The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

DIARY MODUL DEPRESI POSTPARTUM

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by bennynovico, 2024-01-12 02:22:17

Modul Depresi Post Partum

DIARY MODUL DEPRESI POSTPARTUM

Keywords: Post Partum,Depresi

DIARY MODUL DEPRESI POSTPARTUM Penulis: Siti Sholihat


1 Kata Pengantar Alhamdulillah, Puji dan Syukur dipanjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan nikmat dan karunianya, sehingga modul “Konseling Psiko-edukasi dengan Pendekatan Motivational Interviewing pada pasien Depresi Postpartum” dapat tersusun dengan baik. Modul ini ditujukan bagi ibu postpartum dengan tujuan untuk memberikan informasi dan edukasi melalui konseling psiko-edukasi. Modul ini disusun dalam lima bab yang terdiri dari postpartum, postpartum depresi, self-efficacy, situational awareness dan health literacy. Fokus kegiatan ini adalah upaya intervensi terhadap ibu postpartum untuk meningkatkan pengetahuan tentang postpartum, postpartum depresi, self-efficacy dan situational awareness melalui konseling psiko-edukasi dengan pendekatan motivational interviewing. Modul ini juga disusun dengan sistematis sehingga mudah digunakan, metode yang digunakan dalam proses konseling diharapkan mampu membantu ibu dalam mengatasi masalah psikologis selama masa postpartum. Akhir kata, ucapan terimakasih disampaikan kepada semua pihak yang membantu dalam proses peyusunan sehingga terwujudnya modul ini. Depok April 2023 Penulis


2 Daftar Isi Kata Pengantar.............................................................................................. 1 Daftar Isi .................................................................................................... 2 Bab 1 Pendahuluan........................................................................................3 Bab 2 Postpartum ................................................................................5 A. Perubahan Fisiologis Partum ................................................................6 B. Perubahan Psikologis Postpartum...................................................... 8 C. Perubahan Emosional Postpartum......................................................9 Bab 3 Depresi Postpartum..........................................................................10 A. Tanda dan Gejala ........................................................................................ 11 B. Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Depresi Postpartum............13 C. Pencegahan Depresi Postpartum...........................................................17 Bab 4 Self-Efficacy.................................................................................22 A. Proses Self Efficacy .....................................................................................23 B. Faktor yang Mempengaruhi Self-Efficacy ............................................26 Bab 5 Situasional Awareness ............................................................... 28 A. Jenis Kesadaran Diri ................................................................................. 29 B. Ciri-ciri dan Keuntungan dari Kesadaran Diri ....................................30 C. Level Situasional Awareness Berdasarkan Teori Endsley................ 32 Bab 6 Health Literacy ........................................................................... 33 A. Elemen Health Literacy..............................................................................36 B. Komponen Literacy Kesehatan Mental............................................37 C. Faktor yang Mempengaruhi Mental Health ...................................39 Daftar Pustaka ...................................................................................40


3 Bab 1 Pendahuluan


4 Latar Belakang Fase perinatal, yang meliputi kehamilan dan tahun pertama setelah melahirkan, mungkin merupakan salah satu periode yang paling banyak berubah dalam kehidupan seorang wanita. Selain itu, ini adalah waktu yang sulit dan rentan bagi perempuan, dengan banyak kesulitan. Perempuan dihadapkan pada berbagai kendala pasca melahirkan, diantaranya munculnya gangguan psikologis pasca melahirkan, (Meltzer-Brody et al., 2018). Meningkatnya kejadian depresi postpartum pada tahun pertama setelah persalinan sehingga perlu upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Psiko-edukasi dengan pendekatan motivational interviewing merupakan konseling dengan pendekatan berfokus pada ibu dengan harapan akan memberikan motivasi untuk berubah dan meingkatkan kemampuan mempersiapkan diri dalam melewati masa postpartum. Proses psiko-edukasi dengan pendekatan konseling motivational interviewing menekankan pada peningkatan pengetahun dan keterampilan ibu sehingga mampu meningkatkan self-efficacy dan kesadaran situasional ibu dalam menghadapai adaptasi dimasa postpartum. Modul ini digunakan dalam melakukan konseling psko-edukasi kepada ibu postpartum, yang terdiri dari 3 fase yaitu tahap 1. Precontemplation, tahap 2. Preparation – Action dan tahap 3 Maintenance.


5 Bab 2 Postpartum


6 Perubahan pada Payudara Perubahan pada Abdomen A. Perubahan Fisiologis Postpartum Masa Nifas adalah masa setelah lahirnya konsepsi ketika perubahan fisiologis dan anatomis kembali ke keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung sejak plasenta dikeluarkan sampai sistem organ pulih yang berlangsung 6 minggu hingga 6 bulan, (Chauhan, 2021) Payudara tumbuh untuk mempersiapkan produksi susu selama kehamilan. Setelah melahirkan, pasokan ASI mulai masuk, yang memungkinkan payudara membesar dan lebih lembut. Ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan rasa sakit, tetapi itu normal dan akan hilang dalam beberapa hari. Rahim menyusut kembali ke ukuran sebelum kehamilan setelah melahirkan. Proses yang disebut involusi dapat menyebabkan kram dan ketidaknyamanan. Selain itu, otot perut mungkin lemah, dan beberapa wanita mungkin mengalami pemisahan otot perut yang dikenal sebagai diastasis recti. 1 2


7 Penurunan Berat Badan Perubahan Hormon A. Perubahan Fisiologis Postpartum Wanita mengalami perdarahan vagina, juga dikenal sebagai lokia setelah melahirkan. Lokia adalah campuran darah, lendir, dan jaringan rahim yang keluar dari vagina dan berlangsung selama sekitar enam minggu. Jumlah lokia secara bertahap berkurang. Setelah melahirkan, wanita biasanya kehilangan sekitar sepuluh hingga tiga belas kilogram karena melahirkan bayi, plasenta, dan cairan ketuban. Namun, karena peningkatan asupan kalori selama menyusui, adalah normal untuk mempertahankan berat badan. Tubuh menghasilkan hormon tingkat tinggi seperti estrogen dan progesteron selama kehamilan. Namun, setelah melahirkan, kadar hormon ini turun dengan cepat, yang dapat menyebabkan kelelahan, perubahan suasana hati, dan kemarahan. 4 Perubahan pada Alat Genetalia 3 5


8 Proses penerimaan biasanya B. Perubahan Psikologis Postpartum Fase Dependen (Taking In) berlangsung 1 hingga 2 hari setelah kelahiran. Proses ini bermanfaat bagi individu karena memungkinkan mereka merefleksikan masa lalu dan membuat keputusan sehingga meningkatkan kepercayaan diri Fase Dependen-Mandiri (Taking Hold) Fase ini dimulai 2-4 hari setelah melahirkan. Ibu mulai mengambil inisiatif dan membuat keputusan untuk dirinya sendiri, mulai aktif membantu perawatan bayi. Meskipun ibu mulai menunjukan kemandirian, ia masih membutuhkan dorongan dalam menyesuaikan diri dengan posisi barunya. Fase Interdependen (Letting Go) Fase ini disebut sebagai fase pelepasan, dimana pada akhirnya wanita menjalani perannya sebagai ibu maupun peran lainnya. Fase ini merupakan fase penuh stress bagi ibu sehingga depresi postpartum dapat muncul pada tahap ini. 1 2 3


9 C. Perubahan Emosional Postpartum Postpartum Blues Baby baby blues, suatu kondisi ringan yang disebabkan oleh perubahan hormon setelah melahirkan. Gejalanya berupa perubahan suasana hati, air mata, dan kemarahan cepat. Umumnya dapat sembuh dalam beberapa hari hingga dua minggu. Kecemasan Postpartum Setelah melahirkan, orang sering mengalami kecemasan pascapersalinan. Kekhawatiran yang berlebihan, pikiran yang berkecamuk, dan kesulitan tidur adalah gejalanya. Berbicaralah dengan penyedia layanan kesehatan jika anda mengalami gejala ini. Postpartum Depresi Jenis gangguan mood yang lebih parah, dapat muncul dalam tahun pertama setelah melahirkan. Gejalanya berupa kesedihan yang ekstrem, kehilangan minat dalam kegiatan, perubahan dalam nafsu makan dan tidur, dan kesulitan menjalin hubungan dengan bayi. Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) Setelah persalinan yang sulit, seperti keadaan darurat operasi caesar atau pengalaman kelahiran traumatis, beberapa perempuan mungkin mengalami PTSD. Kilas balik, kecemasan, dan mimpi buruk adalah gejalanya. 1 2 3 4


10 Bab 3 Depresi Postpartum


11 A. Tanda dan Gejala Depresi pasca persalinan adalah perubahan dari periode depresi mayor yang dapat terjadi selama kehamilan atau dalam waktu 4 minggu setelah melahirkan dan di mana gejala depresi muncul setidaknya selama 2 minggu, (Ugarte et al., 2017). Gejala depresi postpartum mencakup pengalaman lima atau lebih dari gejala-gejala berikut yang muncul hampir setiap hari, (Karraa, 2014) 1. Suasana hati yang tertekan (kesedihan, keputusasaan) 2. Kurangnya minat atau kesenangan dalam semua atau sebagian besar kegiatan, 3. Penurunan berat badan yang signifikan atau kenaikan berat badan, 4. Insomnia atau hipersomnia, 5. Agitasi atau keterbelakangan psikomotorik, 6. Kelelahan, 7. Perasaan tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan atau tidak pantas, 8. Konsentrasi yang buruk, 9. Pikiran berulang tentang kematian, 10. Ide bunuh diri yang berulang tanpa rencana khusus, atau upaya atau rencana bunuh diri yang spesifik


12 A. Tanda dan Gejala Gejala depresi, termasuk kurangnya energi dan kurang kemampuan untuk berkonsentrasi, dapat mengganggu kemampuan wanita untuk terlibat dalam perawatan fisik anaknya, berperan sebagai ibu dan dapat meningkatkan iritabilitas serta focus pada diri sendiri, sehingga berakibat pada ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan normal anaknya akan perhatian, (Tani & Castagna, 2017).


13 Faktor Riwayat Obstetrik B. Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Depresi Postpartum 1 Faktor Sosial Faktor sosial berupa dukungan sosial terbukti dapat melindungi kejadian depresi (Wei et al., 2018). Dukungan sosial yang memuaskan menjadi faktor protektif terhadap terjadinya depresi postpartum (Nakamura et al., 2020), dukungan sosial diberikan dari pasangan, orang tua dan teman. Masalah kesehatan ibu selama kehamilan dan persalinan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap masalah selama postpartum, pengalaman seperti operasi section caesarea dan kelahiran premature dapat mengakibatkan stress. Stress akibat pembedahan dapat meningkatkan resiko postpartum depresi terlebih pada operasi section caesarea yang dilakukan secara emergency (Zhao & Zhang, 2020). 2


14 Faktor Biologis B. Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Depresi Postpartum Gangguan metabolisme dan ketidakseimbangan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan diabetes gestasional, kondisi ini dapat mengakibatkan kehidupan yang penuh tekanan yang dapat menjadi faktor risiko depresi pascapersalinan (Özcan et al., 2017). Selain itu, resistensi insulin sebagai mekanisme penting diabetes gestasional juga telah ditemukan selama awal depresi (Zhao & Zhang, 2020., Hinkle et al., 2016; Kan et al., 2013). Melahirkan di usia lebih muda kemungkinan beresiko terhadap perkembangan depresi pasca persalinan lebih tinggi terutama wanita yang melahirkan melalui Operasi caesar dibandingkan dengan yang melahirkan melalui vagina. 3


15 B. Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Depresi Postpartum 4 Faktor Gaya Hidup Gaya Hidup terkait dengan asupan nutrisi, kekurangan nutrisi maupun obesitas. Pola diet sehat, suplementasi multivitamin serta mengkonsumsi makanan laut berhubungan dengan rendahnya kejadian postpartum depresi (Zhao & Zhang, 2020., Hibbeln, 2002). Kekurangan vitamin D merupakan faktor resiko depresi postpartum, Vitamin D dapat mengurangi respon inflamasi dan perubahan mediator inflamasi berperan penting dalam kejadian depresi, (Accortt, et.al 2016). Sadar akan kesehatan, meningkatkan kualitas tidur (Gao et al., 2019) dan melakukan pola diet yang sehat merupakan faktor pelindung terhadap kejadian depresi pada ibu, (Khan et al., 2020). Menurut (Vargas-Terrones et al., 2019) aktivitas fisik yang teratur pada trimester kedua dan ketiga kehamilan secara signifikan mengurangi risiko mengalami depresi baik pada masa kehamilan maupun postpartum.


16 Faktor Psikologis B. Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Depresi Postpartum Riwayat masalah kesehatan mental yang dimiliki seorang wanita seperti kecemasan, trauma dan depresi terkait dengan pengembangan kejadian depresi postpartum, (Koyuncu et al., 2020; Usmani et al., 2021). Kekerasan baik fisik, seksual dan psikologis yang dialami wanita berhubungan dengan kejadian depresi prenatal maupun postnatal (Paulson, 2022). Pengalaman perlakukan buruk saat melahirkan memiliki resiko lebih tinggi terhadap munculnya gejala depresi, (Paiz et al., 2022). Hubungan ini mungkin berasal dari rasa frustrasi, perbedaan antara apa yang diharapkan dan kenyataan yang didapatkan, kemudian diperburuk dengan perubahan hormon pascapersalinan (Paiz et al., 2022). Resiko postpartum depresi juga terjadi pada wanita yang memiliki riwayat pre menstruasi syndrome, (Cao et al., 2021). Mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara pre menstruasi syndrome dan postpartum depresi berhubungan dengan peran estrogen dan progesteron yang terlibat dalam mengatur sistem biologis dan perilaku yang terkait dengan suasana hati, perubahan pada kedua hormon tersebut dapat menyebabkan gejala depresi (Schiller Crystal Edler et al., 2016; (Cao et al., 2021). 5


17 C. Pencegahan Depresi Postpartum 2 Mengatur Pola Makan Wanita yang berolahraga secara teratur lebih kecil kemungkinan mengalami depresi, dapat juga melakukan aktifitas fisik seperti yoga selama kehamilan maupun postpartum (Nagla, 2016). Aktivitas fisik dapat meningkatkan endorfin dan menurunkan kortisol, kedua hormon tersebut yang mempengaruhi stress, (Caplin et al., 2021). Tubuh tidak dapat memproduksi serotonin (hormon penghasil perasaan senang), secara alami. Oleh karena itu, serotonin membutuhkan triptofan, atau asam amino, dari sumber makanan, (Liu et al., 2022). Sumber makanan tersebut berupa protein seperti telur, tahu, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian dan produk olahan susu. Selain itu, menjaga kecukupan air mencegah dehidrasi dan kaitannya dengan kecemasan, (Haghighatdoost et al., 2018). 1 Aktifitas Fisik


18 4 Cukup Istirahat Memanjakan dan Merawat Diri Sendiri C. Pencegahan Depresi Postpartum Perawatan diri bukanlah tindakan egois, karena bayi sangat membutuhkan ibunya dalam kondisi baik. Manjakan diri dengan mengambil istirahat saat dibutuhkan membantu ibu lebih tenang baik secara fisik dan mental. Memanjakan diri sendiri seperti program time for me merupakan sesi kreasi denga berkegiatan seperti menulis diary atau mendengarkan musik, kegiatan ini dapat menciptakan ruang bagi ibu untuk lebih santai sehingga dapat mengurangi kecemasan dan depresi, (Perry et al., 2008). Studi telah menunjukkan bahwa kualitas tidur adalah prediktor yang lebih tinggi untuk depresi dan kecemasan pascapersalinan, karena itu, pentingnya tidur yang cukup untuk mencapai tujuan tidur tanpa gangguan selama minimal empat jam setiap malam, (Solomonova et al., 2020). 3


19 C. Pencegahan Depresi Postpartum 5 Dukungan Sosial Salah satu penyebab utama depresi atau kecemasan pasca melahirkan adalah kekurangan dukungan sosial. Dukungan sosial dapat digambarkan sebagai keseluruhan dukungan moral dan material termasuk membantu dalam pengasuhan anak dan pekerjaan rumah serta dukungan emosional yang diberikan oleh orang-orang yang dekat (Tambag et al., 2018). Dukungan sosial, terdiri dari: Dukungan emosional berupa peningkatan harga diri, perhatian, kepercayaan, dan kesediaan mendengarkan, Dukungan instrumental merupakan dukungan berupa uang, barang, waktu, atau dalam bentuk tenaga, Dukungan informasional diberikan dalam bentuk nasihat, petunjuk, saran dan informasi Dukungan penilaian berupa penegasan, umpan balik dan perbandingan social, (ME et al., 2017).


20 C. Pencegahan Depresi Postpartum 6 Pemahaman dan Kesadaran Wanita yang mengetahui risiko depresi postpartum lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami episode depresi dan kecemasan serta lebih mungkin melakukan tindakan pencegahan, hal ini karena ibu mengetahui penyebab, pencetus dan harapan serta memahami apa yang paling dibutuhkan untuk menjadi lebih sehat. Terbatasnya pemahaman tentang kesehatan mental seperti depresi postpartum akan menghambat pengenalan gejala dan mencari bantuan penanganan masalah mental yang dialaminya, (Aggarwal et al., 2020) Komunikasi yang dilakukan bersama pasangan, orang tua maupun teman tentang harapan, ekspektasi, ketakutan, dan peran sebagai orang tua selama kehamilan akan semakin siap menghadapi tantangan setelah postpartum.


21 C. Pencegahan Depresi Postpartum 7 Mengelola Stress Menjadi seorang ibu dan memiliki bayi baru terkadang membuat stress, yang penting ibu harus memiliki beberapa cara untuk mengelola emosi yang muncul ketika masamasa sulit, sehingga kecil kemungkinannya untuk menjadi depresi dan cemas. Ada beberapa metode untuk mengurangi stres, seperti menarik nafas dalam, latihan relaksasi seperti mendengarkan musik, berpikir hal-hal baik, berbagi perasaan dengan orang yang dipercaya, meditasi, melakukan peregangan atau stretching, (Hamdani et al., 2022), serta meningkatkan ibadah seperti berdoa dapat menurunkan kecemasan, (Upenieks, 2023).


22 Bab 4 Self-Efficacy


23 Proses Kognitif A. Proses Self-Efficacy Teori efikasi diri menjelaskan bagaimana efikasi diri berkembang dan diubah, serta bagaimana efikasi diri berdampak pada perubahan perilaku, pencapaian kinerja, dan kesejahteraan pribadi, (Lippke, 2017). Berdasarkan teori Bandura (1998) efikasi diri dapat diartikan sebagai persepsi kompetensi seseorang serta keyakinan individu terhadap kemampuan diri untuk mengendalikan dampak yang terjadi dalam kehidupan, sehingga efikasi diri menjadi faktor penting dalam menjalankan kecakapan hidup dengan sukses (Fathi et al., 2018). Tujuan efikasi diri dapat berdampak pada fungsi kognitif dan emosional, motivasi, dan proses pengambilan keputusan (Lippke, 2017) seperti yang dijelaskan di bawah ini: Efikasi diri pada ibu selama masa nifas menekankan bahwa agar ibu dapat menetapkan perilaku yang efektif sebagai ibu, mereka harus yakin bahwa perilakunya sesuai dengan tujuan yang diinginkan dan mereka mampu melakukan perilaku atau keterampilan secara kompeten, (Fathi et al., 2018). 1


24 Proses Motivasi Proses Afektif A. Proses Self-Efficacy Efikasi diri memiliki peran penting dalam motivasi, seseorang memotivasi dirinya sendiri melalui pemikiran dan membentuk suatu keyakinan akan tindakan yang dapat dilakukan dan mengantisipasi kejadian yang mungkin terjadi (Abdullah, 2019). Hasilnya seseorang akan percaya bahwa tindakan yang dilakukan menentukan keberhasilan (White, Lynn LCohen et al., 2017) Efikasi diri merupakan kapasitas utama dalam proses afektif dalam menyelesaikan masalah, seseorang dengan efikasi diri yang lemah, berfikir untuk melebih-lebihkan ancaman sehingga mengalami stres yang berat dan menghambat fungsi dirinya, (Abdullah, 2019). 2 3


25 A. Proses Self-Efficacy 4 Proses Seleksi Efikasi diri diyakini berkontribusi pada adaptasi manusia yang berkaitan dengan proses seleksi, keyakinan akan efikasi diri mempengaruhi jalan hidup dan proses yang dipilih. Efikasi diri yang rendah cenderung menghindari tugas-tugas yang sulit, komitmen terhadap tujuan lemah dan meningkatkan keraguan diri sehingga cenderung cepat menyerah dalam menghadapi kesulitan(Bandura, 2010). Masa postpartum adalah masa transisi yang penuh tekanan karena realitas perawatan bayi baru lahir yang muncul setelah melahirkan, (Shorey et al., 2015b). Efikasi diri orang tua sebagai ibu merupakan salah satu komponen penting dalam transisi wanita menjadi seorang ibu. Efikasi diri seorang ibu dalam mengasuh anak tidak hanya memengaruhi kesejahteraan psikologisnya, tetapi juga memengaruhi perkembangan psikososial anak, (Shorey et al., 2015a).


26 B. Faktor yang Mempengaruhi Self-efficacy Berdasarkan Teori Bandura 1 Pengalaman Mengalami pengalaman melakukan sesuatu dengan baik dan berhasil dapat membantu menumbuhkan keyakinan yang lebih kuat pada diri sendiri. Jika memiliki pengalaman dengan kegagalan, itu dapat berdampak negatif; namun, jika dapat belajar dari kesalahan, itu dapat meningkatkan self-efficacy. 2 Model Peran Sosial Peran dukungan social sebagai role model sangat membantu meningkatkan self-efficacy, jika seseorang melihat role modelnya memiliki tingkat self-efficacy tinggi dengan keberhasilannya, maka akan menjadikan contoh dalam meningkatkan kualitas tersebut.


27 B. Faktor yang Mempengaruhi Self-efficacy Berdasarkan Teori Bandura 3 Imajinasi Upaya membangun tingkat efisiensi diri yang tinggi, dapat dilakukan dengan berimajinasi bahwa seseorang berperilaku dengan sukses dalam situasi tertentu. Berpikir bahwa mereka telah sukses dapat menanamkan dalam pikirannya bahwa kesuksesan adalah hasil dari upaya yang mereka lakukan. 4 Kondisi Psikologis Seseorang mungkin berasumsi bahwa mereka akan berhasil dalam suatu tugas berdasarkan apa yang mereka rasakan secara fisik dan psikologis. Sehingga belajar mengendalikan kecemasan dan suasana hati, terutama saat menghadapi tantangan, dapat membantu meningkatkan efikasi diri.


28 Bab 5 Situasional Awareness


29 Kesadaran Diri Internal (ISA), Kesadaran Luar-Dalam (ESA), A. Jenis Kesadaran Diri Kesadaran diri adalah proses berkelanjutan untuk menyadari ciriciri fisik dan fisiologis seseorang, keadaan emosi dan perasaan, serta pola hidup yang signifikan, tindakan, kepercayaan, dan ideide yang terbentuk sebelumnya (Gessler & Ferron, 2019; Subia et al., 2019). yaitu kemampuan untuk menyadari realitas diri sendiri, terjadi ketika seseorang memiliki kesadaran diri internal. Mereka yang didominasi jenis kesadaran ini akan memproses informasi tentang diri mereka sendiri dengan lebih cepat dan memiliki persepsi yang lebih konsisten tentang diri mereka sendiri. kesadaran diri eksternal seperti ini menjadikan seseorang dapat memahami bagaimana orang lain memandang mereka dan terlibat dalam perilaku sosial. Orang dengan tingkat kesadaran diri seperti ini lebih cenderung sadar akan identitas sosial. 2 1


30 B. Ciri-ciri dan Keuntungan dari Kesadaran Diri Pengambilan sudut pandang (Perspective taking) kapasitas seseorang untuk membaca sosial, kemampuan untuk merasakan empati kepada orang lain karena kurangnya egosentrisme, dan tingkat toleransi yang tinggi. Pengendalian diri (Self-control). Ini adalah kemampuan untuk mengatur diri sendiri ketika berinteraksi dengan orang lain. Dalam situasi ini, kesadaran diri memungkinkan seseorang untuk menginternalisasi perilaku yang diharapkan sebelum memunculkan tindakan yang sebenarnya. Menunjukkan kreativitas (Pencapaian kreatif). Kesadaran diri memungkinkan untuk mengejar tujuan-tujuan kreatif. Hal ini membuat pikiran cenderung kreatif karena kesadaran diri memungkinkan untuk memilih ide-ide yang baik dan mengabaikan ide-ide yang buruk. Kebanggaan dan rasa harga diri yang tinggi (Pride and high self-esteem), Rasa bangga terhadap diri sendiri dan memiliki pendapat yang baik tentang diri sendiri. 1 2 3 4


31 B. Ciri-ciri dan Keuntungan dari Kesadaran Diri Kesadaran situasional (SA) mengacu pada kapasitas seseorang untuk "melihat aspek-aspek lingkungan dalam ruang dan waktu, memahami signifikansinya, dan memproyeksikan statusnya di masa depan" (Fore & Sculli, 2023). Keterampilan ini diperlukan untuk menghadapi perubahan yang tidak terduga dalam lingkungan. Kesadaran diri sangat penting karena, ketika berkembang dengan baik, dapat diterapkan pada evaluasi diri, yang memperjelas berbagai emosi yang dialami. Kesadaran diri, yang digambarkan sebagai kesadaran akan keberadaan kemampuan mental seseorang, adalah tahap pertama dalam mengembangkan welas asih. Kesadaran diri membantu pemulihan stabilitas mental (Kim, 2019).


32 C. Level Situational Awareness Berdasarkan Teori Endsley 1 Perceiving Situational awareness tahap perceiving merupakan gambaran mental tentang kenyataan yang ada. Ibu memahami informasi melalui panca indra seperti pemahaman perawatan diri sendiri dan bayi serta support system yang diperlukan. Informasi yang dirasakan harus tepat dan bermafaat dalam mengambil tindakan sesuai kebutuhan selama masa postpartum. 2 Understanding Understanding dapat diartikan bahwa ibu mampu memproses informasi dengan benar, sehingga dapat berfungsi sebagai dasar dalam mengambil keputusan. Jika ibu dihadapkan pada situasi diluar pengetahuannya kemungkinan salah menafsirkan informasi, tetapi jika ibu paham pada suatu situasi maka dapat mengidentifikasi, menganalisis, dan mengambil tindakan yang tepat. 3 Memprediksi Pemahaman terhadap informasi dan kemampuan mengintegrasikan informasi dalam mengambil keputusan, hal ini merupakan kunci bagi ibu untuk bersikap lebih proaktif dalam mengatasi masalah yang terjadi pada dirinya.


33 Bab 6 Health Literacy


34 Health Literacy Literasi kesehatan dapat dicirikan melalui hubungan antara pemahaman dan sikap seseorang terhadap informasi kesehatan, lingkungan, dan perilaku kesehatan (Taba et al., 2022). WHO mendefinisikan literasi kesehatan sebagai keterampilan kognitif dan sosial yang menilai dorongan dan kapasitas seseorang untuk mendapatkan, memahami, dan menggunakan informasi dengan cara yang dapat meningkatkan dan mempertahankan kesehatan (Liu et al., 2020). Literasi kesehatan mental mencakup pengetahuan dan pandangan tentang gangguan mental yang membantu dalam pengenalan, pengelolaan, atau pencegahan (Riebschleger et al., 2017), serta bagaimana sikap dan pencarian bantuan (Uwakwe, 2003, Elyamani et al., 2021). Literasi kesehatan mental juga mencakup kompetensi yang meningkatkan kesehatan mental dan kemampuan manajemen diri (Kutcher et al., 2015, 2016). Kesadaran diri adalah komponen kunci dari pemberdayaan karena memungkinkan individu untuk lebih efektif memikul tanggung jawab dalam mengambil keputusan yang memengaruhi kesehatan mereka sendiri (Vainauskienė & Vaitkienė , 2021). Tingkat pengetahuan dan keterampilan pribadi tertentu diperlukan untuk mengelola dan menganalisis informasi yang berkaitan dengan kesehatan (Dineen-Griffin et al., 2019).


35 Health Literacy Efikasi diri merupakan prinsip utama akan keberhasilan seseorang jika percaya dan yakin dengan bakat mereka. Menurut efikasi diri, perilaku sehat dapat dipertahankan ketika seseorang memiliki kepercayaan diri dalam kemampuan mereka untuk melakukan tindakan yang diinginkan. Memahami motivasi pencarian informasi, perilaku, dan kesadaran seseorang akan kemampuan penilaian dan penerapan dibantu dengan memahami efikasi diri sendiri (Taba et al., 2022)


36 kesehatan A. Elemen Health Literacy Pengetahuan tentang perawatan kesehatan dan system Pengetahuan dalam hal ini adalah pemahaman dalam kontek tanda gejala penyakit, pencegahan, perawatan dan pengetahuan tentang layanan kesehatan yang tersedia untuk mengatasi masalah kesehatan yang dihadapi Proses dan penggunaan informasi terkait kesehatan dan perawatan kesehatan Kemampuan memproses, menggunakan informasi yang terkait kesehatan dan pelayanan kesehatan secara aktif Kemampuan menjaga kesehatan melalui manajemen diri dan mengujungi fasilitas layanan kesehatan Serangkaian keterampilan multidimensi yang diperlukan untuk menangani dan menerapkan tindakan kesehatan serta kemampuan mengintegrasikan informasi yang relevan diperlukan untuk menerapkan informasi dalam mengambil keputusan 1 2 3


37 tentang faktor risiko dan B. Komponen Literasi Kesehatan Mental Mengenali masalah kesehatan Kurangnya akan pengetahuan mengakibatkan Ketidakmampuan mengenali masalah kesehatan mental pada diri sendiri sehingga menghambat perilaku mencari bantuan. Sikap positif terhadap masalah Sikap positif dengan menerima masalah kesehatan mental yang dialami akan mempermudah mencari bantuan. Pengetahuan dan keyakinan penyebabnya Banyak faktor yang dapat menyebabkan timbulnya masalah kesehatan metal, tetapi kurang akan pengetahuan dan rendahnya kepercayaan terkait gejala yang muncul akan menghambat pencarian bantuan terhadap pengobatan. dan mencari bantuan mental 1 2 3


38 B. Komponen Literasi Kesehatan Mental Pengetahuan pengobatan yang Mencari bantuan untuk mengatasi masalah psikologis sangat penting, yang diawali dengan mencari dukungan sosial dari keluarga, teman dan pasangan, terlibat dalam kegiatan yang menyenangkan, kemudian mencari bantuan professional jika masalah psikologis sulit untuk diatasi. Pengetahuan tentang self-help Intervensi pertolongan diri yang tepat sangatlah penting. Strategi bantuan mandiri dapat berupa buklet informasi, situs web yang memberikan edukasi berupa psiko-edukasi. yang tersedia tersedia 4 5


39 C. Faktor yang Mempengaruhi Mental Health Literacy Usia Usia lebih tua dapat mengidentifikasi masalah kesehatan mental lebih baik dibanding usia muda (Jorm, 2008 ; Tay, 2018) Jenis kelamin Menurut Furnham & Lousley, 2013 perempuan lebih mudah mengenali masalah kesehatan mental dibanding laki-laki. Perempuan akan lebih cenderung mencari bantuan baik formal maupun informal (Furnham et al., 2014), berupa perawatan psikologis mapun penggunaan suplemen. 1 2


40 Diary Ibu ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------


41 Diary Ibu ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------


42 Diary Ibu ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------


43 Diary Ibu ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------


44 Diary Ibu ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------


45 Diary Ibu ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------


46 Diary Ibu ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------


47 Diary Ibu ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------


48 Diary Ibu ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------


49 Diary Ibu ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------ ------------------------------------------


Click to View FlipBook Version