The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Mata pembelajaran Sosiologi dengan materi stratifikasi sosial

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by deovaras, 2021-03-17 12:44:47

Stratifikasi Sosial

Mata pembelajaran Sosiologi dengan materi stratifikasi sosial

Nama : Deo Varas
Nim : 18058183
MK : Inovasi Pembelajaran Sosiologi Antropologi

Defenisi Stratifikasi Sosial, Dasar Pembentukan Stratifikasi Sosial, Wujud Stratifikasi
Sosial, Dampak Statifikasi Sosial

BAHAN AJAR
STRATIFIKASI SOSIAL

• Devinisi Stratifikasi Sosial
Istilah Stratifikasi berasal dari kata stratum (bentuk
tunggal) dijamakkan menjadi strata yang artinya
lapisan. Jadi, Stratifikasi sosial menurut arti
etimologis berarti pembedaan penduduk atau warga
masyarakat kedalam lapisan – lapisan secara hierarkis
(bertingkat). Stratifikasi sosial (Social Stratification)
berasal dari kata bahasa latin “stratum” (tunggal) atau
“strata” (jamak) yang berarti berlapis-lapis. Dalam
Sosiologi, stratifikasi sosial dapat diartikan sebagai
pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam
kelas-kelas secara bertingkat.

Menurut Max Weber, stratifikasi sosial sebagai penggolongan orang-orang yang termasuk
dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarki menurut dimensi
kekuasaan, previllege dan prestise.

Menurut Pitirim A. Sorokin Mendefinisikan stratifikasi sosial sebagai perbedaan penduduk
atau masyarakat ke dalam kelas-kelas yang tersusun secara bertingkat (hierarki).

Menurut Cuber stratifikasi sosial sebagai suatu pola yang ditempatkan di atas kategori dari
hak-hak yang berbeda.

Sifat pelapisan masyarakat terdiri dari dua macam, yaitu (closed social stratification)
pelapisan sosial tertutup dan (open social stratification) pelapisan sosial terbuka. Sistem
pelapisan sosial tertutup artinya tertutup kemungkinan seseorang atau kelompok untuk pindah
dari lapisan sosial lainnnya secara vertikal, adapun beberapa gejala dari pelapisan sosial ini
diantaranya:

1. Sosial didalam struktur masyarakat feodal dan sistem kekastaan dapat dikatakan
sebagai bentuk pelapisan sosial secara tertutup, sebab dalam pelapisan sosial
masyarakat feodal akan sulit bagi seseorang atau kelompok orang untuk memasuki
lapisan sosial tertentu. Seseorang yang posisinya di tingkat lapisan sosial bawah
misalnya rakyat jelata, akan sulit baginya untuk menduduki lapisan sosial bersama
dengan golongan ningrat yang dianggap sebagai kelompok darah biru.

2. Dalam sistem kekastaan akan tidak mungkin seseorang yang berkasta Sudra menempati
posisi kasta Ksatria dan sebagainya.

3. Dalam pelapisan berdasarkan ras manusia juga dapat dijumpai sistem pelapisan sosial
tertutup, sebagaimana dalam politik apartheid di Afrika selatan yang menempatkan
golongan masyarakat kulit hitam sebagai strata sosial terendah.

Stratifikasi sosial berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi 2, yaitu:

• Stratifikasi sosial terbuka (kemungkinan dapat berpindah kedudukan bisa terjadi)
• Stratifikasi sosial tertutup (perpindahan kedudukan sosial yang sangat terbatas atau

bahkan tidak ada).

• Dasar Pembentukan Stratufikasi Sosial
Stratifikasi sosial dapat terbentuk berdasarkan kekayaan (ekonomi), pendidikan,

kekuasaan, atau keturunan.
1. Dasar kekayaan, Masyarakat masih lebih menghargai
orang yang memiliki kekayaan berlimpah daripada
orang yang tidak memiliki kekayaan sama sekali. Jika
itu terjadi maka dasar stratifikasi sosial adalah
kekayaan atau ekonomi. Stratifikasi seperti disebut
kelas sosial. Kelas sosial adalah stratifikasi sosial
berdasarkan ekonomi. Masyarakat tidak dapat
melepaskan dimensi ekonomi dari dimensi pekerjaan
dan pendidikan. Pekerjaan dengan penghasilan
merupakan bagian penting dari ekonomi.

2. Dasar pendidikan, Semakin tinggi pendidikan yang dimiliki, maka semakin tinggi

pula kedudukan sosialnya dalam masyarakat. Lapisan pada pendidikan tersebut bisa

dilihat dari lulusan Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah

Menengah Atas (SMA), hingga Perguruan Tinggi (PT). Ukuran ilmu pengetahuan

masih digunakan di dalam kehidupan masyarakat. Dengan pendidikan akan menjadi

syarat bagi pekerjaan.

3. Kekuasaan, Jika kekuasaan yang akan masuk dalam lapisan atas. Dengan kekuasan

yang dimiliki tinggi maka akan dibanding lebih hormat,berbeda jika kekuasaan yang

dimiliki rendah.

• Wujud Stratifikasi Sosial

Wujud Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Ekonomi

Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria ekonomi dapat dilihat dari segi pendapatannya,
kekayaan dan juga pekerjaan suatu individu ataupun kelompok. Dalam hal ini faktor yang
menentukan lapisan tingkat sosial dalam individu/ kelompok dalam suatu masyarakat
didasarkan pada tingkat ekonomi individu/ kelompok tersebut. Dengan kata lain individu/
kelompok yang mampu memperoleh kekayaan ekonomi dalam jumlah besar biasanya akan
menduduki lapisan teratas, dan sebaliknya bagi mereka yang tidak berhasil dalam
mengumpulkan jumlah kekayaan ekonomi seperti pada tingkatan diatasnya akan seringkali
menempati lapisan bagian bawah, dan beberapa variasinya sebagai berikut:

• Variasi – variasi dari potensi dan kesempatan yang berbeda – beda pada tiap individual ataupun
kelompok tertentu akan memunculkan kelas – kelas ekonomi yang berbeda.

• Seperti yang disebutkan sebelumnya tolak ukur ekonomi biasanya ditentukan oleh seberapa
banyak seseorang memiliki pendapatan atau kekayaan dari individu/ kelompok tersebut.

• Secara garis besar terdapat tiga lapisan masyarakat bila dipandang dari sudut ekonomi, yakni
kelas atas, kelas menengah, dan kelas bawah.

• Masyarakat kelas atas merupakan kelompok orang – orang kaya yang dipenuhi dengan
kemewahan.

• Masyarakat kelas menengah merupakan kelompok orang – orang yang secara ekonomi hidup
dengan berkecukupan.

• Sedangkan masyarakat kelas bawah merupakan kelompok orang – orang yang hidup dalam
kekurangan dari segi ekonomi.

Contoh dari bentuk stratifikasi sosial pada kehidupan sehari – hari dapat dilihat pada
lingkungan sekitar kita. Golongan masyarakat yang menduduki lapisan atas dalam stratifikasi
ekonomi, misalnya pengusaha besar, pejabat, dan pekerja profesional yang memiliki
penghasilan besar. Golongan menengah biasanya ditempati oleh para karyawan, pekerja, dan
buruh. Sementara itu golongan yang menduduki lapisan sosial paling bawah antara lain
gelandangan, pengemis, pemulung, dan buruh tani. Stratitifikasi ekonomi bersifat terbuka
karena biasanya individu/ kelompok yang disebutkan sebelumnya dapat mengalami perubahan
dalam status ekonomi mereka.

Wujud Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Sosial

Stratifikasi sosial berdasarkan kriteria sosial merupakan pengelompokkan individu/ kelompok
dalam masyarakat berdasarkan status sosial yang dimiliki oleh individu/ kelompok tersebut
didalam kehidupan bermasyarakat. Status sosial merupakan kedudukan yang dimiliki oleh
seseorang dalam suatu pola interaksi sosial tertentu, dan hubungan pelapisan sosial sebagai
berikut:

• Pelapisan sosial jenis ini berhubungan dengan status atau kedudukan seseorang dalam
masyarakat. Menurut Max Weber salah seorang sosiologis ternama, manusia dikelompokkan
dalam kelompok – kelompok yang memiliki status berdasarkan atas ukuran kehormatan.

• Kelompok status ini, didefinisikan olehnya sebagai suatu kelompok yang para anggotanya
memiliki gaya hidup tertentu dan juga mempunyai tingkat penghargaan serta kehormatan sosial
tertentu.

• Pembagian pelapisan pada kriteria sosial maksudnya adalah stratifikasi, antara lain dalam arti
kasta, pendidikan, dan jenis pekerjaan.

Seringkali seseorang tidak hanya memiliki satu pola interaksi sosial, melainkan beberapa pola
interaksi sosial secara sekaligus. Oleh karena itu, tidak mengherankan apabila seorang
individu/ kelompok memiliki lebih dari satu kedudukan (status sosial) dalam kehidupan
masyarakatnya. Sebagai berikut contoh bentuk stratifikasi sosialnya: Contoh bentuk stratifikasi
sosial dalam masyarakat berdasarkan status sosialnya dalam kehidupan sehari – hari dapat
dilihat dalam bentuk kassta. Sistem ini merupakan salah satu peninggalan pengaruh Hindu

Budha di Indonesia. Kasta merupakan stratifikasi sosial yang bersifat tertutup.Artinya, jika
seseorang dilahirkan sebagai seorang golongan paling bawah (sudra), maka selamanya orang
tersebut akan dicap menjadi seorang sudra. Ini juga akan berlaku dengan keturunan – keturunan
dari individu tersebut. Demikian juga dengan golongan menengah (Waisya), golongan
bangsawan (Ksatria), dan golongan cendekiawan (Brahmana). Sistem kasta ini dapat terlihat
pada kehidupan masyarakat India dan Bali pada beberapa dekade terakhir.

Wujud Stratifikasi Sosial Berdasarkan Kriteria Politik

Status sosial yang berdasarkan kriteria politik merupakan pengelompokkan lapisan masyarakat
yang berdasarkan atas tingkat kekuasaan yang dimiliki oleh suatu individu atau kelompok.
Semakin besar kekuasaan individu atau kelompok tersebut, maka akan semakin tinggi pula
statusnya di tengah – tengah kehidupan masyarakat. Pengertian dasar dari kekuasaan
merupakan suatu kemampuan yang dimiliki oleh seseorang atau kelompok untuk
mempengaruhi pihak lain agar mengikuti kehendak atau kemauan dari individu atau kelompok
tersebut. Contoh bentuk stratitikfasi sosial berdasarkan politik, sebagai berikut:

• Stratifikasi sosial berdasarkan politik pada kelas pengguna terdiri atas sekelompok elit yang
jumlahnya sedikit.

• Di tangan kelas penguasa itulah (seperti para diktator) terdapat wewenang untuk mengatur
gerak masyarakat.

• Anggota kelas penguasa memiliki kemampuan dan kewenangan utnuk mengatur
masyarakatnya.

• Sifat kelas penguasa seperti ini terjadi pada sistem masyarakat yang hidup dalam pemerintahan
feudal, dan otoriter.

Sedangkan startifikasi sosial berdasarkan politik pada kelas yang dikuasai terdiri atas
masyarakat pada umumnya. Mereka menjadi sebuah objek kekuasaan yang tidak memiliki
kewenangan untuk mengatur apapun. Mereka harus tunduk kepada semua aturan yang telah
dibuat dan diputuskan oleh penguasa, serta menjadi objek kekuasaan.

• Dampak Stratifikasi Sosial
Dampak Positif

Adapun dampak postif dari stratifikasi ini adalah :

1. Adanya kemauan dari setiap individu di dalam masyarakt untuk bersaing untuk berpindah
kasta, sehingga mendorong setiap individu untuk berprestasi, bekerja keras.

2. Meningkatnya pemerataan pembangunan setiap daerah, baik atas usulan masyarakata di
wilayah tersebut atau pemerintah guna menghilangakan kesenjangan sosial

Dampak Negatif

Dampak negative dari stratifikasi sosial ini dibagi menjadi 3 aspek :

1. Konflik Antar Kelas
Dalam masyarakat terdapat lapisan sosial karena ukuran seperti kekayaan, kekuasaan, dan
pendidikan. Kelompok dalam lapisan sosial tadi disebut kelas sosial. Apabila terjadi perbedaan
kepentingan antar kelas sosial maka akan muncul konflik antarkelas. Contohnya demonstrasi
buruh yang menuntut kenaikan upah.

2. Konflik Antar Kelompok Sosial
Masyarakat yang beranekaragam dan majemuk menajadikan timbulnya kelompok sosial.
Diantaranya kelompok sosial berdasarkan ideology, profesi, agama, suku dan ras. Akibatnya
akan muncul usaha untuk menguasai kelompok lain dengan pemakasaan dan akibatnya
muncullah konflik. Contohnya, tawuran pelajar, konflik antar suku.

3. Konflik Antar Generasi
Konflik ini terjadi antara generasi tua yang mempertahankan nilai, kondisi atau adat lama
dengan generasi muda yang ingin mengadakan perubahan. Contohnya sistem musayawarh
yang mulai luntur, sopan santun yang sudah berkurang.


Click to View FlipBook Version