Kestabilan Unsur
dan Ikatan Ion
Dewi Wahyu Trisnowati
Untuk Kimia SMK/MK Kelas X
1
Kompetensi Dasar
3.4 Menganalisis proses pembentukan ikatan kimia pada beberapa
senyawa dalam kehidupan sehari-hari
4.4 Mengintegrasikan proses pembentukan ikatan kimia pada
beberapa senyawa dalam kehidupan sehari-hari dengan elektron valensi
atom-atom penyusunnya.
Tujuan Pembelajaran
Dengan mengerjakan latihan soal yang berkaitan dengan kestabilan
unsur dan ikatan ion, peserta didik dapat menganalisis proses
terbentuknya ikatan ion pada beberapa senyawa dengan benar dan
menunjukkan melalui gambar ilustrasi serta mengkomunikasikan
hasil diskusi melalui presentasi yaitu menunjukkan rasa percaya diri
dan komunikatif di zoom dengan benar.
2
Apersepsi
Gambar 1. Lapisan Ozon
sumber: www.siagabencana.com
Dari mana asal ozon? Ozon mempunyai rumus kimia O3, Ozon dibentuk
oleh tiga atom oksigen yang berikatan kimia. Bagaimana proses
pembentukan ozon dengan ikatan kimia?
Konfigurasi Elektron
Model atom Bohr telah mengenalkan konsep tentang kulit atom yang
menyatakan orbit electron. Electron mengorbit sesuai di kulit atom
secara teratur. Susunan electron di dalam kulit-kulit atom disebut
konfigurasi electron.
contoh:
17Cl = 2,8,7
6C = 2,4
19K = 2,8,8,
3
Peta Konsep
Gambar 2. Peta Konsep Ikatan Kimia
Kestabilan Unsur
Kebanyakan unsur di alam bebas berwujud persenyawaan dengan unsur
lain. Unsur-unsur berikatan untuk membentuk senyawa untuk mencapai
kestabilan. Hanya unsur golongan gas mulia (VIII A) saja yang berada
di alam sebagai unsur tunggal, sesuai sifatnya yang stabil.
Unsur-unsur gas mulia terletak pada golongan VIII A dalam sistem
periodik. Unsur-unsur gas mulia merupakan unsur-unsur yang inert
(sukar berereaksi) sehingga banyak digunakan dalam industri yang
memerlukan kondisi inert. Di alam, unsur-unsur gas mulia berada dalam
bentuk atom bebas (monoatomik).
Dari keseluruhan unsur gas mulia, hanya tiga unsur yang diketahui
dapat bereaksi dengan unsur lain. Reaksi tersebut sangat sukar terjadi
dan hanya berlangsung pada kondisi-kondisi yang khusus. Tiga unsur
mulia tersebut yaitu Kripton, Xenon dan Radon.
Menurut G. N. Lewis dan W. Kossel, kestabilan unsur gas mulia
disebabkan oleh elektron valensinya yang berjumlah delapan, kecuali
He yang hanya memiliki dua elektron. Menurut mereka, setiap atom
4
dalam pembentukan senyawa membentuk konfigurasi elektron yang
stabil, yaitu konfigurasi elektron gas mulia yang disebut konfigurasi
oktet. Oleh karena itu, kaidah ini disebut juga kaidah oktet dan untuk
helium disebut dengan kaidah duplet.
Kecenderungan Atom Melepas
Elektron
Kestabilan unsur ditentukan oleh susunan elektron pada atomnya.
Menurut Gilbert Newton Lewis, kenyataan bahwa gas mulia sukar
membentuk senyawa merupakan bukti bahwa gas-gas mulia memiliki
susunan elektron yang stabil, sehingga susunan elektron yang stabil
akan menyerupai susunan elektron gas mulia (VIII A). Berikut disajikan
table konfigurasi electron gas mulia.
Tabel 1. Konfigurasi electron Gas Mulia
Pada saat berikatan, suatu unsur dapat melepaskan electron atau
menerima electron sehingga mencapai konfigurasi yang sama dengan
gas mulia, tergantung pada electron valensi unsur tersebut. Unsur-
unsur yang terdapat dalam satu goongan memiliki electron valensi yang
sama, sehingga unsur-unsur tersebut memiliki cara yang sama untuk
mencapai kestabilan. Pada table berikut dapat dilihat kecenderungan
unsur-unsur untuk mencapai kestabilan.
5
Table 2. Kecenderungan Unsur-unsur untuk Mencapai Kestabilan
Golongan Elektron Valensi Kecenderungan
Mencapai Kestabilan
IA 1 Melepaskan 1 elektron
II A 2
Melepaskan 2
III A 3 elektron
IV A 4 Melepaskan 3
VA 5 elektron
VI A 6
VII A 7 Menerima 4 elektron
Menerima 3 elektron
Menerima 2 elektron
Menerima 1 elektron
Struktur Lewis
Lambang Lewis suatu unsur adalah lambing atom yang dikelilingi oleh
sejumlah electron valensinya. Electron valensinya digambarkan dengan
titik-titik atau lingkaran-lingkaran kecil. Cara membuat lambing Lewis
untuk unsur golongan utama adalah sebagai berikut.
1. Jumlah titik sesuai golongan (jumlah electron valensi)
2. Tempatkan satu titik untuk setiap atom maksimum sampai 4
titik, kemudian titik selanjutnya dipasangkan (berpasangan)
samapai mencapai octet seperti pada table berikut.
Tabel 3. Struktur Lewis untuk Unsur Periode Kedua dan Ketiga
6
Ikatan Ion
Merupakan gaya atau interaksi antara ion-ion yang berbeda muatan (ion
positif dengan ion negatif). Ikatan ion terjadi karena adanya transfer
elektron dari atom logam ke atom nonlogam. Dalam ikatan, atom logam
melepaskan elektron berubah menjadi ion positif (kation), sedang atom
nonlogam menangkap elektron berubah menjadi ion negatif (anion).
Contoh: NaCl, MgCl2, K2O, Al2O3
Ikatan ion terbentuk antara atom yang mudah melepas elektron (atom
logam) dan atom lain yang mudah menerima elektron (atom non logam).
Ikatan yang terjadi antara ion positif dan ion negatif disebabkan
adanya gaya elektrostatik antara muatan positif dan muatan negatif.
Ikatan yang terbentuk disebut ikatan ion.
Tabel 4. Perbedaan Ion Positif dan Ion Negatif
7
Contoh Pembentukan
Senyawa Ion
1. Contoh pembentukan senyawa ion pada senyawa ion bervalensi
satu (KBr)
19K= 2,8,8,1
K→K + + 1e-
akan melepas 1e- membentuk ion K+
35 Br = 2,8,18,7
Br + 1e- → Br-
akan menangkap 1 e- membentuk ion Br-
Secara umum jika ion A bermuatan x+ berikatan dengan senyawa
B bermuatan y-, maka rumus kimia senyawa tersebut dapat
dirumuskan AyBx sehingga menjadi senyawa KBr.
K+ + Br - →KBr
2. Contoh pembentukan senyawa yang bervalensi dua misalnya
pada senyawa CaCl2
20Ca= 2,8,8,2
Ca→ Ca 2+ + 2e-
akan melepas 2e- membentuk ion Ca2+
17 Cl= 2,8,7
Cl +1e- → Cl-
akan menangkap 1 e- membentuk ion Cl-
8
Secara umum jika ion A bermuatan x+ berikatan dengan senyawa
B bermuatan y-, maka rumus kimia senyawa tersebut dapat
dirumuskan AyBx sehingga menjadi CaCl2. Ilustrasi proses
pembentukan senyawa ion CaCl2 dapat dilihat pada gambar
berikut.
Gambar Pembentukan Senyawa Ion pada CaCl2
Kesimpulan
Suatu atom bersifat stabil jika memiliki 8 elektron valensi
(oktet) seperti konfigurasi elektron gas mulia terdekat. Jika
atom bernomor kecil, maka atom cenderung memiliki 2 elektron
valensi (duplet) seperti konfigurasi elektron pada atom He.
Ikatan kimia terbentuk sebagai upaya atom-atom untuk
mencapai kestabilannya. Atom-atom dapat menerima atau
melepaskan elektron serta menggunakan elektron secara
bersama-sama.
Ikatan ion adalah ikatan kimia yang terbentuk sebagai akibat
dari serah terima elektron antaratom.
9
Daftar Pustaka
Sutresna, Nana. 2007 Cerdas Belajar Kimia untuk Kelas X Sekolah
Menengah Atas/Madrasah Aliyah. Bandung: Penerbit Grafindo
Media Tama.
Tiopan, Parning Horale. 2006. Kimia SMA Kelas X Semester
Pertama. Jakarta: Yudhistira.
Wismono, Jaka, dkk. 2004. Kimia dan Kecakapan Hidup. Bandung:
Ganeca Exact.
Suryanto, Eko. 2018. Buku Siswa Kimia C1 (Bidang Keahlian Teknologi
Informasi dan Komunikasi. Surakarta: MEDIATAMA.
Djony P, Suswanto, dkk. 2018. Kimia untuk SMK/MAK Kelas X Bidang
Keahlian Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kudus: PT Gelora
Aksara Pratama.
https://www.youtube.com/watch?v=uromexw_QUE
https://www.youtube.com/watch?v=nBKreaPEizE