Karya Tulis Ilmiah “Peran Guru Dan Orang Tua Dalam Pendidikan Siswa” Oleh : ADAM SYAFRIZAI XI IPA 2 SMA NEGERI 3 BANGKO PUSAKO KECAMATAN BANGKO PUSAKO KABUPATEN ROKAN HILIR PROVINSI RIAU 2024
i LEMBAR PENGESAHAN Karya Tulis Ilmiah yang disusun oleh Adam Syafrizai yang berjudul “Peran Guru Dan Orang Tua Dalam Pendidikan Siswa” merupakan bagian dari program pembelajaran bahasaindonesia dengan membuat tugas Karya Tulis Ilmiah. Karya Tulis Ilmiah ini telah diperiksa dan diperbaiki sesuai arahan pembimbing. Oleh karena itu sudah baik dalam pembuatan Karya Tulis Ilmiah. Bangko Pusako, Mei 2024 Disahkan oleh: Pembimbing Novita Asmi Sihombing, M.Pd NIP: 197911272006042007
ii ABSTRAK Peran guru dan orang tua dalam pendidikan adalah fondasi utama dalam mendukung perkembangan anak. Guna mencapai tujuan pendidikan, guru dan orang tua merupakan mitra yang saling melengkapi. Kolaborasi antara guru dan orang tua membentuk lingkungan pendidikan yang kondusif. Dengan saling berbagi informasi tentang perkembangan anak, baik dari segi akademis maupun perilaku, keduanya dapat bekerja bersama untuk memberikan dukungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar. Anak cenderung lebih termotivasi ketika mereka melihat keterlibatan dan dukungan dari guru dan orang tua. Ini memberikan pemahaman bahwa pendidikan adalah usaha bersama antara rumah dan sekolah. Dengan kolaborasi yang efektif, guru dapat memahami konteks kehidupan anak di luar lingkungan sekolah. Ini memungkinkan guru untuk menyesuaikan strategi pembelajaran agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik individu anak. Sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan efektif. Kata Kunci : Guru, Orang tua, Pendidikan, Siswa
iii KATA PENGANTAR Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa. yang atas rahmatnya dan karunianya penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini tepat pada waktunya. Adapunjudul dari Karya Tulis Ilmiah ini berjudul “Peran Guru Dan Orang Tua Dalam Pendidikan Siswa”. Pada kesempatankali ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada 1. Guru Pembimbing yang telah membimbing kami hingga karya tulisilmiah ini selesai. 2. Terima Kasih untuk orang tua penulis yang senantiasa mensupport. 3. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam pembuatan karya tulis ilmiah ini. Karya TulisIlmiah kami ini memang jauh dari kata sempurna. Oleh kerena keterbatasan waktu dan kemampuan kami, maka kritik dan saran yang membangun senantiasa kamiharapkan dari pembaca. Semoga karya tulis ilmiah ini berguna bagi saya maupun pihak lain yang berkepentingan pada umumnya. BangkoPusako, Mei 2024 Tertanda, Penulis
iv DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN...................................................................................i ABSTRAK ..........................................................................................................ii KATA PENGANTAR ........................................................................................iii DAFTAR ISI ...................................................................................................... iv BAB I PENDAHULUAN .................................................................................... 1 A. Latar Belakang .......................................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ..................................................................................... 3 C. Tujuan....................................................................................................... 3 D. Manfaat..................................................................................................... 3 E. Metodologi................................................................................................ 4 F. Prosedur Pengumpulan Data...................................................................... 4 G. Analisis Data............................................................................................. 4 BAB II KAJIAN TEORI...................................................................................... 5 A. Guru.......................................................................................................... 5 1. Pengertian Guru..................................................................................... 5 2. Peran Guru............................................................................................. 6 3. Tugas Guru............................................................................................ 9 4. Manfaat Guru ...................................................................................... 10 B. Orang Tua ............................................................................................... 16 1. Pengertian Orang Tua .......................................................................... 16 2. Peran Orang Tua.................................................................................. 17 3. Tugas Orang Tua ................................................................................. 20 4. Manfaat Orang Tua.............................................................................. 23 BAB III PEMBAHASAN .................................................................................. 25 A. Peran Guru dan Orang Tua Dalam Pendidikan Siswa .............................. 25 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 27 A. Kesimpulan ............................................................................................. 27 B. Saran....................................................................................................... 27 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 28
1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Pendidikan tidak hanya berkembang di dalam kelas, namun juga melibatkan kerjasama erat antara guru dan orang tua di rumah. Meskipun memiliki peran yang berbeda, guru dan orang tua saling melengkapi dalam membimbing dan mengarahkan anak-anak menuju masa depan yang cerah. Orangtua adalah orang pertama yang mengajarkan pendidikan kepada anaknya, dari mulai balita , anak-anak hingga dewasa. Namun, ada juga orangtua yang tidak dapat membimbing anak lagi dalam belajar karena dengan alasan sudah sekolah dan ada guru yang mengajar, ataupun karena sibuk. Nah, disinilah harus dilakukannya suatu evaluasi , dimana orangtua tidak bisa terlepas membimbing anaknya dalam belajar walaupun anak sudah sekolah dana ada guru yang mengajar ketika di sekolah, tetapi orangtua harus tetap membimbing belajar anak dan memantau kegiatan sehari-hari anak. Guru memang mereka adalah orangtua kedua anak apabila di sekolah dan guru akan mengajar dan membimbing anak apabila di sekolah , selain itu adalah tanggung jawab orangtua di rumah . Nah, disinilah begitu pentingnya peran orangtua dalam pendidikan anak. Peran orangtua dalam pendidikan anak sangat penting, dengan perhatian dan support yang akan membuat anak semangat, apalagi dimana pandemi seperti sekarang yang pembelajarannya dilakukan di jarak jauh, pasti akan
2 membutuhkan orangtua dalam membimbing belajar , terutama anak sd yang benar-benar harus terus dibimbing. Mengingat orang tua adalah pendidik utama, ayah dan ibu memiliki peran masing-masing yang sangat vital dalam membentuk karakter dan nilai kepribadian anak-anak. Keterlibatan orang tua terjadi di rumah dan juga di sekolah untuk berkolaborasi dengan guru demi mencapai keberhasilan. Seperti yang kita tahu orang tua akan menjadi peran yang cukup penting untuk memberikan contoh bagi anak, karena anak akan meniru apa saja yang dilakukan oleh mereka. Jadi orang tua harus memberikan keteladanan dan kebiasaan yang baik setiap harinya, sehingga dapat dijadikan contoh yang baik oleh anak. Keteladanan dan kebiasaan baik harus ditanamkan sejak dini atau pada waktu pertumbuhan anak karena hal ini dapat mempengaruhi perkembangan karakter dan kepribadian anak. (Permono. 2013) Orang tua sebaiknya memperhatikan pertumbuhan karakter, kepribadian serta pendidikan anak-anaknya karena peran orang tua sangatlah penting dalam tumbuh kembang pendidikan bagi mereka. Biasanya orang tua mampu memberikan kebutuhan materi tapi tidak dapat memenuhi kebutuhan pendidikannya. Karenanya anak akan berkembang bukan dengan pola yang hendak dituju tetapi berkembang dengan sendirinya. Anak dibiarkan tumbuh tanpa norma baik agama maupun masyarakat, tidak ada kepastian pada diri
3 seorang anak bagainama seharusnya ia bertindak atau bagaimana ia harus bersikap karena mereka tidak pernah mendapat bimbingan dari orang tua.1 B. Rumusan Masalah Berikut merupakan rumusan masalah dalam karya tulis ilmiah ini: 1. Apakah yang dimaksud dari guru, peran, tugas serta manfaat dari guru? 2. Apakah yang di maksud dari orang tua, peran, serta manfaat dari orang tua? C. Tujuan Berikut merupakan tujuan dalam karya ilmiah ini: 1. Mendeskripsikan yang dimaksud dari guru, peran, tugas serta manfaat dari guru? 2. Mendeskripsikan yang di maksud dari orang tua, peran, serta manfaat dari orang tua? D. Manfaat Berdasarkan rumusan masalah dan juga tujuan penulisan makalah ini, maka dapat dirumuskan manfaat yang dapat diperoleh sebagai berikut: 1. Diperoleh pengetahuan baru menggenai peran guru dan orang tua dalam pendidikan siswa 2. Pembaca memperoleh pemaparan baru yang berkenaan dengan peran guru dan orang tua dalam pendidikan siswa 1 Singgih D Gunarsa (1990). Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga. Jakarta : PT. BPK Gunung Mulia
4 E. Metodologi Metodologi dalam penelitian ini adalah kajian pustaka. Kajian pustaka adalah seluruh bahan bacaan yang mungkin pernah dibaca dan dianalisis, baik yang sudah dipublikasikan maupun sebagai koleksi pribadi. Kajian pustaka sering dikaitkan dengan kerangka teori atau landasan teori, yaitu teori-teori yang digunakan untuk menganalisis objek penelitian buku-buku, jurnal, dan lain-lain, yang terkait dengan masalah yang dibahas. F. Prosedur Pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang relevan dengan permasalahan pada makalah ini, maka pengumpulan bahan-bahan referensi dilakukan dalam rangka memperoleh data sekunder. Langkah awalnya adalah dengan melakukan inventarisasi terhadap sumber-sumber sebagai referensi, kemudian menuliskannya secara sistematis. G. Analisis Data Analisis data adalah suatu proses penyederhanaan data dalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterprestasikan. Pada makalah ini, analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif, sedangkan pengolahan data, yang dilakukan dengan cara mensistematika bahan-bahan atau buku-buku. Sistematisasi berarti membuat klasifikasi terhadap bahan-bahan yang ada, tersebut untuk memudahkan analisis dan merumuskan konstruk atau konsep.
5 BAB II KAJIAN TEORI A. Guru 1. Pengertian Guru Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, “Guru adalah orang yang mempunyai pekerjaan (mata pencahariannya, profesinya) adalah mengajar”. (Indrawan,I.,2020). Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah (Undang-Undang No. 14 Tahun 2005). Dalam pendidikan guru memiliki peranan yang penting dalam menyukseskan peserta didik. Guru mengajarkan hal yang belum diketahui atau memperdalam hal yang sudah diketahui peserta didik. Guru merupakan orang yang paling berjasa untuk memajukan bangsa dan negara. Dalam pengertian yang sederhana, guru merupakan orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Guru adalah seseorang yang memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran,sehat jasmani dan rohani,serta mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional (dalam Mawardi, 2020).
6 Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa guru adalah seseorang yang memiliki hak dan kewajiban untuk melakukan proses belajar mengajar baik untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.2 2. Peran Guru Perkembangan terbaru terhadap pandangan mengenai belajar mengajar menuntut guru untuk meningkatkan kompetensi dan perannya. Karena seyogyanya proses belajar mengajar serta hasil belajar mengajar siswa sebagian besar ditentukan oleh seberapa besar peran dan kompetensi seorang guru. Walaupun dunia terus mengalami perkembangan sehingga banyak hal yang bisa digantikan oleh mesin ataupun robot, namun beberapa peran guru di berikut ini tidak bisa digantikan oleh apapun. a. Motivator Seorang guru harus bisa menjadi motivator bagi para peserta didiknya. Guru harus bisa mendorong mereka untuk lebih semangat dan lebih aktif belajar. b. Fasilitator Kedua guru harus mampu berperan sebagai fasilitator. Fasilitator yang dimaksud yaitu guru harus bisa memberikan fasilitas-fasilitas ataupun kemudahan untuk proses belajar mengajar. 2 Imam Wahyudi (2012). Mengejar Profesionalisme Guru : Strategi Praktis Mewujutkan cirta guru Profesional. Surabaya : PT. Prestasi Pustaka Raya
7 c. Mediator Peran guru sebagai mediator membuat guru harus memiliki pemahaman dan pengetahuan yang cukup luas seputar media pendidikan karena saat ini media merupakan alat untuk menunjang proses belajar mengajar agar lebih efektif. d. Pengelola Kelas Peran guru sebagai pengelola kelas menuntut para guru untuk bisa mengelola kelas dan lingkungan sekolah agar kegiatan belajar mengajar bisa lebih terfokus ke tujuan-tujuan pendidikan. Lingkungan belajar yang baik adalah lingkungan belajar yang bisa merangsang dan menantang para peserta didik untuk lebih giat belajar sekaligus mampu memberikan rasa aman selama proses belajar mengajar. Kualitas dan juga kuantitas belajar siswa juga ditentukan oleh beberapa faktor lain seperti hubungan pribadi guru dengan siswa saat di dalam kelas, suasana kelas dan kondisi umum lainnya. e. Demonstrator Sebagai seorang pengajar sekaligus demonstrator, guru harus menguasai materi pelajaran yang hendak diajarkan serta berupaya untuk mengembangkan sekaligus meningkatkan kemampuan diri. Dengan bekal kemampuan baru dan pengetahuan yang diasah secara terus-menerus, peran guru sebagai demonstrator diharapkan mampu
8 mengajar para siswa secara didaktis agar apa yang disampaikan dapat benarbenar dimiliki oleh para siswa. f. Inspirator Peran guru sebagai inspirator adalah memberi inspirasi untuk kemajuan belajar para peserta didik. Karena persoalan seputar belajar adalah masalah pokok siswa, maka guru harus bisa memberi petunjuk pada siswa bagaimana cara belajar yang lebih baik. g. Mentor Sebagai seorang mentor guru sudah seharusnya bisa menjadi rekan belajar bagi para siswanya. Guru harus bisa memberi arahan dan juga bimbingan pada para siswa dan tidak bersikap otoriter atau selalu mendikte peserta didik supaya bisa melakukan apapun keinginannya. h. Pemantik Kreativitas dan Imajinasi Pendidikan di era sekarang harus bersifat lebih fleksibel dan tidak kaku atau berpusat pada guru saja. Seorang guru dituntut agar bisa mendesain sebuah proses pembelajaran yang menyenangkan dan aktif untuk para peserta didik. i. Pengembang Kerja Tim Kolaborasi adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh para siswa di era ini. Guru harus bisa melatih siswa untuk dapat berkolaborasi dengan pihak lain serta menanamkan nilai-nilai positif pada karakter siswanya.
9 j. Empati Sosial Seorang guru harus dapat menunjukkan empati pada peserta didiknya. Hal ini adalah salah satu yang tidak bisa digantikan oleh apapun karena empati guru merupakan penghargaan terhadap sisi kemanusiaan peserta didik.3 3. Tugas Guru Selain memiliki beberapa peran penting yang tidak bisa digantikan oleh apapun, guru juga memiliki tugas dan tanggung jawab yang tak kalah penting terhadap para peserta didiknya. Berdasarkan penjelasan di atas tugas dan tanggung jawab guru adalah untuk mendidik, mengajar dan melatih para siswa supaya bisa menjadi individu yang berkualitas baik dari segi akhlak maupun intelektualnya. Berikut ini merupakan tugas-tugas utama guru. a. Mengajar Sebagai seorang pengajar guru memiliki tugas untuk merencanakan program belajar, melaksanakan program yang telah dibuat tadi dan melakukan penilaian setelah program selesai dilaksanakan. b. Mendidik 3 Amin, Muhammad Asri. 2013. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Nuansa Cendekia
10 Pendidik atau edukator merupakan tugas untuk mengarahkan siswa ke level kedewasaan dengan kepribadian sempurna. c. Melatih Keterampilan Hidup Tugas guru yang selanjutnya yaitu melatih keterampilan hidup. Melatih yang dimaksud adalah mengarahkan siswa agar bisa memiliki keterampilan atau practical life. Guru harus mampu melatih para siswanya agar bisa menguasai keterampilan hidup untuk menjadi bekal mereka dalam menaklukkan segala tantangan yang akan dihadapi pada masa mendatang. d. Memberikan Bimbingan dan Pengarahan Pekerjaan seorang guru tidak sebatas pada mendidik dan mengajar saja akan tetapi tugas guru terhadap siswa yang lainnya yaitu membimbing serta mengarahkan para siswa agar tetap di jalur yang benar, terlebih pada saat proses belajar mengajar. 4. Manfaat Guru Adapun berikut 8 manfaat menjadi seorang guru: 1. Menjadi Teladan & Pemimpin Menjadi guru sudah pasti harus bisa menjadi contoh dan teladan bagi para murid. Selain harus bisa menguasai keilmuaannya, guru juga dituntut untuk memiliki sifat yang baik dan bisa menjadi panutan. Sebab guru akan selalu menjadi pusat perhatian bagi seluruh muridnya. Apa yang dikatakan atau diperintah guru para murid tentu akan menurutinya
11 sehingga guru harus bisa untuk selalu memberikan hal-hal baik dan positif. Selain itu, guru juga memegang peranan sebagai pemimpin bagi murid-muridnya di kelas. Ketika proses KBM dimulai sampai berakhir Anda memiliki wewenang untuk mengatur waktu, memberikan materi, tugas, dan membuat aturan kepada murid Anda agar kelas menjadi nyaman dan kondusif. Dengan sering memimpin murid-murid Anda, tentu saja akan melatih Anda menjadi seorang pemimpin untuk tugas dan jabatan lainnya. 2. Pekerjaan tidak Monoton Menjadi guru itu menyenangkan lho. Siapa bilang membosankan dan monoton. Bayangkan saja, setiap hari Anda akan bertemu dengan beragam murid yang memiliki ciri khas dan karakter masing-masing. Tentu saja pekerjaan Anda akan lebih berwarna. Ketika mengajar dan mengelola KBM juga Anda bebas menentukan dan mengekslporasi metode, media, dan strategi pembelajaran yang hendak digunakan. Anda bisa menerapkan metode belajar eksperimen di laboratorium, karya wisata di kebun binatang atau melakukan pengamatan dan studi kasus di museum sejarah. Anda juga bisa menggunakan media digital seperti games, kuis daring, dan sejenisnya agar pembelajaran menjadi lebih menyenangkan.
12 Sehingga menjadi guru itu jelas tidak membosankan, karena setiap hari Anda bisa mengubah kondisi dan strategi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. 3. Punya Peran Penting Bagi Masa Depan Tugas utama sorang guru adalah membagikan ilmu, keteladanan, dan keterampilan kepada para murid. Guru juga harus bisa menjadi fasilitor dalam pengembangan minat dan bakat murid. Tujuan dari ini adalah agar murid memiliki bekal keilmuan, akhlak, dan keterampilan yang mumpuni di masa mendatang. Dengan tugas yang teramat penting ini, maka tidak heran guru disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Sebab ditangan Bapak/Ibu guru masa depan anak-anak generasi penerus bangsa dibentuk dan ditempa menjadi individu yang memiliki kompetensi, keterampilan juga karakter yang baik dan hebat. Banyak sekali orang-orang sukses saat ini lahir dari didikan para guru-guru mereka terdahulu. Jadi jangan heran jika seorang presiden Joko Widodo saja pada suatu kesempatan mengundang para guru-gurunya semasa SMP dan SMA untuk bersilaturahmi, bernostalgia dan mengucapkan terima kasih kepada guru-guru beliau tersebut. Berkat jasa mereka sehingga beliau bisa menjadi seperti saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa begitu besarnya peran seorang guru bagi seseorang dan bagi suatu generasi.
13 4. Jam Kerja Fleksibel Berbeda dengan profesi kantoran, profesi sebagai guru memiliki manfaat lain yang berkaitan dengan jam kerja yang cenderung fleskibel. Jam kerja guru umumya mengikuti jam pelajaran dan jadwal mengajar. Di luar jam tersebut guru bisa melakukan pekerjaan dan aktivitas lain. Apabila pekerja kantoran umumnya pulang jam 2-3 sore, guru biasanya bisa pulang lebih cepat mengingat jam pembelajaran aktif di sekolah umumnya dari jam 11-1 siang saja. Guru juga memiliki banyak waktu libur, yaitu ketika sebelum dan setelah ujian tengah semester dan ujian akhir. Meskipun pastinya masih banyak kerjaan administrasi lain yang akan diurus seperti mengoreksi nilai siswa dan mengisi rapot, tetapi semuanya bisa dikerjakan secara fleksibel. Apalagi saat ini sistem yang digunakan disebagaian besar sekolah umumnya telah berbasis digital dan online, sehingga proses koreksi, penilaian dan publikasi bisa dikerjakan lebih mudah dan praktis. Misalnya juga ketika ada urusan penting dan tidak memungkinkan Anda untuk mengajar para murid di kelas, Anda juga bisa mengatur ulang waktu mengajar Anda dengan para murid dilain waktu sesuai kesepakatan atau bisa dengan memberikan tugas mandiri
14 kepada murid Anda, dengan catatan semua dilakukan jika memang kondisinya benar-benar penting, bukan karena faktor lainnya ya. 5. Bekerja Sambil Beramal Guru bertugas membagikan ilmu dan mendidik keteladanan yang baik kepada para murid. Hal ini tentu saja jika dikerjakan dengan ikhlas maka akan menjadi ladang amal yang tak terhingga. Apalagi jika ilmu yang dibagikan kepada murid bisa benar-benar bermanfaat untuk murid dan juga kepada orang lain dimasa mendatang. Tentu saja selain merasa bahagia karena bisa membuat murid menjadi orang yang sukses, ilmu dan kebaikan yang sudah dibagikan tersebut juga bisa mendatangkan pahala bagi Anda karena bisa digunakan untuk hal yang baik dan bermanfaat. 6. Gaya Hidup Sederhana Banyak guru-guru yang memiliki kehidupan sederhana. Kehidupan sederhana ini bukan berarti para guru tidak mampu membeli barang mahal atau meningkatkan taraf hidupnya, melainkan merupakan citra dan karakter yang sudah terbentuk alami dari seorang guru. Guru adalah sosok panutan dan teladan untuk murid-muridnya dan juga terhadap lingkungan. Sehingga kesukesan seorang guru bukan terletak pada materi dan kedudukan yang dimilikinya, melainkan seberapa berhasil dan bermanfaat ilmu dan keteladanan yang dibagikannya kepada para murid.
15 Lingkungan yang terbentuk diantara sesama rekan guru juga kebanyakan sederhana dan minim gengsi, guru umumnya lebih elegan dan nyaman tampil dengan kesederhanaan. Oleh karena itu, menjadi guru tidak perlu hidup dengan kemewahan dan gensi, Anda hanya perlu hidup sederhana karena yang dilihat atau membuat Anda istimewa adalah pengabdian dan keteladanan Anda, bukan materi dan juga kekayaan. 7. Punya Banyak Idola dan Kenalan Setiap murid pasti memiliki guru idola atau yang disenanginya. Tidak jarang keteladanan, nasihat dan inspirasi para guru ketika di sekolah akan selalu diingat dan dikenang oleh para murid hingga dewasa dan sukses. Selain itu, dengan adanya program merdeka belajar guru juga dituntut tidak hanya memiliki kemampuan dalam mendidik. Guru juga dituntut harus bisa menjadi pembimbing, penggerak, pelatih, dan sebagai pemotivasi. Guru harus banyak mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan juga aktif membangun relasi dengan sesama rekan guru lainnya dengan bergabung bersama komunitas guru baik secara daring melalui sosial media maupun secara offline.
16 Dengan semakin banyak terjalin koneksi dan kolaborasi diantara sesama guru, selain menambah wawasan dan pengalaman juga akan menambah kecakapan guru dalam komunikasi dan berkreativitas. 8. Berwawasan Luas Profesi guru selalu identik dengan membaca, menulis dan berceramah (menyampaikan materi). Guru harus selalu belajar sepanjang waktu agar bisa selalu memiliki bekal wawasan keilmuan yang luas. Selain itu dengan terus belajar guru jadi lebih paham dengan informasi terbaru yang berkaitan dengan bidang keilmuannya maupun wawasan secara umum.4 B. Orang Tua 1. Pengertian Orang Tua Orang tua adalah pria dan wanita yang terikat dalam perkawinan dan siap sedia untuk memikul tanggung jawab sebagai ayah dan ibu dari anakanak yang dilahirkannya. Dapat juga di katakan orang tua adalah ayah dan ibu baik kandung (biologis) ataupun tid.ak kandung (orang tua angkat, orang tua asuh dan orang tua tiri) yang bertanggung jawab terhadap hak-hak anak yang diasuhnya. Orang tua dalam bahasa arab di kenal dengan sebutan al-walid. Adapun dalam penggunaan bahasa Inggris istilah orang tua dikenal dengan sebutan “parent” yang artinya “orang tua laki-laki atau ayah, orang 4 Musfiqon. 2012. Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka Raya.
17 tua perempuan atau ibu”.Pengertian “orang tua” hendaknya diartikan dalam konteks yang luas, yaitu tidak hanya “orang tua” di rumah (sebagai ayah dan ibu), melainkan juga sebagai “orang tua” di luar rumah (sebagai anggota masyarakat, pejabat sipil maupun militer, pengusaha, agamawan, guru, dan profesi lainnya).Orang tua adalah pertama dan utama dalam keluarga, dikatakan pendidik yang pertama di tempat inilah anak mendapatkan bimbingan dan kasih sayang yang pertama kalinya. 2. Peran Orang Tua Peran orang tau dalam pendidikan anak sangatlah penting untuk kita ketahui sebab pendidikan anak adalah tanggung jawab bersama antara sekolah dan keluarga. Orang tua memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung perkembangan dan keberhasilan pendidikan anak-anak mereka. Kolaborasi yang kuat antara rumah dan sekolah dapat memberikan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan akademik, emosional, dan sosial anak. Artikel ini akan menjelajahi peran orang tua dalam pendidikan anak, pentingnya keterlibatan mereka, dan strategi yang dapat diterapkan untuk membangun kolaborasi yang sukses antara rumah dan sekolah. 1. Membangun Lingkungan Belajar yang Positif di Rumah Peran orang tua dengan membangun lingkungan balajar yang positif dirumah, orang tua dapat menciptakan lingkungan belajar yang positif di
18 rumah dengan menyediakan tempat yang tenang dan nyaman untuk anakanak belajar, mendukung kebiasaan membaca, memberikan akses ke bahanbahan pembelajaran yang relevan, dan mendorong waktu yang teratur untuk tugas sekolah. Dalam lingkungan yang kondusif ini, anak-anak dapat mengembangkan kebiasaan belajar yang baik dan merasa didukung dalam perjalanan pendidikan mereka. 2. Komunikasi yang Terbuka antara Orang Tua dan Guru Komunikasi yang terbuka dan berkelanjutan antara orang tua dan guru sangat penting. Orang tua perlu menjalin hubungan yang baik dengan guru untuk memahami perkembangan anak, tantangan yang dihadapi, dan kemajuan yang dicapai. Melalui pertemuan orang tua-guru, laporan perkembangan, atau sarana komunikasi lainnya, orang tua dapat mengetahui apa yang sedang dipelajari anak mereka di sekolah dan berkolaborasi dengan guru dalam mendukung pembelajaran anak di rumah. 3. Mendukung Keterlibatan dalam Kegiatan Sekolah Orang tua dapat aktif terlibat dalam kegiatan sekolah, seperti pertemuan orang tua, acara olahraga, pentas seni, atau kegiatan sukarela. Dukungan dan partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah membantu memperkuat ikatan antara rumah dan sekolah, serta memberikan contoh yang positif bagi anak tentang pentingnya pendidikan.
19 4. Memantau dan Mendorong Kemajuan Akademik Orang tua perlu memantau dan mendorong kemajuan akademik anak-anak mereka. Mereka dapat melibatkan diri dalam tugas rumah, mengajukan pertanyaan tentang apa yang sedang dipelajari, membantu anak-anak mengatasi kesulitan belajar, serta memberikan pujian dan dorongan yang sesuai. Dengan memberikan perhatian aktif terhadap pendidikan anak, orang tua dapat membantu mempertahankan motivasi dan mengembangkan kepercayaan diri anak. 5. Membangun Nilai dan Etika dalam Pendidikan Pendidikan tidak hanya tentang penguasaan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga tentang pembentukan nilai dan etika yang kuat. Nilai dan etika memainkan peran penting dalam membentuk karakter individu dan membantu mereka menjadi warga yang bertanggung jawab dan berkontribusi positif dalam masyarakat. Membangun nilai dan etika dalam pendidikan melibatkan peran aktif orang tua dan sekolah dalam mengajarkan dan mendorong praktik nilai-nilai yang positif. Melalui kolaborasi yang erat antara orang tua dan sekolah, anak-anak akan merasakan bahwa mereka didukung secara penuh dalam perjalanan pendidikan mereka. Hal ini dapat meningkatkan motivasi, kepercayaan diri, dan prestasi akademik mereka. Dengan memahami pentingnya peran
20 mereka dalam pendidikan anak, orang tua dapat memaksimalkan potensi anak-anak mereka dan membantu mereka meraih kesuksesan di sekolah dan dalam kehidupan secara keseluruhan. 3. Tugas Orang Tua Berikut ini adalah 5 kewajiban orang tua terhadap anaknya yang perlu diketahui oleh Ayah dan Bunda: 1. Memberikan Nama yang Baik Jasa terbesar ibu dan Ayah tidak cukup hanya dengan melahirkan anak ke dunia saja. Ayah dan Bunda, hal pertama yang harus dilakukan untuk memenuhi kewajiban sebagai orang tua terhadap anak memberikan nama yang baik. Nama seorang anak akan melekat kepadanya hingga ia dewasa nanti. Nama adalah identitas seseorang. Sehingga Ayah dan Bunda wajib memberikan nama yang baik, yang dapat menjadi kebanggaan anak tersebut. Jangan sampai nama yang kita berikan justru menjadi beban bagi anak. Berikanlah nama yang memiliki arti yang baik. Jangan sampai nama yang kita berikan menjadi bahan bercandaan atau bulian bagi mereka. 2. Memberikan Sandang, Pangan, dan Papan Tanggung jawab orang tua terhadap anak yang kedua adalah memberikan sandang, pangan dan papan. Kewajiban orang tua kepada anak yang tidak boleh diabaikan adalah memberikan pakaian yang kayak, makanan yang sehat dan bergizi, serta tempat tinggal yang aman dan nyaman. Hal ini bukan berarti sandang, pangan, dan papan yang diberikan harus mewah dan mahal
21 ya. Tidak semua orang tua memiliki harta yang berlimpah. Bagaimana dengan orang tua yang tidak beruntung? Apakah gugur kewajibannya memberikan kehidupan yang layak bagi anak? Tentu saja tidak. Orang tua harus berusaha memenuhinya dengan sekuat tenaga. Anak akan melihat bagaimana orang tua berusaha memenuhi kebutuhannya dan menjadikan mereka hormat dan menyayangi orang tuanya. 3. Memberikan Pendidikan Tanggung jawab orang tua terhadap anaknya selain memberikan nama dan memberikan sandang, pangan, dan papan adalah memberikan mereka pendidikan yang baik. Di dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak yang berbunyi Negara, Pemerintah, Pemerintah Daerah, Keluarga, dan Orang Tua wajib memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada Anak untuk memperoleh pendidikan. Memberikan pendidikan yang baik sehingga anak-anak kelak akan siap hidup mandiri dan menjadi orang yang baik merupakan bentuk kasih sayang orang tua terhadap anak. Membiarkan anak tidak mengenyam pendidikan, apalagi dengan sengaja tidak menyekolahkan anak supaya mereka dapat bekerja dan menghasilkan uang untuk orang tuanya padahal orang tua mampu, tentu saja tidak dibenarkan. Ada banyak pilihan untuk memberikan pendidikan pada anak. Orang tua dapat mendidik secara mandiri di rumah, atau menyekolahkan anak ke
22 lembaga-lembaga pendidikan yang baik. Ingat yang baik, ya Ayah Bunda. Dan yang baik tidak harus mahal. 4. Memberikan Pendidikan Agama Selain memberikan pendidikan umum, tugas orang tua terhadap anak adalah mengajarkan pada mereka tentang pendidikan agama. Bahkan pernah dikatakan oleh Albert Einstein, yang merupakan seorang ilmuwan terkenal, bahwa ilmu tanpa agama buta, dan agama tanpa ilmu lumpuh. Ilmu umum dan ilmu agama tidak boleh dipisahkan karena keduanya akan saling menguatkan dan menjadikan anak menjadi generasi yang berkualitas. Ilmu umum menempa dan membekali mereka dengan pengetahuan, sedangkan ilmu agama adalah filter yang akan membentuk pribadi dan karakter anak menjadi orang yang baik. Jika anak kelak menjadi seorang pengusaha, mereka akan menjadi pengusaha yang baik, jika mereka kelak menjadi abdi negara, mereka juga akan menjadi abdi negara yang baik dengan bekal ilmu dan agama yang dimilikinya. 5. Memberi Teladan yang Baik dan Mengajarkan Anak tentang Nilai-Nilai dan Karakter yang Baik Peran orang tua selanjutnya adalah mengajarkan anak tentang nilainilai dan karakter yang baik. Anak harus diajarkan tentang kedisiplinan, kemandirian, sopan santun, dan nilai-nilai baik lainnya. Orang tua tidak akan selamanya dapat mendampingi anak. Pada saatnya, anak harus mampu
23 hidup mandiri dan mengambil keputusan untuk kehidupannya sendiri. Oleh karena itu anak perlu diajarkan sedini mungkin. 4. Manfaat Orang Tua Hal ini wajib dilakukan bagi para orangtua yang saat ini lebih sibuk dengan ponsel pintarnya, atau bermedia sosial. Namun untuk mendampingi anaknya saat belajar tidak peduli. Perlu diketahui, anak adalah amanah dari Allah yang harus dijaga dan diperjuangkan agar kelak menjadi manusia yang berakhlak mulia. Orangtua ibarat pena yang akan menulis apa saja. Sedangkan anak ibarat kertas polos yang siap dicoret atau dibentuk orangtua itu sendiri. Oleh karena itu, begitu penting peran orangtua dalam mendidik anak, salah satunya dengan mendampingi belajar. Dirangkum dari laman Sahabat Keluarga Kemendikbud RI, berikut 4 manfaat orangtua mendampingi anak saat belajar: 1. Mampu dekatkan jalinan hati Ini menjadi penting karena saat ini terjadi perubahan zaman akibat hadirnya teknologi informasi yang makin maju. Jadi, hubungan orangtua dan anak harus terjalin baik. Jangan sampai masing-masing sibuk dengan sendirinya. Jalinan erat akan menjadikan komunikasi dua arah menjadi lancar. 2. Bantu pecahkan persoalan anak Wajar jika anak memiliki persoalan tersendiri. Baik saat belajar, masalah di sekolah, atau persoalan lain yang kadang mengganjal. Kalau
24 persoalan itu biasa dipendam sendiri tentu akan berefek tidak baik bagi psikis anak. Jadi, sesering mungkin kita mendampingi anak belajar dan bertanya apakah ada masalah yang sedang dihadapi. Baca juga: Dampingi Anak-anak Kita Belajar 3. Anak jadi percaya diri Kepercayaan diri amat penting bagi anak. Dengan adanya pendampingan belajar, anak menjadi mantap terhadap materi yang dipelajarinya. Jadi, penguatan orangtua berdampak positif bagi anak. Percaya diri pun tercipta dan bakal menjadikan anak melangkah dengan tenang saat di sekolah atau saat mengerjakan ujian. 4. Bantu ketenangan jiwa anak Jika orangtua mendampingi anak, maka bisa menimbulkan ketenangan jiwa anak. Dampaknya, anak bisa lebih berkonsentrasi. Selain itu anak akan lebih mudah mengerjakan dengan hati senang, tak ragu dan tak grogi lagi.5 5 Saifuddin Azwar (1995). Sikap Manusia Teori Dan Pengukurannya. Yogyakarta : Pustaka Pelajar
25 BAB III PEMBAHASAN A. Peran Guru dan Orang Tua Dalam Pendidikan Siswa Peran guru dan orang tua dalam pendidikan adalah fondasi utama dalam mendukung perkembangan anak. Guna mencapai tujuan pendidikan, guru dan orang tua merupakan mitra yang saling melengkapi. Peran guru dan orang tua dalam pendidikan antara lain: 1. Optimalkan Dukungan bagi Perkembangan Anak Kolaborasi antara guru dan orang tua membentuk lingkungan pendidikan yang kondusif. Dengan saling berbagi informasi tentang perkembangan anak, baik dari segi akademis maupun perilaku, keduanya dapat bekerja bersama untuk memberikan dukungan yang optimal bagi pertumbuhan dan perkembangan anak. 2. Peningkatan Motivasi dan Keterlibatan Anak Keterlibatan orang tua dalam pendidikan anak sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar. Anak cenderung lebih termotivasi ketika mereka melihat keterlibatan dan dukungan dari guru dan orang tua. Ini memberikan pemahaman bahwa pendidikan adalah usaha bersama antara rumah dan sekolah. 3. Perbaikan Strategi Pembelajaran yang Personal Dengan kolaborasi yang efektif, guru dapat memahami konteks kehidupan anak di luar lingkungan sekolah. Ini memungkinkan guru untuk menyesuaikan
26 strategi pembelajaran agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik individu anak. Sehingga dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih relevan dan efektif. 4. Pencegahan dan Penanganan Masalah dengan Cepat Kolaborasi guru dengan orang tua memungkinkan deteksi dini dan penanganan masalah yang mungkin dihadapi anak. Dengan saling berbagi informasi, guru dan orang tua dapat bekerja sama untuk mengidentifikasi serta mengatasi masalah dengan lebih cepat dan efektif. Hal ini dapat mencegah masalah kecil berkembang menjadi masalah yang lebih serius. 5. Penguatan Nilai dan Etika Pendidikan Peran guru dan orang tua dalam pendidikan memperkuat pembentukan nilai dan etika anak. Kedua belah pihak dapat berkomunikasi secara terbuka mengenai nilai-nilai yang dijunjung tinggi dan bersama-sama memberikan teladan positif. Ini menciptakan konsistensi dalam pendidikan anak, baik di sekolah maupun di rumah. Melalui interaksi sinergis antara guru dengan orang tua, anak-anak memperoleh dukungan pendidikan yang konsisten di sekolah dan di rumah. Peran guru dan orang tua sangat penting dalam menciptakan fondasi pendidikan yang kokoh dan memberdayakan anak-anak untuk meraih potensi maksimal mereka.6 6 Hasibuan & Moedjiono. 2012. Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
27 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Guru dan orang tua memiliki peran yang paling penting dalam memfasilitasi perkembangan peserta didik. Di dalam sekolah guru sebagai peran utama dalam menerapkan program-program pendidikan yang telah ditetapkan baik disekolah maupun pemerintah, oleh karena itu guru memiliki peran penting dalam mewujudkan tujuan belajar. Guru membimbing dan mendidik peserta didik untuk menghadapi dunia. Guru sebagai fasilitator diharapkan mampu berinteraksi dengan baik kepada peserta didik serta memiliki pemahaman dan kemampuan tentang peserta didik. Di rumah pun orang tua harus mendukung minat bakat anaknya untuk menumbuh kembang bakat-bakat yang ada didalam anak tersebut karena di rumahlah orang tua dapat memantau anak dalam belajar ataupun minat yang nampak pada diri anaknya. Sehingga guru dan orang tua harus memiliki hubungan yang sangat baik untuk meningkatkan dan memfasilitasi perkembangan peserta didik. B. Saran Dengan adanya karya tulis ilmiah ini yang berjudul “Peran Guru Dan Orang Tua Dalam Pendidikan Siswa” ini semoga dapat membantu para pembaca dalam menulis karya tulis ilmiah serta pengetahuan tentang peran guru dan orang tua dalam pendidikan siswa
28 DAFTAR PUSTAKA Amin, Muhammad Asri. 2013. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Nuansa Cendekia Arsyad, Azhar. 2007. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Cangara, Hafied. 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada. Hasbullah (2009). Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta : Rajawali Pers Hasibuan & Moedjiono. 2012. Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Imam Wahyudi (2012). Mengejar Profesionalisme Guru : Strategi Praktis Mewujutkan cirta guru Profesional. Surabaya : PT. Prestasi Pustaka Raya Musfiqon. 2012. Pengembangan Media dan Sumber Pembelajaran. Jakarta: Prestasi Pustaka Raya. Saifuddin Azwar (1995). Sikap Manusia Teori Dan Pengukurannya. Singgih D Gunarsa (1990). Praktis: Anak, Remaja dan Keluarga. Jakarta : PT.BPK Gunung Mulia Yogyakarta : Pustaka Pelajar