The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by killuadas4, 2022-12-15 04:11:03

EBOOK AKUNTANSI KELOMPOK 6

EBOOK AKUNTANSI KELOMPOK 6

Jurnal penutup dapat didefinisikan sebagai entri jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi
untuk menutup beberapa akun seperti akun pendapatan, akun beban, akun ikhtisar laba/rugi, dan
akun prive dengan memindahkan saldonya ke akun permanen dalam buku besar.
Jurnal ini dapat dibuat apabila laporan keuangan tahunan dalam sebuah perusahaan telah selesai
disusun. Berikut beberapa komponen atau dokumen yang digunakan sebagai dasar menyusun
jurnal penutup adalah;

 Akun Pendapatan
Yaitu hasil atau penghasilan yang diperoleh oleh sebuah perusahaan. Terbagi menjadi dua, yaitu
pendapatan langsung dari kegiatan usaha perusahaan seperti penjualan barang dan jasa yang
dipengaruhi oleh proses produksi dan pendapatan di luar kegiatan usaha perusahaan seperti penjualan
mesin, sewa gedung, dan lainnya.
Penutupan akun pendapatan dapat dilakukan dengan memindahkan saldonya ke akun ikhtisar laba/rugi.

 Akun Beban
Yaitu pengorbanan yang telah dilakukan dalam proses usaha untuk memperoleh pendapatan.
Terbagi menjadi dua yaitu beban langsung dalam kegiatan usaha atau operasional perusahaan seperti
biaya listrik, biaya sewa gedung, serta gaji karyawan, dan beban di luar kegiatan usaha seperti bunga
bank.
Untuk menutup akun beban dapat dilakukan dengan memindahkan saldo ke akun ikhtisar laba/rugi.

 Akun Ikhtisar Laba/Rugi
Untuk menutup ikhtisar laba/rugi dapat dilakukan dengan memindahkan saldo ke akun modal.
Terdapat dua kondisi yang dapat terjadi yakni laba (pendapatan lebih besar dari beban) atau rugi
(pendapatan lebih kecil dari beban). Jika terjadi laba, maka akun ikhtisar laba/rugi didebitkan dan akun
modal akan dikreditkan. Jika terjadi rugi, maka akun modal didapatkan dan akun ikhtisar laba/rugi akan
dikreditkan.

 Akun Prive
Yaitu akun yang mencatat pengeluaran pribadi pemilik usaha yang biasanya terjadi pada
perusahaan skala kecil. Hal ini harus dilakukan dalam buku besar atau jurnal penutup karena akan
mempengaruhi posisi modal. Akun prive disandingkan dengan akun modal, yakni
pengeluaran prive dikategorikan sebagai penarikan modal pribadi pemilik usaha. Untuk saldo laba
bersih dicatat dengan jurnal penutup.

E. CARA MEMBUAT JURNAL PENUTUP
Jurnal penutup Jurnal penutup perusahaan jasa disusun sesuai bentuk perusahaan (PT, CV,
firma, atau persero) karena struktur modal dari masing-masing jenis perusahaan berbeda. Jurnal
penutup juga mengatur saldo semua akun sementara ke nol untuk periode berikutnya.

 Tutup tipe akun penjualan yang mempunyai saldo kredit
Akun pendapatan akan ditutup dan saldo kreditnya akan dipindahkan ke akun kliring yang disebut
dengan income summary (ringkasan pendapatan). Terdapat dua akun berbeda di saldo kredit, yaitu
pendapatan penjualan dan pendapatan bunga.
Pendapatan penjualan + pendapatan bunga = ringkasan pendapatan

 Menutup akun biaya dan kontra-pendapatan
Yaitu dengan memindahkan saldo debit ke dalam akun pengeluaran dan akun kontra-pendapatan
ke akun income summary (ringkasan pendapatan).
Akun yang ditutup yaitu diskon penjualan, retur penjualan, biaya operasional, biaya administrasi, dan
biaya bunga. Semua saldo dari akun-akun ini akan dipindahkan ke income summary (ringkasan
pendapatan).

 Menutup akun income summary (ringkasan pendapatan) ke akun laba ditahan
Yaitu memindahkan saldo akun income summary (ringkasan pendapatan) ke akun laba ditahan.
Akan tetapi, posisi debit dan kredit pada akun income summary (ringkasan pendapatan) harus
disesuaikan. Nominalnya harus sama dengan laba atau rugi bersih pada laporan laba/rugi.
Laba ditahan = ringkasan pendapatan (jumlah saldo pendapatan penjualan dan pendapatan bunga –
diskon penjualan, retur penjualan, biaya operasional, biaya administrasi, dan biaya bunga).

 Menutup akun dividen ke akun laba ditahan
Yaitu memindahkan saldo debet dari akun dividen ke akun laba ditahan. Akun dividen merupakan
penghasilan yang menjadi hak bagi investor sesuai kesepakatan. Oleh karena itu, harus didebitkan dari
akun ekuitas laba ditahan.

 Barulah laporan laba ditahan bisa dibuat seperti berikut:
Laba ditahan (pada 1 januari tahun berjalan) + laba ditahan/laba bersih (sesuai dengan laporan
laba/rugi) – dividen = laba ditahan (31 Desember tahun berjalan)

F. CONTOH JURNAL PENUTUP

Pendapatan yang diperoleh oleh PT Jurnal Karya per 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp

200.000.000

Perusahaan ini juga mengeluarkan sejumlah biaya yaitu :

 Biaya gaji dan upah Rp 20.000.000

 Biaya perlengkapan Rp 10.000.000

 Biaya penyusutan perlengkapan Rp 3.000.000

 Biaya penyusutan bangunan Rp 5.000.000

 Beban Bunga Rp 2.000.000

Nilai laba ditahan yaitu sebesar Rp 50.000.000 dan dividen Rp 30.000.000

Berikut ini adalah contoh laporan jurnal penutup berdasarkan informasi kasus perusahaan di atas.



BAB 12 (LAPORAN KEUANGAN)

A. PENGERTIAN LAPORAN KEUANGAN
Secara umum laporan finansial atau laporan keuangan adalah laporan yang berisi pencatatan uang
dan transaksi yang terjadi dalam bisnis, baik transaksi pembelian maupun penjualan dan transaksi
lainnya yang memiliki nilai ekonomi dan moneter. Biasanya laporan ini dibuat dalam periode tertentu.
Penentuannya ditentukan oleh kebijakan perusahaan apakah dibuat setiap bulan atau setiap satu tahun
sekali, terkadang perusahaan juga menggunakan keduanya.

Laporan keuangan dibuat untuk mengetahui kondisi finansial perusahaan secara keseluruhan.
Sehingga para stakeholder dan pengguna informasi akuntansi bisa melakukan evaluasi dan cara
pencegahan dengan tepat dan cepat jika kondisi keuangan usaha mengalami masalah atau
memerlukan perubahan. Mengingat pentingnya hal itu, maka laporan ini harus dibuat dengan tepat,
cermat dan diperlukan pertanggungjawaban yang diserahkan secara mutlak kepada orang
berkompeten dibidangnya, seperti seorang akuntan.

Dia yang harus mempresentasikan laporan yang telah dibuatnya dengan detail di depan
para stakeholder yang biasanya ini dilakukan pada saat evaluasi kinerja keuangan tahunan. Jika
melihat dari penjelasan di atas tentu bisa ditarik kesimpulan kalau pengertian laporan keuangan adalah
laporan yang berisi data transaksi keuangan perusahaan pada periode tertentu. Yang mana laporan
tersebut harus dilaporkan dan dipertanggungjawabkan sebagai pembahasan evaluasi untuk
perkembangan usaha ke depan.

B. JENIS JENIS LAPORAN KEUANGAN

Terdapat lima jenis laporan keuangan utama pada bisnis. Semuanya disesuaikan dengan bentuk
transaksi yang terjadi di dalam perusahaan. Karena setiap laporan ini memiliki fungsi dan prinsip
yang berbeda, tentu mereka yang membuat laporan ini harus bisa membedakan pembuatan laporan
keuangan yang sesuai dengan peruntukannya.

Berikut adalah penejelasan lima jenis laporan keuangan utama perusahaan lengkap beserta jenis
dan fungsinya yang bisa Anda ketahui.

1) Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi adalah laporan finansial perusahaan yang dibuat oleh bisnis untuk mengetahui
pengeluaran dan pemasukan bisnis secara mendetail. Isi dari laporan ini ialah data-data pendapatan
sekaligus beban yang ditanggung oleh perusahaan. Biasanya laporan ini dibuat untuk menjelaskan
kondisi keuangan perusahaan pada periode tertentu. Maka dari itu, sebagian besar laporan dikerjakan
pada akhir tahun atau akhir bulan, sesuai ketentuan di perusahaan tersebut. Dengan adanya laporan
laba rugi, para stakeholder bisa mengetahui kondisi finansial perusahaan yang terkini. Sehingga
laporan tersebut bisa dijadikan sebagai dasar evaluasi untuk langkah kebijakan selanjutnya.

2) Laporan Arus Kas

Jenis laporan keuangan yang kedua adalah laporan arus kas. Laporan arus kas atau yang biasa
disebut dengan cashflow ini sendiri dapat diartikan sebagai catatan keuangan yang berisi informasi
tentang pemasukan dan pengeluaran selama satu periode. Laporan ini akan sangat berguna ketika
Anda akan mengevaluasi struktur keuangan (likuiditas dan solvabilitas), serta aktiva bersih
perusahaan. Tak hanya itu, Anda pun bisa memanfaatkannya sebagai strategi adaptif menghadapi
perubahan keadaan dan peluang. Laporan arus kas juga harus dibuat oleh akuntan atau

bagian finance, setelah itu diserahkan kepada pihak stakeholder agar ditindaklanjuti untuk
memastikan semua pos pengeluaran dan pemasukan berjalan dengan baik.

3) Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal atau ekuitas adalah salah satu jenis laporan keuangan yang penting
terutama untuk perusahaan publik. Tujuan pembuatannya adalah agar perusahaan dapat
menggambarkan peningkatan maupun penurunan dari aktiva bersih (kekayaan) dalam periode tertentu
dengan prinsip pengukuran tertentu untuk dianut. Mengapa laporan keuangan ini akan ditemukan
pada berbagai perusahaan besar atau publik? Sebab, sebagian besarnya mempunyai struktur
kepemilikan yang kompleks dalam perubahan-perubahan akun ekuitas di tahun terkait.

Tujuan dari dibentuknya laporan perubahan modal yakni memberi laporan mengenai perubahan
modal kerja dan membuat ikhtisar dari investasi dan dana yang dihasilkan di dalam suatu periode
serta aktiva pembayaran.

4) Laporan Neraca

Laporan keuangan yang selanjutnya adalah laporan neraca. Laporan neraca atau balance sheet
biasanya terdapat beberapa informasi mengenai akun-akun aktiva, serta hal-hal yang menjadi
kewajiban perusahaan dalam satu periode. Dalam penerapannya, laporan neraca terdapat dua macam.
Yaitu bentuk stafel atau vertikal serta bentuk skontro atau horizontal. Pada hakikatnya, laporan neraca
adalah gabungan dari segala laporan keuangan. Ini juga dibuat dalam waktu tertentu yang normalnya
adalah satu tahun sekali. Tujuannya adalah untuk menentukan langkah terkait finansial di tahun
selanjutnya.

Laporan neraca merupakan laporan keuangan yang sangat penting karena dalam laporan ini
terdapat segala informasi terkait siapa pemegang saham dari suatu perusahaan, siapa kreditur yang
ada, peraturan pemerintah yang ada, dan berbagai kebijakan lainnya. Beberapa informasi tersebut
sangatlah penting, sehingga tidak boleh bocor, semua informasi tersebut memiliki beberapa peran
untuk kemajuan suatu perusahaan. Jadi hanya orang-orang internal lah yang boleh mengetahui
informasi-informasi tertentu.

Selain itu, kegunaan lainnya dari laporan neraca adalah untuk mengetahui beberapa kondisi
keuangan dalam sebuah perusahaan. Laporan ini menunjukkan apakah perusahaan tersebut memiliki
kondisi yang sehat atau tidak. Laporan keuangan ini menjadi prioritas di perusahaan. Minimal untuk
mengetahui apakah data laporan secara akumulatif memang sesuai dengan data-data yang terpisah di
laporan-laporan sebelumnya. Data dalam laporan neraca tidak boleh selisih serupiah pun. Jika ada
selisih berarti ada yang salah dan harus dilakukan revisi. Ini merupakan tugas akuntan atau bagian
keuangan yang harus melakukan revisi sampai waktu yang ditentukan. Jika tidak di revisi akan terjadi
ambiguitas ketika membaca semua laporan keuangan perusahan.

5) Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan mengacu pada informasi tambahan yang membantu menjelaskan
bagaimana perusahaan sampai pada angka laporan keuangannya.Catatan ini juga membantu
menjelaskan penyimpangan atau anggapan inkonsistensi dalam metodologi akun tahun ke tahun.
Catatan catatan laporan keuangan bukanlah hal yang wajib , hanya untuk memberikan kejelasan
kepada mereka yang membutuhkannya tanpa memiliki informasi yang ditempatkan di kolom
pernyataan. Namun demikian, informasi yang termasuk dalam catatan atas laporan finansial seringkali
penting karena dapat mengungkapkan masalah mendasar terhasap kesehatan keuangan perusahaan.

C. FUNGSI LAPORAN KEUANGAN

Laporan keuangan dibuat untuk fungsi tertentu. Yang jelas sebagai sarana untuk menentukan
kebijakan pimpinan terkait perusahaan di periode selanjutnya. Berikut ini adalah fungsi laporan
keuangan.

1) Untuk Menilai Kondisi Usaha

2) Sebagai bahan evaluasi

3) Bentuk pertanggungjawaban perusahaan



PT RADHITE

Neraca Saldo

Per 31 November 2015

No Akun Deskripsi Debit Kredit
110 Rp -
111 Kas Rp 12.800.000 Rp -
112 Rp -
113 Piutang Usaha Rp 1.000.000 Rp -
114 Rp -
115 Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp - Rp -
116 Rp -
117 Piutang bunga Rp - Rp -
118 Rp -
119 Wesel Tagih Rp 3.600.000 Rp -
120 Rp -
121 Barang Jadi Rp 20.250.000 Rp -
122 Rp -
123 Barang Dalam Proses Rp 10.000.000 Rp 2.400.000
210 Rp 49.500.000
211 Bahan Baku Rp 10.250.000 Rp 2.000.000
212 Rp 12.600.000
213 Perlengkapan kantor Rp 600.000 Rp 50.000.000
214 Rp -
311 Asuransi di bayar di muka Rp 1.200.000 Rp 200.000.000
312 Rp 23.428.000
313 Tanah Rp 100.000.000 Rp 25.900.000
411 Rp 168.000.000
412 Bangunan Rp 240.550.000 Rp -
420 Rp -
430 Mesin dan peralatan Rp 33.200.000 Rp -
610 Rp -
611 Akumulasi penyusutan aktiva tetap Rp - Rp -
612 Rp -
613 Utang Usaha Rp - Rp -
614 Rp -
615 Sewa diterima di muka Rp -
616 Rp 5.144.000
617 Wesel Bayar Rp -
618 Rp 538.972.000
711 Utang Obligasi Rp -
712
Utang gaji Rp -

Saham biasa Rp -

Agio Saham Rp -

Laba ditahan Rp -

Penjualan Rp -

Diskon penjualan Rp 1.400.000

Retur dan potongan penjualan Rp 2.000.000

Harga Pokok Penjualan Rp 90.500.000

Beban gaji Rp -

Beban perlengkapan kantor Rp -

Beban gaji penjualan Rp 3.267.000

Beban gaji administrasi Rp 6.533.000

Beban Piutang Tak tertagih Rp -

Beban Asuransi Rp -

Beban Penyusutan

Beban Bunga Rp 1.300.000

Beban Pengiriman Rp 522.000

Pendapatan bunga

Pendapatan Sewa

TOTAL Rp 538.972.000

AYAT JURNAL UMUM

1 Dibeli bahan baku secara kedit sebesar Rp 5.000.000
2 Menggunakan Rp. 3.000.000 untuk biaya produksi (barang dalam proses) dan

Rp. 500.000 dikeluarkan untuk penggunaan tidak langsung (pengendali
overhead pabrik)
5 total pembayaran gaji sebesar Rp. 6.000.000 yang terdiri dari 65% untuk tenaga
kerja langsung, 15% untuk tenaga kerja tidak langsung, 13% untuk bagian
pemasaran, 7% untuk bagian administrasi.
7 overhead pabrik yang dibayar per kas Rp 1.450.000, yang masih berupa utang
usaha Rp 500.000; penyusutan mesin dan peralatan pabrik Rp 750.000;
asuransi pabrik Rp 200.000.
8 Seluruh overhead pabrik yang sudah dicatat sebagai pengendali overhead
pabrik kemudian dikumpulkan ke barang dalam proses
10 perkiraan persediaan barang jadi Rp 19.000.000
12 dijual barang jadi sebesar Rp. 50.000.000. Dari total penjualan tersebut 75%
dibayar tunai, sisanya kredit. Harga pokok barang jadi yang dijual adalah Rp
29.250.000

PT RADHITE
Jurnal Umum
Per Desember 2015

Tgl No Deskrpsi Ref Debit Kredit
Akun post
5.000.000
1 117 Bahan Baku Rp 5.000.000 Rp
210 utang usaha 3.000.000 3.500.000
Rp Rp 6.000.000
116 Barang Dalam Proses Rp 500.000 Rp
6.000.000 6.000.000
2 Pengendalian overhead pabrik Rp 3.900.000 Rp 6.000.000
Rp 1.450.000
117 bahan baku Rp 900.000 Rp
Rp 780.000 Rp 500.000
610 Beban gaji Rp 420.000 Rp 750.000
Rp 6.000.000 Rp 200.000
214 utang gaji 2.900.000 Rp 4.300.000
Rp Rp 19.000.000
116 Barang Dalam Proses 4.300.000
Rp 19.000.000 Rp 50.000.000
Pengendalian overhead pabrik 37.500.000 Rp 29.250.000
Rp 12.500.000 Rp 131.950.000
5 613 Beban gaji administrasi 29.250.000
Rp 131.950.000
612 Beban gaji penjualan
Rp
610 beban gaji Rp

214 utang gaji Rp

110 kas Rp

Pengendalian overhead pabrik

110 kas

7 210 utang usaha

123 akumulasi penyusutan aktiva tetap

119 asuransi dibayar di muka

8 116 Barang Dalam Proses
pengendalian overhead pabrik

10 115 barang jadi
116 barang dalam proses

110 kas

111 piutang usaha

12 411 penjualan

430 Harga Pokok Penjualan

115 barang jadi

TOTAL

PT RADHITE
Buku Besar
Per Desember 2015

AKUN : KAS NO AKUN : 110
Kredit
Tgl Item Ref Debit Kredit Saldo
Debit

31 NOV saldo Rp 12.800.000
5 DES
7 Rp 6.000.000 Rp 6.800.000

12 Rp 1.450.000 Rp 5.350.000

Rp 37.500.000 Rp 42.850.000

AKUN : PIUTANG USAHA Debit Kredit NO AKUN : 111
Tgl Item Ref Rp 12.500.000 Saldo
Kredit
31 NOV Saldo Debit 1.000.000
10 DES Rp 13.500.000
Rp

AKUN : WESEL TAGIH Debit Kredit NO AKUN : 114
Tgl Items Ref Saldo Kredit

31 NOV saldo Debit
Rp 3.600.000

AKUN : BARANG JADI NO AKUN : 115
Kredit
Tgl Items Ref Debit Kredit Saldo
Debit

31 NOV saldo Rp 20.250.000
10 DES
12 Rp 19.000.000 Rp 39.250.000

Rp 29.250.000 Rp 10.000.000

AKUN : BARANG DALAM PROSES NO AKUN : 116
Kredit
Tgl Items Ref Debit Kredit Saldo
Debit

31 NOV saldo Rp 10.000.000

2 DES Rp 3.000.000 Rp 13.000.000

5 Rp 3.900.000 Rp 16.900.000

8 Rp 4.300.000 Rp 21.200.000

10 Rp 19.000.000 Rp 2.200.000

AKUN : BAHAN BAKU NO AKUN : 117
Kredit
Tgl Items Ref Debit Kredit Saldo
Debit

31 NOV saldo Rp 10.250.000
1 DES
2 Rp 5.000.000 Rp 15.250.000

Rp 3.500.000 Rp 11.750.000

AKUN : PERLENGKAPAN KANTOR Debit Kredit NO AKUN : 118
Saldo Kredit
Tgl Items Ref
Debit
31 NOV saldo Rp 600.000
DES

AKUN : ASURANSI DIBAYAR DI MUKA NO AKUN : 119
Saldo Kredit
Tgl Items Ref Debit Kredit
Debit
31 NOV saldo Rp 1.200.000
7 DES Rp 200.000 Rp 1.000.000

AKUN : TANAH Debit Kredit NO AKUN : 120
Tgl Items Ref Saldo Kredit

31 NOV saldo Debit
Rp 100.000.000

AKUN : BANGUNAN Debit Kredit NO AKUN : 121
Tgl Items Ref Saldo Kredit

31 NOV saldo Debit
Rp 240.550.000

AKUN : MESIN DAN PERLATAN Debit Kredit NO AKUN : 122
Tgl Items Ref Saldo Kredit

31 NOV saldo Debit
Rp 33.200.000

AKUN : AKUMULASI PENYUSUTAN AKTIVA TETAP NO AKUN : 123
Saldo
Tgl Items Ref Debit Kredit Kredit
Debit 2.400.000
31 NOV saldo Rp 750.000 Rp 3.150.000
7 DES Rp

AKUN : UTANG USAHA NO AKUN : 210
Saldo
Tgl Items Ref Debit Kredit Kredit
Debit 49.500.000
31 NOV saldo Rp 5.000.000 Rp 54.500.000
1 DES Rp 500.000 Rp 55.000.000
7 Rp

AKUN : SEWA DITERIMA DI MUKA NO AKUN : 211
Saldo

Debit Kredit
Rp 2.000.000
31 NOV saldo

AKUN : WESEL BAYAR Debit Kredit NO AKUN : 212
Tgl Items Ref Saldo
Kredit
31 NOV saldo Debit 12.600.000
Rp

AKUN : UTANG OBLIGASI Debit Kredit NO AKUN : 213
Tgl Items Ref Saldo
Kredit
31 NOV Debit 50.000.000
Rp

AKUN : UTANG GAJI Ref Debit Kredit NO AKUN : 214
Tgl Items Saldo
Kredit
2 DES Debit 6.000.000
Rp

AKUN : SAHAM BIASA NO AKUN : 311
Tgl Items Ref
Debit Kredit Saldo
31 NOV saldo
Debit Kredit

Rp 200.000.000

AKUN : AGIO SAHAM Debit Kredit NO AKUN : 312
Tgl Items Ref Saldo
Kredit
31 NOV saldo Debit 23.428.000
Rp

AKUN : LABA DITAHAN Debit Kredit NO AKUN : 313
Tgl Items Ref Saldo
Kredit
31 NOV saldo Debit 25.900.000
Rp

AKUN : PENJUALAN NO AKUN : 411
Tgl Items Ref
Debit Kredit Saldo
31 NOV saldo Debit Rp 50.000.000
10 DES Debit Kredit

AKUN : DISKON PENJUALAN Rp 168.000.000
Tgl Items Ref
Rp 218.000.000
31 NOV saldo
Kredit NO AKUN : 412
Saldo Kredit

Debit
Rp 1.400.000

AKUN : RETUR DAN POTONGAN PENJUALAN NO AKUN : 420
Saldo Kredit
Tgl Items Ref Debit Kredit
Debit
31 NOV saldo Rp 2.000.000

AKUN : HARGA POKOK PENJUALAN NO AKUN : 430
Saldo Kredit
Tgl Items Ref Debit Kredit
Debit
31 NOV saldo Rp 29.250.000 Rp 90.500.000
10 DES Rp 119.750.000

AKUN : BEBAN GAJI Debit Kredit NO AKUN : 610
Saldo Kredit
Tgl Items Ref
Rp 6.000.000 Rp Debit
5 DES 6.000.000
5 Rp 6.000.000 Rp
-

AKUN : BEBAN GAJI PENJUALAN NO AKUN : 612
Saldo Kredit
Tgl Items Ref Debit Kredit
Debit
31 NOV saldo Rp 420.000 Rp 3.267.000
5 DES Rp 3.687.000

AKUN : BEBAN GAJI ADMINISTRASI NO AKUN : 613
Saldo Kredit
Tgl Items Ref Debit Kredit
Debit
31 NOV saldo Rp 780.000 Rp 6.533.000
5 DES Rp 7.313.000

AKUN : BEBAN BUNGA Debit Kredit NO AKUN : 617
Tgl Items Ref Saldo Kredit

31 NOV saldo Debit
Rp 1.300.000

AKUN : BEBAN PENGIRIMAN Debit Kredit NO AKUN : 618
Tgl Items Ref Saldo Kredit

31 NOV saldo Debit
Rp 522.000

AKUN : PENDAPATAN BUNGA NO AKUN : 711

Tgl Items Ref Debit Kredit Debit Saldo
31 NOV saldo Kredit

Rp 5.144.000

AKUN : PENGENDALIAN OVERHEAD PABRIK NO AKUN :
Saldo
Tgl Items Ref Debit Kredit Kredit
Debit
2 DES Rp 500.000 Rp 500.000
5 NOV
7 Rp 900.000 Rp 1.400.000
8 4.300.000
Rp 2.900.000 Rp
-
Rp 4.300.000 Rp

AKUN : PENYISIHAN PIUTANG TAK TERTAGIH NO AKUN : 112
Saldo Kredit
Tgl Items Ref Debit Kredit
Debit

AKUN : BEBAN PIUTANG TAK TERTAGIH NO AKUN : 614
Saldo Kredit
Tgl Items Ref Debit Kredit
Debit

AKUN : BEBAN ASURANSI Debit Kredit NO AKUN : 615
Tgl Items Ref Saldo Kredit

Debit

AKUN : BEBAN PENYUSUTAN Debit Kredit NO AKUN : 616
Tgl Items Ref Saldo Kredit

Debit

AKUN : PENDAPATAN SEWA Debit Kredit NO AKUN : 712
Tgl Items Ref Saldo Kredit

Debit

PT RADHITE
Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian

Per Desember 2015

No Akun Deskripsi Debit Kredit
110 Kas Rp
111 Piutang Usaha Rp 42.850.000
112 Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp 13.500.000
113 Piutang bunga
114 Wesel Tagih -
115 Barang Jadi
116 Barang Dalam Proses Rp 3.600.000 3.150.000
117 Bahan Baku Rp 10.000.000 55.000.000
118 Perlengkapan kantor Rp 2.200.000
119 Asuransi di bayar di muka Rp 11.750.000 2.000.000
120 Tanah Rp 600.000 12.600.000
121 Bangunan Rp 1.000.000 50.000.000
122 Mesin dan peralatan Rp 100.000.000
123 Akumulasi penyusutan aktiva tetap Rp 240.550.000
210 Utang Usaha Rp 33.200.000
211 Sewa diterima di muka
212 Wesel Bayar Rp
213 Utang Obligasi Rp
214 Utang gaji Rp
311 Saham biasa Rp
312 Agio Saham Rp
313 Laba ditahan
411 Penjualan Rp 200.000.000
412 Diskon penjualan Rp 23.428.000
420 Retur dan potongan penjualan Rp 25.900.000
430 Harga Pokok Penjualan Rp 218.000.000
610 Beban gaji Rp 1.400.000
611 Beban perlengkapan kantor Rp 2.000.000
612 Beban gaji penjualan Rp 119.750.000
613 Beban gaji administrasi
614 Beban Piutang Tak tertagih Rp 3.687.000
615 Beban Asuransi Rp 7.313.000
616 Beban Penyusutan
617 Beban Bunga Rp 1.300.000
618 Beban Pengiriman Rp 522.000
711 Pendapatan bunga
712 Pendapatan Sewa Rp 5.144.000

TOTAL Rp 595.222.000 Rp 595.222.000

AYAT JURNAL PENYESUAIAN

31 Jumlah persediaan pada periode akhir:
Persediaan bahan baku (raw materials inventory): Rp 11.560.000
Persediaan barang dalam proses (work in process): Rp 2.959.000 (sudah termasuk 754.000
yang berasal dari penyesuaian untuk tenaga kerja langsung)
Persediaan barang jadi (finished goods inventory): Rp 9.975.000

31 beban selama 4 hari kerja (26, 27, 30 dan 31 desember) adalah sebesar Rp 4.160.000 terdiri
dari Rp 2.356.000 untuk administrasif dan Rp 1.050.000 untuk pemasaran, dan Rp 754.000 untuk
pabrik

31 pendapatan yang masih harus diterima sebesar Rp 543.000
31 setelah dihitung kembali, perlengkapan kantor yang masih tersisa ada sebesar Rp 345.000,

dan Rp 255.000 sudah digunakan.
31 asuransi yang sudah menjadi beban yaitu sebesar Rp 125.000 (satu bulan)
31 pendapatan sewa bulan desember Rp 500.000
31 Penyusutan aktiva tetap non pabrik ini diperkirakan sebesar Rp 1.550.000.
31 Dari saldo piutang usaha sebesar Rp 13.500.000 diperkirakan Rp 150.000 tidak dapat tertagi

PT RADHITE

Jurnal Penyesuaian

Per Desember 2015

TGL No Deskripsi Ref Debit Kredit
Akun post

430 Harga pokok penjualan Rp 190.000

117 Bahan baku Rp 190.000

31 116 Barang dalam proses Rp 5.000
430 Harga pokok penjualan Rp 5.000

430 Harga pokok penjualan Rp 25.000

115 Barang jadi Rp 25.000

610 Beban gaji Rp 4.160.000

212 Utang gaji Rp 4.160.000

31 613 Beban gaji administrasi Rp 2.356.000
612 Beban gaji penjualan Rp 1.050.000

116 Barang dalam proses Rp 754.000

610 Beban gaji Rp 4.160.000

31 112 Piutang bunga Rp 543.000
711 Pendapatan bunga Rp 543.000

31 611 Beban Perlengkapan kantor Rp 255.000
120 Perlengkapan kantor Rp 255.000

31 616 Beban asuransi Rp 125.000
118 Asuransi dibayar di muka Rp 125.000

31 213 Sewa diterima di muka Rp 500.000
712 Pendapatan sewa Rp 500.000

31 617 Beban penyusutan Rp 1.550.000
125 Akumulasi penyusutan aktiva Rp 1.550.000

31 615 Beban piutang tak tertagih Rp 150.000
113 Penyisihan piutang tak tertagih Rp 150.000

TOTAL Rp 11.663.000 Rp 11.663.000

PT RADHITE

Neraca Saldo Setelah Penyesuaian

31 Desember 2015

No Akun Deskripsi Debit Kredit
110 Rp 150.000
111 Kas Rp 42.850.000
112 Rp 4.700.000
113 Piutang Usaha Rp 13.500.000 Rp 55.000.000
114 Rp 1.500.000
115 Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp 12.600.000
116 Rp 50.000.000
117 Piutang bunga Rp 543.000 Rp 4.160.000
118 Rp 200.000.000
119 Wesel Tagih Rp 3.600.000 Rp 23.428.000
120 Rp 25.900.000
121 Barang Jadi Rp 9.975.000 Rp 218.000.000
122
123 Barang Dalam Proses Rp 2.959.000 Rp 5.687.000
210 Rp 500.000
211 Bahan Baku Rp 11.560.000 Rp 601.625.000
212
213 Perlengkapan kantor Rp 345.000
214
311 Asuransi di bayar di muka Rp 875.000
312
313 Tanah Rp 100.000.000
411
412 Bangunan Rp 240.550.000
420
430 Mesin dan peralatan Rp 33.200.000
610
611 Akumulasi penyusutan aktiva tetap
612
613 Utang Usaha
614
615 Sewa diterima di muka
616
617 Wesel Bayar
618
711 Utang Obligasi
712
Utang gaji

Saham biasa

Agio Saham

Laba ditahan

Penjualan

Diskon penjualan Rp 1.400.000

Retur dan potongan penjualan Rp 2.000.000

Harga Pokok Penjualan Rp 119.960.000

Beban gaji

Beban perlengkapan kantor Rp 255.000

Beban gaji penjualan Rp 4.737.000

Beban gaji administrasi Rp 9.669.000

Beban Piutang Tak tertagih Rp 150.000

Beban Asuransi Rp 125.000

Beban Penyusutan Rp 1.550.000

Beban Bunga Rp 1.300.000

Beban Pengiriman Rp 522.000

Pendapatan bunga

Pendapatan Sewa

TOTAL Rp 601.625.000

PT PARADHITE

Neraca Lajur

31 Desember 2015

No NERACA SALDO SEBELUM JURNAL PENYESUAIAN
Akun
Deskripsi PENYESUAIAN

Debit Kredit Debit Kredit

110 Kas Rp 42,850,000
111 Piutang Usaha
Rp 13,500,000

112 Penyisihan Piutang Tak Tertagih Rp 150,000

113 Piutang bunga Rp 543,000

114 Wesel Tagih Rp 3,600,000 Rp 25,000
Rp 10,000,000 Rp 759,000
115 Barang Jadi Rp 2,200,000
Rp 11,750,000 Rp 190,000
116 Barang Dalam Proses Rp 600,000 Rp 255,000
Rp 1,000,000 Rp 125,000
117 Bahan Baku Rp 100,000,000
Rp 240,550,000
118 Perlengkapan kantor Rp 33,200,000

119 Asuransi di bayar di muka

120 Tanah

121 Bangunan

122 Mesin dan peralatan

123 Akumulasi penyusutan aktiva Rp 3,150,000 Rp 1,550,000
tetap

210 Utang Usaha Rp 55,000,000
Rp 2,000,000
211 Sewa diterima di muka Rp 12,600,000 Rp 500,000
Rp 50,000,000
212 Wesel Bayar Rp 200,000,000 Rp 215,000
Rp 23,428,000 Rp 4,160,000
213 Utang Obligasi Rp 25,900,000 Rp 255,000
Rp 218,000,000 Rp 1,050,000
214 Utang gaji Rp 2,356,000 Rp 4,160,000
Rp 5,144,000 Rp 150,000
311 Saham biasa Rp 595,222,000 Rp 125,000 Rp 5,000
Rp 1,550,000 Rp 4,160,000
312 Agio Saham
Rp 11,663,000 Rp 543,000
313 Laba ditahan Rp 500,000
Rp 11,663,000
411 Penjualan

412 Diskon penjualan Rp 1,400,000
Rp 2,000,000
420 Retur dan potongan penjualan Rp 119,750,000

430 Harga Pokok Penjualan Rp 3,687,000
Rp 7,313,000
610 Beban gaji
Rp 1,300,000
611 Beban perlengkapan kantor Rp 522,000

612 Beban gaji penjualan Rp 595,222,000

613 Beban gaji administrasi

614 Beban Piutang Tak tertagih

Beban Asuransi

616 Beban Penyusutan

617 Beban Bunga

618 Beban Pengiriman

711 Pendapatan bunga

712 Pendapatan Sewa

TOTAL

LABA BERSIH

PT PARADHITE
Neraca Lajur
31 Desember 2015

NERACA SALDO SETELAH LAPORAN LABA RUGI LAPORAN POSISI KEUANGAN

PENYESUAIAN

Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit
Rp 42,850,000
Rp 42,850,000 Rp 13,500,000

Rp 13,500,000

Rp 150,000 Rp 150,000

Rp 543,000 Rp 543,000
Rp 3,600,000 Rp 3,600,000
Rp 9,975,000 Rp 9,975,000
Rp 2,959,000 Rp 2,959,000
Rp 11,560,000 Rp 11,560,000
Rp 345,000 Rp 345,000
Rp 875,000 Rp 875,000
Rp 100,000,000 Rp 100,000,000
Rp 240,550,000 Rp 240,550,000
Rp 33,200,000 Rp 33,200,000

Rp 4,700,000 Rp 4,700,000

Rp 55,000,000 Rp 55,000,000
Rp 1,500,000 Rp 1,500,000
Rp 12,600,000 Rp 12,600,000
Rp 50,000,000 Rp 50,000,000
Rp 4,160,000 Rp 4,160,000
Rp 200,000,000 Rp 200,000,000
Rp 23,428,000 Rp 23,428,000
Rp 25,900,000 Rp 25,900,000
Rp 218,000,000
Rp 218,000,000

Rp 1,400,000 Rp 1,400,000
Rp 2,000,000 Rp 2,000,000
Rp 119,960,000 Rp 119,960,000

Rp 255,000 Rp 5,687,000 Rp 255,000 Rp 5,687,000 Rp 459,957,000 Rp 377,438,000
Rp 4,737,000 Rp 500,000 Rp 4,737,000 Rp 500,000 Rp 82,519,000
Rp 9,669,000 Rp 601,625,000 Rp 9,669,000 Rp 224,187,000
Rp 150,000 Rp 150,000
Rp 125,000 Rp 125,000
Rp 1,550,000 Rp 1,550,000
Rp 1,300,000 Rp 1,300,000
Rp 522,000 Rp 522,000

Rp 601,625,000 Rp 141,668,000
Rp 82,519,000

PT PARADHITE

Laporan Laba Rugi

Periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2015

Pendapatan dari penjualan:

Penjualan Rp 218.000.000

Dikurangi :

Retur dan potongan penjualan Rp 1.400.000

Diskon penjualan Rp 2.000.000 Rp 3.400.000

Penjualan bersih Rp 214.600.000
Rp 119.960.000
Harga pokok penjualan Rp 94.640.000

Laba kotor Rp 17.008.000
Rp 77.632.000
Beban operasi: Rp 4.887.000
Rp 82.519.000
Beban penjualan:

Beban gaji penjualan Rp 4.737.000

Beban piutang tak tertagih Rp 150.000

Beban pengiriman Rp 522.000

Jumlah Beban penjualan Rp 5.409.000

Beban administrasi :

Beban gaji perlengkapan kantor Rp 255.000

Beban gaji administrasi Rp 9.669.000

Beban gaji asuransi Rp 125.000

Beban gaji penyusutan Rp 1.550.000

Jumlah Beban administrasi Rp 11.599.000

Jumlah beban operasi

Laba operasi

Pendapatan dan beban lainnya

Pendapatan bunga Rp 5.687.000

Pendapatan sewa Rp 500.000

Beban bunga -Rp 1.300.000

Laba bersih sebelum pajak

PT PARADHITE Rp 25.900.000
Laporan Laba Ditahan Rp 82.519.000
Periode yang berakhir tanggal 31 Desember 2015 Rp 108.419.000
Laba Ditahan 31 November 2015
Laba bersih
Laba ditahan 31 Desember 2015

PT PARADHITE

Laporan Posisi Keuangan

Per 31 November 215

Aktiva

Aktiva lancar:

Kas Rp 42.850.000

Piutang usaha Rp 13.500.000

Penyisihan piutang tak tertagih -Rp 150.000 Rp 13.350.000

Piutang Bunga Rp 543.000

Wesel tagih Rp 3.600.000

Barang jadi Rp 9.975.000

Barang dalam proses Rp 2.959.000

Bahan baku Rp 11.560.000

Perlengkapan kantor Rp 345.000

Asuransi dibayar di muka Rp 875.000

Total Aktiva Lancar Rp 86.057.000

Aktiva Tetap: Rp 369.050.000
Rp 455.107.000
Tanah Rp 100.000.000
Rp 69.100.000
Bangunan Rp 240.550.000
Rp 54.160.000
Mesin dan peralatan Rp 33.200.000 Rp 123.260.000

Akumulasi penyusutan aktiva tetap -Rp 4.700.000 Rp 28.500.000 Rp 223.428.000
Rp 108.419.000
Total Aktiva Tetap Rp 331.847.000

Total Aktiva:

Kewajiban dan Ekuitas

Kewajiban lancar:

Utang usaha Rp 55.000.000

Sewa diterima di muka Rp 1.500.000

Wesel bayar Rp 12.600.000

Total Kewajiban Lancar

Kewajiban Jangka Panjang:

Utang obligasi Rp 50.000.000

Utang gaji Rp 4.160.000

Total Kewajiban Jangka Panjang

Total Kewajiban:

Ekuitas Pemegang Saham

Modal disetor:

Saham biasa Rp 200.000.000

Agio saham Rp 23.428.000

Total Modal Disetor

Laba Ditahan

Total Ekuitas Pemegang Saham

Total Kewajiban dan Ekuitas Pemegang Saham Rp 455.107.000


Click to View FlipBook Version