The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Vero Vi, 2023-02-07 01:46:42

Lembaga Ekonomi

X-8

Permainan Tradisional


Anggota Kelompok 2 Catherine Euginia Putri Marliana (07) Gilang Novrizal Fadilah (15) Ihza Kurniawan (20) Mely Ana Ayu Safitri (23) Tsaqifa Naila Ramadhani (31) Veronica Vivian Adi Keswara (32)


Batu seramban Batu Seremban adalah permainan khas Kalimantan. Dalam permainan Batu Seremban, batu-batu kecil dilemparkan ke atas dan kemudian ditangkap kembali oleh pemain. Permainan ini melibatkan setidaknya 2 pemain, dan biasanya Batu Serembem dimainkan oleh perempuan. Pada umumnya, permainan khas suku Dayak ini Dimainkan di dalam ruangan. Permainannya juga sangat simple karena pemain hanya membutuhkan 5 batu kecil yang halus untuk dilemparkan di atas.


Batu seramban


Gangsing Gangsing adalah permainan tradisional yang diyakini berasal dari melayu ini mulai meredup di tengah gemerlapnya permainan modern saat ini. Padahal di masanya gasing pernah menjadi idola, sebuah permainan yang sangat populer dan banyak digemari. Dimana permainan ini untuk para kaum laki-laki yang pada perkembangannya diyakini berasal dari tanah Melayu, Riau lalu kemudian menyebar ke seluruh Indonesia. Gasing sendiri berasal dari dua suku kata, yaitu Dimana Gang memiliki arti lorong atau lokasi lahan dan Sing memiliki arti Suara. Dalam arti sederhananya, Gasing ini memiliki arti sebuah permainan yang dimainkan di sebuah lokasi atau tempat yang kosong dan mengeluarkan bunyi. Permainan ini dapat dilakukan satu lawan satu atau berkelompok. Dalam permainan satu lawan satu, pemain yang gasingnya paling lama berputar adalah pemenangnya. Gang dan Sing.


Gangsing


Kotak pos Dalam permainan tradisional, permainan Kotak Pos mengandung arti bahwa suatu permainan tebak kata secara bergiliran sesuai dengan tema yang telah disepakati. Permainan ini minimal dilakukan oleh 2 orang anak dan memerlukan tempat yang cukup luas. Karena akan membutuhkan ruang gerak yang anak akan merasa nyaman untuk bermain. Permainan ini tidak membutuhkan peralatan khusus, tetapi hanya membutuhkan anggota badan saja yaitu tangan. Tangan pemain membentuk kepalan tangan yang mengarah ke atas dan diletakkan di atas paha. Kepalan tangan ini diibaratkan sebagai kotak pos yang berisi kata-kata, yang akan disalurkan atau diinformasikan ke temannya dengan meletakkan kepalan tangan kanannya ke kepalan tangan kiri teman sebelahnya(sebelah kanannya) secara bergiliran sampai batas waktu tertentu. Permainan ini berjalan dengan diiringi lagu kotak pos. Permainan ini diakhiri dengan tebak kata sesuai tema yang disepakati sebelum permainan dimulai dan sesuai dengan huruf awalan yang disepakati selama permainan.


Jika lagu sudah sampai bertanya minta huruf apa, maka kegiatan meletakkan kepalan tangan akan dihentikan sesaat sampai yang terakhir Letakkan tangan kepalan oleh temannya itu mengungkapkan huruf apa yang dia inginkan. Jawab : Minta huruf K Misalnya nama binatang berawalan huruf K. Selanjutnya lagu berlanjut dengan melanjutkan giliran letakkan tangan tersebut sampai lagu berhenti. Lagu: Mbak uuk minta huruf ( K ) Sebutkan apa saja??? Setelah lagu sudah sampai bertanya sebutkan apa saja, maka kegiatan meletakkan tangan ini sudah dihentikan. Dan yang terakhir menerima taruh tangan temannya itu harus menyebutkan jawaban maksimal 1 secara bergilir ke arah kanan temannya. Misalnya: kucing,kuda,dll Jalannya permainan kotak pos ini semakin lama akan semakin sulit. Karena berikutnya berusaha untuk memikirkan kata lain, sehingga jawabannya nanti tidak sama dengan teman yang sudah disebutkan. Dalam permainan ini tidak boleh menyebutkan jawaban/kata yang sudah menjadi temannya. Dan jawaban yang mereka ungkapkan harus sesuai dengan nama yang ditentukan sebelum permainan tadi dan juga harus masuk akal.


Kotak pos


jamuran Permainan ini pertaman kali diciptakan oleh Sunan Giri sekitar abad ke-17 untuk menyebarkan dakwah kepada masyarakat. Filosofi dari permainan ini bahwa manusia layaknya jamur, di satu sisi dapat bermanfaat bagi yang lain, namun manusia juga dapat merugikan orang lain. Dalam permainan jamuran dimainkan oleh 7-9 orang. Adapun cara bermainnya 1 anak akan menjadi anak pancer atau tonggak yang berada di tengah, dan anak lainnya membuat lingkaran mengelilingi pancer. Kemudian anak pancer akan memberikan instruksi kepada anak yang membentuk lingkaran agar membentuk jamur sesuka hatinya. Kemudian anak pancer akan menggelitik satu persatu, yang tidak tahan akan menjadi sang pancer selanjutnya.


jamuran


Thank You


Click to View FlipBook Version