CARA
PERAWATAN
PASIEN
BEDREST/ TIRAH
BARING DI
RUMAH
RSUP dr. Kariadi
Pengertian
○Tirah baring atau bedrest adalah suatu keadaan dimana seseorang tidak
dapat bergerak secara aktif atau bebas karena kondisi yang mengganggu
gerak dan fungsi (aktivitas).
○Tirah baring pada pasien dapat terjadi karena sakit kornis, stroke, cedera
kepala, pasca operasi, patah tulang, penurunan kesadaran dll.
○Tirah baring yang berlangsng lama dapat menyebabkan dampak yang
buruk terhadap sistem tubuh pasien terhadap integritas kulit, seperti
dekubitus atau luka tekan.
Komplikasi Tirah Baring/Bedrest
1. Kelemahan otot dan atrofi Tujuan Tirah Baring/Bedrest
2. Kontraktur sendi
3. Perubahan pada sistem Memperlancar aliran darah
kardiovaskular Mencegah terjadinya luka
4. Luka pada kulit (ulkus tekan
dekubitus) Mencegah terjadinya
5. Pneumonia kontraktur (kaku sendi)
6. Perubahan pada psikososial
Hal yang perlu dilakukan untuk mencegah komplikasi
tirah baring/bedrest
1. 4.
Perubahan posisi setiap 2 jam : Bed Reclining Exercise: meninggikan
posisi bed pasien dimulai dari posisi 180
dikombinasikan dengan derajat hingga mencapai posisi duduk
tegak 90 derajat. Posisi tegak dapat
clapping dan vibrasi untuk meningkatkan volume paru dan
pertukaran gas serta mencegah terjadi
rileksasi dan pengeluaran penumpukan dahak.
sekret 2. 5.
Menggerakkan lengan dan Latihan perapasan dengan Pursed-Lip
tungkai, yang harus Breathing: Latihan pernapasan ini
bertujuan untuk mengurangi
diperhatikan: Gerakan kekakuan otot pernaasan dan
dilakukan dengan perlahan membersihkan jalan napas.
3. dan hati-hati 1. Posisi rileks, yaitu tarik nafas melalui
hdung, lalu tahan selama 2-3 detik
Gerakan tidak boleh
berlebihan dan harus 2. Hembuskan secara perlahan-lahan selama
memperhatikan bila ada rasa 6-8 detik, bibir seperti meniup lilin
sakit atau nyeri (mecucu)
3. Ulangi selama beberapa kali
Cara melakukan fisoterapi dada dengan clapping dan vibrasi
1. Cuci tangan
2. Anjurkan untuk tarik napas dalam untuk meningkatkan relaksasi
3. Posisikai tubuh yang akan difisoterapi dada
4. Tutup area yang akan tepuk dengan handuk
5. Lakukan tepuk-tepuk selama 1-2 menit jangan menepuk pada area yang mudah cedera
6. Setelah selesai menepuk-nepuk lanjutkan dengan memberikan getaran pada area yang sama.
7. Anjurkan untuk tarik napas dalam dan berikan getaran ketika menghembuskan napas.
8. Lakukan getaran tersebut sebanyak 3-5 kali.
9. Setelah selesai memberikan getaran tersebut sebanyak 3-5 kali.
10.Setelah selesai memberikan geteran, atau posisi agar riak/sekret/dahak mudah keluar.
Cara melakukan fisoterapi dada dengan clapping dan vibrasi
11. Perrtahankan posisi tersebut selama 10-15 menit.
12. Ulangi tepuk-tepuk dan juga getaran selama posisi tersebut
13. Selama proses diatas apabila ingin batuk siapkan tempat penampungan dahak
14. Setelah 10-15 menit. Pasien duduk dan lakukan batuk efektif yakni dengan tarik napas dalam 4-5
kali.
15.Tarik napas dari hidung dan keluarkan lewat mulut perlahan-lahan.
16. Pada tarik napas dalam yang terakhir, tahan napas untuk beberapa detik dan keluarkan napas.
17. Saat mengeluarkan napas batukkan.
Thanks
Hubungi kami :
CS Call Center : 024 831 3476
CREDITS: This presentation template was created by
Slidesgo, including icons by Flaticon, and infographics
& images by Freepik.
Please keep this slide for attribution.