The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Sifat Wajib Allah
Sifat Mustahil Allah
Sifat Jaiz Allah

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by wardaninanda135, 2021-05-27 04:06:55

Akidah Akhlak - Sifat-Sifat Allah

Sifat Wajib Allah
Sifat Mustahil Allah
Sifat Jaiz Allah

Keywords: Sifat-sifat Allah

SIFAT – SIFAT
ALLAH SWT

KELAS VII SMP/MTs

NAMA : Nanda Wardani
NIM : 18.11.01.1244
JURUSAN : Tarbiyah
PRODI : Pendidikan Agama Islam
SEMESTER/KELAS : VI / Reguler A
MATA KULIAH : Pembelejaran Akidah Akhlak
DOSEN : Muhammad Muhajir, M.Pd.I

ii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh
Alhamdulillahirabbil’aalamiin, puji syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah Swt.,
atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan buku Akidah
Akhlak yang berjudul “ Sifat-Sifat Allah Swt” .
Terima kasih pula kepada bapak Muhammad Muhajir, M.Pd.I yang telah
menyampaikan materi pelajaran yang berkaitan dan juga bimbingan dalam proses
pembuatan buku ini.
Penulis menyadari masih banyak kesalahan yang terdapat di buku ini. Oleh
karena itu, penulis sangat mengharapkan kritik, saran, dan juga masukan kepada penulis
agar kedepannya dapat menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Semoga dengan adanya
buku ini bermanfaat dan dapat digunakan dengan sebagaimana mestinya.

Wallahul muwafiq illa aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh

Sintang, 27 Mei 2021

Nanda Wardani

iii

DAFTAR ISI

COVER
IDENTITAS PENULIS ....................................................................... ii
KATA PENGANTAR .......................................................................... iii
DAFTAR ISI ....................................................................................... 1
KOMPETENSI ................................................................................... 2
BAGIAN I : SIFAT WAJIB ALLAH....................................................... 3
PENGERTIAN ................................................................................... 3
KLASIFIKASI ..................................................................................... 5
BAGIAN II : SIFAT MUSTAHIL ALLAH ................................................ 9
BAGIAN III : SIFAT JAIZ ALLAH ......................................................... 10
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................ 12

1

Standar Kompetensi :

2. Meningkatkan keimanan kepada Allah melalui pemahaman sifat-sifatnya.

Kompetensi Dasar :

2.1 Mengidentifikasi sifat-sifat wajib Allah yang nafsiyah, salbiyah, ma‟ani, dan maknawiyah.
2.2 Menunjukkan bukti/dalil naqli dan aqli dari sifat-siat wajib Allah yang nafsiyah, salbiyah, ma‟ani, dan
maknawiyah.
2.3 Menguraikan sifat-sifat mustahil dan jaiz bagi Allah Swt.

Tujuan Pembelajaran :

1. Menjelaskan pengertian sifat-sifat wajib Allah
2. Menyebutkan pembagian sifat wajib bagi Allah
3. Menyebutkan dalil dalil tentang sifat wajib bagi Allah
4. Mengetahaui pengertian serta macam-macam sifat mustahil dan Jaiz Allah.

2

BAGIAN I – SIFAT WAJIB ALLAH

A. Pengertian
Sifat wajib Allah adalah sifat kesempurnaan yang harus ada pada Allah Swt., sesuai dengan keagungan

dan kebesaran-Nya. Menurut ilmu Aqa‟id sifat wajib Allah dibagi menjadi 13, yaitu sebagai berikut.
1. Wujud ( Allah bersifat ada ).
2. Qidam ( Allah bersifat terdahulu ).
3. Baqa‟ ( Allah bersifat kekal ).
4. Mukhalafatu lil hawadisi ( Allah bersifat berbeda dengan makhluk ).
5. Qiyamuhu binafsihi ( Allah bersifat berdiri sendiri ).
6. Wahdaniyah ( Allah bersifat Maha Esa ).
7. Qudrah ( Allah bersifat kuasa ).
8. Iradah ( Allah bersifat berkehendak ).
9. Ilmun ( Allah bersifat mengetahui ).
10. Hayat ( Allah bersifat hidup ).
11. Sama‟ ( Allah bersifat mendengar ).
12. Basar ( Allah bersifat melihat ).
13. Kalam ( Allah bersifat berfirman).

3

sebagian ulama menambahkan dengan tujuh sifat
wajib Allah sehingga menjadi 20 sifat.
1. Qadiran ( Allah Mahakuasa ).
2. Muridan ( Allah Maha Berkehendak ).
3. „Aliman ( Allah Maha Mengetahui ).
4. Hayyan ( Allah Maha Hidup ).
5. Sami‟an ( Allah Maha Mendengar ).
6. Basiran ( Allah Maha Melihat ).
7. Mutakalliman ( Allah Maha Berfiman ).

4

B. Klasifikasi Sifat-sifat Wajib Allah
Sifat wajib Allah diklasifikasikan menjadi empat kelompok, yaitu sifat nafsiyah,

salbiyah, ma‟ani, dan maknawiyah.
1. Sifat Nafsiyah

Adalah sifat yang hanya berhubungan dengan zat Allah semata. Sifat nafsiyah
hanya ada satu, yaitu wujud yang artinya ada. Allah sebagai penyebab utama adanya sesuatu
dengan sendirinya. Alam semesta dan seluruh isinya merupakan bukti keberadaan Allah Swt.
sebagaimana dijelaskan dalam QS. As-Sajadah [32]: 4-5 sebagai berikut.

‫ٱَ هّلُل ٱ هل ِذى َخ َل َق ٱل َّس َم َٰ َ َٰو ِت َوٱأْ َل أر َض َو َما َب أي َن ُه َما ِ ِف ِس َّت ِة َأ َّيا ٍم ُث َّم ٱ أس َت َو َٰى َع ََل ٱ ْل َع أر ِش‬

Artinya : “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya
dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy.

5

2. Sifat Salbiyah
Salbiyah artinya negatif atau bersifat ingkar. Sifat salbiyah maksdunya, Allah tidak

mungkin mempunyai sifat-sifat yang berlawanan dengan sifat tersebut. Sifat salbiyah ada lima
macam, yaitu qidam, baqa‟, mukhalafatu lil hawadisi, qiyamuhu binafsihi, dan wahdaniyah.
• Qidam, artinya dahulu. Allah bersifat qidam artinya Allah itu terdahulu dan tidak didahului

sesuatu. Dalam QS. Al-Hadid [57]: 3

........ ‫ُه َو ا أْ َل َّو ُل َواأْل ِخ ُر‬

Artinya : “ Dialah yang awal dan yang akhir .... “

• Baqa’. Artinya kekal. Allah Swt., sebagai pencipta bersifat kekal, sedangkan semua makhluk

ciptaan-Nya berproses menuju kehancuran atau kematian. Seperti firman Allah dalam QS. Al-

Qasas [28]:88.

ؕ‫ُك ُّل ََ ۡش ٍء َهاِل ٌك ِا ََّّل َو ۡج َه ٗه‬

Artinya : “ Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah.”

6

3. Sifat Ma‟ani

Menurut bahasa ma‟ani adalah arti. Sifat Ma‟ani adalah sifat wajib Allah yang dapat dibayangkan oleh akal pikiran

manusia dan kebenarannya dapat dibuktikan dengan pancaindra. Sifat ma‟ani adalah qudrah, iradah, „alim, hayat, sama‟, basar, dan

kalam.

• Hayat. Allah pemilik sifat hayat artinya hidup. Berkebalikan dengan sifat mautun yang artinya mati. Sebagaimana firman Allah

dalam QS. Al-Furqan [25]: 58.

.....ۚ‫َوَت َو هك أل َع ََل ٱ ْل ََ ِّح ٱ هل ِذى ََّل َي ُمو ُت َو َس ِّب أح ِب َح أم ِد ِهۦ‬

Artinya : “ Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya....”

• Sama‟, artinya mendengar. Allah mendengar segala sesuatu yang berasal dari semua makhluk-Nya, baik yang keras maupun

yang pelan. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam QS. Al-An‟am [6]:13

.‫َوَل ُهۥ َما َس َك َن ِ ِف ٱ هل أي ِل َوٱل َّن َها ِر ۚ َو ُه َو ٱل َّس ِمي ُع ٱ ْل َع ِلي ُم‬

Artinya : “ Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang. Dan Dialah yang Maha Mendengar lagi Maha
Mengetahui.”

7

4. Sifat Maknawiyah
Sifat maknawiyah adalah sifat wajib Allah yang berhubungan dengan sifat ma‟ani, atau kelanjutan dari sifat ma‟ani. Sifat

maknawiyah ada tujuh macam, yaitu qadiran, muridan, „aliman, hayyan, sami‟an, basiran, dan mutakalliman.
• Qadiran. Artinya Allah Mahakuasa. Allah befirman dalam al-Qur’an surah at-Tagabun [64]:1, sebagai berikut.

‫يُ َس ِبّ ُح ِّلهِلِ َما فِى ٱل هس َٰ َم َٰ َو ِت َو َما ِفى ٱ ْْلَ ْر ِض ۖ لَهُ ٱ ْل ُم ْل ُك َولَهُ ٱ ْل َح ْم ُد ۖ َو ُه َو َعلَ َٰى ُك ِّل َش ْى ٍء َق ِدير‬

Arinya : “Bertasbih kepada Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi; hanya Allah lah yang mempunyai semua kerajaan
dan semua pujian, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.”
• Muridan. Artinya Allah Maha Berkehendak. Allah berfirman dalam Al-Qur‟an surah ar-Ra‟d [13]:41 sebagai berikut.

‫َوٱَ هّلُل َي أح ُك ُم ََّل ُم َع ِّق َب ِل ُح ْك ِم ِهۦۚ َو ُه َو ََ ِسي ُع ٱ ْل ِح َسا ِب‬

Artinya : “ ... Dan Allah menetapkan hukum (menurut kehendak-Nya), tidak ada yang dapat menolak ketetapan-Nya; dan Dialah Yang
Maha cepat hisab-Nya.”

8

BAGIAN II – SIFAT MUSTAHIL ALLAH

Sifat mustahil bagi Allah adalah sifat yang tidak mungkin ada pada Allah sebagai Tuhan pemilik
kesempurnaan. Sifat mustahil bagi Allah adalah sifat kebalikan dari sifat wajib Allah Swt.. Jumlah sifat mustahil bagi
Allah sama dengan sifat wajib Allah, yaitu 13.
1. „Adam ( tidak ada).
2. Hudus ( baru).
3. Fana‟ (rusak).
4. Mumassalatu lil hawadisi ( sama dengan makhluk).
5. Qiyamuhu bighairihi ( membutuhkan sesuatu selain diri-Nya).
6. Ta‟addud (berbilang ).
7. „Ajzun (lemah).
8. Karahah (terpaksa).
9. Jahlun (bodoh).
10. Mautun (mati).
11. Summun (tuli).
12. „Umyuun (buta).
13. Bukmun (bisu).

9

BAGIAN III – SIFAT JAIZ ALLAH

Sifat jaiz Allah adalah sifat bebas Allah, yaitu kebebasan untuk berkehendak dan tidak berkehendak
sesuai dengan kekuasaan-Nya. Sifat bebas Allah terwujud dalam kebebasan-Nya dalam menciptakan dan tidak
menciptakan sesuatu. Begitu pula dalam mengatur semua makhluk di alam semesta ini.

Sifat jaiz Allah dapat kita buktikan melalui firman-firman-Nya yang terdapat dalam Al-Qur‟an. Di
antaranya dalam QS. Ali Imran [3]:26

‫ُق ِل ٱل هل ُه َّم َم َٰ ِل َك ٱ ْل ُم ْل ِك ُت أؤِ ِت ٱ ْل ُم ْل َك َمن َت َش ٓا ُء َوَت ِ ِِن ُع ٱ ْل ُم ْل َك ِم َّمن َت َش ٓا ُء َوُت ِع ُّز َمن َت َش ٓا ُء َوُت ِذ ُّل َمن َت َش ٓا ُء ۖ ِب َي ِد َك‬
‫ٱ ْل َخ ْأ ُن ۖ ِإ َّن َك َع ََ َٰل ُك ِّل ََ أش ٍء َق ِدي ٌر‬

Artinya : Katakanlah: "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau
kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau
kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan.
Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

10

Sifat jaiz Allah dapat kita buktikan melalui
firman-firman-Nya yang terdapat dalam Al-Qur‟an. Di antaranya dalam
QS. Asy-Syuara [42]:49

‫ََ هّلِل ُم ْل ُك ٱل َّس َم َٰ َ َٰو ِت َوٱأْ َل أر ِض ۚ َي أخ ُل ُق َما َي َش ٓا ُء ۚ َي َه ُب ِل َمن َي َش ٓا ُء ِإ َن َٰ ًثا‬
‫َوَي َه ُب ِل َمن َي َش ٓا ُء ٱل ُّذ ُكوَر‬

Artinya: “Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi, Dia
menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak
perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-
anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki.”

11

DAFTAR PUSTAKA

https://tafsirweb.com
Buku Fattah Pembuka Wacana Secara Terarah Untuk
SMP/MTs Semester 1, Akidah Akhlak Kelas VII

12


Click to View FlipBook Version