K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 1
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 2 INFORMASI UMUM A. IDENTITAS MODUL NO KOMPONEN DESKRIPSI 1 Nama Penyusun, Institusi, dan tahun disusun YUNI WIDI ASTUTI, S. Pd. SMK Negeri 1 SINGOSARI , 2021 2 Jenjang Sekolah SMK 3 Kelas X Fase E 4 Alokasi Waktu 12JP@(2x 45 menit) 5 Kata Kunci (materi pokok) Keselamatan , P3K ,Budaya Kerja 6 Kode Perangkat X KLH 1 7 Moda (PJJ, TM, Blended) Tatap Muka (TM) 8 Kode Modul M.1.4_Yuni1_A.1.4_Yuni1 B. KOMPETENSI AWAL Modul ini merupakan prasyarat bagi peserta didik yang harus dipenuhi peserta didik sebelum mempelajari teknik dasar pekerjaan konstruksi dan perumahan. C. PROFIL PELAJAR PANCASILA Tujuan akhir dari kegiatan dalam modul ini adalah memampukan peserta didik Mendeskripsikan macam macam APD K3 dan fungsinya, yang digunakan pada pekerjaan konstruksi, berakhlak mulia, kreatif, mandiri, bernalar kritis dan adaptif terhadap lingkungan hidup. D. SARANA DAN PRASARANA Sarana dan prasara yang digunakan untuk mempelajari modul ini adalah invokes/proyektor/LCD, lebtop/computer/smartphone dan jaringan internet
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 3 E. TARGET PESERTA DIDIK Setelah mempelajari modul ini secara keseluruhan, diharapkan siswa dapat: 1. Peserta didik mampu menjelaskan dan menggunakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup K3LH 2. Peserta didik mampu Mendeskripsikan cara perawatan APD K3 yang digunakan pada pekerjaan konstruksi bangunan 3. Peserta didik mampu Menerapkan tindakan Pencegahan dan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) dan budaya kerja industry F. MODEL PEMBELAJARAN Model pembelajaran yang dipilih adalah model pembelajaran tatap muka berbasis Discovery Learning, Problem Based Learning dan Project Based Learning.
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 4 KOMPONEN INTI A. TUJUAN PEMBELAJARAN Peserta didik mampu menerapkan K3LH teknik dasar konstruksi dan perumahan melalui pengenalan dan praktik singkat yang terkait dengan peralatan/teknologi yang digunakan di dunia kerja termasuk perencanaan dan pelaksanaan konstruksi. B. PEMAHAMAN BERMAKNA Diharapkan setelah mempelajari modul ini diharapkan peserta didik dapat: 1. Peserta didik mampu menjelaskan dan menggunakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup K3LH pada pekerjaan teknik konstruksi perawatan bangunan sipil 2. Peserta didik mampu Menerapkan tindakan Pencegahan dan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) dan budaya kerja industry C. PERTANYAAN PEMANTIK Sebelum pembelajaran ini dimulai, silahkan peserta didik jawab pertanyaan dibawah ini. Tidak ada jawaban benar atau salah dari pertanyaan ini. 1. Bagaimana para pekerja proyek menjaga keselamatan saat mereka bekerja? 2. Kebiasan-kebiasaan apa saja yang dibutuhkan dalam dunia kerja yang mungkin sudah pernah kalian lakukan saat in D. PERSIAPAN PEMBELAJARAN Waktu yang dibutuhkan : 1 – 1,5 jam (tiap pertemuan) Persiapan yang dilakukan sebelum pembelajaran dimulai: ✔ Memahami materi pembelajaran yang akan disampaikan ✔ Mengkoordinasikan industri atau teaching factory untuk kegiatan observasi ✔ Menyiapkan lembar kerja peserta didik (LKPD)
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 5 ✔ Menyiapkan alat dan bahan yang digunakan dalam pembelajaran E. KEGIATAN PEMBELAJARAN Tahapan Pertemuan / Topik Materi Waktu Strategi Pembelajaran Pertemuan 1 Pengenalan K3LH,P3K pada pekerjaan konstruksi dan perumahan Pendahuluan Berdoa, menyiapkan peserta didik dan motivasi, apersepsi, menyampaikan tujuan, dan menjelaskan garis besar kegiatan. 10 Kegiatan Inti Basic Concept Guru menyampaikan dasar pengetahuan K3LH ,P3Kpada pekerjaan konstruksi dan perumahan Peserta didik menyimak dan memperhatikan pada video yang ditanyangkan selanjutnya diberikan permasalahan terkait K3LH,P3K pada pekerjaan konstruksi dan perumahan Defining The Problem Guru membentuk kelompok diskusi yang dibagi 6 kelompok. Peserta didik melaksanakan aktivitas brainstorming, terkait materi K3LH,P3K pada pekerjaan konstruksi dan perumahan . Self Learning) Guru mendorong Peserta didik untuk mengumpulkan informasi terkait materi K3LH pada pekerjaan konstruksi dan perumahan . Peserta didik menyelesaikan permasalahan terkait materi K3LH,P3K pada pekerjaan konstruksi dan perumahan referensi yang digunakan Exchange Knowledge Peserta didik berdiskusi dalam sebuah kelompok untuk mematangkan bahan sumber lalu merumuskan solusi untuk permasalahan terkait materi K3 LH pada pekerjaan konstruksi dan perumahan .kelompok, yang selanjutnya dipresentasikan 25 Diskusi Penyampaian melalui video Kunjungan ke CV Tugas wawancara pelaku 25 Diskusi Presentasi 35 Presentasi Wawancara terhadap pelaku bisnis Pengamatan pada pekerjaan konstruksi dan perumahan 30 Diskusi Presentasi Assessment Guru melakukan refleksi terhadap siswa setelah dapat merumuskan materi terkait materi K3LH, P3K pada pekerjaan konstruksi dan perumahan . Peserta didik melaksanakan refleksi dengan membuat laporan, catatan dan tugas. 30 Penutup Menyusun kesimpulan, umpan balik, mendiskusikan tugas, menjelaskan rencana pertemuan berikutnya. 25 TOTAL 180
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 6 Tahapan Pertemuan / Topik Materi Waktu Strategi Pembelajaran Pertemuan 2 Pengenalan Budaya Kerja , pada pekerjaan konstruksi dan perumahan Pendahuluan Berdoa, menyiapkan peserta didik dan motivasi, apersepsi, menyampaikan tujuan, dan menjelaskan garis besar kegiatan. 10 Kegiatan Inti Basic Concept Guru menyampaikan dasar pengetahuan Budaya Kerja pada pekerjaan konstruksi dan perumahan Peserta didik menyimak dan memperhatikan pada video yang ditanyangkan selanjutnya diberikan permasalahan terkait Budaya Kerja pada pekerjaan konstruksi dan perumahan Defining The Problem Guru membentuk kelompok diskusi yang dibagi 6 kelompok. Peserta didik melaksanakan aktivitas brainstorming, terkait materi Budaya Kerja pada pekerjaan konstruksi dan perumahan . Self Learning) Guru mendorong Peserta didik untuk mengumpulkan informasi terkait materi Budaya Kerja pada pekerjaan konstruksi dan perumahan . Peserta didik menyelesaikan permasalahan terkait materi Budaya Kerja pada pekerjaan konstruksi dan perumahan referensi yang digunakan Exchange Knowledge Peserta didik berdiskusi dalam sebuah kelompok untuk mematangkan bahan sumber lalu merumuskan solusi untuk permasalahan terkait materi Budaya Kerja pada pekerjaan konstruksi dan perumahan .kelompok, yang selanjutnya dipresentasikan 25 Diskusi Penyampaian melalui video Kunjungan ke CV Tugas wawancara pelaku usaha 25 Diskusi Presentasi 35 Presentasi Wawancara terhadap pelaku lapangan Pengamatan pada pekerjaan konstruksi dan perumahan 30 Diskusi Presentasi Assessment Guru melakukan refleksi terhadap siswa setelah dapat merumuskan materi terkait materi Budaya Kerja pada pekerjaan konstruksi dan perumahan . Peserta didik melaksanakan refleksi dengan membuat laporan, catatan dan tugas. 30 Penutup Menyusun kesimpulan, umpan balik, mendiskusikan tugas, menjelaskan rencana pertemuan berikutnya. 25 TOTAL 180
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 7 F. ASESMEN Jenjang/ Kelas Fase E / Kelas X Mata Pelajaran Dasar-dasar Teknik Konstruksi dan Perumahan Eleme Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Hidup (K3LH) dan budaya kerja industry, Capaian Pembelajaran Pada akhir fase E, peserta didik mampu menerapkan K3LH dan budaya kerja industri, antara lain: praktik-praktik kerja yang aman, bahaya-bahaya di tempat kerja, prosedur-prosedur dalam keadaan darurat, dan penerapan budaya kerja industri (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin). Pada akhir fase E, peserta didik memahami teknik dasar konstruksi dan perumahan melalui pengenalan dan praktik singkat yang terkait dengan peralatan/teknologi yang digunakan di dunia kerja termasuk perencanaan dan pelaksanaan konstruksi. Tujuan Pembelajaran Peserta didik mampu menerapkan K3LH dan Menerapkan tindakan Pencegahan dan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan) dan budaya kerja industry. 1. Asesmen Non-Kognitif Informasi apa saja yang ingin digali? Pertanyaan kunci yang ingin ditanyakan Hobby peserta didik Hobby apa yang kamu senangi dan mungkin menurut kamu bisa menjadi pekerjaan masa depan kamu nantinya? Kegiatan mereka dirumah Jika tidak sedang belajar, apa kegiatan yang kamu lakukan dirumah? Pekerjaan orang tua Apa pekerjaan orang tuamu…?. Menurut kamu berpengaruhkah pekerjaan orang tuamu dengan cita-citamu…? Lingkungan Rumah 1. Berikan pendapatmu tentang bagaimana kondisi lingkungan akan berdampak pada semangat belajarmu? 2. Apa saja yang dapat kamu lakukan untuk menciptakan kenyamanan lingkungan belajar di rumah?
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 8 2. Asesmen Kognitif Waktu Asesmen 08.00 WIB Durasi Asesmen 60 menit Materi Pertanyaan Kemungkinan Jawaban Skor (Kategori) Rencana Tindak Lanjut K3LH pada pekerjaan konstruksi dan perumahan Apa yang kamu ketahui tentang K3LH dan APD - K3LH merupakan upaya untuk menciptakan suasana kerja yang sehat, aman, dan melindungi dari bahaya akibat konstruksi dalam pekerjaannya beserta lingkungan dan masyarakat sekitar kegiatan konstruksi berlangsung - APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja - K3LH adalah singkatan dari Keselamatan dan Kesehatan kerja serta Lingkungan Hidup - APD adalah singkatan dari Alat pelindung Diri - Terpenuhi 4, nilai 35 - Terpenuhi 3, nilai 25 - Terpenuhi 2, nilai 15 - Terpenuhi 1, nilai 5 Pengaya an bila yang melewati KKM Remedial yang dibawa h KKM G. PENGAYAAN DAN REMEDIAL Remedial: Peserta didik yang belum mencapai KKM (75) diberi pembelajaran remedial dengan membaca materi di link pembelajaran yang sudah disiapkan guru yang diberikan waktu 1 minggu. Setelah satu minggu guru mengevaluasi kemajuan kompetensi peserta. Kemudian guru melaksanakan penilaian remedial (Test / Non Test)
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 9 Pengayaan: Bagi peserta didik mempunyai nilai di atas 75 pengayaan berupa tugas mandiri. Berupa tugas pengamatan di lapangan tentang K3LH beserta laporannya H. REFLEKSI PESERTA DIDIK Refleksi Peserta Didik Setelah mempelajari bab tentang keselamatan dan kesehatan kerja , lingkungan hidup dan budaya kerja industri, beberapa hal yang dapat yang dapat direfleksikan diantarnya mengenai cakupan materi dan pemahaman materi: 1. Apakah kalian memahami maksud dan tujuan dari mempelajari bab tentang keselamatan dan kesehatan kerja, lingkungan hidup dan budaya kerja industri? 2. Apakah kalian tertarik memelajari materi ini? 3. Apakah materi ini sangat bermanfaat bagi kalian? 4. Apakah kalian kesulitan dalam mempelajari materi ini? 5. Dampak apakah yang kalian rasakan setelah mempelajari bab ini?
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 10 LAMPIRAN A. LEMBAR AKTIVITAS PRAKTIK PESERTA DIDIK Kerjakan secara mandiri dengan memanfaatkan fasilitas internet, carilah bahan tentang K3LH dan teknik pekerjaan konstruksi beserta foto, jangan lupa cantumkan sumber informasi internetnya! Nama Siswa : ………………………………………….. Kelas : …………………………………………. No Jenis Media / Peralatan Gambar dan Nama Media / Peralatan 1 Sebutkan 3 nama dan gambar APD yang sering digunakan pada pekerjaan konstruksi dan perumahan yang kalian ketahui Sumber : ……………………………….. 2 ……………………. Sumber : Safetyoncall
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 11 A. ASESMEN 1. Lembar Aktifitas Siswa Aspek pengetahuan : 1. Mengapa kalian harus menerapkan kesehatan keselamatan kerja pada saat melakanakan pekerjaan? 2. Budaya kerja apa saja yang harus kalian lakukan pada saat bekerja? 3. Jelaskan secara singkat tentang rambu keselamatan dan kesehatan kerja,bentuk dan manfaatnya! Aspek keterampilan : Buatlah poster yang menjelaskan tentang pentingnya penggunaan APD pada lokasi pekerjaan konstruksi bangunan ! Petunjuk pengerjaan tugas : ● Dikerjakan di kertas A4 ● Poster dibuat semenarik mungkin B. PENGAYAAN Jelaskan keselamatan kerja apa saja yang harus diperhatikan ketika melakukan pekerjaan “Galian Pondasi” beserta alat pelindung diri apa yang harus digunakan!
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY RUBRIK ASESMEN PRESEINSTRUMEN PENILAIAASPEK Belum Kompeten (0-6) Cukup KompeProses presentasi hasil Peserta didik tidak mampu mempresentasikan hasil observasi mempresentasobservasi namudengan sikap ykurang baik Hasil pencarian informasi terkait peralatan APD Peserta didik mampu mendapatkan informasi <2 peralatan Peserta didik mmendapatkan i2 jenis peralatatepat Keterangan : Siswa yang belum kompeten maka harus mengikuti puntuk memperbaiki pekerjaannya sehingga mencapai level kompeten
Page 1 ENTASI HASIL AKTIVITAS SISWA AN: PROSES DAN PRODUK eten (6-7) Kompeten (8-9) Sangat Kompeten (10) sikan hasil un yang Peserta didik mampu mempresentasikan hasil observasi dengan sikap yang baik namun tidak mampu berdiskusi Peserta didik mampu mempresentasikan hasil observasi dengan sikap yang baik dan mampu berdiskusi mampu nformasi an dengan Peserta didik mampu mendapatkan informasi 3 jenis peralatan dengan tepat Peserta didik mampu mendapatkan informasi 4 jenis peralatan dengan tepat embelajaran remediasi. Siswa yang cukup kompeten diperbolehkan n
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY RUBRIK ASESM
Page 2 MEN PRAKTEK
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 3 BAHAN BACAAN GURU K3LH A. PENGERTIAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA LINGKUNGAN HIDUP Pekerjaan konstruksi merupakan unsur utama dalam sebuah pembangunan, baik pada bangunan gedung, jalan maupun jembatan. Pada tahap pelaksanaannya, ada bermacam dampak yang tidak diinginkan oleh siapa pun dan pihak manapun. Dampak yang berupa kecelakaan kerja yang beresiko kecil, sedang hingga pada level besar seperti kematian. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan yang berkaitan dengan Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan Hidup atau yang biasa disebut dengan K3LH. Dan dalam mengelola seluruh pekerjaan konstruksi harus mempertimbangkan standar gambar teknik dan aturan K3LH tersebut. Menurut Organisasi buruh/pekerja dunia ILO (International Labour Organization) mendefinisikan bahwa K3 ialah sebuah usaha dalam memelihara dan meningkatkan tingkat kesejahtaraan fisik, mental dan sosial yang sebaik mungkin untuk pekerja di berbagai jabatan, mencegah penyimpangan kesehatan diantara pekerja yang dikarenakan keadaan pekerjaannya, melindungi pekerja dalam pekerjaannya dari risiko yang diakibatkan faktor yang bisa menimbulkan kerugian pada kesehatan, menempatkan dan memelihara pekerja dalam lingkungan kerja yang disesuaikan dengan fisiologi dan psikologis; dan disederhanakan selaku penyesuaian pekerjaan terhadap manusia dan setiap pekerja terhadap jabatan yang dimiliki. B. TUJUAN KESELAMATAN KESEHATAN KERJA Keselamatan dan Kesehatan Kerja memiliki tujuan: 1. Melindungi dan menjamin hak pekerja terhadap keselamatan dan kesehatannya dalam melakukan pekerjaan guna meningkatkan kesejahteraan dan produktivitas nasional. 2. Untuk mendapat tingkat kesehatan yang tertinggi baik buruh, petani, nelayan, pegawai negri ataupun pekerja bebas untuk memberantas penyakit dan kecelakaan yang diakibatkan kerja. 3. Melindungi dan menjamin keselamatan dan kesehatan orang lain selain
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 4 pekerja yang berada di lingkungan kerja tersebut. 4. Menjamin penggunaan sumber produksi dengan aman, efektif, dan efisien. 5. Mencegah dan mengobati penyakit yang timbul akibat kecelakaan di lingkungan kerja C. SYARAT DAN KETENTUAN K3LH Dalam mewujudkan tujuan dari keselamatan dan kesehatan kerja tersebut, maka dibuatlah berbagai aturan tentang syarat penerapan K3LH di lingkungan kerja yang terdapat dalam UU No. 1 Tahun 1970 tentang Ketenagakerjaan. Dasar hukum pelaksanaan K3LH untuk pekerjaan konstruksi diperjelas melalui Permenaker No. Per. 01/Men/1980 mengenai K3 Konstruksi Banguan dan SKB Menaker dan MenPU No. 174/Men/1986 ddan No. 104/KPTS/1986 mengenai K3 pada lokasi kegiatan dan dasar pelaksanaan K3 pada lokasi kegiatan konstruksinya Menurut Mahendra (2004) Syarat pelaksanaan K3LH di bidang konstruksi, adalah: 1. Mengetahui dan memahami secara benar apa yang dimaksud dengan penerapan K3LH dalam kegiatan jasa konstruksi 2. Bekerja dan menjalankan pekerjaannya secara benar sesuai dengan ketentuan yang berlaku 3. menghindari berbagai kemungkinan timbulnya kecelakaan kerja, dengan melaksanakan tindakan pencegahan dan perubahanpengawasan serta inspeksi untuk memenuhi keselamatan serta kesehatan kerja. Menurut Jamhari (2020) Ketentuan. K3LH, adalah: 1. Terhadap Keselamatan Kerja. Upaya menjamin keselamatan kerja berdasarkan undang-undang tersebut diantara lain sebagai berikut. a. Mengantisipasi dan meminimalisir kecelakaan kerja b. Mengantisipasi, meminimalisir, dan memadamkan kebakaran c. Mengantisipasi dan meminimalisir bahaya peledakan d. Memberikan jalur evakuasi pada kondisi darurat e. Memberikan pertolongan pada kecelakaan kerja f. Memberikan APD pada pekerja
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 5 g. Terhadap kesehatan kerja 2. Terhadap Kesehatan Kerja Upaya untuk menjamin kesehatan kerja berdasarkan undang-undang tersebut diantara lain yaitu. a. Mencegah dan mengendalikan penyakit yang diakibatkan oleh kerja b. Memelihara kebersihan, kesehatan, dan ketertiban c. Menjaga suhu dan kelembapan udara yang baik dengan menyediakan ventilasi udara yang cukup d. Mengantisipasi serta mengendalikan adanya penyebaran suhu, kelembapan, debu, kotoran, asap, uap, gas, radiasi, kebisingan dan getaran. D. FAKTOR PENYEBAB KECELAKAAN KERJA Secara umum, penyebab terjadinya kecelakaan kerja diakibatkan oleh empat faktor utama (Husni : 2003), yaitu : 1. Faktor manusia yang disebabkan oleh pengetahuan, keterampilan dan perilaku 2. Faktor materiil yang mempunyai sifat bisa menimbulkan keselematan ataupun keselamatan para pekerjanya. 3. Faktor sumber bahaya yakni; Perbuatan berbahaya, hal tersebut terjadi dikarenakan kesalahan metode kerja yang diterapkan, kelelahan atau kecapekan, sikap kerja yang tak sesuai dengan standar operasional, keadaan berbahaya yakni kondisi yang tidak aman dari keberadaan mesin ataupun peralatan, lingkungan, proses dan sifat pekerjaannya. 4. Faktor yang dihadapi, contohnya pemeliharaan atau perawanan mesin yang kurang yang menjadikan mesinnya tak dapat bekerja dengan maksimal. E. APD K3 PADA PEKERJAAN KONSTRUKSI. Penggunaan Alat Pelindung Diri Kesehatan dan Keselamatan Kerja (APD K3) yang tepat merupakan salah satu cara untuk mengurangi resiko kecelakaan kerja. 1. Alat Pelindung Kepala (Helm) Helm merupakan alat pelindung kepala yang digunakan untuk
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 6 mencegah resiko kejatuhan benda-benda tajam dan berbahaya yang jatuh ke kepala kita. Jenis Helm yang digunakan juga harus sesuai standar gambar teknik, baik Standar gambar teknik nasional maupun internasional. Selain itu, cara pemakaian nya juga harus tepat, tali pengikat helm yang berada di dagu harus benar – benar terkunci atau terpasang sebagaimana mestinya, agar helm tidak mudah lepas. Gambar 13. Helm Sebagai Pelindung Kepala Sumber : Safetyoncall 2. Alat Pelindung Mata (Kaca Mata Pelindung) Kaca Mata Pelindung (Protective Goggles) merupakan alat pelindung mata dari debu dan serbuk kayu, melindungi dari percikan logam, bahan kimia, dan benda-benda lainnya yang membahayakan mata. Gambar 14. Kaca Mata Pelindung Sumber : Safetyoncall
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 7 3. Alat Pelindung Pernapasan (Masker) Masker sebagai alat pelindung pernapasan terbagi menjadi beberapa jenis, tergantung pada kondisi dan situasi nya serta tujuan penggunaan nya di lapangan. 4. Alat Pelindung Pendengaran (Hearing Protection) Alat pelindung pendengaran digunakan untuk mencegah rusaknya pendengaran akibat suara bising diatas ambang aman seperti pekerjaan plat logam dan pekerjaan lainnya yang beresiko merusak alat pendengaran manusia. Ada dua jenis alat pelindung pendengaran, yakni a. Ear plug Ear plug adalah alat pelindung telinga yang digunakan dengan cara dimasukkan pada bagian luar dari lubang telinga. Umumnya terbuat dari bahan foam (busa) dan karet. b. Ear muff Ear muff memiliki model seperti head set yang biasa dipakai pada saat mendengarkan musik. Alat ini berfungsi untuk mengurangi intensitas suara dan meredam suara yang dari lingkungan sekitar. Gambar 15. Ear plug dan Ear Muff Sumber : Safetyoncall 5. Alat Pelindung Tangan (Sarung Tangan) Sarung Tangan dipergunakan untuk alat pelindung tangan dari cidera lecet ataupun terluka misalnya dalam pengerjaan pembesian fabrikasi dan penyetelan, mengelas, membawa barang yang membahayakan dan korosif yakni asam dan alkali. Adapun jenis-jenis sarung tangan diantaranya: ‐ Sarung Tangan Kulit : dipakai untuk pengerjaan las, pemindahan pipa dll ‐ Sarung Tangan Katun : dipakai untuk pengerjaan besi beton , bobokan dan batu, melindungi sewaktu naik tangga ketika melakukan pekerjaan di ketinggian.
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 8 ‐ Sarung Tangan Karet : dipergunakan pada pengerjaan listrik supaya tidak terjadi bahaya kena arus listrik. Gambar 16. Sarung Tangan Sumber : Safetyoncal 6. Alat Pelindung Kaki (Sepatu Keselamatan) Sepatu keselamatan (safety shoes) digunakan untuk menghindari kecelakan yang diakibatkan tersandung bahan keras seperti logam atau kayu, terinjak benda tajam, terhimpit beban berat serta terhindar dari luka bakar pada saat mengelas. Gambar 17. Sepatu Keselamatan (Safety Shoes) Sumber : Safetyoncal 7. Tali / Sabuk Pengaman (Safety Belt) Selain mempersiapkan jaring pengaman sebagai alat keselamatan dari ketinggian, namun untuk keamaan personal diperlukan ikat pinggang / sabuk pengaman ( safety belt). Sabuk Pengaman merupakan alat yang dipakai untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja diakibatkan terjatuh dari ketinggian. Gambar 18. Sabuk Pengaman (Safety Belt) Sumber : Safetyoncall
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 9 8. Rompi safety Rompi safety ini berbahan polyester yang didesain khusus dan disertai reflector atau pemantul cahaya, umumnya dipakai oleh pekerjaan konstruksi di lapangan. Fungsi dari APD yang satu ini adalah untuk mengurangi resiko kecelakan kerja, terutama pekerjaan yang dilaksanakana sewaktu malam hari, supaya terlihat oleh pekerja yang lain dan meningkatkan tingkat kewaspadaan saat bekerja di keadaan yang gelap. Gambar 19. Rompi Safety Sumber : Safetyoncall 9. Pakaian Pelindung Setiap pekerja dan siapapun yang masuk ke proyek dapat memakai pakaian pelindung sesuai pekerjaan nya. Pelindung lengan dari kulit ataupun pakaian pelindung tahan api harus digunakan sewaktu mengelas, pemotongan atau gerinda jika dibutuhkan. Jas hujan dapat digunakan pada kondisi hujan. Gambar 20. Rompi Safety Sumber : Safetyoncall
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 10 F. RAMBU DAN SIMBOL K3 Rambu K3 adalah perlengkapan berisi informasi tentang penerapan K3 pada lokasi kerja, potensi bahaya pada setiap lokasi kerja, dan petunjuk apa yang harus dilakukan jika terjadi kecelakaan pada lokasi kerja. Berikut beberapa rambu dan simbol K3 yang sering kita temukan. Gambar 21. Simbol-simbol K3 (sumber : http://mediak3.com/jenis-rambu-rambu-k3-dan-fungsinya/) Rambu K3 juga memiliki arti dari warna yang ditunjukkan, yang berfungsi untuk mengarahkan pekerja mengenai langkah apakah yang harus dilaksanakan. 1. Warna Merah :yakni menandakan kita bahaya / danger, kebakaran, dan stop. Biasanya dipergunakan untuk menunjukkan bahan kimia cair yang mudah terbakar, alat pemadam kebakaran, dan kita emergency stop. 2. Warna Oranye : warna tersebut memperlihatkan kita awas / peringatan /warning. Umumnya dipasang dekat dengan alat kerja yang berbahaya. 3. Warna Kuning : warna ini menunjukkan kita waspada, seperti terpeleset, tersandung, jatuh, dll. 4. Warna Hijau : warna ini menunjukkan kita safety, penunjuk peletakan peralatan keselamatan dan instruksi umum berrkaitan pelaksanaan kerja yang aman. 5. Warna Biru :yakni menandakan kita perhatian / notice, misal untuk informasi keselamatan, instruksi tindakan keselamatan yang perlu dilakukan serti penggunaan APD, dll.
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 11 Selain dari warnanya, Rambu K3 juga memiliki arti dari bentuk yang ditunjukkan seperti berikut ini : ‐ Segitiga atau diamond : yakni dipakai untuk tanda bahaya. Contoh : kita bahaya bahan korosif, mudah meledak, dll. ‐ Lingkaran : yakni dipakai untuk instruksi berkaitan keselamatan yang harus ditaati oleh para pekerja. Contoh : rambu pemakaian APD, dll. ‐ Kotak atau persegi panjang : yakni dipakai untuk penunjuk jalan keluar jika terdapat bahaya, tempat menyimpan alat P3K dan alat keselamatan lainnya. G. BUDAYA KERJA INDUSTRI Lulusan dari SMK diharapkan mampu menembus dunia kerja dan industri mereka disiapkan secara khusus agar lulusannya dapat langsung bekerja. Adaptasi siswa dalam dunia kerja tak bisa terlepas dari budaya kerja yang diajarkan di sekolah. Industry akan banyak mengharuskan siswa lulusan SMK yang bekerja untuk mempunyai budaya kerja yang baik. Industry memandang jika hardsklill setingkat lulusan SMK mampu dibentuk oleh pihak industry, akan tetapi untuk budaya kerja sofskill membutuhkan upaya yang sangat keras sebab hal itu sangat berkaitan dengan karakter setiap orang. a. Jenis Budaya Kerja Industri Budaya kerja di industri yang diterapkan adalah budaya 5S yaitu sebuah teknik penataan serta pemeliharaan wilayah kerja yang diterapkan dengan rutin yang dipergunakan untuk menjaga ketertiban, efisiensi, dan disiplin di lokasi kerja sekaligus memaksimalkan produktivitas perusahaan dengan menyeluruh. Budaya kerja 5S adalah proses perubahan perilaku di lingkungan kerja dengan melaksanakan penataan, kerapian, kebersihan, kedisiplinan dan perwatan tempat kerjanya. Konisi tempak kerja merupakan wujud dari pencerminan perlakuan dan sikap pekerja. Asal mula Budaya 5S pertama kali di terapkan di negara jepang, yakni: Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke, sementara itu di Indonesia menerapkan 5R yakni, Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 12 Rajin. Keunggulan yang didapatkan dengan menerapkan budaya 5S yaitu terwujudnya peningkatan efisiensi, perbaikan, pelayanan, keuntungan dan keselamatan. Kelima budaya tersebut diimplementasikan bersamaan dengan penerapan kaizen agar mampu meningkatkan keefektivan penerapan 5S. Tabel 3. Istilah budaya kerja Jepang 5S Indonesia Inggris 5C 5R 5S 5P 5K Seiri Ringkas Sisih Pemilahan Ketertiban Clear- out Seiton Rapi Susun Penataan Kerapihan Classifity Seiso Resik Sasap Pembersihan Kebersihan Cleaning Seiketsu Rawat Sosoh Pemelihaan Kelestarian Confornity Shitsuke, Rajin Suluh Penyadaran Kedisiplinan Custom Budaya kerja indsutri yang perlu ditanamkan pada siswa SMK meliputi: ‐ Ringkas, memilahkan apa saja yang dibutuhkan dan menyingkirkan yang tidak dibutuhkan dari lokasi kerja. Mengenali benda apa yang tidak dipakai, yang hendak disimpan,serta bagaimanakah cara penyimpanannya agar tidak sulit diakses terbukti sangat digunakan untuk suatu perusahaan. ‐ Rapi, memposisikan barang sesuai tempatnya sehingga tidak nampak berserakan di lokasi kerja yang mampu membahayakan keamanan pekerja ‐ Resik, membersihkan lokasi kerja, alat ataupun pakaian kerja yang dipakai. Melalui prinsip ini diharap bisa menumbuhkan lingkungan kerja yang bersih dan nyaman. ‐ Rawat, melaksanakan perawatan supaya hal yang didapatkan pada ketiga tahap sebelumnya direalisasikan bisa dipertahankan. Perawatan tidak sebatas pada produknya namun juga alat yang dipakai untuk melakukan proses produksinya. ‐ Rajin, terbentuknya kebiasaan individu pekerja untuk memelihara dan meningkatkan hal yang telah diraih. Rajin berkaitan dengan ketepatan
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 13 dalam waktu kerja, memenuhi kebutuhan pelanggan, dan memenuhi target yang akan diraih. Sesudah tercapai lalu dipertahankan supaya situasi kerja yang kondusif tetap terjaga. Gambar 22. Ilustasi Budaya Kerja 5R Sumber Internet b. Tujuan Budaya kerja Penerapan Budaya kerja 5S bertujun untuk menyejahtrakan pekerja dengan demikian kondisi bersih tersebut diharapkan akan memberikan kenyamanan, kedisiplinan, menanggulangi kejadian, kerja sama, setara peningkatan alat kerja supaya memperpanjang masa kerja alatnya (Masaaki Imai, 2012:67) yang dikutip dalam http://eprints.uny.ac.id/. Sekolah merupakan salah satu upaya pembiasaan dan melatih diri dalam mempelajari, memahami dan menerapkan budaya kerja Industri di dalam kehidupan sehari hari, karena kalian sebagai siswa SMK yang kelak akan bekerja di dunia industri akan mudah dalam beradaptasi dengan situasi kerja di industri dan diharapkan memiliki karakter sesuai dengan budaya kerja industri. RANGKUMAN K3LH merupakan upaya untuk menciptakan suasana kerja yang sehat, aman. Dan melindungi dari bahaya akibat konstruksi dalam pekerjaannya beserta lingkungan dan masyarakat sekitar kegiatan konstruksi berlangsung APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 14 LATIHAN/TUGAS Pilihlah jawaban yang benar dengan mencoret (X) huruf A, B, C, D, atau E 1. APD yang digunakan untuk setiap pekerjaan bangunan berbeda-beda sesuai kebutuhan pekerjaan. Untuk pekerjaan memecah batu besar menggunakan alat pukul besi, alat pengaman yang diperlukan untuk menghindarkan dari terkena percikan batu adalah…. A. Masker B. Penutup telinga C. Kaca mata D. Sarung tangan E. Safety shoes 2. Larangan menyalakan handphone di suatu tempat yang rawan kebakaran seperti SPBU akan ditulis pada rambu K3 dengan warna…. A. Orange B. Putih C. Hijau D. Kuning E. Merah 3. Pemberitahuan mengenai lokasi kotak P3K menurut peraturan penulisan symbol, ditulis dalam…. A. Bentuk segitiga dan warna merah B. Bentuk kotak dan warna hijau C. Bentuk kotak dan warna orange D. Bentuk segitiga dan warna biru E. Bentuk lingkaran dan warna hijau 4. Permenakertrans PER.08/MEN/VII/2010 menjelaskan mengenai…. A. APD B. K3LH C. Kesehatan Pekerja dan APD D. Keselamatan Pekerja E. Fungsi K3LH 5. APD merupakan singkatan dari…. A. Alat Pengaman Diri B. Alat Pengawas Diri C. Alat Pelindung Diri D. Alat Penyelamat Diri E. Alat Pengurus Diri 6. Kejadian yang mengakibatkan kerugian disebut…. A. Bahaya B. Kecelakaan C. Tidak aman D. Peringatan E. Unsafety 7. Rambu mengenai peringatan benda tajam, peringatan pisau berputar mengunakan warna…. A. Merah B. Kuning C. Biru
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 15 D. Hijau E. Orange 8. Peraturan yang mengatur keberadaan K3 pada suatu proyek konstruksi bangunan adalah…. A. Permenakertrans PER. 08/MEN/VII/2010 B. SKB. Menaker dan Mentteri PU Nomor 104/KPTS/1986 C. Permenaker Nomor 01/MEN/1980 D. Permenakertrans nomor Per.03/MEN/1982 E. Permenakertrans Nomor per.03/Men/1986 9. Untuk membuat rambu yang berisi peringatan agar berhati-hati dikarenakan lantai licin setelah dipel menggunakan geometri berbentuk…. A. Segi enam B. Lingkaran C. Persegi panjang D. Persegi E. Segitiga 10.Sarung tangan yang digunakan untuk pekerjaan yang menahan suhu panas yang sangat tinggi adalah sarung tangan dengan bahn dari…. A. Kulit B. Karet C. Kain D. Asbes E. Plastic
K3LH, P3K, BUDAYA KERJA INDUSTRY Page 16 G. GLOSARIUM K3LH merupakan upaya untuk menciptakan suasana kerja yang sehat, aman. Dan melindungi dari bahaya akibat konstruksi dalam pekerjaannya beserta lingkungan dan masyarakat sekitar kegiatan konstruksi berlangsung APD adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja H. DAFTAR PUSTAKA 1. Tarwaka. Keselamatan dan Kesehatan Kerja : Manajemen dan Implementasi K3 di Tempat Kerja. Surakarta: Harapan Press; 2014. 2. Budiono S. Bunga Rampai Hiperkes dan Keselamatan Kerja. Semarang: Universitas Diponegoro; 2003. 3. Silalahi B. Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Jakarta: PT. Pustaka Binaman Pressindo; 1995. 4. Suma’mur. Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja (Hiperkes). Bandung: Sagung Seto; 2014. 5. Notoatmodjo S. Ilmu Perilaku Kesehatan. Jakarta: PT. Rineka Cipta; 2014. 6. http://mediak3.com/jenis-rambu-rambu-k3-dan-fungsinya/)