i Karya Siswa Antologi Cerita Literasi Media Digital SMANDA PRESS
ii Judul Buku Antologi cerita karya siswa kelas X Editor Nama editor :Setiamulat, S.Pd Tata Letak Nama penata letak Uji Saputro, S,Si.,M.Si Cetakan pertama, 2022 Hak Cipta Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun baik secara elektronik maupun mekanik, termasuk memfotokopi, merekam, atau dengan sistem penyimpanan lainnya, tanpa izin tertulis dari penerbit. Diterbitkan oleh: SMANDA GO PRESS Jl. Nakula V Wonokarto Wonogiri Kab. Wonogiri, Jawa Tengah Telepon: 085293693950
iii Prakata Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas hidayah dan rahmatNya sehingga kami bisa Menghasilkan literasi media digital sedehana dengan progra speechnotes.co“. Buku ini ditulis untuk merintis kegiatan literasi di sekolah dengan media digital. Pengembangan isi antologi cerita ini pada tahap mencoba untuk merintis model baru, sehingga siswa mampu membuat dan juga melakukan literasi digital sebagai filter perkembangan jaman yang semakin maju dalam bidang teknologi. Bisa juga sebagai ajang berlatih dalam membuat tulidan digital yang bisa menjadi sebuah penghasilan bagi penulisnya. Terimakasih kami ucapkan kepada pihakpihak yang ikut serta membantu kami dalam proses penyelesaian penulisan antologi cerita ini. Kami juga memohon maaf buku masih yang kurang sempurna. Penulis sangat terbuka dalam menerima saran serta kritik untuk kesempurnaan penulisan buku antologi cerita ini. Akhir kata kami ucapkan terimakasih. Wonogiri, 25 Juli Penulis.
iv Daftar Isi Prakata ........................................................iii Daftar Isi .....................................................iv Liburan Ramadhan........................................... 4 Berkumpul keluarga ......................................... 5 Libur Lebaran .................................................. 6 Massa Pandemi hingga masa kini ...................... 8 Lebaran dirumah Nenek ..................................11 Lebaranku ......................................................11 Pengalaman di Hari IdulFitri.............................13 Silaturahmi .....................................................14 Lebaran di Jatim .............................................16 Indahnya Ramadhan 2022...............................17 Sholat Ied Wonosobo ......................................18 Saat bulan Ramadhan .....................................19 Ngontel di Wonogiri ........................................21 Kamis 19 Mei 2022..........................................25 Berkumpul dengan keluarga ............................26 Aktifitas Setiap Hari.........................................27
v Pengalamanku ................................................28 Liburan di pantai Klayar...................................31 Tentang Penulis..........................................................32
1 Antologi Cerita Putih Abu abu - awal Memasuki bangku SMA berambisi untuk merubah pola belajar dan gaya hidupnya lebih disiplin pada dirinya, guna mempersiapkan masa dapennya yang dicita-citakan menjadi seorang dokter. Di awal masa SMA nya di bangku kelas 10 saraswati dihadapkan Kondisi Pandemi yang masih tergolong tinggi, Namun Semangat menuntut ilmu dan mengerjakan tugas secara daring tak patah semangat walau situasi daring. Memasuki bangku Semester ini, situasi pandemi sudah memasuki fase yang cukup stabil, ia dapat bersekolah secara luring dan bertemu dengan guru dan teman-temannya yang sebelumnya ia jumpai saat pembelajaran daring, awalnya memang canggung, Namun lambat laun membiasakan diri untuk berbaur.
2 Pembelajarannya semester dua awal belum mampu mempertemukan dengan seluruh teman satu kelas karena pemberlakuan Jadwal sift persesi. Pelajaran yang ia terima di awal adalah fisika, Semester Sebelumnya ia sudah tidak terlalu berminat dalam mata pelajaran yang satu ini namun saat pembelajaran daring ia justu sangat menggemari pelajaran satu ini karena lebih terkonsep dengan perhitungannya dan penyampaian gurunya. Membaca artikel kasus yang sedang hangat di bicarakan di dunia maupun di Indonesia dari segala topik apapun Satu hobinya dengan itu ia dapat membuka fikirannya agar tahu dihia luar Serta menambah kamus kosa kata Bahasa Indonesia /Inggris lebih inklusif dan beragam tak hanya itu ia dapat berfikir lebih kritis dalam suatu suatu masalah. Kehidupan dikelas la tak cukup hanya mendengarkan dan pasif namun la aktif dalam bertanya dan menjawab pertanyaan yang ajukan
3 guru, kerap menjadi juru bicara Saat di presentasi kelompok Memasuki Pembelajaran pertengahan semester, terdengar Kabar Simpang siur silih berganti tentang pembelajaran full 100% tak dapat dipungkiri ia akan bertemu dengan teman beda sesinya dan berkumpul dalam satu ruangan. Benar satu minggu sebelum memasuki bulan Ramadhan, pembelajaran dilakukan secara full 100%, sebenarnya ia takut tidak dapat beradaptasi dan survive dengan kebiasaan pembelajaran baru, takut fokusnya pecah. Seperti halnya semester 2 awal la mulai membiasakan pembelajaran dengan kelas yang lebih padat, perbedaan karakter teman, yang lebih beragam lagi. Harapannya di semester ini bisa menorehkan nilai lebih memuaskan yang lebih unggul daripada disemester sebelumnya, tak lupa di semester satu pernah mengikuti recruitmen salah satu organisasi yang menampung aspirasi siswa di sekolahnya, namun memang bukan takdirnya, ia
4 harus memantapkan akademiknya dan fokus untuk satu hal di tengah kesibukan bimbingan belajar dan membantu bisnis keluarganya yang tak lupa pertemanannya di lingkup sekolah dan masyarakat. Liburan Ramadhan Liburan saya selama bulan Ramadhan, saya tidak pergi kemana-mana alias cuman di rumah saja nah tetapi saat saya di rumah saja itu saya benar-benar senang sekali karena banyak saudarasaudara saya yang dari luar kota datang ke rumah, setiap sepulang sekolah saya langsung menuju ke rumah nenek saya untuk menemui saudarasaudara saya dan menjemputnya untuk ikut ke rumah saya. Kami bermain dengan anak kecil yang masih berumur satu setengah tahun dan sangat senang sekali. Saat Idul Fitri Saya pergi ke rumah nenek
5 saya yang berada di Sragen untuk silaturahmi dan disana saya juga senang sekali karena saya bisa bertemu saudara-saudara saya dan saya masih bisa aku dikasih kesempatan untuk mengikuti Idul Fitri. Untuk bermain-main seperti liburan ke pantai atau ke mana itu saya belum melaksanakannya karena dikejar waktu libur sekolah jadi saya tidak bisa melakukan liburan tetapi saya tetap senang kok karena saya bisa sekolah kembali dan saya bertemu teman-teman yang saya sayangi. Sekian cerita dari saya terima kasih. Berkumpul dengan Keluarga Selama liburan bulan Ramadhan kemarin saya berkunjung ke rumah nenek. Disana saya senang sekali karena boleh bertemu dengan saudara-saudara saya yang berada di luar kota
6 setelah dua tahun tidak bertemu dikarenakan pandemi covid 19. Saat berkumpul, banyak hal yang kita lakukan seperti makan bersama, bercerita tentang hal-hal yang menarik dengan canda tawa, tidak lupa juga untuk saling bermaaf-maafan. Walaupun saya beragama non muslim tetapi saya senang sekali karena boleh merasakan kehangatan dan damai sejahtera bersama keluarga muslim saya saat merayakan lebaran. Saya menghabiskan banyak waktu bersama keluarga saya. Kami sekeluarga juga berziarah ke makam nenek dan kakek buyut.Setelah itu kami juga berkunjung ke rumah tetangga untuk memberikan bingkisan dan bersilahturami. Saya bersyukur karena masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk berkumpul dengan keluarga besar kembali. Libur Lebaran
7 Setelah dua tahun lebaran suasana terasa sangat sepi karena dilarang mudik, akhirnya pada tahun ini lebaran sangat ramai banyak orang mudik ke kampung halaman. Pada saat libur lebaran kemarin keluargaku berencana untuk berwisata. Setelah acara berkunjung ke rumah kakek nenek dan saudara-saudara serta acara halal bihalal selesai. Aku beserta keluargaku berwisata ke Umbul Pelem waterpark yang terletak di Klaten, Jawa Tengah. Kami berangkat pada siang hari setelah waktu dzuhur, membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk sampai disana. Setelah sampai disana kami pergi ke loket untuk membeli tiket masuk. Saat masuk di area kolam renang ternyata pengunjungnya sangat ramai dan cuaca sangat terik. Saat berenang ternyata airnya terasa dingin dan disana juga ada permainan flying fox yang bisa untuk anak-anak atau orang dewasa. Setelah
8 kurang lebih satu jam berenang aku dan adikku memutuskan untuk menyudahi berenangnya. Kami pun bersih-bersih, lalu membeli cemilan dan makanan ringan, seperti pop mie, leker, dan cilok tusuk serta minuman yang ada dijual disana. Setelah selesai makan kami sekeluarga langsung perjalanan pulang menuju rumah. Masa Pandemi Hingga Masa Kini Libur awal karena covid 19 aku duduk di kelas VIII, sejak saat itu pun berbagai hal diberlakukan secara terbatas, tak terkecuali dunia pendidikan. banyak sekolah yang melakukan sistem PJJ serta berbagai aktifitas non-belajar seperti ekstrakurikuler ditiadakan. Awal libur aku sangat senang aku dirumah nonton tv, bermain hp, rebahan, bersenang-senang
9 dirumah. Selama dirumah aku belajar secara online, membantu pekerjaan ortu, seperti menyapu, mencuci piring. Aku juga tidak bisa melakukan kegiatan di luar rumah mengingat larangan dari pemerintah dalam menjaga jarak dan mobilitas, untuk itu lama kelamaan aku merasa bosan saat berada dirumah setiap hari rasanya sepi, yang biasanya selalu bertemu dengan teman-teman di sekolah dan pada saat pademi hanya dirumah saja dan berkomunikasi dengan teman hanya melalui hp. Untuk mengisi kegiatan selama dirumah saja aku dan kakakku bermain volly di dekat rumah pada sore hari tetapi terkadang kakakku sibuk dengan kuliahnya sehingga aku tidak ada teman untuk bermain. Setelah ku pikir² aku berinisiatif untuk mengajak teman² dekat rumah untuk bermain volly di lapangan atau jogging. Kami pun pada akhirnya bosan juga dengan kegiatan itu dan tidak bermain bersama lagi.
10 Dua tahun lebih dirumah saja akhirnya di adakan PTMT sekolah pun dibuka kembali aku kelas 10 bersekolah di SMAN 2 Wonogiri, disini aku beradaptasi lagi dengan teman² baru di sekolah. Dikelas itu belum semua aku temui hanya sebagian saja yang rumah nya tidak jauh dari sekolah itu, mengikuti aturan pemerintah yang tidak mengizinkan banyak orang berkumpul untuk mengurangi rantai penyebaran covid 19. Setelah Covid 19 agak mereda, pada semester 2 sudah bisa masuk semua tetapi setiap kelas nya tetap masih dibagi menjadi 2 sesi jadi tidak semua masuk sekolah secara bersamaan, oleh karena itu kami masuk sekolah secara bergantian sehari masuk dan sehari libur begitu pun setiap harinya. Pada bulan April 2022 kami sudah bisa melakukan pembelajaran di sekolah tanpa dibagi menjadi 2 sesi tetapi harus tetap mengikuti protokol kesehatan, pembelajaran ini dilakukan secara bertahap yang semula hanya setengah hari hingga sekarang sudah fullday sampai sore.
11 Lebaran di Rumah Nenek Pada saat lebaran, saya pergi bersalaman keluarga ke rumah nenek di Girimarto. Disana banyak saudara saya yang juga berkumpul di rumah nenek, saya disana melakukan kegiatan bersama saudara seperti bermain bersama, bersepada, dan pada saat malam kami bermain petasan, dan melakukan bakar bakar ikan. Keesokan harinya saya dan keluarga kembali ke rumah. Lebaranku Kemarin itu keseharian aku saat liburan kebanyakan aku lakukan dengan kegiatan seperti main HP, olahraga ,dan terkadang juga les. Saat lebaran kemarin aku banyak menghabiskan waktu bersama saudara saudara aku seperti bermain hp bersama, bersepeda bersama dan lain sebagainya. Tidak lupa juga aku bersilahturahmi ke solo ke
12 tempat saudara saudara aku yang lainnya yang ada di solo. Di sana aku disambut dengan hangat oleh saudara, keponakan dan tetangga karena aku sudah lama tidak kesana. Dan juga di sana aku mendapatkan banyak uang lebaran. Ketika hari lebaran aku juga menyempatankan diri untuk berwisata ke tawang mangu. Di sana suhunya sangat dingin sampai sampai membuat menggigil karena aku sampai di sana pada waktu maghrib. Di sana saya juga mampir ke warung makan pinggir jalan dan menikmati nasi goreng, ya walaupun mahal karena hari lebaran dan hari libur. Setelah kenyang akupun melanjutkan perjalanan pulang dan menyempatkan diri untuk mampir ke masjid untuk solat maghrib di sana. Setelah solat aku langsung pulang ke rumah. Di perjalanan karena sudah malam aku pun mengantuk. Singkat cerita akupun sampai ke rumah dan di rumah sudah ada saudara saudaraku
13 yang sudah sampai di rumahku. Begitulah ceritaku di lebaranku kemarin, walaupun tidak begitu istimewa tetapi bagiku itu merupakan lebaran yang lumayan seru untukku. Pengalaman di Hari Raya Idul Fitri pada pagi hari yang cerah suara takbir masih terdengar dari semalam, semua orang bergegas menuju masjid untuk melaksanakan shalat eid hingga selesai. setelah melaksanakan sholat eid saya bersama keluara bermaaf-maafan lalu mengajak tetangga untuk bersilaturahmi keliling ke rumah rumah orang yang lebih tua di perumahan. setelah selesai berkeliling saya dan keluarga melanjutkan bersilaturahmi ke rumah nenek yg berada di Sukoharjo, sesampainya disana saya dah keluarga langsung bermaaf-maafan kepada nenek, kakek dan sanak-saudara yang sudah berkumpul dan lanjut berkeliling kerumah rumah saudara yang berada di Sukoharjo, setelah selesai berkeliling
14 saya dan keluarga melanjutkan perjalanan ke rumah nenek di Pacitan dan bermaaf-maafan kepada nenek kakek lalu berkeliling kerumah saudara yang berada di Pacitan. hari sudah malam, saya dan keluarga beristirahat di rumah nenek. Silaturahmi Pada awalnya saya dan keluarga melaksanakan salat Idul Fitri di lapangan dekat rumah. Lebaran Tahun 2022 ini sangat menyenangkan karena sudah diperbolehkan melaksanakan salat IdulFitri di lapangan. Setelah melaksanakan salat IdulFitri saya dan keluarga mengikuti halal bihalal di masjid. Lebaran tahun ini juga lebih ramai karena saudara-saudara yang jauh berdatangan. Setelah bersilaturahmi saya dan keluarga liburan ke Jogja. Kami berangkat pada siang hari, membutuhkan waktu sekitar 2 jam untuk ke Jogja. Karena
15 suasananya hari raya idul Fitri maka Jalan dipadati oleh kendaraan yang sedang mudik. Kami mengunjungi ke tempat Prambanan Village. Setelah sampai di sana Kami memutuskan untuk beristirahat dahulu. Pada Sore harinya kami jalanjalan sambil menikmati pemandangan di tengah sawah.Setelah itu saya dan keluarga foto-foto bersama. Keesokan harinya kami pergi ke Candi Prambanan. Saya dan keluarga saya lalu mencari sarapan, di sana banyak sekali yang menjual sarapan seperti gudeg, pecel, dan lainnya. Setelah itu kami pergi ke loket untuk membeli tiket, harga tiket tersebut Rp50.000. Baru masuk di gerbang pintu masuk nanti sudah disuguhkan pemandangan yang bagus buat foto-foto, air mancur, candi-candi, ada yang naik kuda juga, naik mobil golf, tempat bermain, kereta keliling juga ada.
16 Liburan di Jawa Timur Saat libur lebaran kemarin saya pergi berlibur ke rumah kakek dan nenek di Jawa Timur. Saya bertemu dengan saudara-saudara saya di sana. Selain kerumah nenek saya juga pergi ke Taman Safari di Prigen, di sana saya melihat banyak binatang dan juga bermain. Selain pergi ke taman safari saya juga mengunjungi tempat-tempat lainnya. Saya juga mencoba makanan-makanan khas Kediri. Saya menginap di rumah nenek selama 3 hari. Saya sangat senang bisa pergi kerumah nenek karena sudah hampir 2 tahun tidak bertemu akibat covid-19. Aku menghabiskan banyak waktu bersama saudara-saudara saya. Karena hanya 3 hari di sana, saya merasa sedih harus berpisah lagi dari keluarga, akan tetapi kita harus bersyukur kepada
17 Tuhan karena masih memberi kesempatan untuk bertemu dengan keluarga. Semoga kedepannya masih bisa diberikan kesempatan untuk berkumpul dengan keluarga. Indahnya Ramadhan 2022 Pada saat hari puasa H-5 sebelum lebaran semua keluargaku kumpul di Wonogiri. Kami berbuka bersama dengan lauk pauk apa adanya dan begitu sampai H-1 sebelum Lebaran. Kami bersama membuat ketupat opor untuk lebaran esok dan malamnya menyiapkan baju lebaran untuk menyeterika supaya rapi. Selanjutnya kami ke Masjid bersama keluarga untuk melaksanakan Takbiran yang sangat ramai bersama teman-teman saya. Aku sangat senang bisa bercanda tawa dengan teman
18 dan saudara, kemudin setelah dari masjid pulang ke rumah untuk istirahat. Pada keesokan harinya saya bangun jam 04.00 pagi dan bergegas mandi. Kemudian menyiapkan sarapan dan pakaian setelah itu menjaga keponakan yang imut menggantikan kaka ipar yang sedng mandi. Setelah semua siap, kami berangkat ke Masjid untuk melaksanakan sholat IdulFitri, bertemu dengan sahabat dan sanak saudara lainnya. Momen ini saya bahagia dan saling bermaaf-maafan. Setelah itu kami pulang ke rumah dan keluarga besara saling sungkem, bermaafmaafan. Sholat ied di Wonosobo Kami sekeluarga berencana melakukan solat ied di Wonosobo. Berangkat sekitaran jam 9 Malam dari rumah. Sampai selamat ditempat tujuan pada sekitaran jam 2 dini hari. Setelah itu karena tidak
19 merasa ngantuk, saya dan kakak saya membuat mie instan. Kebetulan juga lapar. Setelah memakan makanan itu sampai habis, dilanjut tidur karena mata sudah agak lelah kembali. Pagi telah kembali, dan saat bangun, saya bergegas mandi secepat mungkin karena malas menunggu antrian. Selesai mandi, minum air secukupnya untuk menggantikan sarapan sementara dan dilanjut wudhu lalu bersiap" menuju masjid. Setelah melaksanakan solat ied. Kami sekeluarga saling bersilahturahmi ke rumah tetangga yang dikenal. SAAT BULAN RAMADHAN Puasa tahun 2022 dimulai pada tanggal 3 April 2022. Ramadhan tahun ini lebih menyenangkan karena sudah diperbolehkan untuk tarawih dimasjid tapi tetap harus mematuhi protokol kesehatan. Pada saat puasa saya juga sering
20 membantu ibu memasak makanan buka seperti membuat es buah, kolak, gorengan, sayur, dan masih banyak. Puasa tahun ini saya sering bukber bersama teman-teman seperti teman smp, sma, dan teman dekat rumah. Biasanya sebelum buka bersama kita sering membeli takjil terlebih dahulu, Biasanya saya membelinya di Pringondani Wonokarto bersama teman-teman. Takjil yang biasanya saya beli seperti es buah, dimsum, cireng,dan tahu bulat, hanya makanan ringan saja. Saat mendekati Lebaran saya membantu ibu. Seperti memasak kue lebaran, kue lebaran yang saya buat itu seperti kue nastar, dan kastangel. Sholat idul fitri tahun ini juga sudah diperbolehkan shaf rapat, tidak seperti tahun sebelumnya yang diharuskan shaf berjarak. Lebaran tahun ini juga lebih ramai karena saudarasaudara dari jauh berdatangan. Tahun- tahun sebelumnya saudara-saudara jauh tidak bisa datang karena waktu itu terkendala
21 virus covid-19 dan juga saat itu pemerintah melarang adanya mudik lebaran. Jadi setelah tahun ini pemerintah memperbolehkan adanya mudik lebaran saudara-saudara jauh datang dan bersilaturahmi. Ngontel Ke Wonogiri Pada Agustus 2020 kemarin, saya dan seorang teman panggil saja Arif pergi ke Wonogiri menggunakan sepeda ontel. Kami berangkat jam setengah enam pagi pada hari Minggu. Perjalanan dimulai dari rumah saya yang berjarak 23 km dari pusat kota Wonogiri. Kami membekali diri seadanya seperti telepon genggam, uang, dan air minum. Yaaaa..seadanya karena memang pertama kali bersepeda hingga Wonogiri. Kami mengayuh melewati jalan raya yang masih sepi kendaraan, melewati sawah, rumahrumah warga, dan tentu saja sungai-sungai yang
22 menuju Waduk Gajah Mungkur. Medan dari Eromoko sampai Wuryantoro bisa dibilang masih biasa saja tidak terlalu melelahkan, lumayan menguras keringat, tapi tetap menyenangkan. Mulai dari Wuryantoro ke Wonogiri. Medannya mulai memacu tubuh mengeluarkan keringat. Kami mampir di obyek wisata Batu Lebar untuk istirahat sebentar, dan juga mengambil gambar pemandangan indahn disana. Setelah selesai istirahat, kami melanjutkan perjalanan menuju Wonogiri. Karena saat itu sedang trend bersepeda, maka ada pesepeda lain juga, dari yang masih anak-anak sampai yang hampir lanjut usia. Saat kami berdua sampai di tanjakan Cakaran, yang merupakan tanjakan yang panjang dan tinggi. Kami berdua disalip oleh sekumpulan pesepeda lain yang berisi bapakbapak dengan perlengkapan serba memadai. Mulai dadi sepeda yang ringan, pakaian khusus untuk bersepeda, hingga helem sepeda.
23 Mereka menyalip kami dengan sangat mudah, padahal kami bersusah payah untuk menaiki tanjakan ini. Setelah melewati tanjakan Cakaran, kami sampai pada obyek wisata Waduk Gajah Mungkur. Medan jalan disana berkelok dan menanjak, kami pun memutuskan balapan di sana, dan berakhir saya sebagai pemenangnya. Kami pun melewati jembatan dimana pemandangan Waduk Gajah Mungkur terlihat dengan sangat jelas. Setelah beberapa saat kami pun sampai di Gunung Belah. Di sana berhenti di sebuah warung untuk membeli sebotol air mineral, karena persediaan air milik Arif hampir habis. Setelah membeli sebuah botol air Arif berkata "Aku merasa dipalak." Saya pun bertanya "Lha, kok bisa?" Arif pun membalas "Lha segini empat ribu rupiah lho, mahal." Dalam hati saya cuma bisa tertawa, karena memang kami bisa beli minuman di kantin sekolah yang hanya berharga dua ribu lima ratus rupiah.
24 Setelah selesai mengisi dahaga kami melanjutkan perjalanan, turunan di Gunung Belah adalah salah satu turunan yang nikmat untuk dilewati dengan sepeda, karena halus, tidak terlalu tajam, dan ada kelokan. Yang membuat adrenalin terpicu. Setelah menikmati turunan tersebut kami pun sampai di Pencil, lalu melewati kantor polisi, Tugu Kalpataru, dan sampai di Kota Wonogiri. Karena saat berangkat kami belum sarapan, jadi kami mampir di warung soto. Sekali lagi merasa terpalak karena harga semangkuk soto seharga tujuh ribu rupiah dan mendapatkan soto dengan mangkuk kecil. Dan yang menambah saya jengkel, Arif hanya membawa uang dua belas ribu rupiah saja, dan empat ribunya sudah dipakai untuk membeli air mineral tadi. Jadi saya mentraktir dia makan soto. Perjalanan dari rumah saya ke Wonogiri memakan waktu 3 kami perjalanan dengan sepeda ontel, kami memutuskan beristirahat di Alun-Alun Giri
25 Krida Bakti, sekalian foto-foto. Kami memoto sepeda kami di belakang patung Sukarno yang sedang duduk, dan mengunggahnya di sosial media. Kamis, 19 Mei 2022 Saat pelajaran Bahasa Indonesia pada jam pelajaran kedua, saat itu kebetulan tim basket favorit saya yaitu Golden State Warriors sedang melakukan pertandingan bertajuk "Western Conference Finals" yang memperebutkan tiket menuju Final kejuaraan NBA. Saat itu Pak Padi memberikan link di Google Classroom namun tidak ada notifikasi dari Handphone saya. Apa yang saya lakukan hanyalah melihat skor dari pertandingan Golden State Warriors. Melihat saya yang terlalu santai Pak Padi pun berdiri dan bertanya "Sudah selesai mengerjakannya?". Karena tidak tahu saya pun bertanya "Mengerjakan apa Pak?" saya pun membuka GC yang tidak memberi notif dan
26 menyadari saya tertinggal tiga puluh menit untuk mengerjakan ulangan tersebut. Karena hal itu saya berteriak "Astaghfirullah" yang membuat seisi kelas menertawakan kecerobohan saya. Saya lalu langsung mengerjakan ulangan tersebut secepat mungkin agar tepat waktu, to be continue Berkumpul dengan Saudara Pada saat lebaran, aku dan keluargaku pergi ke rumah kakek dan nenek. Jarak antara rumah kami dengan rumah kakek nenek tidak terlalu jauh, sehingga tidak memelukan waktu yang lama untuk sampai disana. Disana sudah ada saudara-saudara kami yang lain. Aku dan saudaraku disana berkumpul untuk menikmati suasana lebaran dan sambil menghabiskan sisa waktu libur lebaran. Saya dan saudara saya disana melakukan kegiatan
27 seperti bermain bersama, makan-makan, jalanjalan bersama kadang juga bermain game. Aktifitasku setiap Hari Saya dari pagi hari bangun tidur membantu orang tua beli bensin pertalit setelah itu membuka warung dan menjaga warung sampai sore hari dan mengantar galon setelah itu saya mandi terus main hp sampai tengah malam dan tidur dan tidak lupa ibadah. Aktifitas yang menurutku belum bisa aku manfaatkan untuk menggali potensi diriku, aku terus berbenah untuk menggapai cita dan asaku. Kumpul Keluarga Pada saat liburan lebaran, aku sangat gembira karena keluarga besar berkumpul.Setelah
28 sholat eid aku dan keluarga besar makan opor ayam bersama dan alhamdulillah saya mendapat uang fitrah yg lumayan banyak.Hari berikutnya saya mudik ke Pati ± 6 jam pejalanan.Makanan khas pati adalah nasi gandul.Sehari disana sangat melelahkan ditambah cuaca yang sangat panas karena pesisir, walau cuma 1 hari di sana tetapi sangat berkesan. Pengalamanku Pada bulan April tahun 2019, saya mengikuti seleksi DianPinru di sanggar Pramuka Kabupaten Wonogiri bersama 3 teman se-SMP saya. Saat hasil seleksi keluar, ternyata nama saya tercantum pada daftar peserta yang lolos. Peserta yang lolos akan menjadi bagian dari Kontingen Kwarcab Wonogiri yang akan maju ke Jambore Daerah Provinsi Jawa Tengah yang ke-25 di Kabupaten Blora pada tanggal 26-31 Agustus 2019.
29 Setelah mengetahui kabar bahwa saya lolos, saya sangat senang sekali dan orang tua saya juga turut bangga kepada saya. Diumumkan bahwa peserta yang lolos akan mengikuti berbagai Training Center dari tahap pertama sampai tahap akhir yang akan dibimbing oleh kakak pembina. Singkat cerita dari pertengahan bulan April sampai tanggal 17 Agustus 2019, saya telah mengikuti lima Training Center di berbagai tempat, seperti Pantai Nampu, Museum Kars, Girimanik, dll. Saya juga mengikuti perkemahan sekaligus pembekalan Sabtu-Minggu di Sanggar Pramuka sebanyak ± 12 kali. Masa lima bulan pelatihan tidak semudah yang saya kira, selama 5 bulan saya berjuang untuk beradaptasi bahwa saya harus siap setiap saat akan diadakan pelatihan, harus membagi waktu antara pembelajaran di sekolah dan waktu latihan, harus siap finansial, harus menuntaskan semua persyaratan, menyusun portofolio untuk lanjut ke tingkat Pramuka Garuda, dll. Hingga setelah kurang lebih lima bulan
30 pelatihan, kami melaksanakan Training Center yang terakhir sekaligus pelantikan seluruh anggota Kontingen Kwarcab Wonogiri menjadi Pramuka Garuda Penggalang, yang berlokasi di Waduk Gajah Mungkur. Hingga pada 18 Agustus 2019. Seluruh orang tua kami datang dan menyaksikan kami dilantik menjadi Pramuka Garuda, sekaligus sebagai putra-putri pilihan Kabupaten Wonogiri yang dipercaya mewakili Kabupaten Wonogiri di Jambore Daerah Jateng XV. Tangis haru dan rasa bangga menghiasi pelataran taman Waduk Gajah Mungkur sore itu, saya sangat berterimakasih kepada kedua orang tua saya yang senantiasa mendukung semua pilihan saya. Sebelum kami berangkat ke Blora, pada 25 Agustus 2019 dilaksanakan pelepasan Kontingen. 26-31 Agustus 2019 kami melaksanakan tugas kami di Blora dengan baik, bertemu teman-teman dari Kontingen Kwarcab lain, diajarkan berbagai macam ilmu, dan sebagainya. Dan akhirnya pulang
31 ke Wonogiri disambut dengan senyum bangga para pelatih dan orang tua kami yang mendampingi kami dari awal sampai akhir. Liburanku ke Pantai kelayar Habis lebaran, aku dan keluargaku pergi ke pacitan untuk menghabiskan waktu liburan lebaran . Kami pergi dari pacitan pukul enam pagi dan tiba di pantai pukul 08.00. Setibanya di pintu masuk, kami disambut oleh petugas pantai kemudian kami masuk ke pantai dan menikmati indahnya pantai tersebut, setelah selesai berjemur d pantai saya dan keluarga saya keluar dari pantai dan perjalanan menuju rumah makan di Giriwoyo sehabis makan saya dan keluarga saya jalan-jalan lagi ke waduk Giriwoyo sesampainya saya di waduk saya dan keluarga saya ,saya ajak foto" bersama dan
32 sesudah foto" saya kembali ke mobil dan saya melanjutkan perjalanan menuju rumah sebelum sampai di rumah saya dan keluarga saya pergi ke rumah nenek untuk silaturahmi sesampainya di rumah nenek saya kembali makan bersama" dengan nenek saya dan keluarga saya se habis makan saya berpamitan dengan nenek saya .sebahis itu saya dan keluarga saya kembali lagi ke mobil untuk melanjutkan perjalanan dan kembali ke rumah sesampainya d rumah saya beres" dan beristirahat. sekian cerita dari saya trimakasih TENTANG PENULIS Hasil karya Literasi media digital ini di buat oleh siswa-siswi SMA Negeri 2 Wonogiri. Penulis yang belajar dan terus mengasah kemampuan dalam membuat sebuah cerita antologi dengan kreatif.
33 Dalam membuat cerita ini menggunakan salah satu program speech to text yaitu speechnotes.co,yang kemudian di olah menjadi sebuah lay out yang baik , di kelola,di cek plagriarisme dan juga penataan oleh komunitas sekolah. Semua bergerak untuk bisa menghasilkan karya yang optimal dan terus menjadi sebuah inspirasi sekolah lain.
34 Sinopsis Buku ini berisi tentang antologi cerita literasi dengan memenfaatkan waktu singkat sebelum pembelajaran di mulai dengan menggunakan aplikasi speech to text, media digital. Dalam buku ini cerita yang dibuat, sesuai minat tidak ada batasan tentang tema yang akan di angkat, sebagai media untuk bisa meningkatkan kreatifitas, gotong royong, bernalar kritis dan juga menggunakan kolaborasi siswa dengan guru untuk menggerakkan literasi di sekolah menuju profil Pelajar pancasila. Buku yang sederhana ini harapannya bisa menjadi inspirasi, memberikan kegiatan dari siswa untuk siswa dan motivasi untuk sekolah lain untuk terus berkarya dalam Literasi menggunakan media Digital.