VANESSA
"VANESSA MULAI MENDAPATKAN TIDUR YANG CUKUP,
DIA PUN MULAI DAPAT MENGENDALIKAN EMOSINYA
DENGAN BAIK, IA PUN MULAI TERBUKA KEPADA
ORANG TUANYA DAN KESEHATAN MENTALNYA PUN
PELAN-PELAN MEMBAIK KARENA VANESSA TELAH
MELEPASKAN SEMUA BEBANNYA DAN MERASA LEBIH
LEGA"
EUWIN GOTAMI
Pramenulis
Topik: Kurang tidur (Kepahlawanan)
Tujuan: Saya ingin memberikan kesadaran kepada
orang lain pentingnya tidur yang cukup
Pembaca: Remaja
Ide: Ada seorang murid perempuan yang bernama
Vanessa, dia sering tidur larut malam karena
sering bermain game, pacaran, dan melakukan
kegiatan-kegiatan lainnya. Sehingga pada suatu
hari dia menemukan bahwa dia mengidap penyakit
jantung. Pada suatu hari ia pun menemui seorang
pria yang selalu mendukung dirinya untuk
melakukan yang terbaik. Mereka berdua saling
jatuh cinta kemudian mereka berpacaran. Dan pria
tersebut berhasil memperbaiki kebiasaan buruk
Vanessa.
Draf (Alur Maju)
Awal (Pengenalan Tokoh): Di sebuah sekolah bernama Alfred
ada seorang murid bernama Vanessa, Vanessa sering tidur
larut malam. Vanessa memiliki pacar bernama Andrew.
Andrew memiliki sifat dan perilaku yang buruk. Vanessa dan
Andrew sering begadang bersama. Orang tua Vanessa
sebenarnya tidak mengizinkan anaknya berpacaran dengan
Andrew sehingga mereka berpacaran diam diam.
Permulaan Konflik: Karena nilai Vanessa yang menurun
drastis orang tua Vanessa dipanggil ke sekolah.
Klimaks: (Puncak Permasalahan): Vanessa stress sehingga ia
sering menangis ketika sedang sendirian. Hubungannya
dengan Andrew pun tiba-tiba hancur dan berakhir putus.
Antiklimaks (Masalah Mereda): Akibat stress kesehatan
mental Vanessa pun semakin kacau. Karena mengetahui
Vanessa dan Andrew putus, Kevin pun mulai mengejar
Vanessa hingga akhirnya mereka berpacaran.
Penyelesaian: Kevin telah membantu Vanessa mengubah
kebiasaan buruknya secara perlahan. Karena Vanessa
mendapatkan tidur yang cukup dia pun mulai dapat
mengendalikan emosinya dengan baik, kesehatan mentalnya
pun lebih baik dan dia lebih terbuka kepada orang tuanya.
Vanessa
Oleh : Euwin Gotami
Pada suatu hari di sebuah sekolah bernama SMP
Bintang Utama, ada seorang murid perempuan yang
bernama Vanessa. Vanessa memiliki kebiasan buruk
kurang tidur. Vanessa sering melakukan kegiatan-
kegiatan yang menyenangkan di malam hari seperti
bermain game, berpacaran, dll. Vanessa memiliki pacar
bernama Andrew. Andrew adalah anak dari keluarga
broken home sehingga dia memiliki trauma dan
membuat kesehatan mentalnya kurang baik dan hal
tersebut berpengaruh pada perilakunya. Andrew dan
Vanessa sering bermain game bersama. Orang tua
Vanessa tidak setuju anaknya berpacaran dengan
Andrew karena Andrew dikenal dengan anak yang nakal
di sekolah. Vanessa sangat mencintai Andrew sehingga
mereka berpacaran diam-diam.
Pada suatu ketika orang tua Vanessa dipanggil
ke sekolah karena performanya yang buruk
dalam semua pelajaran. Sesampainya orang
tua Vanessa di sekolah, orang tua Vanessa
bertanya, “Ada apa ya, Buk? Apakah anak saya
berantem?”
“Tidak, Buk namun performa Vanessa
memburuk akhir-akhir ini. Vanessa tidak
mengerjakan tugasnya dan dia sering tertidur
di kelas” Jawab wali kelas Vanessa.
Kemudian orang tua Vanessa menjawab,
“Baik, Buk” sambil terlihat kecewa dan marah
kepada anaknya.
Sesampainya mereka di rumah, orang tua Vanessa
langsung menasihati anaknya. Vanessa merasa tidak
senang dan dia langsung masuk ke kamarnya sambil
menutup pintu dengan keras dan menangis sendirian
karena merasa bahwa dia sangat malang dan tidak ada
yang bisa mengerti perasaannya. Vanessa tidak dapat
mengendalikan emosinya dengan baik akibat kurang
tidur. Pada malam hari Andrew menelpon Vanessa dan
mengajaknya bermain namun Vanessa tidak mengangkat
teleponnya sehingga membuat Andrew kesal. Keesokan
harinya Andrew bertanya kepada Vanessa, “Kok gak
angkat telponku semalam?”
“Maaf, aku ketiduran. Tolong jangan ganggu aku
sekarang” jawab Vanessa dengan ketus.
Karena Andrew merasa Vanessa tidak menanggapinya
dengan baik Andrew bertanya kepada Vanessa, “Kamu
kenapa sih?”
Karena Vanessa tidak dapat mengendalikan emosinya
dengan baik dia pun membalas pertanyaan Andrew
dengan suara yang cukup besar, “Aku bilang jangan
ganggu aku! Kamu gak pengertian banget sih”. Karena
keduanya tidak dapat mengendalikan emosinya dengan
baik, keduanya saling beradu mulut dan berakhir putus.
Suatu hari ketika di sekolah Vanessa merasa tidak
nyaman di bagian dada sehingga dia izin untuk
pulang. Sesampainya di rumah ia tidak berani
memberitahukan hal tersebut ke orang tuanya.
Kesehatan mental Vanessa pun terganggu sehingga
dia merasa dia butuh seseorang yang dapat menjadi
teman curhatnya dan sekaligus bisa memberikan
saran yang baik untuk Vanessa. Karena mendengar
kabar bahwa Vanessa dan Andrew telah putus,
Kevin yang telah lama menyimpan rasa kepada
Vanessa pun akhirnya mulai mendekati Vanessa.
Kevin membawa pengaruh baik pada Vanessa.
Kevin sangat perhatian dan sering memberikan
Vanessa barang-barang lucu dan Kevin juga sering
memberikan makanan kepada orang tua Vanessa.
Kevin juga selalu bersedia mendengarkan dan
menasehati Vanessa dengan baik. Vanessa lama-
kelamaan mulai merasa nyaman dengan keberadaan
Kevin dan akhirnya mereka berpacaran.
Vanessa pun menceritakan mengenai rasa sakit
yang dia rasakan di sekolah, mendengar cerita
itu Kevin berinisiatif untuk membawa Vanessa
untuk periksa ke dokter. Setelah sampai di
rumah sakit, mereka mengunjungi dokter
bagian jantung. Setelah mengambil nomor
antrian, beberapa menit kemudian setelah
menunggu cukup lama akhirnya suster pun
memanggil Vanessa. Setelah Vanessa
berkonsultasi dengan dokter cukup lama,
akhirnya mereka menemukan bahwa Vanessa
mengidap penyakit jantung akibat sering tidur
larut malam. Vanessa tidak menerima
kenyataan bahwa dia mengidap penyakit
jantung sehingga sesampainya di rumah ia
sering menangis sendirian.
Kevin adalah orang satu-satunya yang mengetahui
hal tersebut. Kevin sangat prihatin kondisi Vanessa.
Kevin sering memaksa Vanessa untuk tidur namun
tidak bisa karena Vanessa telah mengidap insomnia
sehingga ia susah tidur. Karena Kevin sangat peduli
kepada Vanessa ia pun sering membelikan buah-
buahan. Tidak hanya itu, Kevin juga sering
memberikan saran-saran yang bijak kepada Vanessa.
Kevin pun telah membantu Vanessa mengubah
kebiasaan buruknya secara perlahan walaupun
terkadang Vanessa tetap membantah namun Kevin
selalu dapat menasihatinya dengan baik. Vanessa
mulai mendapatkan tidur yang cukup, dia pun
mulai dapat mengendalikan emosinya dengan baik,
ia pun mulai terbuka kepada orang tuanya dan
kesehatan mentalnya pun pelan-pelan membaik
karena Vanessa telah melepaskan semua bebannya
dan merasa lebih lega. Tidak hanya itu, Kevin juga
sering menemani Vanessa untuk mengunjungi
dokter jantung. Secara perlahan kondisi Vanessa
pun jauh lebih baik.
Ada seorang murid perempuan yang bernama
Vanessa, dia sering tidur larut malam karena
sering bermain game, pacaran, dan melakukan
kegiatan-kegiatan lainnya. Sehingga pada suatu
hari dia menemukan bahwa dia mengidap
penyakit jantung. Pada suatu hari ia pun
menemui seorang pria yang selalu mendukung
dirinya untuk melakukan yang terbaik. Mereka
berdua saling jatuh cinta kemudian mereka
berpacaran. Pria tersebut berhasil memperbaiki
kebiasaan buruk Vanessa. Bagaimana cara Kevin
mengubah gaya hidup Vanessa?