Portofolio
Aksi Nyata Modul 3
3.1 Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin
Pembelajaran
3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya
3.3 Pengelolaan Program yang Berdampak Pada Murid
Oleh:
Soeharmani
TK Negeri Pembina Ngadirojo
CGP 4 Wonogiri
i
Nama IDENTITAS DIRI
TTL
NIP : Soeharmani, S.Pd AUD
NUPTK : Wonogiri, 05 November 1976
Pangkat/golongan : 19761105 200801 2 007
Pendidikan : 4437754656300063
Instansi : IIIc, Penata
No Hp : S1 PAUD
FB/IG : TK Negeri Pembina Ngadirojo, Kab. Wonogiri
Email : 085327564670
: Harmani Celsi
: [email protected]
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang telah
melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan
penyusunan dokumen portofolio Aksi Nyata Modul 3.
Adapun tujuan dari penyusunan dari laporan ini adalah untuk memenuhi
tugas penyusunan dokumen portofolio pada Program Pendidikan Guru Penggerak
Angkatan 4. Selain itu, laporan ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang
bagaimana seorang guru sebagai pemimpin mampu mengambil keputusan yang tepat
dalam pembelajaran di sekolah dalam kegiatan sehari-hari bagi para pembaca dan
juga bagi penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Kepala Sekolah dan rekan-
rekan sejawat TK Negeri Pembina Ngadirojo, Kab. Wonogiri yang telah memberi
dukungan dalam menyelesaikan laporan ini sehingga saya mendapatkan kemudahan
untuk mengimplementasikan kegiatan guru penggerak dalam wujud aksi nyata di
sekolah. Saya banyak mendapat pengalaman berharga dan pengetahuan yang dapat
saya manfaatkan dikemudian hari.
Mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tidak dapat saya
sebutkan semua, atas bantuannya sehingga sehingga saya dapat menyelesaikan tugas
ini. Dalam hal ini saya menyadari bahwa tugas yang saya tulis ini masih jauh dari kata
sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun kami butuhkan demi
kesempurnaan laporan ini.
Wonogiri, 02 Juli 2022
Penulis
iii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL……………………………………………………………………… i
IDENTITAS DIRI……………………………………………………… ……………… ii
KATA PENGANTAR…………………………………………………,,,,,……………… iii
DAFTAR ISI………………………………………………….. …………......................... iv
A. Pendahuluan…………………………………………………………………………. 1
B. Peristiwa (Facts)……………………………………………………………………… 2
Latar Belakang……………………………………………………………………..... 2
Alasan Pelaksanaan Aksi Nyata….……………………………………….………… 3
Hasil Aksi Nyata………………………………………………………………..……. 5
C. Perasaan (Feelings)……………………………………………………………..……. 13
D. Pembelajaran (Findings).…………………………………………………..……….. 14
E. Penerapan ke depan (future).……………………………………………………….. 15
F. Penutup……………………………………………………………………………….. 16
iv
A. PENDAHULUAN
Pelaksanaan aksi nyata modul 3 merupakan rangkaian dari kegiatan demonstrasi
kontekstual yang telah disusun sebelumnya. Modul 3 merupakan tahapan akhir dari siklus
pembelajaran MERDEKA, Semua CGP diberi kesempatan untuk menjalankan rancangan yang
sudah dibuat pada tahap demonstrasi kontekstual baik pada modul 3.1 maupun 3.3. Durasi
pelaksanaan aksi nyata yaitu empat (4) minggu untuk menjalankan rancangan tersebut. Selama
menjalankan Aksi Nyata, saya sebagai CGP 4 Wonogiri yang bertugas di TK Negeri Pembina
Ngadirojo mendokumentasikan proses yang terjadi, terutama pada tahapan-tahapan yang
penting. Dokumentasi saya buat dalam bentuk foto dan video. Pada modul ini Calon Guru
Penggerak (CGP) mempelajari tentang Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin
Pembelajaran, Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya dan pengelolaan program yang
berdampak pada murid, selanjutnya menyusun portofolio dengan model 4F (Fact, Feelings,
Findings, Future). Kegiatan aksi nyata guru penggerak modul 3 ini saya dokumentasikan secara
urut dari aksi nyata modul 3.1, modul 3.2 dan 3.3. Dalam menjalankan aksi nyata ini banyak
penemuan-penemuan yang sangat berharga dan perlu untuk lebih ditingkatkan serta
dikembangkan supaya lebih optimal hasilnya.
1
B. Peristiwa (Fact)
Pelaksanaan aksi nyata merupakan bukti hasil dari CGP dalam mempelajari modul
Pendidikan Guru Penggerak. Rancangan aksi nyata yang akan dilaksanakan yaitu sebagai
berikut:
1. Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah
2. Melakukan sosialisasi dengan komunitas praktisi di sekolah dan IGTKI kecamatan
3. Menerapkan langkah-langkah pengambilan keputusan saat menghadapi kasus yang terjadi.
4. Melaksanakan Aksi Nyata “Gelpotparana”
Yang pertama kali saya lakukan sebelum melaksanakan aksi nyata yaitu konsultasi dengan
kepala sekolah sekaligus mohon ijin untuk melakukan diseminasi tentang pengambilan
keputusan sebagai pemimpin pembelajaran kepada semua rekan guru TK dalam lingkup
Lembaga TK Negeri Pembina Ngadirojo dan mohon ijin dengan ketua IGTKI untuk meminta
waktu melakukan diseminasi ini. Langkah yang kedua yaitu melaksanakan aksi nyata
berdasarkan demonstrasi kontekstual yang telah saya buat, mulai dari menerapkan ilmu di
tempat saya mengajar dan menstransfer ilmu yang saya dapatkan pada modul 3 dengan
diseminasi yang saya lakukan secara luring pada kegiatan pertemuan rutin IGTKI kecamatan
Ngadirojo. Dan yang ketiga yaitu saya mulai menerapkan Langkah-langkah pengambilan
keputusan sebagai pemimpin pembelajaran di kelas maupun dengan rekan sejawat dan orang
tua/wali murid yang mengkonsultasikan permasalahan yang dihadapi dengan anaknya di
rumah. Dan keempat adalah melaksanakan aksi nyata “Gelpotparana” Gelar Potensi dan Panen
Karya Anak TK Negeri Pembina Ngadirojo”
Latar Belakang
Pengetahuan tentang pengambilan keputusan ini sangat penting sehingga saya bisa
mengambil keputusan yang tepat dan efektif, serta tidak gegabah dalam mengambil keputusan
baik sebagai individu maupun sebagai pemimpin pembelajaran di sekolah. Dalam materi di
modul 3.1 mengenal bagaimana prinsip pengambilan keputusan yang tepat, pola pengambilan
keputusan serta membedakan antara dilema etika dan bujukan moral serta penggunaan 9
langkah pengambilan keputusan, membuat saya semakin mantap dan percaya diri untuk bisa
mengambil keputusan yang tepat. Belajar modul 3.1 ini sangat menguntungkan sekali karena
melatih diri sebagai individu ataupun pemimpin pembelajaran dan belajar sehingga memiliki
2
kemampuan pengambilan keputusan yang tepat dan bermanfaat bagi orang lain. Modul 3.2
merupakan pembelajaran pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Materi ini memberikan
wawasan yang mendalam bagaimana saya dapat memetakan sumber daya yang ada di TK
Negeri Pembina Ngadirojo. Dan modul 3.3 memberikan wawasan pada saya untuk dapat
membuat program yang berdampak pada murid.
Pembelajaran saat ini sudah berjalan dengan system luring, tatap muka dengan protokol
Kesehatan dan masih terbatas yaitu 50% . Seiring dengan berjalannya waktu, keadaan semakin
membaik dan sudah diijinkan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka 100%. Kabar itu
sangat menggembirakan bagi semua warga sekolah, baik anak didik, guru, kepala sekolah,
komite dan orang tua serta masyarakat pada umumnya. Pada masa pandemi ini kegiatan
pembelajaran pada Lembaga komunitas praktisi di kecamatan Ngadirojo ini mengalami
permasalahan yang hampir sama. Termasuk pelaksanaan pembelajaran di TK Negeri Pembina
Ngadirojo, khususnya kelompok/kelas B2 pada masa pandemi ini banyak hal penemuan-
penemuan permasalahan yang terjadi. Pada umumnya permasalahan yang terjadi yaitu
menghadapi anak didik usia TK yang terbiasa dengan pembelajaran daring, itu hasil belajar
bagus karena ada bantuan orang tua, meskipun disertai share video tetapi pada saat luring
berbalik dengan hasil saat daring serta nilai-nilai karakter pada anak belum tertanam dengan
optimal, baik itu kemandirian, kreatif, nalar kritis, gotong-royong dan kebhinekaan global.
Melalui modul 3.2 saya dapat memetakan sumber daya yang ada di TK Negeri Pembina
Ngadirojo sehingga masuk pada modul 3.3 saya dapat merancang program yang berdampak
pada murid yaitu “Gelpotparana”
Alasan Melaksanakan Aksi
Berdasarkan latar belakang peristiwa di atas, jika diidentifikasi maka merupakan
dilema etika, sekolah dan Lembaga sekolah komunitas praktis yang ada di kecamatan
Ngadirojo. Bagaimana sebagai pemimpin pembelajaran dapat mengambil keputusan yang tepat
sesuai langkah-langkah pengambilan keputusan, sehingga anak didik memiliki nilai-nilai
karakter dan belajar sesuai dengan kemampuan dirinya bukan karena bantuan orang lain,
sebagai pemimpin pembelajaran dapat mengelola sumber daya serta dapat membuat program
yang berdampak pada murid. Alasan untuk melaksanakan aksi nyata ini juga secara bertahap,
karena dalam mempelajari modul dan perkembangan potensi yang terjadi sampai di akhir tahun
pembelajaran 2021/2022. Alasan melaksanakan aksi nyata modul 3 ini adalah:
3
1. Sebagai guru di kelas kelompok B2 TK Negeri Pembina saya memiliki keinginan yang
kuat agar anak didik dapat melaksanakan pembelajaran yang bermakna, mampu memiliki
karakter Pancasila.
2. Adanya dampak dari pembelajaran daring yaitu ketidakmandirian anak dalam belajar,
menurunnya tingkat percaya diri dan belum tertanamnya nilai-nilai karakter pada anak
didik baik di Lembaga TK Pembina Ngadirojo maupun pada lembaga komunitas praktis
yang ada dilingkungan saya.
3. Sebagai ketua komunitas praktis saya terbeban untuk dapat menularkan ilmu yang saya
dapatkan pada guru penggerak ini sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat
dalam kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.
4. Anak didik TK Negeri Pembina Ngadirojo memiliki potensi yang berbeda-beda baik
secara akademik maupun non akademik serta memiliki parenting yang kuat untuk
menggelar potensi dan panen karya anak dalam ajang “Gelpotparana” .
Dengan alasan tersebut diharapkan saya dapat melaksanakan aksi nyata dengan baik dan
bermanfaat bagi semua anak didik di TK Negeri Pembina Ngadirojo dan semua rekan
komunitas praktis yang ada di kecamatan Ngadirojo.
4
Hasil Aksi Nyata
Hasil aksi nyata yang telah diterapkan oleh CGP yaitu adanya kesadaran diri yang dimiliki oleh
anak didik terhadap masalah yang dialaminya, sehingga CGP membuat sebuah keputusan bahwa semua
anak didik yang mengalami hal tersebut masih dapat mengikuti pembelajaran di sekolah dengan
motivasi yang tinggi dalam belajar. Semua anak didik menjadi semangat dalam belajar dan aktif
mengikuti kegiatan tambahan lainnya tanpa perintah atau paksaan. CGP sebagai guru di kelas
mengambil keputusan untuk membuat alat peraga/media yang menarik sehingga dapat menumbuhkan
minat dan motivasi anak dalam belajar serta menumbuhkan karakter Pancasila pada semua anak didik.
Adanya dukungan dari kepala sekolah dalam menangani anak didik yang memiliki masalah tidak
mandiri dan rendahnya motivasi belajar merupakan hal yang sangat positif sehingga pengambilan
keputusan yang diberikan tepat dalam menangani dan meningkatkan motivasi belajar anak didik.
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 3
Kegiatan pada gambar 1 dan 2 adalah CGP sebagai guru konsultasi dan mohon ijin kepada kepala
sekolah bahwa akan melaksanakan aksi nyata dari pembelajaran yang didapat pada modul 3 baik pada
lingkup sekolah TK Negeri Pembina Ngadirojo maupun lingkup komunitas pratis yang ada di
kecamatan Ngadirojo. Gambar 3 merupakan kegiatan CGP mohon ijin pada rekan sejawat untuk
menstranfer ilmu dan mengajak mereka untuk kerja sama serta meminta dukungan dalam
melaksanakan aksi nyata.
5
Gambar 4 Gambar 5
Kegiatan aksi nyata seperti terlihat pada gambar 4 yaitu melakukan coaching dengan anak-anak di
dalam kelas tentang pentingnya cuci tangandan pakai masker untuk menjaga kebersihan dan Kesehatan
baik diri sendiri maupun teman dan lingkungan sekitar. Anak-anak sangat aktif mengemukakan
pendapatnya dan bertanya tentang bagaimana cara cuci tangan yang yang benar. Setiap anak didik
menyadari pentingnya cuci tangan dan pakai masker pada era pandemic ini dan tanpa paksaan mereka
menjadi rutin melakukan cuci tangan sebelum masuk kelas, sebelum makan dan sesudah makan bekal.
Pada gambar 5 sudah terlihat anak secara mandiri melakukan cuci tangan dengan benar dan pakai sabun
tanpa paksaan dan tertib antri tidak berdesakan.
Gambar 6 Gambar 7
Kegiatan gambar 6 dan 7 adalah adalah kegiatan guru dalam pengambilan keputusan saat dihadapkan
anak yang merasa kelelahan dengan kegiatan-kegiatan yang diikuti setiap harinya. Disini murid
diarahkan guru bagaimana caranya supaya tidak kecapaian dan dapat mengatur kegiatan yang membuat
hati gembira dan tidak capai lagi. Pada akhir kegiatan coaching anak sudah mampu mengambil
keputusan bahwa akan melakukan kegiatan tidur siang setiap harinya dan membuat jadwal yang
seimbang dengan orang tunya.
6
.
Gambar 8 Gambar 9
Kegiatan aksi nyata berikutnya yaitu CGP mengambil keputusana untuk melakukan kegiatan
pembelajaran yang menyenangkan dan melibatkan semua anak seutuhnya. Kegiatannya adalah
melakukan membuat bentuk topi chef dari kertas yang nantinya akan dilanjutkan untuk kegiatan
cooking class. CGP sebagai guru di kelas berharap anak dapat kerja sama membuat tpi chef dan mereka
akan menjadi bangga saat menggunakan hasil karyanya dalam kegiatan cooking class nanti. Gambar 8
merupakan kegiatan anak bekerja sama membuat topi chef dan gambar 9 adalah gambar setelah topi
chef jadi dipakai bersama-sama.
Gambar 10 Gambar 11 Gambar 12
Gambar 13 Gambar 14
Kegiatan aksi nyata berikutnya yaitu cooking class, hal ini dilakukan berdasarkan pemetaan asset yaitu
para pendidik di TK Negeri pembina terdapat pandai membuat macam-macam kue. Kegiatan cooking
7
class ini dilakukan dengan melibatkan semua anak untuk dapat melakukan pekerjaan chef.
Kegiatannya yaitu menyediakan alat dan bahan kemudian mulai mixer adonan bahan kue bolu rasa
pandan. Setiap anak diberi kesempatan untuk mencoba mixer adonan. Semua anak menjadi senang
bahkan mereka bangga memakai topi chef yang telah dibuatnya. Untuk hasil masak kue bolu pandan
dapat dinikmati bersama-sama. Semua anak didik dan orang tua wali murid semua dapat merasakan
hasil dari cooking class.
Gambar 15 Gambar 16
Gambar 17 Gambar 18
Kegiatan aksi nyata berikutnya yaitu menciptakan kegiatan pembelajaran di kelas yang kreatif, inovatif
dan menyenangkan. CGP memutuskan untuk membuat anak lebih mandiri, semangat dalam belajar
serta dapat kreatif inovatif yaitu dengan memfasilitasi anak untuk dapat belajar menciptakan buku
majalah sendiri, hasil dapat dilihat pada gambar 15. Pada gambar 16 adalah hasil kolaborasi anak
membuat bentuk tiruan reog dengan kerja sama dan antri memasang rumbai-rumbainya. Pada gambar
17 adalah gambar guru bercerita tentang ulat makan daun dan lanjut anak-anak membuat bentuk ulat
dan hasilnya dapat dilihat pada gambar 18. Dari semua kegiatan diatas dapat membuat anak didik lebih
8
mandiri, kreatif, inofatif, bergotong royong dan intinya lebih bertaqwa pada Tuhan YME melalui
mengenal ciptan-ciptaanNya.
Gambar 19 Gambar 20
Gambar 21
Kegiatan desiminasi adalah aksi nyata untuk dapat menstransfer ilmu yang saya dapatkan pada
guru penggerak ini sehingga mereka dapat mengambil keputusan yang tepat dalam kegiatan
pembelajaran yang akan dilaksanakan. kepada rekan guru baik di sekolah TK Negeri Pembina
Ngadirojo maupun komunitas Praktisi KKG dan IGTKI kecamatan Ngadirojo. Materi desiminasi adalah
tentang pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran di kelas. Sebagai pendidik sebaiknya
merancang program dengan melibatkan anak didik, berdasarkan pemetaan kekuatan yang ada di sekolah
atau lembaga masing-masing dan juga bagaimana mengatasi masalah yang terjadi sebagai akibat
dampak dari kegiatan daring yang berkepanjangan.
9
AKSI NYATA “Gelpotparana”
“Gelar Potensi dan Panen Karya Anak TK Negeri Pembina”
Gambar 22 Gambar 23
Sebelum pelaksanaan “Gelpotparana” terlebih dahulu yang dilakukan adalah pembentukan panitia
atau team work yang anggotanya adalah kepala sekolah, guru dan orang tua/wali murid. Gambar 23
adalah kegiatan persiapan “Gelpotparana” . Semua panitia bekerja sama membuat panggung.
Gambar 24 Gambar 25 Gambar 26
Gambar 24 adalah pembacaan susunan acara yang dibawakan oleh anak didik yang berpotensi dan
dipandu oleh guru. Sajian rohani dapat dilihat pada gambar 25, yaitu adab minum secara islami, hafalan
surat-surat pendek dan bacaan doa sebelum dan sesudah makan secara Nasrani. Pada gambar 26
merupakan kegiatan gelar potensi baca puisi berjudul “Perpisahan”. Semua dilakukan atas dasar
kemauan dan kesanggupan anak tanpa memaksa.
Gambar 27 Gambar 28
10
Kegiatan gambar 27 adalah gelar potensi anak yaitu tari kebyok anting-anting, untuk menanamkan
percaya diri anak. Pada gambar 28 adalah penampilan tari kipas mandarin dari anak didik yang sudah
berani tampil sendiri dan mampu menari di atas panggung sendiri. Selama berlatih ia juga sudah
membantu guru melatih teman yang belum hafal gerakannya.
Gambar 29 Gambar 30
Pada gambar 29 adalah gelar potensi menyanyi bersama dan dipimpin oleh 1 anak sebagai dirigent.
Gambar 30 adalah gambar gerak lagu soleram.
Perasaan (Feelings)
Gambar 31 Gambar 32
Gambar 31 adalah gelar potensi gerak lagu gundul-gundul pacul dan gambar 32 tari blekditdot. Gelar
potensi ini untuk menananmkan pada anak didik untuk cinta dan bangga pada budaya tanah air
Indonesia.
Gambar 33 Gambar 34
11
Gambar 33 adalah gelar potensi anak menyanyi lagu Pelangi dengan diiringi dancer oleh teman-
temannya. Pada gambar 34 merupakan gerak lagu bermain dan belajar.
Gambar 35
Pada gambar 35 merupakan kegiatan refleksi setelah pelaksanaan aksi nyata “Gelpotparana” . Kegiatan
refleksi ini merupakan satu kegiatan yang bertujuan untuk menjadi pedoman atau dasar dalam
melaksanakan aksi nyata berikutnya. Hasil refleksi yaitu semua dapat berjalan dengan lancar dan baik,
tetap jaga kekompakan, kerja sama yang solid supaya satu kegiatan yang diprgramkan dapat berjalan
dengan baik dan ada satu koreksi saja yaitu acara sebaiknya disusun dengan lebih baik lagi. Untuk
melihat aksi nyata “Gelpotparana” lebih jelas lagi dapat dibuka pada link youtube
https://youtu.be/g2CSLtjbrO4
Panen Karya anak didik TK Negeri Pembina Ngadirojo pada tahun ajaran 2021/2022 dapat dilihat
pada link:https://drive.google.com/file/d/1SMWElqSxe3Gb60nzFatxDsytOxoc-
eUS/view?usp=sharing
12
C. Perasaan (Feelings)
Dalam menjalankan aksi nyata modul 3 ini memberikan suatu pengalaman yang sangat
berharga, karena pada saat proses melaksanakan aksi nyata perasaan saya berasa campur aduk diantara
tetap jalan atau putus ditengah jalan. Pada saat melaksanakan aksi nyata membuat pembelajaran yang
inovatif itu sangat menggunggah semangat saya untuk berkarya, tetapi saat proses membentuk karakter
anak itu seperti putus asa. Mungkin karena anak usia TK itu merupakan masa yang unik dan
memerlukan perhatian ekstra, sesekali karakter mereka bisa tumbuh dengan baik, tetapi tiba-tiba ada
saja hal yang membuat anak kembali pada karakter awal. Namun hal itu tidak menyurutkan semangat
saya, tetap ikhlas dan penuh kasih sayang saya sebagi pendidik usia TK menuntun anak untuk maju
bertumbuh sesuai karakter Pancasila.
Pada saat melaksanakan desiminasi kepada rekan sejawat dan komunitas praktis, saya
mengalami perasaan berbahagia dan bangga karena saya dapat berbagi dengan mereka, meski hanya
sebatas ilmu yang saya dapat dari Pendidikan Guru Penggerak ini. Sampai pada saat melaksanakan
persiapan gelar potensi dan pameran karya, banyak anak berpotensi mendukung untuk melaksanakan
gelar potensi dan pameran karya, tetapi pada saat latihan mereka ada yang beraksi aneh-aneh dan diluar
dugaan, sehingga terbersit di dalam pikiran “dapatkah aksi nyata “Gelpotparana” dapat terlaksana
dengan baik ini nantinya? Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya aksi nyata gelpotparana dapat
terlaksana dengan baik, hal ini membuat perasaan saya menjadi senang, bahagia dan bangga pada semua
team work panitia gelpotparana dan semua anak didik, rekan kerja dan kepala sekolah serta orang
tua/wali murid TK Negeri Pembina Ngadirojo.
13
D. Pembelajaran (Findings)
Pelaksanaan aksi nyata ini sangat memberikan pengalaman yang mengesankan yaitu sebagai
CGP saya mendapat pembelajaran yang berharga yaitu bagaimana dalam mempersiapkan inovasi
pembelajaran yang dapat menumbuhkan karakter pancasila pada diri anak, bagaimana mempersiapkan
diseminasi dan bagaimana dalam mempersiapkan aksi nyata “Gelpotparana” . Dalam mempersiapkan
inovasi pembelajaran ini saya sebagai CGP berusaha membuat media yang dapat menarik minat dan
kebutuhan anak dalam belajar. Media pembelajaran ini tidak perlu dengan bahan mahal, tetapi dapat
dibuat dari bahan bekas dan bermanfaat untuk pembelajaran yang melibatkan anak didik sepenuhnya
dalam belajar. Dalam melaksanakan diseminasi ini saya menyampaikan apa yang saya dapatkan pada
Pendidikan Guru Penggerak dan yang sudah saya terapkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Dan
saya menstransfer bermacam pengetahuan yang saya dapatkan serta bagaimana membuat membuat
media yang menarik untuk membentuk karakter anak didik. Dalam melaksanakan aksi nyata
“Gelpotparana” ini saya dapat belajar banyak hal tentang cara melibatkan anak didik dalam program
yang berdampak pada murid. Dengan mengajak anak tanya jawab tentang kegiatan apa yang mereka
sukai dan hal apa yang mereka rindukan pada saat sekolah TK. Dari jawaban mereka yaitu terdapat
anak didik yang ingin memperlihatkan hasil karya pada orang tua dan saudara-saudaranya setelah
sekolah di TK dan ada pula yang ingin tampil menyanyi, gerak lagu dan menari karena mereka memiliki
potensi seperti itu. Setelah mendapat jawaban dari anak didik kemudian kami bersama rekan guru dan
kepala sekolah membahas hal ini dan membuat kesepakatan dengan murid untuk menggelar potensi
dan panen karya anak didik.
Dalam mempersiapkan aksi nyata “Gelpotparana” ini yang pertama kali dilakukan setelah
konsultasi dengan kepala sekolah adalah membentuk panitia atau team work yang terdiri dari kepala
sekolah sebagai penanggung jawab, guru, orang tua/wali murid dan murid. Setelah terbentuk panitia
maka dari proses persiapan sampai pada hari pelaksanaan segala sesuatunya terasa lebih ringan dan
nyaman. Bahkan team work bekerja sangat luar biasa, mereka semua dapat berkolaborasi dan bekerja
sama sesuai dengan potensi masing-masing. Dekorasi, rias anak, konsumsi, dan sound system semua
adalah dari team work. Dan setelah selesai diadakan refleksi bersama. Pembelajaran yang sangat
berharga dengan memaksimalkan fungsi semua warga sekolah, akhirnya aksi nyata “Gelpotparana”
dapat berjalan dengan baik, lancar dan tanpa kendala yang berarti.
14
D. Penerapan ke Depan (Future)
Kemampuan dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran, pemetaan
kekuatan atau potensi pada anak didik dan warga sekolah serta pengelolaan program berdampak pada
murid merupakan perubahan nyata yang ada dalam diri saya sebagai calon guru penggerak (CGP). Saya
akan selalu menerapkan kolaborasi dan kerjasama pada warga sekolah baik untuk menentuan sebuah
pengambilan keputusan yang tepat dan berdampak positif, pengelolaan sumber daya maupun
pengelolaan program berdampak pada murid. Selain itu, adanya motivasi dan optimis yang meningkat
terkait kompetensi diri dalam pengambilan keputusan. Perubahan yang lebih penting adalah anak didik
mengalami perubahan yang luar biasa, dimana awal masuk sekolah masa Pertemuan Tatap Muka
Terbatas (PTMT) mereka masih suka menangis, belum mandiri, tidak suka bersosialisasi dengan teman,
setelah pelaksanaan aksi nyata “Gelpotparana” mereka menjadi lebih mandiri, disiplin, tidak rewel lagi,
dan percaya diri. Perubahan itu dibuktikan dengan adanya gelar potensi yang menampilkan aksi tari,
gerak lagu, baca puisi, menyanyi tunggal dan menyanyi bersama serta sajian rohani.
Rencana saya ke depan yaitu membuat program berdampak pada murid dengan bersumber
kekuatan pada potensi semua warga sekolah dan akan tetap memaksimalkan fungsi semua warga
sekolah. Harapan saya yaitu saya dapat konsisten untuk menerapkan ilmu yang saya dapatkan pada
Pendidikan Guru Penggerak dan semua anak didik dapat berkarakter Pancasila untuk menuju “merdeka
belajar”.
15
E. Penutup
Demikian portofolio aksi nyata modul 3 Pendidikan Guru Penggerak, semoga dapat
bermanfaat bagi semua pihak dan bagi diri saya sebagai CGP, khususnya untuk meningkatkan
kompetensi guru dalam menuntun anak menuju merdeka belajar dan berkarakter Pancasila.
Saya mohon maaf, apabila dalam penyusunan portofolio ini terdapat kalimat maupun bahasa
yang tidak berkenan. Kritik dan saran yang konstruktif guna perbaikan di masa mendatang
sangat diterima dengan senang hati.
16