Proses Ujian Marhalah Al-Qur’an Pelaksanaan Pembacaan Al-ma’tsurat Pagi Kegiatan Pramuka Santri GALERY KEGIATAN Kegiatan Outing Santri MIU Siswa Menyetorkan di Waktu Marhalah


15 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 IMAD-FDS CABANG BREBES CABANG RAWA LELE CABANG PAPUA Foto Bersama Setelah Acara Pelantikan Acara Outing Santri Brebes Pelaksanaan Acara Debat Kandidat Muntada Periode 23/24 Pasca Seminar La’eboo Kegiatan Lifeskills Siap-siap Makan Durian Hasil Panen Para Santri yang Telah Meraih Prestasinya Acara Makan Siang Outdoor


16 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 laporan khusus Sabtu-Ahad (11-12/11/23), Daarul Fikri kembali mengadakan mega event rutinnya, yaitu Festival Lomba Seni, Kreativitas, Edukasi (FANTASI). Kali ini, FANTASI mengangkat tema ‘Mewujudkan Generasi Unggul Berintegritas dengan Spirit Kreativitas’, dengan harapan dapat mencetak generasi penerus yang unggul, berintegritas, dan kreatif. Event FANTASI ini diperuntukkan bagi siswa-siswi TK, SD, dan SMP sederajat di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Pada tahun ini, terdapat sekitar 1000 peserta dari 88 sekolah, 240 siswa TK, 400 siswa SD, dan 459 siswa SMP. Adapun perlombaan dalam event FANTASI ini antara lain; Mewarnai dan Triathlon untuk siswa TK, Futsal untuk siswa TK dan SD, Puisi, Da’i Cilik, dan Ranking 1 untuk siswa SD, MHQ untuk siswa TK, SD, dan SMP, Quick & Smart, Pidato, dan Short Movie untuk siswa SMP. Acara diawali dengan pemanggilan kontingen lomba dari setiap sekolah, dilanjut dengan penampilan drama kabaret dari santri-santri IMAD Ikhwan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, tilawah Al-Qur’an, dan sambutan yang disampaikan oleh Ustadz Mu’min Sidiq, Lc. “FANTASI adalah wadah yang harapannya dapat dimanfaatkan dengan baik untuk mengasah kreativitas siswa”, ucap beliau dalam sambutannya. Acara dilanjut dengan penampilan dari Tim Beatdrops Daarul Fikri untuk memeriahkan acara. Pembukaan FANTASI secara resmi dilangsungkan oleh Bapak Beni selaku Wakil PJ. Bupati Kabupaten Bekasi dengan memukul drum sebagai simbol dibukanya acara. Dilanjut dengan menyanyikan lagu FANTASI oleh Ustadz Mustofa dan Revolusi. Sebelum para peserta lomba dibubarkan untuk menuju area lomba masing-masing, terlebih dahulu dilantunkan do’a oleh Ustadz Hainol Basri, S.Sos.I agar acara FANTASI dimudahkan dan diberkahi oleh Allah. Perlombaan ditempatkan di beberapa area, antara lain lapangan basket SDIT, lapangan pasir, ruang kelas lantai 2 dan 3 Gedung SDIT, ruang kelas Gedung Baitul KEMBANGKAN KREATIVI


17 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 ITAS DENGAN FANTASI Qur’an, area akhwat Daarul Fikri, area TK Alam Daarul Fikri, dan lapangan MI Mathla’ul Ulum. Dalam event ini disediakan juga bazar bagi peserta dan pengunjung yang bertempat di halaman depan Baitul Qur’an. Terdapat 11 stand pada FANTASI tahun ini, baik yang menjual makanan, minuman, maupun aksesoris. Pengumuman juara sekaligus penutupan FANTASI dilaksanakan pada hari Ahad 12/11/23 pukul 16.00. Acara ini dilaksanakan di Gedung Baitul Qur’an. Daarul Fikri mendapat cukup banyak juara pada event ini. SDIT Daarul Fikri berhasil meraih juara 1 lomba Futsal, juara 1 dan harapan 3 lomba Da’i Cilik, juara 2, 3, harapan 1, dan harapan 2 lomba Ranking 1, juara 1 lomba Puisi, juara 1 lomba MHQ, serta mendapatkan juara umum untuk tingkat SD sederajat. Adapun SMPIT Daarul Fikri meraih juara harapan 1 lomba Quick & Smart, serta juara 1 dan 3 lomba Short Movie. “Saya bangga dan kami yakin, insyaallah generasi masa depan dan kejayaan umat islam akan senantiasa lebih cemerlang di hari-hari berikutanya”, ujar Ustadz Hainol pada saat penutupan. Setelah itu, beliau menutup acara FANTASI secara resmi dengan mengucapkan takbir sebanyak 3 kali. FANTASI menjadi ajang untuk mengembangkan bakat dan kreativitas siswa, memberikan wawasan tentang kejujuran dan sportivitas dalam kompetisi kepada para peserta, serta dapat mempererat tali ukhuwah antar siswa dan sekolah. Event ini meninggalkan kesan baik di mata para peserta. “Acaranya seru, panitia dan jurinya baik dan ramah, banyak jajanan juga. Sekolahnya juga bagus, luas dan mewah”, ujar Aufa, peserta lomba pidato tingkat SMP dari Al-Munawwaroh. Para peserta juga terlihat sangat antusias pada saat perlombaan. “FANTASI tahun ini jauh lebih baik dari tahun kemarin, mantap. Semoga tahun depan FANTASI lebih meriah lagi dan tetap eksis”, ucap Ustadzah Siti Muthoharoh selaku sekretaris panitia FANTASI XVII.


18 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30


19 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30


20 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 KEAJAIBAN YANG ALLAH SIMPAN Oleh: Yusril Muhtarin Nurhandi (Alumni Santri IMAD Daarul Fikri 2022 dan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta) suara alumni A Assalamu’alaikum warahmatullahhi wabarakatuh ْم ۖ َ ْ َر ُهو َ ا شْيـأً َ و َهوُ َ خ ْي ُّ ر لك َ ُم َو َع َس َ ى أن َ تك ْل َ ّ ُ يع ْم َ ۗ و َّ ٱلل َ َ ُ لمَ َون َو َع َس َ ى أن ُِ تح ُّبو َ ا شْيـأً َ و َهوُ َ ش ُّ ر لك َوأنَ ْتمُ َ ل ْ تع Halo sobat Al-Bayan semuanya, gimana nih kabarnya? Semoga Allah selalu memberikan keadaan sehat wal’afiat ya. Nah, alhamdulillah pada edisi Al-Bayan kali ini, saya diberikan kesempatan untuk mengisi ranah suara alumni. Semoga suara saya lewat tulisan ini dapat memotivasi sobat Al-Bayan dan adik-adik yang masih bersekolah di Daarul Fikri. Sebelumnya perkenalan dulu yaa. Nama saya Yusril Muhtarin Nurhandi, biasa dipanggil Yusril. Saya lulusan SMA-U Daarul Fikri pada tahun 2022, bangga sekali rasanya bersekolah di pondok pesantren terpadu Daarul Fikri. Btw, saya bersekolah di Daarul Fikri dari masa pendidikan TK, SD, SMP, SMA hingga mengikuti program pengabdian. Dan alhamdulillahnya setelah mengabdi, Allah memberikan sebuah kesempatan untuk saya berkuliah di salah satu kampus di Yogyakarta. Kebetulan saya juga pernah menjadi salah satu redaktur di Al-Bayan loh. Sedikit bercerita tentang perkuliahan saya, di bulan Juni selepas masa khidmah saya mencoba daftar di kampus-kampus tertentu yang pastinya daftar dikampus negeri. Awalnya saya tertolak di UTBKSNBT dengan tulisan “JANGAN PUTUS ASA DAN TETAP SEMANGAT” mengikuti katakata tersebut, saya mendaftar lagi lewat jalur yang berbeda. Mendaftar di kampus negeri yang ada di Malang, Padang, Semarang, Surabaya dan tidak ada pikiran untuk ke Jogja. Namun dengan keajaiban yang sedang Allah simpan, semua yang awalnya saya daftar tersebut tidak diterima dimanapun. Karena ternyata program studi atau jurusan yang saya inginkan terbilang banyak peminatnya dan saya


21 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 sangat berteguh pada jurusan yang saya inginkan. Entah bagaimana, tiba-tiba saya dan kedua orangtua terpikirkan untuk mendaftar kampus swasta yang berada di Jogja, yaitu Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Alhamdulillah pada saat mendaftar saya keterima di kampus tersebut dengan prodi yang saya inginkan, yaitu prodi ilmu komunikasi fakultas ilmu sosial dan ilmu politik. Walaupun saat SMA saya memilih jurusan IPA tetapi saya yakin kok bisa mengikuti pelajaran-pelajaran soshum. Jadi mau apapun jurusan kalian, jika kalian yakin dan berusaha, bisa dipastikan kalian akan mendapatkan apa yang kalian inginkan. Tentunya, dengan izin Allah juga ya, sobat. Saat itu saya curhat tentang tertolaknya saya di kampus-kampus yang saya inginkan kepada Ustadz Hainol Basri, pasti kalian kenal kan. Beliau menasehati saya seperti ini “Tidak apa antum tertolak di kampus yang antum impikan, boleh jadi itu bukan yang terbaik buat antum. Karena Allah sendiri kan yang bilang ‘Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu’ jadi antum ga boleh tuh, terlalu bersedih. Bisa jadi ada sesuatu kebaikan di kampus yang menerima antum”, selepas dinasehati seperti itu saya semakin yakin dengan apa yang beliau sampaikan. Jazakumullahu khairan katsiron Ustadz Hainol, hehe. Sangat bersyukur sekali saya bisa bertemu dengan seluruh jajaran ustadz dan ustadzah yang ada di Daarul Fikri. Nah sobat Al-Bayan, pasti ada yang kepo-kan, bertanya-tanya apa sih itu ilmu komunikasi? Emang kakak gak bisa ngomong? Paling buat belajar ngomong di depan umum doang, dan bla bla bla lainnya. Pertama saya mau bilang, prodi Ilmu Komunikasi itu bukan cuma buat orang yang jago ngomong doang, bukan cuma buat belajar ngomong doang, bukan cuma buat orang yang ekstrovert doang, buktinya ibu-ibu komplek bisa ngomongin orang dengan lancar tanpa masuk prodi Ilkom, hehe (maap ya ibu-ibu). Dalam prodi Ilkom di UMY nantinya ada penjurusan lagi disaat semester empat, ada tiga penjurusan yang pertama ada public relation disingkat menjadi PR. PR ini akan berfokus pada pengembangan keterampilan komunikasi menggunakan media digital. Selain itu juga mengasah kemampuan merancang rencana komunikasi secara strategis untuk berbagai stakeholders. Yang kedua ada broadcasting, tentu kita tahu itu akan berfokus pada penyiaran. Dan yang terakhir ada advertising, yang dimana berfokus pada bagaimana cara menerapkan strategi kreatif dalam periklanan. Di dalam prodi Ilmu Komunikasi sendiri akan diajarkan bermacam-macam mata kuliah. Di semester awal seperti saya ini ada mata kuliah Psikologi Komunikasi, Retorika, Komunikasi massa hingga Pengantar Ilmu Komunikasi. Seperti itulah secara ringkas terkait program studi Ilmu Komunikasi yang saya ambil, semoga bisa bermanfaat ya sobat. Jadi saran untuk teman-teman yang sebentar lagi kuliah nih, berfokuslah pada program studi atau jurusan yang kalian minati, jangan gengsi atas kampuskampus yang besar. Toh, pada akhirnya yang membesarkan nama kita bukanlah kampus, tapi diri kita sendiri yang menentukannya. Di awal masa perkuliahan saya memang masih sangat beradaptasi dengan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kampus. Yang biasanya saat SMA kita diberikan materi oleh guru, tetapi saat kuliah kita yang lebih banyak mencari materinya sendiri, belajar sendiri, mencari referensi materi yang akurat sendiri, banyak bertanya, dan lain sebagainya. Karena saat kuliah kita akan benar-benar diajak untuk berpikir bahwa kita memang sudah dewasa, bukan lagi anak SMA yang setiap harinya selalu ada yang mengingatkan terlebih berada di pondok yang semuanya serba diatur. Akan tetapi kuliah itu bebas, benar-benar sangat bebas jika kita tidak membatasi


22 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 diri. Apalagi teman-teman yang ingin sekali merantau, merantau itu tak seindah yang kita bayangkan, merantau juga tidak semenakutkan yang kita bayangkan. Cobalah merantau, disana kalian akan menemukan orang baru, merasakan bagaimana jauh dari keluarga, bagaimana mengurus diri sendiri dengan baik, mengatur uang dengan benar, dan masih banyak lagi yang akan kalian dapatkan. Teman-teman udah tahu kan, kalo di pondok kita tuh diajarkan banyak hal. Nah, saya ingin berbagi sedikit lagi nih, pengalaman saya saat di pondok yang berhubungan dengan masa kuliah ini. Di tahun 2020/2021 saat itu saya diamanahkan sebagai ketua muntada. Betul-betul sangat berguna sekali bekal yang saya dapat saat menjabat ketua muntada tersebut, yang dimana saya bisa mengaplikasikannya di organisasi dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) relawan yang saya ikuti sekarang di kampus. Kemudian adanya pelajaran retorika dakwah, pelajaran yang saat awalnya saya tidak mengira akan muncul saat kuliah. Eh, ternyata ada di matakuliah jurusan saya, yaitu retorika. Kemudian terdapat program muhadoroh. Nah ini benar-benar berguna sih, soalnya di muhadoroh itu kita diajarkan untuk tampil di depan umum, dari bagaimana kita harus percaya diri menghadapi grogi kita, sampai bagaimana kita memperhatikan gerak tubuh kita saat di depan umum. Tentunya yang terakhir, adalah saat saya aktif di AlBayan. Saat di Al-Bayan saya belajar dan diajarkan banyak hal tentang ke jurnalistikan oleh Ustadz Didik Hermanto, Ustadz Mustofa dan jajaran Al-Bayan, jazakumullahu khairan katsiron ya ustadz. Kebetulan banget, pengalaman saya saat di AlBayan sampai sekarang masih terpakai saat saya masuk ke dalam organisasi himpunan jurusan. Kebetulan saya sendiri masuk ke dalam bidang persma atau pers mahasiswa, yang biasa dikenal dengan bidang jurnalistik. Alhamdulillah sudah saya berbagi sedikit cerita dan pengalaman. Sebelum saya tutup, saya ingin memberikan pesan kepada sobat-sobat sekalian. Jangan pernah menunggu keajaiban datang ke kita, keajaiban tidak akan pernah datang sendiri jika kita tidak pernah berusaha, berusahalah dan berserahlah kepada Allah agar keajaiban itu bisa datang sendiri. Sekian dari saya, semoga apa yang saya tulis ini dapat bermanfaat buat sobatsobat sekalian. Semoga kita juga dapat berjumpa lagi di edisi-edisi yang lainnya. Jika ada kekurangan dan kesalahan tolong dimaafkan, yang pastinya itu datang dari diri saya pribadi. Dan yang benar datangnya hanya dari Allah SWT. Dibuka dengan salam tentu ditutup dengan salam pula. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


23 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 INNALLAHA DZONNI ABDI Oleh: GEFORAS Awardee (Redaktur Akhwat) “Mau ikut lomba podcast gak? Kebetulan aku sekalian daftar lomba photography di GEFORAS” tawar seorang kawan. Aku kini sedang menemaninya duduk di depan kamar pembimbing yang menghadap langsung ke arah lapangan santri akhwat, ia sedang berkutat dengan formulir dan ketentuan pendaftaran lomba yang akan diikutinya. Namun, tak terbayang olehku akan ditawari untuk mengikuti lomba pula. “Satu tim berisikan dua orang, deadlinenya tanggal 23 Oktober. Kalau kamu bingung buat cari partner, aku saranin dia aja”, lanjut kawanku seraya menunjuk seorang gadis yang tengah duduk di tepi mushola. “Pemikirannya logis dan pemahamannya luas, kadang out of the box gitu” lanjutnya. “Boleh deh”. *** 5 Oktober Menurutku lomba podcast adalah mata lomba yang tak banyak diadakan. Selain karna konten diskusi yang disajikan harus menarik dan santai, podcast juga memiliki tata bahasa, mimik muka serta gerak gerik yang tak boleh luput diperhatikan. Pikiranku sudah berkutat dengan satu pertanyaan sejak bel sekolah berdering tanda pembelajaran jam pertama dimulai, pertanyaan itu ialah Bagaimana langkah awal untuk membuat podcast? Pembelajaran demi pembelajaran berganti dan aku masih terjebak dalam benakku. Hingga ketika selesai menunaikan sholat dzuhur, barulah aku tahu buat pertanyaan sebanyak mungkin terkait temanya lalu klasifikasi! Seketika aku merasa memanglah Allah menyuruhku untuk meminta dulu pertolongan kepadaNya, terima kasih Ya Allah. *** 6 Oktober “Kalau kita mau buat pertanyaan sebanyak-banyaknya, artinya kita juga harus nyari semua jawaban itu dong?” pertanyaan yang dilontarkan temanku ini membuat aku berfikir “Nanti pas pembagian kelompok pertanyaan dari masing-masing kita, disortir juga aja. Pertanyaannya minimal 50 ya”. Kemudian temanku berkata “Kita juga butuh jadwal buat tiap step gak sih?” aku pun setuju dengan usulan temanku ini “Nanti aku M STORY SANTRI


24 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 buatin” ujarku singkat. *** 9 Oktober Bila ditanya apakah rencana sudah tersusun? maka jawabannya sudah, karna kami sudah membuat jadwal yang sangat mendetail untuk proses perharinya. Tolong maklumi, karna hei, bukankah kita harus mempersiapkan yang terbaik untuk hasil yang memuaskan? Namun sayangnya hingga kini kami masih belum memiliki gambaran untuk penyampaian materi kami, yaitu tentang “PERANAN TEKNOLOGI DALAM MELESTARIKAN BUDAYA”. “Tau Skinnyindonesia24 gak?” Tanya temanku. Aku tak tau, apa itu? “coba liat dulu deh video mereka yang ngebahas kalau Youtube itu lebih dari TV” lanjutnya. Aku terpukau dengan cara penyampaian dan penggiringan opini yang mereka buat setelah ia menunjukkan kepadaku video tersebut, kau akan dibuat mengikuti alur mereka dari berbagai sudut pandang namun tetap memiliki kejutan plot twist yang tak terduga. Akhirnya dari video itu kami belajar untuk membuat alur yang memiliki plot twist. *** 16 Oktober Kini materi kami sudah siap. Kami membaginya menjadi tiga bagian pertanyaan yaitu; kebudayaan, kebudayaan dan teknologi, dan teori komplikasi kebudayaan. Walau kemarin kami sempat terlambat dengan tenggat waktu pengerjaannya sehingga mengharuskan kami untuk lembur, kami tetap berhasil mengejarnya dan mengurutkan tiap-tiap bagian sesuai alur. Langkah berikutnya adalah menyusun teks script. Namun kami nyaris melupakan satu hal yang menjadi gerbang utama seluruh kerja keras kami, yaitu “ kita belum daftar buat ikut lomba, sementara tutup lusa! Kita harus daftar sekarang! Besok ada outing pasti gak akan keburu” ujar temanku. Astaghfirullah, bisabisanya lupa. *** 19 Oktober Kami membuat susunan dialog dengan materi yang dijabarkan secara mendasar dan singkat lewat diskusi tanya-jawab. Mula-mula kami buka dengan mengenalkan seorang Warga Negara Indonesia lulusan AIST Jepang yang menemukan konsep 4G dengan menggunakan bahasa asing yaitu Bahasa Inggris, hal ini guna menyinggung dan menautkan opini akan rasa nasionalisme, seperti Mengapa mengomentari rasa nasinalisme akan prestasi orang lain di negara asing namun mereka sendiri juga berbincang menggunakan bahasa asing?. Kemudian kami paparkan bahwa adanya indikasi krisis karakter dan identitas yang tersebar di masyarakat umum, hal ini semua diakibatkan dari pengaruh teknologi. Tapi apakah semua itu salah? Apakah hanya karna kita mempelajari budaya asing, jati diri berbudaya jadi hilang? Apakah dengan begitu budaya Indonesia akan luntur seiring berkembangnya teknologi? Apakah justru hal ini lah yang sedang terjadi di dunia? Yaitu persaingan untuk melesatkan identitas dan keunikan suatu negara yang diakulturasikan dengan transformasi teknologi, hal ini berguna menjadi daya tarik tersendiri bagi suatu negara baik di dunia olahraga, hiburan, seni, bisnis, dan sebagainya. Dapat ditarik kesimpulan bahwa wadahnya adalah teknologi semetara peperangannya adalah akulturasi antar globalisasi. Tapi kita dapat membuat serangan balik dengan “Utamakan Bahasa Indonesia, Kuasai Bahasa Asing Untuk Melestarikan Budaya Lewat Teknologi” jika jati diri kebudayan pada masyarakat Indonesia


25 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 mulai menghilang, lantas siapa yang akan melestarikannya? Sesungguhnya kini dunia dalam genggaman, hanya tergantung pada siapa yang mau menggerakkannya. Sehingga peranan pemuda sangatlah penting dalam melestarikan dan menginovasikannya. Kami mengangguk setuju setelah teks ini benar-benar selesai dibuat. Tak lama lagi langkah kami selesai, huft. *** 22 Oktober “Gimana kalau kita tambahin catur yang kita mainin nanti?” usul temanku. ”Kita sambil podcast sambil main catur gitu?” Tanya ku balik, ia pun mengangguk. Baiklah, menagpa tidak? “Nanti ada pertanyaan ‘akan kita ibaratkan sebagai apa budaya itu bila berada di dunia catur?’ “ ungkapnya. Artinya akan ada opini tambahan disini, yang hanya akan dijawab di hati masing-masing penontonnya. Sesungguhnya kami sungguh diluar deadline, karna di H-1 ini kami belum melakukan rekaman dan pengeditan, maka disiang hari ini pula lah kami meminjam HP Ustadzah Elma untuk merekam tanpa adanya pengulangan atau one take only. Tak memerlukan waktu yang lama, sekitar 30 menit saja sudah cukup bagi kami untuk mempersiapkan tempat , posisi kamera dan merekamnya secara mandiri. Setelah itu, kami langsung mengedit videonya hingga tengah malam sekaligus mengumpulkan video tersebut yang dibantu oleh Ustadzah Rahma. Sungguh sebuah perjuangan untuk menyelesaikan semuanya karna pada hari esok pasti kami tidak akan sempat untuk mengumpulkannya. Kini hanya memasrahkan segalanya kepada Sang Ilahi yang dapat kami lalukan. *** 26 Oktober Hari ini adalah hari yang ditunggutunggu, setiap waktu sudah kami panjatkan do’a, setiap guru dan teman juga sudah kami mintai do’a. Namun hingga siang berganti malam, kami masih tak kunjung mendapatkan kabar. “ini juga sudah aku chat adminnya di grup juga, tapi belum dibales” ujar Ustadzah Rahma setelah kami tanyai yang kesekian kalinya. “kayaknya emang gak masuk 3 besar deh” ucapku sendu “Jangan bilang gitu! Ini belum lewat tengah malem, siapa tau diumuminnya emang lama, jangan pesimis dulu” bantah temanku, aku hanya menggeleng lesu. *** 27 Oktober “Dipanggil Ustadzah Rahma tuh” kalimat itulah yang kudengar pertama kali saat bangun tidur di waktu subuh. Saat kuhampiri beliau, tiba-tiba “SELAMAT!!! VIDEO KALIAN MASUK TIGA BESAR!!!” ucapnya dengan lantang. Otakku masih mencerna ini semua, dengan pikiran yang baru kembali setelah bangun tidur aku masih berfikir ini mimpi gak sih?. “Baru dikabarin jam 9 malem, tapi baru aku buka jam 11 dan kalian pasti udah tidur, jadi aku panggil kamu subuh ini juga” detik itu juga seluruh semangatku seolah kembali lagi, aku tak sabar memberi tahu temanku dan luntur lagi karna beliau lanjut berkata “Tapi ini baru 3 besar, belum tentu menang, ada yang bilang pemenangnya cuma 2 tim. Nanti bakal diumuminnya di Bogor, di pondok IGBS Darul Marhamahnya langsung”. Apa lagi ini Ya Allah? Entah bagaimana aku sudah terbayang reaksi temanku yang satu itu. *** 28 Oktober Kaki kami mulai menyusuri sekolah yang mengadakan lomba ini. Kebetulan, kami memiliki seorang kenalan bernama Ustadzah Miha “Kalau kalian udah diminta kesini artinya kalian udah jadi pemenang, tinggal urutan juara keberapanya aja” jawabnya atas kekhawatiran yang kami simpan. Emang sih, kan gak lucu ya kalo udah datang tapi gak menang. Dan benar saja saat diumumkan “JUARA 3 DIRAIH OLEH… DAARUL FIKRI!!!” . Dari lomba ini kami belajar bahwa kita memperlukan usaha yang sangat besar untuk mencapai hasil yang besar, setelah berikhtiar Allah lah satu-satunya tempat untuk meminta. Berprasangka baiklah kepada takdirNya karna Ia tahu yang terbaik bagi hambaNya. Kita harus tetap menjaga prasangka kita pula, karna sesungguhnya Allah sesuai prasangka hambaNya.


26 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 MUASSIS BERDAKWAHLAH HINGGA NAMAMZuhriah Dahlan atau yang biasa disapa Umi Juju adalah seorang aktivis dakwah sekaligus putri sulung dari salah satu Dewan Pembina Pondok Pesantren Terpadu Daarul Fikri. Kini beliau menjabat sebagai Dewan Pembina di yayasan yang sama dengan ayahnya yaitu Yayasan Qobasat Annur. KEHIDUPAN PRIBADI Umi juju lahir dan besar di Bekasi, Jawa Barat pada tanggal 8 Agustus 1968. Beliau merupakan anak pertama dari sebelas bersaudara dari pasangan KH. Muhammad Dahlan dan Hj. Roemasyah. Beliau menikah setelah menyelesaikan studinya di perguruan tinggi pada tahun 1992 dan pindah ke Cipinang, Jakarta Timur. Kemudian pernikahan mereka dikaruniai empat anak laki-laki. RIWAYAT PENDIDIKAN • MI Matla’ul Ulum • Pondok Pesantren At-Taqwa • LIPIA Jakarta Selatan • Universitas Al-Aqidah, Jakarta Timur KEHIDUPAN AWAL Masa kecil umi Juju banyak dihabiskan di Bekasi, sejak kecil beliau sudah dikenal sebagai anak yang memiliki bakat di bidang public speaking atau pidato diantara temanteman sebayanya. Semasa bersekolah di MI Mathlaul Ulum, beliau juga sering mengikuti lomba antar majelis yang diadakan disekitar rumahnya. Semua ini tak lepas dari dukungan penuh yang diberikan kedua orang tuanya, terutama ayah beliau mulai dari segi materi, latihan, perjalanan keberangkatan, dan lain sebagainya. Hingga pada selanjutnya beliau mampu untuk membuatnya secara mandiri. Dengan latar belakang keluarga yang religius, bagi beliau adalah hal yang lumrah untuk melanjutkan pendidikannya ke dunia kepesantrenan di Pondok Pesantren At-Taqwa, Bekasi. Menempuh ilmu secara tuntas selama enam tahun lamanya di pesantren, Beliau juga sempat merasakan gundah karena banyaknya teman seperjuangan yang pindah di tahun ketiga. Namun Beliau meneguhkan diri untuk istiqomah, disertakan pesan dari kedua orang tua untuk terus melanjutkan Pendidikan karena seakan tidaklah afdhol apabila belum diajar tuntas oleh guru besar dari pondok tersebut yaitu KH. Noer Ali. Hingga dipenghujung kelas tiga MTs, kefashihan membaca qur’an beliau diuji langsung oleh KH. Noer Ali sebagai syarat kelulusannya. Z


27 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 AMU DIKENAL PENDUDUK LANGIT Setelah lulus dari Pondok Pesantren At-Taqwa, beliau melanjutkan Pendidikannya dengan langsung mengambil dua gelar Pendidikan atau double degree, di LIPIA Jakarta Selatan dan Universitas Al-Aqidah Jakarta Timur dengan jurusan tarbiyyah. Semasa kuliah pun beliau sudah aktif dalam mengajar majelis kecil bersama temannya. Kemudian pada semester ketujuh beliau di khitbah yaitu pada tahun 1989 dengan seorang laki laki yang juga aktivis dakwah. KEHIDUPAN SETELAH MENIKAH Kehidupan berumah tangga bukan menjadi hambatan bagi beliau untuk terus menebar ilmu lewat menyampaikan tausiyahnya di berbagai majelis ta’lim. Lewat memanfaatkan waktu sebaik mungkinlah beliau menyanggupi semua pekerjaan di dalam maupun luar rumah, seperti memanfaat waktu saat anak pergi ke sekolah atau menukar jadwal dengan sesama pengisi majelis. Suami beliau pun mendukung kegiatan beliau, karena berkutat di bidang yang sama sehingga kesibukannya dalam mengisi majelis tidak berkurang, justru kegiatan tersebut semakin bertambah dan terjadwal. Dalam satu bulan beliau dapat mengisi sepuluh majelis rutin, belum dengan undangan dari kajian-kajian seperti saat maulid nabi, juga mengisi majelis yang diminta para tetangganya setiap ba’da maghrib. PEMIKIRAN DAN MOTIVASI Tidak puas akan ilmu adalah salah satu slogan yang pantas untuk mendeskripsikan keistiqomahan beliau dalam berdakwah, dengan mengasah keahlian sejak kecil secara tekun dan berguru kepada pengalaman pula yang dapat melahirkan seorang da’iah handal seperti Umi Juju. Umi Juju meyakini bahwa dakwah adalah tugas semua orang, beliau memotivasi diri sendiri bahwa dakwah adalah kewajiban kita sebagai muslim, juga merupakan perintah Allah Swt. sebagai mana dalam alquran ِة َ ِعظ ْ َ و م ْ َ ٱل ِة و َ م ْ ِحك ْ ِٱل َ ب ِّك ب َ ِ ر ِيل َ ب ٰ س َ ِل ُ إ ْع ٱد َ ن ْ س ح َ َ أ ت� ِ ِ ه َّ ِٱل ُ م ب ه ْ ِدل ٰ � َ َ ج ِة ۖ و َ َ ن َ س ْح ٱل “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” QS. An-Nahl[16]:125 Umi Juju kerap diundang untuk tampil di acara TV ataupun membuat kajian secara online, namun beliau tidak mengamini hal tersebut karna beliau ingin terkenal dengan apa yang disampaikan yakni ilmu dan tetap menjalin tali silaturahmi dengan menyampaikan ilmu kepada orang terdekat. Tak sekalipun mengharap ketenaran dunia yang justru takut akan nantinya melalaikan dan cukuplah ilmunya menjadi alasan terkenalnya beliau di penghuni langit.


28 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 MOZAIK S Sumber ilustrasi: https://hidayatullah.com/ Sumber ilustrasi: https://www.cnbcindonesia.com/ Sejak Hamas membutakan Israel dengan serangan paling ambisius yang pernah dilancarkan dari Gaza, timbul pertanyaan mengenai tokoh-tokohnya yang paling berpengaruh. Apalagi, Hamas merupakan kelompok perjuangan yang unik dan menarik. Mereka memiliki pola pergerakan yang sangat rahasia dan tidak mudah terbaca oleh musuh. Keberadaan para tokoh-tokoh Hamas juga mayoritas justru misterius. Itu menunjukkan mereka memiliki pola struktur dan komando yang tidak mudah diketahui oleh publik. Banyak dari orangorang berpangkat tinggi yang tergabung dalam kelompok pejuang Palestina yang menguasai Gaza tidak menonjolkan diri di depan umum. Sementara yang lain menghabiskan sebagian besar hidup mereka untuk menghindari upaya pembunuhan oleh Israel. Berikut tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam Hamas : 1. Ismail Haniyah Sebagai anggota terkemuka gerakan tersebut pada akhir tahun 1980-an, Israel memenjarakan Haniyah selama tiga tahun pada tahun 1989 ketika mereka menindak pemberontakan Palestina yang pertama. Dia kemudian diasingkan pada tahun 1992 ke tanah tak bertuan antara Israel dan Lebanon, bersama dengan sejumlah pemimpin Hamas. Setelah setahun di pengasingan, dia kembali ke Gaza. Pada tahun 1997, ia diangkat menjadi kepala kantor pemimpin spiritual Hamas, sehingga memperkuat posisinya. Haniyeh ditunjuk sebagai perdana menteri Palestina pada tahun 2006 oleh Presiden Mahmoud Abbas setelah Hamas memenangkan kursi terbanyak dalam pemilu nasional, namun diberhentikan setahun kemudian setelah kelompok tersebut menggulingkan partai Fatah pimpinan Abbas dari Jalur Gaza dalam seminggu kekerasan yang mematikan. TOKOH-TOKOH BERPENG


29 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 GARUH DALAM HAMAS Sumber ilustrasi: https://news.detik.com/ Sumber ilustrasi: https://www.suara.com/ Haniyah menolak pemecatannya karena dianggap inkonstitusional, dan menekankan bahwa pemerintahannya "tidak akan mengabaikan tanggung jawab nasionalnya terhadap rakyat Palestina", dan terus memerintah di Gaza. Dia terpilih sebagai kepala biro politik Hamas pada tahun 2017. Pada tahun 2018, Departemen Luar Negeri AS menetapkan Haniyah sebagai teroris. Dia telah tinggal di Qatar selama beberapa tahun terakhir. 2. Yahya Sinwar Pada bulan September 2015, Amerika Serikat memasukkan nama Sinwar ke dalam daftar hitam "Teroris Internasional". Dia adalah pendiri dinas keamanan Hamas yang dikenal sebagai Majd, yang mengelola masalah keamanan dalam negeri, menyelidiki tersangka agen Israel dan melacak petugas intelijen dan badan keamanan Israel. Sinwar telah ditangkap tiga kali. Setelah penangkapan ketiganya pada tahun 1988, dia dijatuhi empat hukuman penjara seumur hidup. Namun, dia termasuk di antara 1.027 tahanan Arab Palestina dan Israel yang dibebaskan oleh Israel dengan imbalan seorang tentara Israel yang ditawan selama lebih dari lima tahun oleh Hamas. Sinwar kembali ke posisinya sebagai pemimpin terkemuka di Hamas dan ditunjuk sebagai kepala biro politik kelompok tersebut di Jalur Gaza pada tahun 2017. Pada tahun 2015, AS memasukkan Sinwar ke dalam daftar hitam "Teroris Internasional". 3. Mohammed Deif Deif memiliki status yang hampir mistis di Gaza karena kemampuannya menghindari pembunuhan. Deif memimpin Brigade Izz Al-Din Al-Qassam, cabang militer gerakan Hamas. Dia adalah sosok bayangan yang dikenal oleh orang Palestina sebagai The Mastermind, dan bagi orang Israel sebagai The Cat with Nine Lives. Pihak berwenang Israel memenjarakannya pada tahun 1989, setelah itu ia membentuk Brigade al-Qassam dengan tujuan menangkap tentara Israel. Setelah dibebaskan, ia membantu merekayasa pembangunan terowongan yang memungkinkan pejuang Hamas masuk ke Israel dari Gaza. Deif adalah salah satu orang yang paling dicari Israel, dituduh merencanakan dan mengawasi pemboman bus yang menewaskan puluhan warga Israel pada tahun 1996, dan terlibat dalam penangkapan dan pembunuhan tiga tentara Israel pada pertengahan tahun 1990-an. Israel memenjarakannya pada tahun 2000, namun ia melarikan diri pada awal pemberontakan Palestina kedua, atau Intifada. Sejak itu, dia hanya meninggalkan sedikit jejak. Ada tiga foto dirinya yang diketahui: satu bertanggal, foto kedua bertopeng, dan foto ketiga bayangannya. Upaya pembunuhan paling serius dalam hidupnya terjadi pada tahun 2002: Deif selamat tetapi kehilangan salah satu matanya. Israel mengatakan dia juga kehilangan satu kaki dan tangannya, dan dia kesulitan berbicara. Pasukan keamanan Israel kembali gagal membunuh Deif dalam serangan di Jalur Gaza tahun 2014, namun membunuh istri dan dua anaknya. 4. Marwan Issa Marwan Issa, atau Manusia Bayangan dan tangan kanan Mohammed Deif, adalah wakil panglima Brigade Izz Al-Din Al-Qassam. Pasukan Israel menahannya selama Intifada pertama selama lima tahun karena aktivitasnya dengan Hamas. Otoritas Palestina menangkap Issa pada tahun 1997, namun dia dibebaskan


30 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 setelah Intifada kedua pada tahun 2000. Dia termasuk dalam daftar paling dicari Israel, dan terluka ketika Israel berusaha membunuhnya pada tahun 2006. Pesawat tempur Israel juga menghancurkan rumahnya dua kali selama invasi Gaza pada tahun 2014 dan 2021, menewaskan saudaranya. Tidak diketahui seperti apa rupa Issa hingga tahun 2011, ketika ia muncul dalam foto grup yang diambil saat resepsi pertukaran tahanan. Dia diperkirakan memainkan peran penting dalam merencanakan serangan ke Israel, termasuk yang terbaru. 5. Khaled Meshaal Khaled Meshaal, yang lahir di Tepi Barat pada tahun 1956, dianggap sebagai salah satu pendiri Hamas. Di bawah instruksi langsung dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, agen matamata Israel Mossad berusaha membunuh Meshaal pada tahun 1997 ketika dia tinggal di Yordania, Agen Mossad memasuki Yordania dengan paspor Kanada palsu dan Meshaal disuntik dengan zat beracun saat berjalan di sepanjang jalan. Pihak berwenang Yordania mengetahui upaya pembunuhan tersebut dan menangkap dua anggota Mossad. Mendiang Raja Hussein dari Yordania meminta PM Israel untuk memberikan penawar racun yang disuntikkan Meshaal. Menghadapi tekanan dari Presiden AS saat itu, Bill Clinton, Netanyahu memberikan obat penawar tersebut setelah awalnya menolak permintaan tersebut. Meshaal, yang tinggal di Qatar, mengunjungi Jalur Gaza untuk pertama kalinya pada tahun 2012. Ia diterima oleh para pejabat Palestina dan banyak warga Palestina keluar untuk menyambutnya. Hamas memilih Ismail Haniyah untuk menggantikan Meshaal sebagai kepala biro politiknya pada tahun 2017, dan Meshaal menjadi kepala biro politik kelompok tersebut di luar negeri. 6. Mahmoud Zahar Mahmoud Zahar lahir di Gaza pada tahun 1945 dari ayah Palestina dan ibu Mesir. Ia dianggap sebagai salah satu pemimpin Hamas yang paling menonjol, dan anggota kepemimpinan politik gerakan tersebut. Dia bersekolah di Gaza dan universitas di Kairo, kemudian bekerja sebagai dokter di Gaza dan Khan Younis sampai pemerintah Israel memecatnya karena posisi politiknya. Mahmoud Zahar ditahan di penjara Israel pada tahun 1988, beberapa bulan setelah berdirinya Hamas. Dia termasuk di antara mereka yang dideportasi oleh Israel ke tanah tak bertuan pada tahun 1992, di mana dia menghabiskan waktu satu tahun. Dengan kemenangan gerakan Hamas dalam pemilihan umum Palestina pada tahun 2006, Zahar bergabung dengan Kementerian Luar Negeri di pemerintahan Perdana Menteri Ismail Haniyeh yang baru dibentuk sebelum akhirnya dibubarkan. Israel berusaha membunuh Zahar pada tahun 2003, ketika sebuah pesawat menjatuhkan bom di rumahnya di Kota Gaza. Serangan itu menyebabkan dia mengalami luka ringan, namun menewaskan putra sulungnya, Khaled. Putra keduanya, Hossam, yang merupakan anggota Brigade al-Qassam, tewas dalam serangan udara Israel di Gaza pada tahun 2008. Sumber : https://international. sindonews.com/ Sumber ilustrasi: https://ecfr.eu/ Sumber ilustrasi: https://www.aa.com.tr/


31 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 JEJAK NOVELIS MULTITALENTA L LATAR BELAKANG Ia lahir di Desa Kauman, Bojonegoro, Jawa Timur pada tanggal 11 Juli 1935. Ibunya bernama Hastuti Suwanti dan ayahnya bernama Muhammad Said; dia pernah menjadi guru sekolah, tentara, dan penulis pada zaman Belanda. Nama aslinya ketika masih kecil adalah Sitti Raya. PENDIDIKAN Bakat menulisnya sudah muncul saat duduk di bangku SMP dengan menulis cerpen. Bahkan sejak kecil dia dijuluki pelamun kecil. Dia memulai pendidikan formalnya di sekolah dasar tahun 1948 di Bojonegoro. Setelah lulus, ia melanjutkan pendidikannya ke SMP tahun 1955 juga di kota Bojonegoro. Setelah menamatkan SMA tahun 1959 di kota Malang, ia pindah ke Jakarta dan melanjutkan pendidikannya ke Fakultas Sastra, Jurusan Purbakala, Universitas Indonesia, tetapi tidak tamat. KARIR Usai kuliah di Universitas Indonesia, kemudian menjadi wartawan di Majalah Wanita. Selain itu, dia juga aktif menulis di Majalah Kartini dan Famili. Lulusan sarjana muda Arkeologi Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun 1959 ini pernah menjadi redaktur Majalah Kartini dan memimpin . Sebagai seorang ibu rumah tangga yang memiliki lima orang anak, prestasi Titi Said pantas diacungi jempol. Sepanjang hidupnya, Titi telah menulis 25 buah novel, cerita pendek dan essai di berbagai majalah dan surat kabar. Kehadirannya dalam dunia kesusastraan Indonesia menarik perhatian para kritikus sastra. H.B. Jassin (1967:73) mengemukakan bahwa Titie memberikan kesan yang jauh lebih dewasa jika dibandingkan dengan pengarang wanita lainnya. Dia bercerita sewajarnya dan latar yang digambarkannya tidak terasa canggung. Tokoh-tokoh yang digambarkan dalam cerita pendeknya itu adalah manusia-manusia yang menghadapi hidup dengan penuh kesadaran, menegakkan keadilan dan kebenaran, serta menjaga martabat dan harga diri manusia. Ajip Rosidi dalam buku Cerita Pendek Indonesia memuji Titie sebagai seorang cerpenis yang sangat terampil dan rajin melukiskan dan memotret panorama Indonesia. Tampaknya kegemarannya ini dilandasi oleh latar belakang keluarganya yang berasal dari keluarga perintis kemerdekaan dan pernah dibuang ke Boven Digul. Salah satu novelnya, ‘Jangan Ambil Nyawaku’ menjadi best seller pada zamannya. Novel yang bercerita tentang seorang yang terserang penyakit kanker itu dikerjakannya setelah melakukan wawancara dengan puluhan dokter. Sebagian novelnovelnya kemudian dijadikan film. Tahun 1977, Titi


32 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 menerbitkan bukunya ‘Jangan Ambil Nyawaku’ dan disusul tahun 1979 dengan ‘Lembah Duka’. Bersama tiga penulis lainnya, Titie Said menghimpun cerita pendeknya dalam buku ‘Empat Wajah Wanita’ (1979). Kegiatannya dalam perfilman sejak 1973 (saat novel pertamanya difilmkan), membawa dirinya aktif di LSF (dulu Badan Sensor Film). Kemudian, dia dipercaya menjadi LSF pada 2000 dan sampai akhir hidupnya ia masih aktif sebagai anggota LSF. Dengan posisi sebagai ketua LSF, wajahnya senantiasa muncul ketika sebuah film yang telah beredar memicu kontroversi dalam masyarakat. Dalam kesibukannya menjadi Ketua LSF, Titi Said masih menulis novel, seperti ‘Deana’ dan ‘Prahara Cinta’. Titie menikah dengan seorang anggota kepolisian yang berpindah-pindah tugas. Tak lama setelah menikah, pada 1965 Titie ikut suami pindah ke Bali. Beliau tidak pernah memaksakan anak-anaknya menjadi penulis. Dari lima anaknya, masingmasing yang tertua berprofesi sebagai pebisnis (lulusan ITB), kedua lulusan ITB, sekarang di Bappenas, ketiga di perminyakan, sekarang di Kuwait, keempat di Amerika, bekerja diperminyakan, dan anak bungsunya bekerja di Bank Mandiri. Hidup baginya adalah menjadi orang yang berguna, dibutuhkan oleh manusia. ”Kita ini seperti angin. Angin dan air bisa menjadi angin yang baik, air yang sangat berguna. Tapi, angin juga bisa menjadi badai dan air juga bisa menjadi banjir. Jadilah angin dan air yang baik, yang selalu dibutuhkan oleh manusia. Angin dan air adalah kesenangan saya”, ujarnya dalam sebuah wawancara dengan harian Republika (2005). Dia meninggal setelah menderita stroke di Rumah Sakit Medistra di Jakarta . KARYA • Perjuangan Hati dan Perempuan • Di sini Aku Tidak Sendiri • Reinkarnasi • Ke Ujung Dunia • Deana • Lembah Duka Sumber isi : https://tokoh.id/tokoh/direktori/titisaid/ https://ensiklopedia.kemdikbud.go.id/ sastra/artikel/Titie Said Sadikun


33 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 OLEH: Faishal (Redaktur Div. Fotografi)


34 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 JUDUL : MY YOUTH PENULIS : GIANTARA ALAM PENERBIT : BUKUNE TERBIT : 13 APRIL 2022 HALAMAN : 450 HALAMAN ISBN : 978-602-220-435-0 PERESENSI : NAYLA AZKIA (IMAD AKHWAT) PATAH HATI TERDALAM RESENSI I Ini adalah surat pertama yang Ibu buat. Ditujukan untuk anak perempuan Ibu satu-satunya, Agastya Judith Clarantia. Saat itu Ibu ingin mengakhiri segalanya, sampai Clara masuk ke kamar dan dengan antusiasnya seraya berkata, “Ibu, Clara mau daftar ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia. Kalau nggak lolos, Clara mau di Ilmu Komunikasi. Doain ya, Ibu.” Saat itu, kehadiran dan semangat Clara menjadi tamparan untuk Ibu. Bagaimana Clara bisa tetap tersenyum walaupun telah mengetahui bahwa patah hati pertama dan terbesar Clara dari orang yang begitu dekat. Sore itu Ibu semakin meyakini bahwa Clara benarbenar memiliki hati yang besar. Tapi, Ibu terlalu pengecut untuk mengatakan semuanya secara langsung. Sejak saat itu, Clara tahu bahwa ia menjadi sangat sulit untuk dimengerti. Sekilas ia terlihat sangat terbuka dengan sekitar, tapi sejatinya ia tengah menutup ruangan dalam dirinya. Ada terlalu banyak hal yang terjadi, hubungan yang tidak baik dengan ayahnya, kecanggungan dengan kedua kakaknya setelah kematian sang Ibu, idealismenya akan apa yang benar dan adil, serta ketidakmampuannya untuk menyatakan apa yang ia rasa dan ia pikir. Namun, dalam kesempatan yang mendekatkan Kalaseorang laki-laki yang mendengar dan memberikan perhatian penuh pada Clara, dan ketika dunia sekitar menjadi saksi perwujudan atas buku, pesta, dan kasih sayang satu sama lain-, Clara bertanya, apakah ini maksud kata-kata Ibunya dalam surat yang ia tinggalkan? Apakah sekarang saat yang tepat untuk menjadi berani?. Kisah dalam buku ini sedikit menceritakan tentang kenyataan dari sang penulis mengenai orang yang paling disayangi, seorang yang sangat luar biasa dalam hidupnya yang juga meninggalkan dirinya di dunia yang kejam ini. Ya, itu adalah Ibu dari penulis buku My Youth ini.


35 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 JUDUL : FIRASAT PENULIS : FAKHRUDDIN AR-RAZI PENERBIT : TUROS PUSTAKA TERBIT : 1 JANUARI 2015 TEBAL : 200 HALAMAN ISBN : 978-623-7327-07-3 PERESENSI : HAFIDZ R (X IMAD IKHWAN) TABIAT SESEORANG BISA DIKETAHUI LEWAT ILMU FIRASAT D Dia bergelar sang Imam Bergelar Fakhruddin Bergelar Syaikhul Islam Dialah Fakhruddin Ar-Razi, pelopor fisiognomi yang ilmunya masih dibutuhkan hingga kini. Pembuat kitab firasat, kitab yang mempelajari pribadi seseorang. Buku ini telah dibuat 1000 tahun lalu, oleh seorang ahli tafsir. Buku yang mengkaji dan mengajarkan bahwa bentuk tubuh bisa mencirikan sifat dan karakter manusia. Maka dari itu, firasat bukanlah kemusyrikan, ia akan tetap menjadi bagian dari prinsip firman Allah SWT. QS. Al-Fatihah : 5. Fa k h r u d d i n (Kebanggaan Islam) dan Syaikhul Islam (Guru besar Islam), keduanya sebagai contoh orang yang berbahu bidang dengan tubuh tinggi dan orang yang berbahu bidang bertubuh pendek, keduanya memiliki perbedaan dari ‘aspek fungsi tubuh’. Orang-orang bertubuh tinggi, baik dari kalangan olahragawan maupun bukan lebih rentan terkena TBC. Sedangkan, orang-orang bertubuh pendek lebih rentan terserang kencing manis dan gangguan jiwa priodik. Demikian, satu contoh yang tertera di dalam buku ini. Tak hanya mengajarkan bagian tubuh, buku ini juga mengkaji bagianbagian lainnya, seperti; mata, hidung, alis, dll. Banyak manfaat jika kita mempelajari ilmu ini lebih dalam, tak lupa mempelajarinya diniatkan hanya semata-mata karena Allah SWT. Dengan ilmu ini kita dapat mengetahui mana yang tipu muslihat dan yang bukan. Inilah ilmu yang diberikan Fakhruddin Ar-Razi, seseorang yang cemerlang pada masanya, baik dibidang logika (alma’qul), keagamaan (al-manqul), dan kearifan lokal.


36 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 PUISI REM(BULAN) SILIH BERGANTI LEMBAYUNG SANDYKALA Karya: Afsunterra (Redaktur Akhwat) Karya: Al Liep K. (IMAD AKHWAT) Karya: Khalishah ( Redaktur Akhwat ) LEWAT WAKTU Karya : Reizah (Redaktur Akhwat) Di antara gemerlap malam Ada satu cahaya Yang membuatku tak berpaling darinya Cahaya benderang diantara kerlip bintang Selamat datang penerangku Penghilang gelisah dihati Teman setia di malam sepi Terimakasih bulan dan bintang – bintang Cahayamu membuat hatiku senang Resah dihati telah hilang Tergantikan senyuman riang Engkaulah rembulanku Pertama kali berpijak Sempat terpikir dibenak Kurasa diriku belum layak Apa aku bisa menolak? Perjalanan masih panjang Banyak rintangan yang diterjang Ambil kesempatan yang tak terulang Mencari pengalaman untuk dikenang Suatu saat nanti Waktunya silih berganti Agar tidak terhenti Memilih yang lebih berarti Waktu, biarlah sebentar Izinkan ku genggam Memori yang kan pudar Waktu, biarlah bungkam Izinkan ku putar ulang Peristiwa yang tlah silam Bila kau beri aku Kesempatan walau satu Kan ku unjuk dengan haru Kan ku rajut dengan mahir Terselip perjuangan penuh sihir Waktu, hingga tibalah pada Ku balutkan kain biru Berukir putih pada dada Serta bintang penyebar ilmu Dan bendera berjuluk garuda Wahai, ini pesan tuk semua Alur kisah teramat indah Bagai semanggi yang menua Siapkanlah kata pisah Karena Januari hampir jua Kepada pemilik harsa yang amerta Yang dahayu lagi nirmala Dibawah dikaranya chandra Dengan baskara yang gentai buana Larikku sering membawa mala Aku abibrahaya didalam amaraloka Dengan nayanika yang terdapat Lakuna didalamnya Wahai yang hanasta harsa! Banyak nirwana fatamorgana Yang telah aku lewati Sudah tenggelam aku didalam sagara nestapa Litaniku selalu aku bumantarakan Dengan candala aku memohon Atma daksa mendapat upeksha Segala adorasi berbuah hasil di anagata Pada lembayung sandykala Ditengah serayu yang membawa rinai Aku abibrahaya pada atma agar palawa Dan diberikan harsa dakara


37 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 HARAPAN UNTUK PALESTINA BENIH. BARA Karya: Ghifary (Redaktur Div. Reporter) Karya: Zidan Alghani (Redaktur Div. Penulis) Karya: Azfa (Redaktur Div. Reporter) Palestina sampai kini menangis tersedu Banyak bangunan yang hancur luluh lantak Langit kota suci itu berubah menjadi kelabu Sebab asap pekat menyeruak Siapakah penyebab dari kerusakan itu? Benar, dialah para zionis yang laknat Palestina sedang dirundung duka Ribuan nyawa berbaring disana Terbujur kaku di sepanjang kota Gaza Banyak Yang terluka bahkan tak bernyawa Kini tiada lagi kedamaian dan ketentraman Yang ada adalah tangan para zionis terlaknat Perempuan dan anak-anak lari ketakutan Meninggalkan semua yang mereka rasa berat Sahabat.. Palestina, saat ini sangat memilukan Palestina, membutuhkan kalian Apakah kalian tidak mendengarnya? Atau kalian berpura pura tuli? Ayo sahabat.. Walau kalian jauh jangan berhenti lakukan sesuatu Hadirkan senyum diwajah palestina Hingga Rabb menghentakkan para zionis Sehingga palestina merdeka AllahuAkbar…. Kala itu lelap siangku tersapa Merasa risih, maka terbukalah sang indra bayang tangan menyentuh pundak kupunya oh, ternyata itu milik dia si penulis fisika bagai membaca resep obat pikirku onar apalagi yang kubuat? Sigap kuberdiri dengan hormat tenang! Tuturnya saat wajahku terlipat dia pinta aku untuk mengekorinya kuturuti itu dan kuikuti langkahnya terbelalak aku di ajaknya panik menggelegar menjadi semangat membara tampak perubahan datang tak terduga dan kusebut itu sebagai awal mula untuk pendatang yang tak kenal bakatnya. Langit kembali menangis Air matanya telah sampai ke bumi Mengalun sendu bersama darah yang mengalir dari luka Sorak sorai membara Mengusik babi-babi serakah “Abadilah! Abadilah! Pemilik ruh-ruh Yang Indah!”


38 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 Sumber Ilustrasi: https://learnloft.com/ Karya: Ridho Alfarizi (Redaktur Div.Penulis) MEMPERSIAPKAN P CERPEN Pukul 04.10 “Waktu antum tersisa 5 menit lagi.” Suara dari sebuah sound di kamarku membuatku terbangun. Aku langsung beranjak turun dari ranjangku, lalu mengambil pakaian sholat dan bergegas menuju masjid. 10 menit lagi adzan subuh akan dikumandangkan, sembari menunggu waktu adzan dikumandangkan, aku melaksanakan beberapa rakaat sholat tahajud dan witir. 4 menit lagi iqomah akan dikumandangkan. “Akh, sekarang ente jadwal imam, kan?” Tiba-tiba seseorang di belakangku mengingatkanku. “Emang, sekarang hari apa ya?” Tanyaku heran. “Jum’at Akh.” “Astagfirullahal’adzim… ana lupa, syukron Akh sudah mengingatkan ana.” “Afwan.” Jum’at merupakan hari jadwal untukku memimpin sholat, bisa-bisanya aku melupakan jadwalku huft… tidak biasanya. Aku langsung mempersiapkan bacaan yang akan aku baca ketika imam, subuh ini aku membaca juz 3 lembar ke 7, untuk melanjutkan program yang dibuat oleh pengurus, yaitu estafet halaman. Jadi, setiap yang jadwal imam harus membaca 1 halaman setiap 1x imam. Oh ya, sebelumnya. Perkenalkan namaku Faris, kelas 10 IPA, aku menjenjang pendidikan di pondok pesantren ‘moderen’. Teman-temanku biasa memnaggilku dengan sebutan ‘panda’ karena, kata mereka mataku mirip panda, tapi entahlah terserah mereka. *** “Faris… ta’al.” Tiba-tiba pembimbing halaqohku memanggilku. “Ya, ada yang bisa ana bantu, ustadz?” “Inshaallah ustadz 5 menit lagi akan berangkat ke bandara, saat ini hanya kamu yang belum setoran, apakah kamu sekarang sudah siap untuk setoran?” “Ustadz akan ke bandara?” Sontak aku terkejut mendengarnya. “In shaa allah.”


39 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 Jadi, hikmah dari yang aku alami adalah, kita harus selalu mempersiapkan diri, di manapun dan kapan pun, walaupun sudah terjadwal. Karena, kita tidak tahu kejadian apa yang akan kita alami selanjutnya. “Yah… ana belum siap setoran ustadz,” jawabku kecewa. Setengah halaman saja aku belum siap, sepertinya aku tidak setoran pagi ini. “Yaudah, kalau begitu kamu setorannya nanti ketika halaqoh malam saja ya.” “Baik, ustadz.” Jawabku lemas. Aku menyesal, kenapa aku tidak mempersiapkannya sebelum waktu halaqoh, kenapa ketika waktu halaqoh aku baru mempersiapkannya, kemana saja aku… *** Waktu maghrib pun tiba. “Allahu… Akbar… Allahu… Akbar…” suara dari muadzin. “Allahu… Akbar… Allahu… Akbar…” seluruh santri menjawab adzan secara bersamaan. Setelah adzan selesai dikumandangkan, seluruh santri langsung berdiri dan melaksakan sholat sunnah. “Ris…” Teman disebelahku memanggilku ketika aku sedang mempersiapkan bacaan untuk imam maghrib. “Ya?” Aku langsung memberhentikan bacaanku, lalu menoleh kepadanya. “Ris, ana imam ya”. Temanku menawarkan dirinya untuk menggantikanku imam. “Serius?” Tanyaku dengan firasat yang tidak enak. “Iya.” Pada saat itu juga aku langsung menaruh qur’anku dan hatiku seketika langsung tenang, aku juga sedang malas menjadi imam “Akhirnya ada yang menggantikanku imam,” gumamku. Menjelang iqomah, seluruh santri melakukan aktivitasnya masing-masing, ada yang berdzikir, tilawah, berdo’a, dan ada pula yang mengobrol dengan temannya. Iqomah dikumandangkan. Laa Ilaaha Illallah Temanku yang menawarkan dirinya untuk menggantikanku imam bernama ‘Juayl’ tiba-tiba ia mendorongku ke tempat imam. Sontak aku terkejut. “Ju, bukanya ente yang imam?” “Kan, ini jadwal ente.” “Tapi tadi ente mau gantiin ana.” “Gak jadi.” Ia mendorongku keras. “Cih, songong banget.” Aku berdecak kesal. Kalian jika di posisiku saat ini pasti sangat kesal. Akhirnya aku pun memaksakan diri untuk menjadi imam dengan bacaan yang kurang persiapan. Para pembaca pasti tahu, jika kita menjadi imam dengan bacaan yang kurang mapan, ada bacaan yang kita ragui, sekujur tubuh gemetar, keringatan, karena takut salah. Pada saat itu, aku pun begitu, aku lupa ayatnya saat imam, untung ada makmun yang membenarkannya. Makmum tersebut ialah Juayl ‘si anak laknat’. Seusai sholat sunnah ba’diyah maghrib, aku pun merenungi kejadian tadi, pasti ada hikmah di balik itu semua. *** Hikmahnya akan aku bagikan kepada pembaca sekalian. Jadi, hikmah dari yang aku alami adalah, kita harus selalu mempersiapkan diri, di manapun dan kapan pun, walaupun sudah terjadwal. Karena, kita tidak tahu kejadian apa yang akan kita alami selanjutnya. -TAMAT-


40 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 Karya: Zidan Alghani Q. (Recerbung PARTIKEL DAN PD “Dan karena hidup itu indah. Aku menangis sepuas-puasnya.” -Dalam Diriku (Sapardi Djoko Damono [1980]) ***** Obi terbangun di sebuah sudut perpustakaan yang begitu besar, dengan kepala yang berdenyut-denyut dan suara yang terasa mendengung. Matanya kabur, seperti terkena sebuah flashbang. Orangorang dengan heran melihat ke arahnya, sama herannya dengan Obi yang sedang mencerna apa yang sebenarnya terjadi.  Tak butuh waktu lama, Ia langsung teringat bahwa ia sudah terpental ke realitas lain. Obi terperanjat. Persis seperti balita yang terbangun tanpa ada sesosok ibu di sampingnya. Tanpa memedulikan sekitar, seketika Obi mencari-cari jalan keluar dari perpustakaan tersebut. Namun tempat ini terlalu luas dan rumit. Tak ubahnya sebuah labirin yang tersusun dari rak-rak berisi buku. Ini di mana? Tahun berapa sekarang? Ke mana arah keluar? Obi bertanya kepada salah satu pengunjung. pengunjung tersebut sempat keheranan, meski ia berbaik hati menjawab semua pertanyaan Obi. Namun segalanya masih terasa membingungkan. Nama tempat ini terasa asing. Terlebih lagi tahunnya begitu tidak logis. Amnia, tahun 3373. Satu-satunya jawaban yang memuaskan baginya adalah jalan keluar. Orang itu berbaik hati mengantarkan Obi menuju ke gerbang. Tempat ini terasa seperti Inggris pada abad 20, atau sederhananya jika kalian pernah menonton Peaky Blinders. Ya, seperti itulah kurang lebih. Mulai dari arsitekturnya, hingga cara berpakaian para penduduk. Segalanya begitu persis. Baiklah, aku rasa ini tidak akan sulit, pikir Obi.  Seseorang di pinggir jalan seperti sedang meneriakan sesuatu. Mungkin dia seorang penyair, atau mungkin orang gila? Namun, dari yang Obi tangkap, ia sedang meneriakan sesuatu tentang perang. Ya, perang. Obi semakin penasaran. Ia menghampiri tukang Koran di tepi jalan. Dan ternyata benar. Amnia sedang berperang. Melawan suatu negara yang bernama Arbolera.  Ini menarik, pikir Obi lagi. Nampaknya fisika pun tengah berkembang di sini. Sebuah ide muncul pada benak Obi. Bagaimana jika aku membantu Amnia untuk berperang, setelah itu aku meminta pemerintah Amnia untuk membiayai penelitianku sehingga aku bisa pulang dan bertemu Hani? Obi semakin bersemangat melihat benang merah untuk keluar dari sini. Ia benar-benar merindukan istrinya. Kalian tahu bagaimana seorang fisikawan ulung berkontibusi dalam peperangan? Ya, senjata pemusnah massal. Sebuah bom.  ***** 18 tahun yang lalu. Hubungan Obi dan Hani semakin berkembang. Obi, yang kini sudah hafal Sumber Ilustrasi: https://id.pinterest.com/


41 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 Redaktur Div. Penulis) PARTITUREPISODE 2 kapan Hani akan datang, selalu menunggu di stasiun lebih awal. Seperti sudah ada perjanjian tak tertulis di antara mereka berdua. Jam sekian, menit sekian, kita bertemu lagi di sini, ya! Awalnya mereka hanya saling tukar sapa dan duduk penuh kecanggungan tanpa mengatakan satu dua patah kata pun. Namun, layaknya sebuah bunga, hubungan mereka kian berkembang dan mekar. Obi mulai berani memulai pembicaraan. Disambut oleh Hani dengan respon yang hangat. Mereka memulainya dengan pembicaraan-pembicaraan yang ringan. Di mana kamu tinggal, seperti apa keadaan di sana, dari mana asal ayah dan ibu, berapa bersaudara dan hal-hal sederhana lainnya. Hingga percakapan mereka berlangsung lebih dalam. Dan kini, mereka tidak saja mengobrol di stasiun. Percakapan mereka berlanjut hingga saat-saat sebelum tidur. Hampir setiap malam, di kamar mereka masing-masing. Melalui telepon genggam masing-masing, mereka melanjutkan percakapan hingga larut malam. Bahkan, hingga salah satu dari mereka ada yang tidak sengaja tertidur. Hubungan mereka berkembang dan terus berkembang. Dan ada satu hal yang terus menghantui mereka. Mereka saling jatuh cinta. Hanya saja, tidak ada dari mereka berdua yang berani mengungkapkannya. Bahkan hubungan mereka sempat terasa mengambang. Hingga mereka lulus tepat di hari yang sama. Obi, dengan segala keberaniannya, menyatakan perasaannya kepada Hani. Hani tersenyum, matanya berbinar dan hampir mengeluarkan air mata seolah mengatakan aku juga mencintaimu, Bi. Beberapa bulan setelah kelulusannya. Lembaran hidup baru dimulai. Mereka berdua akhirnya menikah. “Tapi… Aku tidak terlalu paham tentang fisika.” “Kamu tidak perlu memahami fisika untuk menikah denganku, Han.” Obi terdiam. Satu detik. Dua detik, “kamu hanya perlu memahami aku.” Lalu hening. ***** “Keamanan!” Suara teriakan menggema ke seluruh ruangan. Sekejap, beberapa petugas keamanan datang untuk mengamankan Sang Professor, Obi. Ya, Obi sudah datang ke Pusat Militer Amnia untuk bertemu dengan pejabat di sana. Tak heran memang jika Obi diusir. Siapalah Obi ini? Hanya seorang yang tersesat ke realitas yang cukucukucuk ingin bertemu pemimpin setempat dan menggagas sebuah ide besar.  “Oh, ayolah… Berikan aku kesempatan. Kelak kalian pun akan berterimakasih kepadaku.” Petugas Keamanan tidak peduli dan tetap menggiring Obi keluar. Namun, tanpa disangka seseorang menghampiri mereka “Hey, apa yang kalian lakukan? Singkirkan tangan kalian! dia tamuku,” ucap sosok misterius tersebut. Obi kebingungan. Siapa gerangan orang ini? Namun, demi meli-


42 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 hat sebuah bantuan dan harapan datang, dengan ekspresi meledek ke petugas keamanan, ia pun mengikuti sosok tersebut, “Mari. Lewat sini, Prof.” Tunggu, apa? Prof? Bagaimana dia bisa tahu bahwa aku adalah professor? Begitu pikir Obi. Kebingungan Obi semakin bertambah, kali ini dengan sedikit kekhawatiran. Obi mengikutinya dengan waspada. “Tak perlu bingung dan khawatir, aku tahu siapa kamu.” Mereka sampai di sebuah ruangan, kantor sosok tersebut. Obi melihat sekeliling kantor tersebut. Cukup bersih dan rapih. Dan di salah satu dinding, terpasang sebuah lukisan dari salah seorang tokoh penting dunia. Vladimir Lenin, atau yang dikenal juga sebagai salah satu tokoh revolusioner komunis dunia sekaligus pemimpin negara komunis pertama, Uni Soviet. Kebingungan Obi semakin menjadi-jadi. Bagaimana bisa ada lukisan Lenin, padahal ini adalah realitas lain? Bukankah seharusnya tidak ada orang itu di sini? “Tak perlu bingung dengan lukisan itu, Prof,” sosok itu angkat suara. Kembali paham dengan kebingungan Obi, “Itu lukisan yang kulukis sendiri. Namaku Viktor Kusnesov. Panggil saja Viktor. Asal Ulyanovsk, Rusia.”  Ulyanovsk. Obi tahu kota itu. Tempat di mana Vladimir Lenin dilahirkan. Ternyata ia juga berasal dari sana. Tak heran kalau memang Viktor menjadi seorang komunis tulen. “Seperti yang kukatakan tadi, aku tahu siapa kamu. Professor Obi. Salah satu fisikawan paling berpengaruh dan dihormati di seluruh dunia. Peraih penghargaan Nobel Fisika atas karyanya yang merealisasikan Einstein-Rosen Bridge ke skala yang lebih besar menggunakan komputasi kuantum. Semua orang tahu penemuan besar itu, Prof. itu adalah penemuan yang paling menakjubkan.” Obi tidak mengeluarkan ekspresi apa pun. Hanya terdiam dan memperhatikan. mencoba menebak apa yang sebenarnya orang ini inginkan. “Baiklah, Prof. Fisikawan hebat sepertimu pasti tidak suka basa-basi, bukan? Begitu pun aku. Baiklah, aku akan berterus terang. Aku sudah mengawasimu sejak kamu keluar dari perpustakaan tadi. Pun ketika kamu menghampiri tukang koran. Kamu membaca berita, bukan? Ya, kau benar. Amnia sedang berperang. Aku bisa menebak apa yang ada di pikiranmu. Sumber Ilustrasi: https://id.pinterest.com/


43 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 Kita memang terpental ke realitas yang sama dari Bumi. Namun, sepertinya kita terpental ke lini waktu yang berbeda. aku sudah berada di sini selama 21 tahun. Maka aku mengikutimu hingga ke sini. Kau memilih keputusan yang tepat untuk datang ke pusat militer ini. Ya, Kebetulan… Aku adalah Letnan Jenderal di sini.” “Tunggu, tunggu, tunggu. Ada satu hal yang ingin aku tanyakan. Kalau kau memang berasal dari realitas yang sama denganku. Bagaimana kamu sudah bisa sampai sejauh ini. Maksudku dengan semua pencapaian ini?” “Ah, ya. Maafkan aku. Nampaknya aku lupa menjelaskan kepadamu. Kita memang terpental ke realitas yang sama dari Bumi. Namun, sepertinya kita terpental ke lini waktu yang berbeda. aku sudah berada di sini selama 21 tahun.” 21 ta- Apa?! Obi terkejut. Ternyata memang semisterius ini partikel Mythril. “Baiklah. Aku mengerti… Aku rasa.” “Tentu saja. Kamu lah yang menemukan Mythril. Partikel yang hebat, ditemukan pula oleh ilmuwan yang hebat. Prof., kau pasti ingin pulang bukan?”  Letjen ini sudah benar-benar seperti membaca pikiran Obi. Obi terdiam sejenak. Muncul wajah istrinya dalam kepalanya. Ia teringat akan niat awalnya. Ya, ia akan melakukan apa pun untuk pulang dan bertemu istrinya. “Ya, ya. Tentu saja. Aku akan melakukan apa pun untuk bisa pulang.” “Kalau begitu, aku bisa membantumu mewujudkannya.” “Bisa membantu? Bagaimana denganmu? Kamu tidak mau pulang ke Bumi?” Giliran Letjen Viktor yang terdiam. Ia menatap satu bingkai foto di mejanya. Foto yang berisikan tiga orang. Sesosok pria dengan istrinya dan juga seorang anak kecil sedang tertawa bahagia. Jelas, itu adalah keluarganya. Di sini. “Tidak. Tidak perlu. Aku akan tetap di sini. Amnia terlalu berharga bagiku. Aku… Aku menemukan makna hidupku di sini. Aku tidak akan meninggalkan Amnia. Keluargaku dibantai habis oleh Arbolera. Aku tidak mengerti, padahal merekalah yang aku cari. Tapi…” Letjen Viktor mengepalkan tangannya. Wajahnya memancarkan aura kemarahan dan kebencian. Obi mengerti. Benar-benar mengerti. “Aku turut berduka cita.” “Tidak apa. Ini hal yang lumrah terjadi di peperangan. kau juga pasti memiliki keluarga yang begitu kau sayangi, bukan?” Obi tersenyum. tanda bahwa ia setuju dengan pernyataan tersebut, “Jagalah mereka dengan segenap jiwamu. Baiklah. Kembali ke topik. Saatnya menemukan jalanmu untuk pulang.” “Baik, jadi apa yang harus aku lakukan?” “Aku tau responmu akan secepat itu, Prof. Kau tahu Arbolera sudah benar-benar menyulap seluruh penduduknya menjadi penjahat. Mereka rasis dan penuh kebencian. Sebuah distopia. Mereka menganggap bahwa bangsa mereka lebih tinggi dari pada bangsa yang lain. Itulah mengapa mereka banyak melakukan invasi ke negara-negara lain.”  Letjen Viktor mengambil peta. Peta ini nampak asing. Kartografinya benar-benar berbeda dari peta Bumi. Ia memperkenalkan beberapa daerah. Arbolera cukup luas. Seperti Kanada jika di Bumi. Sedangkan Amnia tidak terlalu. Lebih seperti Inggris jika di Bumi.


44 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 “Jika kau lihat disini Amnia memang tidak seluas Arbolera. Namun, Amnia jauh lebih cerdas. Pusat ilmu pengetahuan realitas ini. Arbolera akan menyesali perbuatannya atas Amnia. Aku mau kamu melakukan seperti apa yang pernah dilakukan J. R. Oppenheimer di Bumi.” “Maksudmu… Proyek Manhattan?” “Ya. Proyek Manhattan. Proyek yang melahirkan dua bom ikonik. Fatman yang jatuh di Hiroshima dan Little Boy yang jatuh di Nagasaki.” “Baiklah. I’m in.” “Sungguh? Secepat itu?” “Tapi, kau berjanji akan membantuku melakukan penilitian tentang pertikel lintas dimensi di sini, kan?” “Ya, Ya. Jika kau sukses melakukan proyek pemusnah massal ini.” “Tidak ada jika-jika. Serahkan saja semuanya padaku. Dan kamu akan takjub akan dunia sains.” “Semangat yang bagus, Prof. Namun, apakah tak masalah jika ini membuatmu pembunuh massal.” Obi terdiam. Menyadari sesuatu yang nampaknya sedikit ia lewatkan. “Jika itu bisa membuatku pulang dan bertemu Ilustrasi Einstein-Rosen Bridge, Sumber: https://id.pinterest.com/ kembali dengan Hani. Aku akan melakukan apa pun. Lagipula Arbolera sudah menjadi negara yang rasis dan jahat, bukan?” “Baiklah, kalau begitu. Kau pasti membutuhkan tempat tinggal dan pekerjaan. Tak perlu khawatir, aku bisa menyiapkan semua yang kau butuhkan untukmu.” Letjen Viktor menyodorkan tangannya, yang disambut hangat oleh Professor Obi. Tanda sebuah kerjasama sudah terbentuk, “Atau adakah yang kamu perlukan lagi, Professor?” Obi terdiam sejenak. Teringat akan sesuatu. “Ya, Ya. Bisakah kamu memberikan aku biola?” “Baiklah,” Letjen menyanggupi, “Mari rekrut beberapa ilmuwan.” ***** Obi berdiri termenung di depan jendelanya. Ia memejamkan mata. Membayangkan: Inti atom yang terbelah, energi yang besar, ledakan yang dahsyat, awan jamur menjulang, suara yang menggelegar, cahaya yang memancar, panas yang membakar, awan yang memerah, kota yang hangus, dan… Hani.


45 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 RENCANA ALLAH Oleh: Sasi K. PJ &Laila F. (VIII IMAD Akhwat, Rawa Lele)


46 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 USAHA TIDAK MENGKHIANATI HASIL Oleh: Rizwar Ahmad (XII IMAD Ikhwan)


47 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 LIBURAN BERPRODUKTIF Oleh: Reza P. (XII IMAD Ikhwan)


48 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30 TETAP MEMBUMI Oleh: Riandy Sutikno (Redaktur Div. Illustrator)


49 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30


50 MAJALAH AL-BAYAN EDISI 30


Click to View FlipBook Version