MATERI MATEMATIKA KELAS 2 TEMA 5 Alat Ukur Panjang Baku A. Alat Ukur Panjang Jenis-jenis alat ukur panjang baku Panjang benda dapat diukur dengan alat ukur panjang. Berikut beberapa contoh alat ukur panjang bandul! Hubungan satuan panjang meter (m) dan sentimeter (cm) Pada meteran tertulis angka 1 m tetapi di garis 100 cm. Jadi, hubungan dua satuan panjang ini dapat ditulis : Contoh : Panjang meja belajar Nina 144cm 144 cm = 100 cm + 44 cm = 1 m 44 cm Pengukuran panjang dengan jangka sorong Jangka sorong digunakan untuk mengukur panjang garis tengah benda-benda yang berbentuk lingkaran. Contohnya diameter cincin dan koin. Penggaris Untuk mengukur panjang garis atau benda yang pendek. Satuan panjang : cm Meteran rol besar Untuk mengukur panjang dan lebar tanah. Satuan panjang : m. Meteran kain Untuk mengukur panjang kain atau pakaian. Satuan Panjang : cm dan m. Meteran rol kecil Untuk mengukur panjang kayu. Satuan panjang : cm dan m. 1 m = 100 cm
B. Pengukuran Panjang dengan Alat Ukur Baku Berikut langkah-langkah mengukur panjnag suatu benda dengan penggaris. - Letakkan salah satu ujung benda sejajar dengan angka 0 pada penggaris. - Perhatikan bilangan yang sejajar dengan ujung benda lainnya. - Bilangan yang sejajar di ujung lain tersebut merupakan panjang benda. Perhatikan contoh berikut! Ujung kertas tersebut sejajar dengan bilangan 27cm. Jadi, panjang kertas tersebut adalah 27 cm. Hasil pengukuran benda yang lebih panjang dapat ditulis dalam satuan sentimeter (cm) atau meter (m). Perhatikan hasil pengukuran panjang benda berikut! Panjang bambu di atas adalah 180 cm = 1 m lebih 80 cm. 180 cm 180 cm
C. Membandingkan dan Mengurutkan Panjang Benda Hasil pengukuran panjang benda dapat dibandingkan dan diurutkan. Akan tetapi, panjangnya harus dinyatakan dalam satuan panjang yang sama. Perhatikan contoh pengukuran panjang berikut! Panjang bamboo = 27 cm Panjang tali = 25 cm Panjang ranting = 30 cm Dari hasil pengukuran terlihat bahwa : - Bambu lebih panjang dari tali - Bambu lebih pendek dari ranting Urutan benda dari yang terpanjang adalah ranting, bamboo, tali. D. Menyelesaikan Soal Cerita tentang Satuan Panjang Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat menyelesaikan soal cerita satuan panjang. - Bacalah soal cerita dengan saksama. - Perhatikan satuan ukuran panjang benda. - Jika satuan ukuran panjang sudah sama, buatlah kalimat matematikannya. Jika belum sama, samakan satuan panjang terlebih dahulu. Ingat : 1 m = 100 cm - Tentukan hasilnya dengan menyelesaikan kalimat matematika yang telah dibuat dengan tepat.
MATERI MATEMATIKA KELAS 2 Tema 6 SATUAN BERAT BAKU A. Mengukur Berat Benda dengan Satuan Baku Setiap benda memiliki massa. Massa benda lebih dikenal sebagai berat. Satuan baku untuk berat, misalnya gram (g), kilogram (kg), atau hektogram (hg). Perhatikan hubungan antarsatuan berat berikut! Contoh : 1. 5 kg = 50 hg 2. 3.000 g = 3 kg Alat ukur baku untuk mengukur berat badan adalah timbangan. Ada berbagai jenis timbangan. Ada timbangan digital dan analog. Timbangan yang sering digunakan adalah timbangan kue dan timbangan pasar. Saat menggunakan timbangan kue, perhatikan angka yang ditunjuk jarum timbangan. Timbangan pasar dilengkapi dengan anak timbangan. Ada anak timbangan dengan berat 2 kg, 1 kg, 500 g, dan 1 hg. Perhatikan keseimbangan timbangan, saat mengukur berat benda dengan timbangan pasar. Perhatikan contoh berikut! Telur di samping ditimbang dengan timbangan kue. Hasil penimbangan ditunjukkan oleh jarum yang menunjuk angka tertentu. Pada gambar terlihat berat telur adalah 200 g. Telur di samping ditimbang dengan timbangan pasar. Hasil pengukuran ditunjukkan oleh berat anak timbangan ketika berat telur dan anak timbangan seimbang. Pada gambar terlihat berat telur adalah 2 kg. 1 kg = 1.000 g 1 kg = 10 hg 1 hg = 100 g 1 kg 1 kg
B. Memilih Alat Ukur Berat yang Sesuai dan Mengukur Berat Benda Memilih alat ukur berat yang sesuai Timbangan merupakan alat ukur berat benda. Jenis timbangan yang digunakan disesuaikan dengan berat benda yang akan ditimbang. Perhatikan jenis-jenis timbangan berikut! 1. Timbangan kue 2. Timbangan pasar 3. Timbangan duduk Dikenal juga dengan sebutan timbangan rumah tangga karena digunakan di rumah Timbangan ini umumnya digunakan untuk menimbang hingga 5 kg Biasa digunakan untuk menimbang bahan-bahan kue seperti telur, gula pasir, dan tepung terigu Dikenal juga dengan sebutan timbangan bebek Memiliki anak timbangan dengan berat yang berbeda Biasa ditemukan di pasar tradisional atau warung Dapat menimbang hingga 10 kg Biasanya digunakan untuk menimbang telur, gula pasir, daging ayam, dan daging sapi Timbangan jenis ini ada yang analog dan juga digital Dapat menimbang hingga 500 kg Biasanya digunakan untuk menimbang beras, hasil perkebunan, dan hewan seperti sapi atau kambing
Menimbang berat benda dengan timbangan pasar Timbangan pasar memiliki berbagai jenis anak timbangan. Gunakan anak timbangan yang sesuai dengan berat benda. Perhatikan contoh berikut! Menimbang berat benda dengan timbangan kue Pada timbangan kue terdapat jarum timbangan. Angka yang ditunjuk jarum timbangan merupakan berat benda. Contoh : Ibu akan menimbang 200 gram gula. Angka yang ditunjuk jarum timbangan harus tepat menunjuk 200 g. Jika lebih, gula dapat dikurangi sedikit demi sedikit. Jika kurang, gula dapat ditambahkan sedikit demi sedikit. Menaksir berat benda Kamu dapat menaksir berat sebuah benda. Perhatikan gambar berikut! 1 kg Berat sebuah apel Kira-kira 200 g. Berat sekeranjang apel Kira-kira 2 kg. Gula Mengukur berat 3 kg telur dapat menggunakan 3 anak timbangan 1 kg 1 kg 1 kg
C. Soal Cerita Berkaitan dengan Satuan Berat Perhatikan hal-hal berikut untuk menyelesaikan soal cerita tentang satuan berat! Bacalah soal cerita dengan saksama Perhatikan satuan ukuran berat benda. Satuan ukuran berat benda harus sama. Jika belum, samakan satuan berat terlebih dahulu. Ingat hubungan antarsatuan waktu berikut! Buatlah kalimat matematika dengan menentukan operasi hitung yang sesuai. Tentukan hasilnya dengan menyelesaikan kalimat matematika yang telah dibuat dengan tepat. Perhatikan contoh berikut! Seorang pedagang memiliki persediaan 5 kg duku dan 100 hg jeruk. Berapa kg total berat buah yang dimiliki pedagang tersebut? Penyelesaian : Total berat duku dan jeruk = 5 kg + 100 hg = 5 kg + 10 kg = 15 kg. D. Membandingkan Berat Benda Berat dua benda dapat dibandingkan. Akan tetapi, satuan beratnya harus sama. Jika berbeda, samakan satuannya terlebih dahulu. Ingat kembali kesetaraan satuan berat berikut. Contoh : Berat pepaya adalah 2.000 gram = 2 kg. Berat semangka adalah 3 kg. Jadi, semangka lebih berat dari pepaya. 1 kg = 1.000 g 1 kg = 10 hg 1 hg = 100 g 1 kg = 1.000 g 1 kg = 10 hg 1 hg = 100 g
4 1 ,DAN 3 1 , 2 1 4 1 , dan 3 1 , 2 1 MATERI MATEMATIKA KELAS 2 TEMA 7 PECAHAN A. PECAHAN SEBAGAI BAGIAN DARI KESATUAN Pecahan dapat diartikan sebagai bagian dari sesuatu yang utuh. Pecahan juga dapat digambarkan oleh bagian yang diarsir pada gambar seperti berikut. Secara umum, pecahan dinyatakan dalam bentuk , dengan a disebut pembilang dan b disebut penyebut. Setiap potong roti menyatakan setengah bagian. Setengah ditulis 2 1 Setiap potong roti menyatakan sepertiga bagian. Sepertiga ditulis 3 1 Setiap potong roti menyatakan seperempat bagian. Seperempat ditulis 4 1 2 1 b a 4 1 3 1
Sepertiga bagian dari 12 pensil, yaitu 4 pensil. Dapat ditulis : dari 12 = 4 Seperempat bagian dari 12 pensil, yaitu 3 pensil. Dapat ditulis : dari 12 = 3 B. MENGGAMBAR PECAHAN Dalam membuat gambar pecahan, bangun harus dibagi sama besar. Contoh : C. PECAHAN SEBAGAI BAGIAN DARI KESELURUHAN Pecahan juga dapat diartikan sebagai bagian dari keseluruhan. Perhatikan contoh berikut! Ibu guru membawa 12 pensil Bukan pecahan Pecahan 4 1 3 1 3 1 4 1 ,DAN 3 1 , 2 1 Bukan pecahan 2 1 4 1 ,DAN 3 1 , 2 1 Setengah bagian dari 12 pensil, yaitu 6 pensil. Dapat ditulis : dari 12 = 6 Pecahan 3 1 2 1 2 1
D. MENYATAKAN PECAHAN DARI SEKUMPULAN OBJEK Bagian dari sekumpulan objek atau keseluruhan objek dapat dinyatakan dengan pecahan. Perhatikan contoh berikut! Ada 4 anak bermain petak umpet. Ada 1 anak yang menjadi pencari, sedangkan yang lainnya bersembunyi. Banyak anak yang menjadi pencari dapat dinyatakan dengan pecahan . E. MENYELESAIKAN SOAL CERITA PECAHAN Banyak kejadian dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan pecahan. Perhatikan contoh berikut! Nina membeli 2 potong roti. Setiap potong dibagi menjadi 2 bagian sama besar. Setengah bagian roti diberikan kepada Lani. Sisanya dimakan sendiri oleh Nina. Berapa potong roti yang dimakan Nina? Penyelesaian : Perhatikan gambar berikut! Dari gambar, bagian dari 4 potong roti adalah 2 potong. Jadi, Nina memakan 2 potong roti 2 1 4 1
MATERI MATEMATIKA KELAS 2 TEMA 8 SATUAN WAKTU BAKU A. Membaca dan Menentukan Tanda Waktu yang Ditunjukkan Jarum Jam Alat ukur baku untuk mengukur waktu adalah jam. Pada jam analog, terdapat tiga jarum jam. Jarum pendek menunjukkan jam. Jarum panjang menunjukkan menit. Jarum lainnya menunjukkan detik. Perhatikan cara membaca jam berikut! Perhatikan jarum pendek dan panjang pada jam! Satu hari ada 24 jam. Bilangan pada jam analog hanya sampai 12. Satu jam setelah pukul dua belas dapat ditulis pukul 01.00 siang atau pukul 13.00, demikin seterusnya. Penulisan pukul 13.00 hingga pukul 24.00 menggunakan tanda waktu 24 jam. Perhatikan contoh berikut! Jarum pendek menunjuk angka 8. Jarum panjang menunjuk angka 12. Dibaca pukul delapan. Ditulis pukul 08.00 Toni main bola pukul empat sore. Dapat ditulis pukul 04.00 sore atau pukul 16.00. Nina tidur pukul sembilan malam. Dapat ditulis pukul 09.00 malam atau pukul 21.00.
B. Menyatakan Lama Suatu Kegiatan Hubungan satuan jam dan menit Perhatikan hubungan satuan jam dan menit berikut! Contoh : 1. 2 jam = 2 x 60 = 120 menit 2. 180 menit = 180 : 60 = 3 jam Lama suatu kegiatan Lama waktu suatu kegiatan dapat dinyatakan dalam jam dan menit. Contoh : Ibu memasak dari pukul 07.00 hingga pukul 09.00. Berapa lama ibu memasak? Penyelesaian : Mulai Selesai Kamu juga dapat menentukan waktu mulai dan selesainya suatu kegiatan. Contoh : 1. Ibu mulai memasak pukul 08.00. Ibu memasak selama 2 jam. Pukul berapa ibu selesai memasak? Penyelesaian : Dua jam setelah pukul 08.00 adalah pukul 10.00 Jadi, ibu selesai memasak pukul 10.00. 2. Nina belajar selama 1 jam. Nina selesai belajar pukul 20.00. Pukul berapa Nina mulai belajar? Penyelesaian : Satu jam sebelum pukul 20.00 adalah pukul 19.00. Jadi, Nina mulai belajar pukul 19.00. 1 jam = 60 menit Dari pukul 07.00 hingga pukul 09.00, jarum pendek bergerak maju 2 langkah. Jadi, ibu memasak selama 2 jam atau 120 menit
C. Hubungan Satuan Waktu (Minggu dan Hari) Selain jam dan menit, satuan waktu yang lain adalah minggu dan hari. Berikut hubungan antara satuan minggu dan hari. Perhatikan contoh berikut! 1. 2 minggu = 2 x 7 = 14 hari 2. 21 hari = 21 : 7 = 3 minggu Nama-nama hari dalam sepekan, yaitu : Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, dan Minggu. Waktu mulai dan selesai suatu kegiatan juga dapat dinyatakan dalam minggu dan hari. Untuk menentukannya, kamu dapat menggunakan bantuan kalender. Perhatikan contoh berikut! Ulangan akhir tahun akan dimulai 1 minggu lagi. Jika sekarang hari Senin tanggal 14 Mei 2018, 1. Tanggal berapa ulangan akhir tahun dimulai? 2. Ulangan akhir tahun diadakan selama 6 hari. Kapan ulangan akhir tahun selesai diadakan? Penyelesaian : Perhatikan gambar kalender berikut! 1. Pada kalender di atas, dapat dilihat bahwa 1 minggu atau 7 hari setelah hari Senin, 14 Mei 2018 adalah hari Senin, 21 Mei 2018. 2. 6 hari mulai tanggal 21 Mei 2018 adalah hari Sabtu, 26 Mei 2018 1 minggu = 7 hari
D. Hubungan Antarsatuan Waktu Kamu sudah mempelajari hubungan beberapa satuan waktu. Perhatikan hubungan antarsatuan waktu lainnya berikut! Keterangan : ≈ dibaca mendekati atau kira-kira. Contoh : 1. 2 bulan = 2 x 30 = 60 hari 2. 2 bulan = 2 x 4 = 8 minggu 3. 2 tahun = 2 x 12 = 24 bulan 4. 24 minggu = 24 : 4 = 6 bulan Nama-nama bulan dalam satu tahun, yaitu : Contoh : 1. Lima bulan sebelum bulan April adalah bulan November. 2. Tiga bulan setelah bulan Desember adalah bulan Maret. 1 minggu = 7 hari 1 tahun = 12 bulan 1 bulan ≈ 30 hari 1 tahun ≈ 52 minggu 1 bulan ≈ 4 minggu 1 tahun ≈ 365 hari