i KATA PENGANTAR Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan karunia serta barokah sehingga saya dapat menyelesaikan karangan novel ini dengan sebaikbaiknya. Yang terhormat para pembaca, saya selaku pembuat novel berterimakasih karena sudah mau membaca. Kisah dari novel ini merupakan sebuah karangan fiktif dan jika ada kesamaan cerita maupun lokasi, saya memohon maaf sebesarbesarnya. Novel ini merupakan novel pertama yang saya ciptakan dan apabila ada kesalahan kata maupun tutur kata penulisan yang tidak baik, saya memohon maaf. Semoga kita semua, selalu dalam lindungan Allah SWT tuhan yang maha esa dan sukses selalu kepada para pembaca. Aaminn Ya Rabbal Alaminn. Terimakasih Penulis
ii DAFTAR ISI kata pengantar......................................................................i daftar isi...................................................................................ii alasan kita hidup...................................................................1 menuju ke kota.....................................................................3 rumah sakit & pandangan pertama...............................7 kost tejo .................................................................................10 mencari pekerjaan ............................................................. 15 pabrik mie instan................................................................ 21 minyak goreng dan mie instan ...................................... 26 kekasih.................................................................................. 32 nenek dan kota.................................................................. 36 kolam air panas ................................................................. 42 sakit hati atau sakit badan............................................. 48 pengkhianat........................................................................ 52 perusahaan dalam bahaya ............................................ 56 saingan baru .......................................................................60 ungkapan cinta.................................................................. 63 keadaan genting................................................................ 67 tawaran.................................................................................72 mie cap nenek .....................................................................78
iii penjualan meningkat........................................................83 makam nenek..................................................................... 87
1 ALASAN KITA HIDUP Aku yang tumbuh di lingkungan sederhana Merupakan suatu anugerah takdir yang aku syukuri Setiap manusia memiliki jalan hidupnya sendiri Sebagai ciptaannya kita hanya bisa pasrah dan berdoa kepadanya Sang pencipta alam semesta selalu berada disisi makhluknya Itu adalah suatu ungkapan yang selalu kupegang untuk menjalani kehidupan yang sangat menyakitkan ini Setiap makhluk yang hidup pasti memiliki alasan Mengapa kita hidup? Apa tujuan kita hidup? untuk siapa kita hidup? Pertanyaan itu seringkali muncul dalam benak hatiku Inilah aku seorang anak desa yang tidak mengerti apapun yang ada diluar sana Suatu ketika aku ingin sekali beranjak dari tempat ini untuk melihat dunia luar yang konon katanya lebih menakutkan
2 Mendengar perkataan mereka membuat diriku merasa tertantang untuk menuju ke kota Sebagai anak desa, aku ingin sekali memperbaiki kondisi perekonomian keluarga Maka dari itu, aku memutuskan untuk pergi menuju kota Tempat dimana kehidupan yang lebih keras dari desa Tempat dimana tenaga dan pikiran dikuras Tempat dimana kita menemukan kehidupan baru Bagi kami anak desa, merantau adalah jalan yang tepat untuk menuju perubahan yang lebih baik Mungkin inilah tujuanku selama ini yang aku dambakan Saat ini aku mengerti alasan aku hidup hanyalah demi mencari kehidupan yang lebih baik Demi orang tua, saudara, dan keluarga besar menaruh harapan di pundakku
3 MENUJU KE KOTA Pagi itu 21 Agustus 2010, aku meminta restu kepada orang tua, sanak saudara, dan keluarga besar Niatanku serta tekad sudah bulat untuk merantau akan tetapi, salah seorang keluarga belum merelakan niatanku untuk pergi merantau Dia adalah nenekku “Kau mau kemana cucuku? Aku belum bisa merelakan kepergianmu” Kata nenek kepadaku dengan perasaan sedih “Aku akan pergi kekota, disana aku akan mencari pekerjaan agar kehidupan keluarga bisa lebih baik lagi” Ungkapku dengan meyakinkan nenek “Kau adalah seorang anak yatim, ayahmu dulu kekota dengan janjinya akan kembali suatu saat” Kata nenek sambil menangis Mendengar perkataan itu, aku segera memeluk nenek dan meyakinkan kembali bahwa aku akan kembali dengan keadaan baik-baik saja
4 “Nek, ingatkah dulu nenek pernah berkata kepadaku tentang impianku?” Ungkapku dengan tersenyum Seketika nenek terdiam akan perkataan yang ku lontarkan kepada nenek “Memang benar ayah tidak kembali tetapi masih ada harapan bagi keluarga yaitu aku. Sebagai seorang anak laki-laki aku memiliki tanggung jawab untuk memberikan kehidupan yang layak untuk keluarga. Aku berjanji kepada nenek dan ibu suatu saat akan ada saat terindah yang akan kalian nikmati. Aku akan bekerja keras dan berusaha untuk membahagiakan kalian itu janji ku dan aku tidak akan mengingkarinya” Ungkapku dengan lemah lembut sembari mencium nenek Mendengar perkataanku nenek memberanikan diri untuk merelakan kepergian ku menuju kota “Kamu adalah satu-satunya cucu kesayangan nenek. Semoga disana kamu dapat menemukan harapan yang lebih besar. Semoga tuhan melindungi
5 setiap langkah yang kau jejaki. Nenek merestuimu” Kata nenek sambil tersenyum Mendengar ucapan nenek Aku mulai bersemangat kembali Setelah berpamitan dengan keluarga, aku menuju ke terminal di ujung desa Disana banyak sekali orang-orang berbondongbondong menaiki angkutan ke kota Dengan bermodalkan uang senilai seratus ribu, aku harus bisa memaksimalkan pengeluaranku bila perlu aku harus berpuasa sampai aku bisa menemukan pekerjaan di kota Setelah menemukan angkutan kota yang kutuju, aku segera menaikinya Ketika di dalam angkutan, ada seseorang menepuk pundakku dan berkata “Hey kau mau kemana trisno?” Kata seorang yang menepuk pundakku
6 Ketika menoleh dan ternyata itu adalah temanku yang bernama Tejo Iswahdin bisa dipanggil Tejo “Oe tej, ngapain kau disini?” Ungkapku dengan akrab dan sedikit kaget “Aku disini mau kekota untuk menjenguk sanak saudaraku di rumah sakit, sekalian mau ngekost disana” Kata tejo “Emang ngapain ngekost? terus sawah dan kebun mu yang ngurus siapa?” Ungkapku dengan perasaan bingung “Aku disuruh ayahku untuk mencari pekerjaan dikota. Lagi pula, kata orang kalau merantau pulang-pulang sudah jadi orang tajir dah” Kata tejo dengan candaannya Mendengar tujuan tejo aku sedikit tenang dikarenakan aku mempunyai teman yang setidaknya memiliki tujuan sama untuk bekerja di kota Malam hari tiba, kami masih berada di dalam angkutan dan menikmati perjalanan menuju kota
7 RUMAH SAKIT & PANDANGAN PERTAMA Kami tiba di kota Jayaraya sekitar pukul 09:00 pagi Sebelum mencari kost, kami menuju ke rumah sakit untuk menemui sanak saudaranya tejo Ini adalah pertama kalinya aku melihat rumah sakit sebesar ini Di desa, kami biasanya hanya pergi ke puskesmas untuk berobat dan puskesmas tersebut tidak memiliki ukuran sebesar rumah sakit di kota Ketika aku berjalan masuk ke rumah sakit tersebut, aku melihat banyak sekali lorong-lorong yang sangat panjang dan besar Lorong-lorong tersebut berisi kamar pasien yang menginap Aku dan tejo kemudian menyakan kepada salah seorang tenaga medis yang bekerja disana
8 “Selamat pagi mbak, saya mencari pasien bernama Indriana Putri Andary nomor kamarnya berapa yah? saya saudaranya yang berasal dari Desa Maju Jalan” Kata tejo kepada suster tersebut “Ohh kamarnya mbak Putri disebelah sini mas, bisa ikut saya” Kata suster dengan senyum ramahnya Kami berjalan mengkuti suster tersebut melewati lorong panjang Pada akhirnya kami tiba dikamar rawat inap sanak saudara tejo yang bernama putri Tejo mengetuk pintu dan disana sudah ada keluarga putri yang menjenguk serta ada yang menginap dengan membawa karpet dan bantal Kami disambut oleh keluarga Putri dan kami menyempatkan untuk melihat kondisi Putri “Dek put, gimana kabarnya? bang tejo sudah ada disini bawa buah apel kesukaanmu” Kata tejo kepada putri “Ehh iya bang terimakasih” Kata putri dengan senyumannya
9 Melihat senyuman indah putri aku gagal fokus serta perasaanku yang agak sedikit aneh Aku menyapa putri dan berkenalan dengannya “Hallo putri, kenalin namaku Trisno Mahendra aku adalah teman desanya si tejo. Salam kenal” Ungkapku menyapa putri dengan senyuman “Hallo bang Trisno, salam kenal juga” Kata putri kepadaku Setelah perkenalan singkat tersebut, kami berpamitan kepada sanak keluarga tejo Ketika berada di lorong rumah sakit, tiba-tiba perutku bersuara dikarenakan lapar Mendengar suara perutku, tejo tertawa dan mengajakku untuk mencari makan Setibanya di warung makan, kami memesan makanan dan memuaskan perut kami yang lapar
10 KOST TEJO Setelah makan, kami segera mencari kost-kost an murah yang ada di Kota Jayaraya Kota ini sangat besar sehingga menyulitkan kami untuk mencari kost Pada akhirnya kami melihat sebuah brosur iklan kost yang tertempel pada tiang listrik Kami segera menuju ke alamat kost tersebut Setibanya disana, kami disambut oleh tuan rumah, siapa lagi kalau bukan ibu kost dan bapak kost Kami berkenalan disana dengan ibu dan bapak kost Setelah bertransaksi dengan ibu bapak kost, kami menempati kamar si tejo Aku sempat bilang ke tejo kalau aku bakal numpang sementara di kostnya dikarenakan uangku tidak cukup untuk menyewa kamar kost Untung saja tejo adalah orang yang baik dan tidak perhitungan
11 Aku sangat beruntung bertemu tejo saat itu jika tidak aku tidak tau bakal seperti apa nasibku di kota ini Tuhan sangat adil kepadaku aku sangat bersyukur Pagi harinya, kami berniat untuk gotong royong di kostnya tejo Kami merupakan penghuni satu-satunya di kost ini dikarenakan kost ini sudah tidak ada yang menghuninya “Tej, aku bagian dapur dan kau bagian kamar mandi ya. Ohh iya nanti gudang kita yang eksekusi terakhir ya” Ungkapku kepada tejo yang sedang mengambil sapu “Okee broo” Jawab tejo kepadaku Kami melaksanakan tugas masing-masing Aku menyapu bagian dapur hingga membersihkan sampah-sampah dapur bekas penghuni kost lama, sedangkan tejo dia membersihkan dan menyikat lantai dan tembok kamar mandi
12 Hari itu adalah hari yang sangat melelahkan hingga babak akhir gotong royong tiba “Sekarang kita bakal membersihkan gudang, aku mau ambil kuncinya terlebih dahulu deh” Kata tejo sambil mencari kunci Ketika tejo membuka pintu gudang, alangkah terkejutnya kami melihat banyak sekali tikus-tikus yang masih hidup bahkan telah mati “Waduhh, banyak sekali tikus-tikus ini emang gila ya yang ya kost gak pernah gotong royongin rumahnya” Ungkap tejo dengan kesal “Mau gak mau kita harus buang ini tikus. Kalau gak, kita bisa mati konyol karena bau busuknya ini hahah” Ungkapku dengan tawa Tejo semakin kesal karena bau busuk yang keluar dari tikus mati tersebut Aku segera mengambil karung dan memasukan tikus-tikus yang mati tersebut Setelah kami membersihkan gudang, kami beristirahat
13 Malam harinya, kami mempersiapkan makan malam kami dengan memasak mie instan yang sering kami makan dimasa kecil kita dan kami berbincang tentang rencana masing-masing kedepannya “Oee tris, jadi besok mau nyari kerja kemana?” Tanya tejo kepadaku “Mungkin besok aku bakal keliling Jayaraya untuk mencari orang-orang yang membuka pekerjaan untuk orang-orang seperti kita. Emang kamu mau nyari kemana?” Tanyaku kepada tejo “Yahh mungkin besok aku bakal ke rumah sakit dulu untuk bertanya kepada pamanku sekalian mau jenguk si putri” Jawab tejo kepadaku “Ngomong-ngomong si putri sakit apa tej? bukannya putri baik-baik saja?” Tanyaku kepada tejo “Putri itu cuman demam saja sebenarnya cuman dia itu anaknya manja. Dikit-dikit rumah sakit. Panas dikit rumah sakit, hadehh emang anak orang kaya ya seperti itu. Berbeda dengan orang
14 sederhana yang justru punya mental baja seperti kita” Jawab tejo kepadaku dengan candaannya “Ohh jadi begitu ya. Kalau gitu aku mau nambah lagi deh mienya” Ungkapku kepada tejo dengan perut yang masih lapar “Yahh di kecoak masih lapar” Jawab tejo dengan candaannya Kami menikmati malam itu sembari menikmati mie instan yang hangat
15 MENCARI PEKERJAAN Pagi itu 28 Agustus 2010, aku pergi sendiri untuk mencari pekerjaan Aku menyusuri setiap gang yang ada di kota ini kemudian aku melihat sebuah toko kecil yang terdapat poster lowongan kerja Aku mencoba untuk mendaftarkan diri dan bertanya kepada pemilik toko yang sepertinya berumur lansia “Permisi pak, apakah saya boleh melamar ke toko bapak?” Ungkapku kepada pemilik toko “Waduh dek maaf, saya baru saja mau menjual toko saya dikarenakan bangkrut” Jawab pemilik toko. “Terus kenapa ada poster lowongan kerja pak?” Tanyaku kepada pemilik toko “Maaf dek itu saya lupa copotnya” Kata pemilik toko
16 Mendengar perkataan pemilik toko aku sedikit kecewa tetapi aku memakluminya dikarenakan dia seorang lansia yang seharusnya menikmati hidupnya Tetapi, nasib buruk menimpa kakek itu Aku melanjutkan mencari pekerjaan. Mencari pekerjaan memanglah tidak mudah apalagi dimulai dari nol seperti saat ini Aku harus memiliki strategi untuk bisa memiliki pekerjaan Ketika ada yang meminta tolong aku akan segera menolongnya mungkin itu bisa menjadi peluang untuk mencari timbal balik Bukannya aku tidak Ikhlas, memang kehidupan seperti itu kita harus bisa mencari peluang agar dapat memperoleh hal yang lebih baik Aku sudah membulatkan tekad dan berjanji kepada nenek agar dapat kembali dalam keadaan yang lebih baik Ini kota besar, jadi aku harus lebih berhati-hati dalam mengambil langkah
17 Setelah memikirkan hal tersebut aku melihat seorang pria berwajah putih serta pakaian rapih seperti layaknya orang kaya sedang mencari sesuatu. Aku menghampirinya dengan harapan mendapat timbal balik setelah itu “Permisi pak? sedang mencari sesuatu?” Ungkapku kepada pria tersebut “Gini mas, saya sedang mencari kunci mobil saya. Kuncinya hilang disekitar sini saat saya berjalan kembali ke mobil” Kata pria gagah tersebut “Baik pak saya bantu cari ya” Kataku kepada pria tersebut Beberapa saat kemudian aku menemukan kunci mobil pria tersebut Ternyata kunci tersebut terjatuh ke tumpukan sampah yang berada dipinggir jalan tersebut Setelah aku memberikan kunci tersebut, aku diajak berkenalan dengannya
18 Ternyata dia adalah seorang pegawai swasta yang ada di salah satu perusahaan yang ada di Kota Jayaraya Setelah itu dia memberikanku tanda pengenalnya beserta nomor handphone pria tersebut Aku beranggapan bahwa strategiku berhasil tetapi ada satu permasalahan Permasalahannya adalah aku tidak memiliki telpon seluler untuk menghubungi orang tersebut Kemudian aku kembali ke kost tejo untuk mengakhiri hari ini mencari pekerjaan Setibanya di kost, aku melihat tejo menatapku dengan senyumannya yang sangat menjijikan itu “Gimana lokernya tris?” Tanya tejo kepadaku “Yaa gimana ya, barusan keterima nih” Ungkapku kepada tejo “Wahh serius? jadi kerja dimana?” Jawab tejo dengan bangga
19 “Barusan kerja jadi tukang pencari kunci hahah” Ungkapku kepada tejo sambil tertawa “Asemmmm, kirain malam ini bakal makan nasi goreng, nasi kari, atau kentaki yah ternyata makan malam sama mie instan lagi” Jawab tejo sambil kesal “Hahah, gimana inpo loker mu tej? sudah ada perkembangan?” Tanyaku kepada tejo “Gak ada si. Tapi tadi di rumah sakit di putri nanyain kamu. Katanya kok gak ikutan mampir” Ungkap tejo kepadaku Mendengar hal tersebut bulu kudukku tiba-tiba merinding dan entah kenapa perasaan tersebut datang kembali “Kenapa bro?” Tanya tejo “Gak kenapa-napa kok” Jawabku kepada tejo “Nih anak kesambet atau gimana. Tiba-tiba merinding gak jelas. Mending sekarang masak air kita
20 makan mie rebus lagi malam ini” Ungkap tejo kepadaku Pada akhirnya kami menyantap makan malam dengan mie instan favorit kita
21 PABRIK MIE INSTAN Hari baru telah tiba, saatnya untuk mencari pekerjaan kembali Aku segera bersiap-siap untuk memulai hari ini dengan harapan semoga ada kejutan baru dihari ini Di kota ini terdapat pabrik mie instan terbesar yang ada di negeri ini Aku mencoba menuju ke pabrik tersebut Setibanya aku disana, aku menuju ke pos penjagaan untuk bertanya perihal rekrut pekerjaan “Permisi pak, mohon maaf apakah pabrik ini membutuhkan karyawan baru ya?” Tanyaku kepada penjaga pabrik “Betul, mohon untuk meletakan berkas-berkas administrasi yang dibutuhkan. Nanti kalau ada informasi lebih lanjut kami akan menghubungi anda” Jawab penjaga tersebut
22 Aku teringat bahwa harus melengkapi nomor telepon. Sedangkan, aku sendiri tidak mempunyai telepon genggam Kemudian datanglah seorang perempuan yang turun dari mobil mewah tersebut Alangkah terkejutnya aku bahwa perepuan tersebut adalah putri Kemudian penjaga pabrik tersebut hormat kepadanya Ternyata putri adalah anak dari seorangseorang CEO Perusahaan Mie Instan Jayaraya dan putri adalah seorang manager di perusahaan tersebut Aku terdiam dan berkata dalam hati “Sialan si tejo itu. Kenapa dia tidak memberitahuku kalau si putri dan keluarganya itu adalah pemilik perusahaan raksasa ini” Dalam hatiku bergumam dan kesal dengan tejo “Pak untuk mas ini langsung di terima saja ya” Ungkap putri kepada penjaga
23 “Siap dilaksanakan” Jawab penjaga dengan tegas Putri tersenyum melihat ke arahku Kemudian tubuhku bergetar hebat kembali seakan akan jantungku mulai copot “Trisno terimakasih ya sudah jenguk aku kemarin. Sebagai gantinya aku bakal bantuin kamu untuk mendapatkan pekerjaan” Ungkap putri kepadaku Aku semakin heran dan tidak menyangka bakal terjadi seperti ini. Hanya bermodalkan menjenguk bisa sehoki ini Kemudian penjaga memerintahkanku untuk masuk ke kantor dan mulai hari ini aku bekerja sebagai cleaning service dikarenakan ijazahku hanya sekolah menengah pertama Dimasa kerjaku aku selalu bersemangat dikarenakan aku masuk ke pabrik ini melalui jalur hoki sebut saja itu
24 Sesekali aku diajak keluar oleh putri dan sekedar hanya menemani makan siang Kemudian selepas jam kerja, aku lekas balik ke kost tejo Setibanya disana ternyata ada surat dari tejo yang diletakkan didepan pintu. Isi surat tersebut adalah “Trisno kawanku tersayang, maafkan aku yang tidak memberitahumu akan kebenaran tentang putri. Putri adalah anak dari seorang CEO Perusahaan Mie Instan Jayaraya, mie yang selalu kita makan di malam hari. Aku titip kostku sementara dikarenakan aku harus kembali ke desa untuk mengurus sawah. Jika urusan ini selesai aku akan kembali dalam waktu dekat. Ohh iya aku titip salam ke putri ya dan aku minta tolong untuk jagain putri” Isi pesan tejo kepadaku Mendengar pesan dari tejo aku sangat syok dan heran kenapa dia tidak memberitahu di awal tentang si putri
25 “Pantesan aja stok mie instan gak habis-habis ternyata saudaranya juragan mie instan” Ungkapku dalam hati
26 MINYAK GORENG DAN MIE INSTAN Hari demi hari kujalani dengan penuh semangat Tidak ada seorang pria didunia ini menolak untuk menjaga seorang wanita cantik apalagi manager perusahaan dan anak dari CEO perusahaan Mode hemat auto off karena dibayarin makan terus Tapi meski begitu aku merasa tidak enak saja dengan putri Akhir-akhir ini putri jarang kelihatan mungkin dia sibuk dengan pekerjaanya sebagai manager di perusahan mie instan Kemudian, saat aku menyapu lantai koridor aku melihat seorang yang tidak asing “Siapa ya? perasaan pernah lihat tapi dimana ya?” Ungkapku dalam hati Setelah aku perhatikan lagi, ternyata dia seorang pria yang pernah kutolong mencari kunci mobil yang
27 hilang, saying sekali tanda pengenal yang dia berikan sudah hilang entah kemana “Sedang apa ya dia disini?” Ucapku dalam hati Pada saat ingin ku hampiri ternyata didepan pria tersebut terlihat putri menghampirinya Aku terkejut dan aku mengurungkan niat untuk mengahampiri pria tersebut “Ngapain ya putri bersama pria itu? janganjangan pria itu adalah rekan kerjanya atau mungkin?” Ucapku dalam hati Aku sempat berpikir kalau pria itu adalah kekasih putri “Ngapain sih aku mikirin hal yang tidak penting, mendingan aku melanjutkan menyapu atau tidak mengepel lantai. Pekerjaan masih banyak tidak perlu memikirkan hal yang tidak jelas” Ucapku dalam hati
28 Meski begitu aku merasakan sakit hati tapi aku bingung dengan perasaanku sendiri Apakah aku memang jatuh cinta kepada putri? seorang sepertiku tidak pantas bersanding dengan manager Sore itu pukul 16:30 adalah waktu berakhirnya pekerjaan Aku melihat putri menaiki mobil pria yang pernah ku tolong, dalam hati ku berkata “Tau gitu kubiarkan kunci mobilnya hilang saat itu” Ungkapku dengan kesal Kemudian aku pulang ke kost tejo Setibanya di kost tejo dan aku berbaring di kamar tejo sambil memikirkan putri “Apa benar dia kekasih putri? setauku si putri gak punya pacar. Atau mungkin itu benar pacarnya? soalnya putri itu orangnya misterius dan tejo juga awalnya tidak menceritakan latar belakang si putri.
29 Ini harus diselidiki!” Ucapku dengan nada semangat meski galau Keesokan paginya, aku tiba di kantor lebih awal Kemudian, membeli sebuah alat radio perekam suara kemudian aku meletakkan di ruangan putri dengan harapan dapat mendapatkan informasi tentang pria tersebut Beberapa jam kemudian pria itu tiba di ruang kantor dan masuk ruangan putri Hingga saatnya jam istirahat dan putri bersama pria tersebut keluar kantor, aku segera mengambil tape record tersebut Kemudian aku menuju ke toilet dan mendengarkan isi percakapan putri dengan pria tersebut Setelah ku menekan tombol mulai, ternyata radio tersebut tidak bereaksi Aku bingung setelah aku cek ternyata radio tersebut belum ada baterainya
30 “Asemmmmm, kenapa tidak ada baterainya? wah parah banget ini yang jual” Ungkapku penuh kecewa Meski demikian aku masih punya cara untuk mengetahui siapa sebenarnya pria tersebut Aku menuju lobby dan bertanya kepada staff lobby yaitu mbak Siska untuk menanyakan daftar tamu “Permisi mbak siska, saya mau tanya itu orang yang keluar sama bu manager siapa ya?” Tanyaku kepada siska “Ohh itu, dia itu staff dari perusahaan swasta minyak goreng namanya pak Antonio Fernandes” Kata siska kepadaku “Terimakasih ya mbak” Ucapku kepada Saskia “Emang ada apa ya trisno?” Tanya saskia
31 “Gak papa, barangkali aku mau beli minyak goreng di perusahaannya pak antonio hehehe” Jawabku dengan candaan “Hahaha ada-ada saja kamu tris” Ucap saskia dengan tawanya Setelah aku mengetahui latar belakang pria tersebut sekarang tinggal mencari tau apa hubungan dia dengan putri
32 KEKASIH Setiap hari aku selalu memandangi pintu ruangan kerja putri Terkadang putri meminta bantuanku untuk melakukan kegiatan kantor seperti print dokumen, fotocopy, dan bahkan stampel dokumen jika putri sedang ada kegiatan diluar kantor. Entah itu meeting atau acara pribadi Bahkan jika putri lapar, dia biasanya meminta bantuanku untuk membeli makanan diluar dan tak lupa buah apel kesukaannya Meski aku hanya seorang pegawai kebersihan biasa, aku harus menjaga pesan yang telah dititipkan oleh tejo untuk menjaga putri Jadi, aku harus tau siapa saja yang berhubungan dengan putri. Aku masih belum tau kenapa tejo menyuruhku untuk menjaga putri Kemudian aku tidak sengaja melihat isi laptop putri
33 Betapa mengejutkannya aku Aku melihat foto latar belakang di laptop putri adalah foto bersama antonio Saat itu juga hatiku mulai bergetar dan aku merasa cemburu Kemudian suara langkah kaki terdengar Aku segera bersembunyi dibalik meja yang terletak di samping meja putri Ketika aku menoleh ke atas, aku melihat ternyata itu adalah putri dan antonio Kemudian mereka membahas tentang kerja sama mereka antara mie instan dengan minyak goreng Mereka berusaha bermitra untuk membangun suatu produk yang akan menguasai pasar ekonomi di negara ini Meski mereka adalah seorang kekasih, mereka sangat professional dibidang mereka masing-masing
34 Tidak lama kemudian, mereka meninggalkan ruangan putri dan keluar entah kemana Aku yang masih ada didalam ruangan putri terkunci dan tidak bisa keluar Untungnya ada jendela yang terbuka, aku berusaha untuk membongkar jendela tersebut dan pada akhirnya aku bisa keluar Jam kantor berakhir, aku kembali ke kost tejo sambil merenungi kejadian hari ini “Jadi mereka ada sepasang kekasih ya. Aku jadi minder. Antonio adalah seorang staff dan tentu memiliki karir yang baik kemudian putri adalah seorang manager sekaligus anak dari pemilik perusahaan mie instan. Sedangkan aku? aku adalah seorang bocah ingusan yang kerja di kota karena hoki. Tentu aku tidak bisa bersanding dengan seorang perempuan selevel putri. Mungkin lebih baik, sementara aku jaga jarak saja. Maafkan aku tej, aku belum bisa menjadi teman yang bisa menepati janji dan titipanmu” Ungkapku dengan perasaan sedih
35 Saat itu aku merasa menjadi seorang yang sangat payah Kehidupan cinta membuatku menjadi seorang pecundang Meski aku belum punya hubungan apa-apa dengan putri tetapi perasaan tidak bisa dibohongi Sejak pandangan pertama di rumah sakit, aku selalu memikirkan putri karena senyumannya yang tulus hingga membuatku baper Mulai saat ini aku memutuskan untuk berjaga jarak dan bila perlu jika aku gagal move on aku bakal resign dari perusahaan mie instan itu “Lebih baik aku istirahat saja. Masalah hari esok bisa dipikir belakangan” Ungkapku dengan perasaan kecewa Aku tertidur lelap karena terlalu lelah hari ini
36 NENEK DAN KOTA Hari demi hari kulewati dengan meratapi nasib ini Sudah tiga bulan aku berada di kota ini Dalam pikiranku selalu ada dia “Kenapa menjadi seperti ini? mengapa aku selalu memikirkan dia? Aku harus bisa melupakan perasaan ini!” Ucapku dengan bangkit dari rasa keterpurukan ini Kemudian ada seseorang mengetuk pintu kost Aku langsung bangkit dan segera membuka pintu kost Setelahku membuka pintu, aku terkejut bukan main ternyata yang datang adalah nenek “Hahhh, nenek ngapain disini? kenapa tibatiba ada di kota?” Ucapku kepada nenek dengan perasaan kaget dan bingung
37 “Cucuku tersayang, apakah kamu tidak rindu dengan nenek? nenek rindu sekali denganmu cu” Ucap nenek sambil memelukku Kemudian aku mempersilahkan nenek untuk masuk ke kost Setelah itu nenek mengeluarkan sebuah kotak berisi jajan dan permen susu kesukaan ku “Cu kamu disini ngekost sendirian? dimana yang lain?” Ucap nenek kepadaku “Ehh, iya nek. Jadi trisno cuman sendirian di kost ini karena kost ini merupakan bekas orang lama disini” Jawabku kepada pertanyaan nenek Aku tidak memberitahu nenek tentang kost ini bahwa aku hanya menumpang saja di kamar tejo Aku tidak mau nenek khawatir jika mengetahui aku tidak memiliki tempat tinggal di Jayaraya Kemudian aku mempersilahkan nenek untuk beristirahat
38 Sementara, aku beristirahat di ruang tamu Kemudian sore itu, nenek sedang duduk di teras depan dan memanggilku Mendengar panggilan nenek, aku segera menuju ke tempat nenek “Ada apa nek?” Tanyaku kepada nenek “Sini cuk, nenek mau cerita tentang masa muda nenek” Jawab nenek kepadaku Mendengar topik pembicaraan yang sepertinya menarik, aku meminta nenek untuk segera bercerita tentang masa mudanya tersebut “Nenek dulu juga seorang perantaun sepertimu. Nenek punya kenangan di kota ini. Makanya nenek bisa tau jalan di kota ini dan kenapa nenek bisa tau Alamat kosmu? dikarenakan si tejo anak pak mamad memberitahu nenek” Kata nenek kepadaku
39 “Pantesan nenek bisa tau Alamat kostku. Jadi nenek pernah di kota ini ya? terus, nenek ngapain di kota ini?” Tanyaku kepada nenek “Nenek dulu disini mau nyari kerja dan suatu ketika nenek diterima kerja di sebuah toko kecil pinggir Selatan kota Jayaraya. Ya tokonya gak begitu besar seperti jaman sekarang. Dulu model tokonya kecil bahkan seperti gubuk kecil dengan tambahan lampu jaman dulu” Jawab nenek kepadaku “Sekarang nenek masih ingat nama toko itu?” Tanyaku kepada nenek “Apa ya? nenek agak lupa sih. Soalnya, itu tahun berapa ya? nenek juga lupa” Jawab nenek Kemudian nenek terdiam dan memasang wajah sedihnya. Aku bertanya “Nek, kenapa sedih?” Tanyaku kepada nenek “Disini, nenek bertemu dengan kakekmu dan kami menikah. Kemudian melahirkan putra kami yaitu bapakmu. Kami sempat hidup dikota,
40 kemudian kami pindah ke Desa Maju Jalan untuk memulai hidup yang baru” Jawab nenek kepadaku Aku baru tahu kalau ternyata keluargaku sempat tinggal di kota ini Kemudian aku bertanya kepada nenek “Nek, kenapa dulu bisa pindah ke desa?” Tanyaku kepada nenek “Dulu kakekmu sering beruhatang untuk bisa menjadi modal usaha jualan soto. Kemudian, usaha tersebut bangkrut dikarenakan kakekmu difitnah oleh temannya sendiri” Jawab nenek Aku turut prihatin atas kondisi masa lalu yang menimpa nenek Kemudian nenek berpesan bahwa “Inilah alasan nenek tidak mengizinkanku menuju kota dikarenakan kehidupan kota sangat keras dan penuh dengan orang-orang yang saling menghancurkan” Kata nenek kepadaku
41 Setelah berbincang dengan nenek, aku mulai sadar dan perlu berhati-hati saat masa merantau ini Selalu berbuat baik kepada siapa saja agar hidup lebih damai. Itulah pesan nenek kepadaku ketika mengantarnya ke terminal angkutan
42 KOLAM AIR PANAS Seminggu kemudian, nenek kembali ke desa Aku mengantarnya ke terminal dan membiayai perjalanan nenek sampai ke desa Setelah mengantar nenek ke terminal, aku memutuskan untuk mengambil waktu cutiku Aku berniat berencana untuk menuju ke wisata kolam air panas yang terletak di sebuah desa kecil yang tidak jauh dari kota Jayaraya Desa itu bernama Karangseni dan nama wisata permandian air panas itu bernama Nagasari Menurut banyak sumber yang kubaca, permandian air panas tersebut dinamai seperti itu dikarenakan konon mitos terdapat seekor naga yang bersemayam di atas gunung candra Kemudian air mata naga tersebut mengalir hingga menjadi sumber mata air yang terdapat pada kolam permandian tersebut
43 Percaya atau tidak, yang terpenting aku akan menikmati masa liburanku Meski demikian, aku tetap selalu memikirkan putri Aku berangkat ke desa karangseni ketika terbitnya matahari Tujuanku berangkat pagi itu agar aku bisa menikmati pedesaan yang tersinari oleh cahaya sang surya tersebut Aku berangkat menaiki angkutan umum jurusan desa sitularang dan kemudian berpindah angkutan menuju ke desa karangseni Selama diperjalanan, aku menikmati hamparan sawah yang luas. Sehingga, mengingatkanku kepada desa tempat kelahiranku Aku sangat merindukan saat-saat berada didesa Jika ada kesempatan aku pasti akan kembali Setibanya di desa karangseni, aku langsung menuju loket tiket yang berada di pintu masuk permandian tersebut
44 Setelah transaksi, aku masuk dan melihat lingkungan sekitar tempat wisata tersebut Lingkungan yang asri mendukung hal-hal positif yang merasuk kedalam jiwa dan pikiranku Aku segera membuka baju dan masuk kedalam kolam tersebut Didalam kolam tersebut aku menyempatkan diri untuk merenungi kehidupanku selama di kota “Dikota emang banyak hal baru yang bisa kutemui. Tetapi, didesa adalah tempat yang selalu kurindukan” Ungkapku dalam hati Setelah menikmati kolam tersebut, aku segera mengganti pakaian dan membeli secangkir kopi panas di warung sederhana yang terdapat di tempat wisata tersebut Setelah menikmati kopi tersebut, tidak terasa waktu sudah sore. Aku bergegas untuk kembali ke kota dikarenakan untuk menuju ke kota aku harus menunggu angkutan yang jarang sekali lewat di sore hari
45 Ketika aku keluar, alangkah terkejutnya aku melihat sebuah mobil yang tidak asing Benar sekali, mobil itu milik si putri Aku segera mencari keberadaan putri dan pada akhirnya aku melihatnya di sebuah pavilion yang terdapat di wisata tersebut “Sepertinya putri berniat untuk menginap ya. tetapi, kenapa dia sendirian?” Ungkapku dalam hati Ternyata putri bersama kekasihnya yaitu antonio Rasa cemburu yang tak tertahankan membuat diriku untuk susah bernafas “hah hah hah hah, dadaku kenapa ya? apa ini yang dinamakan cemburu setengah mati” Ungkapku dalam hati Aku segera pergi untuk mencari angkutan Setibanya angkutan, aku bergegas untuk masuk dan duduk sambil termenung
46 “Mas, langsung bayar ya. Soalnya mas penumpang terakhir yang sampai. Biar sama-sama enak” Kata supir angkutan kepadaku Aku masih termenung melihat putri dengan kekasihnya Hingga supir angkut tersebut menepuk bahuku “Mas, masnya gak papa? atau mas lagi kesurupan ya?” Tanya supir dengan panik kepadaku “Eh enggak pak, saya lagi gak enak badan aja” Ucapku kepada sang supir “Bayar dulu aja mas” Ucap supir kepadaku “Bayar apa pak? bukannya sudah bayar?” Tanyaku kepada supir “Loh belum mas, daritadi saya minta gak didengerin” Jawab supir kepadaku Aku baru menyadari ternyata aku sampai tidak fokus dan aku membayar ongkos menuju kota Setibanya dikost, aku beristirahat dengan membaringkan tubuhku yang kaku karena menaiki