LAPORAN MAGANG I SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV JUDUL Analisis Potensi Wilayah (Anpotwil) Dalam Pengentasan Kemiskinan dan Stunting Desa Puyoh Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus Oleh: Kelompok Desa Puyoh Kecamatan Dawe NO NAMA NPP KELAS 1. Akbar Nugraha Tarigan 34.0024 F-3 2. Andreas Gidro 34.0149 E-1 3. Dewina Amanda Sari 34.0343 J-1 4. Egi 34.0425 B-1 5. Fadhilah Isnaeni Putri Arisma 34.0525 G-1 6. Fajar Saka Pratama 34.0202 H-3 7. Ferdi Dwi Yulistia Wanda 34.0474 A-3 8. M. Afriza Fahmi Fazli 34.0247 C-3 9. Pius Yosep Rahangmetan 34.0502 I-2 10. Radeva Mumtaza 34.0147 D-2 INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI 2024
LEMBAR PERSETUJUAN Judul Laporan Magang 1 : Analisis Potensi Wilayah (Anpotwil) Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Wilayah Desa Puyoh Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus. Nama Kelompok : Desa Puyoh Disetujui oleh dosen pembimbing pada hari…………tanggal………Juni 2024 Jatinangor, Juni 2024 Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
STRUKTUR ORGANISASI KELOMPOK Ketua Kelompok : Fajar Saka Pratama 34.0202 / H3 / PPTP Wakil Ketua Kelompok : Ferdi Dwi Yulistian Wanda 34.0474 / A3 / PIT Koor. Program Umum ; Andreas Gidro Koor. Program Khusus : M. Afriza Fahmi Fazli 34. 0149 / E1 / MSDM 34.0247 / C3 / PEPM Koor. Pemerintahan : Pius Y. Rahangmetan 34.0502 / I2 / SKPS Koor. Pembangunan : Egi 34.0425 / B1 / SKP Koor. Kemasyarakatan : Akbar N. Tarigan 34.0024 / F2 / KP
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR, PEMBIMBING AKADEMIK WAJIB MEMPERTIMBANGKAN NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI. Nama Praja : Akbar Nugraha Tarigan NPP : 34.0024 Kelas : F-3 Prodi : Manajemen Keuangan Publik No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Orisinilatas ide dan inovasi yang dihasilkan oleh peserta Magang 1 untuk mengimplementasikan program kerja yang telah ditetapkan. 2. Kemampuan melaksanakan Magang 1 sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kemampuan menyusun laporan magang yang memuat proses dan hasil pelaksanaan praktik kerja lapangan. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR, PEMBIMBING AKADEMIK WAJIB MEMPERTIMBANGKAN NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI. Nama Praja : Andreas Gidro NPP : 34.0149 Kelas : E-1 Prodi : Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Orisinilatas ide dan inovasi yang dihasilkan oleh peserta Magang 1 untuk mengimplementasikan program kerja yang telah ditetapkan. 2. Kemampuan melaksanakan Magang 1 sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kemampuan menyusun laporan magang yang memuat proses dan hasil pelaksanaan praktik kerja lapangan. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR, PEMBIMBING AKADEMIK WAJIB MEMPERTIMBANGKAN NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI. Nama Praja : Dewina Amanda Sari NPP : 34.0343 Kelas : J-1 Prodi : Manajemen Keamanan Dan Keselamatan Publik No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Orisinilatas ide dan inovasi yang dihasilkan oleh peserta Magang 1 untuk mengimplementasikan program kerja yang telah ditetapkan. 2. Kemampuan melaksanakan Magang 1 sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kemampuan menyusun laporan magang yang memuat proses dan hasil pelaksanaan praktik kerja lapangan. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR, PEMBIMBING AKADEMIK WAJIB MEMPERTIMBANGKAN NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI. Nama Praja : Egi NPP : 34.0425 Kelas : B-1 Prodi : Studi Kebijakan Publik No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Orisinilatas ide dan inovasi yang dihasilkan oleh peserta Magang 1 untuk mengimplementasikan program kerja yang telah ditetapkan. 2. Kemampuan melaksanakan Magang 1 sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kemampuan menyusun laporan magang yang memuat proses dan hasil pelaksanaan praktik kerja lapangan. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR, PEMBIMBING AKADEMIK WAJIB MEMPERTIMBANGKAN NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI. Nama Praja : Fadhilah Isnaeni Putri Arisma NPP : 34.0525 Kelas : G-1 Prodi : Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Orisinilatas ide dan inovasi yang dihasilkan oleh peserta Magang 1 untuk mengimplementasikan program kerja yang telah ditetapkan. 2. Kemampuan melaksanakan Magang 1 sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kemampuan menyusun laporan magang yang memuat proses dan hasil pelaksanaan praktik kerja lapangan. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR, PEMBIMBING AKADEMIK WAJIB MEMPERTIMBANGKAN NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI. Nama Praja : Fajar Saka Pratama NPP : 34.0202 Kelas : H-3 Prodi : Praktik Perpolisian Tata Pamong No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Orisinilatas ide dan inovasi yang dihasilkan oleh peserta Magang 1 untuk mengimplementasikan program kerja yang telah ditetapkan. 2. Kemampuan melaksanakan Magang 1 sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kemampuan menyusun laporan magang yang memuat proses dan hasil pelaksanaan praktik kerja lapangan. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR, PEMBIMBING AKADEMIK WAJIB MEMPERTIMBANGKAN NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI. Nama Praja : Ferdi Dwi Yulistia Wanda NPP : 34.0474 Kelas : A-3 Prodi : Politik Indonesia Terapan No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Orisinilatas ide dan inovasi yang dihasilkan oleh peserta Magang 1 untuk mengimplementasikan program kerja yang telah ditetapkan. 2. Kemampuan melaksanakan Magang 1 sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kemampuan menyusun laporan magang yang memuat proses dan hasil pelaksanaan praktik kerja lapangan. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR, PEMBIMBING AKADEMIK WAJIB MEMPERTIMBANGKAN NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI. Nama Praja : M. Afriza Fahmi Fazli NPP : 34.0247 Kelas : C-3 Prodi : Pembangunan Ekonomi Dan Pemberdayaan Masyarakaat No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Orisinilatas ide dan inovasi yang dihasilkan oleh peserta Magang 1 untuk mengimplementasikan program kerja yang telah ditetapkan. 2. Kemampuan melaksanakan Magang 1 sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kemampuan menyusun laporan magang yang memuat proses dan hasil pelaksanaan praktik kerja lapangan. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR, PEMBIMBING AKADEMIK WAJIB MEMPERTIMBANGKAN NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI. Nama Praja : Pius Yosep Rahangmetan NPP : 34.0502 Kelas : I-2 Prodi : Studi Kependudukan Dan Pencatatan Sipil No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Orisinilatas ide dan inovasi yang dihasilkan oleh peserta Magang 1 untuk mengimplementasikan program kerja yang telah ditetapkan. 2. Kemampuan melaksanakan Magang 1 sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kemampuan menyusun laporan magang yang memuat proses dan hasil pelaksanaan praktik kerja lapangan. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR, PEMBIMBING AKADEMIK WAJIB MEMPERTIMBANGKAN NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI. Nama Praja : Radeva Mumtaza NPP : 34.0147 Kelas : D-2 Prodi : Administrasi Pemerintahan Daerah No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Orisinilatas ide dan inovasi yang dihasilkan oleh peserta Magang 1 untuk mengimplementasikan program kerja yang telah ditetapkan. 2. Kemampuan melaksanakan Magang 1 sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kemampuan menyusun laporan magang yang memuat proses dan hasil pelaksanaan praktik kerja lapangan. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI MENJADI MASUKAN BAGI PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR Nama Praja : Akbar Nugraha Tarigan NPP : 34.0024 Kelas : F-3 Prodi : Manajemen Keuangan Publik No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Keaktifan dan loyalitas dalam melaksanakan perintah. 2. Kemampuan melaksanakan Magang I sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kedisiplinan dan kepatuhan sesuai jam kerja. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI MENJADI MASUKAN BAGI PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR Nama Praja : Andreas Gidro NPP : 34.0149 Kelas : E-1 Prodi : Manajemen Sumber Daya Manusia Sektor Publik No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Keaktifan dan loyalitas dalam melaksanakan perintah. 2. Kemampuan melaksanakan Magang I sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kedisiplinan dan kepatuhan sesuai jam kerja. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI MENJADI MASUKAN BAGI PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR Nama Praja : Dewina Amanda Sari NPP : 34.0343 Kelas : J-1 Prodi : Manajemen Keamanan Dan Keselamatan Publik No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Keaktifan dan loyalitas dalam melaksanakan perintah. 2. Kemampuan melaksanakan Magang I sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kedisiplinan dan kepatuhan sesuai jam kerja. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI MENJADI MASUKAN BAGI PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR Nama Praja : Egi NPP : 34.0425 Kelas : B-1 Prodi : Studi Kebijakan Publik No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Keaktifan dan loyalitas dalam melaksanakan perintah. 2. Kemampuan melaksanakan Magang I sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kedisiplinan dan kepatuhan sesuai jam kerja. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI MENJADI MASUKAN BAGI PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR Nama Praja : Fadhilah Isnaeni Putri Arisma NPP : 34.0525 Kelas : G-1 Prodi : Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Keaktifan dan loyalitas dalam melaksanakan perintah. 2. Kemampuan melaksanakan Magang I sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kedisiplinan dan kepatuhan sesuai jam kerja. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI MENJADI MASUKAN BAGI PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR Nama Praja : Fajar Saka Pratama NPP : 34.0202 Kelas : H-3 Prodi : Praktik Perpolisian Tata Pamong No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Keaktifan dan loyalitas dalam melaksanakan perintah. 2. Kemampuan melaksanakan Magang I sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kedisiplinan dan kepatuhan sesuai jam kerja. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI MENJADI MASUKAN BAGI PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR Nama Praja : Ferdi Dwi Yulistia Wanda NPP : 34.0474 Kelas : A-3 Prodi : Politik Indonesia Terapan No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Keaktifan dan loyalitas dalam melaksanakan perintah. 2. Kemampuan melaksanakan Magang I sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kedisiplinan dan kepatuhan sesuai jam kerja. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI MENJADI MASUKAN BAGI PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR Nama Praja : M. Afriza Fahmi Fazli NPP : 34.0247 Kelas : C-3 Prodi : Pembangunan Ekonomi Dan Pemberdayaan Masyarakaat No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Keaktifan dan loyalitas dalam melaksanakan perintah. 2. Kemampuan melaksanakan Magang I sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kedisiplinan dan kepatuhan sesuai jam kerja. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI MENJADI MASUKAN BAGI PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR Nama Praja : Pius Yosep Rahangmetan NPP : 34.0502 Kelas : I-2 Prodi : Studi Kependudukan Dan Pencatatan Sipil No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Keaktifan dan loyalitas dalam melaksanakan perintah. 2. Kemampuan melaksanakan Magang I sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kedisiplinan dan kepatuhan sesuai jam kerja. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui, Dosen Pembimbing Drs. Agus Supriatna, M.Si
SATUAN PRAJA PRATAMA ANGKATAN XXXIV NILAI DARI PEMBIMBING PRAKTISI MENJADI MASUKAN BAGI PEMBIMBING AKADEMIK DALAM MEMBERIKAN NILAI AKHIR Nama Praja : Radeva Mumtaza NPP : 34.0147 Kelas : D-2 Prodi : Administrasi Pemerintahan Daerah No. Indikator Penilaian Nilai (0-100) 1. Keaktifan dan loyalitas dalam melaksanakan perintah. 2. Kemampuan melaksanakan Magang I sesuai dengan Tema yang ditetapkan. 3. Kemampuan komunikasi dan koordinasi dalam pelaksanaan magang dan pembuatan Laporan antara Praja dan Dosen Pembimbing. 4. Kedisiplinan dan kepatuhan sesuai jam kerja. Jumlah Total Rata-rata (Jumlah total dibagi 4) Konversi nilai dalam huruf A = 91 - 100 A- = 81 - 90 B+ = 76 – 80 B = 71 – 75 B- = 65 – 70 C+ = 60 – 64 C = 55 – 59 D = 45 – 54 E = <45 Mengetahui Dosen Pembimbing, Drs. Agus Supriatna, M.Si
KATA PENGANTAR Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kasih setia dan kemurahanNya yang memberikan kesehatan dan kesempatan sehingga kami dapat menyelesaikan laporan Praktik Lapangan atau magang 1 dengan judul “Analisis Potensi Wilayah (Anpotwil) Dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia Wilayah Desa Puyoh Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus”. Laporan Magang ini merupakan hasil dari kegiatan magang yang kami lakukan selama dua puluh satu hari di sebuah desa yang berlokasi di Desa puyoh kecamtan Dawe kabipaten kudus Provinsi Jawa Tengah. Laporan ini dibuat sebagai salah satu syarat untuk memenuhi tugas mata kuliah Praktik Lapangan/Magang 1 pada Fakultas Manajemen Pemerintahan (FMP), Fakultas Politik Pemerintahan (FPP), dan Fakultas Perlindungan Masyarakat (FPM) Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Dalam penyusunan laporan, tentu saja kami tak lepas dari arahan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, kami mengucapkan rasa hormat dan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik melalui doa ataupun dukungan moril. Terkhususnya kepada: 1. Prof. Dr. Hadi Prabowo, M.M selaku Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). 2. Dr. Hailul Khairi, M.Si selaku Dekan Fakultas Manajemen Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). 3. Bapak Dr. Andi Pitono, S.Sos, M.Si. selaku Dekan Fakultas Politik Pemerintahan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). 4. Bapak Dr. Drs. Udayan Madjid, M.Pd. selaku Dekan Fakultas Perlindungan Masyarakat Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). 5. Bapak Hari Suyanto, S.STP, M.Tr.IP selaku Kepala Satuan Wira A Praja Pratama Putra Angkatan XXXIV 6. Bapak Wahyudi, selaku Kepala Desa Puyoh beserta seluruh jajaran desa puyoh 7. Bapak Drs. Agus Supriatna, M.Si. selaku Dosen Pembimbing Akademis dalam proses penyusunan laporan Praktik lapangan/Magang 1. 8. Bapak Samsul Arifin., Selaku Pembimbing Praktisi Lapangan Magang yang telah banyak membantu selama kami melakukan magang. 9. Keluarga dan teman-teman yang selalu mendukung dalam perkuliahan dan penyusunan laporan magang ini. Kami menyadari segala keterbatasan yang ada dalam pelaksanaan maupun penyusunan laporan magang ini, oleh karena itu, kami memohon maaf atas segala kekurangan yang ada. Kritik dan saran yang bersifat membangun sangat diharapkan dalam proses penyempurnaan. Akhir kata, semoga laporan ini bermanfaat untuk menambah wawasan bagi kami khususnya, serta bagi pembaca umumnya. Kudus, 28 Juli 2024 Kelompok Desa Puyoh
BAB I PENDAHULUAN 1. Latar Belakang Institut Pemerintahan Dalam Negeri (Institute of Home Affairs Governance) disingkat IPDN adalah Perguruan Tinggi Kedinasan di bawah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, yang menyelenggarakan pendidikan tinggi kepamongprajaan dan menyiapkan kader pemerintahan dalam negeri di lingkungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dalam menyiapkan kader pemerintahan yang mampu turun secara langsung dalam lapangan salah satu program yang dilaksanakan yakni Praktik Lapangan atau Magang 1. Bapak Rektor Hadi Prabowo menegaskan, program magang ini penting sebelum pengabdian. Praktik Lapangan atau Magang 1 merupakan bentuk perkuliahan melalui kegiatan bekerja secara langsung di dunia kerja. Magang 1 ini merupakan suatu kegiatan praktik bagi satuan praja pratama dengan tujuan mendapatkan pengalaman secara langsung serta berbaur dengan Masyarakat sekitar, yang nantinya dapat diaplikasikan di dunia kerja. Kegiatan magang 1 ini dilaksanakan di Desa Puyoh Kecamatan Dawe adalah salah satu Wilayah yang berada di Kabupaten Kudus Provinsi Jawa Tengah. Sejarah Kota Kudus tidak terlepas dari Sunan Kudus. Karena keahlian dan ilmunya, maka Sunan Kudus diberi tugas memimpin para Jamaah Haji, sehingga beliau mendapat gelar “Amir Haji” yang artinya orang yang menguasai urusan para Jama’ah Haji. Beliau pernah menetap di Baitul Maqdis untuk belajar agama Islam. Ketika itu disana sedang berjangkit wabah penyakit, sehingga banyak orang yang meninggal. Berkat usaha Ja’far Shoddiq, wabah tersebut dapat diberantas. Atas jasa-jasanya, maka Amir di Palestina memberikan hadiah berupa Ijazah Wilayah, yaitu pemberian wewenang menguasai suatu daerah di Palestina. Pemberian wewenang tersebut tertulis pada batu yang ditulis dengan huruf arab kuno, dan sekarang masih utuh terdapat di atas Mihrab Masjid Menara Kudus. Dari kata Al-Quds tersebut kemudian lahir kata Kudus, yang kemudian digunakan untuk nama kota Kudus sekarang.. Adapun beberapa program kerja magang/praktik lapanga 1 yaitu: (1) Program Umum yang terdiri dari program pemerintahan, program kemasyarakatan, program pembangunan (2) Program Khusus adalah program yang dilaksanakan untuk membantu pemerintahan dalam memperoleh verifikasi dan validasi data kemiskinan dan stunting kabupaten kudus oleh praja pratama angkatan XXXIV. Berdasarkan latar belakang diatas, maka peneliti bermaksud melakukan penelitian tentang verifikasi dan validasi data kemiskinan dan stunting kabupaten kudus provinsi jawa tengah terkhusus di desa puyoh. 2. Rumusan Masalah 1. Bagaimana karakteristik Desa Puyoh dan karakteristik masyarakat Desa Puyoh? 2. Apa saja masalah P3KE yang terjadi di Desa Puyoh? 3. Apa saja masalah yang menjadi prioritas utama untuk dapat dilakukan intervensi atau interval kepada masyarakat Desa Puyoh ? 4. Bagaimana intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah P3KE dan stunting yang ditemukan di Desa Puyoh? 5. Bagaimana evaluasi program intervensi masalah P3KE dan stunting di desa Puyoh ?
3. Maksud dan Tujuan Kegiatan Magang I dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Praja Pratama untuk mempraktikkan keahlian dan kemampuan yang dimiliki yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan desa/kelurahan dalam bidang pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Maksud dan tujuan kegiatan MagangI IPDN adalah: 1. Memberikan kesempatan kepada praja untuk mengenal, mengalami dan terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan praktik penyelengaraan pemerintahan sesuai dengan bidang prodi. 2. Meningkatkan keahlian dan keterampilan praja dalam praktik penyelenggaraan pemerintahan di dunia nyata sebagai bekal pengalaman dalam pelaksanaan tugas setelah meyelesaikan pendidikan di IPDN. 3. Untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, koordinasi, kerjasama dan etika profesi dalam penyelenggaraan pemerintahan Kecamatan desa/kelurahan. 4. Untuk meningkatkan keterampilan dalam penyusunan laporan Magang.
BAB II PEMBAHASAN 1. Karakteristik dan Masyarakat Desa Puyoh Desa Puyoh merupakan salah satu desa di kecamatan Dawe yang berbatasan langsung dengan : Barat: Ds. Menawan dan Ds. Jurang (Kec. Gebog) Selatan: Ds. Samirejo Timur: Ds. Piji Utara: Ds. Soco dan Ds. Menawan Di desa ini setidaknya ada 2 TK, 6 sekolah tingkat dasar dan 1 sekolah tingkat menengah. Desa puyoh merupakan salah satu desa mandiri di kecamatan Dawe yang sudah berswasembada pangan puluhan tahun yang lalu. Dari sekitar 7.650 warganya, mata pencaharian warga desa puyoh sudah beragam, mulai dari buruh tani, buruh pabrik, pedagang, pns dan jasa lainya yang mendukung peningkatan ekonomi masyarakat. Tingkat ekonomi Desa Puyoh dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan peningkatan mengingat banyaknya investor lokal yang membuka usahanya di desa ini, yaitu antara lain perusahaan listrik, mebel, perusahaan otobus, teh kemasan, jasa angkutan berat dan puluhan pabrik pengolahan gula tebu serta tak lupa sederetan pertambangan batu dan pasir di Sungai Gelis. Hal ini tentunya berdampak positif terhadap ekonomi masyarakat yang semakin dinamis. 2. Masalah P3KE yang terjadi di Desa Puyoh Sebagai upaya menghapus kemiskinan ekstrem di Desa Puyoh, dilakukan Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE). P3KE berupaya mencari referensi penetapan sasaran bagi program penghapusan kemiskinan ekstrem yang diselenggarakan oleh Praktek Lapangan IPDN Angkatan XXXIV. Program Perlindungan Pemenuhan Kebutuhan Dasar Keluarga adalah data yang digunakan oleh IPDN untuk mengidentifikasi dan memberikan bantuan kepada keluarga yang berada dalam kondisi miskin atau rentan diwilayah Desa Puyoh. Adapun temuan permasalahan di desa puyoh adalah kondisi ketidakmampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, yaitu makan ditemukan 1 hari sekali, air bersih kurang memadai, sanitasi kurang layak, tempat tinggal masih terdapat belum layak. 3. Masalah yang menjadi prioritas utama untuk dapat dilakukan intervensi atau interval kepada masyarakat Desa Puyoh - belum adanya sinkronisasi data data P3KE berisikan data masyarakat berdasarkan nama (by name) dan alamat (by address) yang sudah diverifikasi, dan di-cross check
antara berbagai sumber data yang sudah ada, seperti data dari BPS, BKKBN, dan data kependudukan Kemendagri dengan data yang ada di desa puyoh. 4. Intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah P3KE dan stunting yang ditemukan di Desa Puyoh Sebagai upaya intervensi percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di Desa Puyoh yaitu Beberapa program penanggulangan kemiskinan berbasis keluarga diantaranya bantuan perlengkapan belajar untuk siswa miskin dan Sanggar Kegiatan Belajar (Dindik), bantuan paket sembako untuk kalangan lansia, disabilitas, penghuni RPSBM (Dinsos), bantuan jaminan sosial tenaga kerja rentan (Dinperinaker), bantuan iuran PBI JKN (Dinkes), Bantuan Pengelolaan Makan Tambahan seperti susu, bubur kacang dll untuk anak berpotensi stunting (Dinkes), bantuan bibit entok, bibit cabai (Dinperpa), bantuan benih udang vaname (DKP) bagi warga, pelatihan kewirausahaan. 5. Evaluasi program intervensi masalah P3KE dan stunting di desa Puyoh Persoalan data yang belum akurat membuat intervensi pemerintah desa untuk melaksanakan berbagai program penurunan kemiskinan ekstrem kurang tepat sasaran. Hal ini diduga menjadi penyebab mengapa dampak dari implementasi berbagai program P3KE belum terlihat. adanya banyak sumber data seharusnya bisa dioptimalkan untuk menjadi referensi penetapan sasaran bagi program penghapusan kemiskinan ekstrem didesa puyoh. Ditemukan responden tak masuk di dalam sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang menjadi rujukan pemberian bantuan sosial dan pemberdayaan, tapi masuk di sistem data lain. Ada pula responden yang tidak masuk ke semua sistem data, padahal kondisi dari responden tersebut sangat memprihatinkan jika dilihat di lapangan. Kemudian, masih terbatasnya kerjasama dengan non-pemerintah. Dari lokasi studi ini, Jadi, ini masih perlu kita lakukan sinergi dan kolaborasi maupun kerjasama dengan pihak-pihak non-pemerintah.
BAB III PENUTUP 1. Kesimpulan Desa Puyoh, sebagai bagian dari kecamatan Dawe, menunjukkan dinamika yang kompleks dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Berbagai potensi ekonomi seperti industri lokal dan pertanian menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan ekonomi desa ini. Namun demikian, masalah kemiskinan ekstrem dan stunting tetap menjadi tantangan serius yang perlu diatasi secara komprehensif. Dalam rangka mengatasi masalah tersebut, pemerintah desa telah melakukan berbagai upaya intervensi seperti bantuan sosial, program kesehatan, dan pelatihan kewirausahaan. Meskipun demikian, implementasi program-program ini masih dihadapkan pada beberapa hambatan, terutama terkait dengan manajemen data yang belum optimal dan kurangnya integrasi data antar lembaga. Kerjasama yang lebih erat antara pemerintah desa, pihak non-pemerintah, dan masyarakat sipil diharapkan dapat memperkuat efektivitas program-program pembangunan dan bantuan sosial. Diperlukan juga upaya untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan data serta memperbaiki validasi dan sinkronisasi data yang menjadi dasar penentuan sasaran program. Dengan mengambil langkah-langkah ini, Desa Puyoh dapat lebih baik dalam menghadapi tantangan masa depan dan membangun masyarakat yang lebih sejahtera dan mandiri. Semoga berbagai rekomendasi dan analisis dalam tulisan ini dapat memberikan panduan yang berharga bagi semua pihak yang terlibat dalam pembangunan desa ini, menuju arah yang lebih baik untuk seluruh penduduk Desa Puyoh. 2. Saran Berdasarkan analisis atas kondisi Desa Puyoh, kami mengajukan beberapa saran sebagai langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan efektivitas program pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting: 1. Peningkatan Manajemen Data: o Mendorong pemerintah desa untuk meningkatkan kapasitas dalam manajemen data, termasuk validasi dan sinkronisasi data dari berbagai sumber seperti BPS, BKKBN, dan data kependudukan Kemendagri. Ini penting untuk memastikan bahwa bantuan sosial dan program lainnya tepat sasaran. 2. Penguatan Kerjasama dengan Non-Pemerintah: o Menggalakkan kerjasama yang lebih erat dengan organisasi non-pemerintah, LSM, dan sektor swasta dalam mendukung pelaksanaan program-program pembangunan. Kolaborasi ini dapat membantu memperluas jangkauan program dan memperbaiki efisiensi pengelolaan sumber daya.
3. Partisipasi Aktif Masyarakat: o Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan, implementasi, dan pemantauan program-program pembangunan. Melibatkan masyarakat akan meningkatkan keberlanjutan dan efektivitas program yang dilaksanakan. 4. Peningkatan Kualitas Layanan Dasar: o Fokus pada peningkatan akses dan kualitas layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, air bersih, sanitasi, dan perumahan yang layak. Investasi dalam infrastruktur sosial ini akan berkontribusi besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. 5. Pelatihan dan Pemberdayaan Ekonomi: o Mengintensifkan program pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan ekonomi lokal untuk meningkatkan pendapatan dan keberdayaan ekonomi masyarakat Desa Puyoh. Dukungan terhadap inisiatif ekonomi lokal seperti pertanian, kerajinan, dan industri kecil juga perlu ditingkatkan. 6. Evaluasi dan Pemantauan Berkala: o Melakukan evaluasi dan pemantauan berkala terhadap implementasi programprogram pembangunan untuk mengevaluasi pencapaian dan mengidentifikasi perbaikan yang diperlukan. Dengan menerapkan saran-saran ini secara komprehensif dan berkesinambungan, diharapkan Desa Puyoh dapat mengatasi tantangan kemiskinan ekstrem dan stunting dengan lebih efektif serta menciptakan kondisi yang lebih baik bagi semua penduduknya.
DAFTAR PUSTAKA Hardana, A. (2022). Keikutsertaan Dana Zakat dalam Pengentasan Kemiskinan di Indonesia(Participation of Zakat Funds in Poverty Alleviation in Indonesia). Bukhori: Kajian Ekonomi dan Keuangan Islam, 65-74. Rachmawati, M. (2020). KONTRIBUSI SEKTOR UMKM PADA UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN DI INDONESIA. INTELEKTIVA : JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA, 1-12. Sianturi, V. G., Syafii, M., & Tanjung, A. A. (2021). ANALISIS DETERMINASI KEMISKINAN DI INDONESIA STUDI KASUS (2016-2019). SAMUKA : Jurnal Samudra Ekonomika, 125-133. Triono, T. A., & Sangaji, R. C. (2023). Faktor MempengaruhiTingkat Kemiskinan di Indonesia: Studi Literatur Laporan Data Kemiskinan BPSTahun 2022. Journal of Society Bridge, 59-67.