The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

TUGAS BIOLOGI PERIKANAN | MENGENAL DAUR HIDUP KAKAP PUTIH (LATES CARCARIFER)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Anggi Puspita, 2023-10-05 05:56:46

DAUR HIDUP IKAN KAKAP PUTIH

TUGAS BIOLOGI PERIKANAN | MENGENAL DAUR HIDUP KAKAP PUTIH (LATES CARCARIFER)

MENGENAL DAUR HIDUP IKAN KAKAP PUTIH (LATES CARCARIFER)


Salsabela Indah Setyowati (220351100049) Ana Habibah (220351100039) Rizan Halim Alwadiansyah (220351100011) Firman Hidayat (220351100027) Maulana Habib Putra A (220351100007) Habir (200351100057) Anggota Kelompok


Ikan kakap putih (Lates calcarifer) menjadi ikan laut yang dapat disebut sebagai giant sea pech. Ikan kakap putih termasuk salah satu komoditas utama perikanan yang memiliki banyak peminat di luar negeri. . Ikan kakap putih memiliki karakteristik mudah dibudidayakan karena pertumbuhannya relatif cepat dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik dengan lingkungan. Namun, dalam proses budidayanya, benih ikan kakap putih memiliki daya rentan yang rendah terhadap penyakit yang disebabkan oleh kondisi lingkungan budidaya Pendahuluan


Reproduksi dan Siklus Hidup Ikan Kakap putih Berdasarkan kebiasaan ruang hidup (niche), kakap putih bersifat katadromous, artinya dia memijah di air laut dan dewasa di air tawar. Hal ini terjadi karena selama ikan berda di air tawar gonad belum bisa berkembang maksimum. Untuk mecapai perkembangan maksimum, kakap putih mengadakan ruaya ke arah laut (daerah estuaria) dan memijah. DAUR HIDUP


Selanjutnya larva akan tumbuh menjadi dewasa. Selama di lingkungan air tawar, kakap putih mampu tumbuh sepanjang 65 cm dengan berat badan 19,8 kg. Selama ada di air laut, panjang tubuh bisa mencapai 1,7 m bahkan lebih. Kemampuan kakap putih menghasilkan telur (fekunditas) diduga memiliki hubungan positif dengan berat dan panjang ikan kakap putih(L, 2018).


. Proses pembuahan terjadi di luar tubuh (eksternal), dan berlangsung pada saat air laut pasang tinggi diwaktu malam hari (sekitar pukul 18.00–22.00) di awal bulan baru atau bulan penuh Telur kakap bersifat mengapung (planktonik) dengan diameter 0,5 mm. telur akan menetas ± 18 jam kemudian dan larvanya hanyut terbawa arus ke arah estuaria masuk ke batang-batang sungai, danau-danau dan rawa.


Ikan kakap putih, atau dikenal juga sebagai "barramundi" dalam bahasa Inggris, adalah ikan air tawar dan air asin yang ditemukan di berbagai wilayah tropis dan subtropis di seluruh dunia, terutama di perairan Australia, Asia Tenggara, dan Afrika. Saat membahas seksualitas ikan, perlu diperhatikan bahwa sebagian besar ikan memiliki jenis kelamin yang berbeda, yaitu ikan jantan dan ikan betina. Inilah yang disebut sebagai sistem kelamin gonochoristic. SEKSUALITAS


. Ikan akan bereproduksi sebagai upaya untuk melestarikan jenisnya. Adanya kegiatan penangkapan ikan Kakap putih secara terus menerus oleh para nelayan, akan mengakibatkan penurunan populasi ikan tersebut karena ikan yang tertangkap oleh nelayan terdiri dari berbagai ukuran sehingga dapat mempengaruhi kelestarian stok yang terdapat di alam.


induk jantan ikan kakap putih merupakan ikan hemaprodit protandri dimana pada fase ukuran diatas 2kg sudah berubah kelamin menjadi betina. Ketersediaan induk matang gonad dapat meningkatkan ketersediaan benih secara berkelanjutan. Salah satu yang diperlukan yaitu teknologi yang mampu mempercepat kematangan gonad ikan kakap. Menurut Tang dan Affandi (2004). bahwa strategi kematangan gonad dapat dilakukan dengan memanipulasi hormonal(Irawan et al., 2022).


Tingkat kematangan gonad ikan Kakap putih (L. cal- carifer Block) jantan ditentukan melalui pengamatan secara morfologi. Pengamatan morfologi TKG ikan jantan berbeda dengan ikan betina. Menurut Effen- die (1979: 28), bahwa untuk ikan betina yang di- amati adalah bentuk, ukuran, warna, kehalusan, pengisian ovarium dalam rongga tubuh serta uku- ran, kejelasan bentuk dan warna telur dalam ova- rium. Sedangkan untuk ikan jantan yang diamati adalah bentuk, ukuran, warna dan pengisian testis dalam rongga tubuh serta keluar tidaknya cairan dari testis (keadaan segar). TINGKAT KEMATANGAN GONAD


Gonad jantan ikan Kakap putih (L. calcarifer Block) tidak jauh berbeda dengan gonad ikan jantan pada umumnya. Gonad jantan ikan Kakap putih (L.calcarifer Block) seperti benang pada seluruh bagian gonadnya. Gonad jantan tingkat 1 memiliki ukuran sangat kecil, pipih dan berwarna kelabu sehingga perlu ketelitian tinggi untuk dapat melihatnya. Menurut Tang dan Affandi (1999) selama proses reproduksi, sebagian besar hasil metabolisme tertuju pada perkembangan gonad. Umumnya berat gonad pada ikan betina adalah 10-25 % sedangkan pada ikan jantan adalah 5-10%. Faktor umur, ukuran serta faktor lingkungan yang dominan mempengaruhi perkembangan gonadnya seperti suhu dan makanan, selain itu adalah periode cahaya (fotoperiode) dan musim (Scott, 1979). Periode penyinaran yang rendah dan suhu yang tinggi dapat mempercepat pematangan gonad(Dalam et al., 2016).


Pemijahan ikan kakap putih terjadi 2 kali/bulan, yaitu sebelum bulan baru dan setelah bulan purnama. Fekunditas ikan kakap putih dalam pemijahan kelompok berkisar 6,4-43,8 juta/bulan atau 3,5-16,6 juta/periode, di mana frekuensi pemijahan berkisar 2-7 kali/musim atau 5-14 kali/bulan. Hasil pengamatan menunlukkan bahwa jumlah induk yang memijah adalah 3-5 ekor per musim, dengan rataan fekunditas antara 1,2-3,15 juta butir/induk. Ruang- panit (1986) melaporkan hubungan antara fekunditas dengan ukuran ikan dimana fekunditas kakap putih meningkat dengan bertambahnya bobot tubuh. Misalnya pada bobot tubuh (BW) 5,5 kg rata-rata fekunditas adalah 3.1 juta, sedangkan pada BW 8,1 9.1. dan 10,5 kg adalah 3,2,7,2, dan 8,11uta butir Selanjutnya Moore (dalam Opnai & Tenakanai, 1986) mendapatkan fekunditas ikan kakap putih di Papua New Guinea antara 2.3-32,2 juta pada induk berukuran 7,7-20.8 kg.


Hardjamulia (1988) menyatakan bahwa fekun- ditas yang dihasilkan induk sangat dipengaruhi oleh jumlah dan mutu makanan dan sedikit sekali pengaruh dari faktor genetis selain jumlah dan mutu makanan. Fekunditas kecil juga dapat disebabkan oleh kadar oksigen rendah, padat penebaran tinggi dan induk dalam keadaan stres. Berdasarkan hasil pengamatan terlihat adanya pengaruh jumlah dan mutu makanan terhadap musim dan frekuensr pemilahan serta fekunditas dan kualitas telur ikan kakap putih pada pengamatan tahun 1990 yang menggunakan telur ekor induk (lima betina dua jantan), pemijahan hanya terjadi dalam satu musim (19-22 Maret). Saat itu induk diberi pakan ikan tembang. Selain itu fekunditas yang dihasilkan juga relatif sedikit (3 juta/musim), derajat pembuahan dan penetasan masing-masing kurang dari 50% dan 30% (Mayunar 1995). Selanjutnya pada pengamatan Juli 1992 sampai Maret 1993, induk diberi pakan cam- puran antara ikan tembang dan cumi-cumi dengan perbandingan 1.1, ternyata dapat meningkatkan musim dan frekuensi pemilahan serta fekunditas dan mutu telur yang dihasilkan(Adnan et al., 2019). 1.7 Manfaat


Pembagian tupoksi 1. Salsabela Indah S (Morfologi) 2. Ana Habibah (Pendahuluan) 3.(habir (Daur Hidup) 4. Rizan Halim Alwadiansyah (Habitat) 5. Firman Hidayat (TKG & Fekunditas) 6. Maulana Habib (Pembuatan Anyflip)


Click to View FlipBook Version