MODUL AJAR A. IDENTITAS DAN INFORMASI UMUM Nama Sekolah : SMK N 1 GRATI Program Keahlian : Teknik Mesin Mata Pelajaran : Dasar-Dasar Teknik Mesin Kelas / Semester : X / 1 dan 2 Tahun : 2023 / 2024 Alokasi Waktu : 18 JP Fase : E Elemen : Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan budaya kerja industri Capaian Pembelajaran : Peserta didik mampu menerapkan K3LH dan budaya kerja industri, antara lain: praktik-praktik kerja yang aman, bahaya-bahaya di tempat kerja, prosedur-prosedur dalam keadaan darurat, dan penerapan budaya kerja industri (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) Profil Pelajar Pancasila : Mandiri,bernalar kritis dan kreatif dalam menerapkan K3LH dan budaya kerja industri, antara lain: praktik-praktik kerja yang aman, bahaya-bahaya di tempat kerja, prosedur-prosedur dalam keadaan darurat, dan penerapan budaya kerja industri (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Sarana dan Prasarana : Pembelajaran Praktik Bengkel Target Peserta Didik : Siswa kelas X Teknik Pemesinan sejumlah 35 siswa B. KOMPETENSI INTI Pertemuan ke : 1 - 3 ( 18 JP ) @ 45 menit Tujuan Pembelajaran : Melalui kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran Discovery Learning, peserta didik dapat menerapkan K3LH dan budaya kerja industri, antara lain: praktik-praktik kerja yang aman, bahayabahaya di tempat kerja, prosedur-prosedur dalam keadaan darurat, dan penerapan budaya kerja industri (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Pemahaman Bermakna (berkaitan dengan kompetensi keahlian atau produk yang dibuat atau kehidupan sehatihari) : Peserta didik dapat menerapkan K3LH dan budaya kerja industri. Pertanyaan Pemantik : 1. Apakah anda pernah melihat kecelakaan kerja di industri melalui berita televisi dau media informasi yang lain ? 2. Apakah penyebab terjadinya kecelakaan kerja di industri ? 3. Apakah anda tahu tentang praktik-praktik kerja yang aman ? Model Pembelajaran : Discovery Learning Kegiatan Pendahuluan : • Menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti pembelajaran melalui pemanasan, pertanyaan tentang keadaan siswa sebelum memulai pembelajaran.
• Memberi motivasi belajar siswa sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari. • Menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai. • Menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan Kegiatan Inti : Kegiatan I (6 JP) a. Pemberian Rangsangan : • Guru menampilkan video tentang pekerja yang melakukan rutinitas budaya kerja di industri. • Guru menampilkan video tentang kecelakaan kerja di industri. • Peserta didik melihat dan menyimak video pembelajaran dari Guru. b. Identifikasi Masalah : • Guru memberi kesempatan kepada peserta didik untuk mengidentifikasi masalah tentang penyebab terjadinya kecelakaan kerja dalam industri. • Guru menampilkan contoh-contoh praktik kerja yang aman dan perilaku yang mencerminkan budaya kerja industri. • Peserta didik memilih menjawab pertanyaan Guru tentang penyebab terjadinya kecelakaan kerja dalam industri. Kegiatan II (6 JP) c. Pengumpulan data : • Guru memberi kesempatan kepada para peserta didik untuk mengumpulkan informasi yang relevan untuk membuktikan benar atau tidaknya jika seorang pekerja mengabaikan K3LH maka akan berakibat terjadinya kecelakaan kerja. • Peserta didik mengumpulkan berbagai informasi yang relevan, membaca literatur, mengamati objek, wawancara dengan nara sumber, melakukan uji coba sendiri dalam hal penerapan K3LH dalam praktik bengkel di sekolah. • Peserta didik melakukan observasi di lingkungan kerja (sekolah, laboratorium, atau tempat industri). • Peserta didik mengidentifikasi potensi bahaya seperti kabel listrik terbuka, bahan kimia berbahaya, atau ketidakamanan dalam penggunaan alat. d. Pengolahan data: • Guru melakukan bimbingan pada saat peserta didik melakukan pengolahan data. • Peserta didik mengolah data dan informasi baik melalui wawancara, observasi, dan sebagainya, lalu menafsirkan pentingnya menerapkan K3LH dan budaya kerja industri, antara lain: praktik-praktik kerja yang aman, bahaya-bahaya di tempat kerja, prosedurprosedur dalam keadaan darurat, dan penerapan budaya kerja industri (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Kegiatan III (6 JP) e. Pembuktian : • Guru memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan suatu konsep, teori, aturan atau pemahaman terhadap penerapan K3LH dan Budaya Industri melalui Skenario Simulasi Prosedur Darurat di Bengkel
• Peserta didik melakukan pemeriksaan secara cermat untuk membuktikan benar atau tidaknya hipotesis yang ditetapkan tadi dengan temuan alternatif, dihubungkan dengan hasil pengolahan data dalam menerapkan K3LH dan budaya kerja industri dalam praktik bengkel di sekolah. f. Menarik Kesimpulan : • Peserta didik menarik kesimpulan pelajaran yang dilaksanakan. • Guru memperkuat argumentasi dan kesimpulan siswa. Kegiatan Penutup : • Mengevaluasi rangkaian aktivitas pembelajaran dan hasilnya serta manfaat pembelajaran. • Memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran. • Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pemberian tugas. • Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran untuk pertemuan berikutnya. Assemen Diagnostik V Formatif V Sumatif Pengayaan dan Remideal :
C. LAMPIRAN Lembar Kerja / Jobsheet (Gambar Kerja, Work Preparation, Form Penilaian dan Kriteria Penilaian) : 1. Soal Ulangan Harian 2. Jawaban Bahan Bacaan (handout, acuan standarisasi; link video, dll) : 1. Drs.Solih Rohyana.(2004).BEKERJA DENGAN MESIN UMUM Bandung.ARMICO 2. Video Pembelajaran dari Internet Glosarium : - SOP : Standar Operasional yang harus dilakukan dalam suatu proses. Daftar Pustaka : 1. Drs.Solih Rohyana.(2004).BEKERJA DENGAN MESIN UMUM Bandung.ARMICO Disahkan oleh Kepala Sekolah Dra. Nining Faridah, M.Si. NIP.196906211997032006 Disahkan oleh Waka Kurikulum Sarwono, S.Pd. NIP. 197512312007011027 Grati, Juli 2023 Dibuat oleh Guru Pengampu Mochamad Nur Yahya, S.Pd.. NIP. 198502062022211016
Lampiran 1 SOAL K3LH 1. Mengapa keselamatan kerja begitu penting dan harus diterapkan ? 2. Apa tujuan dari penerapan keselamatan kerja? 3. Jelaskan kaitan antara keselamatan kerja dengan produksi dan produktifitas nasional! 4. Bagaimanakah pakaian kerja yang betul dan aman itu? 5. Kacamata pengaman sebaiknya digunakan : a. Sepanjang waktu b. Hanya ketika mengoperasikan mesin c. Selama berada di dalam ruang kerja 6. Area di sekitar mesin sebaiknya dijaga bersih dan rapi agar... 7. Mengapa ketika memindahkan tatal harus menggunakan kuas atau chip hook? 8. Apa yang sebaiknya dilakukan ketika terjadi hal-hal yang tidak normal? 9. Apa langkah-langkah yang harus diambil ketika terjadi kebakaran di gedung sekolah? 10. Bagaimana cara mengatasi situasi darurat jika ada siswa yang terluka selama kegiatan praktik di bengkel?
Lampiran 2 JAWABAN SOAL 1. Keselamatan kerja begitu penting dan harus diterapkan karena menyangkut kelangsungan hidup seseorang (khususnya) dan kelangsungan kegiatan produksi pada umumnya. 2. Tujuan penerapan K3 a. Untuk melindungi tenaga kerja dan orang lain atas hak dan keselamatannya dalam melakukan pekerjaan.Setiap tenaga kerja berhak memperoleh jaminan atas keselamatan kerja serta kesejahteraan hidup .Maka perlindungan terhadap tenaga kerja merupakan faktor utama b. Agar sumber produksi terpelihara serta dapat digunakan secara aman dan efisien c. Agar proses produksi berjalan lancar Dengan tidak adanya kecelakaan kerja yang terjadi, maka tidak timbul gangguan terhadap proses produksi yang sedang berlangsung.Sehingga segala aktivitas yang ada dapat terus dijalankan. d. Meningkatkan produksi serta produktivitas nasional Tenaga kerja merupakan aset utama dalam sebuah perusahaan.Apabila seluruh tenaga kerja terjamin keselamatan kerjanya, maka mereka dapat terus bekerja demi kelangsungan hidup mereka sekaligus berperan aktif dalam meningkatkan pendapatan negara. 3. Dengan terwujudnya keselamatan kerja maka akan mendorong meningkatnya produksi dan produktivitas nasional 4. Pakaian kerja yang betul dan aman : tidak terlalu longgar, kancing baju terpasang semua dengan rapi, berlengan pendek, terbuat dari bahan yang nyaman dan dapat menyerap panas. 5. b.Hanya ketika mengoperasikan mesin. 6. Menimbulkan rasa nyaman, tidak mengganggu aktivitas kerja, tidak membahayakan keselamatan orang lain. 7. Apabila menggunakan tangan telanjang dapat mengakibatkan luka. 8. Hentikan mesin dengan segera dan laporkan kepada instruktur. 9. Langkah-langkah yang harus diambil ketika terjadi kebakaran di gedung sekolah: • Evakuasi: Aktifkan alarm kebakaran dan bantu siswa dan staf untuk keluar dari gedung dengan tertib. Gunakan jalur evakuasi yang telah ditentukan. • Jangan gunakan lift: Selalu gunakan tangga darurat dan hindari menggunakan lift selama kebakaran. • Kumpulkan di titik pertemuan: Setelah keluar, pastikan semua orang berkumpul di titik pertemuan yang telah ditetapkan. • Panggil bantuan: Segera hubungi petugas pemadam kebakaran dan berikan informasi tentang lokasi dan situasi kebakaran. 10. Cara mengatasi situasi darurat jika ada siswa yang terluka selama kegiatan olahraga di lapangan: • Evaluasi kondisi: Periksa kondisi siswa dan segera tentukan tingkat keparahan cedera. • Berikan pertolongan pertama: Jika cedera ringan, berikan pertolongan pertama seperti membersihkan luka atau mengompres area yang terkilir. • Hubungi tim medis: Jika cedera serius, segera hubungi tim medis atau ambulans. • Berikan dukungan emosional: Selalu berikan dukungan dan kenyamanan kepada siswa yang terluka dan berbicara dengan tenang.
RUBRIK PENILAIAN 1. Jika menjawab benar sempurna maka nilai : 5 Jika menjawab setengah sempurna maka nilai : 3 Jika menjawab salah maka nilai : 1 2. Jika menjawab benar sempurna maka nilai : 5 Jika menjawab setengah sempurna maka nilai : 3 Jika menjawab salah maka nilai : 1 3. Jika menjawab benar 4 bidang maka nilai : 5 Jika menjawab benar 3 bidang maka nilai : 3 Jika menjawab benar 2 bidang maka nilai : 2 Jika menjawab salah maka nilai : 1 4. Jika menjawab benar sempurna maka nilai : 5 Jika menjawab setengah sempurna maka nilai : 3 Jika menjawab salah maka nilai : 1 5. Jika menjawab benar sempurna maka nilai : 5 Jika menjawab setengah sempurna maka nilai : 3 Jika menjawab salah maka nilai : 1 6. Jika menjawab benar 3 bidang maka nilai : 5 Jika menjawab benar 2 bidang maka nilai : 3 Jika menjawab benar 1 bidang maka nilai : 2 Jika menjawab salah maka nilai : 1 7. Jika menjawab benar 4 bidang maka nilai : 5 Jika menjawab benar 3 bidang maka nilai : 3 Jika menjawab benar 2 bidang maka nilai : 2 Jika menjawab salah maka nilai : 1 8. Jika menjawab benar sempurna maka nilai : 5 Jika menjawab setengah sempurna maka nilai : 3 Jika menjawab salah maka nilai : 1 9. Jika menjawab benar sempurna maka nilai : 5 Jika menjawab setengah sempurna maka nilai : 3 Jika menjawab salah maka nilai : 1 10. Jika menjawab benar sempurna maka nilai : 5 Jika menjawab setengah sempurna maka nilai : 3 Jika menjawab salah maka nilai : 1 Nilai Total = Jumlah Benar X 2 = 50 x 2 = 100