LAMPIRAN
A. Ringkasan Materi
Pengertian Desain Produk Kerajinan
Kata “kerajinan”, dalam istilah bahasa Inggri disebut “Craft” sedangkan dalam istilah
Bahasa Indonesia, disebut “Kria”, atau “Kriya” dalam bahasa Jawa, yang berarti: pekerjaan, hasil
pekerjaan, hasil pekerjaan tangan, keahlian, suatu benda (bisa juga berarti produk) yang
dihasilkan dari keterampilan pekerjaan tangan dan dilandasi oleh kehalusan rasa.
Istilah Craft berarti keahlian, keprigelan, kebiasaan. Dekat dengan istilah ini dalam Bahasa
Inggris dikenal dengan istlah “Crafman“, yang artinya: tukang, ahli, juru, orang yang
mempunyai keterampilan, ahli. Istilah lain yang dekat adalah “Craftmanship“, yang artinya:
keahlian, keterampilan.
Desain produk kerajinan merupakan desain yang berbasis kriya, merupakan terjemahan
dari istilah “Craft Design” dan dapat didefinisikan sebagai suatu karya desain yang dilandasi
(berbasis) prinsip-prinsip kriya (Craft) dalam proses realisasinya. Benda/produk hasil desain
produk kerajinan umumnya lebih menitikberatkan pada nilai-nilai keunikan (uniqueness),
estetika (keindahan), seni (Art), adilihung, berharkat tinggi, khusus, khas, dan kehalusan rasa
sebagai unsur dasar. Smentara dalam pemenuhan fungsinya lebih menekankan pada pemenuhan
fungsi pakai yang lebih bersifat fisik (fisiologis), misalnya: benda-benda pakai, perhiasaan,
furnitur, sandang, dan sebagainya, Pemenuhan atas fungsi yang bersifat nonfisik bisa dikatakan
relatif kecil.
Jenis-jenis Seni Kriya di Nusantara
a. Seni kerajinan kulit, adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari kulit yang
sudah dimasak, kulit mentah atau kulit sintetis. Contohnya: tas, sepatu, wayang dan lain-
lain.
b. Seni kerajinan logam, ialah kerajinan yang menggunakan bahan logam seperti besi,
perunggu, emas, perak. Sedangkan teknik yang digunakan biasanya menggunakan sistem
cor, ukir, tempa atau sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Contohnya pisau, barang
aksesoris, dan lain-lain.
c. Seni ukir kayu, yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau
dibentuk menggunakan tatah ukir. Kayu yang biasanya digunakan adalah: kayu jati,
mahoni, waru, sawo, nangka dan lain-lain. Contohnya mebel, relief dan lain-lain.
d. Seni kerajinan anyaman, kerajinan ini biasanya menggunakan bahan rotan, bambu, daun
lontar, daun pandan, serat pohon, pohon pisang, enceng gondok, dll. Contohnya: topi, tas,
keranjang dan lain-lain.
e. Seni kerajinan batik, yaitu seni membuat pola hias di atas kain dengan proses teknik tulis
(casting) atau teknik cetak (printing). Contohnya: baju, gaun dan lain-lain.
SENI RUPA MANCANEGARA
Secara umum pengertian Seni Rupa Mancanegara ialah seni yang mengandung nilai budaya
mancanegara. Walaupun demikian, fungsi seni rupa ini jika dibandingkan dengan seni rupa
nusantara dapat dikatakan sama. Karena sebagian besar masyarakat kita menggunakan seni
sebagai media ekspresi ataupun ritual.
1. Karya seni kriya mancanegara dari Yunani
Sebagai negara nan penuh dengan mitos dan kepercayaan animisne dan dinamisme,
Yunani terkenal dengan pembuatan patung dari mitos dewa-dewa nan mereka sembah. Tak heran
jika banyak sekali karya seni kriyanya berupa patung maupun benda nan lain seperti bangunan
kuno.
Karya seni kriya mancanegara di Yunani terbagi dalam empat peroide yaitu, Geometric,
Archaic, Classical, dan Hellenik. Masing-masing periode juga mempunyai karakteristik
tersendiri. Untuk periode geometric, gaya seni kriyanya banyak berbentuk abstrak dan diakhiri
dengan motif seperti spinx, teratai, singa, dan ornamen bunga halus.
2. Karya seni Kriya mancanegara dari Jepang
Jepang ialah salah satu negara nan tergolong memiliki seni kriya nan unik seperti ikebana
(seni merangkai bunga). Karena pada dasarnya seni kriya ialah kerajinan tangan, maka ikebana
juga termasuk dalam golongan seni kriya mancanegara. Meskipun ikenaba ialah seni merangkai
bunga, namun pada kenyataannya, tak hanya kembang nan dirangkai, namun dapat ranting,
rumput, dan daun.
Ikebana ialah warisan tradisi antik nan sampai sekarang masih dipakai. Dalam ikenaba,
dipakai konsep pencampuran linier, ritme, dan warna, sehingga menghasilkan rangkaian nan
harmoni. Ikebana tak sekadar seni merangkai bunga, namun sebuah hasil refleksi pencampuran
jiwa dengan dengan alam.
3. Karya seni kriya mancanegara dari Cina
Kebudayaan Cina memiliki seni kriya nan tak kalah dengan negara lain, baik berupa
patung, lukisan, dan bangunan. Namun, seni kriya nan banyak didiciptakan oleh bangsa Cina
ialah keramik.
Produksi keramik di Cina berkembang dari masa ke masa hingga masing-masing keramik
atau porselen ini mempunyai karakteristik khas, seperti Pasir Tao Purple (teh tembikar) nan
menjadi karakteristik khas Kota Yuxing, Provinsi Jiangsu. Ada juga porselen biru putih Kota
Jingdezhen, Provinsi Jiangxi. Lalu, poselen hijau di Kota Longquan, Provinsi Zhejiang. Porselen
putih di kota Dehua, Provinsi Fujian, dan porselen Haicheng di Provinsi Liaoning.
Selain keramik atau porselen, di Cina juga terkenal dengan produksi kaligrafinya. Seni
kaligrafi Cina dianggap sebagai bentuk paling tinggi dari seni visual. Sehingga, hasil dari kata-
kata nan dilukiskan justru menjadi aktualisasi diri nan sebenarnya tidak mampu diungkapkan
oleh pembuatnya. Kaligrafi di Cina biasanya dipakai atau ditempatkan pada monumen, kuil,
dinding goa, bahkan di sisi gunung pun juga dapat dibuat sebagai media kaligrafi.
Shibori
Shibori adalah teknik membuat motif kain serupa batik yang dilakukan di Jepang. Akhir-
akhir ini teknik tersebut banyak digemari oleh warga Indonesia karena tekniknya yang lebih
sederhana dan pembuatannya lebih cepat dari pada membatik.Sebetulnya teknik ini serupa
dengan membatik, yaitu melakukan perintangan warna agar tercipta motif pada kain.Jika pada
batik alat perintang yang digunakan adalah lilin malam, maka pada shibori yang digunakan dapat
dari berbagai alat seperti karet, benang, jepitan, dan sebagainya. Berdasarkan penelusuran pada
budaya pembuatan motif kain tradisional di Indonesia, ternyata teknik shibori juga telah
dilakukan oleh para pengrajin kain di Indonesia. Seperti apakah implementasi shibori di
Indonesia itu?Dengan menggunakan studi pustaka dari berbagai tulisan yang berkaitan dengan
pembuatan motif kain, akhirnya dapat ditelisik beberapa teknik shibori yang sudah dilakukan
oleh para pengrajin kain tradisional di Indonesia.
Shibori merupakan salah satu seni pengolahan kain dari Jepang yang berkembang sejak
abad ke-8. Pada mulanya, teknik pembuatan kain ini hanya digunakan untuk membuat kain
tradisional di Jepang, yaitu kimono dari sutra dengan menggunakan pewarna alam indigofera
yang menghasilkan warna biru (Juniati,Ninik; Yuwanto, 2018:3; Kautsar, 2017:908-909).
Istilah shibori berasal dari kata shiboru yang berarti memeras, menjepit, dan menekan.
Banyak sekali teknik dalam pengolahan kain ini, oleh karena itu, shibori memiliki banyak
nama menyesuaikan dengan teknik yang digunakan. Kain yang dihasilkan dari teknik ini
termasuk dalam kelompok kain tradisional yang teknik pembuatan motifnya dikerjakan
dengan resist and shape-resist dyeing yang umum disebut dengan istilah tie-dye atau ikat
celup. Teknik ikat celup banyak ditemui di berbagai negara Afrika, seperti Senegal, Mali,
Gambia, Sierra Leone, Burkina Faso, Nigeria, dan Kamerun. Negara-negara Asia seperti
Mesir, Persia, India, Jepang dan Indonesia (Juniati, Ninik; Yuwanto, 2018; Maziyah, 2014:61).
Proses pembuatan motif kain dengan teknik shibori dimulai dengan menggambar motif di
atas kain, kemudian dilakukan salah satu atau kombinasi dari beberapa teknik shibori di atas,
yaitu dengan cara menjahit, mengikat, melilit, melipat, menjepit, atau membungkus kain yang
telah diberi pola itu dengan ketat menggunakan benang, karet, atau alat penjepit. Setelah itu, kain
dicelup dengan menggunakan satu atau beberapa pewarna sesuai keinginan.Kain dapat dicelup
beberapa kali untuk mendapatkan warna yang diinginkan sesuai dengan motif yang dibuat.
Berikut ini contoh motif kain dengan menggunakan teknik shibori itu.
Gambar 1.Kanako Shibori (a), Nui Shibori
(b), Kumo Shibori (c), dan Suji Shibori (d).
Gambar 2. Kombinasi teknik memelintirdan mengikat
Gambar 3. Arashi Shibori
Bagi orang-orang yang melek tentang fashion sudah pasti tidak asing dengan istilah shibori,
namun masih banyak orang yang belum mengetahui arti kata tersebut jadi pada artikel kali ini
penulis ingin membahas tentang kain shibori.
Shibori adalah sebuah teknik pewarnaan kain yang memanfaatkan ikatan dan celupan untuk
menentukan motif pada kain yang populer di Jepang dan telah digunakan sejak zaman kekaisaran
Jepang beberapa ratus tahun yang lalu, motif yang dihasilkan dari teknik shibori seringkali
disamakan dengan tie dye, namun satu hal yang menjadi persamaan antara keduanya adalah pada
teknik pencelupan.
Untuk menghasilkan shibori diperlukan beberapa teknik yang perlu dipelajari yaitu melipat,
melilit, mengikat dan menjahit, selain mempelajari teknik-teknik yang disebutkan tadi hal yang
perlu dipahami adalah tentang bagian ‘dilindungi’ yang artinya adalah bagaimana membuat
suatu bagian kain agar tidak terkena resapan warna dengan cara menggunakan teknik-teknik
yang sudah disebutkan sebelumnya.
Salah satu hal yang membedakan shibori dengan tie-dye adalah pada penggunaan warna bila
kita mengenal tie-dye selalu identik dengan warna-warna yang cerah, sebaliknya shibori justru
hanya menggunakan satu warna yaitu warna biru dan warna ini didapatkan dari tanaman indigo
namun kamu juga bisa mendapatkan warna ini dari bahan sintetis seperti dari wantek yang
banyak dijual di pasaran.
Alat dan Bahan yang Diperlukan
1. Kain putih polos berbahan alami seperti katun, sutra, katun primisima, blaco dan paris
2. Tanaman indigo atau kamu dapat menggantinya dengan pewarna sintetis yang mudah
didapatkan seperti wantek berwarna biru tua.
3. Sarung tangan latex
4. Ember plastik.
5. Garam dan cuka
6. Kompor dan panci
7. Alat untuk mengaduk berukuran besar
8. Jarum, benang, koin dll
9. Pipa atau kayu berbentuk silinder
10. Dua buah balok kayu
11. Sumpit
Setelah mempersiapkan seluruh alat dan bahan yang tertera di atas dan melanjutkan ke tahap
pembuatan alangkah baiknya jika kamu mempelajari enam teknik shibori terlebih dahulu untuk
menentukan motif apa yang kamu ingin hasilkan dan keenam tahap itu meliputi:
1. Kanoko Shibori
Teknik ini umum ditemui di Indonesia karena proses pembuatan jenis ini terbilang cukup
mudah dilakukan kamu tinggal mencubit bagian yang kamu inginkan lalu lilitkan benang di
sekujur bagian kain yang kamu cubit dan hasil dari teknik ini akan berbentuk lingkaran, kamu
bisa juga menambahkan koin di dalam cubitan kain agar lingkaran yang dihasilkan menjadi
presisi.
2. Miura Shibori
Untuk menghasilkan miura shibori dapat dilakukan dengan cara yaitu cara mudah dan sulit
untuk cara mudah kamu dapat melakukannya dengan mengikat karet atau benang pada kain
dengan kuat dan cara yang sulit dapat dilakukan dengan jahitan jelujur yang melintang di kain
yang dikencangkan, keduanya akan menghasilkan motif garis namun cara yang dilakukan
dengan menjahit menghasilkan motif yang lebih berkarakter dibanding dengan cara diikat.
3. Arashi Shibori
Arashi diambil dari bahasa jepang yang berarti badai dan hal itu menggambarkan motif arashi
shibori yang seperti badai dan dapat dihasilkan dengan cara melilitkan kain pada pipa atau bahan
berbentuk silinder lalu rapatkan seluruh bagian kain pada satu sisi pipa dan selanjutnya lilitkan
benang disekujur kain yang telah dirapatkan.
4. Itajime Shibori
Hal yang pertama yang harus dilakukan untuk membuat teknik ini adalah dengan cara melipat
kain secara berulang hingga membentuk sebuah tumpukan berbentuk persegi lalu gunakan dua
buah balok untuk menjepit kain secara melintang dan jang lupa ikat dua sisi kain secara kuat.
5. Kumo Shibori
Untuk menghasilkan kumo shibori kamu perlu memasukan sumpit ke dalam kain sebagai
cetakan lalu lilit sumpit tersebut dengan benang secara rapat dari atas ke bawah dan panjang
lilitan ini yang kamu buat akan menentukan seberapa besar ukuran motif yang akan dihasilkan,
jika sudah terikat kamu bisa melepaskan sumpit dari kain.
6. Nui Shibori
Teknik ini adalah teknik yang paling sulit dari ke enam teknik yang ada karena ditentukan
dengan kemahiran menjahit namun pola yang dihasilkan dapat dibentuk sedemikian rupa dengan
cara menjahit bentuk yang kita inginkan pada kain.
Setelah mempelajari enam teknik yang sudah disebutkan dan memilih teknik mana yang akan
kamu pilih selanjutnya kamu dapat langsung melakukan praktek.
Cara Pembuatan
1. Pastikan kain dalam keadaan bersih
2. Rebus air pada panci hingga mendidih
3. Pindahkan air yang mendidih ke dalam ember dan campur dengan tanaman indigo atau
wantek lalu tambahkan dua sendok garam dan cuka satu sendok sebagai penguat warna
4. celupkan kain yang sudah dibentuk dengan salah satu teknik shibori ke dalam ember lalu
aduk selama 30 menit (lakukan beberapa kali untuk mendapatkan warna maksimal)
5. Setelah proses pewarnaan selesai angkat kain lalu bilas dengan air dingin sampai tidak ada
lagi sisa warna yang menetes.
6. Lepas ikatan kain lalu jemur di bawah terik matahari
7. Kain shibori kamu sudah bisa dipakai.
Dalam penggunaanya kain shibori bisa dipakai dalam berbagai kegiatan baik itu formal maupun
informal dan dapat pula dikreasikan menjadi berbagai produk fashion berikut inspirasi gaya yang
bisa kamu tiru.
Outfit Shibori
Cardigan
Kain Shibori bisa kamu jadikan cardigan yang bisa kamu pakai untuk acara formal maupun
informal sebagai outter yang bisa menambah kesan elegan santai pada outfit kamu.
via Pinterest
Jumpsuit
Shibori bisa juga dijadikan jumpsuit yang bisa kamu gunakan untuk acara informal yang nyaman
dan bisa juga dipadukan dengan setelan lain.
via Pinterest
Scarf
Selain untuk pelindung dari udara dingin scarf bisa juga digunakan sebagai aksen tambahan
untuk setelanmu dan scarf shibori cocok digunakan pada setelan apapun.
via Pinterest
Bagaimana apakah kamu tertarik untuk mencobanya? selain bisa kamu buat sendiri dirumah
sebagai pakaian pribadi kamu juga bisa menjadikan shibori sebagai bisnis fashion yang
menguntungkan lho.