PANDUAN AMALAN DI BULAN RAMADHA N
jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan
tujuh butir, pada tiap-tiap butir, 100 biji. Allah melipat ganda (ganjaran)
bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi
Maha Mengetahui.” (maksud al-Baqarah: 261)
Itulah firman Allah SWT yang memberi rezeki kepada kita
51
PANDUAN AMALAN DI BULAN RAMADHA N
ADAB-ADAB PUASA
Mohd Azmi bin Ismail
SK Sitiawan
Orang yang berpuasa dianjurkan untuk memperhatikan beberapa adab
berikut ini:
a. Makan Sahur
Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu anhu, bahwasanya Rasulullah
Sallallahu „alaihi wa sallam bersabda: َت َس َّح ُروا َفإِ َّن فًِ ال َّس ُح ْو ِر َب َر َك ًة. “Makan
sahurlah kalian karena sesungguhnya pada sahur itu terdapat berkah.”
Telah dikira makan sahur walaupun hanya dengan seteguk air,
berdasarkan hadits „Abdullah bin „Amr Radhiyallahu anhuma, dia
berkata, Rasulullah Sallallahu „alaihi wa sallam bersabda: َت َس َّح ُروا َولَ ْو
ِب ُج ْر َع ِة َما ٍء. “Makan sahurlah kalian meski hanya dengan seteguk air.”
Disunatkan untuk mengakhirkan makan sahur, sebagaimana yang
diriwayatkan dari Anas, dari Zaid bin Tsabit, dia berkata, “Kami pernah
makan sahur bersama Rasulullah Sallallahu „alaihi wa sallam, setelah
itu beliau langsung mendirikan solat. Aku bertanya, „Berapa lama jarak
antara azan dan sahur?‟ Dia menjawab, „Kira-kira sama seperti bacaan
50 ayat.‟
b. Menahan diri dari pembicaraan yang tidak bermanfaat dan kata-kata
kotor, atau yang semisal dengannya dari hal-hal yang bertentangan
dengan tujuan puasa .
Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwasanya
ٌََ ْو َم َص ْو ِم أَ َح ِد ُك ْم َفلا إِ َذا َكا َن
Rasulullah Sallallahu „alaihi wa sallam bersabda: “Jika pada hari salah
َفل ٌَقُ ْل إِ ِّن ًْ َصائِ ٌم َفإِ َذا َشا َت َم ُه أَ َح ٌد أَ ْو َقا َت َل ُه , ٌَ ْرفُ ْث َولاَ ٌَ ْص َخ ْب َولاَ ٌَ ْج َه ْل.
seorang diantara kalian berpuasa, maka janganlah ia mengucapkan
kata-kata kotor, membuat kegaduhan dan tidak juga melakukan
perbuatan orang-orang bodoh. Dan jika ada orang yang mencacinya
atau menyerangnya, maka hendaklah ia mengatakan, „Sesungguhnya
aku sedang berpuasa.‟”
Juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, dia berkata,
“Rasulullah Sallallahu „alaihi wa sallam bersabda: َم ْن َل ْم ٌَ َد ْع َق ْو َل ال ُّز ْو ِر َوا ْل َع َم َل
52
PANDUAN AMALAN DI BULAN RAMADHA N
بِ ِه َفلِ ٌْ َس ِللهِ َحا َج ٌة ِفًِ أَ ْن ٌَ َد َع َط َعا َم ُه َو َش َرا َب ُه. “Barangsiapa yang tidak meninggalkan
perkataan dusta dan mengerjakannya, maka Allah tidak memerlukan
orang itu untuk meninggalkan makanan dan minumannya (puasanya).”
c. Sifat dermawan dan memperbanyak bacaan al-Qur-an
Diriwayatkan dari Ibnu „Abbas, dia berkata, “Sesungguhnya Nabi
Sallallahu „alaihi wa sallam adalah orang yang paling pemurah dalam
kebaikan dan beliau akan lebih dermawan (dari hari-hari biasanya)
pada bulan Ramadan, ketika Jibril datang menemuinya dan adalah
Jibril selalu datang menemuinya setiap malam dari malam-malam bulan
Ramadan, hingga Ramadan selesai, Rasulullah Sallallahu „alaihi wa
sallam membacakan al-Qur-an kepada Jibril. Dan di saat ia bertemu
Jibril beliau lebih pemurah (lembut) dari angin yang berhembus dengan
lembut.”
d. Menyegerakan berbuka (ta‟jil iftar)
Diriwayatkan dari Sahl bin Sa‟ad Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah
Sallallahu „alaihi wa sallam bersabda: لاَ ٌَ َزا ُل ال ّناَ ُس ِب َخ ٌْ ٍر َما َع َّجلُوا ا ْلفِ ْط َر. “Umat
manusia akan tetap baik selama mereka menyegerakan berbuka
puasa.”
e. Berbuka puasa dengan apa yang mudah didapatkan baginya
Diriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Nabi biasa berbuka dengan rutab
(kurma segar) sebelum mengerjakan solat. Jika beliau tidak
mendapatkan rutab, maka beliau berbuka dengan beberapa buah tamr
(kurma masak yang sudah lama dipetik) dan jika tidak mendapatkan
tamr, maka beliau meminum air.”
f. Berdoa ketika berbuka puasa
Diriwayatkan dari Ibnu „Umar Radhiyallahu anhuma, dia berkata,
“Bahwasanya Rasulullah Sallallahu „alaihi wa sallam jika berbuka puasa
selalu membaca: ُ َذ َه َب ال َّظ َمأُ َوا ْب َتلَّ ِت ا ْل ُع ُر ْو ُق َو َث َب َت ْالأَ ْج ُر إِ ْن َشا َء الله. “Telah hilang
rasa haus dan telah basah urat-urat, serta telah ditetapkan pahala,
insya Allah.”
53
PANDUAN AMALAN DI BULAN RAMADHA N
54