POLITEKNIK NEGRI BALIKPAPAN
MAKALAH
DEKORASI MAKANAN
Erlinda Rayhana Arsya
6/5/2021
MAKALAH DEKORASI MAKANAN
Dosen pengampu : Farida,M.pd
Mata kuliah : dekorasi makanan
Nama : Erlinda Rayhana Arsya (942020068)
Kelas : 1TB3
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karna dengan Rahmat dan
karunia serta Taufik dan Hidayah-nya kami dapat menyelesaikan makalah ujian tengah semester
dekorasi makanan ini dengan baik, meskipun banyak kekurangan di dalamnya. Dan juga kami
berterimakasih pada Ibu Farida,M.pd. Selaku Dosen mata kuliah Dekorasi Makanan yang telah
memberikan tugas makalah ini kepada kami.
Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam ragka menambah wawasan dan
pengetahuan. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu kami berharap adanya kritik saran dan
usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat di masa yang akan datang. Mengingat tidak
ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat di fahami bagi siapapun yang membacanya.
Sekiranya laporan yang telah di susun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang
membacanya, Sebelumnya kami mohon ma’af apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................................................... 3
DAFTAR ISI................................................................................................................................... 4
A. PEMBAHASAN .................................................................................................................. 5
1. Jelaskan yang dimaksud dengan dekorasi makanan dan berikan contoh! .............................. 5
2. Tujuan dan penerapan unsur dasar dekorasi makanan............................................................ 5
3. Ada 4 macam dekorasi makanan berdasarkan gaya penyajian, sebutkan dan jelaskan! ........ 6
4. Sebutkan dan jelaskan bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan garnish ................ 6
5. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis peralatan yang digunakan pada pembuatan garnish ......... 7
6. Jelaskan pengertian dan fungsi garnish/hiasan ....................................................................... 9
7. Jelaskan prinsip-prinsip garnish (hiasan) ............................................................................. 10
8. Sebutkan dan jelaskan bahan pewarna alami dan bahan bahan pewarna buatan yang
digunakan dalam dekorasi makanan ......................................................................................... 10
9. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis lipatan daun..................................................................... 13
10. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis lipatan janur .................................................................. 17
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 19
A. PEMBAHASAN
1. Jelaskan yang dimaksud dengan dekorasi makanan dan berikan contoh!
Dekorasi Makanan adalah Perpaduan antara keindahan, kreatifitas, sens (selera), taste (cita
rasa), Emosional (perasaan), dan keterampilan dalam mengolah, menata dan menampilkan
makanan sebagai suatu hasil karya seni yang secara fisik, mental, emosional dapat dinikmati oleh
orang lain.
Pengertian seni kuliner/dekorasi makanan diatas, memiliki makna yaitu perpaduan yang baik
dan sempurna antar bentuk, bahan dan warna garnis yang digunakan yang kemudian disesuaikan
dengan bentuk, warna dan jenis hidangan, sehingga menimbulkan keindahan yang berasal dari
kreativitasan seorang chef atau koki yang memiliki selera, cita rasa, perasaan, dan keterampilan
dalam mengolah, menata dan menampilkan hidangan sehingga dapat menimbulkan perasaan
ingin mencoba hidangan hidangan tersebut pada orang yang melihatnya.
2. Tujuan dan penerapan unsur dasar dekorasi makanan
• Memperoleh penampilan yang indah, khususnya unik sehingga menimbulkan perasaan
kagum senang dan memuaskan.
• Mengembangkan kreativitas
• Membangkitkan selera makan
• Memperolah rasa yang lezat, aroma yang sedap, warna yang menarik, perpaduan warna
yang serasi, segar dan bergizi
• Mengembangkan wawasan dibidang boga
• Memperluas pergaulan.
3. Ada 4 macam dekorasi makanan berdasarkan gaya penyajian, sebutkan dan jelaskan!
1. Dekorasi naturalis : benar-benar menggunakan elemen dan properti yang sebenarnya, baik
elemen hidup maupun buatan.
2. Dekorasi dekoratif : mengunakan elemen dekorasi berupa bentuk-bentuk dekoratif dari
permainan dan komposisi warna, bentuk, dan garis Seni Kerajinan dan Pariwisata
3. Dekorasi simbolik : dekorasi yang menggunakan simbol dan hanya menampilkan elemen yang
mewakilibentuk tertentu.
4. Dekorasi abstrak : dekorasi yang tidak menggambarkan sesuatu sebagai bentuk yang nyatadan
lebih banyak menggunakan permainan cahaya, misalnya ice carving menggunakan permaina
cahaya yang polos.
4. Sebutkan dan jelaskan bahan apa saja yang digunakan dalam pembuatan garnish
• Bahan-bahan dalam pembuatan hiasan (GARNISH)
Sayuran dan buah adalah sumber pangan yang kaya akan vitamin dan mineral yang
diperlukan oleh tubuh manusia. Buah dan sayuran selain diolah menjadi masakan yang lezat dan
mempunyai cita rasa yang tinggi, dapat dikreasikan menjadi berbagai bentuk hiasan dengan
tampilan dan tatanan yang menarik.
Bahan-bahan yang digunakan untuk hiasan sebaiknya bahan-bahan yang dapat di konsumsi
dan alami. Bahan-bahan yang digunakan dapat dimakan contohnya sayuran-sayuran dan buah-
buahan.
a.Sayuran segar, misalnya:
1.Tomat (tomato) 11. Cabai hijau (greenchilli)
2.Wortel (carrot) 12. Radish
3.Mentimun (cucumber) 13. Selada (lettuce)
4.Labu kuning (pumpkin)
5.Paprika (pimento/pepper) 14. Bawang merah(shallot)
6.Kentang (Potato) 15. Sawi hijau (caisin)
16. Sawi Putih(chinese cabbage)
7.Cabai merah (red chilli) 17. Labu siam
8.Pok coy 18. Terung (eggplant)
9.Jeruk nipis (lime) 19. Labu air
10.Lobak (turnip)
b. Buah-buahan, misalnya :
1. Apel 10. Jambu batu
2. Anggur 11. Mangga
3. Ceri 12. Pepaya mentah/ mateng
4. Jeruk 13. Belimbing
5. Stawberry 14. Ceremai
6. Buah zaitun
7. Melon
8. Semangka
9. Jambu air
c.Daun- daunan, misalnya
1.Parsley 9. Selasih
2.Kemangi 10. Pakis
3.Selada air 11. Sawi
4.Daun bawang 12. Kucai
5.Basil
6.Daun mint
7.Dill
8.Loncang
d.Bahan-bahan lainnya :
1.Roti tawar
2.Telur rebus
3.Jelly
4.Abon
5.Krim
6.Butter cream
7.Produk bakery dan pastry
8.Aneka saus
5. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis peralatan yang digunakan pada pembuatan garnish
Seni ukir tidak terlepas dari alat yang digunakan. Pisau yang tajam adalah kunci utama yang
perlu disiapkan bagi seseorang yang mengukir, disamping alat penunjang lainnya termasuk alat
bantu lainnya.
1. Alat Utama
Banyak bentuk dan ukuran pisau dapat digunakan, namun peralan yang minimal harus
disiapkan seperti:
1) Pisau ukuran sedang untuk memotong/ mengupas / membelah
2) Pisau ukuran kecil, tajam dan runcing untuk mengukir
3) Pisau kecil yang melengkung.
Peralatan membuat hiasan
Macam-macam pisau :
1. Carving knife (pisau ukir) untuk mengukir.
2. Pisau dapur untuk mengupas, memotong, dan mengiris bahan-bahan hiasan
3. Small vegetable knife (pisau kecil). Pisau ini memiliki fungsi ganda, yakni untuk
mengukir maupun mengerat, memotong dan mengiris bahan yang berukuran kecil. Pisau ini
harus memiliki ujung mata pisau yang runcing agar dapat digunakan untuk mengukir bahan
hiasan yang berukuran kecil.
4. Filleting knife (pisau sayat). Untuk menyayat atau menipiskan bahan-bahan yang
digunakan untuk hiasan
5. Pisau lipat, dapat digunakan sebagai pengganti pisau kecil asalkan ujung mata pisaunya
runcing
6. Gunting besar. Ada 2 macam bentuk gunting, yaitu gunting dengan mata gunting polos
dan mata gunting bergerigi. Gunting besar biasanya digunakan untuk membuat alas tempat
hidangan
7. Gunting kecil, digunakan untuk membuat hiasan dari bahan sayuran dengan bentuk
tertentu, misalnya bentuk bunga sepatu dari bahan cabe merah
8. Ketam sayuran ( vegetable slicer ) yakni pisau yang digunakan untuk membuat irisan
tipis dengan ketebalan seragam.
9. mul (scooper/apple coner). mul terdiri atas bagian yang cekung dan berbentuk setengah
bulat atau setengah oval. Gunakan untuk mencungkil bahan sambil ditekan dan diputar
sehingga diperoleh bentuk bulat seperti gundu atau oval seperti telur. Buah berdaging tebal
dapat dibentuk dengan alat, misalnya apel, pepaya, dan semangka
2. Peralatan-peralatan pembantu
1) Piping bag untuk membuat hiasan dari bahan yang agak lembek
2) Spatula kayu atau stainless steel atau karet untuk mengaduk atau mencampur makanan.
3) Tusuk sate/tusuk gigi untuk menempelkan bahan satu dengan yang lainya.
4) Vegetable Peeler, alat yang digunakan untuk mengupas sayuran dan buah/mengukir.
5) Vegetable groover untuk membuat lekukan.
6) Pewarna makanan
7) Kuas kecil tusuk gigi
8) Talenan (cutting Board)
9) Bowl (baskom)
6. Jelaskan pengertian dan fungsi garnish/hiasan
Kata “garnish” selain mempunyai pengertian menghias juga memiliki pengertian hiasan.
Pengertian garnish (hiasan) adalah bahan-bahan tambahan yang dibubuhkan pada bahan
makanan pokok, yang di sajikan secara terpisah dan berfungsi sebagai hiasan yang menarik.
Fungsi garnhis dibuat untuk mempercantik tampilan hidangan, sehingga membuatnya
lebih menarik, dapat membangkitkan selera makan seseorang untuk menikmati hidangan, dan
menambah rasa dan aroma yang khas pada hidangan
7. Jelaskan prinsip-prinsip garnish (hiasan)
Apa pun jenis hiasan yang akan digunakan, harus memenuhi prinsi-prinsip berikut.
1. Dapat dimakan (edible)
Bahan yang digunakan untuk hiasan, terutama yang digunakan langsung pada makanan, harus
dapat di makan
2. Cocok (suitable)
Hiasan harus sesuai dengan bahan dan jenis hidangan yang akan di hias.
3. Menarik (atraktif)
Hiasan harus menarik. Warna, tekstur, media, proporsi, alur garis, dan dinamika harus sesuai
agar hiasan mempunyai nilai seni tersendiri,
4. Centerpiece
Hiasan harus betul-betul bisa menjadi pusat perhatian.
5. Tematis
Hiasan harus menunjukan tema dari acara yang diadakan dan mempunyai makna.
8. Sebutkan dan jelaskan bahan pewarna alami dan bahan bahan pewarna buatan yang
digunakan dalam dekorasi makanan
1. Pewarna Alami
Pemberian warna pada makanan, kita dapat menggunakan bahan alami yang tersedia di
alam yang tidak sulit untuk mendapatkannya. Bahan pewarna alami dapat kita jumpai di
lingkungan sekitar kita selain aman untuk dikonsumsi warna yang dihasilkan juga lebih menarik
dan terlihat alami. Beberapa bahan pewarna makanan yang dapat kita gunakan adalah sebagai
berikut;
1) Daun suji (warna hijau)
Daun suji berwarna hijau tua sering dipakai untuk memberi warna pada makanan karena
keindahan bentuk daunnya. Tanaman ini sering kali digunakan sebagai tanaman hias.
2) Daun pandan (hijau)
Daun pandan berwarna hijau dan pinggiran daun terdapat duri, dipakai untuk memberi
warna pada makanan, dan sering digunakan untuk memberi warna pada kue dan roti.
3) Kayu secang (merah)
Secang (Caesalpinia sappan L.) adalah tanaman berkayu yang biasa dimanfaatkan bagian
batangnya. Secang memberi warna merah. Kayu secang dapat diperoleh ditoko yang
menjual jamu tradisional, atau di swalayan.
4) Angkak (merah)
Warna merah pada angkak sangat potensial sebagai pengganti warna merah pada
makanan. Saat ini angkak digunakan pada berbagai produk makanan.
5) Kulit bunga rosella (Hibiscus Sabdariffa L.) (merah)
Kulit bunga rosela dapat memberi warna merah pada makanan. Kulit bunga rosela
diseduh air panas terlebih dahulu sebelum digunakan.
6) Buah bit (ungu)
Buah bit dapat memberi warna ungu pada makanan. Buah bit dapat di blender atau dapat
juga dengan cara direbus untuk mengambil airnya.
7) Wortel (orange)
Wortel dapat memberi warna orange pada makanan. Wortel dapat diblender dan airnya
diperas atau ampasnya juga dapat digunakan.
8) Bunga telang (Biru)
Bunga telang banyak tumbuh di Asia dengan warna biru keunguan dapat digunakan
sebagai pewarna alami biru keunguan pada makanan yang akan diolah.
9) Kunyit (kuning)
Untuk menghasilkan warna kuning kunyit dapat diparut sampai halus, kemudian diperas
atau dicampurkan langsung ke dalam bahan makanan.
10) Abu merang dan tinta cumi (hitam)
Abu merang dan tinta cumi dapat memberikan warna hitam pada makanan. Abu merang
dibuat dari merang yang dibakar, lalu diayak untuk kemudian dicampur dengan bahan
makanan yang akan diolah. Tinta cumi dapat digunakan untuk memberi warna hitam
pada makanan.
2. Pewarna Buatan
Pewarna buatan banyak kita jumpai dengan mudah di mana-mana, dijual di warung,
toko, atau pun swalayan namun tidak semua pewarna buatan aman untuk dikonsumsi. Perlu
ketelitian saat membeli bahan pewarna buatan yang akan di jadikan sebagai bahan pewarna
makanan, sebab banyak pewarna makanan yang dilarang di jual bebas.
Berikut adalah beberapa jenis pewarna buatan yang populer dan efek samping yang ditimbulkan.
1) Tartrazine adalah pewarna kuning yang banyak digunakan dalam makanan dan obat-
obatan. Selain berpotensi meningkatkan hiperaktivitas anak, 1-10 dari sepuluh ribu orang,
tartrazine efek samping langsung seperti urtikaria (ruam kulit), rinitis (hidung meler),
asma, purpura (kulit lebam), anafilaksis sistemik (shock). Intoleransi ini tampaknya lebih
umum pada penderita asma atau orang yang sensitif terhadap aspirin.
2) Sunset Yellow (E110, Orange Yellow S atau Yellow 6)
Sunset Yellow adalah pewrna yang dapat ditemukan dalam makanan seperti jus sirsak,
es krim, ikan kalengan, keju, jeli, minuman soda, banyak obat-obatan. Untuk sekelompok
kecil individu, konsumsi pewarna adiptif ini dapat menimbulkan urtikaria, rinitis, alergi,
hiperaktivitas, sakit perut, mual dan muntah.
3) Ponceau 4R (E124 atau SX Purple)
Ponceau 4R adalah pewarna merah hati yang digunakan dalam berbagai produk,
termasuk selai, kue, agar-agar, dan minuman ringan. Selain berpotensi memicu
hiperaktivitas pada anak, Ponceau 4R dianggap karsinogenik (penyebab kanker) di
beberapa negara termasuk Amerika Serikat, Norwegia, dan Finlandia. US Food and Drug
Administration (FDA) sejak tahun 2000 telah menyita permen dan makanan buatan
China yang mengandung Ponceau 4R. Pewarna aditif ini juga dapat meningkatkan
serapan aluminium sehingga melebihi batas toleransi.
4) Allura Red (E129)
Allura Red adalah pewarna sintetis merah jingga yang banyak digunakan pada permen
dan minuman. Allura Red sudah dilarang di banyak negara lain, termasuk Belgia,
Prancis, Swedia, Austria, dan Norwegia.
5) Quinoline Yellow (E104)
Pewarna makanan kuning ini digunakan dalam produk seperti pembuatan mie serta
makanan dan minuman. Zat ini sudah dilarang di banyak negara termasuk Australia,
Amerika, Jepang, dan Norwegia karena dianggap meningkatkan resiko hiperaktivitas
serta serangan asma
9. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis lipatan daun
Daun merupkan salah satu bahan yang baik untuk dibuat dekorasi dan bentuk kemasan
hidangan. Masyarakat Indonesia pada umumnya telah mengenal dan terbiasa mengunakannya.
Beberapa jenis daun telah banyak digunakan sebagai barang kerajinan dekorasi maupun kemasan
antara lain daun pandan, lontar, kelapa, jati, aren, pisang, dan talas.
Wadah hidang dari daun
a. Pincuk
pincuk adalah wadah dari daun pisang yang dilipat menjadi segitiga seperti
kerucut dengan disemat lidi dibagian ujung. Biasanya digunakan untuk hidangan
seperti, pecel.
b. Sudi
Sudi adalah wadah dari duan pisang yang berbentuk lingkaran dengan ujung
segitiga lancip di bagian tengahnya. Biasanya digunkan untuk lauk kering, kue,
jajan pasar, seperti klepon, dll.
c. Takir
Takir adalah wadah yang terbuat dari daun pisang dan dilipat berbentuk persegi panjang
hingga menyerupai mankok kotak persegi panjang, dikedua ujung lipatan disematkan lidi
agar lebih kuat. Biasanya digunakan sebagai hidangan yang berkuah atau basah seperti,
jenang sumsum, bubur, kue talam, dll.
d. Sumpil
Sumpil adalah pembungkus makanan dari daun pisang berbentuk segitiga dan
disemat lidi supaya tidak mudah lepas. Hidangan yang biasanya dibungkus
menggunakan lipatan sumpil adalah kue lapis.
e. Tum
Tum adalah bungkusan dari daun pisang dengan melipat kedua ujung daun pisang yang
berbentuk persegi ke atas dan disemat lidi pada bagian tengah atas. Biasanya digunakan
untuk membungkus hidangan berkuah atau basah seperti, aneka botok.
f. Tempelang
Tempelang adalah pembungkus makanan yang dibuat dari daun pisang dengan melipat-
lipat daun tanpa menyematkan lidi. Biasanya digunakan untuk
membungkus nasi namun juga bisa digunakan untuk membungkus aneka kue
seperti, naga sari, dll.
g. Pasung
Pasung adalah cara membungkus makanan dengan mengulung daun pisang
menjadi kerucut, selain daun pisang pasung juga dapat menggunakan daun kelapa.
Biasanya bungkusan ini diisi dengan adonan tepung beras, santan, dan gula merah
sehingga menjadi kue pasung.
h. Pinjung
Pinjung adalah pembungkus makanan dari daun pisang yang dibentuk kerucut lalu sisa
daunnya diselipkan sebagai penutupnya. Biasanya digunakan untuk hidangan seperti
botok, meniran, dll.
i. Lontong
Lontong adalah bungkusan daun pisang yang digulung terlebih dahulu dan
disemat disalah satu ujungnya kemudian dimasukkan bahannya dipadatkan lalu disemat
ujung lainnya lagi.
j. Lemper
Lemper adalah bungkusan daun pisang yang mirpi lontong tetapi berbeda cara
membungkusnya. Lemper diletakkan disalah satu sisi daun pisang lalu digulung ke arah
tengah kemudian dipadatkan dan disemat dengan lidi. Selai digunakan untuk
membungkus lemper bungkusan ini dapat digunakan untuk membungkus arem-arem.
Bentuk-Bentuk Lipatan Daun
1. Sirip ikan / Sisik Ikan
a. Ambil selembar daun pisang ukuran 15 x 4 cm atau sesuai keperluan
b. Lalu lipat menjadi setengah bagian
c. Gulung sisi kanan dua kali hingga ujungnya sampai ditengah daun
d. Lipatan sisi kiri dan kanan harus bertemu ditengah
e. Lakukan hal yang sama dengan sisi kiri
f. Kemudian sematkan pada bagian bawah dengan lidi atau stepler dan gunting
bagian bawahnya hingga rapi
2. Kuku garuda
a. Ambil satu lembar daun pisang ukuran minknal 12 x 5 cm
b. Lipat seperti lipatan sirip ikan. Kemudian tekuk sisi kanan ke tengah dan tekuk
sisi kiri ketengah
c. Kemudian sematkan pada bagian bawah dengan lidi atau stepler dan gunting
bagian bawahnya hingga rapi
3. Kuku garuda isi
a. Ambil satu lembar daun pisang ukuran 15x3 cm.Sisi yang keras atau bagian
dekat pelepah dilipat kesisi yang lemas hingga membentuk segitiga
b. Gulung lembaran atas hingga tepat di tengah
c. Lipat sisi kanan ketengah dan lipat sisi kiri ke tengah
d. Kemudian sematkan pada bagian bawah dengan lidi atau stepler dan gunting
bagian bawahnya hingga rapi
4. Mawar
a. Ambil selembar daun pisang ukuran minimal 8 x 5 cm atau sesuaikan besar kecilnya
dengan tempat yang akan digunakan
b. Kemudian lipat sisi kanan ke bagian tengah demikian juga sisi kiri
c. Lipat sisi kanan menutupi sisi kiri
d. Lipat lagi bagian sisi sehingga membentuk lekukan-lekukan
e. Susun tiga atau empat lipatan daun kemudian sematkan dan rapikan
5. Kuku putri atau kuku jari
a. Ambil lembar daun pisang dengan ukuran minimal 20 x 7 cm atau sesuai
dengan kebutuhan
b. Letakkan daun dalam posisi horizontal, bagian lembut disebelah kanan
c. Ambil titik tengah tetapi tidak dilipat
d. Gulung daun dari kanan dengan tangan kanan hingga habis
e. Kemudian sematkan pada bagian bawah dengan lidi atau stepler dan gunting bagian
bawahnya hingga rapi
6. Kelopak Teratai
a. Potong selembar daun dengan ukuran 8 x 18 cm
b. Lipat 1/3 bagian daun ke arah tengah dimulai dari sebelah kanan kemudian kiri
sehingga membentuk satu segitiga sama kaki
c. Balik ke arah depan dengan garis daun yang mendatar / horisontal terletak di sebelah
depan
d. Tekuk bagian tengah daun yang sudah berbentuk segitiga itu ke arah depan,
kedalaman tekukan ±1 cm sehingga membentuk seperti takir
e. Lipat bagian kiri daun dengan permukaan menghadap ke arah depan dimulai dari
sebelah kiri daun
f. Lakukan hal yang sama pada bagian sebelah kanan
g. Terbentuk kelopak bunga teratai
10. Sebutkan dan jelaskan jenis-jenis lipatan janur
1. Ketupat
Ketupat merupakan lipatan dari dua helai janur yang telah dipisahkan dari lidinya, dianyam
sedemikian rupa menjadi suatu bentuk anyaman bersudut empat yang biasanya diisi beras
sebagai makanan pengganti nasi. Ketupat dapat dibuat berbagai ukuran sesuai dengan
keinginan. Teknik Melipat :
1. Ambilah 2 helai janur dan lingkarkanlah 3 di jari-jari tangan kanan dan kiri dengan
arah yang berlawanan.
2. Masukkan janur ditangan kanan, secara bergantian dengan teknik anyam. 3. Tangan
kiri memegang erat agar tidak terlepas.
3.Tariklah pelan-pelan ujung janurnya di antara jari-jari sebagai penopang agar terbentuk
anyaman.
4.Anyamlah kedua pangkal janur secara bergantian hingga bentuk ketupat kelihatan jelas.
5. Tariklah pangkal dan ujung janur untuk mempererat anyaman
2. Clorot
Clorot Merupakan janur yang berbentuk kerucut, dibuat dari janur yang telah dihilangkan
lidinya. Digunakan sebagai penutup makanan. Cara merangkainya:
1. Lipatlah daun janur yang telah dibersihkan dari lidinya.
2. Buatlah segitiga.
3. Lilitkan secara berurutan.
4. Selesaikan lilitan sampai kepangkal janur.
3. Lepet ketan
Lepet merupakan janur yang diakhir penyelesainnya diikat oleh tali, dibuat dari janur yang
telah di hilangkan lidinya. Digunakan sebagai penutup makanan. Cara merangkainya :
1. Lipat janur dari bawah hingga atas, sisakan ujung janur agar memudahkan saat
mengagkat janur yang telah di kukus
2. Buka bagian tengah dari lipatannya,
3. Isi dengan beras ketan,
4. lalu rapatkan janur,
5.ikat mengeliling dengan tali rapia/dengan janurnya,
6. Kukus janur yan berisi ketan hingga matang.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.academia.edu/42685284/MAKALAH_SENI_KULINER_LIPATAN_DAUN
https://docplayer.info/72999824-Pengenalan-dekorasi-makanan.html