The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Laporan PKL di PT. KAE JAYA GARMINDO 2023 SMK N 1 SAMBI

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by metamia2006, 2023-09-05 08:46:01

Laporan PKL PT. KAE JAYA GARMINDO 2023 SMK N 1 SAMBI

Laporan PKL di PT. KAE JAYA GARMINDO 2023 SMK N 1 SAMBI

1 LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN DI PT.KAE JAYA GARMINDO Dukuh Salamrejo, Pojok, Kec Nogosari, Kab Boyolali, Jawa Tengah, 57378. 19 Desember 2022-19 April 2023 26 Juni 2023-26 Agustus 2023 Disusun Oleh: ARVINA DAMAYANTI 211495 DEVINA NUR ARIYANTI 211525 ELSA NOPIANA SERLI 211541 ENI SUSILOWATI 211543 ISTI RAHAYU RAMADHANI 211577 LINTANG NUR ANGGRAINI 211588 METAMIA MARANATA WARDANI 221601 REVALITA DEA RAHMADANI 211650 RIRIN DESI NOVIYANTI 211658 YUNITA RATNA SARI 211714 PROGRAM STUDI TATA BUSANA SMK NEGERI 1 SAMBI, BOYOLALI 2023


2


3 KATA PENGANTAR Segala puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini. Laporan ini disusun untuk melengkapi tugas PKL yang telah dilaksanakan selama enam bulan yakni pada 19 Desember 2022 sampai 19 April 2023 dan 26 Juni 2023 sampai 26 Agustus 2023 di PT. KAE JAYA GARMINDO, Salam Rejo, Pojok, Nogosari. Pada kesempatan ini perkenankanlah kami mengucapkan terima kasih atas dorongan, motivasi, dan bimbingan dari berbagai pihak kepada: 1.Ibu Siti Nurjanah, S.Pd., M.Pd. selaku kepala sekolah SMK N 1 SAMBI. 2. Ibu Erni Setianingsih, S.PdT. selaku kepala program Tata Busana. 3. Ibu Erni Setianingsih, S.PdT. selaku guru pembimbing. 4. Mr. Kevin selaku pemilik perusahaan PT. KAE JAYA GARMINDO 5. Ibu Fitri Dwiyanti selaku pembimbing DU/DI. 6. Orang tua yang telah memberikan doa dan semangat kepada penulis. Kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dan kesalahan dalam penyusunan laporan ini, kami berharap kepada seluruh pihak agar dapat memberikan kritik dan saran yang membangun. Semoga laporan ini dapat memberi manfaat, khususnya bagi para pembaca dan bagi perkembangan ilmu pengetahuan khususnya dibidang tata busana. Sambi, Agustus 2023 Penulis


4 DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................................................... HALAMAN PENGESAHAN............................................................................................. KATA PENGANTAR.......................................................................................................... DAFTAR ISI....................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN................................................................................................... A. Latar Belakang.................................................................................................... B. Waktu dan Tempat.............................................................................................. C. Tujuan Praktik Kerja Lapangan......................................................................... D. Manfaat Praktik Kerja Lapangan....................................................................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA........................................................................................ A. Pengertian.......................................................................................................... B. Tugas dan Fungsi............................................................................................... C. Persyaratan......................................................................................................... D. Pengelolaan....................................................................................................... BAB III PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN.......................................... A. Sejarah.............................................................................................................. B. Lokasi............................................................................................................... C. Struktur Organisasi........................................................................................... D. Jam Kerja/Jadwal Instansi................................................................................ E. Kegiatan............................................................................................................ BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN.......................................................................... A. Kegiatan PKL ................................................................................................. BAB V PENUTUP........................................................................................................... A. Kesimpulan...................................................................................................... B. Saran................................................................................................................ DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................... LAMPIRAN....................................................................................................................


5 DAFTAR LAMPIRAN 1. Gambar PT. Kae Jaya Garmindo 2. Gambar bagian sewing 3. Gambar memasang vendor 4. Gambar mengoperasikan mesin bartek 5. Gambar mengoperasikan mesin press 6. Gambar menjahit ban karet pada celana 7. Gambar menyetrika stiker 8. Gambar menyatukan ban karet 9. Gambar memacking hoodie 10. Gambar mengobras ban karet 11. Gambar menjahit kansai 12. Gambar QC 13. Gambar mengoperasikan mesin overdeck 14. Gambar menjahit kantong 15. Gambar hoodie yang dipeoduksi 16. Gambar foto bersama


6 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan program khusus yang harus dilaksanakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sesuai dengan kurikulum SMK. Program ini dilaksanakan di luar sekolah dalam bentuk praktik terjadi di dunia usaha/industri (instansi). Praktik Kerja Lapangan (PKL) bermaksud untuk mendekatkan siswa kepada tuntunan kerja, yang diharapkan mampu memberikan umpan baik kepada dunia usaha, maupun sekolah sebagai lembaga pelaksanaan pendidikan formal, sehingga diperoleh gambaran tentang standar kualifikasi lulusan SMK sesuai kebutuhan di dunia usaha / industri serta masukan bagi pengembang mutu pendidikan khususnya SMK NEGERI 1 SAMBI. Praktik Kerja Lapangan (PKL) ini dijadikan sebagai tolak ukur siswa dalam menerapkan teori dari sekolah dan memberikan pengetahuan kepada siswa tentang proses yang terjadi di lapangan secara nyata. Dari pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) inilah nantinya diharapkan para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan betul-betul sudah memenuhi kualifikasi bagi dunia kerja serta sudah benar-benar siap memasuki dunia kerja. a. Waktu dan Tempat 1. Waktu Kami melaksanakan PKL dimulai pada tanggal 19 Desember 2022 sampai 19 April 2023 dilanjutkan tanggal 26 Juni 2023 sampai 26 Agustus 2023. 2. Tempat Kami melaksanakan PKL di PT. KAE JAYA GARMINDO yang berlokasi di Dukuh Salam Rejo, Desa Pojok, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. b. Tujuan 1. Tujuan Umum Agar siswa dapat mengimplementasikan pengetahuan yang didapatkan di sekolah dan menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2. Tujuan Khusus a. Siswa dapat mengenal secara langsung lingkungan Dunia Usaha/Dunia Industri. b. Terjalinnya hubungan yang saling menguntungkan antara sekolah dan DU/DI. c. Menerapkan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh. d. Mampu beradaptasi dan bersosialisasi dengan dunia industri. e. Memahami suasana dan kondisi lapangan kerja. c. Manfaat 1. Manfaat bagi Peserta Didik a. Siswa dapat menerapkan dan meningkatkan ilmu yang diperoleh di sekolah. b. Menambah wawasan mengenai dunia kerja khususnya berupa pengalaman kerja langsung. c. Memperkuat kemampuan siswa sesuai dengan kompetensi keahlian yang dipelajari.


7 2. Manfaat bagi Sekolah a. Terjalinnya hubungan kerja antara sekolah dengan perusahaan. b. Meningkatkan kualitas lulusan. 3. Manfaat bagi DU/DI a. Meningkatkan citra DU/DI karena dapat berkontribusi terhadap dunia pendidikan sebagai implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016. b. Peluang DU/DI untuk mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan. c. DU/DI lebih dikenal oleh masyarakat, khususnya masyarakat sekolah


8 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Pengertian Industri garmen merupakan industri yang memproduksi pakaian jadi dan perlengkapan pakaian. Industri tekstil dan produksi tekstil merupakan salah satu sektor yang berperan penting dalam memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap sektor perekonomian nasional. Menurut Menteri Perindustrian Nasional Agus Gumiwang bahwa Industri Tekstil dan Produk tekstil mampu menjadi devisa negara yang cukup besar tercermin dari nilai ekspor sepanjang tahun 2019 yang mencapai USD 12,9 Miliar. Industri tekstil dan produk tekstil menyerap tenaga kerja yang besar mencapai 3,37 juta orang. Industri garmen adalah sebuah industri yang memproduksi pakaian jadi atau produksi tekstil dalam skala besar dengan tujuan pasar dalam negeri maupun luar negeri. Produk yang industri hasilkan berupa jaket, kaos, kemeja, jas, almamater, celana dan masih banyak lagi produk yang dapat dihasilkan. Sehingga karyawan yang bekerja dalam perusahaan ini sangat banyak, bisa mencapai ribuan karyawan. Selain itu, perusahaan garmen memiliki sistem administrasi dan inventory yang baik serta memiliki peralatan teknologi yang canggih dan modern guna mempercepat proses produksi. B. Tugas dan Fungsi Di setiap perusahaan industri garmen, memiliki bagian-bagian atau bidang pekerjaan penting yang terpisah tetapi saling terkait satu sama lain. Berikut tugas dan fungsi di perusahaan industri garmen. 1) Direktur. Direktur merupakan seorang pemimpin di perusahaan industri yang bertugas sebagai pimpinan yang bertanggung jawab penuh terhadap kegiatan operasional perusahaan, pemasaran produk serta memiliki wewenang kebi 2) Personalia/Umum. Personalia merupakan seorang yang bertugas membuat perencanaan pegawai sesuai kebutuhan dari setiap departemen, bertanggung jawab dalam memilih dan mendapatkan pegawai yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dan memberikan pelatihan kepada pegawai agar mempunyai motivasi kerja dan menemukan solusi untuk setiap persoalan yang dihadapi oleh pegawai perusahaan. 3) General Manager. General manager merupakan seorang yang bertugas mengendalikan proses produksi, membuat jadwal hari kerja apabila ada perubahan, dan mampu menjamin tercapainya target produksi. 4) Human Resource Departemen (HRD) HRD merupakan seorang yang memiliki tugas memasang iklan lowongan kerja, menyeleksi calon-calon tenaga kerja, mengevaluasi hasil rekrutan apabila terdapat masalah. 5) Quality Control (QC)


9 Quality control yaitu seorang yang bertugas mengecek hasil produksi, mencegah adanya kesalahan ukuran, model dan bentuk yang tidak sesuai pesanan buyer pada proses menjahit, menjamin mutu dan kelayakan hasil produksi. 6) Security. Security merupakan orang yang bertugas menjaga keamanan di wilayah perusahaan industri. 7) Accounting/Akutansi Accounting atau keuangan merupakan orang yang bertugas melakukan penelitian dan analisa keuangan termasuk masalah pajak, melakukan verifikasi ulang atas semua bukti kas, penerimaan dan pengeluaran kas, serta melakukan verifikasi atas semua buku penjualan tunai, faktur penjualan dan nota pembelian serta bukti barang dari perusahaan ke konsumen. 8) Purchasing Purchasing merupakan orang yang bertugas mengatur perencanaan pembelian, membuat pemesanan, pembelian, memesan barang kepada pemasok, dan membuat pembelian yang berfungsi untuk menambah stock barang. 9) Line Head Warehouse ( Kepala bagian Gudang) Line head warehouse merupakan seorang pimpinan di bagian gudang yang bertugas mempersiapkan barang yang akan dikirim, bertanggung jawab atas penyimpanan kembali barang yang diterima, bertanggung jawab menyerahkan surat order penjualan dan barangnya ke bagian pengiriman, dan mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada digudang. 10) Line Head Cutting & Sewing Line Head Cutting & Sewing merupakan seorang pemimpin di bagian Cutting dan Sewing yang bertugas memberikan pengarahan dan bertanggung jawab di bagian pemotongan dan penjahitan di perusahaan. 11) Line Head Washing (Pencucian) Line Head Washing merupakan seorang yang bertugas memberikan pengarahan dan bertanggung jawab di bagian pencucian. 12) Line Head Finishing Line Head Finishing merupakan seorang yang bertugas memberikan pengarahan dan bertanggung jawab penuh atas semua karyawan di bagian akhir, seperti memperbaiki kualitas yang kurang baik. 13) Leader Leader merupakan orang yang bertugas di bawah pimpinan Line Head atau kepala bagian yang bertugas mengawasi semua kinerja karyawan. 14) Mekanik Mekanik merupakan orang yang bertugas untuk memperbaiki semua mesin-mesin yang ada di perusahaan industri.


10 C. Persyaratan Sebelum seseorang mendirikan pabrik, harus memenuhi persyaratan, berikut ini persyaratan untuk mendirikan pabrik: 1) Surat permohonan yang di dalamnya terdapat pernyataan kebenaran dan keabsahan dokumen & data di atas kertas bermeterai. 2) Identitas pemohon/ penanggung jawab • WNI = foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP). • WNA = Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) dan foto copy VISA. 3) Nomor Induk Berusaha (NIB). 4) Foto copy Izin Mendirikan Bangunan (IMB). 5) Foto copy dokumen lingkungan 6) Foto copy persetujuan prinsip industri. 7) Surat keterangan telah selesai membangun pabrik dan sarana produksi. 8) Surat pernyataan di atas kertas bermeterai Rp 6.000 yang sesuai dengan form model SP-I. 9) Daftar isian permintaan Izin Usaha Industri (IUI) sesuai form model SP-III. 10) Surat keterangan dari pengelola kawasan industri atau kawasan berikat bagi yang berlokasi di kawasan industri atau kawasan berikat. 11) Bukti kepemilikan tanah jika milik pribadi. ➢ Sertifikat tanah. ➢ Akta waris. ➢ Akta jual beli. Jika tanah atau bangunan disewa. ➢ Perjanjian sewa-menyewa tanah atau bangunan. ➢ Surat pernyataan di atas kertas Rp. 6.000 dari pemilik tanah atau bangunan yang menyatakan tidak keberatan tanah atau bangunan digunakan. ➢ Foto copy Tanda Penduduk (KTP) pemilik tanah atau bangunan. 12) Surat Izin Usaha Industri (IUI) terdahulu. 13) Daftar isian permintaan izin perluasan sesuai dengan form model SP-III. 14) Dokumen rencana perluasan. D. Pengelolaan Perusahaan memiliki berbagai tujuan untuk dicapai oleh karena itu organisasi atau perusahaan harus memiliki kualitas yang baik dalam pengelolaan dan pengembangan manajemen yang efektif dan efisien. Perusahaan pasti tidak lepas dengan persaingan. Persaingan tidak hanya terdapat dalam negeri, tetapi juga dapat berasal dari luar negeri pada harga dan kualitas barang. Produk garmen buatan luar negeri pada harga dan kualitas barang merupakan pesaing yang berat dan nilai impor garmen mengalami kenaikan setiap tahunnya. Upaya untuk dapat memenangkan persaingan, produk dalam negeri harus meningkatkan kualitas dan juga persaingan harga. Kualitas suatu produk dipengaruhi oleh manajemen perusahaan yang memproduksi produk yang bersangkutan. Suatu perusahaan untuk dapat berkembang dengan baik memerlukan sumber daya manusia


11 yang kompeten. Oleh karena itu sumber daya manusia yang baik merupakan kunci sukses suatu perusahaan. E. Administrasi Kantor administrasi yang terkait dengan fasilitas manufaktur garmen biasanya sebanding dengan ukuran operasi manufaktur. Staf administrasi mengelola deskripsi perusahaan seperti sumber daya manusia, keuangan dan akuntansi, penagihan, kesehatan dan keselamatan, melakukan proses pemesanan, menyiapkan faktur, melakukan pemasaran dan penjualan, dan lain-lain. Diagram alur kerja departemen administrasi di industri garmen adalah sebagai berikut: a) Perencanaan. Perencanaan adalah memutuskan terlebih dahulu apa yang harus dilakukan? Bagaimana cara melakukannya? Kapan melakukannya? Fungsi perencanaan melibatkan penetapan tujuan dan mengaturnya dalam urutan yang logis. b) Pengorganisasian. Pengorganisasian melibatkan identifikasi tanggung jawab yang harus dilakukan, meraba-raba tanggung jawab ke dalam departemen atau divisi & menentukan hubungan organisasi. c) Staffing. Staffing berarti mengisi posisi pekerjaan dengan hak orang pada waktu yang tepat. Ini melibatkan penentuan kebutuhan staf, penyaringan orang untuk mengisi posisi. d) Mengarahkan. Mengarahkan adalah memuat orang dengan cara yang mencapai tujuan organisasi. Mengarahkan membutuhkan keterampilan antarpribadi yang luar biasa, kemampuan memotivasi orang. e) Pengendalian. Pengendalian adalah fungsi yang mengevaluasi di semua bidang & mendeteksi penyimpangan potensial atau aktual dari rencana organisasi. Pengendalian meliputi pengelolaan informasi , pengukuran kinerja lembaga, tindakan perbaikan. f) Penganggaran. Penganggaran, yang dikecualikan dari daftar di atas, mencakup sebagian besar fungsi administratif, dimulai dengan penerapan rencana anggaran hingga penerapan pengendalian anggaran. F. Informasi Industri garmen di Indonesia kian lama kian berkembang dikarenakan hasil atau profit yang diperoleh menjanjikan. Selain menambah pasar lokal sekarang ini banyak yang sudah mencapai pasar internasional melalui ekspor dan impor. Industri garmen sebagai salah satu industri utama pemuas kebutuhan masyarakat akan sandang terus berkembang. Hal ini menuntut industri garmen untuk bisa menghasilkan produk berkualitas dan sesuai dengan perkembangan dunia yang terus berkembang.


12 BAB III PELAKSANAAN PKL A. Sejarah PT. Kae Jaya Garmindo adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang garmen manufaktur yang berlokasi di Dukuh Salam Rejo RT 004/ RW 006, Desa Pojok, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali. Perusahaan ini didirikan pada tanggal 24 Maret 2017 sesuai dengan akta pendirian No.260, berdiri di atas lahan seluas 2.023 M2. PT. Kae Jaya Garmindo akan berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi negara Indonesia yang saat ini mulai terlihat, produk-produk yang sangat sesuai dengan kebutuhan penduduk Eropa menjadikan bertambahnya permintaan dari customer luar negeri. B. Lokasi


13 C. Struktur Organisasi PT. Kae Jaya Garmindo D. Jam Kerja Jam kerja di PT. Kae Jaya Garmindo: • Senin – Jumat = 08.30 – 16.30 (istirahat pukul 12.00 – 13.00) • Sabtu = 08.30 – 12.30 E. Kegiatan Adapun kegiatan yang dilakukan di PT. Kae Jaya Garmindo antara lain: 1) Cutting Departemen Bagian ini merupakan bagian pertama dalam proses produksi yang mempunyai tugas untuk memotong material meliputi: fabrics, lining, atau interlining untuk dijadikan panel yang siap untuk dilakukan proses penjahitan. Tahapan-tahapan proses cutting diantaranya: ➢ Spreading = menggelar kain atau meletakkan kain di atas meja cutting, agar kain tidak menggelembung pada saat pemotongan kain. ➢ Cutting = fabrics dipotong sesuai dengan pola menjadi beberapa panel. ➢ Numbering = penomoran atau pemberian kode pada setiap panel, dengan tujuan untuk menghindari permasalahan diproses selanjutnya pada saat penggabungan panel. ➢ Bundling = mengikat potongan-potongan pakaian yang sudah dikelompokkan berdasarkan warna, ukuran dan jumlah, selanjutnya diikat dengan tali agar tidak mudah lepas atau tercecer saat dikirim ke bagian sewing. 2) Sewing Departemen DIREKTUR Mr. Kevin MEKANIK Bp. Warna QC Ibu Rini GM Teteh Tintin STAFF ADMIN PRODUKSI CUTTING Ibu Eni SEWING Ibu Wanti FINISHING Ibu Yuli HRD Ibu Fitri


14 Merupakan bagian produksi setelah cutting yang melakukan proses pembuatan garmen dengan menggabungkan beberapa panel menjadi sebuah produk berupa hoodie atau produk garmen lain yang sudah sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan dengan buyer. Sewing merupakan proses utama dari keseluruhan proses produksi garmen dan terdiri dari beberapa operasi yang memerlukan karyawan banyak. 3) Finishing Departemen Merupakan bagian terakhir dari urutan proses produksi yang mempunyai tugas utama memeriksa bagian-bagian busana, apakah ada kesalahan dalam menjahit atau ketidakrapihan, seperti jahitan yang berkerut, bagian yang tidak terjahit, atau jahitan yang tidak rapi. Biasanya kualitas pakaian yang tidak baik dikembalikan dikembalikan ke ruang produksi untuk diperbaiki. Apabila busana sudah bagus, lalu lanjut dipacking.


15 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Kegiatan pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL) PT. Kae Jaya Garmindo, memproduksi berbagai macam busana, salah satunya adalah hoodie. Hoodie pakaian hangat dengan tudung dan lengan panjang. Istilah hoodie sendiri diambil dari Bahasa Inggris hood yang berarti tudung atau penutup kepala. Salah satu item fashion yang timeless ini terkenal di semua kelompok umur, baik pria maupun wanita, karena mampu memberi kesan trendy dan stylish. Hoodie umumnya hadir dalam tiga style yaitu full zip-up, half zip-up, atau fullover. Katun, poliester, atau campuran keduanya adalah bahan kain paling umum yang digunakan untuk membuat hoodie. Berikut ini proses pembuatan salah satu model hoodie di PT. Kae Jaya Garmindo: 1. Kain digelar secara manual atau dengan alat bantu. 2. Kain dipotong sesuai dengan pola menjadi beberapa panel. 3. Memberi nomor atau kode pada setiap panel, dengan tujuan untuk menghindari kesalahan pada saat penggabungan panel. 4. Mengelompokkan panel berdasarkan tipe, ukuran, warna dan jumlah. 5. Setelah selesai dikelompokkan, panel diberikan ke loading, untuk ditata oleh helper, sebelum dilanjutkan pada bagian penjahitan. 6. Urutan yang pertama, yaitu mengobras collar. 7. Mengobras bagian bahu dan plaket. 8. Meemasang zipper (resleting) pada bagian depan. 9. Memasang twilltipe, kemudian ditutup dengan dijahit. 10. Menyetik leher dengan ukuran ¼. 11. Mengobras (memasang) tangan. 12. Mengobras bagian samping hoodie dan memasang vendor. 13. Mengobras rib. 14. Memasang (obras) rib tangan dan bawah hoodie. 15. Mengoverdeck rib bawah (heming bawah). 16. Mengoverdeck rib tangan (heming cuff). 17. Jika sudah selesai proses penjahitan, selanjutnya hoodie dipress, lalu dicek oleh kiyushi. 18. Setelah selesai dicek oleh kiyushi, hoodie akan disetrika. 19. Hoodie dipacking dan persiapan untuk dikirim.


16 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Setelah melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama 6 bulan mulai tanggal 19 Desember 2022 – 19 April 2023, dilanjutkan pada tanggal 26 Juni 2023 – 26 Agustus 2023 di “PT. Kae Jaya Garmindo”, kami mendapat kesimpulan, yaitu: 1. Di PT. Kae Jaya Garmindo kami diajarkan untuk disiplin dan tepat waktu dalam bekerja. 2. Dari kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) penyusun dapat merasakan secara langsung bagaimana bekerja di dunia usaha, khususnya industri. 3. Praktik Kerja Lapangan (PKL) menambah pengalaman bekerja, kami dapat menerapkan keterampilan yang didapat dari sekolah didunia industri. 4. Kami mampu bersosialisasi dengan para karyawan, dan dapat menjadi bekal di dunia usaha nanti. 5. Pembinaan di PT. Kae Jaya Garmindo sangat tegas, bijak dan ramah. B. Saran 1) Bagi Industri a) PT. Kae Jaya Garmindo sebaiknya menambah tenaga kerja pada bagian sewing agar bagian tersebut tidak kesulitan dalam mencapai target. b) PT. Kae Jaya Garmindo sebaiknya memberikan bimbingan yang lebih detail agar hasilnya menjadi efektif dan efisien. c) Hubungan antara karyawan dan siswa PKL diharapkan selalu terjaga keharmonisannya agar tercipta suasana kerjasama yang baik 2) Bagi sekolah a) Sebelum PKL dilaksanakan, perlu diadakan bimbingan yang lebih rinci dan memberi informasi yang spesifik tentang tempat PKL agar siswa lebih matang dan mengerti apa yang akan dilaksanakan di tempat PKL. b) Pemantauan terhadap siswa yang sedang PKL sebaiknya lebih ditingkatkan lagi untuk meyakinkan pihak perusahaan terhadap program PKL ini. c) SMKN 1 SAMBI sebaiknya lebih meningkatkan kerja sama dengan perusahaan agar siswa lebih mudah memperoleh tempat praktik kerja lapangan. 3) Bagi siswa a) Siswa harus taat peraturan perusahaan atau industri. b) Siswa harus bertanggung jawab dalam bekerja di tempat praktik kerja lapangan. c) Siswa harus menjaga sikap, tutur kata dan perilaku selama di tempat praktik kerja lapangan.


17 DAFTAR PUSTAKA Buku Laporan Praktik Kerja Lapangan (PKL) Program Tata Busana Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Sanbi. Per Mendikbud 50 tahun 2020 tentang Praktik Kerja Lapangan https://mukhlasincidahupasirdoton.blogspot.com/2016/12/contoh-laporan-pt-delamicidahu.html?m=1 PT Kae Jaya Garmindo - Perusahaan.net https://perusahaan.net/detail/OEk8L/KaeJaya-Garmindo/ https://sippn.menpan.go.id/pelayanan-publik/8074395/pemerintah-provinsi-dkijakarta/izin-usaha-industri Bagan Alur Kerja Departemen Administrasi di Industri Garmen https://translate.google.com/translate?u=https://www.textileflowchart.com/2015/02/w orking-flow-chart-of-administration-department-in-garmentsindustry.html&hl=id&sl=en&tl=id&client=srp&prev=search


18 LAMPIRAN Gambar: PT. Kae Jaya Garmindo Gambar: bagian Cutting


19 Gambar: bagian sewing Gambar: bagian sewing


20 Memasang vendor Mengoperasikan mesin bartek Mengoperasikan mesin press Menjahit ban karet pada celana


21 Menyetrika stiker Menjahit (menyatukan) ban karet Memacking hoodie Mengobras ban karet pada celana


22 Menjahit kansai Mengecek hoodie (QC) Mengoperasikan mesin overdeck Menjahit kantong


23 Gambar: beberapa hoodie yang diproduksi PT. Kae Jaya Garmindo


24 Gambar: foto bersama


Click to View FlipBook Version