The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Assalamualaikum. Hai, Joulavers, edisi Desember sudah terbit.
Selamat membaca! ^ ^

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by robin.alfath, 2021-12-29 02:35:53

Joula 3.0 | Happy Holiday

Assalamualaikum. Hai, Joulavers, edisi Desember sudah terbit.
Selamat membaca! ^ ^

Keywords: ebulletin,magazine,allauzah,literasiallauzah,tangsel,literasi

JOULA
EDISI DESEMBER 2021
JOULA 3.0

hap
pyHo
liday
13
Tips Liburan Aman 28
di Masa Pandemi Metode Komunikasi
dengan Anak

"Dua pendidikan yang memengaruhi manusia: seni dan sains.
Keduanya bertemu dalam buku."


— someone unknown

Joula 3.0



Desember 2021



VII + 29 Hal.| 14,8 x 21 cm



Pembina:
Aulia Yulisa Rachmah, S.Pd.



Ketua Redaksi:
Ndaru Dwi Kurnia, S.Pd.



Sekretaris:
Nira Ainur Riswana



Desain Grafis/Layout:

Ishaq Robin, S.Pd



Editor:
Risa Wulandari, S,Pd.
Ndaru Dwi Kurnia, S.Pd.



Redaktur:
Nur Hilyah Ailah, S.Farm.
Siti Sarwendah Utami, S.Pd.
Meirani Purnama Dewi
Umu Salamah, S.Pd.
Ade Permata Aviany, S.Kom.
Devita Fitri, S.Pd.
Khalifatisifa Rahmadhani, S.Pd.









SIT Al-Lauzah 2021

Daftar Isi







Pengantar Penerbit V



Stola: Kegiatan Seru di SIT Al-Lauzah 01



Kiddos: Membuat Camilan di Rumah 06



Explorer: Project Holiday 09



Creator: Yuk, Kita kenali Post Holiday Syndrome 10



Gen-Z: Tips Liburan Aman di Masa Pandemi 13



Lillah: Save Your Ayat (Surah Al-Insan) 15



Outlook: Stop, Beli Buku Bajakan 16



Gema: Cerpen: 19



Cerpen: Jiwa Raga 23



Tips Semangat Sepanjang Hari 27



Kita Istimewa: Metode Komunikasi dengan Anak 28

Kami tunggu
KARYAMU!

Ingin karyamu terbit di JOULA?!
Scan barcode ini!

karya dapat berupa: artwork, cerpen, puisi, dll

Pengantar Penerbit

Assalamu’alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Salam manis Joulavers!

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
menganugerahkan nikmat kesehatan. Semoga keberkahan
selalu melingkupi kehidupan kita semua yaa, aamiin.

Libur telah tibaa.. Libur telah tibaa..!!!
Tidak terasa yaa Joulavers, kita semua sudah berada di
penghujung tahun masehi. Bagaimana resolusinya di tahun
2021? Sudah terealisasi belum? Kalau pun ada yang belum
terlaksana, Gapapa yaa, don’t be sad, dear. Kita buat tahun 2022
lebih baik lagi dengan semangat dan harapan baru. Something
fresh ☺

Pada edisi ini, kami secara spesial mengusung tema
Liburan. Meski lagi liburan sekolah, banyak loh kegiatan yang
bisa dilakukan bersama keluarga, jadikan liburanmu bersama
orang-orang terdekat berkualitas. Tetap menjaga protokol
kesehatannya ya!

Dalam tiap pembuatan e-bulletin Joula melalui proses
cukup berliku, tapi tenang, Joula berusaha tetap hadir di
tengah-tengah Joulavers. Terima kasih atas sambutan hangat
dari Joulavers untuk kami, perhatian Joulavers berupa saran
dan kritik, begitu berarti bagi kami. Doakan Joula selalu yaa,
semoga di tahun depan bisa terus menjadi teman dan
menginspirasi Joulavers. Duh jadi mellow, once again, thank you
so much!

Selamat membaca, Joulavers! See you in 2022! Semoga
Allah wujudkan mimpi dan harapan kita di tahun depan,
aamiin ☺

Salam hangat,



Tim Redaksi Joula



JOULA | Edisi #3 | Desember 2021

Stola
Kegiatan Seru di SIT
Al-Lauzah

Haloo teman-teman! Perkenalkan nama aku adalah Alju dan ini temanku
Kinara. Di sekolah aku, di KB-TKIT Al-Lauzah mengadakan kegiatan yaitu Puncak
Tema. Aku mengikuti kegiatan puncak tema Hari Senin, 29 November, dan Kinara
mengikuti puncak tema Hari Selasa, 30 November 2021. Saat kegiatan puncak
tema, aku dan Kinara mendapat pengalaman baru dan seru, di sana kita naik
kendaraan modern, ada mobil - mobilan dan komidi putar. Untuk yang tradisional,
ada becak, dan kuda, juga ada pameran binatang peliharaan, seperti kucing, kura-
kura, kelinci, ikan, burung, hamster, ayam. Tidak hanya itu, ada dokter hewannya
juga lho... Pokoknya asyik dan seru sekali kegiatannya. Semoga teman - teman suka
dengan cerita aku. ✨

Persahabatan bagai kepompong mengubah ulat menjadi kupu-kupu,
Persahabatan bagi kepompong hal yang tak mudah berubah jadi indah.
Persahabatan itu selalu indah ya seperti kegiatan puncak tema teman-teman SD
yang bentuk kegiatannya games persahabatan. Tujuannya agar teman-teman
menanamkan sikap empati dan respect terhadap teman. Yang diselenggarakan
pada tanggal 18 November 2021 di lapangan SDIT Al-Lauzah. Gamesnya ada
transfer gelas air, balloon cup battle, cup stack challange, oper bola pingpong,
tembak air, dan jika kita kompak paku akan masuk. Pasti seru banget ya kegiatan
teman-teman SD memaknai arti persahabatan di sekolah.

JOURNAL OF AL-LAUZAH 01

JOULA | DESEMBER 2021

Kegiatan kakak-kakak SMP juga ada program kelas yang
diselenggarakan pada tanggal 23-25 November 2021. Kegitan diawali oleh
kelas VIII dengan membuat pupuk kandang, dilanjutkan di hari berikutnya
kelas IX dan hari terakhir oleh kelas VII dengan kegiatan post to post yang
berkaitan dengan hewan. Kegiatan ini terdapat mini zoo dihadirkan
beberapa hewan reptil seperti ular, tarantula, iguana, dan burung hantu.
Tujuan kegiatan ini, diharapkan siswa bisa lebih mengenal dan menyayangi
hewan. Terlebih apabila siswa memiliki hewan peliharaan, maka bisa belajar
lebih bertanggung jawab merawatnya. Fyi, ternyata dari kegiatan ini pun,
kita jadi tahu, bahwa kotoran hewan pun bisa bermanfaat untuk pembuatan
pupuk. Wah seru ya :)
02 JOURNAL OF AL-LAUZAH

JOULA | Edisi #3 | Desember 2021

Setelah Penilaian Akhir Semester (PAS) pada tanggal 13-Desember 2021
kakak-kakak SMA membuat kegiatan ga kalah keren yaitu Science Fair
Project (SFP) yang mana kegiatan ini telah dipersiapkan sebulan
sebelumnya dengan membuat produk science yang bisa dihadirkan. Pada
kegiatan ini teman-teman yang mau berkunjung dikenakan htm Rp.
5.000/orang, pengunjung yang hadir mulai dari adik-adik Daycare, KB, TK,
SD, SMP, ustadz, bunda guru, orang tua murid, dan pengunjung umum dari
luar Al-Lauzah. Alhamdulillah acara berjalan lancar dan menarik pastinya,
karena didalamnya terdapat 6 stand diantara nya Aquascape & Water
Strainer Hydroponics, Kaleidoskop & Waste Water Treatment Plant, Laba-
laba & Mesin cuci otomatis, Mesin Hand sanitizer, Among us gameboard,
Dalgona candy vending machine, Chemical balloon, Water Cycle &Tanah
Longsor. Itu merupakan projek kakak-kakak SMA yang telah terselenggara.

JOURNAL OF AL-LAUZAH 03

JOULA | DESEMBER 2021

INCER

TP 2023/2024

InCer 5 tahun! 5 tahun memberi solusi investasi
pendidikan. Dan sebentar lagi akan launching
dengan 5 benerfit spesial. Registrasi now!
Spesial cicilan uang pangkal 15 kali!



REGISTRASI NOW!

Scan here! konfirmasi
registrasi
CICILAN UANG PANGKAL
15X

#KUOTA TERBATAS!

04 JOURNAL OF AL-LAUZAH

JOULA | Edisi #3 | Desember 2021

JOURNAL OF AL-LAUZAH 05

JOULA | DESEMBER 2021

KIDDOS

Bersama Ayah Bunda (Bola-bola Cokelat Meses)

Libur tlah tiba!
Hi Joulavers bagaimana liburannya? Di sini Joula ingin berbagi
resep membuat camilan sederhana di rumah bersama Ayah dan
Bunda. Untuk cara pembuatannya akan dijelaskan oleh teman kita
yaitu Alju dan Kinara, selamat membaca!

06 JOURNAL OF AL-LAUZAH

JOULA | Edisi #3 | Desember 2021

Assalamu’alaikum Kinara, aku ingin
membuat camilan, kamu tahu nggak
camilan apa yang mudah untuk dibuat

untuk mengisi liburanku?

Wa’alaikumussalam Alju, aku tahu, aku
pernah membuat bola-bola cokelat meses

bersama Ayah dan bundaku…

Apakah aku boleh meminta resepnya
Kinara?

JOURNAL OF AL-LAUZAH 07

JOULA | DESEMBER 2021

Tentu saja boleh Alju, kamu siapkan
satu bungkus biskuit cokelat, dua

sendok makan margarin cair dan satu
bungkus susu kental manis.
Meises
1 buah cokelat batangan

Cara membuatnya itu adalah pertama, kita haluskan satu
bungkus biskuit cokelat beserta krim di dalamnya. Kedua,
tambahkan margarin cair dan susu kental manis. Ketiga,

bentuk adonan menjadi seperti bola-bola. Keempat,
celupkan bola-bola ke dalam cokelat cair. Kelima, tabur
atau gulingkan bola-bola cokelat ke dalam meses. Selamat

mencoba Alju.



Masya Allah, mudah sekali untuk
membuatnya, terima kasih Kinara
sudah berbagi resep untuk membuat

bola-bola cokelat meses.

Selamat mencoba Joulavers. Terima kasih sudah membaca cerita
Joula hari ini, sampai ketemu lagi. (MPD)

08 JOURNAL OF AL-LAUZAH

JOULA | Edisi #3 | Desember 2021

Project Holiday Explorer

Hi Joulavers! yeah….akhirnya yang ditunggu-tunggu liburan telah
tiba, pastinya Joulavers sangat senang dong ya? Pasti sudah ada
yang bersiap untuk berkunjung ke rumah nenek, saudara atau pun
berlibur ke tempat wisata bersama keluarga.

Joula, mau mengingatkan saja nih… khusus untuk kelas 1-6 SD
pastinya ada kegiatan seru yang nanti Joulavers bisa lakukan selama
libur sekolah. Ada yang masih ingat, kira-kira apa ya kegiatan
Joulavers selama liburan?

Yah… betul ada kegiatan untuk project holiday ini, Joulavers boleh
melakukan kegiatan apa saja yang Joulavers sukai. Seperti misalnya
Joula yang suka bercerita, memasak, membuat lagu, bermain musik,
olahraga atau kegiatan lainnya. Nah, kalau kamu suka berkegiatan
apa?

Hmm… kira-kira Joulavers akan melakukan kegiatan apa ya untuk
mengisi waktu liburnya? Jaula berharap Joulavers bisa
memanfaatkan waktu liburnya dengan baik pastinya ya.

Walaupun libur ,,,, Joulavers jangan lupa ya kegiatan sehari-hari
yang biasa Joulavers lakukan. Seperti sholat 5 waktunya, sholat
dhuha, dan kegiatan lainnya harus tetap dilaksanakan.

Selamat menikmati waktu libur bersama keluarga tersayang,
Joula, tunggu loh… cerita seru Joulavers selama liburan. Sampai
berjumpa di sekolah kembali dengan cerita serunnya…. Tetap jaga
kesehatan dan patuhi protokol kesehatan ya selama libur ☺. (SE)

JOURNAL OF AL-LAUZAH 09

JOULA | DESEMBER 2021

creator

Sumber gambar: Parenting.co.id

Hai, Joulavers! Senang sekali rasanya Joula masih bisa menemani
kamu dengan menyuguhkan artikel terhangat di waktu liburan ini.

Saat ini, pastinya kamu masih sedang menikmati masa-masa liburan
panjang setelah melalui proses pembelajaran di semester pertama ya,
semoga liburan kamu bersama keluarga kali ini lebih menyenangkan dari
liburan sebelumnya dan pastinya berkualitas.

Nah, dalam artikel ini Joula ingin menyuguhkan sebuah informasi baru
untuk kamu, apakah itu?

Kalian tau Post Holiday Syndrome?
Kali ini Joula akan membahas tentang apa itu Post Holiday Syndrome,
serta beberapa tips bagaimana cara mengatasinya, disimak dengan baik
ya.

Sindrom pasca liburan atau post holiday syndrome ternyata tidak
hanya diderita oleh orang dewasa, namun hal ini juga bisa terjadi pada
anak-anak. Pada umumnya gejala dari sindrom pasca liburan panjang ini
yaitu semangat yang menurun, susah bangun pagi atau enggan untuk
belajar. Kondisi seperti ini terkadang membuat para orang tua merasa
kebingungan dan mencari cara untuk membangkitkan kembali semangat
anak-anak untuk belajar. Lalu apa yang harus dilakukan kamu dan juga
para orang tua saat mengalami hal ini?

10 JOURNAL OF AL-LAUZAH

JOULA | Edisi #3 |Desember 2021

Berikut beberapa tips mengatasi sindrom pasca liburan pada anak-anak :

Hindari kebiasaan bangun siang pada waktu liburan

Bangun siang adalah hal yang paling disukai oleh anak-anak ketika
liburan. Namun, kebiasaan ini akan terus berlanjut sampai tiba waktunya
harus kembali ke sekolah. Tentunya hal ini menjadi kebiasaan buruk pada
waktu libur yang menjadi kebiasaan pada hari-hari biasa. Maka dari itu,
kamu hendaknya tidak melakukan kebiasan tersebut pada waktu libur
karena bisa berdampak buruk pada kamu ketika harus kembali ke sekolah.
Biasakan bangun pagi meskipun sedang libur supaya ketika harus masuk
sekolah lagi, kamu akan terbiasa untuk bangun pagi.

Biasakan tidur lebih awal
Pada waktu libur biasanya para orang tua membiarkan kamu tidur

semaunya tanpa terjadwal. Kebiasaan seperti ini yang memicu sindrom
pasca liburan pada anak-anak sehingga semangat mereka untuk belajar
menurun. Kebiasaan tidur larut malam pada waktu liburan akan berdampak
negatif ketika kamu harus kembali masuk sekolah. Kamu akan cenderung
susah untuk bangun pagi dan tidak bersemangat untuk pergi ke sekolah.

Usahakan tetap belajar pada waktu libur
Ketika libur biasanya aktivitas belajar kamu terhenti sehingga hal ini

akan berdampak ketika kamu kembali sekolah. Untuk mengatasi hal
tersebut sebaiknya pada waktu libur, kamu tetap belajar dengan intensitas
yang lebih sedikit. Dengan begitu pada waktu harus kembali bersekolah
maka semangat belajar kamu akan tetap stabil.

Sumber: Shimajiro.id & Popmama.com

Menyiapkan perlengkapan sekolah yang baru

Supaya kamu tetap semangat untuk belajar setelah liburan,
kamu bisa menyiasatinya dengan meminta perlengkapan sekolah
yang baru pada orang tuamu. Biasanya kamu tidak sabar untuk
mencoba perlengkapan sekolah yang baru sehingga hal ini akan
memicu semangat kamu setelah liburan.

JOURNAL OF AL-LAUZAH 11

JOULA | DESEMBER 2021

Ciptakan suasana liburan yang menyenangkan dan bermanfaat
Suasana liburan yang menyenangkan akan membuat kamu kembali

bersemangat untuk sekolah. Selain itu, isi liburan kamu dengan berbagai hal
bermanfaat yang berkaitan dengan pelajaran di sekolahnya, seperti
membuat holiday projects yang sesuai dengan minat dan bakat kamu.
Dengan begitu, kamu akan bersemangat untuk kembali ke sekolah dan
bertemu dengan teman-teman. Kamu bisa mengisi liburan dengan mengajak
orang tuamu jalan-jalan ke museum atau pun tempat bersejarah lainnya,
karena selain berlibur kamu juga akan mendapatkan wawasan dan
pengetahuan baru.

Demikianlah beberapa tips agar kamu dapat kembali bersemangat
sekolah saat waktu liburannya telah usai. Semoga bermanfaat. (AC)

Sumber berita :
http://www.kesekolah.com/artikel-dan-berita/pendidikan/atasi-sindrom-pasca-liburan-
sekolah-pada-anak-dengan-tips-ini.html#sthash.IjCxLiKk.dpbs

12 JOURNAL OF AL-LAUZAH

JOULA | Edisi #3 | Desember 2021 GEN-Z

Tips Liburan Aman di
Masa Pandemi

Hai teman-teman Joulavers! Tidak terasa bahwa kita akan menghadapi
liburan semester yang cukup panjang. Apakah Joulavers sudah tau akan
liburan ke mana?

Sayangnya, dunia masih belum benar-benar baik, sehingga liburan kita
masih tetap dibatasi. Namun, tidak mengapa karena Joulavers memiliki tips
untuk teman-teman agar tetap aman liburan di masa pandemi.

Yuk! Kita simak bersama tips liburan aman di masa pandemi.

Sudah mendapatkan vaksin

Vaksin yang diterima minimal vaksin 1 karena selain merupakan syarat
berpergian, hal tersebut juga dapat menjaga kesehatan tubuh kita loh.

Sehat & Bahagia

Pastikan teman-teman sehat dan tidak sedang sakit ya!

Pilih tempat yang tidak ramai pengunjung

Biasanya, banyak tempat yang membatasi jumlah pengunjungnya hanya
sebanyak 25-50% dari biasanya. Hal itu untuk menjaga kita dari keramaian
dan tetap menerapkan physical distancing.

Membawa alat pribadi

Alat-alat pribadi seperti handuk, tempat minum, peralatan makan, dll
wajib dibawa sebelum berpergian ya! Hindari pinjam-meminjam alat pribadi
untuk menghindari penyakit.

Menerapkan 5M

Meskipun saat ini grafik virus Covid-19 melandai, kita harus tetap
menerapkan 5M

JOURNAL OF AL-LAUZAH 13

JOULA | DESEMBER 2021

Joulavers, Liburan di masa pandemi dapat menjadi salah satu hal untuk
menghilangkan rasa bosan. Akan tetapi, teman-teman pun tetap harus
waspada dan selalu menerapkan protokol kesehatan di mana pun teman-
teman berada. Tetapi sebaiknya ketika tidak ada kebutuhan yang
mendesak maka teman-teman bisa tetap berdiam di rumah saja. Terutama
ketika angka penyebaran kasus Covid-19 semakin melonjak.

Stay Safe, Stay Healthy and Love Your Body yaaa Joulavers!! (Asih)

14 JOURNAL OF AL-LAUZAH

JOULA | Edisi #3 | Desember 2021

LILLAH

Save Your Ayat
(Surah Al-Insan)

Hai Joulavers! Libur telah tiba…. Libur telah tiba, Alhamdulillah. Pastinya
Joulavers udah tidak sabar nih ingin liburan. Nah, Joulavers sudah ada
rencana untuk liburan? Apa yang akan dilakukan Joulavers agar liburannya
tetap produktif?

Nah, agar liburannya semakin seru dan menarik. Teman-teman kelas 6
SDIT Al Lauzah akan mengisi liburannya dengan menghafal surah Al-Insan,
di mana mereka akan menabung ayat-ayat dari surah Al-Insan sebanyak 3
ayat setiap harinya. Waktu menghafal akan dilakukan setelah shalat Subuh,
Ashar, dan Maghrib. Mereka sudah mendapatkan satu buah celengan dan 2
lembar kertas yang berisi potongan-potongan ayat surah Al-Insan. Selain itu,
mereka juga sudah mendapatkan contoh bacaannya dalam bentuk rekaman
suara, sehingga mereka bisa menyimak terlebih dahulu sebelum menghafal.
Jika mereka sudah hafal setiap ayatnya, kertas tersebut akan digunting dan
dimasukkan ke dalam celengan. Hal itu dilakukan sampai liburan selesai,
kemudian ketika mereka kembali masuk sekolah akan dibuka bersama-
sama dengan guru Bittajwidnya masing-masing dan muroja’ah bersama.

Menarik bukan kegiatan liburan mereka? Bukan hanya menarik, tapi
bermanfaat dan produktif. Karena liburan bukan hanya diisi dengan jalan-
jalan atau bermain, tapi harus ada kegiatan yang membuat liburan kita
menjadi lebih bermanfaat. Yuk berlomba-lomba dalam kebaikan! Jadi, apa
rencana liburan kamu? Bisa banget nih kegiatan teman-teman di kelas 6
ditiru. Hari-harimu akan semakin dekat dengan Al-Qur’an. (HL)

JOURNAL OF AL-LAUZAH 15

JOULA | DESEMBER 2021

STOP, BELI BUKU
BAJAKAN!

Semakin berkembangnya dunia literasi saat ini, membuat masyarakat
menjadi melek terhadap pentingnya budaya membaca sejak dini. Meskipun
di era serba digital, buku tetap masih menjadi pilihan yang belum
sepenuhnya tergantikan. Toko-toko buku pun masih ramai dikunjungi dan
banyak kita jumpai di pusat-pusat perbelanjaan. Namun, bagai dua mata sisi
pedang yang berlawanan, kita juga masih banyak menemui kasus
pembajakan buku yang marak sekali di Indonesia. Bisnis buku bajakan
berkembang pesat tak terkendali. Rendah sekali kesadaran masyarakat
untuk membeli dan menghargai sebuah karya original.

Padahal sebuah karya tercipta melalui proses yang panjang, sedih ketika
karyanya berhasil diciptakan, tapi dengan mudah dibajak kemudian
dipalsukan dan dijual murah. Hei! membeli suatu barang bajakan juga
mengurangi keberkahannya lho, karena perbuatan ini illegal, bahkan sang
pencipta karya tidak akan ada yang rela jika karyanya dibajak tanpa izin,
itu melanggar hak kekayaan intelektual yang harus dilindungi. Apalagi kalau
barang yang dibajak adalah buku, hilang sudah keberkahan ilmu yang ada
karena didapatkan dari proses yang tidak baik.
16 JOURNAL OF AL-LAUZAH

JOULA | Edisi #3 | Desember 2021

Jangan sampai yaa Joulavers, kamu mengaku pecinta ilmu dan buku,
lalu masih enggan membeli karya dengan cara yang baik dan benar. Masa
sih gawaimu canggih, berharga jutaan bahkan ada juga yang sampai
puluhan juta, namun masih berpikir mahal untuk membeli sebuah karya
yang asli? Yuk, kita mulai belajar menghargai sebuah karya dengan
membeli yang asli.

Kalau mau diperhatikan, kualitas buku bajakan dengan buku yang asli
sangat jauh berbeda. Dilihat dari kertasnya yang buram, lemnya yang
mudah lepas, belum lagi cetakan hurufnya yang terkadang berbayang,
tambahkan lagi aroma buku palsu sangat berbeda jauh dengan aroma buku
yang asli, bau menyengat sering menguar dari buku bajakan. Honestly, dulu
Joula pernah juga kecemplung membeli buku yang bajakan, tapi
Alhamdulillah, sekarang sudah benar-benar bertobat, hehe.

Kasus bajak membajak buku ini bahkan sudah menjadi industri di
Indonesia yang cukup menjanjikan bagi para pelaku usaha tersebut, harga
yang ditawarkan oleh buku bajakan bisa mencapai seperempat atau
bahkan setengah dari harga buku yang asli, terlebih pernah juga Joula
temukan, buku asli yang seharusnya dijual seharga Rp100.000, buku versi
bajakannya dijual hanya dengan harga Rp30.000. Oh My God! Tentu ini
akan merugikan para penulis dan penerbit resmi buku tersebut. Sayangnya,
pemerintah belum sepenuhnya mampu memberantas persoalan ini, maka
hal sederhana yang bisa dilakukan oleh kita adalah memulainya dari diri
sendiri sambil terus mengajak orang di sekitar untuk membeli sebuah karya
cipta yang asli.

Fyi, kasus bajakan ini sebenarnya bukan hanya terbatas dari buku fisik
saja, hal ini juga berlaku untuk e-book resmi yang dikeluarkan oleh penulis
yang dijual di playstore pun banyak dibajak. Sungguh ironi, kasus bajakan ini
mengular ke semua lini, Jadi, hati-hati Joulavers, kalau kamu mendapat
broadcast buku dengan format PDF atau e-book novel dan buku tertentu
yang dibandrol dengan harga hanya Rp5.000 jangan mudah tergiur, sudah
dipastikan itu palsu. Ayo, budayakan untuk menghargai dan berhati-hati
dalam menuntut ilmu, pastikan caranya baik dan benar. Jangan sampai
ilmunya menjadi tidak berkah.

JOURNAL OF AL-LAUZAH 17

JOULA | DESEMBER 2021

Oh iya, ini juga berlaku saat kita nonton atau baca di platform khusus,
kalau belum bisa berlangganan VIP atau membeli koin tiap bulan untuk
melihat tayangan episode lebih cepat, jangan tergiur melihat atau
membacanya di akun telegram atau YouTube yang diambil secara illegal.
Bersabar yaa, masih bisa kita tonton atau baca secara gratis kok. Ingat,
mulai hari ini kita sedang belajar jujur dan memberantas penyebaran kasus
pembajakan.

Masih banyak cara yang lain, kalau belum bisa beli buku yang asli, kita
masih bisa membelinya nanti dan budayakan menabung sebelum membeli
atau pinjam teman, bisa juga membeli e-book resmi yang biasanya
harganya jauh lebih murah daripada beli buku fisiknya. Banyak jalan
menuju Roma, pastikan saja setiap langkah atau perbuatan yang kita
lakukan adalah baik. Stop bajakan! Hargai karya orang lain dengan
membeli karyanya yang asli. (Dandelion)

18 JOURNAL OF AL-LAUZAH

JOULA | Edisi #3 | Desember 2021 GEMA

Berbeda
Adzra Adila Azalia

Pagi itu terlalu padat, orang-orang berlalu lalang untuk melindungi diri
dari rintik hujan yang semakin deras. Syukurlah ada tempat berteduh walau
sempit. Aku menghangatkan diriku dengan jaket yang sedaritadi kupakai, “
Jam berapa sekarang ya?” Batinku. “Ck. Aku sudah pasti terlambat, apa
yang harus aku lakukan?” ucapku frustasi. Waktu menunjukkan pukul 07.40
tapi hujan itu masih membasahi jalanan yang kini mulai tersendat
kemacetan.

Tiiinnn… suara klakson mobil tiba-tiba mengejutkanku. Sang empunya
mobil menurunkan seorang anak perempuan yang kira kira sepantaranku.
Anak itu memanggilku “Dina! Kenapa kau tidak ke sekolah? Ini sudah sangat
telat.” Marah anak itu. “Aku kehujanan jadi berteduh dulu Del.” ucapku.
Nama anak ini adalah Odelia, dia sahabatku. “Ayo cepat masuk ke dalam
mobil, kita ke sekolah bersama.” Ucap Odelia. Dengan senang hati aku
menaiki mobilnya.

Oh hampir lupa! Aku dan Odelia sudah bersahabat sejak kami kelas satu
SD. Kepribadian kami sangat berbeda, dia sangat ceria dan penuh
semangat sedangkan aku cuek dan galak. Aku mempunyai kelainan dari
dari anak-anak pada umumnya, Aku mengidap kanker stadium akhir.
Penyakit ini membuatku kehilangan kepercayaan diri, mulai dari sikapku
dan juga kebiasaanku sehari hari. Semakin hari rambutku mulai menipis dan
kini hanya tersisa kebotakkan. Jujur saja aku sangat malu dan harus ke
sekolah dengan menggunakan kupluk kepala agar tertutupi. Odelia belum
mengetahui itu karena aku takut menceritakan kepadanya.

Apa kau tahu? Di sekolah aku sering dibully karena tingkah dan perilaku
ku yang aneh. Ada yang suka menjahili, merudung, bahkan mencaci maki
diriku. Aku terlahir dari keluarga yang kurang mampu, jadi Aku tidak seperti
anak-anak yang lain yang sering memamerkan kekayaannya.

JOURNAL OF AL-LAUZAH 19

JOULA | DESEMBER 2021

Aku dan Odelia memasuki mobil yang akan menuju sekolahku.
Diperjalanan aku termenung mengingat kembali perkataan Ibuku. “Kak,
kamu kenapa tidak pernah mengajak Odelia kesini? Ibu kan ingin bertemu
dengannya.” Bagaimana Aku mau mengenalkan jika dia tahu penyakitku,
apakah dia akan menjauhiku? Batinku. Seketika lamunanku buyar dikejutkan
oleh Odelia yang memanggil namaku untuk segera turun karena sudah
terlambat. Aku segera sadar dan berpamitan kepada ayah Odelia.

“Ayo Del kita masuk kelas, sudah terlambat!” Aku dan Odelia segera
berlari menuju kelas yang ada di pojok kiri lantai 2. “Assalamualaikum.. p-
pak m-maaf saya dan Dina telat karena hujan sangat deras pak.” Odelia
terbata bata karena kelelahan berlari. “Kalian ini bagaimana sih?! Kenapa
kalian tidak bisa menaati peraturan sekolah yang sudah ditetapkan? Sudah
berapa kali kamu Dina telat terus menerus? Lihat teman-teman kalian tidak
ada yang telat walaupun hujan deras. Bapak minta kalian berdiri disini
sampai pelajaran bapak selesai!” bentak pak Umar guru yang sangat tegas
dan dikenal sebagai guru killer. Ya memang sih aku sudah sering terlambat
ke sekolah dan itu menjadi kebiasaan. Tidak boleh seperti itu ya.

Aku dan Odelia pasrah dan hanya berdiri di samping papan tulis
mendengarkan bisikan bisikan dan ejekan dari teman-teman sekelas.
Kriiinggg... bel sekolah berbunyi tanda pelajaran pertama sudah berakhir
“Oke anak-anak, bapak tutup Wassalamualaikum Wr. Wb.” Anak-anak
berhamburan. Ada yang menuju kantin dan juga ada yang tetap di kelas
untuk belajar karena akan ada ulangan mata pelajaran selanjutnya.

“Haha gimana memang enak berdiri disitu Dina, kenapa kau telat? Apa
karena kau sibuk mengurus penyakit mu yang menjijikkan itu?” pertanyaan
seorang anak laki-laki tiba-tiba membuat kelas yang sangat ramai itu
menjadi hening. Apa apaan ini, hal yang Aku takutkan kini telah terjadi .
Odelia menatapku keheranan. “Hei apa maksudmu? Tahu apa kau tentang
Dina?” Odelia menantang anak lelaki itu “Memangnya kau tidak tahu ? Aku
sudah sering melihatnya di rumah sakit pembantuku, dia ternyata
mempunyai penyakit kanker . Hahaha lucu sekali sahabatnya sendiri tidak
tahu.” cela anak itu tanpa merasa bersalah sedikitpun.

20 JOURNAL OF AL-LAUZAH

JOULA | Edisi #3 | Desember 2021

Anak-anak di kelas menatapku dengan tidak suka. “Wah-wah pantas
saja Dina ini sering sekali terlambat, ternyata karena sibuk menutupi
kebotakannya ya hahahhaha...” ucap anak yang lainnya. “Bagaimana
rasanya sih punya penyakit mematikan? Pasti berat ya jangan semangat
menyerah saja ya.” Celaan-celaan itu menggema di seisi kelas.

“Bukannya kita harus saling mendoakan ya, jika ada teman kita yang
sakit jangan dibeda bedakan, tapi diberi semangat. Ingat dia juga punya
perasaan sama halnya seperti kita semua. Apa kalian tak bisa bercermin
hanya melihat orang berdasarkan luarnya saja ?” tutur Odelia panjang
lebar. Dia menatap tajam anak anak yang baru saja mengejek sahabatnya
itu.

Aku tidak peduli mereka ingin bilang apa aku sudah sering mendengar
ejekan dari mereka. Aku tetap melanjutkan aktivitasku seperti biasa di
sekolah, tapi aku merasa kepalaku sangat sakit. Tiba tiba sebuah bola tiba-
tiba menghantam kepalaku. Jduarr... pandanganku buyar dan perlahan
lahan tubuhku terhuyung. Lalu aku melihat darah yang mengalir dari
hidungku.

Aku tak sadarkan diri...

7 tahun yang lalu...
“Okey kita harus membuat peraturan dalam pertemanan kita yaa.” ,
ucap anak perempuan yang sangat bersemangat itu. Bisa kutebak dia
adalah Odelia yang masih berumur 10 tahun. “ Boleh-boleh, apa saja nih?”
ucapku. “Sebagai sahabat kita harus saling menerima kekurangan, walaupun
kepribadian kita berbeda, tapi kita harus terbuka dan membuat satu sama
lain bahagia. Karena kebahagianmu juga kebahagianku.” Ucap Odelia
semangat. “Wah aku ingin menambahkan, jangan pernah meninggalkan jika
ada masalah apapun itu, aku ingin kita menjadi teman yang saling mengisi.”
Kami berdua tertawa riang saat kami membuat “Rules of friendship.” ala
kami.

JOURNAL OF AL-LAUZAH 21

JOULA | DESEMBER 2021

Sudah 3 minggu aku koma karena hantaman bola dan ternyata aku
memang sudah tidak bisa bertahan lagi. Tubuhku lemas dan pucat. Entah
kapan, tapi pasti Tuhan akan segera memanggilku. Krieett... suara pintu
terbuka. Nampaklah wajah yang tak asing bagiku. Ya, dia Odelia.

Aku tidak bisa berkata kata, wajahku memerah mehanan tangis. Ku
pandang wajah Odelia yang baru saja masuk ke kamar rawat inapku. Kini
pipiku sudah basar terkena air yang mengalir dari kedua mataku. Aku aku
segera menghapus air mataku ketika odelia menghampiri tempat tidurku.
Aku sudah tidak jujur kepadanya “Padahal sebagai sahabat seharusnya kita
saling menerima kekurangan loh Din, kenapa kamu tidak bilang padaku?
Aku sangat khawatir padamu.” Ucap Odelia tersendat karena ingin
menangis. “Hehe maafkan aku ya, aku takut kamu meninggalkanku dan aku
takut kamu sedih jika tahu penyakitku ini.”

Ahh sungguh ,Aku ingin menagis sekencang kencangnya. Odelia
memelukku sambil membisikkan “Kamu adalah sahabatku yang kuat, kamu
sudah menanggung ini semua.” Odelia melepaskan pelukkannya lalu
menggenggam kedua tanganku. “Terimakasih ya. Del, kamu sudah ada saat
aku butuh, kamu selalu setia dan sayang kepadaku.” ucapku tersedu sedu.
Aku memandang wajahnya yang sangat membengkak itu. “Sudah ya aku
pamit, aku sudah lega terimakasih Odelia sahabatku.”

Titut..tituutt… sudah waktunya. Aku menghembuskan napas terakhirku
dengan lega.

“Din, aku ikhlas kehilangan kamu, terimakasih sudah ada dalam hidupku.
Tanpa kamu aku tidak bisa belajar banyak hal, semoga kamu tenang
disana.” Ini memang akhir tapi Aku ingin kamu tetap mengenang kisah yang
kita jalani bersama.

- The end

22 JOURNAL OF AL-LAUZAH

JOULA | Edisi #3 | Desember 2021

Jiwa Raga
Risa Wulandari

Pertengahan Maret 2020, tepat dua pekan setelah Presiden RI
mengumumkan bahwa sudah ada warga Indonesia yang terinfeksi virus
sars-cov-2, banyak hal yang seketika berubah 1800. Tak terkecuali dengan
Pranajiwa Setia dan semua murid-muridnya. Bak mimpi ditengah gulita,
namun tak kembali dalam kesadaran. Gelap. Hening.

“Kegiatan belajar mengajar mulai esok tidak dilaksanakan di sekolah.
Semua bekerja dan belajar dari rumah.” Sebuah pesan dari grup whatsapp
masuk ke ponsel Pak Jiwa.

“Alhamdulillah ala kulli hal (Segala Puji bagi Allah dalam setiap
keadaan).” Hanya kalimat itu yang terucap dari Pranajiwa Setia atau yang
akrab dipanggil Pak Jiwa.

Tak lama kemudian puluhan pesan baru masuk dari berbagai grup
whatsapp, mulai dari grup guru, grup seluruh karyawan sekolah, grup wali
murid, hingga grup kelas yang dibuat oleh Ragasa Huda, namun belum
sempat terbaca dan direspon oleh Pak Jiwa. Pak Jiwa memilih untuk
membasuh wajah, tangan, hingga kakinya. Kemudian menggelar sajadah
dan bersimpuh kepada-Nya.

“Gaeeesss... denger berita di TV dah!” Riang membuka percakapan di
grup kelas VI. Riang merupakan siswi yang selalu ceria dan bersahabat.

“Napa emang?” tanya Qalbi.
“Berita kalau seluruh sekolah bakal diliburin?” sahut Iman.
“Ya, tapi bukan libur. Sekolah dari rumah.” Respon Riang di grup.
“Serius? Jangan-jangan hoax kali!” Qalbi masih bertanya karena belum
yakin dengan kebenaran berita dari teman-teman di grup.
“Nonton aja di TV, di channel Ytube juga udah banyak kesebar berita
itu.” Jawab Riang.
“Tapikan belum ada info juga dari sekolah. Kita tunggu aja info dari Pak
Jiwa.” Kata Iman.
“Eeeet daaahhh rame banget ini grup malem-malem. Bukannya siap-
siap mau tidur, kan besok kita mau try out.” Datang juga pesan dari Raga.

JOURNAL OF AL-LAUZAH 23

JOULA | DESEMBER 2021

“Kalau beneran kita sekolah dari rumah, gimana mau try out besok?” tanya
Iman.
Pesan-pesan di grup kelas tak ada yang melanjutkan. Esok hari, Pak Jiwa
memberi pengumuman di grup wali murid dengan melampirkan surat
informasi resmi dari sekolah. Semua wali murid merespon dengan bijak.
Kondisi saat ini memang tak ada yang mau, namun demi keamanan dan
kesehatan semua orang, jadilah 14 hari kedepan semua kegiatan dialihkan
menjadi online.
Pak Jiwa akhirnya menyapa semua murid di grup kelas. “Assalamualaikum,
teman-teman.”
“Waalaikumussalam, Pak.” Respon pesan yang sama ditulis oleh Raga, Iman,
dan teman-teman lainnya.
“Kalian sudah dapat info ya? Kita berdoa yang terbaik ya, insya Allah
selama 14 hari ke depan kita tidak bertemu di sekolah. Kegiatan kita akan
dipindahkan menjadi online.” Jelas Pak Jiwa.
“Kan kita mau ujian, terus giman Pak dengan try out nanti? Kita udah pada
belajar ini.” Tanya Raga.
“Untuk informasi ujian akan diberitahukan lagi nanti ya. Belajar kan tak
hanya karena mau ujian, tapi kapan pun dan di mana pun kita terus belajar.
Sekarang teman-teman harus ekstra menjaga kesehatan diri ya.” Kata Pak
Jiwa.
“Huuu... tapi kan ngga seru Pak kalau di rumah. Ngga bisa main dengan
teman-teman sekolah. Mana lama banget lagi sampai 14 hari.” Keluh Raga.
Takdir Allah pasti yang terbaik. Semua warga sekolah berusaha menerima
dan menjalankan dengan sebaik-baiknya atas kondisi yang terjadi. Pak Jiwa
dan rekan guru lainnya dengan cepat merespon keadaan. Mereka berusaha
mendesain kegiatan belajar dari rumah yang membuat nyaman baik untuk
murid juga untuk orangtua yang mendampingi di rumah.
Pekan pertama belajar dari rumah membuat semua sibuk dan bertanya-
tanya apa itu google classroom, zoom, bagaimana cara menggunakan, cara
join akun, cara unggah foto dan dokumen, dan lain-lain. Bukan hanya para
siswa, namun juga para orangtua murid yang harus rela berbagi perangkat
laptop atau pun gawai untuk mendukung kegiatan belajar dari rumah.

24 JOURNAL OF AL-LAUZAH

JOULA | Edisi #3 | Desember 2021

Semua bertahap mempelajari cara belajar secara online. Namun, belum
selesai 14 hari waktu yang dianjurkan tuk berkegiatan dari rumah saja, Raga
sudah mulai gusar. Biasanya pagi hari sebelum mulai belajar, Raga hadir
lebih awal demi bermain bola bersama teman-teman di halaman sekolah.
Kini Raga tak bisa memenuhi keinginannya, bagaimana mau main bola
kalau kondisi rumah Raga tanpa halaman dan kamar yang hanya cukup
untuk sebuah kasur single, sebuah lemari baju, dan meja belajar. Selesai
menulis absen di google classroom, Raga tertarik berselancar di sosial media.
Awalnya hanya melihat-lihat, kemudian meng-klik iklan yang berisi aplikasi
game online, lalu mulai mengunduh aplikasinya dan akhirnya ia terlena
bermain dengan gawai di tangannya.

Pak Jiwa mencari keberadaan Raga, pasalnya pagi hari Raga selalu
mengabsen kehadirannya, tapi saat kegiatan tak satu pun respon dari
kehadiran Raga di google classroom. Pak Jiwa mencoba menghubungi
nomor whatsapp Raga. “Assalamualaikum Raga, apakah kamu baik-baik
saja?” Hingga kegiatan belajar online selesai, Raga tak kunjung menjawab
pesan Pak Jiwa.

Kegiatan belajar berikutnya, Pak Jiwa hadirkan dalam bentuk games
online dalam aplikasi Quiziz, mengingat para murid seharusnya sedang
menjalankan try out tapi harus tertunda hingga waktu yang belum bisa
dipastikan. Alhamdulillah, Raga mulai hadir kembali di kelas online. Pak Jiwa
senang mendapat respon yang sangat baik dari semua teman-teman kelas
VI.

Empat belas hari sudah dihadapi, angka kasus terpaparnya virus malah
semakin bertambah. Sekolah dari rumah masih dilanjutkan. Pak Jiwa
semakin rindu kepada semua muridnya. Kali ini, Pak Jiwa memutuskan tuk
video call seluruh murid secara bergantian. Menanyakan kabar dan
mendengar setiap harapan murid-muridnya. Harapan semua murid hampir
sama, ingin kembali ke sekolah, bermain dan belajar bersama-sama di
sekolah, apalagi tinggal hitungan bulan mereka sudah tamat dari jenjang
sekolah dasar.

JOURNAL OF AL-LAUZAH 25

JOULA | DESEMBER 2021

Hari berganti minggu. Minggu berganti bulan. Ya, hampir tiga bulan
tanpa bertemu di sekolah. Raga yang beberapa hari terakhir terus dibujuk
dan dimotivasi oleh Pak Jiwa agar bersemangat dan berjuang hingga ujian
sekolah selesai. Raga akhirnya menerima bahwa keadaan ini harus dihadapi
bersama. Raga harus rela tak bertemu teman-teman dan para gurunya.

Raga meminta kepada Pak Jiwa, untuk acara graduation sekolah ia
ingin bertemu dengan Pak Jiwa dan seluruh teman-temannya. Namun, Pak
Jiwa tak bisa menjanjikan. Raga kecewa. Riang yang mengetahui kondisi
Raga, segera mengusulkan kepada Pak Jiwa, “Pak besok kan libur, kita nge-
zoom yuk!” Pak Jiwa menyetujui usulan Riang yang sungguh cemerlang.
Pak Jiwa pun membuat undangan pertemuan melalui aplikasi zoom us meet.

Riang, Qalbi, dan beberapa teman lainnya sudah hadir di ruang zoom.
Pak Jiwa menyapa satu per satu muridnya. Pak Jiwa menanyakan
bagaimana kesan ujian sekolah dari rumah. Semua bergantian bercerita,
hingga senyum dan tawa terpancar dari Pak Jiwa hingga Raga. Iman yang
mencairkan suasana, ia memberi tebak-tebakan jenaka. Qalbi pun tak kalah
membuat semua teman-teman tertawa dengan gaya bicaranya. “Ah, jadi
kangen snack time bareng di kelas, sambil icip makanan punya teman,
hahaa...” kata Riang. Tak terasa satu jam Pak Jiwa membersamai teman-
teman kelas IV. Sebelum berpisah di ruang zoom, Pak Jiwa menyampaikan
bahwa graduation juga akan dilaksanakan secara online. Pak Jiwa tetap
memberi penguatan, agar murid-muridnya tetap bersyukur bagaimana pun
kondisinya. Pak Jiwa, yang tak pernah lepas melantunkan doa-doa tuk para
murid-murid disetiap pinta kepada-Nya.

Kini, tiba saatnya melepas seluruh murid-murid kesayangan. Bukan
hanya setahun Pak Jiwa mengenal mereka. Sejak mereka kelas IV Pak
Jiwa telah dipertemukan. Graduation Online. Senang, mendapatkan
kenyataan bahwa semua murid berhasil menyelesaikan pendidikan. Berat,
harus melepas tanpa jabat tangan. Sedih, menyadari ini akhir dari
pertemuan. Pak Jiwa menyampaikan pesan dan harapan kepada seluruh
murid dalam sebuah puisi yang ia bacakan. Bulir air mata tak lagi tertahan,
kemudian lolos dari kedua mata dan mulai membasahi pipinya. Tak ada
momen foto bersama satu kelas apalagi pelukan perpisahan. Raga merasa
sangat kehilangan dan entah kapan mereka akan kembali dipertemukan.

26 JOURNAL OF AL-LAUZAH

JOULA | Edisi #3 | Desember 2021

JOURNAL OF AL-LAUZAH 27

JOULA | DESEMBER 2021

KITA
ISTIMEWA

Membuat komunikasi lebih menarik karena sang anak akan mengingat
tentang yang telah dilakukannya sehari di sekolah dan mengatakannnya
pada ayah dan bunda secara terperinci.

Makan malam bersama adalah saat yang tepat untuk memperkuat
komunikasi antar anggota keluarga, dan jauhkan smartphone dari jangkauan
agar pembicaraan ayah dan bunda bersama anak tidak terganggu.

Para ahli mengatakan, sesungguhnya komunikasi merupakan sesuatu
yang dapat dipelajari, dan anak dari keluarga yang anggotanya jarang
berkomunikasi/ berbicara satu sama lain akan menjadi pendiam saat
mereka dewasa.

Anak mendadak menjadi pemuram dan mudah tersinggung, itu artinya
ayah dan bunda harus waspada. Bisa jadi ia telah mengalami sesuatu yang
tidak menyenangkan, misalnya di-bully teman sekelas.

Tunjukkanlah minat terhadap pembicaraannya dengan menghentikan
kesibukan anda sejenak agar anak merasa dihargai dan tak kapok untuk
berbicara dengan ayah dan bunda. (Terapi Ananda)

Sumber : Ig @terapiananda

28 JOURNAL OF AL-LAUZAH

JOULA | Edisi #3 | Desember 2021

Ayo Ayah dan Bunda memahami lebih jauh metode berkomunikasi
dengan anak cara terbaik untuk mengeskpresikan perasaan cinta kita
terhadap anak. HARUS tahu dan WAJIB tahu bagi Ayah dan Bunda.
Segera periksakan dan konsultasi ke layanan Terapi Ananda dengan scan
barcode di bawah ini.

JOURNAL OF AL-LAUZAH 29

JOULA
Never Stop Reading

Jln. Palapa Raya, Serua, Kec. Ciputat,
Kota Tangerang Selatan, Banten 15414
[email protected]


Click to View FlipBook Version
Previous Book
JAN NEWSLETTER
Next Book
วารสารมหาวิทยาลัยนวมินทราธิราช ปีที่ 10 ฉบับที่ 1