The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by kamim tohari, 2020-09-27 19:45:19

SISTEM PENGISIAN SEPEDA MOTOR

SISTEM PENGISIAN SEPEDA MOTOR

SISTEM PENGISIAN SEPEDA MOTOR
Sistem pengapian sepeda motor pada adasarnya adalah pembangkit tenaga listrik yang
berfungsi melakukan pengisian baterai secara tepat dan terukur. Komponen komponen adalah :
1. Stator

Stator secara harfiah adalah bagian yang tidak bergerak, bisa berupa kumparan atau
magnet. Pada sistem pengisian sepeda motor stator berupa gulungan kumparan menjadi
beberapa bagian
2. Rotor

Rotor pengisian sepeda motor terbuat dari magnet permanen, rotor berbentuk lingkaran
dan cekungan. Putaran rotor mengikuti putaran poros engkol.
3. Penyearah dan Pengatur Tegangan

Regulator berfungsi untuk mengatur tenaga listrik yang dihasilkan oleh generator,
terutama besar tegangannya. Tegangan normal baterai sebesar 12,6V secara teoritis.

4. Baterai

Baterai adalah sistem pengisian paling akhir, baterai berfungsi sebagai penyimpan arus
dan tegangan yang nantinya digunakan untuk menyuplai daya pada sistem kelistrikan sepeda
motor.

Saat sepeda motor dihidupan, generator ikut berputar poros engkol. Sehingga
membangkitkan kelistrikan yang kemudian akan mengalir melalui kabel warna kuning yang menjadi
output generator. Kemudian arus listrik mengalir ke regulator rectivier untuk di atur besar
tegangannya dan di searahkan. Kemudian diteruskan untuk mengisi baterai.

Perawatan Sistem pengisian
Sistem pengisian hapir tidak memerlukan perawatan berkala, baterai hanyalah satu-
satunya komponen yang sering diganti jika mengalami kerusakan. Prosedur pemeriksaan berikut
ini tidak wajib dilaksanakan jika pengisian tidak mengalami gangguan.
1. Pengukuran Tegangan Pengisian

Pengukuran pengisian menggunakan pengukuran tegangan baterai saat mesin
dalam keadaan hidup dan berputar 500rpm. Tegangan yang di hasilkan seharunya 13,7-14,7V,
jika pengukaran kurang atau lebih berarti ada masalah pada sistem pengisian.
2. Pemeriksaan Baterai

Baterai yang masih layak pakai tentunya baterai yang masi bisa menyimpan arus
pengisian, jika baterai telah rusak, sebagus apapun pengisian tidak akan dapat diisi. Jangan
buru-buru menyalahkan baterai jika ada masalah pengisian, makanya perlunya pemeriksaan
kondisi baterai.
3. Pengukuran Komponen Penyearah (Rectifier)

Jika diketahui kondisi baterai masih bagus, maka perlu diadakan pemeriksaan
komponen lainnya. Pemeriksaan rectifier adalah dengan cara mengukur besarnya tegangan
yang dikeluarkan. Tegangan pengisian harus sesuai tegangan standart, lihat buku manual.
4. Pengatur Tegangan (Voltage Regulator)

Kompone ini mudah di deteksi kerusakan karena akan menimbulkan kondisi abnormal
diantaranya penguapan elektrolit yang sangat cepat, lampu kepala yang mudah putus
terutama saat putaran tinggi dan kotak baterai yang menggelembung.
5. Generator

Generator di Indonesia umumnya terbuat dari magnet permanen yang jarang sekali di
temuai rusak, tetapi ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan agar stator masih bisa digunakan.
Seprti tidak boleh mendekatkan dengan benda lain yang mengandung kemagnetan dan tidak
boleh menjatuhkan.

Stator terdiri dari beberapa lilitan yang jarang mengalami kerusakan. Kerusan yang
terjadi biasanya adalah terjadinya gosong/terbakar dan putusnya kawat lilitan. Pemriksaan
lilitan yaitu dengan cara mengukur kontinutas kawat lilitan, jika tidak di temukan kontinutas
bisa di pastikan kawat putus. Jika terjadi putus bisa di ganti baru atau melakukan pengulungan
ulang.
6. Komponen lainnya

Komponen yang mungkin menghambat arus pengisian adalah kabel yang putus,
sehingga harus dilakukan pengecekkan kondisi kabel yang menghubungkan antar komponen.
Juga pemeriksaan terhadap sekering, jika sekring putus seharusnya tidak langsung
penggantian, tetapi mencari dulu penyebab putusnya sekering untuk mencegah sekering
putus kembali.


Click to View FlipBook Version