ii
Kata Pengantar
Puji kami atas kehadiran Tuhan Yang
Mahakuasa. Berkat kelimpahan pemberiannya,
kami dapat menyelesaikan penulisan antologi cerita
pendek anak muda. Dalam mempersiapkan antologi
cerpen anak muda, penulis berusaha semaksimal
mungkin sesuai dengan kemampuan penulis.
Namun sebagai orang awam, penulis tidak
bebas dari kesalahan dan kesalahan, baik dari segi
teknik penulisan maupun dari segi tata bahasa.
Kami menyadari bahwa tanpa bimbingan manajer
dan masukan dari berbagai pihak, tidak mungkin
bagi kami untuk menyelesaikan tugas untuk antologi
cerpen pemuda. Antologi cerita-cerita anak muda
diciptakan secara eksklusif sedemikian rupa
sehingga minat para siswa dalam membaca
dihidupkan kembali dan sebagai motivasi untuk
penciptaan karya, terutama karya tulis.
Untuk alasan ini, penulis hanya dapat
mengucapkan terima kasih kepada semua orang
yang terlibat sehingga kami dapat menyelesaikan
antologi dari cerita pendek muda ini. Semoga tulisan
ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan
pembaca pada umumnya.
ii
iii
Daftar Isi
Kata Pengantar........................................................................ ii
Daftar Isi..................................................................................iii
MOTTO ....................................................................................iv
BAB 1....................................................................................... 1
BAB 2....................................................................................... 2
BAB 3....................................................................................... 3
BAB 4....................................................................................... 5
BAB 5....................................................................................... 8
BIOGRAFI............................................................................... 10
iii
iv
MOTTO
“Rasa sakit terdalam adalah ketika janji berubah
menjadi maaf”
iv
1
BAB 1
Malam yang sepi, aku duduk di teras
rumahku. Bingung mau ngapain, ditambah moodku
yang lagi anjlok karna sebuah kejadian. Hmm,
kehidupan itu unik, ya.
Kemarin kita gimana, sekarang gimana, dan
besuk udah gimana lagi. Kadang ngerasa kayak,
kenapa aku Cuma di titik ini terus, ya? Kenapa
nggak ada peningkatan? Temen-temenku bisa gitu,
bisa gini, kok aku Cuma diem-diem aja di sini?
Rasanya kayak, ahh udahh lahh
Nggak tahu harus apa dan bagaimana.
Pengen ngerubah kehidupanku jadi lebih baik lagi,
tapi aku sendiri bingung harus mulai dari mana?
Ditambah, orang-orang yang kadang, bukannya
nge-support, eh malah ikut-ikutan nge-judge.
Tambah anjlok kan moodnya? ☺ Heeem, rasanya tu
kayak pengen teriak yang kerasss bangett.
Tapi, kalau teriak-teriak ntar disangka
gimana-gimana sama orang wkwkwk. Hadehh,
bener ya ternyata. Kalau hidup itu bagaikan roda
yang berputar.
1
2
Kadang ada di atas, kadang juga di bawah. Dan aku
BAB 2
Pernah suatu ketika, aku takut banget untuk
melangkah lebih jauh. Takut nggak bisa ngelewatin
tantangan, takut nanti nggak membuahkan hasil.
Tapi ternyata, setelah aku mencoba, aku bisa.
Sampai akhirnya aku berkata, "Nah kan ternyata
bisa".
Sekarang, yang bisa aku lakukan hanyalah berdo'a
dan berusaha semampu yang aku bisa. Karna
hidup, kalau nggak ada usaha dan do'a mungkin apa
yang kita inginkan nggak akan bisa terwujud.
2
3
BAB 3
Disisi lain aku pernah hal yang membuatku
sakit hati dan juga terkejut dengan ulahnya, dimana
suatu saat aku mengetahui bahwa dirinya jalan dan
juga chatting bersama pria lain, dan yang lebih
terkejutnya saat dia merespon tawaran diantarkan
pulang dengan pria itu dan responnya pun cukup
senang saat pria itu mengajak dirinya pulang bareng
dan juga mengajak jalan, aku hanya bisa terdiam
saat mengetahui hal itu.Hal itu membuat diriku
semakin tak percaya diri dan juga insecure dengan
pria lain, aku merasa bahwa diriku kurang untuknya.
Pada saat itu aku hanya bisa menatap bulan
dan bintang sambil berfikir apakah hadirnya diriku itu
kurang untuk membuatnya bahagia?
jutaan bintang indah bertebaran di langit
malam penuh keindahan. Melihat langit malam itu
entah kenapa aku merasa perjuangan ku akan
sampai di ambang kata menyerah, menyerah dalam
artian akan meninggalkan semua orang dengan bibir
tersenyum menyedihkan. Kau tahu buku takdir
selalu mempermainkan perasaan dan hidupku dia
turut andil membuatku menjadi pria yang
3
4
menyedihkan lalu dengan kesedihan ku aku akan
menebarkan senyum penuh kepalsuan di bibir
ranumku dengan hati hampa, karena merasa telah
dibohongi.
4
5
BAB 4
Gilang seorang laki laki yang sekarang
menempati kelas 1 SMK. Dirinya adalah anak
pertama dari 3 bersaudara, ia sangat dekat dengan
ibunya sehingga sering bertukar cerita dengan
ibunya.
> Flashback on
Disaat ia masih kelas 9smp umurnya 16tahun.ia
menemukan seseorang yang mengisi hari
harinya,hubungan itupun berjalan hampir 2tahun.
"Aku ga akan ninggalin kamu Lang,aku sayang
kamu" vanny Veronika ucap gadis cantik bernama
"Hahaha iya kah?janji?"ucap Gilang memberi jari
kelingkingnya. Seminggu setelah janji itu terucap.
"Lang gilangggg" teriak laki laki dari kejauhan.
"Apaansih kawan kenapa"tnya nya kpda regan
temannya.
"Ini cwe Lo kan?"tnya regan sembari menunjukan
ponselnya,ponsel tersebut terdapat foto Vanny yang
sedang berpelukan mesra bersama orang lain.
5
6
"Gak,gak mungkin cwe gue orangnya setia gan
percaya. dia ga kayak gni"ucapnya tidak "Kirim ke
gue gan fotonya cepet" titahnya.tanpa pikir panjang
Regan menuruti permintaan temannya.
"Oke" jawab Regan,gilangpun meninggalkan
Regan.
"VANNY" teriak Gilang dari kejauhan menghampiri
pacarnya yang sedang asik mengobrol dengan
temannya.
"I-iya sayang why?"tnya Vanny.
"Ini maksudnya apa?" Gilang menyodorkan
ponselnya yg terdpt ft cwenya bersama cwo lain.
"I-itu.." gugup Vanny.
"JAWAB!!!"bentak Gilang.
"Dengerin dlu Lang,itu bukan kyk yg kamu pikir"ucap
Vanny menenangkan Gilang.
"Vanny Bun,dia sama orang lain"ceritanya kpd
Anjani.
"Ikhlasin nak,lagian kamu masih SMP masih
panjang jalanmu nak"terang Anjani agar putra
kesayangan nya tidak bersedih lagi.
6
7
"Tapi Bun..dia orang yang pernah nemenin aku pas
dlu ngubur alm ayah,dia yang kuatin Gilang
Bun"ucapnya.
"Iya,tapi apa kamu kuat kalo harus memaksakan
dengan seseorang yang tidak menghargaimu?dan
bahkan ia menghianatimu?"tnya Anjani
"Iya Bun, Gilang akan lupain Vanny" ucap Gilang
berusaha ikhlas."bunda,bunda harus sama Gilang
terus ya ayah,Vanny,orang yang Gilang sayang
udah ninggalin Gilang,Gilang gamau bunda ikut-
ikutan ninggalin aku kyk mereka"rengek Gilang
berharap bundanya sllu diberi kesehatan
kebahagiaan dan Gilang mau membahagiakan
bundanya kelak.
"Iya sayang,bunda akan temenin kamu bunda akan
jadi saksi kesuksesan mu nak"jwb Anjani sembari
senyum mengelus pundak lelaki itu.
7
8
BAB 5
“Semesta menyuruhku melepaskanmu padahal
menggenggamu saja aku belum pernah”
“Tidak mencoba tuk melupa tapi sedang
menghapus rasa”
“Aku mencintainya sederas hujan,namun ia lebih
memilih berteduh untuk menghindar
“Mencintaimu bagaikan memegang bara, terluka
saat ku lepasskan namun teramat sakit tuk
dipertahankan”
8
9
“Kadang disaat aku menangis aku ingin seseorang
mengajarku, memegang tanganku lalu memeluku
sambil berkata “ semuanya akan baik baik saja”
“Makin gede makin dipaksa buat belajar ikhlas
nerima sesuatu yang ngga sesuai sama apa yang
kita harapkan”
“Mulai belajar buat berhenti mengusahakan seuatu
yang ngga bisa dipaksakan”
“Laranganku hanya jadi perdebatan, dan
camburuku hanya membuatmu kesal, aku minta
maaf”
9
10
BIOGRAFI
Penulis bernama Gilang
Muhammad Fathir, penulis
lahir pada tanggal 4
Januari 2007, penulis
tinggal di Jl. Penggilingan
Baru No.34, Rt.01/Rw.04
Kel.Dukuh,Kec.Kramat Jati.
Penulis tinggal bersama keluarganya.
Penulis pertama kali masuk sekolah pada
tahun 2012 sekolah dasar (SD) melanjutkan
sekolah menengah pertama (SMP) Kuntum Wijaya
Kusuma. Kemudian lulus pada tahun 2022. Setelah
itu penulis melanjutkan sekolah menengah
kejuruan (SMK) negeri 66. Penulis sekarang duduk
di semester 1
10