Lanjutan Lampiran 9
2. Jogging
No Pelaku Olahraga Jenis Aktivitas
1 Ario Wicaksono Aktivitas olahraga jogging Para
17 Tahun lebih banyak di dominasi oleh olahra
Banjarnegara para remaja, meskipun ada motiv
Pelajar beberapa orang dewasa antara
2 Zainul Mawahib yang melakukan olahraga kebug
20 Tahun jogging. Jogging merupakan muda
Candimulyo olahraga yang cukup di berak
Pelajar gemari oleh masyarakat, hal mena
3 Bayu ini terlihat dari cukup meng
22 Tahun banyaknya pelaku olahraga itu, ad
Secang jogging tersebut. Aktivitas memi
Sales olahraga ini dilakukan di area lolos
jogging track Lapangan TNI.
Rindam IV Diponegoro.
90
Motivasi Kontribusi Olahraga
pelaku aktivitas Olahraga jogging memiliki banyak
aga jogging memiliki kontribusi bagi kesehatan fisik, mental
vasi yang beragam, dan sosial seseorang. Bagi kesehatan
a lain untuk menjaga fisik, olahraga jogging memiliki
garan tubuh agar tidak banyak manfaat antara lain untuk
ah lelah ketika menjaga kebugaran jasmani,
ktivitas, untuk memperbaiki kardiovaskular, menjaga
ambah teman, dan metabolisme tubuh dan memperkuat
gisi waktu luang. Selain otot-otot kaki. Bagi kesehatan mental,
da beberapa yang olahraga jogging bermanfaat untuk
iliki motivasi agar bisa menyegarkan pikiran, selain itu juga
ketika mengikuti seleksi bisa menjadi media mengekspresikan
diri melalui hal positif. Bagi kehidupan
sosial, olahraga jogging dapat
digunakan sebagai media untuk
membentuk karakter seseorang
dengan memanfaatkan olahraga
sebagai kegiatan untuk mengisi waktu
luang.
Lanjutan Lampiran 9
Sarana dan Prasarana Kondisi Lingkungan
Sarana dan prasarana Kebersihan lingkungan di Fasil
yang tersedia sudah area Rindam IV komp
cukup lengkap, terutama Diponegoro menurut Dipo
untuk aktivitas jogging. pelaku olahraga rekreasi masy
Disini tersedia area cukup bersih, karena lengk
jogging track yang setiap selesai kegiatan mush
mengitari lapangan selalu ada petugas yang temp
sepakbola. Terdapat juga membersihkan lingkungan temp
beberapa fasilitas tersebut. Kondisi rapi
pendukung seperti lingkungan yang bersih Masy
restock. tentu akan mendukung beba
kegiatan olahraga menjadi fasili
lebih sehat, selain tidak disan
banyak sampah yang terse
berserakan, polusi udara mem
yang minim juga membuat masy
olahraga semakin nyaman nyam
serta masyarakat tidak aktiv
terganggu oleh aktivitas rekre
lalu-lalang kendaraan
bermotor
Fasilitas 91
Foto Kegiatan
litas yang tersedia di
pleks Rindam IV
onegoro menurut
yarakat sudah
kap, terdapat toilet,
hola, tempat sampah,
pat parkir yang luas,
pat berdagang yang
dan lain-lain.
yarakat bisa secara
as untuk mengakses
itas yang tersedia
na. Dengan
edianya fasilitas yang
madai, akan membuat
yarakat menjadi lebih
man ketika melakukan
vitas olahraga
easi.
Lanjutan Lampiran 9
3. Bersepeda
No Pelaku Olahraga Jenis Aktivitas
1 Suyatno Ada 13 orang yang Motiv
45 Tahun melakukan aktivitas olahraga berse
Mertoyudan bersepeda. Olahraga ini lebih antara
TNI banyak di dominasi oleh rekrea
orang laki-laki dewasa, pikira
2 Dwi Agung meskipun ada 1 atau 2 sebel
26 Tahun perempuan yang melakukan selain
Mungkid aktivitas bersepeda. Mulai kebug
Guru dari umur 25 hingga 45 prima
tahun. Aktivitas ini biasanya kuline
3 Agus Salim dilakukan di area luar kegia
26 Tahun kompleks Lapangan Rindam
Mungkid IV Diponegoro. Berbaur
Swasta menjadi 1 dengan para
pejalan kaki dan para
pedagang kaki lima.
92
Motivasi Kontribusi Olahraga
vasi pelaku olahraga Olahraga bersepeda memiliki banyak
epeda sangat beragam, kontribusi bagi kesehatan fisik, mental
a lain untuk sekedar dan kehidupan sosial seseorang. Bagi
asi dan menyegarkan fisik, bersepeda mampu menjaga
an setelah seminggu kebugaran jantung, komposisi tubuh,
lumnya sibuk bekerja, fleksibilitas, ketahan dan kekuatan
n itu juga untuk menjaga otot. Bagi kesehatan mental,
garan tubuh agar tetap bersepeda bisa menimbulkan rasa
a, dan juga mengenal senang jika dilakukan secara
er di sekitar tempat berkelompok dan bersama-sama.
atan. Bagi kehidupan sosial, bersepeda
bisa menjadi aktivitas positif untuk
mengisi waktu luang.
Lanjutan Lampiran 9
Sarana dan Prasarana Kondisi Lingkungan
Sarana dan prasana yang Kondisi lingkungan di Tidak
tersedia untuk olahraga Kompleks Rindam IV bagi p
bersepeda cukup Diponegoro sangat berse
memadai, ada area kondusif. Selain itu terda
khusus yang membaur banyak pepohonan yang dikhu
dengan para pejalan kaki rindang sehingga pesep
dan para pedagang. Para membuat suasana tempa
pelaku bersepeda bisa menjadi sejuk. Kondisi yang
memutari kompleks kebersihan disini juga lain c
Rindam IV Diponegoro cukup terawat karena seper
dengan aman dan merupakan kompleks tempa
nyaman. militer. tempa
Fasilitas 93
Foto Kegiatan
k ada fasilitas khusus
pelaku olahraga
epeda. Hanya
apat area yang
ususnya bagi
peda, tidak terdapat
at parkir sepeda
memadai. Fasilitas
cukup lengkap,
rti toilet, mushola,
at sampah, dan
at parkir yang luas.
Lanjutan Lampiran 9
4. Senam Aerobik
No Pelaku Olahraga Jenis Aktivitas
1 Suhartati Kegiatan senam pagi di Motiv
60 Tahun dominasi oleh perempuan olahra
Kota Magelang berusia 25 – 60 tahun. untuk
Pensiunan PNS Kegiatan ini memiliki banyak tubuh
peserta, ada sekitar 40 hidup
2 Ita peserta senam yang berasal denga
42 Tahun dari Magelang dan dan m
Kota Magelang sekitarnya. Kegiatan ini setela
Wiraswasta biasanya dimulai pukul 06.30
hingga 07.30 WIB
3 Erni
45 Tahun
Semarang
Wiraswasta
94
Motivasi Kontribusi Olahraga
vasi para pelaku Senam memiliki kontribusi yang besar
aga senam antara lain bagi kesehatan. Bagi kesehatan fisik,
k menjaga kebugaran senam bisa membuat badan menjadi
h, menjalani kebiasaan sehat dan bugar, menjaga berat
p sehat, agar awet muda badan, membuat jantung menjadi
an melakukan olahraga, lebih sehat dan peredaran darah
mengisi waktu luang menjadi lancar apabila dilakukan
ah pensiun. dengan sungguh-sungguh. Bagi
kesehatan mental, senam juga akan
membuat seseorang menjadi gembira
karena alunan musiknya yang
membuat bersemangat. Bagi
kehidupan sosial, dengan adanya
kegiatan senam ini masyarakat bisa
saling berinteraksi sehingga seluruh
elemen masyarakat bisa saling
membaur.
Lanjutan Lampiran 9
Sarana dan Prasarana Kondisi Lingkungan
Sarana dan prasarana Kondisi halaman cukup Fasili
yang tersedia untuk luas, disekitarnya ada sanga
kegiatan senam cukup pepohonan yang terda
memadai, ada halaman membuat suasana temp
yang cukup luas yang menjadi sejuk dan tidak halam
bisa dimanfaatkan oleh panas. Halaman terbuat Kond
masyarakat. Selain itu dari paving yang rata dan teraw
juga tersedia sound bersih. sehin
system yang menunjang oleh m
kegiatan senam di umum
lapangan.
Sumber: Dokumen Penelitian 2019
Fasilitas 95
Foto Kegiatan
itas yang tersedia
at memadai,
apat mushola, toilet,
pat sampah dan
man parkir yang luas.
disinya juga cukup
wat dengan baik
ngga bisa digunakan
masyarakat secara
m.
Lampiran 10
DAFTAR INFORMAN PENELITIAN
No Nama Umur Aktivitas Pekerjaan Alamat
(Thn)
1 Rini 12 Jalan Kaki Pelajar Gelangan
12 Jalan Kaki Pelajar Gelangan
2 Tri Kartika 13 Jalan Kaki Pelajar Potrobangsan
17 Jalan Kaki Pelajar Tidar Utama
3 Dava 16 Jalan Kaki Pelajar Mertoyudan
17 Jalan Kaki Pelajar Tempuran
4 Yanuar
49 Potrobangsan
5 Rizki Hanafi
33 Mertoyudan
6 Safitri 43 Mertoyudan
Magelang
7 Awang 28 Jalan Kaki Wiraswasta Tengah
Bambang Magelang
58
8 Hari Jalan Kaki Wiraswasta Banjarnegara
17 Jalan Kaki Wiraswasta
9 Slamet Riyadi Jalan Kaki Wiraswasta Candimulyo
18
10 Sri Susanti Secang
22 Mertoyudan
11 Kamto 55 Jalan Kaki TNI Mungkid
26 Mungkid
12 Ario 26 Jogging Pelajar Jurangombo,
Wicaksono Kota Magelang
60 Kramat, Kota
13 Zainul Jogging Pelajar Magelang
Mawahib 42
Semarang
14 Bayu 45 Jogging Sales
Bersepeda TNI
15 Suyatno Bersepeda Guru
Bersepeda Wiraswasta
16 Dwi Agung Senam Pensiunan
Aerobik PNS
17 Agus Salim Senam
Aerobik Wiraswasta
18 Suhartati Senam
Aerobik Wiraswasta
19 Ita
20 Erni
96
Lampiran 11
DOKUMENTASI PENELITIAN
Gambar 1. Aktivitas Olahraga Jalan Kaki
Gambar 2. Aktivitas Olahraga Jalan Kaki
Gambar 3. Aktivitas Olahraga Jalan Kaki
97
98
Lanjutan Lampiran 11
Gambar 4. Aktivitas Olahraga Jogging
Gambar 5. Aktivitas Olahraga Jogging
Gambar 6. Aktivitas Olahraga Jogging
99
Lanjutan Lampiran 11
Gambar 7. Aktivitas Olahraga Bersepeda
Gambar 8. Aktivitas Olahraga Bersepeda
Gambar 9. Aktivitas Olahraga Bersepeda
100
Lanjutan Lampiran 11
Gambar 10. Aktivitas Olahraga Senam Aerobik
Gambar 11. Aktivitas Olahraga Senam Aerobik
Gambar 12. Aktivitas Olahraga Senam Aerobik
101
Lanjutan Lampiran 11
Gambar 13. Halaman Untuk Senam
Gambar 14. Kondisi Lingkungan
Gambar 15. Halaman Parkir yang Luas
ACTIVE 4 (2) (2020)
Journal of Physical Education, Sport,
Health and Recreations
http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/peshr
AKTIVITAS OLAHRAGA REKREASI DI CAR FREE DAY RINDAM IV
DIPONEGORO KOTA MAGELANG TAHUN 2019
Agus Tri Wibowo , Endang Sri Hanani,
Supriyono, Ipang Setiawan
Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, Fakultas Ilmu Keolahragaan
Universitas Negeri Semarang, Indonesia.
Info Artikel Abstrak
________________ ___________________________________________________________________
Sejarah Artikel: Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengkaji jenis aktivitas olahraga
yang paling banyak dilakukan masyarakat, motivasi melakukan aktivitas olahraga rekreasi,
Diterima Desember kontribusi olahraga rekreasi dan potensi lingkungan fisik yang dapat diakses oleh masyarakat dalam
melakukan aktivitas olahraga rekreasi di Car Free Day. Penelitian ini menggunakan metode survei
Disetujui Desember dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik kualitatif dengan model analisis
Dipublikasikan Januari interaktif. Hasil penelitian (1) Jenis aktivitas olahraga rekreasi yang paling banyak dilakukan
masyarakat adalah jalan kaki, jogging, bersepeda, dan senam aerobik. (2) Motivasi masyarakat
________________ adalah untuk menjaga kebugaran tubuh, untuk refreshing, dan untuk berekreasi bersama keluarga.
(3) Kontribusi olahraga rekreasi dalam aspek fisik adalah meningkatkan kebugaran jasmani, dalam
Keywords: aspek mental adalah mengurangi stres dan depresi, dalam aspek sosial adalah sebagai media
Recreational Sports, Car berkomunikasi dengan komunitas dan lingkungan. (4) Potensi lingkungan fisik adalah kondisi
Free Day lingkungan yang aman dan nyaman serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai.
____________________ Simpulan hasil dari penelitian ini adalah (1) Aktivitas olahraga jalan kaki paling banyak diminati
oleh masyarakat. (2) Dapat memberikan kontribusi bagi nilai-nilai kesehatan dalam aspek fisik,
mental dan sosial. (3) Potensi lingkungan yang aman dan nyaman serta tersedianya sarana dan
prasarana yang memadai.
Abstract
___________________________________________________________________
The purpose of this study is to describe and examine the types of sports activities that most widely carried out by
the community, the motivation to do recreational sports activities, the contribution of recreational sports and the
potential physical environment that can be accessed by the public in conducting recreational sports activities on
Car Free Day. The research uses a survey method with qualitative descriptive approach. The research instruments
used were observation, interviews, and documentation. Data analysis using qualitative techniques with
interactive analysis models. Research result (1) The types of recreational sports activities that most people do are
walking, jogging, biking, and aerobics. (2) The motivation of doing that sport are to be healthy, refreshing, and
recreation. (3) The contribution of recreational sports in the physical aspect is to increase physical fitness, in the
mental aspect is to reduce stress and depression, in the social aspect is as a medium of communication with the
community and the environment. (4) Potential physical environment is a safe and comfortable environmental
condition and the availability of adequate facilities and infrastructure. The conclusions of the results of this study
are (1) Walking is the most interesting activity by the community, (2) Can give contribution for health in the
aspect of physics, mental and social, (3) Environmental potential is safe and comfortable and facilities and
infrastructure are adequate
© 2020 Universitas Negeri Semarang
Alamat korespondensi: ISSN 2252-6773
Gendingan, RT 02/RW 12, Borobudur, Magelang, 56553
Tlp : 085725211479
E-mail : [email protected]
1
Agus Tri Wibowo/ Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation 4 (2) (2020)
PENDAHULUAN aspek fisik, mental, dan sosial. Makna yang
terkandung dalam olahraga bukan sekedar
Aktivitas olahraga rekreasi akhir pekan pendidikan dan prestasi yang bersifat fisik tetapi
banyak dilakukan oleh masyarakat terutama di lebih luas yaitu terkait dengan kecenderungan
perkotaan, karena olahraga rekreasi dipandang olahraga masyarakat untuk memberikan
dapat memenuhi kebutuhan akan nilai-nilai kontribusi dalam kehidupan bermasyarakat.
kesehatan dari aspek fisik, mental, dan sosial.
Olahraga rekreasi sekarang bukan hanya menjadi Berdasarkan hasil observasi awal,
kebutuhan sekunder bagi seseorang, melainkan diperoleh informasi tentang hal-hal yang
sudah bergeser menjadi kebutuhan primer dan berkaitan dengan jenis aktivitas olahraga rekreasi
sudah menjadi gaya hidup (lifestyle) dalam masyarakat. Adapun aktivitas olahraga rekreasi
kehidupan. akhir pekan yang diminati oleh masyarakat jalan
kaki, jogging, bersepeda, dan senam aerobik.
Menurut Dhimas Bagus Dharmawan Minat masyarakat untuk melakukan olahraga
(2018:11-19), fenomena budaya olahraga di rekreasi juga cukup tinggi. Masyarakat sangat
masyarakat diyakini tidak semata-mata sebagai antusias dalam melakukan aktivitas olahraga
aktivitas penunjang kesehatan, tetapi juga rekreasi, dilihat dari jumlah pelaku olahraga
penunjang kebutuhan bermasyarakat yang di rekreasi yang hadir di Car Free Day Rindam IV
dalamnya dapat melekat nilai-nilai kebugaran Diponegoro.
kesehatan, psikologis, dan sosio-budaya.
Olahraga dapat memberikan kontribusi nyata Di kawasan Rindam IV Diponegoro
yang sangat berharga dan memberikan inspirasi terdapat berbagai macam fasilitas pendukung
bagi kesejahteraan dan kelangsungan hidup untuk kegiatan olahraga. Hal ini tentu dapat
manusia dari aspek jasmani, rohani dan sosial. meningkatkan daya tarik masyarakat untuk
Makna yang terkandung dalam aktivitas olahraga melakukan aktivitas olahraga rekreasi terutama
ini tidak sekedar pendidikan dan prestasi yang di akhir pekan. Fasilitas pendukung yang tersedia
bersifat fisik, tetapi lebih luas terkait dengan di Kompleks Rindam IV Diponegoro antara lain
tujuan secara menyeluruh, serta dapat jogging track, restock, halaman, lapangan
memberikan kontribusi terhadap kehidupan bagi sepakbola, lapangan voli, toilet, dan lahan parkir.
setiap individu dalam aspek fisik, mental dan Area Rindam IV Diponegoro juga terbilang
sosial. bersih dan aman karena tempatnya berada di
kawasan militer. Banyak masyarakat yang
Menurut Diego Satriawan (2015:1666- memilih datang ke Rindam IV Diponegoro
1672), masyarakat kini cenderung menggemari karena tertarik dengan keramaian serta
olahraga yang bersifat rekreatif untuk kebersihan tempatnya.
memperoleh kegembiraan, kepuasan, dan
terlebih meningkatkan kebugaran jasmani. Berdasarkan observasi awal dan latar
Aktivitas olah fisik yang spontan acap kali belakang masalah, maka fokus masalah dalam
dilakukan sebagai bentuk usaha masyarakat penelitian ini adalah aktivitas olahraga rekreasi di
untuk menjaga kebugaran. Hal ini berjalan Car Free Day Rindam IV Diponegoro Kota
seiring paradigma serta kebutuhan masyarakat Magelang.
yang serba cepat dalam menjalankan aktivitas.
Jenis aktivitas ini tidak bersifat baku sesuai aturan Tujuan dalam penelitian ini adalah
olahraga seperti pada umumnya dan untuk (1) mendeskripsikan dan mengkaji jenis
membutuhkan sarana yang paten, akan tetapi aktivitas olahraga rekreasi masyarakat di Car Free
lebih ke arah aktivitas fleksibel dan Day Rindam IV Diponegoro, (2)
menyenangkan. mendeskripsikan dan mengkaji motivasi
masyarakat dalam melakukan aktivitas olahraga
Dari dua pendapat tersebut, dapat rekreasi di Car Free Day Rindam IV Diponegoro,
disimpulkan bahwa olahraga yang bersifat (3) mendeskripsikan dan mengkaji kontribusi
rekreatif kini banyak digemari oleh masyarakat olahraga rekreasi terhadap nilai-nilai kesehatan
karena memberikan kontribusi dalam dalam aspek fisik, mental, dan sosial, (4)
membangun kesejahteraan bagi kehidupan dari mendeskripsikan dan mengkaji potensi
lingkungan fisik yang dapat diakses oleh pelaku
2
Agus Tri Wibowo/ Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation 4 (2) (2020)
olahraga rekreasi di Car Free Day Rindam IV HASIL DAN PEMBAHASAN
Diponegoro.
Banyak aktivitas olahraga rekreasi yang
METODE dilakukan oleh masyarakat dalam kegiatan Car
Free Day tersebut, seperti contoh jalan kaki,
Penelitian ini menggunakan metode jogging, bersepeda, dan senam aerobik. Kegiatan
survei dengan pendekatan deskripsi kualitatif. tersebut diikuti oleh seluruh kalangan
Metode kualitatif merupakan metode penelitian masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja,
yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, dewasa bahkan hingga lansia.
digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek
yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai Aktivitas olahraga jalan kaki merupakan
human instrument (Sugiyono, 2016:15). olahraga yang paling digemari oleh sebagian
besar masyarakat di Kota Magelang. Hal ini
Lokasi penelitian ini dilakukan di terlihat dari banyaknya masyarakat yang
kawasan militer Rindam IV Diponegoro Kota melakukan aktivitas jalan kaki. Berdasarkan
Magelang. pengamatan, masyarakat yang melakukan
aktivitas jalan kaki kurang lebih sekitar 100 orang
Sasaran dalam penelitian ini adalah para setiap Minggunya. Alasan masyarakat
pelaku aktivitas olahraga rekreasi di Car Free Day menggemari aktivitas jalan kaki ini dikarenakan
Rindam IV Diponegoro yang terdiri dari pelaku jalan kaki termasuk olahraga yang murah,
jalan kaki, jogging, bersepeda, dan senam aerobik. meriah, menyehatkan serta aman terhadap risiko
Selain itu juga pengelola Car Free Day dan cedera.
instruktur senam aerobik.
Berjalan kaki selama 20 menit sebanyak
Instrumen yang dilakukan dalam dua kali dalam sepekan sudah efektif secara
penelitian ini dengan melakukan signifikan meningkatkan stamina, vitalitas, dan
observasi/pengamatan terhadap jenis aktivitas kesehatan fisik dan mental. Jika jumlah langkah
olahraga rekreasi yang dilakukan masyarakat di tiap harinya ditambah, dalam 32 minggu kita bisa
Car Free Day Rindam IV Diponegoro. Mengamati merasakan efek positif secara nyata.
potensi lingkungan fisik yang dapat diakses oleh
masyarakat untuk melakukan olahraga rekreasi Olahraga jogging menjadi aktivitas yang
yang meliputi sarana dan prasarana, kondisi cukup digemari oleh masyarakat khususnya di
lingkungan dan fasilitas pendukung dalam perkotaan. Melakukan olahraga jogging bukan
aktivitas olahraga rekreasi. Melakukan hanya kegiatan untuk menyalurkan hobi,
wawancara terhadap para pelaku aktivitas melainkan sudah menjadi gaya hidup/lifestyle
olahraga jalan kaki, jogging, bersepeda, dan bagi anak-anak muda. Aktivitas ini lebih banyak
senam aerobik, serta pengelola kawasan Car Free digemari oleh remaja hingga dewasa. Jogging
Day dan instruktur senam aerobik. Serta tergolong olahraga yang simpel karena olahraga
melakukan dokumentasi dalam kegiatan Car Free ini tidak membutuhkan persiapan khusus dan
Day dan dokumentasi mengenai potensi teknik yang sulit serta dapat dilakukan tanpa
lingkungan fisik yang dapat diakses oleh harus mengeluarkan biaya mahal.
masyarakat sebagai data penguat dalam
penelitian. Jogging merupakan salah satu cara
terbaik untuk meningkatkan kebugaran jasmani.
Untuk mencapai keabsahan data dalam Selain itu jogging menjadi kebutuhan bagi remaja
penelitian ini menggunakan teknik triangulasi yang akan mengikuti seleksi masuk sekolah
yaitu pengecekan data dari berbagai sumber kedinasan seperti Akmil, Akpol, IPDN, dan lain-
dengan berbagai cara dan berbagai waktu lain. Karena dalam mengikuti seleksi diperlukan
(Sugiyono, 2016:372) kondisi fisik yang prima dan bugar.
Analisis data yang digunakan adalah Menurut Devy Amelia dkk dalam Jurnal
teknik kualitatif dengan model interaktif yang Kesehatan Masyarakat (2017:77-86) melakukan
meliputi pengumpulan data, reduksi data, aktivitas olahraga jogging secara teratur dan
penyajian data dan penarikan kesimpulan. terprogram dapat meningkatkan sistem
kardiovaskuler menjadi lebih efisien dalam hal
3
Agus Tri Wibowo/ Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation 4 (2) (2020)
memompa darah dan mengantarkan oksigen ke setiap hari Minggu pagi masyarakat yang datang
otot-otot yang digunakan saat beraktivitas. untuk melakukan senam ada 30 sampai 40 orang.
Kebugaran kardiovaskuler menggambarkan
kemampuan otot untuk mengkonsumsi oksigen Masyarakat lebih memilih mengikuti
dalam metabolisme yang dikombinasikan olahraga senam khususnya kaum hawa
dengan kemampuan sistem kardiovaskuler dan dibandingkan mengikuti olahraga lain.
respirasi untuk menghantarkan oksigen kedalam Alasannya karena olahraga senam itu asik dan
mitokondria otot. menyenangkan, selain itu lahan yang tersedia
juga luas sehingga bisa leluasa untuk bergerak.
Bersepeda adalah salah satu olahraga Senam aerobik juga memiliki banyak manfaat
rekreasi yang dilakukan masyarakat di Car Free bagi kesehatan baik secara fisik, mental, maupun
Day Rindam IV Diponegoro. Namun olahraga sosial.
ini tidak memiliki banyak peminat, hal ini terlihat
melalui pengamatan. Jumlah pelaku aktivitas Menurut Susiana Candrawati dkk dalam
olahraga bersepeda hanya 7 hingga 13 orang Jurnal Kedokteran Brawijaya (2016:69-73) salah
setiap Minggunya. Aktivitas ini lebih banyak satu manfaat senam aerobik adalah pengaruhnya
didominasi oleh orang dewasa yang memiliki terhadap kebugaran tubuh. Kebugaran tubuh ini
hobi bersepeda. diperoleh karena senam aerobik melibatkan
seluruh komponen tubuh termasuk kerja fungsi
Banyak masyarakat yang sengaja datang jantung dan fungsi paru.
ke Car Free Day dengan menggunakan sepeda dari
rumahnya. Para pelaku olahraga bersepeda Saat melakukan aktivitas senam aerobik,
biasanya memilih Kompleks Rindam IV jantung akan berdetak lebih cepat sehingga
Diponegoro sebagai tempat singgah setelah mampu memompa darah ke otot dan kembali
melakukan perjalanan dari tempat asalnya. lagi ke paru-paru dengan lebih baik. Selain itu
Pelaku olahraga bersepeda juga lebih banyak mampu menguatkan jantung dan paru-paru
berasal dari wilayah yang jauh dari tempat Car dengan cara meningkatkan aliran darah pada
Fre Day Rindam IV Diponegoro. kedua organ tersebut.
Menurut Putra Sastaman dalam Jurnal Senam aerobik lebih baik dilakukan
Pendidikan Olahraga (2015: 170-181) bersepeda dalam durasi waktu sedikit namun rutin
merupakan cara terbaik untuk berlatih selama 20 dilakukan daripada dalam durasi waktu lama
sampai 30 menit setiap hari, 3 sampai 5 hari namun jarang dilakukan. Disamping itu,
setiap minggu agar memperoleh kesehatan dan melakukan aktivitas senam aerobik yang
kebugaran yang baik. Bersepeda dapat berlebihan juga tidak baik untuk kesehatan.
meningkatkan masing-masing komponen Efeknya dapat menimbulkan beberapa gejala
kebugaran seperti kebugaran jantung, komposisi seperti kekelahan.
tubuh, fleksibilitas, ketahan dan kekuatan otot.
Banyak hal yang bisa dilakukan oleh
Bersepeda secara teratur juga mampu seseorang untuk mengisi waktu luangnya saat
menurunkan kadar kolestrol jahat dalam darah. akhir pekan maupun hari libur. Salah satunya
Menurunnya kadar kolestrol jahat akan melalui aktivitas olahraga rekreasi di Car Free
mengurangi risiko penyempitan pada pembuluh Day.
darah. Selain itu dengan bersepeda juga dapat
meminimalisir risiko terkena diabetes. Hal ini Menurut Kueh, et al dalam Journal of
terkait dengan stabilnya produksi insulin oleh Social Sciences & Humanities (2019:675-683)
tubuh yang aktif. penting bagi seseorang untuk mulai terlibat aktif
untuk melakukan gaya hidup sehat sejak dini, hal
Olahraga senam aerobik adalah salah ini dapat mengurangi seseorang untuk terkena
satu olahraga yang memiliki banyak peminat di penyakit. Motivasi menjadi faktor yang sangat
Kota Magelang. Senam aerobik lebih banyak penting untuk merangsang setiap individu agar
didominasi oleh wanita dewasa hingga lansia. berpartisipasi aktif dalam aktivitas fisik.
Ketertarikan masyarakat khususnya wanita
terhadap senam aerobik sangat tinggi, terbukti Motivasi intrinsik yang melatar-
belakangi masyarakat untuk melakukan aktivitas
olahraga rekreasi di Car Free Day Rindam IV
Diponegoro adalah untuk berekreasi bersama
4
Agus Tri Wibowo/ Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation 4 (2) (2020)
keluarga/teman, untuk menjaga kebugaran kemampuan tubuh. Namun jika olahraga
tubuh, untuk menjaga stamina, untuk menjaga dilakukan dengan berlebihan tanpa
berat badan agar tetap ideal, untuk menyegarkan memperhatikan kemampuan diri sendiri maka
pikiran, untuk menghilangkan penat setelah dapat mengakibatkan cedera serius.
menjalani rutinitas, untuk memperoleh
kesenangan dan kepuasan dan juga untuk Aktivitas olahraga rekreasi dapat
membeli kuliner kesukaan. memberikan kontribusi bagi kesehatan dalam
aspek mental seseorang. Kesehatan mental
Sedangkan motivasi ekstrinsik yang merupakan suatu kondisi psikologis manusia
melatarbelakangi masyarakat untuk melakukan yang sedang dalam keadaan normal tanpa
aktivitas olahraga rekreasi di Car Free Day mengalami gangguan-gangguan psikis seperti
Rindam IV Diponegoro adalah untuk bertemu depresi, stres, ganggung kepribadian, dan lain
dengan komunitas/teman, ingin mendapatkan sebagainya. Aktivitas olahraga rekreasi bisa
pengakuan dari orang lain, untuk persiapan menimbulkan perasaan senang dan gembira jika
mengikuti seleksi di sekolah kedinasan/ dilakukan tanpa adanya paksaan dari orang lain.
angkatan, serta untuk menjelajah dan mengenal Kesehatan mental sangat diperlukan dalam
lingkungan. kehidupan sehari-hari untuk mengatasi segala
macam permasalahan kehidupan yang semakin
Olahraga rekreasi memiliki manfaat berat.
yang cukup besar bagi kesehatan dalam aspek
fisik apabila dilakukan dengan benar dan Melakukan olahraga rekreasi dapat
sungguh-sungguh. Misalnya diawali dengan menurunkan tingkat stres, karena ketika
pemanasan terlebih dahulu agar otot menjadi berolahraga tubuh akan mengeluarkan hormon
lebih renggang tidak kaku ketika memulai yang disebut endrofin. Hormon ini memicu rasa
aktivitas fisik. Olahraga juga harus dilakukan nyaman dan suasana hati yang positif. Selain itu,
secara teratur, terukur, dan terprogram dalam endorfin juga dapat mengurangi rasa cemas serta
jangka waktu tertentu agar mendapatkan hasil depresi. Timbulnya rasa nyaman dalam tubuh
yang maksimal. akan mengurangi beban pikiran.
Olahraga rekreasi dapat memberikan Olahraga rekreasi juga biasanya
kontribusi bagi kesehatan fisik, antara lain dapat digunakan sebagai media untuk mengekspresikan
meningkatkan daya tahan jantung dan paru-paru. diri melalui kegiatan yang positif. Jadi dengan
Hal ini karena aktivitas olahraga menggunakan melakukan aktivitas olahraga rekreasi di akhir
oksigen untuk membakar kalori dalam pekan maka diharapkan seseorang mampu
memproduksi energi dan meningkatkan detak kembali bugar secara mental dan pikiran ketika
jantung sehingga meningkatkan pemompa darah kembali menjalani rutinitas sehari-harinya.
ke seluruh tubuh. Selain itu olahraga rekreasi
juga dapat memperbaiki kardiovaskular. Otot Olahraga pada dasarnya merupakan
jantung yang biasa terlatih akan lebih efektif kebutuhan setiap manusia dalam sebuah
sehingga proses mengantarkan darah dan oksigen kehidupan, agar kondisi fisik dan kesehatannya
ke seluruh tubuh semakin optimal. bisa terjaga dengan baik. Selain bermanfaat bagi
kesehatan fisik, olahraga juga bermanfaat secara
Olahraga rekreasi juga dapat sosial. Bagi kehidupan sosial, olahraga dapat
mengendalikan diabetes serta menangkal digunakan sebagai media sosialisasi melalui
obesitas, hal ini dikarenakan olahraga dapat interaksi dan komunikasi dengan orang lain atau
membantu mengurangi lemak dalam tubuh serta lingkungan sekitar.
membangun masa otot dan meningkatkan
metabolisme tubuh. Jika disertai dengan asupan Olahraga dapat membantu proses
nutrisi yang sesuai, olahraga rekreasi dapat pembentukan karakter seseorang untuk menjadi
membantu menurunkan berat badan sekaligus lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup
mengendalikan diabetes tipe 2. manusia itu sendiri. Aktivitas olahraga rekreasi
merupakan wahana bagi proses sosialisasi.
Jadi olahraga rekreasi akan memberikan Partisipasi aktif dari masyarakat juga dapat
kontribusi yang maksimal bagi tubuh kita apabila meningkatkan proses sosialisasi tersebut.
dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan
5
Agus Tri Wibowo/ Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation 4 (2) (2020)
Apabila seseorang melakukan olahraga bagi pelaku olahraga jalan kaki dan bersepeda
rekreasi secara rutin dan kontinyu, maka bisa menggunakan area luar lapangan Rindam IV
seseorang tersebut memiliki harapan akan nilai- Diponegoro.
nilai sosial seperti berinteraksi dengan komunitas
maupun lingkungan yang dapat menimbulkan Kondisi lingkungan di Rindam IV
nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap Diponegoro cukup bersih, aman dan nyaman
lingkungan. digunakan sebagai tempat berolahraga. Dengan
kondisi lingkungan yang bersih maka akan
Menurut Dhimas Bagus Dharmawan menimbulkan rasa nyaman bagi para pelaku
dalam Jurnal Keolahragaan (2018:11-19) dalam olahraga rekreasi sehingga tidak terganggu
melakukan aktivitas olahraga yang optimal, kegiatan olahraganya. Kondisi aman disini yaitu
dibutuhkan ketersediaan sarana dan prasarana terhindar dari konflik dan kriminal, sehingga
olahraga termasuk ruang terbuka. Sehingga masyarakat tidak perlu takut untuk melakukan
masyarakat dapat mengakses sarana dan aktivitas olahraga rekreasi.
prasarana serta melaksanakan aktivitas olahraga
rekreasi di waktu luang. Sarana adalah segala Di sekitar kompleks tersebut banyak
sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat untuk terdapat pepohonan yang rindang, sehingga
mencapai tujuan. Sedangkan prasarana adalah membuat udara menjadi bersih serta suasana
sumber daya pendukung yang terdiri dari tempat yang asri dan sejuk. Hal ini dapat meningkatkan
olahraga, baik itu di dalam ruangan maupun di kebutuhan akan oksigen untuk membantu proses
luar ruangan. respirasi ketika melakukan aktivitas olahraga
rekreasi.
Dalam suatu kegiatan olahraga tentunya
dibutuhkan sarana dan prasarana sebagai Fasilitas merupakan salah satu faktor
penunjang aktivitas olahraga rekreasi. Semakin penting yang dapat meningkatkan partisipasi
banyak sarana dan prasarana olahraga yang aktif masyarakat terhadap olahraga rekreasi.
tersedia maka masyarakat akan semakin mudah Dengan tersedianya fasilitas olahraga yang
menggunakan dan memanfaatkan sarana memadai maka akan mendorong minat
prasarana tersebut untuk kegiatan olahraga. masyarakat untuk menggunakan fasilitas yang
Dengan tersedianya sarana dan prasarana yang ada. Fasilitas pendukung lainnya seperti toilet,
memadai maka akan membantu untuk mushola, lahan parkir yang luas, serta tempat
tercapainya tujuan olahraga yang diinginkan. sampah juga akan mempengaruhi ketertarikan
masyarakat untuk berolahraga di tempat tersebut.
Daya tarik sarana dan prasarana
olahraga merupakan salah satu faktor yang SIMPULAN DAN SARAN
sangat penting untuk meningkatkan partisipasi
aktif masyarakat untuk berolahraga. Oleh karena Kesimpulan
itu, sarana dan prasarana olahraga harus dapat Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan,
memberikan dorongan atau daya tarik bagi maka dapat disimpulkan:
masyarakat untuk melakukan kegiatan olahraga 1. Jenis aktivitas olahraga rekreasi di Car Free
sesuai dengan kebutuhannya.
Day Rindam IV Diponegoro yang paling
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah banyak digemari oleh masyarakat adalah
dilakukan, Kompleks Rindam IV Diponegoro jalan kaki, jogging, bersepeda dan senam
memiliki sarana dan prasarana olahraga yang aerobik. Aktivitas tersebut dilakukan oleh
memadai yang bisa diakses oleh masyarakat agar semua kalangan usia, mulai dari anak-anak
dapat melakukan proses kegiatan olahraga hingga lansia.
rekreasi yang menyenangkan sehingga 2. Motivasi masyarakat untuk melakukan
masyarakat mau berolahraga dan dapat aktivitas olahraga rekreasi di Car Free Day
mencapai tujuannya secara maksimal. Rindam IV Diponegoro sangat beragam. Bagi
anak-anak, motivasi mereka adalah untuk
Bagi pelaku olahraga jogging, bisa bersenang-senang. Bagi remaja, motivasi
memanfaatkan area jogging track yang tersedia. mereka untuk menyalurkan hobi. Bagi orang
Bagi pelaku olahraga senam, bisa menggunakan dewasa, motivasi mereka untuk menjaga
halaman luas yang tersedia disana. Sedangkan
6
Agus Tri Wibowo/ Journal of Physical Education, Sport, Health and Recreation 4 (2) (2020)
kesehatan dan berekreasi bersama keluarga. DAFTAR PUSTAKA
Sedangkan bagi lansia, motivasi mereka
adalah untuk menjaga kesehatan dan Amelia, Devy dkk. 2017. Faktor-Faktor yang
memanfaatkan waktu luang. Berhubungan dengan Kebugaran Jasmani pada
3. Kontribusi melakukan olahraga rekreasi Remaja Siswa Kelas XI SMK Negeri 11
dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat. 5 (3) : 77-
akan nilai kesehatan dari aspek fisik: 86
kebugaran jasmani, aspek mental:
mengurangi stres dan depresi, aspek sosial: Candrawati, Susiana dkk. 2016. Senam Aerobik
menjalin kerja sama dan membina Meningkatkan Daya Tahan Jantung Paru dan
komunikasi dengan lingkungan. Fleksibilitas. Jurnal Kedokteran Brawijaya. 29 (1) :
4. Potensi lingkungan aman, nyaman dan 69-73
tersedianya berbagai macam sarana prasarana
olahraga, membuat daya tarik tersendiri bagi Dharmawan, Dhimas Bagus . 2018. Ruang Terbuka
masyarakat untuk melakukan aktivitas Olahraga di Kecamatan Gunungpati Kota
olahraga rekreasi disetiap waktu luang. Semarang: Kajian Analisis Melalui Sport
Development Index. Jurnal keolahragaan. 6 (1) :
Saran 11-19
Berdasarkan hasil penelitian dan
Hakim, Rustam. 2004. Arsitektur, Lansekap, Manusia,
kesimpulan diatas, maka dapat dikemukakan Alam, dan Lingkungan. Jakarta: Bina Aksara
saran-saran sebagai berikut:
1. Aktivitas olahraga rekreasi harus dilakukan Husdarta. 2014. Sejarah dan Filsafat Olahraga. Bandung:
Alfabeta
secara rutin dan teratur agar dapat
memperoleh manfaat dari nilai-nilai Koentjaraningrat. 2009. Pengantar Ilmu Antropologi.
kesehatan dalam aspek fisik, mental dan sosial Jakarta: PT Rineka Cipta
2. Bagi pelaku aktivitas olahraga rekreasi
diharapkan memiliki kesadaran untuk Komarudin. 2017. Psikologi Olahraga. Bandung: PT
menjaga fasilitas-fasilitas yang tersedia serta Remaja Rosdakarya
mampu menjaga lingkungan agar tetap bersih
dan nyaman Kueh, Y. C., et al. 2019. Motivation for Physical
3. Bagi pengelola Kompleks Rindam IV Activity among Preadolescent Malay Students in
Diponegoro diharapkan dapat menambah Kelantan, Malaysia. Journal of Social Sciences and
fasilitas-fasilitas olahraga lain agar Humanities. 27 (1) : 675-683
menambah daya tarik masyarakat untuk
melakukan aktivitas olahraga rekreasi di akhir Sastaman, Putra. 2015. Analisis Tingkat Kebugaran
pekan Jasmani Antara Siswa yang Berjalan Kaki dan
Bersepeda pada Siswa Putra Kelas VIII
Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Pontianak.
Jurnal Pendidikan Olahraga. 4 (2) : 170-181
Satriawan, Diego. 2015. Survei Minat Masyarakat
Terhadap Pemanfaatan Ruang Terbuka Publik
Sebagai Tempat Berolahraga di Kota Salatiga
Tahun 2013. Journal of Physical Education, Sport,
Health, and Recreation. 4 (3) : 1666:1672
Soegiyanto. 2013. Keikutsertaan Masyarakat dalam
Kegiatan Olahraga. Jurnal Media Ilmu
Keolahragaan. 3 (1) : 18-24
Soepartono. 2000. Sarana dan Prasarana Olahraga.
Jakarta: Depdiknas
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan.
Bandung: Alfabeta
Mutohir dan Maksum. 2007. Sport Development Index
(Konsep, Metodologi, dan Aplikasi). Jakarta:
PT. Index
Zulkarnaen. 2010. Hubungan Motivasi Dengan
Partisipasi Masyarakat Dalam Melakukan
Aktivitas Olahraga Futsal di Kota Bekasi. Jurnal
Motion. 1 (1) : 1-10
7