Kamis BAHAN AJAR IPA HUKUM II NEWTON Kelas VII Disusun Oleh: Ratna Julyanti, S.Pd Semester1 Newton 2 a= F/m
Sekolah : MTs Negeri Singkawang Kelas/Semester : VII / Ganjil Mata Pelajaran : IPA TERPADU Materi : Gerak dan Gaya Sub Materi : Hukum II Newton Alokasi Waktu : 2 JP (2 x 40 Menit) Peserta didik mampu melakukan pengukuran terhadap aspek fisis yang mereka temui dan memanfaatkan ragam gerak dan gaya (force), memahami hubungan konsep usaha dan energi, mengukur besaran suhu yang diakibatkan oleh energi kalor yang diberikan, sekaligus dapat membedakan isolator dan konduktor kalor Identitas BAhan Ajar Capaian Pembelajaran Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat menyebutkan hukum II Newton melalui kajian literatur dengan benar Peserta didik dapat menentukan besaran fisika dalam hukum II Newton melalui data hasil pengamatan pada percobaan menggunakan PHET Simulation dengan benar Peserta didik dapat mencontohkan penerapan hukum II Newton dalam kehidupan sehari-hari melalui studi literatur dengan benar Peserta didik dapat menganalisis konsep hukum II Newton dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari melalui diskusi dan tanya jawab denagn benar Peserta didik dapat menyajikan hasil penyelidikan hubungan antara gaya dan massa terhadap percepatan benda melalui percobaan hukum II Newton dengan benar.
Peta Konsep
URAIAN MATERI HUKUM II NEWTON DAN PENERAPANNYA Konsep Hukum II Newton Kita wajib bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena kita diberi tangan dan kaki, sehingga kita dapat dengan mudah mengambil barang-barang yang kita perlukan atau bergerak menuju suatu tempat yang kita inginkan. Kita juga dapat membawa barang yang kita inginkan atau memindahkan barang-barang sesuai dengan tempat yang kita inginkan. Besarnya gaya dapat diukur dengan neraca pegas atau dinamometer. Sebuah gaya disimbolkan dengan huruf F (Force) disimbolkan dengan huruf F (force) dan satuan gaya dalam SI (Satuan Internasional) adalah newton (N). Satuan lain yang sering dipakai gaya adalah dyne, di mana 1 newton setara dengan 10. 105 dyne. Untuk melakukan gaya diperlukan sebuah usaha, di mana semakin besar gaya yang akan dilakukan, makasemakinbesarpulausahayangdikeluarkan. Ketika kamu membeli bakso, kamu tentu akan memanggil penjual bakso tersebut, sehingga penjual bakso akan mendorong gerobaknya lebih kuat agar sampai leboh cepat ke tempatmu. Berdasarkan peristiwa di atas, kamu tentu berpikir, apa yang menyebabkan sebuah benda dapat bergerak lebih cepat atau lebih lambat? Ketika kita mendorong atau menarik suatu benda dengan lebih kuat, menghasilkan percepatan benda yang lebih besar? Lalu bagaimanakah pengaruh massa benda terhadap percepatan benda? Pada pembelajaran sebelumnya, kita sudah mempelajari bahwa suatu benda dapat bergerak karena adanya gaya. Gaya merupakan tarikan atau dorongan, yang menyebabkan perubahan bentuk benda, arah pergerakan benda, dan cepat lambatnya benda bergerak. Konsep yang terkenal dalam dinamika gerak ini dikemukakan oleh Isaac Newton dalam bukunya "Principia". Ada tiga teori yang dikemukakan Newton, yaitu Hukum I, II, dan III Newton.
Pada pembelajaran sebelumnya, kamu mengetahui bahwa dalam Hukum I Newton, kita telah belajar bahwa jika tidak ada gaya (resultan gaya) yang bekerja pada sebuah benda, maka benda tersebut akan tetap diam atau jika benda tersebut sedang bergerak maka benda tersebut akan tetap bergerak dengan laju tetap pada lintasan lurus Lalu, apa yang terjadi jika resultan gaya yang bekerja pada suatu benda tidak sama dengan nol???? Berdasarkan pertanyaan di atas, Newton mempunyai jawaban, melalui Hukum II Newton. Pada gambar di samping, dua orang mendorong mobil yang mogok, menyebabkan mobil tersebut berpindah. Hal ini terjadi karena mereka mendorong dengan gaya dorong yang besar Sejalan dengan eksperimen yang dilakukan oleh Isaac Newton, menunjukkan bahwa benda yang resultan gayanya tidak sama dengan nol akan mengakibatkan benda tersebut bergerak dengan percepatan tertentu. Dengan demikian, maka resultan gaya akan sebanding dengan percepatan benda. Fakta lain juga menerangkan bahwa ternyata resultan gaya yang sama besarnya bila diberlakukan pada benda yang berbeda, maka akan menghasilkan percepatan yang berbeda. Hal ini menimbulkan pertanyaan "Mengapa percepatannya bisa berbeda?" Pasti besarnya resultan gaya bukan hanya sebanding dengan percepatan saja. Setelah terus melakukan eksperimennya, Isaac Newton kemudian mengemukakan konsep massa benda dimana resultan gaya yang bekerja pada benda sebanding dengan besarnya massa benda dan percepatan benda. Massa benda merupakan ukuran kelembaman suatu benda. Semakin besar massa benda, maka dibutuhkan gaya yang lebih besar untuk membuat benda tersebut bisa bergerak. Atau bila benda tersebut bergerak, maka dibutuhkan gaya yang lebih besar untuk menghentikannya. Semakin besar gaya resultan yang bekerja pada benda, maka percepatan benda tersebut akan semakin besar. Bagaimana dengan arah gerak benda? Arah gerak benda = arah percepatan yang sama juga dengan arah resultan gayanya
Hukum Newton II
10 Contoh Penerapan Hukum Newton II 1. Bus yang melaju di jalan raya Bus yang melaju di jalan raya akan mendapatkan percepatan yang sebanding dengan gaya dan berbanding terbalik dengan massa bus tersebut, sehingga semakin besar massa benda semakin besar juga gaya yang diberikan. 2. Pada sistem kerja lift Pada sistem kerja lift juga terdapat gaya, untuk lift yang diam atau bergerak dengan kecepatan tetap maka gaya normal (N) akan sama dengan gaya tarik bumi (w = m.g). Sedangkan untuk lift yang sedang bergerak dipercepat/diperlambat, maka gaya tekan akan sama dengan gaya normal tetapi tidak sama dengan gaya tarik bumi. 3. Ketika menarik / mendorong gerobak Ketika kamu sedang menarik sebuah gerobak yang penuh dengan muatan tentunya gaya yang kamu berikan lebih besar daripada kamu menarik gerobak tanpa muatan atau kosong. 4. Menimba air sumur dengan katrol Ketika kamu sedang menimba air di sumur menggunakan katrol. Pada kegiatan ini akan menimbulkan gaya akibat menarik tali yang dihubungkan ember berisi air melalui sebuah katrol.
Fredi, Prakoso, dkk. 2022. Ilmu Pengetahuan Alam Untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: CV. GrahaPustaka. Hardanie, Dwi, dkk. 2021. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP Kelas VII Buku Guru. KementerianPendidikan, Kebudayaan Riset Dan Teknologi Republik Indonesia. Jakarta : Pusat Perbukuan danTekhnologi. Inabuy, Victoriani, dkk. 2021. Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP Kelas VII Buku Siswa. KementerianPendidikan, Kebudayaan Riset Dan Teknologi Republik Indonesia. Jakarta : Pusat Perbukuan danTekhnologi. Muhtar, Ernawati & Haryati Mahyudin. 2021. Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif InvestigasiKelompok Sebagai Upaya Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Pada Materi Gaya Pada Siswa KelasVIII SMP Negeri 1 Malifut. Jurnal Pembelajaran dan Sains Fisika. Vol.2 No 2, Hal. 1-20. Retno, Paramitha, dkk. 2022. Ilmu Pengetahuan Alam Berbasis Profil Pelajar pancasila Kelas 7.Bandung: Yrama Widya Sari, Sestika. 2019. Efektivitas Model Pembelajaran Search, Solve, Create, And Share (Sscs) TerhadapKemampuan Berpikir Kritis Dan Aktivitas Belajar Peserta Didik Pada Materi Hukum Gerak Newton.Skripsi: UIN Raden Intan Lampung. Prodi Pendidikan Fisika. Utami, Elok. 2022. Bahan Ajar Gerak dan Gaya Semester Satu. https://fliphtml5.com/bxjsa/ktql/basic DAFTAR PUSTAKA Ilmuitulebihbaikdarikekayaan, kekayaanituharusdijaga sedangkanilmu yangmenjagamu” (AliBinAliThalib)