The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kamim tohari, 2020-09-28 11:52:51

Perawatan Berkala Sistem pengamanan

Perawatan Berkala Sistem pengamanan

Perawatan Berkala Sistem pengamanan

Kecelakaan di jalan raya, didominasi oleh kendaraan roda dua. Semua itu karena
sepeda motor mempunya pengamanan yang minim, tidak seperti mobil yang memiliki
pengaman yang lumayan canggih dan dapat di aplikasikan di dalamnya.

Maka untuk itu sepeda motor modern di lengkapi dengan pengaman yang
diharapkan dapat mengurangi resiko dari kecelakaan. maka dengan ini materi ini dibuat agar
perawatan sistem pengamanan dapat dilakukan dengan baik, supaya sistem pengamanan ready
setiap saat.
A. Prinsip kerja Sistem Pengamanan Sepeda Motor

Bannyak sekali tujuan di beri pengaman, diantaranya untuk mencegah
terjadinya kecelakaan dan untuk mencegah atau menghambat proses pencurian.
1. Sistem Pengamanan Dengan Rem

Pada sistem CVT, yang tentunya tidak memiliki posisi netral seperti halnya
di mobil. Bayangkan jika ketika kita menstater, apakah tidak bahaya, tentunya
kendaraan bisa saja langsung melaju dengan cepat. Hal itu merupan potensi kecelakaan,
maka atas adasar itu pada kendaraan metic menggunakan sistem pengaman dengan
bantuan rem.

Prinsip kerja pengaman rem ini sangat sederhana, yaitu sistem stater
(elektrik) jika salah satu atau dua-duanya rem tidak di Tarik. Pada sistem stater elektrik
biasa, arus listrik dari baterai yang menuju ke relay stater melewati dua buah sakelar,
yaitu kunci kontak dan saklar stater. Pada sistem stater elektrik yang di tambahkan
mekanisme pengaman (dengan menarik handle rem), selain melewati dua buah saklar
arus dari baterai juga dilewatkan ke saklar lampu rem depan dan belakang. Jadi jika
salah satu handel rem tidak di Tarik, maka saklar lampu rem tidak akan aktif dan arus
dari baterai tidak mengalir ke relay stater.

2. Sistem Pengaman Dengan Standart Samping (Side Stand Switch)
Pada awal perkembangan motor skutic, pengaman hanya pada rem saja.

Kemudian munculah pengaman lain, yaitu dengan menggunakan standar samping. Hal

ini bertujuan agar standar samping benar-benar sudah diangkat, karena tidak sedikit
orang yang terjatuh karena standart samping yang lupa untuk diangkat.

Sistem pengaman dengan side stand switch menggunakan tiga sistem
sekaligus, yaitu sistem stater, side stand switch, dan sistem pengapian. Ada beberapa
kondisi yang berkaitan dengan sistem pengaman ini, yaitu :
1. Apabila standar samping sedang diturunkan / digunakan untuk menyandarkan

sepeda motor, motor stater tidak akan bisa berputar saat pengendara menekan
tombol stater walaupun rem ditarak salah satu atau kedua-duanya.
2. Jika pengendara sepeda motor berusaha menghidupkan sepeda motor dengan kick
stater, kalau standart samping masih dalam posisi turun tidak akan bisa hidup.
3. Apabila posisi mesin hidup, kemudian standart samping diturunkan maka secara
otomatis mesin akan mati.

Beberapa kondisi diatas mungkin tidak berlaku untuk beberapa type scutik,
itu hanya yang umum di jumpai di pasaran.
3. Sistem Pengan dengan Kopling dan Transmisi

Sistem pengaman ini bisa kita jumpai pada sepeda motor type bebek/sport,
yang berfungsi untuk mencegah stater bekerja pada saat transmisi tidak pada posisi
netral dan handle kopling tidak di Tarik. Pada kondisi ini, jika stater bekerja pada saat
transmisi belum netral, sepda motor bisa bergerak secara spontan sehingga berpotensi
menciderai pengendara.

4. Sistem Keyless
Sistem Keyless (Tanpa Kunci) ini relative baru diteapkan pada sepeda

motor berkapasitas kecil di pasaran Indonesia. Penggunaannyapun masih terbatas pada
sepeda motor dengan harga yang relative mahal saja. Pada sistem ini menggunkan
sistem remote dan penerima signal (gelombang radio). Remote berfungsi memberi
perintah berupa gelombang radio dengan frekuensi tertentu. Perintahnya bisa berupa
pengaktifan sistem kelistrikan atau mematikan.

Cara kerja sistem smart Key/keyless sangat berfariasi, karena setiap
pabrikan memiliki rancangan yang berbeda-beda. Belum lagi jika keyless
dikombinasikan dengan sistem yang lain. Pada saat remote mendekati sepeda motor,
penerima signal pada sepeda motor akan menerima signal langsung, dalam hal ini ada
juga yang perlu menekan tombol remote agar mengirimkan signal ke perangkat yang
terpasang di sepeda motor.

Setelah komponen penerima signal menerima signal dari remote, kemudian
pengemudi perlu menekan/memutar pada knop agar kelistrikan aktif. Biasanya sistem
keyless juga mengatur kunci stang, kunci jok bahkan ada yang berhubungan dengan
tutup bensin. Beberapa pabrikan juga melengkapi dengan kunci biasa, hal ini bertujuan
untuk mengantisipasi kegagalan sistem keyless.

B. Perawatan Berkala Sistem Pengamana
Sama seperti sistem kelistrikan yang lain, sistem pengaman juga memerlukan

perawatan. Tetapi ada beberapa sistem yang sama sekali tidak memerlukan perawatan,
tetapi hanya memerlukan pemeriksaan saja. Sistem pengamanan umumnya masih
menggunakan saklar, sehingga masih mudah untuk dirawat. Tetapi masih banyak pemilik
kendaraan tentang sistem pengaman yang terpasang pada kendaraanya, jika sistem
pengaman rusak tentunya sepeda motor tidak akan bisa digunakan. Beberapa perawatan
berkala yang dapat dilakukan untuk merawat sistem pengaman disepeda motor diantaranya
:

1. Pemeriksaan Baterai
Baterai perlu diperiksa karena baterai merupakan sumber tenaga listrik utama

hampir bagi semua sistem kelistrikan di sepeda motor. Tetapi dengan teknologi yang
semakin maju, di sepeda motor sudah dilengkapi dengan indicator yang diperlukan
pada baterai, sperti indikatur berapa tegangan baterai, ataupun indicator tegangan
pengisian yang bekerja. Sehingga dengan memperhatikan di speedometer, kita sudah
mendapatkan informasi yang cukup mengenai baterai. Apalagi kendaraan saat ini
menggunakan baterai denga type MF (Maintenance Fre), sehingga tiadak lagi kita repot
melihat kondisi air aki.

2. Pemeriksaan Komponen Saklar

Pada saklas sistem pengaman, jarang sekali menjadi perhatian para teknisi.
Padahal jika saklar rusak, maka sepeda motor dimungkinkan tidak akan bisa hidup.
Maka begitu penting pemeriksaan saklar pengaman. Yang sekarang harus di ketahui
adalah posisi saklar pada pengaman sepeda motor.

Dari beberapa pabrikan mungkin cara meletakkan posisi saklar pengaman ada
yang berbeda-bedam maka kita harus mempelajarinya. Pemeriksaan bertujuan untuk
melihat kondisi fisik saklar, apakah ada kerusakan fisik atau kotoran yang menumpuk.
Kerusakan fisik bisa saja berupa rusaknya karet pelindung yang manak bisa
menyebakan masuknya air kedalam saklar, sehingga akan mengakibatkan terjadinya
konsleting.

3. Pemeriksaan Rangkaian Kabel
Pemeriksaan rangakaian kabel bertujuan untuk mengetahui kondisi kabel-

kabel yang terhunung dengan sistem pengaman. Pemeriksaan kabel memang sangat
sulit, karena kabel bisanga diberikan pelindung yang kuat sehingga tidak bisa dilihat
langsung. Mungkin pemeriksaan dengan melihat kontinutas, hal ini bertujuan agar jika
ada kabel yang putus segera di ketahui.

4. Pemeriksaan Baterai Remote
Baterai yang terpasang pada remote adalah baterai yang tidak dapat diisi ulang.

Sehingga kita harus memperhatikan kondisi baterai. Bisanya pabrikan akan memeberi
lampu isyarat pada remote berupa kedipan berulang-ulang ketika baterai mempunya daya
yang kurang. Atau bisa diketahui dari jarak efektif remote yang semakin berkurang, missal
remote bisa digunakan pada jarak 20m pada kondisi baterai masih memiliki daya yang
mencukupi, maka jika daya sudah berkuarng maka jarak efektif kan menurun. Hal ini
berarti baterai harus secepatnya diganti, karena jika kehabisan daya baterai maka motor
tiak akan bisa berfungsi.


Click to View FlipBook Version