3.1.a.9. Koneksi
Antarmateri
PENGAMBILAN KEPUTUSAN
SEBAGAI PEMIMPIN
PEMBELAJARAN
MUHAMMAD IRAWAN
CGP ANGKATAN 4
1. Bagaimana pandangan Ki Hajar
Dewantara dengan filosofi Pratap Triloka
memiliki pengaruh terhadap bagaimana
sebuah pengambilan keputusan sebagai
seorang pemimpin pembelajaran diambil?
Filosofi Pratap Triloka KHD yang dikenal
dengan Ing Ngarso Sung Thulodo, Ing Madyo
Mbangun Karso, dan Tut Wuri Handayani,
menjadi sangat relevan untuk dijadikan landasan
dalam mengambil sebuah keputusan yang
bertanggung jawab dan berpihak pada murid.
Karena sejatinya seorang guru adalah penuntun
yang tugasnya adalah menuntun kodrat anak,
baik kodrat alam maupun kodrat zamannya agar
anak tidak kehilangan arah dan membahayakan
dirinya. Makna kata “Penuntun”, dapat dipahami
sebagai “Pemimpin Pembelajaran”, yang
berpusat pada murid.
"Pendidikan itu harus
memerdekakan"
Pengambilan keputusan yang dilakukan guru
dalam proses pembelajaran di kelas yang
berpihak dan memerdekakan murid akan menjadi
contoh dan tauladan bagi murid-murid untuk mulai
berani mengambil keputusan-keputusan yang
sesuai dengan pilihannya sendiri tanpa paksaan
dan campur tangan orang lain. Diharapkan bahwa
murid akan lebih nyaman untuk berkomunikasi
dan menentukan pilihan keputusan bersama
dengan guru , dan para guru akan lebih
memperhatikan kepentingan muridnya.
2. Bagaimana nilai-nilai yang tertanam
dalam diri kita, berpengaruh kepada
prinsip-prinsip yang kita ambil dalam
pengambilan suatu keputusan?
Nilai-Nilai Kebajikan
Nilai-nilai yang dimiliki seorang guru
adalah nilai kebajikan, di antaranya
keadilan, tanggung Jawab, kejujuran,
bersyukur, lurus hati, berprinsip, integritas,
kasih Sayang, rajin, komitmen, percaya
Diri, kesabaran, dan masih banyak lagi.
Mengajarkan nilai-nilai kebajikan
merupakan hal kunci yang perlu diajarkan
kepada murid-murid kita. Sebagai Calon
Guru Penggerak, tentunya ada beberapa
nilai yang harus dipegang seperti nilai
mandiri, reflektif, kolaboratif, inovatif dan
berpihak pada murid.
Ketika kita menghadapi situasi dilema
etika, akan ada nilai-nilai kebajikan
mendasari yang bertentangan seperti cinta
dan kasih sayang, kebenaran, keadilan,
kebebasan, persatuan, toleransi, tanggung
jawab dan penghargaan akan hidup.
Untuk dapat mengambil keputusan
diperlukan nilai-nilai atau prinsip dan
pendekatan sehingga keputusan tersebut
merupakan keputusan yang paling tepat
dengan resiko yang paling minim bagi
semua pihak, terutama bagi kepentingan
/keberpihakan pada anak didik kita.
3. Bagaimana kegiatan terbimbing yang kita lakukan pada materi
pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan 'coaching'
(bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam
perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian
pengambilan keputusan yang telah kita ambil. Apakah pengambilan
keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan
dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut. Hal-hal ini
tentunya bisa dibantu oleh sesi 'coaching' yang telah dibahas pada
modul 2 sebelumnya.
Dalam dunia pendidikan Coaching merupakan proses
untuk mengaktivasi kerja otak murid. Pertanyaan-
pertanyaan reflektif yang diberikan Coach dapat
membuat murid melakukan metakognisi untuk
mengambil keputusan dengan memilih sendiri
alternatif/solusi dari permasalahan yang dihadapinya
tanpa paksaan dan campur tangan orang lain. Proses
coaching dilakukan sebagai pendampingan bagi
coachee dalam menemukan solusi dan menggali
potensi yang ada dalam diri, yang kemudian
dituangkan dalam sebuah tindakan sebagai bentuk
tanggung jawab (TIRTA).
Pendekatan coaching model TIRTA menjadi
selaras jika disandingkan dengan 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan yang
bertanggung jawab dan berpihak pada anak.
Keterampilan coaching akan membantu dengan
mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk
memprediksi hasil, dan melihat berbagai opsi
sehingga dapat mengambil keputusan dengan
baik.
Dalam proses coaching, seorang coach menuntun
agar coachee dapat menggali, memetakan
situasinya sehingga menghasilkan pemikiran atau
ide-ide baru atas situasi yang sedang dihadapi.
Proses coaching menekankan pada proses inkuiri
yaitu kekuatan pertanyaan atau proses bertanya
yg muncul dalam dialog saat coaching. Pertanyaan
efektif mengaktifkan kemampuan berpikir reflektif
para murid dan keterampilan bertanya mereka
dalam pencarian makna dan jawaban atas situasi
atau fenomena yang mereka hadapi dan jalani.
4. Bagaimana kemampuan guru dalam
mengelola dan menyadari aspek sosial
emosionalnya akan berpengaruh
terhadap pengambilan keputusan?
Diperlukan kompetensi kesadaran diri (self
awareness), pengelolaan diri (self management),
kesadaran sosial (social awareness) dan
keterampilan berhubungan sosial (relationship
skills) untuk mengambil keputusan.
Pengambilan keputusan yang bertanggung
jawab adalah kemampuan seseorang untuk
membuat pilihan-pilihan yang konstruktif terkait
dengan perilaku pribadi serta interaksi sosial
mereka berdasarkan standar etika,
pertimbangan keamanan dan keselamatan, serta
norma sosial (CASEL).
Diharapkan proses pengambilan keputusan
dapat dilakukan secara sadar penuh (mindful),
sadar dengan berbagai pilihan dan konsekuensi
yang ada. Banyak penelitian yang menunjukkan
bahwa di dalam kondisi berkesadaran penuh,
terjadi perubahan fisiologis seperti meluasnya
area otak yang terutama berfungsi untuk belajar
dan mengingat, berkurangnya stres, dan
munculnya perasaan tenang dan stabil (Kabat-
Zinn, 2013, hal. 37). Dengan latihan
berkesadaran penuh, maka seseorang dapat
menumbuhkan perasaan yang lebih tenang dan
pikiran yang lebih jernih, yang akan berpengaruh
pada keputusan yang lebih responsif dan
reflektif.
5. Bagaimana pembahasan studi
kasus yang fokus pada masalah moral
atau etika kembali kepada nilai-nilai
yang dianut seorang pendidik
Sebagai seorang pendidik seringkali
kita dihadapkan pada suatu keadaan
di mana kita harus mengambil sebuah
keputusan sulit. Namun, perlu kita
ketahui bahwa tidak semua
keputusan sulit tersebut merupakan
dilema etika. Ada kalanya itu lebih
berupa bujukan moral.
"Etika terkait dengan karsa karena
manusia memiliki kesadaran moral. Akal
dan moral dua dimensi manusia yang
saling berkaitan. Etika terkait dengan
karsa karena manusia memiliki
kesadaran moral." (Rukiyanti, L.
Andriyani, Haryatmoko, Etika
Pendidikan, hal. 43).
Dari kutipan di atas kita bisa menarik kesimpulan
bahwa karsa merupakan suatu unsur yang tidak
terpisahkan dari perilaku manusia. Karsa ini pun
berhubungan dengan nilai-nilai atau prinsip-
prinsip yang dianut oleh seseorang, disadari atau
pun tidak. Nilai-nilai atau prinsip-prinsip inilah
yang mendasari pemikiran seseorang dalam
mengambil suatu keputusan yang mengandung
unsur dilema etika.
Ketika Guru berhadapan dengan kasus-kasus
yang fokus pada masalah moral atau etika,
maka nilai-nilai diri yang dianut dan yang paling
dihargai oleh seorang pendidik akan sangat
mempengaruhi dalam proses pengambilan
keputusan. Nilai-nilai yang dianut oleh Guru
Penggerak seperti mandiri, reflektif,
kolaboratif, inovatif dan berpihak pada murid ,
tentunya akan sangat mempengaruhi paradigma
dan prinsip pengambilan keputusan seorang
Guru Penggerak .
6. Bagaimana pengambilan
keputusan yang tepat,
tentunya berdampak pada
terciptanya lingkungan yang
positif, kondusif, aman dan
nyaman.
Setiap keputusan yang kita ambil
akan ada konsekuensi yang
mengikutinya, dan oleh sebab itu
setiap keputusan perlu berdasarkan
pada rasa tanggung jawab, nilai-nilai
kebajikan universal dan berpihak
pada murid.
Sebagai upaya pengambilan keputusan yang tepat,
yang berdampak pada terciptanya lingkungan yang
positif, kondusif, aman dan nyaman dapat dilakukan
dengan bebrapa tahap berikut, yaitu :
Mengidentifikasi jenis-jenis paradigma dilema
etika yang sesui dari suatu kasus
Memilih dan memahami 3 (tiga) prinsip yang
dapat dilakukan untuk membuat keputusan dalam
dilema pengambilan keputusan.
Menerapkan 9 langkah pengambilan dan
pengujian keputusan yang diambil dalam dilema
etika
bersikap reflektif, kritis, dan kreatif dalam proses
tersebut
7. Selanjutnya, apakah kesulitan-
kesulitan di lingkungan Anda yang sulit
dilaksanakan untuk menjalankan
pengambilan keputusan terhadap
kasus-kasus dilema etika ini? Apakah
ini kembali ke masalah perubahan
paradigma di lingkungan Anda?
Perubahan tidak dapat dibangun dalam waktu
semalam. Paradigma yang sudah tertanam begitu
lama di benak warga sekolah (kepala sekolah, guru,
murid, wali murid dan masyarakat) dan telah
menjadi budaya tentu akan menjadi sebuah
tantangan dan sulit dihilangkan. Kasus dilema etika
pun masih akan menjadi bagian dalam skenario di
lingkungan sekolah. Menurut saya kita harus fokus
pada proses dan langkah perubahan yang telah
dibuat meski masih seumur jagung, sebesar apapun
batu yang menghalangi akan ada celah meski hanya
dari beberapa tetesan dukungan dan semangat.
8. Dan pada akhirnya,
apakah pengaruh
pengambilan keputusan yang
kita ambil ini dengan
pengajaran yang
memerdekakan murid-murid
kita?
Sebagai pemimpin pembelajaran tentunya
pengambilan keputusan akan sangat berpengaruh
pada pengajaran yang diberikan kepada murid,
apakah dengan metode klasik seperti ceramah
yang cenderung membuat murid statis ataupun
pengajaran yang mempertimbangkan keberagaman
dan aspek sosial emosional murid sehingga dapat
memerdekakan murid-murid kita baik dari ranah
kognitif, psikomotorik maupun afektifnya.
9. Bagaimana seorang
pemimpin pembelajaran
dalam mengambil keputusan
dapat mempengaruhi
kehidupan atau masa depan
murid-muridnya?
Keputusan-keputusan yang diambil oleh
guru sebagai pemimpin pembelajaran akan
merefleksikan nilai-nilai yang dijunjung
tinggi, dan akan menjadi rujukan atau
teladan bagi seluruh warga sekolah,
terutama bagi murid. Pendidik adalah
teladan bagi murid untuk mewujudkan
profil pelajar Pancasila.
10. Apakah kesimpulan akhir
yang dapat Anda tarik dari
pembelajaran modul materi ini
dan keterkaitannya dengan
modul-modul sebelumnya?
Kesimpulan yang dapat diambil dari modul ini adalah
bahwa pengambilan keputusan yang diambil oleh guru
sebagai pemimpin pembelajaran sangat mempengaruhi
terhadap hal — hal yang berkaitan dengan murid
khususnya terhadap pandangan Ki Hajar Dewantara
dengan filosofi Pratap Trilokanya. Nilai — nilai yang
tertanam dalam diri seorang pendidik juga
mempengaruhi keputusan yang akan diambilnya serta
pengambilan keputusan yang tepat dapat berdampak
pada lingkungan yang positif, kondusif, aman dan
nyaman. Keputusan yang diambil seorang guru,
mempengaruhi pengajaran yang memerdekakan murid
sehingga dapat membentuk karakter murid serta
mempengaruhi kehidupannya di masa depan.
TERIMA KASIH
SALAM BAHAGIA
MUHAMMAD IRAWAN
CGP ANGKATAN 4