Petunjuk Arah (pengetahuian) Dinda: Pagi, eh Wi udah punya buku cerita untuk tugas minggu depan belum? Dewi: Sudah, saya beli buku cerita di toko buku “Amanah”. Buku ceritanya bagus-bagus. Dinda: Kok saya baru dengar ya toko buku “Amanah”. Dimana letak toko buku itu Wi? Dewi: Dari sepengetahuan saya, toko buku “Amanah”itu masih baru. Tokonya baru buka bulan lalu jadi ini masih banyak diskon. Dinda: wah asyik nih. Dimana letaknya Wi? Dewi: Dekat dari sekolah kita kok, Jadi, kamu hanya perlu lurus dari gerbang sekolah sampai ada perempatan, lalu ambil kiri. Ikuti jalannya dan tokonya bakal ada di sebelah kiri kamu, tepat di depannya Apotik “Sehat Ceria”. Dinda: Baik, akan saya usahakan untuk mengingatnya. Terima kasih ya Dewi. Dewi: Iya, Sama-sama.
Memasak telur (ketrampilan) Dewi: Dinda, Aku dengar dari Siti kalau kamu sudah bisa memasak telur Benarkah? Dinda: hehe… Itu benar. Saya pikir belajar memasak bisa berguna untukku. Dewi: Kau telah mempelajari apa saja sejauh ini? Dinda: Aku sudah membuat beberapa lauk berbasis telur ayam. Scramble egg, telur mata sapi, telur dadar, goreng tahu dan tempe. Dewi : Itu terdengar lezat! Kamu belajar sendiri dari youtube atau belajar sama ibu kamu? Dinda: Ibu memberiku satu buku penuh resep, sebenarnya. Tapi aku baru belajar itu tadi, lauk berbasis telur dan tahu tempe. Dewi : Itu sudah sangat bagus banget. Aku belum bisa masak apapun, baru bisa merebus air. Hehe. Dinda: Tidak apa, yang penting mau belajar nanti pasti bisa. Dewi : Cara masak telur dadar gimana? Dinda : Telur dadar padang ya. bahan yang kamu butuhkan adalah 7 buah cabe merah, 3 butir bawang merah, 2 siung bawang putih. Kemudian cara memasak Campur semua bahan, aduk rata, setelah itu, panaskan minyak dengan api besar hingga benar-benar panas di dalam wajan, Kemudian, masukan adonan telur, kecilkan api kompor, dan biarkan masak., kalua sudah, balik telur saat sudah setengah matang dan bagian bawah telur telah kokoh bila dibalik. Masak hingga matang sempurna. Sudah deh, Angkat.Siap disajikan. Dewi : Cuma begitu ya.? Dinda: Iya. Coba aja dulu. Pasti berhasil karena ini ressep gampang Dewi : Terimakasih ya, sudah berbagi ressep. Dinda : Sama-sama. Senang bisa berbagi ilmu memasak
Rambu lalu lintas/ traffic light (pengetahuan) Dinda: Sudah siap Wi? Dewi : Siap dong, kan mau jalan-jalan keliling kota. Seneng banget lho aku kan baru pertama kali, sekali-kali liat gedung-gedung gitu ngga kebun karet terus. Dinda : hehe… okay-okay kita naik bus aja ya Wi. Dewi : Ya ndak papa naik bus aja, biar lega keliling kotanya. Dinda : Yup, itu busnya yuk naik. Dewi : Enak juga ya naik bus gini sambil lihat-lihat kota, eh.. kok berhenti busnya. Dinda : Iya, kan ada lampu merah didepan Wi. Dewi : Terus jalan lagi kapan? Dinda : Nanti kalo lampunya sudah berganti hijau. Dewi : Ada berapa lampu sih Din dijalan kota tuh? Dinda : Ini tuh namanya lampu lalu lintas Wi atau traffic light, nah traffic light ini tuh ada tiga warna. Warna merah itu menandakan berhenti jadi kendaraan jika lampu lalu lintas sudah berganti merah tandanya mereka harus berhenti dulu, kemudian ditengahnya ada lampu warna kuning jadi lampu warna kuning ini menandakan siap-siap atau berhati-hati karena setelahnya lampu lalu lintas akan berwarna hijau yang tandanya para pengendara kendaraan harus berjalan kembali sesuai dengan tujuan mereka masing-masing. Dewi : Terus lampu lalu litas atau traffic light itu tuh letaknya dimana aja. Dinda : Lampu lalu linta atau traffic light itu biasanya bisa ditemui dierempatan jalan atau persimpangan jalan untuk mengatur lalu lintas dan menjadikan pengendara tertib berkendara, dan menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan. Dewi : Begitu ya Din, keren juga ya. Seneng aku selain jalan-jalan gini aku juga nambah pengetahuan. Dinda : Aku juga ikut seneng Wi, jadi nambah deh ilmunya. Dewi : Iya, maksih ya Din sudah mau menemani dan menjelaskan hal-hal yang belum aku tahu di Kota. Dinda : Sama-sama Dewi.
Mencuci piring (Keterampilan) Dewi : Din, kamu tadi bentu-bantu di rumah dudlu ya makanya berangkatmu rada siangan? Dinda : Iya nih Wi, biasa ngerjain kerjaan rumah dulu. Dewi : Kenapa ngga nanti pulang sekolah aja Din, kan waktunya lebih longgar. Dinda : Kalo nunggu pulang sekolah kerjaan rumahnya udah beda lagi Wi, selagi ngga sampai ada kemungkinan aku telat aku bakal ngerjain kerjaan rumah dulu. Dewi : Kalo pagi tuh kerjaan rumahmu apa sih Din? Dinda : Aku cuci piring dulu sih, itu hal yang paling sering aku lakuin. Dewi : Cuci piring mu gimana sih Din, aku pernah cuci piring tapi piringnya masih amis gitu. Dinda : Kalau aku tuh pakai sabun cuci piring yang ada kandungan jeruk nipisnya, nah sebelum piringnya dicuci tuh aku rendam dulu biar lebih mudah nanti cucinya. Nah habis itu aku tuangin sabun cuci piringnya ke spons kemudian aku peres sampai ada busanya, kalau udah seperti itu aku aplikasikan ke piring, aku gosok sampai bersih kemudian aku bilas deh pakai air mengalir. Dijamin ngga bakal bau amis lagi. Dewi : owh… begitu ya caranya, makasih ya Din. Dinda : Iya sama-sama Dewi.
Asal mula sukoharjo (pengetahuan) Dinda : Wi tau ngga, hari ini tuh hari jadi kota Sukoharjo loh. Dewi : Wah aku baru tau Din, kalau hari ini tuh hari jadi kota Sukoharjo. Dinda : Iya hari ini tuh tepat ke-77 tahun kota Sukoharjo berdiri. Dewi : Kamu tau ngga sih artinya Sukoharjo? Dinda : Sukoharjo itu berasal dari kata “Sukoraharjo” yang artinya tanah yang memberikan kesejahteraan. Dewi : Aku ngga nyangka ternyata artinya sebaik itu. Dinda : Selain memiliki arti yang sebaik itu, Sukoharjo juga memiliki sejarah yang luar biasa bisa kita ambil pelajaran baiknya loh. Dewi : Sejarahnya gimana sih Din, aku mau tau dong. Dinda : Singkatnya tuh dulu waktu pemerintahan Sri Susuhunan Paku Buwono II diberi nasehat oleh sesepuh Keraton untuk memindahkan Keraton karena dianggap sudah tercemar dengan darah kaum pemberontak. Nah atas nasehat itu Sri Susuhunan Paku Buwono II berdiskusi nih dengan para penasehat kerajaan. Kemudian setelah berunding dan setuju mencari wilayah baru untuk mendirikan Keraton, para penasehat kerajaan ini membentuk sebuah tim untuk mencari tanah yang cocok untuk mendirikan Kraton. Dewi : Berarti dulunya kota Sukoharjo merupakan tempat untuk dijadikan Keraton begitu? Dinda : Ngga dong yang dijadikan Keraton tuh tepatnya diseberang Bengawan Solo. Karena dianggap tanah di Sukoharjo ini tanah yang baik oleh Tumenggung Honggowongso yang sebelumnya tidak jadi dipilih untuk didirikan Keraton tetapi beliau meyakini bahwasanya tanah itu sebagai “bumi Sukoraharja” yaitu bumi yang akan memberikan kesejahteraan. Dewi : Jadi begitu ya, semoga kota kita ini kota yang terus mebawa kesejahteraan bagi penduduknya ya. Dinda : Iya betul sekali sesuai dengan nama yang diberikan, semoga menjadi kesejahteraan bagi semuanya. Dewi : Makasih ya, aku jadi tau sejarah singkat dan arti dari kota kita ini. Dinda : Iya sama-sama.
Empati jika ada teman atau orang lain yang terkena musibah (keterampilan) Dewi : Kemarin aku dengar kamu ikut aksi relawan ya Din? Dinda : Iya kemarin aku ikut relawan penyaluran bantuan air bersih. Dewi : Memangnya ada ya relawan seperti itu? Dinda : Ada dong, relawan kan memiliki tujuan untuk membatu sesame yang membutuhkan pertolongan. Dewi : Kalau mau ikut seperti itu tuh gimana sih Din, aku juga mau. Dinda : Pertama-tama kamu punya niat kuat untuk membantu sesame dulu Wi. Dewi : Niat ku udah kuat koh Din, aku merasa kasihan sama orang-orang yang kekurangan air, apalagi harus membeli, pasti mahal harganya perliter. Dinda : Kalo niat kita udah kuat, kita bisa ikut lembaga atau organisasi-organisasi yang dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan. Nah setelah kita ikut lembaga tersebut kita bisa ikut aktif dalam berkegiatan, seperti penyaluran bantuan air bersih. Dewi : Apa kegiatannya hanya itu saja? Dinda : Ngga Cuma itu kok Wi, kita bisa ikut akif juga dalam penyaluran bantuan sosial, atau kita juga dapat menyisihkan sebagian dari uang kita untuk pembangunan sumur diwilayah kurang air atau pembangunan tempat beribadah. Dewi : Banyak juga ya Din kegiatan sosialnya, aku ikut kamu aja deh. Dinda : Boleh-boleh makin banyak yang membantu makin banyak keringanan yang orang lain dapatkan, makasih ya Wi sudah mau ikut. Dewi : Aku yang makasih harusnya sudah diberitahu informasi seperti itu. Dinda : Sama-sama Dewi.