The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Materi KD 3.6 Mengeveluasi routing dinamis

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by diniadistiani28, 2021-05-18 10:03:11

Materi KD 3.6 Mengeveluasi routing dinamis

Materi KD 3.6 Mengeveluasi routing dinamis

MATERI AJAR
MENGEVALUASI ROUTING DINAMIS

A. Deskripsi Singkat
Pada materi sebelumnya kita sudah membahas tentang routing bahwa terdapat 2 jenis

routing, yaitu routing statis dan routing dinamis. Harap dipelajari dengan penuh semangat
agar pembelajaran menjadi bermakna supaya tidak ada miskonsepsi antara routing dinamis
dengan routing statis. Berbeda dengan routing statis, routing dinamis disebut juga routing
otomatis karena administrator jaringan tidak perlu menentukan rute atau jalur jaringan. Pada
materi ajar ini akan dibahas mengenai konsep routing dinamis, klasifiksi, perintah dasar dan
konfigurasi dan routing dinamis.

B. Tujuan Pembelajaran
1. Pengetahuan
a. Produk
1) Setelah mempelajari bahan ajar, peserta didik dapat menjelaskan konsep
routing dinamis dengan mengerjakan soal terkait di LP3 minimal nilai sama
dengan KKM
2) Setelah mempelajari bahan ajar, peserta didik dapat mengklasifikasikan jenis
routing dinamis dengan mengerjakan soal terkait di LP3 minimal nilai sama
dengan KKM
3) Setelah berdiskusi melalui Zoom Meeting, peserta didik dapat menerapkan
perintah dasar pada routing dinamis jenis RIP dengan mengerjakan soal terkait
di LP3 minimal nilai sama dengan KKM
b. Proses
1) Peserta didik diharapkan dapat memproyeksikan konfigurasi routing dinamis
jenis RIP dengan mengerjakan evaluasi yang terkait pada LP.4 dengan nilai
minimal sama dengan KKM

2. Keterampilan
1) Melalui analisis topologi jaringan, peserta didik dapat melakukan konfigurasi
routing dinamis jenis RIP pada aplikasi Cisco Packet Tracer dengan
mengerjakan evaluasi yang terkait pada LP.5 dengan nilai minimal sama
dengan KKM
2) Melalui analisis topologi jaringan, peserta didik dapat menguji konfigurasi
routing dinamis jenis RIP pada aplikasi Cisco Packet Tracer dengan
mengerjakan evaluasi yang terkait pada LP.5 dengan nilai minimal sama
dengan KKM

C. Uraian Materi
Secara umum, yang akan kita pelajari pada materi ini adalah :

Routing

Routing Routing Klasifikasi
Statis Dinamis
OSPF EIGRP BGP
RIP IGRP

Perintah Konfigurasi Pengujian
Dasar

Gambar 1.1 Peta konsep materi ajar

Secara umum definisi Router adalah sebuah alat pada jaringan komputer yang
berfungsi untuk mengirimkan suatu paket data melewati sebuah media jaringan atau Internet
menuju tujuannya, proses tersebut lebih dikenal sebagai routing. Routing terbagi menjadi 2,
yaitu routing statis dan routing dinamis. Routing dinamis menggunakan protokol routing
secara otomatis untuk memilih rute terbaik yang nantinya akan dimasukkan ke dalam tabel

routing. Jadi daripada secara manual memasukkan rute statis dalam tabel routing, routing
dinamis secara otomatis menerima pembaruan routing, dan secara dinamis memutuskan rute
mana yang terbaik untuk masuk ke tabel routing. Hal ini merupakan sebuah pendekatan yang
lebih efektif bagi jaringan sesuai dengan yang dibutuhkan.

Pernahkah Anda menggunakan mengirimkan paket menggunakan jasa aplikasi Ojek
online?

Gambar 1.2 Tampilan aplikasi ojek online dan maps
Kita analogikan seperti saat kita ingin mengirimkan paket menggunakan jasa ojek,
ada ojek offline dan ada ojek online. Ketika kita ingin mengantarkan paket dari tempat A dan
tempat B, jika kita menggunakan jasa ojek offline, kita harus memberitahu terlebih dahulu
kepada tukang ojek rute atau jalur menuju ke tempat B dimana saja. Hal ini sama halnya
dengan routing statis, sebagai admnistrator kita harus mengkonfigurasi rute atau jalur yang
akan kita lalui untuk router agar paket dari tempat A sampai ke tempat B. Kita harus
menginputkan IP next hop dan yang lainnya. Beda halnya dengan ojek online, secara
otomatis akan di muncul mana rute atau jalur terbaik untuk menyampaikan paket dari tempat
A ke tempat B. Hal ini ada persamaan dengan konfigurasi routing dinamis, dimana kita tidak
perlu lagi mengetahui rute atau jalur, tidak menginputkan IP next hop, karena nanti akan
secara otomatis router sendiri yang menentukan.
Routing Dinamis ( Dynamic routing ) adalah teknik jaringan yang menyediakan
routing data yang optimal. Tidak seperti routing statis, routing dinamis memungkinkan router
untuk memilih jalur sesuai dengan perubahan tata letak real-time logical network. Dalam
perutean dinamis, protokol perutean yang beroperasi pada perute bertanggung jawab atas

pembuatan, pemeliharaan, dan pembaruan tabel perutean dinamis. Dalam perutean statis,
semua pekerjaan ini dilakukan secara manual oleh administrator sistem.

1). Macam-macam protokol routing dinamis
Routing dinamis menggunakan banyak algoritma dan protokol. Beberapa jenis

protokol pada routing dinamis adalah:
a. RIP (Routing Information Protocol)
Protokol ini memberikan update routing table berdasarkan router yang
terhubung langsung, Kemudian router selanjutnya akan memberikan informasi
mengenai router selanjutnya yang terhubung dengan router terebut. Dan informasi
yang ditukarkan oleh RIP ini adalahh Host, Network, Subnet, rute default. Update
routing dilakukan tiap 30 detik. Protokol ini biasanya digunakan dalam jaringan
LAN dan WAN karena itu protokol ini dikategorikan sebagi Interior Gateway
Protocol. Sampai saat ini, RIP telah diadaptasi untuk digunakan pada jaringan
IPv6 yang dikenal sebagi standar RIPng.
b. IGRP (Inferior Gateway Routing Protocol)
Protocol ini dikembangkan pada pertengahan tahun 80-an oleh Cisco System
Inc. Dengan tujuan utama untuk menyediakan protokol yang kuat untuk routing
dalam sistem otonomi (Autonomous Systems). IGRP melakukan routing dengan
berdasarkan jarak secara matematis. Karena itu, IGRP mempertimbangan
bandwith, delay, beban dan keandalan sebelum mengambil keputusan rute mana
yang akan ditempuh untuk mengalirkan data.
c. OSPF (Open Short Path First)
Protokol ini adalah sebuah protokol standar terbuka yang mungkin telah
diterapkan pada sejumlah vendor jaringan. OSPF bekerja dengan menggunakan
sebuah algoritma yang disebut sebagai algoritma Djikstra. Pertama-tama, sebauh
shortest path tree akan dibangun, kemudian routing table akan diisi dengan rute-
rute terbaik yang dihasilkan dari tree tersebut. OSPF hanya bekerja pada routing
Internet Protocol saja.
d. EIGRP (Enchanced Inferior Gateway Routing Protocol)
EIGRP atau merupakan pengembangan dari IGRP. EIGRP masih melakukan
routing berdasarkan jarak yang dihitung secara matematis. Protokol ini hanya
terdapat pada router Cisco. EIGRP digunakan pada router untuk berbagi jalur

dengan router lain pada sistem otonom yang sama. EIGRP hanya mengirim update
incremenntal sehingga mengurangi beban kerja pada router dan jumlah data yang
harus dikirimkan.
e. BGP (Border Gateway Protocol)

BGP merupakan backbone dari jaringan internet dunia karena ia adalah inti
dari protokol routing internet.BGP berjalan dengan cara memetakan sebuah tabel
Internet Protocol yang merujuk ke jaringan yang dapat dicapai antar Autonomous
Systems. BGP tidak menggunakan metrik IGP tradisional, namun membuat
keputusan mengambil rute berdasarkan jalur, kebijakan jaringan, dan ruleset. Saat
ini yang masih digunakan adalah BGP versi ke 4.

Yang paling populer adalah Routing Information Protocol (RIP). Kuncinya adalah
jaringan yang terhubung pada router, IP network diinputkan pada RIP.

2). Perintah dasar pada routing dinamis
Pada konfigurasi routing dinamis, khususnya jenis RIP dengan menggunakan aplikasi

Cisco Packet Tracer, kita hanya mermasukkan Network pada table routing yang
terhubung ke Router tersebut. Perintah yag digunakan adalah router rip, kemudian
masukkan Networknya, seperti pada contoh berikut :
Router(config) # router rip
Router(config-router) # network 191.100.0.0
Router(config-router) # network 50.0.0.0

3). Konfigurasi routing dinamis jenis RIP
Untuk konfigurasi routing dinamis RIP pada aplikasi Cisco Packet Tracer dapat

dilakukan dengan 2 jenis cara, yaitu melalui CLI (Command Line Interface) dan GUI
(Graphic User Interface).

Berikut langkah-langkah mengkonfigurasu routing dinamis pada aplikasi Cisco Packet
Tracer versi 7.3.1

1. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer
2. Masukan router dengan klik router dengan cara drag and drop seperti pada gambar

berikut :

Gambar 1.3 Tampilan router pada Cisco Packet Tracer
3. Masukan switch dengan klik switch dengan cara drag and drop seperti pada gambar

berikut :

Gambar 1.4 Tampilan switch pada Cisco Packet Tracer

4. Masukan PC dengan klik PC dengan cara drag and drop seperti pada gambar berikut :

Gambar 1.4 Tampilan PC pada Cisco Packet Tracer
5. Pasang kabel serial untuk menghubungkan Router9 ke Router10 menggunakan kabel

DTE yang warna merah seperti pada gambar berikut :

Gambar 1.6 Tampilan kabel serial pada Cisco Packet Tracer

6. Masukkan kabel serial DTE ke masing-masing router dengan cara klik kabel DTE
kemudian klik router dan pilih port serial

Gambar 1.7 Tampilan pemasangan kabel serial Router9 ke Router10 pada Cisco
Packet Tracer

7. Pasang kabel Copper Straight-Through untuk menghubungkan Router ke switch
seperti pada gambar berikut :

Gambar 1.8 Tampilan pemasangan kabel Copper Straight-Through Router ke Switch
pada Cisco Packet Tracer

8. Pasang kabel Copper Straight-Through untuk menghubungkan Switch ke PC port
FastEthernet seperti pada gambar berikut :

Gambar 1.9 Tampilan pemasangan kabel Copper Straight-Through Switch ke PC
pada Cisco Packet Tracer

9. Selanjutnya kita akan melakukan konfigurasi IP address pada masing-masing
perangkat, dengan pemetaan IP seperti gambar berikut :

Gambar 1.0 Pemetaan IP address pada masing-masing perangkat
Jika dalam bentuk tabel, pemetaannya sebagai berikut :

Tabel 1.1 Daftar pemetaan IP address

Nama Perangkat Port IP address Netmask Gateway
Router9 Se2/0 172.100.100.1 255.255.0.0 -
Fa0/0 10.10.10.1 255.0.0.0 -
Router10 Se2/0 172.100.100.2 255.255.0.0 -
Fa0/0 192.168.1.1 255.255.255.0 -
PC4 Fa0 10.10.10.2 255.0.0.0 10.10.10.1
PC5 Fa0 10.10.10.3 255.0.0.0 10.10.10.1
PC6 Fa0 192.168.1.2 255.255.255.0 192.168.1.1
PC7 Fa0 192.168.1.3 255.255.255.0 192.168.1.1

Perlu diperhatikan, perbedaan konfigurasi routing dinamis dengan routing statis
bahwa pada routing dinamis tidak memerlukan IP Next Hop. Kita cukup memasukkan
IP network yang ada pada router tersebut pada pengaturan routing dinamis RIP. Jadi
secara otomatis router akan menentukan sendiri jalur-jalur yang akan dihubunginya.

9.1 Konfigurasi Router dengan mode CLI
A. Konfigurasi pada Router9

1) Langkah berikutnya konfigurasi IP address pada Router, disini
dicontohkan pada Router9. Klik perangkat Router9 kemudian pilih Tab
CLI.

Gambar 1.11 Tampilan konfigurasi IP address Router9 pada Cisco Packet
Tracer mode CLI

 enable
perintah untuk mengaktifkan router

 configure terminal
perintah untuk masuk ke terminal konfigurasi

 exit
perintah untuk keluar

 interface NamaPort
Perintah untuk masuk ke konfigurasi port jaringan. Jika akan
mengkonfigurasi port Serial2/0 maka perintahnya adalah interface
Serial2/0 atau bisa disingkat menjadi Se2/0.

 no shutdown
perintah untuk mengaktifkan port jaringan.

 ip address ip netmask
perintah untuk menambahkan ip address. Artinya jika untuk
menambahkan IP address 172.100.100.1 maka perintahnya adalah ip
address 172.100.100.1 255.255.0.0. 172 termasuk kelas B sehingga
netmasknya adalah 255.255.0.0

2) Sekarang kita akan mengatur routing dinamis RIP pada Router9, yaitu
dengan cara memasukkan Network dari IP-IP yang ada atau terhubung
pada Router9 seperti pada gambar berikut :

Gambar 1.12 Tampilan konfigurasi routing dinamis RIP Router9 pada
Cisco Packet Tracer mode CLI

IP 172.100.0.0 merupakan IP network dari Port Serial Router9.
IP 10.0.0.0 merupakan IP network dari Port FastEthernet Router9.

B. Konfigurasi pada Router10
Berikut ini adalah gambar konfigurasi pada Router10 :

Gambar 1.13 Tampilan konfigurasi IP address dan routing dinamis RIP Router10
pada Cisco Packet Tracer mode CLI

9.2 Konfigurasi Router mode GUI
A. Kofigurasi Router
Disini dicontohkan pada Router9. Klik perangkat Router9, kemudian ke menu
Config.
- Konfigurasi Port Serial, klik tab Serial2/0. Pastikan dicentang port statusnya
kemudian isi IP address dan Subnetmasknya.

Gambar 1.14 Tampilan konfigurasi IP address Router10 pada Cisco Packet
Tracer mode GUI

- Konfigurasi Port FastEthernet, klik tab FastEthernet0/0. Pastikan dicentang
port statusnya kemudian isi IP address dan Subnetmasknya.

Gambar 1.15 Tampilan konfigurasi IP address Router9 pada Cisco Packet
Tracer mode GUI

- Konfigurasi routing dinamis RIP, klik tab RIP. Isikan network pada kotak
kemudian klik Add sehingga muncul pada Network Address

Gambar 1.16 Tampilan konfigurasi routing dinamis RIP untuk Router9 pada
Cisco Packet Tracer mode GUI

Lakukan langkah yang sama untuk konfigurasi pada Router10 sesuai dengan
memperhatikan pemetaan IP address yang ada pada Router10.
9.3 Konfigurasi PC
Konfigurasi pada PC hanya menambahkan IP address dan IP Gateway. IP addess pada
Router yang terhubung ke PC dijadikan IP Gateway agar PC tersebut dapat terhubung
ke PC pada jaringan lain.
Sebagai Contoh pad PC4, klik PC4 kemudian ke tab menu Desktop, pilih IP
Configuration, kemudian isikan IP address, Subnetmask dan Gateway

Gambar 1.17 Tampilan Desktop PC4 pada Cisco Packet Tracer
Gambar 1.18 Tampilan konfigurasi IP address PC4 pada Cisco Packet Tracer

Lakukan langkah yang sama untuk PC lainnya dengan IP address menyesuaikan
dengan pemetaan.
4) Pengujian Konfigurasi routing dinamis
Pada langkah berikut ini merupakan pengujian untuk mengetes berhasil atau tidaknya
konfigurasi routing dinamis, yaitu dengan melakukan ping dari seluruh perangkat.
10. Lakukan pengujian atau tes koneksi antar PC apakah sudah saling terhubung atau
tidak. Hal ini dapat dilakukan dengan melakukan ping IP address pada perangkat yang
dituju. Misalnya pada PC4 melakukan ping ke PC5 dan PC6 seperti pada gambar
berikut :

Gambar 1.18 Tampilan konfigurasi IP address PC4 pada Cisco Packet Tracer
Jika setelah di ping kemudian jawabannya adalah Reply TTL, maka konfigurasi
routing dinamis telah berhasil.

5). Kelebihan dan Kelemahan routing dinamis
Routing dinamis maupun routing statis merupakan pilihan yang dapat diambil oleh

admin pada saat mengkonfigurasi jaringan. Tentu memiliki kelebihan dan kekurangan
masing-masing.
a. Kelebihan Routing Dinamis :

1. Proses konfigurasi jaringan lebih cepat
2. Bisa digunakan untuk jaringan berskala besar
3. Jika ada jalur yang rusak tetap aman
4. Jalur ditentukan secara otomatis oleh sistem
b. Kekurangan Routing Dinamis
1. Bandwidth yang dibutuhkan lebih besar
2. Jalur yang bisa menentukan adalah sistem bukan dari administrator
3. Membutuhkan RAM yang lebih besar untuk menentukan jalur terbaik saat terjadi

down

D. Rangkuman
Routing Dinamis ( Dynamic routing ) adalah teknik jaringan yang menyediakan

routing data yang optimal. Tidak seperti routing statis, routing dinamis memungkinkan
router untuk memilih jalur sesuai dengan perubahan tata letak real-time logical network.
Dalam perutean dinamis, protokol perutean yang beroperasi pada perute bertanggung
jawab atas pembuatan, pemeliharaan, dan pembaruan tabel perutean dinamis. Dalam
perutean statis, semua pekerjaan ini dilakukan secara manual oleh administrator sistem.
Routing dinamis ada beberapa jenis diantaranya RIP, IGRP, OSPF, EIGRP, BGP. Pada
konfigurasi routing dinamis, khususnya RIP, tidak ada IP Next Hop,administrator hanya
memasukkan Network-network yang terhubung di Router itu sendiri ke dalam RIP.

E. Tes Formatif
Pilihlah pada jawaban yang tepat !
1. Konsep routing dinamis yang berbeda dengan routing statis adalah…
a. Ada rute atau jalur yang harus dipetakan oleh admin
b. Ada IP dari port yang terhubung ke router lain
c. Ada IP dari port yang terhubung ke client
d. Ada IP Next Hop
e. Tidak ada IP Next Hop

2. Yang bukan macam-macam routing dinamis adalah…
a. RIP
b. IGRP
c. OSPF
d. EIGRP
e. BGC

3. Perintah CLI untuk menambahkan ip address 191.168.1.1 adalah…
a. ip address 191.168.1.1 255.0.0.0
b. ip address 191.168.1.1 255.255.0.0
c. ip address 191.168.1.1 255.255.255.0
d. ip add address 191.168.1.1 255.255.0.0
e. ip add address 191.168.1.1 255.255.255.0

4. Pada konfigurasi client, IP router yang terhubung ke client, dijadikan sebagai….
a. IP address
b. Network
c. Subnetmask
d. Gateway
e. Salah semua

5. Pada konfigurasi routing dinamis RIP di router, yang admin inputkan adalah…
a. IP address router
b. IP client
c. IP address yang ada pada router lain
d. Network dari IP address yang ada pada router lain
e. Network dari IP address yang ada pada router sendiri

6. .Perintah untuk menguji koneksi jaringan adalah….
a. pink
b. ping
c. ipconfig
d. msconfig
e. show ip

DAFTAR PUSTAKA

https://www.dictio.id/t/apa-saja-macam-macam-protokol-dynamic-routing-yang-anda-
ketahui/13648
https://jagad.id/cara-setting-routing-dinamis-rip-di-cisco/
https://qwords.com/blog/perbedaan-routing-statis-dan-dinamis/


Click to View FlipBook Version